6 Larangan Ibu Hamil Ini Hanya Mitos

Menanti kehadiran anak selama 9 bulan selama masa kehamilan tentu merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mencemaskan. Membahagiakan karena hanya dalam hitungan bulan Anda bisa menjumpai buah hati yang telah lama dinantikan. Di sisi lain, berbagai kecemasan akan selalu menghinggapi karena banyaknya larangan ibu hamil yang bisa sangat berpengaruh pada tumbuh kembang janin.

Namun, jangan terlalu khawatir berlebihan terhadap berbagai larangan ibu hamil. Nyatanya banyak larangan yang ternyata hanya mitos dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan calon buah hati Anda. Larangan-larangan tersebut hanya diwariskan turun-menurun tanpa ada alasan yang jelas.

Berikut ini adalah beberapa larangan ibu hamil yang tidak perlu lagi Anda percayai. Pasalnya, larangan-larangan di bawah ini hanya mitos dan tidak terbukti kebenarannnya. Beberapa bahkan terbukti menghasilkan kebenaran yang berbeda.

  • Tidak Boleh Olahraga

Mitos jika ada larangan ibu hamil tidak boleh aktif bergerak dan berolahraga. Ketika usia kandungan telah melewati trimester pertama, ibu hamil justru disarankan untuk aktif bergerak. Beberapa  olahraga, seperti senam dan yoga, pun dianjurkan untuk dilakukan. Penelitian menunjukkan, ibu yang berolahraga pada waktu mengandung cenderung memiliki janin yang lebih cerdas karena keaktifan otak sudah terasah dari dalam perut.

  • Tidak Boleh Berhubungan Seks

Larangan ibu hamil untuk tidak berhubungan seks hanya berlaku jika kandungan Anda termasuk lemah, letak plasenta rendah, ataupun sempat mengalami pendarahan. Tapi jika kandungan Anda baik-baik saja, berhubungan seks selama kehamilan tua justru dianjurkan. Pasalnya, berhubungan seks bisa membuat peningkatan aliran darah di area panggul sehingga memungkinkan posisi janin untuk lebih siap lahir.

  • Tidak Boleh Berendam

Anda mungkin sudah ingin berendam untuk bersantai di bathup, namun tertunda karena masih dalam kondisi hamil. Beredar larangan ibu hamil tidak boleh berendam karena bisa menyebabkan cacat lahir. Faktanya, ibu hamil pun aman untuk berendam asal tidak menggunakan air yang terlalu panas. Asalkan suhu air yang digunakan untuk berendam tidak lebih dari 38 derajat Celsius, Anda bisa aman berendam. Berendam dengan air hangat yang tidak membahayakan justru bisa meredakan nyeri yang umumnya para ibu hamil rasakan.

  • Tidak Boleh Konsumsi Kopi dan Cokelat

Kafein yang ada di kopi dan cokelat memang berpotensi meningkatkan potensi refluks asam lambung pada ibu hamil. Namun, itu akan terjadi apabila konsumsi kafein berlebihan. Jika Anda hanya meminum satu gelas kopi ataupun satu batang cokelat per hari, hal tersebut masih aman untuk kandungan Anda.

  • Tidak boleh Menyantap Makanan Laut

Larangan ibu hamil untuk tidak boleh menyantap makanan laut karena adanya potensi paparan merkuri yang bisa menyebabkan cacat lahir. Namun sebenarnya, makanan laut justru dianjurkan karena memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Kandungan tersebut, berdasarkan studi, mampu meningkatkan intelektual anak yang dilahirkan. Ibu yang rajin mengonsumsi makanan laut lebih dari 10 ons tiap minggu selama kehamilan juga terbukti mampu melahirkan anak dengan keterampilan sosial dan motorik yang superior. Anda hanya perlu pintar memilih makanan laut dengan paparan merkuri rendah. Ikan dan udang lebih disarankan, daripada jenis kerang-kerangan.

  • Tidak Boleh Minum Es

Ibu hamil tidak boleh minum air dingin atau air es karena bisa menimbulkan risiko hidrosefalus alias penumpukan cairan di rongga otak? Jawabannya, larangan ibu hamil yang satu itu hanya mitos! Anda bebas meminum air dingin atau air panas. Yang perlu Anda pertimbangkan hanya jumlah kalori dari minuman yang Anda konsumsi. Baiknya, Anda jangan sering-sering mengonsumsi air dengan kandungan gula tinggi, seperti es krim, jus-jus, ataupun minuman berperasa lainnya. Gula dalam berbagai minuman manis tersebutlah yang bisa meningkatkan risiko hidrosefalus.

***

Tiap larangan ibu hamil yang benar pasti ada alasan ilmiah yang jelas. Jika larangan tersebut hanya karena menurut generasi sebelumnya dan tidak memiliki dasar yang paten, lebih baik Anda tidak perlu mengkhawatirkan dan memercayainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *