ASI Perah untuk Bayi, Baik atau Tidak?

ASI Perah untuk Bayi, Baik atau Tidak?

ASI perah adalah istilah yang menggambarkan ASI yang sudah disimpan ke dalam wadah, kemudian diberikan kepada bayi setelah beberapa waktu. Banyak ibu menyusui yang melakukan hal ini guna bisa memberikan ASI dalam waktu yang lebih lama bagi bayi.

ASI adalah sumber nutrisi yang sangat penting bagi bayi. Terkadang, produksi ASI bisa saja sangat berlebihan, bahkan ketika bayi sudah kenyang dan belum waktunya menyusui.

Bila dibiarkan, ini bisa membuat payudara sang ibu mengalami pembengkakan. Oleh sebab itu, ASI akan diperah terlebih dahulu untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. 

Apakah ASI perah baik untuk bayi?

Pada dasarnya, ASI sangatlah penting untuk bayi. Memberikan ASI pada bayi adalah langkah yang bijak untuk mendukung kesehatan bayi.

ASI yang sudah diperah mengandung nutrisi yang sama seperti ASI yang dikonsumsi langsung dari payudara ibu. Hanya saja, cara Anda menyimpan ASI perah tersebut akan menentukan kualitas ASI. 

Karena itu, Anda harus bijak dalam menentukan cara menyimpan ASI yang sudah diperah di awal. Ketika akan diberikan kepada bayi pun, Anda harus tahu cara memberikannya dengan tepat. 

Cara menyimpan dan memberikan ASI perah pada bayi

ASI yang sudah diperah terlebih dahulu harus disimpan dengan tepat. Dengan begitu, kualitas ASI tetap bisa dipertahankan dan bayi pun akan menerima nutrisi dari ASI tersebut.

Oleh sebab itu, perhatikan cara menyimpan dan memberikan ASI yang sudah diperah kepada bayi berikut ini: 

  • Penyimpanan di freezer

Setelah ASI disimpan ke dalam wadah botoh, wadah tersebut bisa Anda simpan di freezer. Freezer yang umumnya menyatu dengan lemari es dapat menjaga kualitas ASI selama dua minggu. 

Akan tetapi, apabila Anda menggunakan freezer yang berdiri sendiri dan umum dipakai untuk menyimpan es krim, ASI bisa bertahan selama 6 bulan sampai dengan satu tahun.

Namun, bila Anda tidak menyimpan ASI di freezer dan hanya menyimpannya di suhu ruangan, maka ASI bisa bertahan maksimal 4 jam saja. 

  • Menghangatkan ASI kembali

ASI perah yang sudah disimpan selama beberapa waktu harus dihangatkan kembali sebelum diberikan kepada bayi. Apalagi jika ASI tersebut sudah disimpan cukup lama di freezer.

Selalu pilih ASI yang terlama lebih dulu. Kemudian, panaskan ASI seperti saat Anda sedang memanaskan susu formula biasa.

Selama dipanaskan, pastikan wadah botol penyimpanan ASI tetap tertutup rapat. Hindari memanaskan ASI menggunakan microwave karena akan merusak kualitas ASI.

Dampak negatif menyimpan ASI terlalu lama

Sebaiknya, jangan biarkan ASI tersimpan terlalu lama sebelum diberikan kepada bayi. Karena, meskipun sudah diperah, disimpan, dan disajikan dengan cara yang aman, tetap akan ada penurunan kualitas pada ASI yang disimpan terlalu lama.

Setelah disimpan dalam waktu lama di freezer, kandungan vitamin C dalam ASI akan mengalami penurunan. Selain itu, kebutuhan nutrisi bayi bisa saja sudah berubah, sehingga ASI yang Anda simpan tidak lagi memiliki efek yang bermanfaat untuk kebutuhan bayi.

Hal ini bisa terjadi karena kebutuhan nutrisi bayi memang cepat berubah seiring masa tumbuh dan berkembangnya. Selain itu, apabila ASI yang diperah tidak disimpan di dalam freezer, maka ASI bisa menjadi basi setelah 4 jam. Jadi, jangan biarkan ASI perah terlalu lama hanya di bawah suhu ruangan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *