Alleron

alleron obat alergi

Alleron merupakan jenis obat yang dapat mengatasi reaksi alergi seperti radang selaput lendir. Obat tersebut juga merupakan salah satu obat yang dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati oleh pasien.

Alleron diproduksi oleh Mega Esa Farma. Obat tersebut tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebanyak 100 kaplet (kapsul dan tablet). Obat tersebut dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 10.000,00.

Kandungan Alleron

Alleron mengandung chlorpheniramine maleate. Pada umumnya, kandungan tersebut ada pada obat antihistamin. Antihistamin memiliki kegunaan dalam menghambat histamin untuk mengurangi gejala yang dialami pasien.

Karena alleron mengandung chlorpheniramine maleate, obat tersebut memiliki status sebagai berikut berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh manusia:

  • Absorpsi

Obat alleron dapat diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan yang ada di dalam perut dapat menunda penyerapannya, namun tidak dapat mempengaruhi kadar obat yang masuk ke peredaran darah.

  • Distribusi

Obat alleron dapat didistribusikan secara luas ke dalam tubuh pasien dan terikat dengan protein sekitar 72 persen.

  • Metabolisme

Obat alleron dapat melakukan metabolisme pada bagian sel mukosa saluran pencernaan dan hati pasien.

  • Ekskresi

Obat alleron dapat diekskresikan ke dalam urine. Waktu untuk mengeluarkan obat dari tubuh (dari separuh kadar awal obat) berkisar antara 12 hingga 43 jam untuk orang dewasa, sedangkan anak-anak membutuhkan waktu antara 10 hingga 13 jam.

Manfaat Alleron

Jika Anda mengkonsumsi obat alleron, Anda akan memperoleh manfaat berikut:

  • Mengurangi radang selaput lendir.
  • Mengurangi biduran.
  • Mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga.
  • Mengurangi gejala lain seperti bersin, batuk, dan pembengkakan pada tubuh.

Aturan Pakai

Dosis obat alleron adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak

Jika anak-anak (usia di antara 6 hingga 12 tahun) ingin menggunakan obat alleron, maka dosisnya sebanyak 1/2 kaplet yang dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari.

  • Dewasa

Jika orang dewasa ingin mengkonsumsi obat alleron, maka dosisnya sebanyak 1 kaplet yang dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari.

Obat alleron dapat dikonsumsi baik ketika makan maupun tidak. Obat tersebut juga perlu disimpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius.

Efek Samping

Sama seperti obat lain, obat alleron dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, sakit perut, sembelit, pusing, dan pandangan kabur. Jika kondisi pasien memburuk, pasien perlu bertemu dengan dokter supaya kondisi pasien dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Interaksi Dengan Obat Lain

Selain kondisi di atas, Anda juga perlu pahami bahwa obat alleron tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu seperti:

  • Isokarboksazid

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan alleron, maka Anda bisa meningkatkan efek samping chlorpheniramine maleate.

  • Eluksadolin

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan alleron, maka Anda bisa merasa kesulitan buang air besar.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami kondisi tertentu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan seperti apa untuk kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Alleron merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi reaksi alergi. Meskipun demikian, obat tersebut perlu digunakan sesuai anjuran dokter dan dapat menimbulkan efek samping. Obat tersebut juga tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang alleron, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *