7 Rekomendasi Obat Eksim yang Aman Digunakan, Ada Decoderm Krim

Penyakit kulit eksim memang tidak bisa disembuhkan, namun pada beberapa orang kondisi ini bisa membaik sendirinya seiring pertambahan usia. Ada berbagai obat eksim yang bisa untuk meredakan gejala eksim yang dialami, salah satunya Decoderm.

Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi saat bagian kulit meradang, kemerahan, gatal, terasa kasar, dan pecah-pecah. Eksim terkadang juga bisa menyebabkan munculnya lentingan. Gejala eksim ini memang sangat mengganggu kenyamanan penderitanya dan juga penampilan. 

Rekomendasi Obat Eksim yang Bisa Digunakan

  1. Decoderm krim

Decoderm krim adalah obat untuk mengobati jenis penyakit kulit atau eksim baru maupun lama. Selain itu, Decoderm krim ini juga bisa mengobati kulit terbakar akibat sinar matahari dan gigitan serangga.

Obat Decoderm krim ini mengandung fluprednidene-21-acetate 0,1 persen. Anda bisa mengoleskan krim ini setelah mandi 1 kali sehari. 

  1. Kortikosteroid topikal

Obat eksim yang biasanya diresepkan oleh dokter salah satunya adalah kortikosteroid topikal. Obat ini untuk eksim kering yang diresepkan dokter bila kondisi dermatitis Anda sudah meradang dan membuat kulit kaku. 

Dokter hanya akan meresepkan salep kering sesuai tingkat keparahan dan lokasi di mana munculnya eksim kering yang Anda alami. Seperti hidrokortison untuk gejala eksim kering yang sangat ringan. Sedangkan untuk gejala eksim kering sedang menggunakan Betamethasone valerate dan clobetasone butyrate. 

Gejala eksim kering taraf kuat biasanya menggunakan clobetasol prpoprionate dan diflucortolone valterate. Anda harus menggunakan salep eksim kering ini sesuai dengan rekomendasi dokter. 

  1. Antihistamin

Antihistamin merupakan obat eksim di apotek yang bisa didapatkan. Antihistamin untuk mengurangi gejala dermatitis atopik, seperti kulit gatal. Biasanya obat antihistamin bisa menyebabkan efek samping berupa kantuk. Namun ada pula beberapa jenis obat antihistamin yang tidak menyebabkan efek samping tersebut.

  1. Kortikosteroid tablet

Kortikosteroid tablet juga bisa didapat di apotek. Meskipun jarang diresepkan dokter, namun bukan tidak mungkin Anda akan diresepkan obat ini. Apalagi jika peradangan karena eksim yang Anda alami sudah parah. 

Penggunaan obat eksim di apotek ini hanya boleh dilakukan dalam jangka pendek saja, sekitar 5-7 hari. Jika dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

  1. Obat antihistamin non steroid (OAINS)

Obat eksim berupa antihistamin non steroid (OAINS) adalah salep eksim kering untuk gejala ringan hingga sedang. Anda bisa mengoleskan salep ini 2 kali sehari di area kulit yang mengalami eksim.

  1. Obat suntik dan terapi sinar UV

Penderita eksim kronis biasanya tidak akan diresepkan dokter obat apotek lagi. Dokter akan memberikan obat suntik yang mengandung dupilumab, berguna untuk mengendalikan peradangan dari dalam. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk terapi sinar UV.

  1. Obat yang mempengaruhi sistem imun

Penderita eksim kering juga mungkin diresepkan obat yang mempengaruhi sistem imun. Hanya saja, obat ini diresepkan oleh dokter bila semua obat yang bisa dibeli di apotek sudah tidak bisa menyembuhkan gejala dermatitis atopik yang dirasakan. 

Adapun beberapa obat yang mempengaruhi sistem imun yang dimaksud berupa azathioprine, cyclosporine, atau methotrexate. Ada juga salep eksim kering yang mengandung pimecrolimus atau crisaborole dan tacrolimus untuk mengatasi berbagai gejalanya. 

Obat-obat eksim jenis ini tidak boleh untuk digunakan pada anak berusia di bawah 2 tahun. Untuk penggunaan obat eksim jangka panjang agar aman, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelumnya.

Apapun jenis obat untuk eksim yang akan dibeli, mulai dari Decoderm atau obat lainnya, penting sekali untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tujuannya agar Anda tidak salah obat yang bisa memperparah kondisi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *