Author: nadila

Cara Memilih Sampo Bayi yang Tepat untuk Anak

Memiliki bayi membutuhkan banyak usaha untuk mempersiapkan banyak hal. Ada banyak produk perawatan tubuh yang khusus diperlukan oleh bayi. Hal ini karena bayi masih memiliki jenis kulit yang tipis dan sensitif. Oleh karena itu, dalam memilih produk perawatan tubuh harus hati-hati agar mendapatkan produk yang tepat dan bermanfaat untuk bayi, salah satunya adalah sampo bayi.

Pertimbangan Memilih Sampo Bayi

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diketahui ketika memilih sampo bayi yang tepat untuk anak Anda, seperti berikut ini.

Kondisi Kulit

Faktor pertama yang harus diperhatikan ketika akan membeli produk sampo bayi adalah dengan mengetahui kondisi kulit bayi. Bayi baru lahir pada umumnya memiliki kulit yang paling sehat dan sempurna. Karena itu, pastikan memilih sampo bayi yang alami atau senatural mungkin. Namun, ada beberapa kasus di mana ada faktor genetik yang berperan, contohnya mengetahui ketika bayi Anda mewarisi beberapa kondisi kulit yang umum di keluarga, contohnya eksim.Jika bayi memiliki kulit kering dan eksim, Anda dapat memilih sampo bayi biasa dengan salep pelembap.

Bebas Alkohol

Selalu pastikan bahwa sampo bayi yang Anda pilih bebas dari kandungan alkohol. Sampo dewasa biasanya terasa sangat menyegarkan setelah digunakan dan cepat kering. Alasan mengapa sampo pada orang dewasa cepat membuat kering adalah karena adanya unsur alkohol. Kandungan alkohol ini tidak cocok untuk kulit bayi karena dapat menimbulkan kekeringan pada kulit dan memperburuk kesehatan kulit.

Produk untuk bayi pada umumnya tidak boleh mengandung alkohol, meskipun beberapa produk ada yang masih menggunakan alkohol. Kulit bayi belum sepenuhnya berkembang untuk beradaptasi apalagi terhadap paparan alkohol.Oleh karena itu, pastikan sampo bayi tidak mengandung alkohol atau setidaknya persentase alkoholnya kecil sehingga tidak berpengaruh besar pada cara kerja sampo.

pH Netral

Faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan ketika memilih sampo bayi adalah tingkat pH sampo. Pastikan sampo bayi tidak bersifat asam atau basa. Oleh karena itu, pilihlah untuk membeli sampo bayi yang memiliki pH netral. pH netral artinya range pada skala asam basa adalah pH 7. Bila pH berkisar antara 1 sampai 6 maka sampo bayi tersebut bersifat asam, sedangkan ketika pH 8 sampai 14 maka bersifat basa.

Kulit bayi biasanya mendekati pH 7 dalam keadaan normal. Oleh karena itu, sebaiknya tetap jaga kesehatan kulit bayi Anda agar tidak menyebabkan timbulnya kondisi aneh yang akan mengubah kesehatan kulit bayi. Sampo yang basa dan asam dengan kadar yang ekstrim juga dapat menyebabkan kulit bayi menjadi iritasi dan lecet. 

Parfum

Kandungan parfum merupakan salah satu pertimbangan penting ketika Anda akan membeli sampo bayi. Pastikan sampo bayi yang Anda pilih bebas dari bahan pewangi. Pewangi yang terkandung dalam berbagai produk perawatan kulit bayi dapat mengandung unsur berbahaya yang dapat menimbulkan masalah pada kulit bayi Anda. Hal ini karena kebanyakan orang tua ingin bayi mereka memiliki bau atau wangi yang manis, jadi pada umumnya mereka menggunakan sampo bayi dengan wewangian alami.

Untuk Anda yang bingung memilih sampo bayi, Anda bisa mencoba Pure Baby Shampoo Freshy. Sampo bayi ini dapat menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala bayi. Tak hanya itu, sampo bayi ini telah diformulasikan khusus tanpa tambahan SLS (sodium lauryl sulphate) dan sudah teruji hypoallergenic. Dengan kandungan kemiri, seledri dan aloe vera, sampo bayi ini membantu rambut bayi menjadi halus, lembut, lebat dan tetap sehat. Anda bisa mendapatkan sampo bayi ini dengan harga Rp 45.091 untuk kemasan isi 230 ml.

Sampo bayi sangat beragam dan pada umumnya memiliki aroma yang manis dan menyenangkan. Untuk menghindari timbulnya iritasi pada kulit bayi, Anda harus tetap memilih sampo bayi yang tidak mengandung bahan penyebab alergi seperti paraben dan ftalat, formaldehida, parfum yang mengiritasi, pewarna, sulfat dan alkohol. Ketika digunakan, jangan lupa untuk menjauhkan sampo bayi dari mata bayi karena matanya sangat sensitif. Anda juga bisa memilih sampo bayi yang memiliki formula tidak perih di mata, atau dengan memiringkan kepala si kecil ketika membilas sampo dari kepalanya.

Diagnosis dan Perawatan Chlorexol Untuk Typhoid Fever

Typhoid fever disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini sangat jarang dijumpai di negara yang maju, namun masih menjadi ancaman kesehatan bagi mereka yang tinggal di negara-negara berkembang, khususnya anak-anak. Makanan dan air yang terkontaminasi atau melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang terinfeksi dapat menyebabkan typhoid fever.

Beberapa tanda dan gejala penyakit ini biasanya adalah demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan konstipasi atau diare. Kebanyakan orang yang menderita typhoid fever akan merasa baikan beberapa hari setelah perawatan antibiotik seperti chlorexol dilakukan. Namun, apabila dibiarkan dan tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kematian. Vaksin terhadap typhoid fever hanya efektif sebagian. Vaksin biasanya hanya diberikan untuk mereka yang berisiko terpapar kondisi ini atau berencana untuk bepergian ke daerah-daerah di mana typhoid fever lazim dijumpai. 

Dokter Anda kemungkinan akan mencurigai Anda menderita typhoid fever berdasarkan gejala yang muncul serta riwayat medis dan bepergian. Diagnosis biasanya dikonfirmasi dengan cara mengidentifikasi bakteri Salmonella typhi di dalam kultur darah atau cairan dan jaringan tubuh lainnya. Setelah berhasil didiagnosis, dokter akan meresepkan chlorexol atau obat-obatan typhoid lainnya.

Untuk kultur guna upaya diagnosis, sedikit sampel darah, feses, air seni, dan sumsum tulang belakang Anda akan ditempatkan di sebuah media khusus yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan bakteri. Kultur tersebut kemudian akan diperiksa dibawa mikroskop guna melihat keberadaan bakteri typhoid. Kultur sumsum tulang belakang sering menjadi tes paling sensitif untuk Salmonella typhi. Meskipun melakukan tes kultur adalah pemeriksaan diagnostik yang paling umum dijumpai, pemeriksaan lainnya dapat digunakan untuk mengonfirmasi infeksi typhoid fever, seperti tes untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri typhoid di dalam darah, serta tes untuk memeriksa DNA typhoid di dalam darah. 

Perawatan

Terapi antibiotik seperti chlorexol merupakan satu-satunya perawatan yang paling efektif untuk mengatasi typhoid fever. Selain chlorexol, antibiotik lain yang biasa diresepkan di antaranya adalah:

  • Ciprofloxacin. Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan obat ini untuk orang dewasa yang sedang tidak hamil. Obat serupa yang dapat digunakan seperti ofloxacin. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi tidak lagi rentan terhadap antibiotik jenis ini, terutama strain bakteri yang berasal dari Asia Tenggara. 
  • Azithromycin. Obat ini dapat digunakan apabila seseorang tidak lagi dapat mengonsumsi ciprofloxacin atau bakteri telah resisten terhadap ciprofloxacin. 
  • Ceftriaxone. Antibiotik yang dapat disuntikkan ini merupakan perawatan alternatif untuk infeksi yang lebih rumit dan serius dan untuk orang-orang yang tidak lagi menjadi kandidat ideal untuk perawatan ciprofloxacin, misalnya anak-anak. 

Obat tersebut di atas dapat menyebabkan efek samping, dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Sebelumnya, pilihan obat yang digunakan untuk kondisi ini adalah chloramphenicol.

Namun, dokter tidak lagi menggunakan obat ini karena efek samping serta resistensi bakteri. Faktanya, bakteri yang resisten terhadap antibiotik kini lebih lazim dijumpai, terutama di negara-negara berkembang. Baru-baru ini, Salmonella typhi juga telah terbukti resisten terhadap trimethoprim-sulfamethoxazole, ampicillin, dan ciprofloxacin. 

Selain chlorexol, perawatan typhoid fever yang lain di antaranya adalah minum banyak air. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya dehidrasi yang disebabkan akibat demam dan diare jangka panjang. Apabila Anda dehidrasi parah, Anda dapat membutuhkan cairan yang akan diberikan lewat IV. Operasi juga dapat dilakukan apabila usus rusak. Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, tindakan bedah medis akan dilakukan.

Tips Memilih Susu Formula untuk Bayi

Dalam beberapa kondisi, air susu ibu (ASI) mungkin tidak bisa keluar dengan optimal sehingga bayi memerlukan tambahan susu formula untuk bayi untuk bisa bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Susu formula untuk bayi bisa juga diberikan kepada bayi-bayi dengan kondisi kesehatan khusus. 

Pilihan susu formula terbaik untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan

Anda bisa memberikan susu formula untuk bayi dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter guna bisa mengetahui kondisi kebutuhan si buah hati. Susu formula memang dibuat dari susu sapi. Namun dengan penyesuaian kandungan dan jenis protein, susu formula untuk bayi juga dapat menjadi pengganti ASI yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. 

Namun tentunya, Anda tidak boleh asal dalam memilih susu formula untuk bayi. Anda perlu memilihnya secara teliti dan penuh pertimbangan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk bisa memilih susu formula yang tepat bagi sang buah hati. 

Sesuaikan dengan Usia Bayi 

Hal pertama yang harus Anda sadari bahwa tiap tahapan usia bayi memerlukan nutrisi yang berbeda. Karena itu jika ingin memberikan susu formula untuk bayi, Anda harus menyesuaikan susu yang hendak dibeli dengan usia si kecil. Pastikan susu formula untuk bayi yang Anda berikan memang sesuai dengan usia si kecil. Jangan berikan susu formula untuk anak usia 1 tahun kepada bayi berusia di bawah 6 bulan ataupun sebaliknya. Anda tidak perlu bingung dalam menyesuaikan susu yang tepat sesuai umur si kecil. Pasalnya, informasi mengenai kesesuaian usia tersebut selalu ada pada tiap kemasan susu formula untuk bayi. 

Cek Kandungan Susu 

Coba cek daftar kandungan nutrisi yang ada pada kemasan susu formula untuk bayi. Anda pasti mendapati adanya perbedaan antara susu yang satu dengan yang lain. Tidak ada yang terbaik atau yang terburuk. Kandungan susu formula untuk bayi yang terbaik sejatinya yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Untuk kebutuhan yang lebih detail, Anda bisa berkonsultasi dahulu dengan dokter anak si kecil. Namun pada umumnya, susu formula untuk bayi 98 persennya dibentuk dari protein, karbohidrat, dan lemak. 

Hindari Pemanis Buatan 

Susu formula untuk bayi seharusnya tidak ditambahkan dengan pemanis atau perasa. Namun, ada saja produsen yang menambahkan kandungan gula untuk membuat rasa susu lebih disukai oleh si kecil. Sebagai orang tua, Anda mesti bijak untuk menghindari susu dengan pemanis buatan dalam kandungannya. Pasalnya, gula dalam susu formula untuk bayi akan membuat si kecil lebih mudah kenyang sehingga nutrisi yang seharusnya masuk menjadi tidak terpenuhi. Efek samping lainnya adalah bayi bisa menolak makanan yang dianggap kurang manis ketika sudah mulai makan. 

Ketersediaan di Pasaran 

Aksesibilitas adalah salah satu faktor terbesar yang perlu dipertimbangkan ketika memilih susu formula untuk bayi. Sebaiknya, Anda memilih susu formula yang memang tersedia banyak di pasaran. Ini guna memastikan Anda tidak kesulitan mencari produk tersebut apabila susu di rumah habis. Susu yang banyak tersedia di pasaran pun cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau. 

Lihat Kecocokannya pada Si Kecil 

Susu formula untuk bayi yang terbaik adalah yang cocok untuk anak Anda. Selain kandungannya harus tepat sesuai kebutuhan anak, pastikan pula bahwa susu formula tersebut tidak menimbulkan alergi, diare, ataupun sembelit. Tentu untuk memastikannya, Anda mesti mencobanya. Jika cocok, penggunaan susu formula untuk bayi tersebut bisa dilanjut. Jika tidak, ganti dengan susu merek lain. 

Sesuaikan Biaya 

Tidak bisa dimungkiri, memberikan susu formula untuk bayi kepada si kecil berarti menambah biaya perawatan anak. Karena itu, pastikan Anda memilih membeli susu formula yang bisa dibeli secara berkelanjutan. Pastikan harga untuk susu tersebut sesuai dengan dana yang Anda miliki tiap bulannya. 

Pilih Kemasan yang Nyaman 

Susu formula untuk bayi biasanya hadir dalam dua kemasan, yaitu karton dan kaleng. Semua sama baiknya. Anda yang ingin lebih praktis dan sekali beli bisa memilih susu formula untuk bayi yang dikemas dalam kaleng. Saat membeli model ini, Anda tidak perlu lagi memikirkan wadah untuk menaruh susu tersebut agar awet. Namun memang, harga kemasan kaleng cenderung lebih mahal. Untuk pilihan dengan harga lebih terjangkau, Anda bisa menggunakan kemasan karton yang lebih keci. Hanya saja, Anda pelru menyiapkan wadah lain untuk penyimpanan susu apabila sudah dibuka. 

Jangan takut memberikan susu formula untuk bayi bisa menghambat tumbuh kembang anak. Justru dengan pemberian susu formula yang tepat dan sesuai kebutuhan, tumbuh kembang anak bisa optimal, walaupun kandungannya memang tidak bisa sesempurna ASI.

Cara Mencuci Mata dengan Aman, Gunakan Rohto Eye Flush!

Tanpa Anda sadari, mata Anda sering kali terpapar kotoran, debu, hingga benda asing lainnya. Membersihkan mata tidak bisa sembarangan, karena hal tersebut dapat melukai maa Anda dan bisa membuat sangat menyakitkan. 

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan mata adalah dengan menggunakan Rohto Eye Flush. Mau tahu apa saja kegunaan dari obat tersebut? Berikut ulasannya!

Apa itu Rohto Eye Flush dan manfaatnya?

Rohto Eye Flush adalah cairan steril mata dengan Distilled Witch Hazel 13,0% yang dilengkapi dengan eye bath atau mangkuk pencuci mata, sehingga mudah untuk digunakan dan dapat mencegah cairan tumpah. Anda dapat dengan mudah menggunakannya dengan melihat cara pakai pada kemasan ini. 

Manfaat menggunakan Rohto Eye Flush:

  • Membersihkan, menyejukkan dan menyegarkan kembali mata yang lelah dan sakit
  • Meringankan iritasi ringan pada mata yang disebabkan oleh udara berdebu atau berasap, mengemudi, dan pekerjaan yang memerlukan penglihatan jarak dekat

Membersihkan mata dengan aman

Selain menggunakan Rohto Eye Flush, ada beberapa petunjuk lain untuk membersihkan mata yang terkena kotoran, pasir, debu, dan partikel lain. Berikut beberapa cara membilasnya:

  • Mengenali benda asing. Benda di mata mungkin sangat kecil sehingga tidak disadari oleh beberapa orang. Gejala dapat berubah menjadi kemerahan, gatal, nyeri, dan jenis iritasi lainnya. Jika seseorang terkena percikan cairan tubuh atau bahan kimia, mereka harus membilas mata secepat mungkin. 
  • Identifikasi bahan yang diperlukan. Solusi pencuci mata darurat mungkin ada di dekat Anda, terutama jika seseorang berada di lab atau dapur. Anda dapat membersihkan mata dengan Rohto Eye Flush atau jika belum membelinya, Anda dapat menggunakan air bersih dan bebas kotoran dari keran, selang, atau pancuran. 
  • Lepaskan lensa kontak. Jika memungkinkan, lakukan ini sebelum membilas mata. Jika tidak, lensa kontak dapat menjebak bahan kimia atau kotoran, membuat gejala menjadi lebih buruk. 
  • Temukan posisi yang benar. Mulailah dengan memiringkan kepala ke bawah, dengan mata yang terkena berada di titik terendah. Ini mencegah bahan menyebar ke mata yang berlawanan. Air atau larutan harus mengalir dari mata bagian dalam ke sudur luar. 
  • Siram mata. Gunakan cairan tersebut selama 10 hingga 15 menit. Jaga agar mata tetap terbuka selama mungkin, biarkan cairan mengalir melintasi mata. Lihat ke atas, bawah, dan ke samping, sambil membilas mata, untuk memastikan tidak ada bahan kimia atau kotoran yang terperangkap di bawah kelopak mata. Tekanan cairan harus stabil tetapi tidak mungkin terlalu kuat sehingga bisa melukai mata. 

Kapan harus mencari perawatan darurat?

Siapa pun yang mengalami cedera mata harus mencari pertolongan medis darurat, meskipun area tersebut tidak lagi sakit setelah disiram. Gejala berikut juga memerlukan perhatian medis darurat jika terjadi setelah cedera mata:

  • Penglihatan ganda dan perubahan penglihatan lainnya 
  • Mata bengkak
  • Sakit kepala
  • Sakit parah di mata

Jadi, jika mata Anda kemasukan seperti kotoran, debu, atau benda asing lainnya bis menggunakan Rohto Eye Flush untuk mencuci dan menyegarkan mata Anda. Namun, jika beberapa masalah yang lebih parah terjadi pada mata Anda, seperti beberapa gejala di atas, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan pertama pada mata Anda. oleh karena itu, jagalah mata Anda dari benda asing apa pun yang mungkin bisa menyakiti mata, dan cuci atau segarkan mata jika perlu.

Panadok Anak: Mengelola Demam Pada Anak yang Perlu Anda Ketahui

Ketika suhu tubuh si kecil naik di atas suhu normal, mereka mungkin saja mengalami demam. Meskipun demam kadang bisa membuat khawatir, namun hal tersebut bisa menjadi tanda positif bahwa tubuh mereka sedang melawan infeksi dalam tubuh. 

Nah, salah satu obat yang dapat mengatasi demam dan nyeri pada anak adalah Panadol Anak. Obat ini berkhasiat untuk meredakan beberapa gejala yang muncul pada anak Anda, mulai dari ringan hingga sedang. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang mengelola demam dan cara mengatasinya, serta apa saja khasiat dari Panadol Anak. 

Panadol Anak

Panadol Anak adalah obat yang berkhasiat untuk meredakan nyeri ringan pada anak Anda. Panadol Anak mengandung parasetamol yang dipercaya sejak lama sebagai pereda nyeri (analgetik), penurun panas (antipiretik), serta bersifat meredakan peradangan pada tubuh. Beberapa gejala lain yang bisa diatasi oleh obat ini, meliputi:

  • Demam akibat batuk atau flu
  • Nyeri sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot setelah imunisasi

Hampir sama dengan obat jenis lainnya, Panadol Anak ini pun memiliki efek samping mulai dari ringan hingga sedang, seperti:

  • Mual 
  • Muntah 
  • Nyeri pada bagian perut atas
  • Feses berwarna gelap
  • Gatal dan ruam di kulit
  • Tubuh merasa kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan

Demam pada anak

Panadol Anak sering kali digunakan untuk mengatasi demam pada anak, karena mengandung paracetamol yang juga berkhasiat untuk mengatasi demam dan nyeri. Suhu tubuh normal seorang anak berkisar sekitar 37 derajat celcius, jadi jika di atas angka tersebut baru dinyatakan demam. 

Demam sangat umum terjadi pada anak-anak dan biasanya tidak berbahaya. Faktanya, meskipun dapat menghkhawatirkan ketika suhu tubuh anak Anda meningkat, demam seringkali hanya sebagai akibat dari respon tubuh mereka terhadap infeksi, yang dapat dialami anak-anak hingga 10 kali setiap tahun. Anda perlu khawatir jika demam anak menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Anak berusia kurang dari 6 bulan 
  • Berkembang dan ada ruam
  • Demam mencapai 40 derajat celcius 
  • Demam tidak hilang selama lebih dari 24 jam meskipun telah diberikan parasetamol secara teratur
  • Anak menolak untuk makan atau minum 
  • Anak muntah atau diare terus menerus
  • Anak tampak sakit atau lemah
  • Anak merasa sangat mengantuk 
  • Leher mereka kaku, atau mengalami kepekaan cahaya
  • Menangis terus menerus

Jika beberapa hal di atas terjadi pada anak, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Cara mengobati demam anak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan demam anak, parasetamol atau ibuprofen. Manakah yang harus dipilih?

  1. Perbedaan parasetamol dan ibuprofen

Parasetamol dan ibuprofen adalah dua obat yang dijual bebas (OTC) yang paling umum digunakan untuk mengobati nyeri dan demam pada anak. Namun, kedua obat ini berbeda dalam cara kerjanya, seberapa cepat dan berapa lama bertahan di dalam tubuh. 

  • Parasetamol. Adalah salah satu obat OTC yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri. Dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan demam pada anak-anak. Parasetamol hanya memiliki efek minimal pada peradangan (kemerahan dan bengkak). 
  • Ibuprofen. Adalah salah satu antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang paling umum digunakan untuk anak-anak. Ibuprofen juga dapat diguakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dan demam. Ibuprofen adalah bahan aktif dalam sejumlah produk OTC untuk anak-anak termasuk suspensi dan tablet kunyah. 
  1. Dosis 

Label pada kemasan parasetamol atau ibuprofen sering kali berisi rekomendasi usia dan berat badan anak. 

  • Parasetamol. Pada anak usia 1-12 bulan dosisi oral parasetamol adalah 15 mg/kg berat badan, dan diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan dengan tidak lebih dari empat dosis selama periode 24 jam. 
  • Ibuprofen. Pada usia usia 3 bulan hingga 12 tahun, dosis oral disarankan 5-10 mg ibuprofen/kg berat badan anak, hingga dosis maksimal 400 mg. Obat ini dapat diminum setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan dengan tidak lebih dari 3 dosis selama periode 24 jam. Selama periode 24 jam tesebut, anak tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.200 mg ibuprofen.
  1. Efek samping 

Semua obat memiliki efek samping, Anda dapat mengurangi kemungkinan efek samping dengan menggunakan dosis yang paling rendah untuk periode yang paling singkat. 

  • Paracetamol. Umumnya dianggap aman jika menggunakan sesuai aturan. 
  • Ibuprofen. Efek samping dapat bervariasi, kemungkinan yang bisa muncul adalah mual dan diare. 

Jadi, Anda dapat menggunakan paracetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam pada anak dan disesuaikan dengan gejala atau keluhan yang dialami anak. Pun, demikian dengan Panadol Anak yang mengandung parasetamol bisa dijadikan sebagai referensi jika anak mengalami gejala-gejala di atas. 

Layanan Fisioterapi Ada di RSUD Pakuhaji

Rumah Sakit Umum Daerah Pakuhaji atau RSUD Pakuhaji merupakan salah satu rumah sakit yang baru yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten. Meskipun baru berdiri pada awal tahun 2018, rumah sakit ini terbilang memiliki fasilitas layanan yang memadai.

Jika dilihat dari akun Instagram RSUD Pakuhaji, di sana terlihat ada beberapa layanan yang dapat diakses oleh masyarakat. Adapun fasilitas layanan kesehatan yang dimaksud, seperti IGD 24 jam, laboratorium, poli obgyn, poli anak, poli gigi, poli mata, dan poli bedah.

Berikutnya, terdapat pula fasilitas layanan poli penyakit dalam, poli kulit dan kelamin, poli jiwa, poli orthopedi, poli paru, poli syaraf, poli medical check up atau sering disebut MCU, dan poli fisioterapi.

Apabila berkaca pada fasilitas tersebut, maka tidak keliru jika kita beranggapan RSUD Pakuhaji sudah cukup mumpuni dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Tangerang.

Namun demikian, salah satu hal yang menarik untuk dibahas dari rumah sakit daerah tersebut adalah layanan poli fisioterapi. Secara umum, kita mengetahui fisioterapi adalah suatu terapi fisik yang dilakukan dengan berbagai prosedur saat melakukan pemeriksaan, menangani, dan mengevaluasi perkembangan pasien.

Akan tetapi, selain pengobatan, fisioterapi juga bisa digunakan untuk pencegahan, dalam hal ini mencegah cacat fisik. Selain hal itu, terapi ini bisa juga diterapkan untuk mengurangi risiko cedera dan gangguan pergerakan yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

Saat melakukan fisioterapi, pasien akan didampingi oleh fisioterapis. Adapun yang perlu diperhatikan, biasanya dokter akan menyarankan pasiennya melakukan fisioterapi apabila mendapati kondisi-kondisi tertentu. 

Kondisi yang dimaksud adalah apabila terjadinya gangguan pada tulang belakang pada pasien. Gangguan ini, akan mengakibatkan pasien merasakan nyeri di sekitar leher, bahu, atau punggung.

Meski demikian, umumnya seseorang yang disarankan untuk menjalani fisioterapi adalah pasien yang habis patah tulang. Tuntunya, fisioterapi dalam kondisi ini dibutuhkan untuk memaksimalkan proses penanganan. 

Lebih lanjut, dalam melakukan fisioterapi, masih ada pula kondisi-kondisi lainnya, yang mana pembaca bisa langsung mengomunikasikannya dengan dokter terkait, atau bila di sekitar Kabupaten Tangerang, bisa datang langsung ke RSUD Pakuhaji.

Masih berkaitan dengan fisioterapi, ada baiknya pasien yang hendak melakukannya mengetahui dulu apa-apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah fisioterapi. Dalam praktiknya, sebelum melakukan terapi fisik pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih dulu dengan dokter spesialis fisioterapi. 

Dalam tahap tersebut, pasien dianjurkan untuk memenuhi ketentuan yang disampaikan oleh dokter. Sebab, dalam melakukan fisioterapi juga harus mengikuti prosedur dengan ketat. Saat melakukannya pun, tidak bisa dilakukan sembarangan, khususnya durasi saat menjalankan fisioterapi, yang biasanya sekitar 30-60 menit sekali sesi.

Meskipun sudah menjalankan fisioterapi, pasien tidak bisa serta merta hilang kontak begitu saja dengan dokter. Sebab, pascasesi pertama dilakukan, pasien harus berkomunikasi dengan fisioterapisnya guna melakukan evaluasi dari program yang telah dijalankan.

Hal tersebut dibutuhkan karena apabila berdasarkan hasil evaluasi dokter menyatakan fisioterapi harus kembali dilakukan, maka tentunya itu perlu dijalankan pasien demi memaksimalkan pemulihan. Di sisi lain, komunikasi dengan dokter menjadi penting guna meminimalisir risiko-risiko yang bisa ditimbulkan dalam fisioterapi.

Dari penjelasan di atas, diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang fisioterapi. Namun demikian, artikel ini tidak bisa begitu saja dijadikan rujukan karena berkomunikasi langsung dengan dokter terkait adalah hal yang disarankan.

Tentunya, dengan penjelasan mengenai fisioterapi, paling tidak masyarakat di Kabupaten Tangerang yang tinggal di sekitar RSUD Pakuhaji patut bersyukur karena rumah sakit itu memiliki layanan fisioterapi. Sebab, bagaimanapun juga fisioterapi adalah salah satu pelayanan yang penting untuk diberikan kepada pasien.

15 Jadwal Vaksin Anak sesuai Jenis Imunisasi sesuai Rekomendasi IDAI

jadwal vaksin anak

Salah satu hal penting di masa-masa awal kehidupan bayi adalah vaksinasi. Jadwal vaksin anak ini tentu tidak sembarangan. Sudah ada waktunya masing-masing untuk setiap jenis vaksinnya.

Imunisasi ini penting sekali dilakukan. Pada dasarnya, imunisasi adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya untuk merangsang antibodi agar keluar sehingga tubuh sudah tahu bagaimana cara menghadapi jika ada virus sejenis yang menginfeksinya. Imunisasi ini akan mencegah bayi dari penyakit berbahaya hingga dewasa nanti. 

Jadwal Imunisasi Anak Terbaru Rekomendasi IDAI

  1. Vaksin hepatitis B

Penyuntikan vaksin hepatitis B (HB) monovalen umumnya diberikan pada bayi sebelum berumur 24 jam. Sebelum divaksin HB ini, bayi harus mendapat suntik vitamin K1 terlebih dahulu, minimal 30 menit sebelum vaksin.

Namun, bila berat bayi kurang dari 2000 g, maka vaksin HB sebaiknya ditunda hingga anak berusia 1 bulan atau lebih. Kecuali dalam kondisi darurat.

Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersamaan dengan vaksin difteri, tetanis, pertusis whole-cell (DTwP) atau difteri, tetanus, pertusis aselular (DTaP).

  1. Vaksin polio 0

Vaksin polio 0 juga termasuk jenis vaksin yang perlu segera diberikan setelah bayi lahir. Bayi yang lahir di fasilitas kesehatan, berikan vaksin bOPV-0 (bivalent Oral Polio Vaccine-0) ketika bayi pulang atau nanti di kunjungan pertamanya. 

Kemudian akan dilanjutkan dengan bOPV atau IPV bersama dengan DTwP atau DTaP. Sebelum bayi berusia 1 tahun, berikan minimal vaksin jenis IPV (inactivated polio vaccine) sebanyak 2 kali. 

  1. Vaksin BCG

Vaksin BCG ini sebaiknya diberikan secepatnya setelah bayi lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Jika usia anak sudah 3 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulinnya negatif. Saat uji tuberkulin tidak tersedia, vaksin BCG bisa diberikan. 

  1. Vaksin DPT (Difteri, pertusis, dan tetanus)

Vaksin DPT baru bisa diberikan saat usia anak sudah 6 minggu. Vaksin yang diberikan berupa vaksin DTwp atau DTaP, atau bis apula kombinasi dengan vaksin lain. 

Jika vaksin yang digunakan DTPa, maka interval jadwal imunisasi  dan pemberian imunisasi lanjutan adalah 2,4,6 bulan. 

Untuk booster pertama bisa diberikan di usia anak 18 bulan. Selanjutnya di umur 5-7 tahun atau pada program bulan imunisasi anak sekolah di kelas 1.

Untuk usia lebih dari 7 bulan, akan diberikan vaksin Td atau TDaP. Lalu, booster selanjutnya akan diberikan usia 10-18 tahun pada bulan imunisasi anak sekolah SD kelas 5.. Td biasanya akan diberikan setiap 10 tahun.

  1. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin pneumokokus (PCV) diberikan pada anak berusia 2,4,6 bulan. Lalu, booster akan diberikan di usia 12-15 bulan. 

Jika anak baru mendapat imuniasi di usia 7-1 2 bulan, maka PCV diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan. Booster akan diberikan setelah anak berusia 12 bulan, dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. 

  1. Vaksin rotavirus monovalen

Vaksin rotavirus monovalen ini diberikan pada anak 2 kali. Dosis pertama diberikan di usia 6 minggu. Sedangkan dosis kedua interval 4 minggu. Pemberian vaksi ini haru sudah selesai saat anak berusia 24 minggu. 

  1. Vaksin rotavirus pentavalen

Imunisasi rotavirus pentavalen ini akan diberikan dalam 3 kali. Usia 6-12 minggu akan mendapat dosis pertama. Untuk dosis kedua dan ketiga interval 4-10 minggu. Ketiga dosis ini harus sudah selesai saat anak berusia 32 minggu.

  1. Vaksin influenza

Vaksin influenza mulai bisa diberikan pada anak berusia 6 bulan. Imunisasi ini bisa diulang setiap tahunnya. Di usia 6 bulan hingga 8 tahun, pemberian vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu. Bila anak sudah berusia di atas 9 tahun, vaksin pertama hanya 1 dosis.

  1. Vaksin MR/MMR

Vaksin MR diberikan pada anak saat berusia 9 bulan. Jika belum diberikan hingga usia 12 bulan, maka bisa diberikan vaksin MMR. Saat usia 18 bulan, berikan vaksin MR atau MMR. Sedangkan usia 5-7 tahun dapat diberikan vaksin MR dalam program bulan imunisasi kelas 1 atau vaksin MMR.

  1. Vaksin Japanese encephalitis

Vaksin Japanese encephalitis ini bisa diberikan sejak anak berusia 9 bulan bagi yang tinggal di daerah endemis atau anak yang akan bepergian ke daerah endemis. Kemudian bisa diberikan booster 1-2 tahun setelahnya untuk perlindungan jangka panjang.

  1. Vaksin varisela

Vaksin ini diberikan saat anak sudah berusia 12-18 bulan. Di usia 1-12 tahun, akan mendapat 2 dosis dengn interval 6 minggu hingga 3 bulan. Sedangkan anak berusia 13 tahun ke atas akan diberikan vaksin ini internal 4-6 minggu. 

  1. Vaksin hepatitis A

Vaksin hepatitis A akan diberikan mullai usia 1 tahun dan dosis kedua diberikan interval 6-12 bulan kemudian.

  1. Vaksin tifoid polisakarida

Jadwal vaksin anak ini diberikan di usia 2 tahun yang diulang lagi setiap 3 tahun.

  1. Vaksin human papilloma virus

Vaksin yang satu ini hanya diberikan pada anak perempuan yang berusia 9-14 tahun sebanyak 2 kali, dengan interval 6-15 bulan.

  1. Vaksin dengue

Vaksin dengue ini diberikan pada anak yang sudah berusia 9-16 tahun yang dibuktikan dengan seropositif dengue.

Itulah jadwal vaksin anak terbaru yang dikeluarkan IDAI. Patuhi jadwal imunisasi ini agar anak terhindar dari penyakit yang berbahaya hingga dewasa.

ASI Perah untuk Bayi, Baik atau Tidak?

ASI Perah untuk Bayi, Baik atau Tidak?

ASI perah adalah istilah yang menggambarkan ASI yang sudah disimpan ke dalam wadah, kemudian diberikan kepada bayi setelah beberapa waktu. Banyak ibu menyusui yang melakukan hal ini guna bisa memberikan ASI dalam waktu yang lebih lama bagi bayi.

ASI adalah sumber nutrisi yang sangat penting bagi bayi. Terkadang, produksi ASI bisa saja sangat berlebihan, bahkan ketika bayi sudah kenyang dan belum waktunya menyusui.

Bila dibiarkan, ini bisa membuat payudara sang ibu mengalami pembengkakan. Oleh sebab itu, ASI akan diperah terlebih dahulu untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. 

Apakah ASI perah baik untuk bayi?

Pada dasarnya, ASI sangatlah penting untuk bayi. Memberikan ASI pada bayi adalah langkah yang bijak untuk mendukung kesehatan bayi.

ASI yang sudah diperah mengandung nutrisi yang sama seperti ASI yang dikonsumsi langsung dari payudara ibu. Hanya saja, cara Anda menyimpan ASI perah tersebut akan menentukan kualitas ASI. 

Karena itu, Anda harus bijak dalam menentukan cara menyimpan ASI yang sudah diperah di awal. Ketika akan diberikan kepada bayi pun, Anda harus tahu cara memberikannya dengan tepat. 

Cara menyimpan dan memberikan ASI perah pada bayi

ASI yang sudah diperah terlebih dahulu harus disimpan dengan tepat. Dengan begitu, kualitas ASI tetap bisa dipertahankan dan bayi pun akan menerima nutrisi dari ASI tersebut.

Oleh sebab itu, perhatikan cara menyimpan dan memberikan ASI yang sudah diperah kepada bayi berikut ini: 

  • Penyimpanan di freezer

Setelah ASI disimpan ke dalam wadah botoh, wadah tersebut bisa Anda simpan di freezer. Freezer yang umumnya menyatu dengan lemari es dapat menjaga kualitas ASI selama dua minggu. 

Akan tetapi, apabila Anda menggunakan freezer yang berdiri sendiri dan umum dipakai untuk menyimpan es krim, ASI bisa bertahan selama 6 bulan sampai dengan satu tahun.

Namun, bila Anda tidak menyimpan ASI di freezer dan hanya menyimpannya di suhu ruangan, maka ASI bisa bertahan maksimal 4 jam saja. 

  • Menghangatkan ASI kembali

ASI perah yang sudah disimpan selama beberapa waktu harus dihangatkan kembali sebelum diberikan kepada bayi. Apalagi jika ASI tersebut sudah disimpan cukup lama di freezer.

Selalu pilih ASI yang terlama lebih dulu. Kemudian, panaskan ASI seperti saat Anda sedang memanaskan susu formula biasa.

Selama dipanaskan, pastikan wadah botol penyimpanan ASI tetap tertutup rapat. Hindari memanaskan ASI menggunakan microwave karena akan merusak kualitas ASI.

Dampak negatif menyimpan ASI terlalu lama

Sebaiknya, jangan biarkan ASI tersimpan terlalu lama sebelum diberikan kepada bayi. Karena, meskipun sudah diperah, disimpan, dan disajikan dengan cara yang aman, tetap akan ada penurunan kualitas pada ASI yang disimpan terlalu lama.

Setelah disimpan dalam waktu lama di freezer, kandungan vitamin C dalam ASI akan mengalami penurunan. Selain itu, kebutuhan nutrisi bayi bisa saja sudah berubah, sehingga ASI yang Anda simpan tidak lagi memiliki efek yang bermanfaat untuk kebutuhan bayi.

Hal ini bisa terjadi karena kebutuhan nutrisi bayi memang cepat berubah seiring masa tumbuh dan berkembangnya. Selain itu, apabila ASI yang diperah tidak disimpan di dalam freezer, maka ASI bisa menjadi basi setelah 4 jam. Jadi, jangan biarkan ASI perah terlalu lama hanya di bawah suhu ruangan saja.

Manfaat dan Efek Samping Obat Tanapress

Tanapress merupakan obat yang memiliki kandungan zat aktif Imidapril hidroklorida. Obat ini digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi sehingga dapat mencegah stroke dan mengurangi risiko serangan jantung. Selain itu, tanapress juga bisa mencegah masalah ginjal. Tanapress bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga dapat mengalir lebih mudah dan mencegah pembentukan angiotensin II yang memicu penyempitan pembuluh darah. Tanapress termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga tidak bisa dibeli sembarangan serta penggunaannya harus dengan resep dan petunjuk dokter.


Efek Samping Tanapress
Efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi Tanapress antara lain:
Pusing dan sakit kepala
Gangguan saluran pernapasan atas, seperti batuk kering persisten serta rasa tidak nyaman pada faring
Hipotensi, yaitu tekanan darah rendah di bawah normal
Hiperkalemia, yaitu tingginya kadar kalium dalam darah
Neutropenia, yaitu kadar neutrophil dalam darah menjadi rendah
Hyponatremia, yaitu kadar natrium dalam darah menjadi rendah
Agranulositosis, yaitu sumsum tulang tidak bisa membentuk granulosit
Anemia, yaitu kekurangan sel darah merah
Trombositopenia, yaitu kadar trombosit rendah
Angioedema, yaitu reaksi alergi jaringan bawah kulit yang ditandai pembengkakan
Eritroderma, yaitu kelainan kulit yang ditandai kemerahan pada tubuh
Peningkatan sgot, sgpt, dan kreatinin serum
Segera hentikan penggunaan Tanapress jika menimbulkan reaksi alergi yang serius seperti pembengkakan pada wajah, kulit ruam dan beberapa kondisi seperti kesulitan bernapas, kehilangan lapisan kulit, menguningnya kulit dan bagian putih mata, serta kelainan pada mukosa. Jika efek samping tidak kunjung reda dan gejala yang ditimbulkan bertambah parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
Interaksi Obat Tanapress
Interaksi obat merupakan perubahan efek obat ketika dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya efektivitas obat atau meningkatkan potensi terjadinya efek samping. Beberapa jenis obat yang akan berinteraksi dengan Tanapress antara lain:
Gejala hipotensi jika digunakan bersamaan dengan obat diuretik, obat antihipertensi lainnya, vasodilator, TCA, dan neuroleptic
Efek hiperkalemia aditif jika digunakan bersamaan dengan diuretic hemat kalium, suplemen kalium, dan pengganti garam yang mengandung kalium
Mengurangi efek antihipertensi atau efek nefrotoksik aditif jika digunakan bersamaan dengan NSAID, rifampisin, dan simpatomimetik
Menyebabkan reaksi nitritoid jika digunakan bersamaan dengan aurothiomalate
Beritahu dokter jika Anda belakangan atau sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut.
Kontraindikasi Obat Tanapress
Tanapress tidak dianjurkan dikonsumsi atau harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu terkait penggunaannya bagi pasien dengan beberapa kondisi berikut ini:
Memiliki riwayat angioedema (pembengkakan pada lapisan kulit) yang berhubungan dengan pemberian ACE inhibitor
Pasien yang sedang dalam pengobatan apheresis LDL menggunakan dekstran selulosa sulfat
Pasien yang sedang menjalankan dialysis dengan AN 69
Pasien yang memiliki kondisi penyempitan arteri ginjal (tenosis arteri renalis)
Pasien dengan penyakit pembuluh darah yang disebabkan oleh kekurangan kolagen
Pasien dengan penyakit gagal jantung karena berisiko mengalami hipotensi
Gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati
Ibu hamil dan sedang menyusui
Beritahukan kepada dokter jika Anda pernah memiliki riwayat atau sedang mengalami salah satu di antara kondisi tersebut. Simpan Tanapress di tempat dengan suhu ruangan atau di bawah 30°C, yaitu sekitar 15°C – 25°C serta jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.

Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat, salah satu produk yang bisa kita gunakan adalah balsam bayi. Selain menghangatkan, balsam bayi juga berkhasiat meredakan pilek, batuk, hingga perut kembung pada bayi.

Meskipun produk ini direkomendasikan oleh IDAI, namun saat memilih balsam bayi kita harus cermat dan tidak boleh asal. Jika asal, bisa saja bikin bayi jadi tak nyaman atau menimbulkan alergi. 

Selain itu, kita pun harus benar-benar memastikan apabila balsem bayi yang kita pilih mengandung bahan-bahan yang aman dan alami. Hindari juga memberikan balsam bayi yang usianya masih di bawah 3 bulan, ya.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat memilih balsam bayi yang aman dan memberikan rasa hangat untuk bayi.

Pilih kandungan yang alami

Pastikan kita memilih balsam bayi dengan kandungan bahan-bahan yang alami. Beberapa bahan alami yang bisa dipilih seperti, eucalyptus radiata, lavender, dan chamomile.

Ketiga bahan tersebut dipercaya sangat bagus untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat dan berkhasiat mengatasi berbagai keluhan pada bayi. 

Berikut ini beberapa manfaat dari masing-masing kandungan yang bagus untuk bayi:

  • Eucalyptus radiata: mampu melegakan saluran pernapasan bayi, mencegah infeksi bakteri dan jamur, serta mampu mengatasi peradangan. Kandungan ini juga mampu meredakan gejala batuk dan pilek pada bayi, sehingga bayi tetap bisa tidur nyenyak dan tidak rewel.
  • Lavender: aromanya memberikan efek yang menenangkan pada bayi, sehingga mampu membantu bayi untuk bisa tidur nyenyak dan pulas. Kandungan lavender juga dipercaya mampu mengatasi kolik pada bayi.
  • Chamomile: sama seperti lavender, kandungan chamomile juga berkhasiat mampu menenangkan bayi dan membuatnya bisa tertidur nyenyak. Selain itu, chamomile juga mampu mengatasi iritasi pada kulit.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ketiga bahan tersebut juga memiliki khasiat dalam meningkatkan kekebalan tubuh. 

Hindari kandungan camphor

Kandungan camphor pada balsam bayi ternyata tidak baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of Tropical Pediatrics, kandungan camphor pada balsam bayi bisa menyebabkan keracunan. 

Beberapa gejala yang mungkin muncul setelah menggunakan balsam bayi dengan kandungan camphor adalah, kejang, mual, lesu, dan juga muntah-muntah. Risiko terburuknya yakni bisa menyebabkan nyawa bayi melayang.

Selain champor, sebaiknya kita juga menghindari kandungan berupa menthol pada balsam bayi. Sebab, menthol hanya memberikan sensasi melegakan yang ‘palsu’. Kenyataannya, saluran pernapasan masih mampet.

Pilih produk balsam khusus untuk bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, apabila penggunaan balsam bayi sebaiknya diberikan pada bayi yang usianya di atas 3 bulan. 

Mengingat penggunaannya sangat selektif, pemilihan balsam bayi juga harus selektif. Jangan sampai kita memberikan balsa untuk orang dewasa pada bayi. Hal ini tentu membahayakan dan bisa berdampak buruk.

Pilih juga balsam bayi sesuai usianya. Sebab, balsam bayi ternyata dibagi menjadi 2, yakni balsam untuk usia di bawah 2 tahun dan balsam untuk usia di atas 2 tahun.

Beli balsem bayi sesuai fungsinya

Balsam bayi juga memiliki beberapa fungsi, seperti menghangatkan, meredakan pilek dan batuk, hingga mengatasi peradangan. 

Sebaiknya beli balsam bayi sesuai kebutuhan dan fungsinya. Hindari memberikan balsam yang untuk mengatasi keluhan-keluhan yang tidak sesuai dengan fungsinya. 

Contohnya, menggunakan balsam bayi dengan fungsi mengatasi perut kembung untuk keluhan batuk dan flu. Tentu hal ini tidak akan berefek apa-apa dan membuat bayi semakin tidak nyaman.

Nah, itu dia beberapa tips memilih balsam bayi yang bisa kamu jadikan referensi. Selamat mencoba!