Anal Swab Dianggap Lebih Unggul Mendeteksi Covid-19. Benarkah?

Anal swab atau rectal swab merupakan salah satu opsi metode pendeteksi infeksi virus Covid-19. Anal swab yang dilakukan berfungsi untuk mendapat sampel uji guna mendeteksi virus yang terdapat dalam sistem gastrointestinal melalui anus. Metode ini bersifat non-invasif atau dilakukan tanpa pembedahan. Selain itu, terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa anal swab lebih efektif digunakan dalam mendeteksi Covid-19 dibandingkan berbagai metode lainnya. Benarkah pernyataan tersebut? 

Anal swab adalah prosedur memasukkan alat swab sepanjang ke dalam rektum atau anus pasien

Klaim keunggulan anal swab

Covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia dan berlangsung selama satu tahun membuat inovasi pengecekannya semakin berkembang. Kemunculan anal swab diklaim lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19 menurut Li Tongzeng selaku wakil direktur departemen infeksi dan penyakit pernapasan dari rumah sakit Youan Beijing. Pernyataan tersebut dilandasi dengan kecenderungan jejak Covid-19 yang bertahan lebih lama di anus serta feses daripada sampel yang diambil dari nasofaring. Berbagai penelitian mengenai hal tersebut telah dilakukan dan dimuat dalam Journal of Infection. Hasil PCR pada feses bertahan positif dan lebih lama dibandingkan swab nasofaring (sekitar 4-11 hari positif lebih lama setelah swab nasofaring negatif). Meski demikian, hingga saat ini belum banyak penelitian yang mendukung prosedur anal swab sebagai metode pemeriksaan Covid-19 yang utama. 

Cara kerja anal swab

Hingga saat ini, anal swab sendiri baru digunakan di Tiongkok. Anal swab dilakukan dengan cara memasukkan alat swab sejauh 2,5 hingga 5 sentimeter ke dalam rektum atau dubur. Meski dianggap lebih efektif, tes anal swab sendiri jauh lebih tidak nyaman diterapkan ketimbang swab nasofaring. Oleh karena itu, metode anal swab masih kurang populer dibandingkan dengan swab hidung dan tenggorokan. Metode ini hingga saat ini hanya dilakukan pada pada orang-orang yang tinggal di daerah karantina Covid-19 utama di Shanghai. 

Berbagai metode pengecekan lainnya

Sebelum muncul inovasi anal swab, terdapat beberapa metode yang muncul dan digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam tubuh. Berikut ini merupakan berbagai metode pengecekan tersebut. 

  1. Rapid test

Rapid test merupakan metode untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Covid-19. Cara melakukan tes ini adalah dengan mengambil sampel darah menggunakan jarum melalui jari pasien. Sayangnya, rapid tes memiliki tingkat keakuratan yang sangat rendah dalam mengidentifikasi Covid-19 sehingga WHO tidak menyarankan untuk menjadikan metode ini sebagai sarana diagnosis. Rapid test hanya disarankan untuk digunakan sebagai penelitian atau pemeriksaan epidemiologi. 

  1. Swab antigen (rapid test antigen)

Swab antigen merupakan rapid test untuk mendeteksi antigen atau protein yang membentuk badan virus penyebab Covid-19. Metode ini tentu lebih efektif jika dibandingkan dengan rapid test biasa. Sayangnya, kelemahan dari swab antigen adalah hanya akurat dilakukan pada pasien yang memiliki jumlah virus tinggi di tubuhnya. 

  1. Swab PCR

Metode ini masih paling populer dan digunakan sebagai tes utama. Pemeriksaan swab menggunakan metode PCR dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari dalam hidung dan tenggorokan seseorang. Pemeriksaan setelahnya membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. Swab PCR dapat mendeteksi langsung keberadaan virus Covid-19 di tubuh dan bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus tersebut. 

Penelitian penggunaan anal swab belum melibatkan banyak subjek sehingga kesimpulan secara lebih akurat pun masih dipertanyakan. Hingga kini, Tiongkok masih menggunakan metode anal swab sebagai pelengkap saja dan belum dijadikan sebagai tes pemeriksaan Covid-19 yang utama. Maksudnya adalah pasien yang menjalani tes anal swab tetap perlu dan diharuskan menjalani swab hidung dan tenggorokan. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar anak swab, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *