15 Jadwal Vaksin Anak sesuai Jenis Imunisasi sesuai Rekomendasi IDAI

jadwal vaksin anak

Salah satu hal penting di masa-masa awal kehidupan bayi adalah vaksinasi. Jadwal vaksin anak ini tentu tidak sembarangan. Sudah ada waktunya masing-masing untuk setiap jenis vaksinnya.

Imunisasi ini penting sekali dilakukan. Pada dasarnya, imunisasi adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya untuk merangsang antibodi agar keluar sehingga tubuh sudah tahu bagaimana cara menghadapi jika ada virus sejenis yang menginfeksinya. Imunisasi ini akan mencegah bayi dari penyakit berbahaya hingga dewasa nanti. 

Jadwal Imunisasi Anak Terbaru Rekomendasi IDAI

  1. Vaksin hepatitis B

Penyuntikan vaksin hepatitis B (HB) monovalen umumnya diberikan pada bayi sebelum berumur 24 jam. Sebelum divaksin HB ini, bayi harus mendapat suntik vitamin K1 terlebih dahulu, minimal 30 menit sebelum vaksin.

Namun, bila berat bayi kurang dari 2000 g, maka vaksin HB sebaiknya ditunda hingga anak berusia 1 bulan atau lebih. Kecuali dalam kondisi darurat.

Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersamaan dengan vaksin difteri, tetanis, pertusis whole-cell (DTwP) atau difteri, tetanus, pertusis aselular (DTaP).

  1. Vaksin polio 0

Vaksin polio 0 juga termasuk jenis vaksin yang perlu segera diberikan setelah bayi lahir. Bayi yang lahir di fasilitas kesehatan, berikan vaksin bOPV-0 (bivalent Oral Polio Vaccine-0) ketika bayi pulang atau nanti di kunjungan pertamanya. 

Kemudian akan dilanjutkan dengan bOPV atau IPV bersama dengan DTwP atau DTaP. Sebelum bayi berusia 1 tahun, berikan minimal vaksin jenis IPV (inactivated polio vaccine) sebanyak 2 kali. 

  1. Vaksin BCG

Vaksin BCG ini sebaiknya diberikan secepatnya setelah bayi lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Jika usia anak sudah 3 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulinnya negatif. Saat uji tuberkulin tidak tersedia, vaksin BCG bisa diberikan. 

  1. Vaksin DPT (Difteri, pertusis, dan tetanus)

Vaksin DPT baru bisa diberikan saat usia anak sudah 6 minggu. Vaksin yang diberikan berupa vaksin DTwp atau DTaP, atau bis apula kombinasi dengan vaksin lain. 

Jika vaksin yang digunakan DTPa, maka interval jadwal imunisasi  dan pemberian imunisasi lanjutan adalah 2,4,6 bulan. 

Untuk booster pertama bisa diberikan di usia anak 18 bulan. Selanjutnya di umur 5-7 tahun atau pada program bulan imunisasi anak sekolah di kelas 1.

Untuk usia lebih dari 7 bulan, akan diberikan vaksin Td atau TDaP. Lalu, booster selanjutnya akan diberikan usia 10-18 tahun pada bulan imunisasi anak sekolah SD kelas 5.. Td biasanya akan diberikan setiap 10 tahun.

  1. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin pneumokokus (PCV) diberikan pada anak berusia 2,4,6 bulan. Lalu, booster akan diberikan di usia 12-15 bulan. 

Jika anak baru mendapat imuniasi di usia 7-1 2 bulan, maka PCV diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan. Booster akan diberikan setelah anak berusia 12 bulan, dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. 

  1. Vaksin rotavirus monovalen

Vaksin rotavirus monovalen ini diberikan pada anak 2 kali. Dosis pertama diberikan di usia 6 minggu. Sedangkan dosis kedua interval 4 minggu. Pemberian vaksi ini haru sudah selesai saat anak berusia 24 minggu. 

  1. Vaksin rotavirus pentavalen

Imunisasi rotavirus pentavalen ini akan diberikan dalam 3 kali. Usia 6-12 minggu akan mendapat dosis pertama. Untuk dosis kedua dan ketiga interval 4-10 minggu. Ketiga dosis ini harus sudah selesai saat anak berusia 32 minggu.

  1. Vaksin influenza

Vaksin influenza mulai bisa diberikan pada anak berusia 6 bulan. Imunisasi ini bisa diulang setiap tahunnya. Di usia 6 bulan hingga 8 tahun, pemberian vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu. Bila anak sudah berusia di atas 9 tahun, vaksin pertama hanya 1 dosis.

  1. Vaksin MR/MMR

Vaksin MR diberikan pada anak saat berusia 9 bulan. Jika belum diberikan hingga usia 12 bulan, maka bisa diberikan vaksin MMR. Saat usia 18 bulan, berikan vaksin MR atau MMR. Sedangkan usia 5-7 tahun dapat diberikan vaksin MR dalam program bulan imunisasi kelas 1 atau vaksin MMR.

  1. Vaksin Japanese encephalitis

Vaksin Japanese encephalitis ini bisa diberikan sejak anak berusia 9 bulan bagi yang tinggal di daerah endemis atau anak yang akan bepergian ke daerah endemis. Kemudian bisa diberikan booster 1-2 tahun setelahnya untuk perlindungan jangka panjang.

  1. Vaksin varisela

Vaksin ini diberikan saat anak sudah berusia 12-18 bulan. Di usia 1-12 tahun, akan mendapat 2 dosis dengn interval 6 minggu hingga 3 bulan. Sedangkan anak berusia 13 tahun ke atas akan diberikan vaksin ini internal 4-6 minggu. 

  1. Vaksin hepatitis A

Vaksin hepatitis A akan diberikan mullai usia 1 tahun dan dosis kedua diberikan interval 6-12 bulan kemudian.

  1. Vaksin tifoid polisakarida

Jadwal vaksin anak ini diberikan di usia 2 tahun yang diulang lagi setiap 3 tahun.

  1. Vaksin human papilloma virus

Vaksin yang satu ini hanya diberikan pada anak perempuan yang berusia 9-14 tahun sebanyak 2 kali, dengan interval 6-15 bulan.

  1. Vaksin dengue

Vaksin dengue ini diberikan pada anak yang sudah berusia 9-16 tahun yang dibuktikan dengan seropositif dengue.

Itulah jadwal vaksin anak terbaru yang dikeluarkan IDAI. Patuhi jadwal imunisasi ini agar anak terhindar dari penyakit yang berbahaya hingga dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *