Atasi Tekanan Darah Tinggi dengan Irbesartan 150 mG

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah seseorang dapat mencapai 130/80 mmHg atau lebih tinggi. Tekanan darah biasanya ditentukan oleh volume darah yang dipompa oleh jantung serta resistensi alirah darah pada pembuluh darah atau arteri. Penyebab tekanan darah tinggi pun dapat bermacam-macam, namun hanya dapat diatasi dengan obat-obatan anti hipertensi.

Salah satu obat yang dapat digunakan adalah Irbesartan 150 mG dari Indofarma. Obat ini merupakan obat anti hipertensi golongan Angiotensin Reseptor Blocker (ARB). Cara kerja obat irbesartan 150 mG adalah dengan menghambat efek angiotensin II yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. 

Setelah mengonsumsi obat ini, pembuluh darah akan menjadi lebih rileks, melebar, kemudian aliran darah akan lebih lancar dan tekanan darah pun akan menurun. Penderita hipertensi dapat mengonsumsi obat ini sebagai terapi tunggal atau dikombinasikasi dengan obat anti hipertensi lainnya, tergantung dengan anjuran dari dokter.

Selain untuk mengatasi tekanan darah tinggi, Irbesartan 150 mG juga dapat digunakan untuk mengatasi aneurisma aorta pada penderita sindrom Matfan serta untuk mengobati nefropati diabetik. Penggunaan obat secara teratur dapat mencegah risiko serangan jantung, stroke, dan masalah ginjal akibat hipertensi akut.

Seperti yang telah diketahui, hipertensi bukan merupakan penyakit yang dapat disembuhkan. Namun, hipertensi dapat dikontrol mengonsumsi obat secara teratur agar tidak kembali kambuh. Jika pengobatan terhenti, hipertensi dapat kembali terjadi dalam hitungan hari maupun bulan. 

Mengenali angiotensin

Angiotensin adalah sebuah kelompok hormon yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Kelompok hormon ini terdiri dari empat hormon, yaitu angiotensin I, angiotensin II, angiotensin III, dan angiotensin IV.

Angiotensin sendiri diproduksi oleh organ hati yang membuat protensi disebut angiotensinogen. Protein tersebut kemudian dipecah dengan enzim renin yang diproduksi dari ginjal. Pemecahan tersebut menghasilkan angiotensin I. Setelah itu, angiotensin I yang masuk ke dalam aliran darah disebut dengan angiotensin II. 

Irbesartan 150 mG bekerja untuk menghambat efek hormon angiotensin II yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Hormon angiotnesin II dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga menyebabkan hipertensi. Obat irbesartan bekerja untuk memperlambah penyempitan tersebut.

Cara mengonsumsi Irbesartan 150 mG

Sama seperti obat anti hipertensi lainnya, irbesartan 150 mG harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter dan aturan pemakaian yang ada pada kemasan. Obat ini pun dapat digunakan tanpa atau dengan makanan. Selain itu, jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah obat karena dapat mengurangi keefektifan obat tersebut. Gunakan sesuai dengan anjuran yang ada pada kemasan.

Untuk dosisnya sendiri, gunakan sesuai dengan kebutuhan dan anjuran dokter. Bagi pasien penderita hipertensi, disarankan mengonsimsi sebanyak 1 kali 150 mG sehari. Kemudian dapat ditingkatkan hingga 300 mG per hari sesuai dengan kondisi pasien. Sementara itu untuk pasien penderita penurunan intavaskular dan lansia, dosis awal yang diberikan 75 mG per harinya.

Bagi pasien dengan komplikasi ginjal dan penderita diabetes melitus tipe dua atau nefropati diabetik, dosis yang dianjurkan adalah 150 mG satu kali sehari dan dapat ditingkatkan hingga 300 mG per hari yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Namun, untuk ibu hamil perlu berhati-hati. Dalam sebuah penelitan, Irbesartan 150 mG dapat menyebabkan risiko terhadap janin. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut. Efek samping lainnya pun dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *