Ulasan Seputar Kesehatan Anak

Menilik Peluang Obat Sakit Kepala Sebelah Secara Modern dan Tradisional

Apakah Anda pernah mengalami sakit kepala sebelah? Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan salah satu jenis sakit kepala yang umumnya diderita oleh banyak orang. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit dan berdenyut hanya pada salah satu bagian kepala. Tidak jarang, seseorang juga akan mengalami mual, muntah, hingga gangguan penglihatan secara bersamaan.

Cara umum untuk mengatasi sakit kepala sebelah adalah dengan mengonsumsi obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas. Walaupun begitu, obat ini tidak secara langsung menghilangkan rasa sakit, namun berperan untuk meredakannya saja.

Sebagai informasi, serangan migrain ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu migrain dengan aura, tanpa aura, dan aura migrain tanpa sakit kepala. Migrain yang datang dengan aura akan menimbulkan rasa sakit berdenyut. Penderita migrain jenis ini akan melihat semacam kilatan cahaya atau garis zig-zag. Sementara itu, migrain tanpa aura adalah kondisi migrain yang dapat secara tiba-tiba menyerang seseorang. Aura migrain tanpa sakit kepala adalah suatu kondisi, di mana penderitanya seperti melihat cahaya, namun ia tidak merasa sakit kepala sebelah.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang jelas mengenai penyebab migrain. Namun, terdapat dugaan bahwa migrain muncul akibat dari perubahan kimia pada bagian saraf dan pembuluh darah di otak. Perubahan kimia ini dapat dipicu oleh perubahan hormon, seperti ketika akan datang bulan, dalam kondisi stres atau kelelahan, atau setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Penyebab lain migrain yang diketahui antara lain, terlalu lama melihat cahaya yang terlalu terang pada layar berkedip, seperti komputer atau televisi.

Banyak orang yang mengandalkan obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa obat yang sering digunakan, antara lain obat jenis analgesik, yaitu acetaminophen atau antiinflamasi, seperti ibuprofen, aspirin, dan antalgin.

Selain itu, gejala migrain juga dapat diatasi dengan obat untuk tekanan darah, beberapa obat jenis antidepresan, dan antikejang.

Pengobatan alternatif, seperti akupuntur yang menekan titik tertentu pada tubuh, juga tidak kalah populer. Anda juga dapat melakukan pemijatan secara mandiri untuk mengatasi sakit kepala sebelah dan mual dengan menekan titik PC6 yang terletak berjarak tiga jari dari pergelangan tangan pada lengan bawah bagian dalam. Terdapat juga titik LI-4 yang berada di pinggir telapak tangan di antara jempol kiri dan jari telunjuk yang dapat Anda pijat secara perlahan untuk mengurangi rasa sakit kepala sebelah. Lakukan pemijatan tersebut secara perlahan selama lima menit.

Beragam Pilihan Obat Panu yang Bisa Anda Coba Sendiri

Obat panu menjadi solusi untuk mengatasi panu di kulit. Namun terkadang menemukan obat panu yang tepat tidak semua kelihatannya. Panu bisa muncul karena adanya infeksi jamur Malassezia, yang biasanya tumbuh di permukaan kulit. Ketika jamur tumbuh berlebihan, maka hal ini dapat menyebabkan adanya perubahan pada warna kulit. Lalu, obat panu apa yang terbaik? Apa bisa disembuhkan sendiri atau perlu bantuan dokter? Keduanya sama baiknya, namun Anda perlu sesuaikan dengan kondisi panu yang diderita.

Cara menghilangkan panu dengan efektif

Jika panu yang diderita tidak terlalu parah, maka Anda bisa mengatasinya sendiri tanpa bantuan dari dokter. Berikut cara yang perlu dilakukan:

  • Sampo antiketombe

Ternyata, sampo antiketombe bisa menjadi alternatif obat panu karena pada sampo ini terkandung zinc pyrithione, asam salisilat, dan selenium sulfide. Harga sampo antiketombe juga cukup terjangkau dan mudah ditemukan. Meskipun demikian, ada risikonya juga yang perlu Anda perhatikan. Jika tidak cocok, justru bisa membuat kulit menjadi iritasi.

Cara mengaplikasikannya cukup oleskan di area yang terdapat panu. Diamkan selama kurang lebih 5 menit dan bilas dengan air. Coba lakukan cara ini selama 2 minggu. Namun, jika terjadi reaksi iritasi, sebaiknya hentikan penggunaanya.

  • Obat oles

Ada banyak obat panu oles yang dijual bebas dan bisa menjadI salah satu pilihan Anda. Kandungan yang efektif untuk menghilangkan panu adalah clotrimazole, miconazole, dan terbinafine.

Selain mengobati panu sendiri, bisa juga dengan konsultasi dengan dokter. Kelebihannya tentu saja bisa lebih tahu pasti diagnosis dan tidak lagi penasaran dengan apa yang terjadi pada kulit Anda.

Obat panu dari dokter

  • Obat oles resep dokter

Biasanya obat oles resep dokter mengandung bahan aktif ketoconazole dan harus diaplikasikan 1 kali sehari. Proses penyembuhannya pun mulai dari 11 hari hingga 22 hari tergantung kondisi kulit.

  • Obat jamur

Mengingat panu ini disebabkan oleh perkembangan jamur, maka obat antijamur perlu menjadi pilihan Anda. Apalagi jika panu tumbuh dalam jumlah yang banyak. Dokter biasanya akan meresepkan ketoconazole dan fluconazole.

  • Pembersih kulit

Jika Anda tinggal di wilayah yang panas dan kering, dokter biasanya akan meresepkan sabun khusus untuk menghilangkan panu.

Faktor Penyebab Adanya Manusia Raksasa di Dunia

Faktanya ada manusia yang tumbuh dengan ukuran tubuh yang tidak normal, entah itu terlalu kecil atau terlalu besar seperti manusia raksasa. Pertumbuhan abnormal ini biasanya disebabkan oleh tumor kelenjar pituitari yang di dasar otak. Pituitari adalah kelenjar yang bertugas untuk mengatur hormon pertumbuhan.

Saat ada tumor yang bertumbuh, maka hormon pertumbuhannya perlu lebih banyak. Selain tumor kelenjar pituitari, penyebab lain dari gigantisme adalah sindrom McCune-Albright, multiple endocrine neoplasia tipe 1, Carney complex, dan neurofibromatosis.

Gejala manusia raksasa

Semakin awal mendeteksi gejalanya maka akan semakin baik. Sebenarnya, gigantisme dapat terlihat secara fisik maupun tidak kasat mata. Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Puber yang tertunda
  • Menstruasi tidak teratur
  • Gangguan tidur
  • Mudah merasa lelah
  • Berkeringat berlebih
  • Mudah sakit kepala
  • Ukuran kepala dan bibir besar
  • Jari-jari lebih tebal
  • Rahang dan dahi cenderung menonjol
  • Tangan dan kaki besar

Setidaknya ada 1 dari 1000 orang yang dapat mengalami tumor kelenjar pituitari. Biasanya mereka akan mengalami mutasi genetik secara alami. Khusus untuk tumor di pituitari, tentu yang bermasalah adalah tinggi badan karena kelenjar ini mengatur pertumbuhan manusia.

Komplikasi akibat gigantisme

Ada banyak komplikasi yang mungkin bisa terjadi akibat gigantisme, mengingat organ pada tubuh tumbuh dengan ukuran abnormal, sangat mungkin ada masalah lain dalam tubuh. Seperti jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. Hal ini lah yang menyebabkan banyak penderita gigantisme atau manusia raksasa tidak berumur panjang. Mereka mengalami komplikasi seperti masalah ginjal, sulit bernapas, dan lainnya sehingga tidak dapat bertahan.

Mengobati gigantisme biasanya dilakukan dengan operasi kelenjar pituitari. Tindakan medis dengan mengangkat tumor, tekanan pada saraf optik akan berkurang dan kadar hormone pertumbuhan pun tidak akan tumbuh terlalu pesat. Selain dengan operasi, aja juga terapi radiasi untuk menekan pertumbuhan di kelenjar pituitari. Dengan demikian, tumor dapat menyusut dan kadar hormon pertumbuhan akan lebih terkendali.

Waspadai Keracunan Sianida Kronik yang Tidak Disadari

Dampak keracunan sianida sangat cepat dan seringkali sulit untuk diselidiki lebih lanjut dalam pemeriksaan forensik. Namun ternyata, keracunan sianida dapat berlangsung kronik, yaitu terjadi dalam waktu yang lama, dan seringkali tidak disadari. Keracunan sianida kronik memang sangat jarang terjadi, namun ada beberapa profesi yang berisiko untuk mengalami keracunan sianida seperti profesi yang menggunakan garam sianida inorganik dalam pekerjaannya, seperti:

  • Industri pengolahan logam (metalurgi)
  • Industri pembuatan barang plastik
  • Fumigasi (usaha disinfeksi menggunakan bahan kimia)
  • Fotografi
  • Ahli kimia yang bekerja dengan sianida di laboratorium

Selain itu, jika Anda sering menggunakan cat kuku, waspadai penggunaan pembersih cat kuku yang berlebihan, yaitu pembersih cat kuku yang mengandung acetonitrile atau metal sianida. Gejala lain yang dapat ditimbulkan akibat keracunan sianida kronik dapat timbul secara perlahan dan semakin berat seiring bertambahnya waktu.

Gejala awal keracunan sianida:

  • Sakit kepala dan sering merasa pusing
  • Mual dan muntah
  • Vertigo
  • Kulit kelihatan merah terang
  • Pupil mata melebar
  • Kulit terasa lembap
  • Napas lebih dalam dan lambat, disertai dengan denyut jantung lambat dan cepat
  • Kejang

Jika gejala awal tidak ditangani dengan keracunan sianida berlangsung terus, gangguan pada jantung dapat terjadi sehingga menyebabkan denyut jantung yang lambat dan tidak teratur. Bibir, wajah, lengan, dan tungkai dapat tampak kebiruan karena jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen. Akhirnya akibat otak kekurangan pasokan oksigen, dapat terjadi penurunan kesadaran hingga koma, dan berakhir pada kematian.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda mencurigai keracunan sianida kronik? Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar methemoglobin, kadar karbon monoksida, serta kadar laktat di dalam darah. Jika terbukti keracunan sianida kronik, tenaga kesehatan akan memberikan penangkal racun yang dapat berupa amil nitrit, natrium tiosulfat, dan hidroksokobalamin. Senyawa tersebut dapat menetralkan kadar sianida dalam tubuh. Semakin cepat keracunan sianida ditangani, maka semakin baik pula hasilnya

Kondisi yang Akan Terjadi Bila Kelenjar Pituitari Terkena Tumor

Kelenjar pituitari adalah organ tubuh yang mampu memproduksi banyak hormon. Kelenjar pituitari terletak di bagian belakang batang hidung dan tersambung ke bagian dasarnya otak oleh sebuah ‘ranting’. Organ yang sering disebut kelenjar master ini memiliki ukuran sebesar kacang polong. Masalah yang paling sering terjadi pada kelenjar pituitari adalah tumor. Umumnya tumor kelenjar pituitari muncul pada orang dewasa. Meskipun kelenjar ini terletak di otak, tetapi tumor kelenjar pituitari bukanlah tumor otak dan sangat jangan tumornya bisa berkembang menjadi kanker.

Jenis tumor kelenjar pituitari ada dua, yaitu functioning dan non functioning. Tumor jenis ini dapat menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi hormon dalam jumlah yang terlalu banyak hingga dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan kesehatan pada tubuh. Sedangkan tumor kelenjar pituitari jenis non-functioning tidak menyebabkan pengeluaran hormone tapi bisa juga menimbulkan keluhan fisik.

Dua jenis tumor pasti menimbulkan masalah pada fungsi kelenjar pituitari. Jika ukuran tumor cukup besar bisa menimbulkan gangguan pada struktur otak yang letaknya dekat dengan kelenjar pituitari. Umumnya akibat dari adanya tumor di kelenjar pituitari bisa dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

  1. Hipersekresi, yaitu sekresi hormon berlebihan yang disebabkan oleh tumor jenis functioning.
  2. Defisiensi hormone, yaitu produksi atau sekresi hormon yang jumlahnya terlalu sedikit akibat ukuran tumor yang besar dan menghambat kemampuan kelenjar pituitari memproduksi hormon. Selain karena tumor, defisiensi hormon ini juga bisa terjadi akibat operasi kelenjar pituitari atau pengobatan radiasi tumor.
  3. Dampak massa tumor, yaitu saat ukuran tumor tumbuh semakin besar hingga akhirnya menyebabkan tekanan pada kelenjar pituitari maupun bagian otak di sekitarnya. Gejala yang timbul antara lain sakit kepala dan masalah penglihatan.

Gejala-gejala tumor kelenjar pituitari terlalu banyak dan beragam. Selain sakit kepala dan masalah penglihatan, ada juga keluhan kelelahan, pusing, kulit kering hingga disfungsi seksual pada pria. Gejala ini juga sangat tergantung pada hormon apa yang terpengaruh oleh tumor kelenjar pituitari. Jika tumor mempengaruhi produksi hormon, gejalanya bisa berupa penyakit gigantisme.

Tips Mudah Cukur Rambut Bayi dengan Aman

Tidak semua bayi dilahirkan dengan rambut yang lebat. Sebagian lainnya mungkin dilahirkan volume rambut yang tipis atau hampir botak. Untuk menyiasati rambut yang tipis ini, tidak sedikit orangtua di Indonesia yang mempercayai bahwa cukur rambut bayi dapat merangsang pertumbuhan rambutnya menjadi lebat. Sebenarnya, cukur rambut bayi tidak berpengaruh pada seberapa tebal rambut mereka akan tumbuh nanti. Alasannya adalah rambut tumbuh dari folikel di bawah kulit kepala, sementara mencukur hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit. Hal ini tentu tak akan memengaruhi rambut yang tumbuh di folikel. 

Tips cukur rambut bayi

  • Waktu yang tepat

Pilihlah waktu saat bayi terlihat tenang atau bahagia. Ketika bayi terlelap mungkin dapat menjadi pilihan waktu terbaik karena mereka tidak akan banyak bergerak. Selain itu, pastikan juga bayi berada dalam keadaan kenyang agar ia tidak terbangun dan rewel ketika dicukur.

·      Posisikan bayi dengan nyaman

Posisikan bayi dengan aman dan nyaman agar kepalanya tidak terkilir. Taruhlah handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya. Selanjutnya, angkat kepala bayi dan cukurlah secara perlahan.

·      Basahi sedikit rambut bayi

Sebelum mencukur, basahi sedikit rambut bayi. Ini akan memudahkan Anda untuk mencukur rambutnya. Usapkan sedikit air secara perlahan pada rambut bayi.

·      Gunakan trimmer rambut bayi

Akan lebih baik jika Anda menghindari pisau cukur biasa karena dikhawatirkan akan melukai kepala bayi. Gunakanlah trimmer rambut yang memang dikhususkan untuk mencukur rambut bayi. Selain itu, alat ini juga merupakan pilihan yang jauh lebih aman.

·      Cukur sisa-sisa rambut

Cukurlah sisa-sisa rambut bayi dengan trimmer rambut. Mulailah dari bagian belakang kepala, Anda dapat mencukur rambutnya dari tengkuk ke atas, kemudian mencukur bagian atas kepala dari depan ke belakang. 

·      Mandikan dengan air hangat

Setelah dicukur, mungkin banyak rambut-rambut yang menempel pada tubuh atau pakaian bayi. Oleh sebab itu, mandikan bayi dengan air hangat untuk menghilangkan semua rambut yang menempel.

·      Pijatkan baby oil

Jika sudah mandi, pijatkan sedikit baby oil pada kepala bayi untuk mencegah kulitnya kering dan gatal. Metode ini juga akan membantu menenangkan bayi.

Wajib Tahu! Jam Besuk di RS Columbia Asia Medan

Bagi masyarakat Medan, RS Columbia Asia Medan adalah salah satu rumah sakit yang memiliki pelayanan prima dan fasilitas yang lengkap. Atas pelayanan dan fasilitasnya, tidak heran bahwa RS Columbia Asia Medan termasuk ke dalam salah satu rumah sakit terbaik di kota Medan.

Akses perjalanan menuju rumah sakit ini cukup terjangkau. Pasalnya, RS Columbia Asia Medan terletak di tengah kota dengan akses transportasi yang mudah. Beralamat di Jalan Listrik no. 2A Medan Petisah, rumah sakit ini hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari stasiun kereta api Medan. Selain itu, rumah sakit ini dapat ditempuh hanya dalam 3 kilometer dari pemukiman penduduk. Fasilitas umum di sekitar lingkungan rumah sakit pun beragam, seperti Sun Plaza, Lippo Plaza, Center Point, dan Medan Mall.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan taksi, para pengendara cukup familier dengan lokasi rumah sakit ini kok. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir tersesat.

Pukul berapa sajakah jam besuk RS Columbia Asia Medan berlaku?

Ketika Anda ingin menjenguk kolega atau keluarga yang sakit, tentu hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui jam besuk pasien yang berlaku di rumah sakit tersebut. Setiap rumah sakit memiliki aturan jam besuk masing-masing, tidak terkecuali RS Columbia Asia Medan.

Tentu Anda tidak ingin usaha Anda mencapai ke rumah sakit ini menjadi sia-sia hanya karena menjenguk di waktu yang tidak tepat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jam besuk pasien di tiap pelayanan rumah sakit Columbia Asia Medan ini. Berikut jam besuk pasien selengkapnya:

  • Perawatan umum berlaku pada pukul 10.00-14.00 dan 17.00-19.00

Selain di luar jam besuk yang disebutkan tersebut, hanya satu orang pengunjung yang diizinkan untuk masuk ke ruang rawat inap. Ketika ingin datang menjenguk, Anda perlu untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu akses.

  • ICU/HDU berlaku pada 06.30-07.00, 11.00-13.00 & 17.00-19.00

Khusus untuk perawatan di ruang ICU/HDU, hanya satu pengunjung yang dapat diberikan izin untuk menjenguk. Selain itu, anak-anak juga tidak diperkenankan untuk memasuki area ini.

  • NICU pada pukul 06.30-07.00, 11.00-13.00 dan 17.00-19.00

Efek Anti Inflamasi Dapat Dirasakan Saat Berolahraga

Penderita autoimun perlu mengonsumsi obat anti inflamasi setiap saat. Namun, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menggantikan anti inflamasi yang selama ini bisa didapatkan dari obat saja. Semakin berkembangnya zaman, penyakit semakin banyak dan beragam. Jika dahulu penyakit didominasi oleh penyakit infeksi, namun sekarang muncul penyakit-penyakit autoimun. Salah satu jenis penyakit autoimun yang terkenal adalah Lupus. Penderita Lupus membutuhkan obat anti inflamasi untuk mencegah gejala penyakit. Namun sebenarnya gejala autoimun pada penderita Lupus dapat diatasi dengan berolahraga 20 menit setiap hari.

Mengenal tentang penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menyerang benda asing malah menjadi liar sehingga dapat menyerang sel tubuh yang sehat. Beberapa contoh penyakit autoimun adalah diabetes tipe 1 dan Lupus. Sistem kekebalan tubuh penderita diabetes tipe 1 hanya dapat menyerang satu organ saja, yaitu pankreas. Namun, pada lupus yang diserang seluruh organ tubuh.

Lalu, apa yang dapat terjadi jika sistem imun menyerang sel tubuh yang sehat? Lama-kelamaan organ yang diserang pasti akan rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyebab pasti terjadinya penyakit autoimun hingga sekarang masih dipertanyakan. Namun, diperkirakan yang berperan menyebabkan penyakit ini antara faktor keturunan, pola makan yang buruk, infeksi, dan paparan zat kimia.

Olahraga memberikan efek anti inflamasi dalam tubuh

Semua penyakit autoimun memiliki kesamaan, yaitu sama-sama terjadi inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meredakan dan mencegah penyakit autoimun adalah dengan meningkatkan efek anti inflamasi dalam tubuh. Salah satunya dengan rutin berolahraga. Sebuah penelitian menunjukan hanya dengan berolahraga dengan intensitas sedang selama 20 menit setiap hari dapat memberikan efek anti inflamasi dalam tubuh.

Olahraga yang bisa dicoba juga tidak perlu terlalu berat. Anda dapat mencoba olahraga berintensitas sedang seperti, jalan cepat. Lalu, mengapa disarankan selama 20 menit? Karena kita akan merasa terintimidasi jika harus melakukan olahraga berat dalam waktu yang lama. Hal inilah yang membuat kita malas untuk mulai berolahraga rutin.