Author: nadila

Kanker Payudara Bisa Terjadi Pada Pria, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Pada perempuan Indonesia, jenis kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker payudara dan kanker serviks. 

Dilihat dari forum kanker di SehatQ, hampir semua pertanyaan terkait dengan kanker payudara. Meski identik pada wanita, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Sekitar 1 dari setiap 100 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker payudara. 

Wanita di atas 50 tahun berisiko terkena kanker payudara

Mengapa pria bisa terkena kanker payudara?

Baik pria maupun wanita memiliki jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar getah bening, jaringan lemak, kelenjar penghasil susu (lobulus), dan saluran yang membawa susu ke puting susu. 

Selama pubertas, wanita mengembangkan lebih banyak jaringan payudara. Karena itulah mereka lebih rentan terkena kanker payudara. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan pria mengembangkan kanker payudara. Hanya saja kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara membelah lebih cepat dari sel yang sehat. Sel membentuk tumor yang dapat menyebar ke jaringan terdekat, seperti kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. 

Jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria sama seperti pada wanita, yaitu:

  • Karsinoma duktal: Hampir semua kasus kanker payudara pria adalah karsinoma duktal. Sel kanker mulai berkembang di saluran susu lalu menyebar ke area lainnya.
  • Karsinoma lobular: Sel kanker dimuliad di kelenjar penghasil susu. Ini merupakan jenis kanker payudara yang jarang terjadi pada pria.
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS): Kanker dipicu oleh penyakit payudara, seperti penyakit Paget pada puting.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang membuat seorang pria lebih rentan terkena kanker payudara:

  • Riwayat keluarga

Sekitar 1 dari 5 pria pengidap kanker payudara memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

  • Mutasi genetik

Mutasi pada gen tertentu, seperti seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara. Ini menjelaskan kenapa pria dengan anggota keluarga terkena kanker payudara berisiko terkena lebih tinggi.  

  • Usia

Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar didiagnosis pada usia 50 hingga 60 tahun.

  • Menjalani pengobatan atau terapi

Pria yang menjalani terapi radiasi pada dada atau perawatan obat yang mengandung hormon estrogen (untuk mengobati kanker prostat) memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Faktor gaya hidup

Minum 2 atau lebih minuman beralkohol per hari bisa membuat seseorang berpeluang lebih tinggi mengidap kanker payudara. Namun faktor ini harus diteliti lebih lanjut pada pria. 

Kurang olahraga juga dan mengalami kegemukan juga meningkatkan risiko pria terkena penyakit tersebut.

  • Kondisi medis

Sindrom Klinefelter adalah kondisi dimana anak laki-laki memiliki lebih dari satu salinan kromosom X. 

Sindrom Klinefelter menyebabkan testis berkembang secara abnormal, dan meningkatkan produksi hormon wanita (estrogen). Akibatnya mereka lebih rentan terkena kanker payudara.

Penyakit sirosis hati juga dapat menurunkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Tanda kanker payudara pada pria

Terkadang pria yang didiagnosis kanker payudara tidak mengalami gejala khusus. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Terdapat benjolan, bengkak, atau penebalan di jaringan payudara yang tidak terasa menyakitkan. Karena pria memiliki lebih sedikit jaringan payudara, benjolan akan lebih mudah terasa
  • Perubahan pada kulit di sekitar payudara, seperti kulit berkerut atau lesung pipit pada kulit payudara
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, atau puting yang seperti berputar ke dalam
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Nyeri di area puting

Seringkali, gejala di atas juga bukan mengindikasikan kanker payudara tapi menunjukkan kondisi medis lain yang bukan kanker. Jika Anda ragu, Anda bisa bertanya secara anonim di forum kanker SehatQ.

Catatan

Tanyakan masalah kesehatan terkait kanker di forum kanker SehatQ yang memungkinkan Anda berdiskusi terkait hal tersebut dengan dokter berpengalaman. Anda juga bisa chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tuberous Sclerosis, Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Seluruh Bagian Tubuh

Tuberous sclerosis adalah penyakit langka yang menyebabkan tumor, atau pertumbuhan di otak dan organ lainnya. Pertumbuhan ini bisa terjadi pada kulit, ginjal, mata, jantung, ataupun paru-paru penderita. 

Namun, Anda tak perlu khawatir, tuberous sclerosis termasuk dalam tumor yang sangat jinak (non-kanker). Tapi apakah penyakit ini dapat diobati atau dihindari? Nah, berikut penjelasannya!

Bagaimana tuberous sclerosis ini muncul?

Tanda pertama tuberous sclerosis dapat terjadi saat seseorang baru lahir. Orang lain mengalami gejala hal ini seiring berjalannya waktu. Beberapa tanda pertama adalah kejang dan bintik-bintik pada kulit. Beberapa penderita mungkin akan mengalami masalah belajar atau kejang yang sulit dikendalikan.

Tuberous sclerosis mempengaruhi setiap  1 dari 6.000 bayi yang baru lahir. gangguan ini terjadi baik pada anak laki-laki ataupun perempuan dan pada orang-orang dari semua rasa tau kelompok tertentu. Jadi, semua orang berpotensi terkena tuberous sclerosis. 

Gejala tuberous sclerosis

Dokter mungkin akan mencurigai tuberous sclerosis jika bayi Anda memiliki kondisi yang disebut jantung rhabdomyomas (tumor jantung yang jinak) saat lahir. Tanda lain pada bayi adalah mengalami kejang, terutama sejenis kejang-kejang disebut kejang infantile. 

Beberapa tanda tuberous sclerosis dapat muncul di kemudian hari di masa kanak-kanak atau bahkan hingga dewasa. Gejalanya termasuk:

  • Bintik putih pada kulit (disebut makula hipopigmentasi) yang bersinar di bawah lampu khusus 
  • Sebuah ruam di wajah (disebut angiofibroma wajah) yang mungkin terlihat seperti jerawat
  • Masalah dengan ginjal (terkait dengan pertumbuhan di ginjal)
  • Area kulit sangat tebal, seringkali terdapat dibagian punggung
  • Tumbuh di bawah atau di sekitar kuku
  • Gigi berlubang
  • Batuk atau sesak napas
  • Cacat mental
  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan spektrum autism

Namun, gejala ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala ringan. Mereka memiliki kecerdasan normal dan tidak mengalami kejang. Orang lainnya mungkin memiliki cacat intelektual dan kejang yang sulit dikendalikan. 

Apa penyebab tuberous sclerosis?

Tuberous sclerosis adalah a genetik kondisi. Perubahan (atau mutasi) baik di TSC1 atau TSC2 gen menyebabkan penyakit. Karena sifat genetik, dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, atau diwariskan ketika mereka lahir. 

jika salah satu orang tua menderita tuberous sclerosis, setiap anak yang lahir dari orang tua tersebut memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi penyakit tersebut. Tetapi pada kebanyakan kasus penyakit, tidak ada riwayat keluarga, maka kemungkinan dari mutasi yang menyebabkannya. 

Lalu, dapatkan tuberous sclerosis dicegah atau dihindari?

Hingga saat ini tidak ad acara yang diketahui untuk mencegah atau menghindari tuberous sclerosis. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter keluarga. Ia dapat merujuk ke konselor genetik atau ahli genetika medis, untuk membantu Anda dan pasangan memutuskan apa yang harus dilakukan. 

Pengobatan tuberous sclerosis

Pada dasarnya tidak ada obat tuberous sclerosis. Tetapi dokter Anda dapat mengobati banyak gejala yang dialami oleh penderita. Meliputi:

  • Obat yang dapat membantu mengontrol beberapa kejang. Beberapa anak mungkin memerlukan pembedahan pada otak mereka untuk membantu mengatasi kejang. 
  • Pertumbuhan kecil di wajah dapat dihilangkan dengan perawatan laser, meskipun cenderung akan muncul kembali.
  • Tumor otak bisa diobati dengan obat.
  • Tumor ginjal sering diobati dengan pembedahan.
  • Jika anak Anda memiliki masalah perkembangan, terapi bisa membantu Anda dan anak. Jika mereka terus memiliki kecacatan intelektual, mereka mungkin memerlukan pendidikan khusus.  

Tuberous sclerosis adalah kondisi penyakit seumur hidup. Banyak orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan secara normal. Gejala mereka ringan dan atau bisa diobati oleh dokter mereka. Namun, jika gejala lebih parah, penyakit ini dapat berdampak lebih besar pada penderitanya. 

Siapapun yang menderita tuberous sclerosis berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tumor otak atau ginjal lesi. Itulah mengapa penting untuk menemui dokter Anda secara teratur. Ia dapat membantu memantau gejala Anda dan mendeteksi komplikasi sejak dini.

Lebih Efektif, CDC Anjurkan Pemakaian Masker Dobel

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) kini resmi merekomendasikan penggunaan masker dobel atau dua masker sekaligus. Sejak pandemi COVID-19, masker menjadi barang wajib yang harus selalu digunakan untuk menghindari penularan virus. Awalnya, masker yang dianjurkan hanya satu buah saja, baik masker bedah, masker KN95, atau masker kain dengan bahan yang ditentukan. Namun, untuk meningkatkan perlindungan diri yang lebih efektif, masyarakat dihimbau untuk memakai masker dobel, yaitu masker medis sekali pakai yang dilapisi masker kain.

Benarkah Masker Dobel Lebih Efektif?

Hasil penelitian oleh CDC menyebutkan bahwa menggunakan masker dobel dapat mengurangi penularan partikel pembawa virus secara signifikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan masker medis, masker kain, serta pengaruh jika masker tersebut diikat dan tidak. Hasil dari percobaan pertama yang hanya menggunakan masker medis tidak diikat bisa mencegah 56,1% partikel dan masker kain mencegah 51,4% partikel. Kemudian, dilakukan kombinasi masker dobel, yaitu masker kain melapisi masker medis bisa mencegah hingga 85,4% partikel.

Percobaan kedua dilakukan dengan penggunaan masker medis yang talinya diikat bisa mencegah 77,0% partikel. Kemudian percobaan dilakukan dengan dua orang. Satu orang tidak memakai masker, dan satu orang lagi menggunakan masker dobel antara masker medis dengan masker kain. Hasilnya, dapat memblokir 83,0% partikel dan jika kedua orang menggunakan masker dobel dengan benar bisa menghalangi hingga 95% partikel.

Masker medis biasanya kurang pas ketika digunakan dan terkadang membuat celah disamping kanan-kiri wajah. Akibatnya, udara yang dihirup bisa membawa partikel yang tidak tersaring. Oleh karena itu gunakan masker kain yang berfungsi sebagai penjepit sehingga mencegah kebocoran udara. Hasilnya, pengguna masker dobel bisa mendapat perlindungan lebih efektif juga melindungi orang-orang di sekitar dengan lebih baik. Namun, agar bisa mendapat perlindungan yang efektif, Ada cara memakai masker dobel yang tepat, yaitu:

Gunakan Masker Medis Lebih Dulu

Gunakan masker medis sebagai lapisan pertama untuk masker dobel. Ada beberapa cara menggunakan masker medis yang benar. Pertama, posisikan garis kawat di atas hidung. Kemudian kaitkan tali pada telinga. Tarik masker ke bawah untuk menutup mulut hingga dagu. Tekan bagian kawat agar bentuknya pas mengikuti lekuk hidung sehingga masker tertutup rapat dan tidak ada celah.

Gunakan Masker Kain di Atasnya

Setelah menggunakan masker medis sekali pakai, Anda bisa melapisinya dengan masker kain untuk mencegah kebocoran udara dan meningkatkan perlindungan. Selain itu, masker kain juga berfungsi sebagai penjepit untuk mengamankan masker medis yang longgar. Pastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dialiri udara, mulai dari bagian area atas masker dan sisi kanan-kiri. Perhatikan juga bahan dari masker kain yang digunakan. Jika masker dobel terlalu tebal justru akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Masker Dobel yang Tidak Dianjurkan

Penggunaan masker dobel yang tidak dianjurkan CDC yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya, masker medis sekali pakai tidak bisa menutupi area wajah secara maksimal. Oleh karena itu, menggunakan masker medis lebih dari satu tidak dapat menambah perlindungan dari virus. CDC juga tidak menyarankan menggunakan masker dobel untuk masker KN95 atau masker respirator N95 karena satu lapis masker tersebut sudah cukup efektif sehingga tidak perlu dilapisi dengan masker lainnya.Selain menggunakan masker dobel, pencegahan virus juga wajib dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan di air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kerumunan, dan tetap di rumah. Anda juga harus memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan makanan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan lengkapi dengan vitamin.

Bagaimana Mengetahui Penyakit Trombosis Arteri?

Trombosis arteri

Trombosis arteri adalah terjadinya penggumpalan darah di dalam arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Meski tidak selalu menampakkan gejala, trombosis arteri dapat menjadi penyebab kekhawatiran. Hal ini karena gumpalan darah berpotensi menyumbat arteri, baik secara parsial maupun total. Aliran darah ke organ – organ vital tubuh pun menjadi terhambat.

Trombosis adalah istilah medis yang merujuk pada proses pembekuan darah di dalam tubuh. Trombosit dan protein di dalam plasma darah bekerja sama untuk mencegah perdarahan berat ketika pembuluh darah mengalami cedera. Pada kondisi normal, tubuh segera melarutkan gumpalan darah ketika cedera pulih. Namun, pada beberapa kasus, gumpalan darah tidak dapat larut dan menyumbat arteri. Gumpalan darah pun dapat terlepas, lalu mengalir bersama aliran darah, dan berakhir di dalam arteri yang memasok darah ke otak, jantung, dan paru-paru. Hal ini meningkatkan risiko penyakit membahayakan, termasuk serangan jantung, stroke atau stroke ringan, dan emboli paru.

Lalu bagaimana mengetahui tentang penyakit trombosis arteri ini? Trombosis arteri tidak menampakkan gejala, hingga arteri tersumbat atau aliran darah ke beberapa bagian tubuh terganggu. Trombosis arteri umumnya tidak menimbulkan gejala sampai gumpalan darah menyumbat atau menghentikan aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Gejala kondisi tersebut bisa beragam, tergantung lokasi sumbatan yang terjadi.

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri koroner

Trombosis arteri yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner akan menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pucat
  • Keringat dingin
  • Mual dan muntah
  1. Sumbatan pada pembuluh arteri ke otak

Jika trombosis arteri menyumbat arteri di otak, maka akan terjadi stroke iskemik. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Wajah tampak tidak simetris atau salah satu terlihat lebih turun
  • Bicara pelo, sulit berbicara, atau memahami pembicaraan
  • Sulit mempertahankan keseimbangan
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sulit menelan

Terkadang, sumbatan akibat gumpalan darah ini bisa hanya berlangsung sementara. Kondisi ini disebut stroke ringan atau TIA (transient ischemic attack).

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri perifer

Kondisi ini umumnya terjadi akibat komplikasi dari penyakit arteri perifer. Pada penyakit arteri perifer, penumpukan plak yang terjadi bisa pecah. Akibatnya, bisa terjadi gumpalan darah. Gumpalan darah yang menyumbat arteri perifer bisa menyebabkan timbulnya keluhan dan gejala, seperti

  • Nyeri tungkai
  • Tungkai tampak pucat, kebiruan, atau terasa dingin
  • Mati rasa atau kelemahan pada tungkai

Setelah mengetahui gejala dan berdasarkan lokasi penyumbatan, Anda bisa saja memiliki kemungkinan untuk menderita

  1. Serangan jantung, gejalanya berupa nyeri dada atau nyeri dari bagian lain di area dada atas, napas pendek, mual, dan pening.
  2. Stroke, gejalanya meliputi mendadak kebingungan, salah satu sisi tubuh terasa lemah atau mati rasa, gangguan penglihatan, dan hilang keseimbangan.
  3. Emboli paru-paru, gejalanya termasuk nyeri dada, batuk berdarah, dan napas mendadak menjadi pendek tanpa sebab yang jelas, dan denyut nadi sangat cepat.

Tidak ada cara untuk mencegah pembekuan darah sepenuhnya. Namun, Anda dapat menurunkan risikonya dengan mengurangi potensi terjadinya aterosklerosis. Anda bisa melakukan beberapa hal ini agar aliran darah pada tubuh tetap lancar.

  1. Menghindari kebiasaan merokok
  2. Menjalani pola makan sehat, dan tidak mengonsumsi makanan berlemak
  3. Berolahraga secara teratur
  4. Mempertahankan berat badan yang ideal
  5. Membatasi konsumsi alkohol

Pencegahan selanjutnya agar terhindar dari penyakit thrombosis arteri jika Anda mempunyai risiko tinggi untuk mengalami terjadinya penggumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan berikut ini. 

  1. Obat golongan statin untuk kadar kolesterol yang tinggi
  2. Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi
  3. Obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah, seperti antikoagulan, dan antiplatelet

Trombosis arteri merupakan penyakit yang bisa dibilang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Lebih baik sebelum terkena penyakit ini, terapkan pola hidup yang sehat karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jamu Di Jamu Iboe Mana yang Kurangi Peradangan?

Peradangan adalah mekanisme pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi, luka, dan segala bentuk bahaya lainnya. Akan tetapi, peradangan dapat menjadi berbahaya dalam beberapa kasus, misalnya ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan peradangan menjadi lebih parah dan mengakibatkan kerusakan jaringan. Beberapa obat anti-peradangan tersedia untuk membantu mengatur peradangan di dalam tubuh. Sayangnya, obat tersebut sering memiliki efek samping dan tidak selamanya efektif mengatasi peradangan. Senyawa alami yang ada di beberapa obat herbal tertentu seperti jamu juga memiliki potensi sebagai anti-peradangan. Jamu banyak tersedia di pasaran saat ini, salah satunya di Jamu Iboe yang lengkap menyediakan berbagai jenis jamu. Artikel ini akan membahas tentang bahan-bahan jamu sebagai obat herbal dalam mengatasi peradangan. 

Jamu Iboe Official Store

Jamu adalah obat herbal asli Indonesia. Anda bisa mendapatkan jamu secara online di Jamu Iboe. Jamu menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat gangguan kesehatan dan kulit. Adapun bahan yang sering digunakan dalam jamu untuk mengatasi peradangan di antaranya adalah:

  • Kunyit

Konsumsi jamu yang mengandung kunyit. Tanaman ini mengandung zat kimia yang disebut curcumin, yang mana memiliki sifat anti-peradangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman pada orang yang menderita arthritis. Obat herbal ini bekerja dengan cara membatasi produksi molekul yang disebut cytokines, yang mana menyebabkan peradangan. 

Peneliti terus menginvestigasi bagaimana curcumin memengaruhi peradangan pada kondisi lain, seperti penyakit radang usus. Curcumin memiliki bukti paling besar dalam kemampuannya sebagai efek anti-peradangan dibandingkan dengan obat herbal lainnya. Selain dalam bentuk jamu yang bisa Anda beli di Jamu Iboe dan ekstrak, kunyit juga tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan teh. 

  • Jahe

Memiliki nama ilmiah Zingiber officinale, jahe merupakan tanaman tropis yang telah digunakan sebagai obat tradisional selama ribuan tahun. Jamu yang mengandung jahe mungkin memiliki sifat anti peradangan. Ada bukti yang menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat di dalam jahe dapat membatasi produksi cytokines dan aktivitas enzim cyclooxygenase, penyebab utama peradangan. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sifat anti peradangan di dalam jahe dapat bermanfaat dalam merawat beberapa kondisi seperti rasa nyeri dan arthritis. Jahe tersedia dalam banyak bentuk. Selain jamu dari Jamu Iboe, Anda juga bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk tablet, kapsul, teh, ataupun akar kering. 

Namun, sama halnya dengan mengonsumsi obat, ada potensi terjadinya efek samping dan komplikasi apabila Anda mengonsumsi jamu atau obat herbal lainnya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak melakukan regulasi terhadap jamu dan obat herbal, sehingga bahan dan kualitas yang terkandung di dalam produk tersebut dapat beragam. Hal ini berarti kurangnya informasi yang dapat dipercaya seputar keamanan dari produk tersebut. Akan tetapi, menurut Pusat Kesehatan Pelengkap dan Integratif Nasional, kunyit dan jahe umumnya aman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, potensi efek samping di antaranya adalah gangguan gastrointestinal, gangguan hati, rasa tidak nyaman di perut, maag, diare, gas, dan gangguan tidur. Ada kemungkinan pula untuk jamu dan obat herbal berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, misalnya teh hijau dapat berinteraksi dengan penghambat beta tertentu seperti nadolol. 

Ada beberapa bukti yang mendukung klaim bahwa kunyit dan jahe memiliki sifat anti-peradangan. Bagi orang-orang yang menderita gangguan peradangan, konsumsi obat herbal tersebut dalam bentuk jamu dapat bermanfaat dalam mengurangi peradangan. Anda bisa membeli jamu secara online di Jamu Iboe.

Dapatkah Minum Jahe Mencegah Kehamilan, Mitos Atau Fakta?

Keyakinan banyak orang terhadap kemampuan tanaman herbal terkadang membuat kabur batasan antara mitos dan fakta. Banyak tanaman herbal yang dianggap memiliki manfaat terhadap sesuatu namun belum teruji dan keamanannya diragukan. Untuk mencegah kehamilan, tanaman jahe dianggap dapat membantu dengan cara diminum. Mitos atau fakta, ya?

Benarkah jahe mencegah kehamilan?

Secara turun-temurun, jahe memang telah digunakan untuk mendorong kontraksi rahim dan menstruasi. Khasiat yang berhubungan dengan kewanitaan itulah yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa jahe dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Jahe biasanya akan dilah menjadi teh agar bisa dikonsumsi secara rutin. 

Teh jahe sendiri bisa dikonsumsi hingga 4 gelas setiap harinya. Akan tetapi batasi konsumsi agar tidak lebih dari 4 gelas. Selain itu, teh jahe tidak disarankan dikonsumsi lebih dari 5 hari. Cara membuatnya cukup mudah, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini.

  • Cuci bersih kemudian kup jahe segar.
  • Iris tipis dan rebus dalam air mendidih selama 5-7 menit. 
  • Saring air rebusan jahe dan tambahkan madu secukupnya.
  • Teh jahe siap Anda nikmati. 

Rasa teh jahe ini nikmat dan mampu menghangatkan tubuh terutama jika Anda mengonsumsinya saat musim hujan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang akurat tentang efektivitas mengonsumsi jahe untuk mencegah kehamilan. Hal itu menunjukkan bahwa jahe mencegah kehamilan merupakan mitos semata. 

Tanaman lain yang diyakini dapat mencegah kehamilan

Tidak hanya jahe saja, beberapa tanaman lain juga diyakini sebagai cara herbal untuk mencegah kehamilan. Banyak orang berusaha mengganti kontrasepsi dengan mengonsumsi tanaman herbal  berikut ini. 

  1. Biji benih wortel

Biji benih wortel merupakan salah satu tanaman yang dianggap mampu mencegah kehamilan. Wanita di India mempercayai hal ini. Mereka akan mengonsumsi biji benih wortel liar setelah berhubungan seksual dengan tujuan mencegah kehamilan. Selama 7 hari para wanita India akan minum 1 sendok teh biji benih wortel guna mencegah implantasi dan konsepsi. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai khasiat biji benih wortel sebagai pencegah kehamilan hingga saat ini. 

  1. Aprikot

Buah aprikot memiliki sifat antikanker yang baik untuk tubuh. Selain itu, aprikot diyakini bisa membantu mencegah pertumbuhan janin di dalam lahir. Untuk mendapat manfaat aprikot sebagai kontrasepsi, waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pada permulaan ovulasi. Akan tetapi, aprikot sebagai kontrasepsi alami juga belum diteliti secara lebih lanjut sehingga efektivitasnya diragukan. 

  1. Tanaman rue

Tanaman rue dapat menstimulasi adrenalin, sehingga permeabilitas kapiler dalam lahir menurun. Hal tersebut memberi dampak pada sperma sebab implantasi dapat gagal. Anda hanya perlu minum ramuan dari tanaman rue 2 hingga 3 kali sehari untuk mencegah kehamilan. Caranya yaitu meletakkan tanaman rue di dalam gelas kemudian tambahkan air mendidih. Diamkan 5 menit, saring, kemudian minum. Sama seperti dua tanaman sebelumnya, rue juga belum melewati penelitian sehingga efektivitasnya untuk mencegah kehamilan masih dipertanyakan. 

  1. Kunyit

Tidak hanya jahe saja, kunyit pun dianggap berkhasiat untuk mencegah kehamilan. United Nations Population Fund (UNFPA) melaporkan penggunaan kunyit untuk pencegahan kehamilan di bagian barat Nepal. Beberapa orang berusia sekitar 70 tahun dulu sempat menggunakan air kunyit untuk mencegah kehamilan. Mereka minum 3 sendok bubuk kunyit yang dicampur air setelah berhubungan seksual. Meski demikian hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berbagai hal yang herbal seringkali dianggap lebih sehat untuk diterapkan padahal belum tentu, lho! Risiko alergi dan kesalahan dosis mungkin mengintai untuk Anda yang hobi mengonsumsi herbal padahal belum terbukti khasiatnya. Jahe mencegah kehamilan hanya mitos sebab penelitian belum membuktikan hal itu. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi berbagai bahan herbal untuk kepentingan medis, Jika Anda ingin mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi dan hindari berhubungan seksual ketika masa subur.

Penyebab Sakit Pinggang yang Dialami Kaum Muda

penyebab sakit pinggang

Sakit pinggang identik sekali dengan orang yang telah berusia lanjut. Namun, tahukah Anda jika sakit pinggang bisa dialami oleh siapa saja, tak peduli berapa usianya? Sakit pinggang bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Oleh karenanya, Anda—yang usianya masih muda—perlu mengetahui berbagai kemungkinan penyebab sakit pinggang.

Hal ini agar bisa meminimalisir kondisi serius yang mungkin terjadi, jika penyebab sakit pinggang diabaikan atau terus dilakukan berulang-ulang. Selain itu, dengan mengetahui kemungkinan penyebab sakit pinggang tersebut, kita bisa jadi lebih waspada dan dapat menghindarinya.

Secara umum, sakit pinggang yang dirasakan para pemuda itu bersifat sementara dan cenderung tidak serius. Nah, di sini perlu diperhatikan, apakah sakit pinggang yang dialami berlangsung dalam waktu yang lama? Jika, ya, bisa jadi penyebabnya adalah sesuatu yang serius.

Biasanya, orang-orang mulai mengalami sakit pinggang pada usia 30-an awal. Risiko sakit pinggang terus bertambah seiring bertambahnya usia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sakit pinggang bisa semakin parah dan berisiko bagi seseorang, seperti:

  • Kelebihan berat badan
  • Sering mengangkat benda-benda berat
  • Terlalu lama duduk

Paling sederhana, sakit punggung biasanya terjadi karena ketegangan otot atau cedera ringan ketika mengangkat beban berat. Selain itu, kejang otot hingga patah tulang belakang juga bisa jadi penyebabnya.

Tak hanya ini, ada beberapa kegiatan yang bisa menyebabkan sakit pinggang seperti mengangkat sesuatu dengan postur yang salah, mengangkat sesuatu yang terlalu berat, dan membuat gerakan di punggung secara tiba-tiba.

Melanjutkan pembahasan mengenai kondisi medis serius yang menjadi penyebab sakit pinggang, berikut beberapa keadaan yang mungkin perlu diwaspadai:

  • Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) terjadi karena bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. HNP ini dikenal juga sebagai saraf terjepit. HNP bisa menyebabkan nyeri pada bagian pinggang, punggung, hingga leher—tergantung dari lokasi terjadinya HNP.

Saraf terjepit ini biasanya menimbulkan gejala, mulai dari nyeri seperti tertusuk di area bokong hingga ke tungkai kaki, kesemutan atau lemah otot di tungkai, hingga keterbatasan gerak—utamanya yang berkaitan dengan area sekitar pinggang.

  • Stenosis tulang belakang

Stenosis tulang belakang adalah ketika bantalan tulang belakang menyempit, menekan sumsum tulang belakang, dan saraf tulang belakang. Kondisi stenosis tulang belakang paling sering disebabkan oleh degenerasi disc atau bantalan antara vertebra. Hasilnya adalah kompresi akar saraf atau sumsum tulang belakang dengan taji tulang atau jaringan luna.

Tekanan pada saraf tulang belakang ini menyebabkan gejala seperti pinggang mati rasa, kram, dan pada beberapa kasus orang dengan stenosis tulang belakang tidak bisa berjalan atau memburuk ketika berjalan.

  • Kondisi lengkungan tulang belakang yang tidak normal

Tulang belakang memiliki bentuk lengkung yang unik untuk bisa menopang beban tubuh. Adanya kelengkungan tulang belakang yang tidak normal bisa menyebabkan sakit pinggang. Kelainan tulang belakang seperti skoliosis, kifosis, dan lordosis bisa menyebabkan sakit pinggang.

Namun, ini adalah kondisi bawaan yang biasanya pertama kali didiagnosis dari anak-anak atau remaja. Kelengkungan abnormal menyebabkan rasa sakit dan postur tubuh yang buruk karena menempatkan tekanan pada otot, tendon, ligamen dan vertebra.

**

Masa atau usia muda ini menjadi pertaruhan atas kondisi kesehatan Anda kelak di masa tua. Termasuk diantaranya kondisi tulang belakang, termasuk pinggang, bisa dipengaruhi oleh apa yang Anda lakukan di usia muda.

Jika pada saat muda Anda sering duduk dengan posisi tidak ideal, misalnya, tentu akan terjadi sesuatu di tulang belakang Anda. Hal ini termasuk juga dengan gaya hidup yang buruk. Gaya hidup buruk bisa menjadi penyebab sakit pinggang, baik yang dirasakan saat ini maupun nanti.

Apakah Anda jarang berolahraga? Jika, ya, segera ubah kebiasaan tersebut. Sebab jarang berolahraga membuat otot dan kondisi tubuh Anda kaku. Apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin ini akan menjadi penyebab sakit pinggang.

Selain Dapat Mencegah Kanker, Ini 5 Manfaat Curcumin yang Lain

Manfaat curcumin bagi kesehatan sudah tidak perlu diragukan lagi. Apalagi manfaat curcumin sebagai salah satu zat yang dapat mencegah kanker sudah diketahui banyak orang. Tetapi tahukah Anda jika curcumin juga memiliki manfaat lainnya. Salah satunya dalam bidang kecantikan.

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda jika mendengar tentang masker kunyit untuk wajah dengan tujuan memperhalus kulit. Itulah salah satu manfaat curcumin untuk kecantikan. Tidak hanya itu, curcumin masih mempunyai beberapa manfaat lainnya yang bisa Anda rasakan untuk mempercantik diri. 

Kunyit mengandung banyak zat curcumin yang baik untuk tubuh
  1. Menghilangkan bekas jerawat

Jerawat yang muncul di wajah disebabkan karena adanya sumbatan di pori – pori yang mengalami infeksi bakteri. Kemunculan jerawat ini bisa dalam tingkatan yang ringan hingga berat. Pemanfaatan masker kunyit dapat menyembuhkan dan mengurangi bekas jerawat. Kandungan curcumin yang ada di kunyit dapat mengurangi peradangan yang terjadi di wajah saat munculnya jerawat. 

  1. Mengurangi kerutan di wajah

Munculnya kerutan di wajah juga dapat diatasi dengan masker kunyit. Hal ini karena kandungan aktif yang terdapat pada kunyit diyakini mampu memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan, termasuk mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan. Selain itu, kunyit juga diyakini efektif dalam meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh yang dapat menjaga elastisitas kulit sehingga kulit akan tetap kencang. 

  1. Mengurangi hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi ditandai dengan bercak-bercak yang tampak lebih gelap dari kulit di area sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada wajah, tetapi pada semua bagian tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi pada kunyit dapat merangsang peremajaan kulit dan membantu mencerahkan kulit. Campur satu sendok teh kunyit bubuk dengan perasan lemon. Oleskan pada wajah sebagai masker untuk membantu memerangi pigmentasi kulit Anda. Mengoleskan kunyit ke kulit secara rutin selama 4 minggu, dapat mengurangi hiperpigmentasi hingga 14%. 

  1. Mencerahkan wajah

Kandungan curcumin yang tinggi pada kunyit ini memiliki antiradang dan antioksidan membuat kulit wajah tampak lebih sehat dan cerah. Selain itu, karena kandungan antioksidan dalam kunyit mampu membantu melawan radikal bebas sebagai salah satu penyebab kulit kusam. 

Manfaat mencerahkan wajah ini bahkan digunakan Di India pada calon pengantin sebelum pernikahan. Hal tersebut dilakukan agar wajah mereka tampak bersinar di hari pernikahan dan terbebas dari noda dan bekas-bekas luka.

  1. Menyembuhkan luka dan eksim

Curcumin dan minyak atsiri dalam kunyit memiliki sifat anti peradangan yang baik untuk menyembuhkan luka serta mengobati eksim. Hasilnya, kunyit dapat menyembuhkan luka dengan cepat dan tidak akan meninggalkan noda kuning pada kulit. Pengaplikasian pada kulit yang luka, campur bubuk kunyit dengan irisan olahan buah tomat yang sudah dihaluskan. Oleskan pada luka selama 15 menit dan bilas dengan air hangat.

Begitu besar manfaat curcumin yang terdapat dalam tumbuhan kunyit. Oleh karena itu, tidak heran jika tumbuhan ini begitu diminati oleh masyarakat. Nyatanya, selain dapat digunakan sebagai bumbu penyedap masakan, manfaat curcumin ini juga sangat berguna untuk kesehatan dan kecantikan. 

Jika ingin mendapatkan manfaat curcumin secara maksimal untuk kesehatan, Anda tidak hanya bisa untuk mengandalkan dari bumbu masakan saja, tetapi juga disertai suplemen atau vitamin pendukung. Begitu pula dalam bidang kecantikan, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal harus disertai dengan perawatan wajah pendukung lainnya seperti cuci muka, toner, serum hingga moisturizer. 

Anal Swab Dianggap Lebih Unggul Mendeteksi Covid-19. Benarkah?

Anal swab atau rectal swab merupakan salah satu opsi metode pendeteksi infeksi virus Covid-19. Anal swab yang dilakukan berfungsi untuk mendapat sampel uji guna mendeteksi virus yang terdapat dalam sistem gastrointestinal melalui anus. Metode ini bersifat non-invasif atau dilakukan tanpa pembedahan. Selain itu, terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa anal swab lebih efektif digunakan dalam mendeteksi Covid-19 dibandingkan berbagai metode lainnya. Benarkah pernyataan tersebut? 

Anal swab adalah prosedur memasukkan alat swab sepanjang ke dalam rektum atau anus pasien

Klaim keunggulan anal swab

Covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia dan berlangsung selama satu tahun membuat inovasi pengecekannya semakin berkembang. Kemunculan anal swab diklaim lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19 menurut Li Tongzeng selaku wakil direktur departemen infeksi dan penyakit pernapasan dari rumah sakit Youan Beijing. Pernyataan tersebut dilandasi dengan kecenderungan jejak Covid-19 yang bertahan lebih lama di anus serta feses daripada sampel yang diambil dari nasofaring. Berbagai penelitian mengenai hal tersebut telah dilakukan dan dimuat dalam Journal of Infection. Hasil PCR pada feses bertahan positif dan lebih lama dibandingkan swab nasofaring (sekitar 4-11 hari positif lebih lama setelah swab nasofaring negatif). Meski demikian, hingga saat ini belum banyak penelitian yang mendukung prosedur anal swab sebagai metode pemeriksaan Covid-19 yang utama. 

Cara kerja anal swab

Hingga saat ini, anal swab sendiri baru digunakan di Tiongkok. Anal swab dilakukan dengan cara memasukkan alat swab sejauh 2,5 hingga 5 sentimeter ke dalam rektum atau dubur. Meski dianggap lebih efektif, tes anal swab sendiri jauh lebih tidak nyaman diterapkan ketimbang swab nasofaring. Oleh karena itu, metode anal swab masih kurang populer dibandingkan dengan swab hidung dan tenggorokan. Metode ini hingga saat ini hanya dilakukan pada pada orang-orang yang tinggal di daerah karantina Covid-19 utama di Shanghai. 

Berbagai metode pengecekan lainnya

Sebelum muncul inovasi anal swab, terdapat beberapa metode yang muncul dan digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam tubuh. Berikut ini merupakan berbagai metode pengecekan tersebut. 

  1. Rapid test

Rapid test merupakan metode untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Covid-19. Cara melakukan tes ini adalah dengan mengambil sampel darah menggunakan jarum melalui jari pasien. Sayangnya, rapid tes memiliki tingkat keakuratan yang sangat rendah dalam mengidentifikasi Covid-19 sehingga WHO tidak menyarankan untuk menjadikan metode ini sebagai sarana diagnosis. Rapid test hanya disarankan untuk digunakan sebagai penelitian atau pemeriksaan epidemiologi. 

  1. Swab antigen (rapid test antigen)

Swab antigen merupakan rapid test untuk mendeteksi antigen atau protein yang membentuk badan virus penyebab Covid-19. Metode ini tentu lebih efektif jika dibandingkan dengan rapid test biasa. Sayangnya, kelemahan dari swab antigen adalah hanya akurat dilakukan pada pasien yang memiliki jumlah virus tinggi di tubuhnya. 

  1. Swab PCR

Metode ini masih paling populer dan digunakan sebagai tes utama. Pemeriksaan swab menggunakan metode PCR dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari dalam hidung dan tenggorokan seseorang. Pemeriksaan setelahnya membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. Swab PCR dapat mendeteksi langsung keberadaan virus Covid-19 di tubuh dan bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus tersebut. 

Penelitian penggunaan anal swab belum melibatkan banyak subjek sehingga kesimpulan secara lebih akurat pun masih dipertanyakan. Hingga kini, Tiongkok masih menggunakan metode anal swab sebagai pelengkap saja dan belum dijadikan sebagai tes pemeriksaan Covid-19 yang utama. Maksudnya adalah pasien yang menjalani tes anal swab tetap perlu dan diharuskan menjalani swab hidung dan tenggorokan. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar anak swab, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Kenali Cara Agar Tidak Mudah Baper

Cara agar tidak mudah baper

Terbawa perasaan atau disebut juga baper merupakan suatu perasaan di mana seseorang menjadi terbawa atau ikut mengalami suatu hal yang didengar maupun dilihatnya. Orang dalam kondisi ini biasanya selalu disalahkan untuk beberapa kondisi tertentu, seperti terlibat dalam hubungan asmara orang lain dan tak sedikit orang yang mencari cara agar tidak mudah baper.

Baper kerap kali melanda para wanita dengan rentang usia yang masih muda, namun juga tak menutup kemungkinan bahwa laki-laki memiliki sifat yang sama. Meskipun terdengar cukup aneh jika laki-laki juga ikut merasakan hal yang sama, agar tidak kaget dengan hal ini perlu untuk memahami apa saja penyebab seseorang baper dan bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab Baper

Sebelum mengetahui cara agar tidak mudah baper, baiknya memahami terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mengalami kondisi ini. Mulai dari faktor keseharian hingga sifat seseorang tersebut, jika sudah mengetahui penyebab munculnya baper maka orang tersebut akan lebih mudah untuk mengatasinya.

  1. Terlalu Percaya Diri

Percaya diri bagi seseorang memang penting, namun jika yang rasa ini muncul terlalu berlebihan maka membuat orang juga merasa yakin atau berharap terlalu tinggi dan jika kenyataan tak sesuai dengan harapan maka munculah baper.

  1. Harapan Palsu dari Orang Lain

Salah satunya dapat muncul dalam hubungan asmara, di mana orang lain dirasa telah memberi perhatian berlebih dan rasa kasih sayang, namun ternyata tidak lebih menganggap orang yang dikasih sayangi spesial di matanya.

  1. Teman Sekitar

Ketika sudah sekuat tenaga menjaga perasaan tetapi lingkungan pertemanan justru mendukung untuk terbawa perasaan, hal ini biasanya juga berlaku saat seseorang tengah berada dalam hubungan asmara.

  1. Drama Romansa

Manusia cenderung mengikuti hal-hal yang ditontonnya, termasuk ketika menyaksikan drama romansa yang didalamnya selalu dibumbui kisah romantis dengan intrik-intrik tak terduga, jika yang diharapkan tak sesuai dengan keinginan bisa membuat baper.

  1. Kurang Sibuk

Sama sekali tidak memiliki kesibukan dengan hal bermanfaat bisa membuat seseorang baper, ketika seseorang sibuk dengan pekerjaannya yang bermanfaat, tak akan ada waktu yang membuatnya terancam merasa baper.

  1. Punya Empati Besar

Seseorang yang memiliki rasa empati besar memiliki kemungkinan merasa baper yang tinggi, orang-orang ini akan merasakan apa yang dirasakan orang lain, bisa itu perasaan sedih maupun rasa bahagia.

  1. Kurang Percaya Diri

Rendahnya rasa percaya diri juga berdampak pada seseorang yang mudah merasakan baper, rasa kurang percaya diri ini bisa membuat seseorang merasa perlakuan mereka ke orang lain tidak menyenangkan.

Cara Agar Tidak Mudah Baper

  1. Bersikap Lebih Terbuka

Melatih untuk bersikap lebih terbuka, memahami bahwa manusia memiliki sifat-sifat yang berbeda, sikap atau kata-kata yang dianggap menyinggung bisa jadi bukan maksud yang dianggap. Sikap terbuka membuat seseorang lebih lebih bisa berlapang dada dan menerima perbedaan.

  1. Hindari Berpikir Keras

Jangan biasakan overthinking karena hal ini justru membuat seseorang mudah menjadi baper, terlebih dalam hubungan asmara. Jangan pernah menyimpulkan sesuatu tanpa alasan yang kuat, atau berburuk sangka kepada orang lain.

  1. Pakai Akal Sehat

Cara ini sangat disarankan terlebih jika seseorang sedang memiliki beban pikiran, gunakan akal sehat untuk menenangkan pikiran. Jika sudah tenang, seseorang akan lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan.

  1. Lakukan Aktivitas Menyenangkan

Alihkan pikiran yang negatif dengan melakukan hal yang menyenangkan, tentunya hal-hal positif seperti mendengarkan musik atau pergi berlibur ke tempat pariwisata dengan teman atau bersama keluarga.