Author: nadila

4 Fakta Seputar Alergi Obat yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi obat tertentu, hal ini disebut alergi obat. Artinya, sistem imun tubuh yang idealnya untuk melawan infeksi dan penyakit, bereaksi terhadap obat.

Gejala yang timbul akibat alergi obat ini dapat beragam, mulai dari ruam kemerahan, demam, hingga sulit bernapas. Reaksi yang tidak diharapkan akibat konsumsi obat memang lebih banyak karena efek samping, dibanding reaksi alergi. Meski demikian, Anda tetap perlu mengetahui adakah obat yang memicu reaksi alergi di tubuh Anda.

Alergi obat, respons dari sistem imun

Sistem imun Anda dirancang untuk melindungi tubuh dari penyakit. Zat asing seperti virus, bakteri, parasit, dan berbagai zat berbahaya lain akan dilawan oleh sistem imun.

Dalam kasus alergi obat, tubuh keliru mengenali obat sebagai zat asing yang mengancam. Sehingga, saat obat masuk ke dalam tubuh, sistem imun bereaksi dengan cara menyerang.

Respons sistem imun ini akan memicu terjadinya inflamasi. Gejala yang muncul biasanya berupa ruam, demam, hingga sulit bernapas. Reaksi alergi ini dapat langsung muncul saat Anda pertama kali mengonsumsi obat tertentu, atau setelah beberapa kali mengonsumsi obat dan sebelumnya tidak ada masalah.

Reaksi alergi obat dapat berbahaya

Gejala alergi obat bisa sangat ringan, hingga Anda tidak menyadarinya sama sekali. Mungkin Anda tidak mengalami apa pun, selain ruam.

Namun, gejala alergi yang parah dapat sangat mengancam jiwa. Sebagai contoh, bila terjadi anafilaksis. Suatu reaksi alergi yang tiba-tiba terhadap obat. Dapat terjadi langsung setelah Anda meminum obat, atau baru muncul setelah 12 jam obat tersebut dikonsumsi.

Gejala dari anafilaksis di antaranya detak jantung tidak teratur, sulit bernapas, terjadi pembengkakan, hingga tidak sadarkan diri. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat berakibat fatal.

Beberapa obat yang sering memicu alergi

Setiap obat memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang. Dengan demikian, beberapa obat dapat memiliki kecenderungan memicu alergi pada orang tertentu.

Sebagai contoh, beberapa orang alergi dengan dengan antibiotik golongan penisilin dan sulfa. Sementara, sebagian yang lain menunjukkan reaksi alergi obat saat mengonsumsi aspirin, obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS), serta antikonvulsan.

Beberapa kasus alergi obat juga muncul pada pemberian obat monoclonal antibody, seperti trastuzumab dan ibritumomab. Atau pada pemberian obat-obat kemoterapi untuk pasien kanker.

Perbedaan efek samping dan alergi obat

Reaksi alergi obat mungkin keliru diterjemahkan sebagai efek samping atau sebaliknya. Perbedaan mendasar dari kedua kondisi tersebut yaitu reaksi alergi hanya terjadi pada orang-orang tertentu dan melibatkan masalah sistem imun. Dampak dari reaksi ini selalu negatif.

Sementara efek samping obat dapat terjadi pada siapa pun yang mengonsumsi obat tersebut. Biasanya, tidak ada kaitannya dengan sistem imun. Efek yang muncul dapat buruk atau baik, meski bukanlah manfaat utama obat tersebut.

Aspirin sebagai penahan nyeri misalnya, memiliki efek samping buruk bagi sistem pencernaan. Tapi, ada pula efek samping baik, dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. 

Kini, Anda telah mengetahui beberapa fakta terkait alergi obat. Namun, pertanyaan paling penting adalah bagaimana menghentikan alergi obat?

Menghentikan penggunaan obat tersebut merupakan cara paling efektif untuk menghentikan reaksi alergi obat. Namun, hal tersebut tidak dapat seketika dilakukan bila Anda membutuhkan obat terkait. Pada kasus demikian, dokter mungkin akan memberikan obat antihistamin. Dapat pula diberikan kortikosteroid untuk mengatasi gejala peradangan yang terjadi.

Apa Saja Tips Travelling untuk Cegah Sakit?

Tips traveling untuk cegah sakit perlu dilakukan agar kondisi tubuh Anda senantiasa sehat selama jalan-jalan

Bepergian atau travelling adalah salah satu aktivitas yang paling diminati orang-orang dimana mereka dapat meluangkan waktu mereka untuk bersantai selama beberapa hari, atau sampai berminggu-minggu. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah menjaga kesehatan tubuh. Tips travelling bisa dilakukan melalui cara-cara di bawah ini.

Jika Anda bepergian ke suatu tempat, Anda perlu bertanggung jawab atas perjalanan yang ingin Anda lakukan. Jika Anda sakit selama Anda bepergian, maka peluang untuk melihat atau mencoba segala hal yang direncanakan mungkin akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, untuk menjaga kondisi Anda, berikut adalah tips travelling yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Mengkonsumsi air putih

Salah satu tips yang sebaiknya Anda lakukan, ketika Anda bepergian, adalah mengkonsumsi air putih. Setiap hari manusia perlu mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Tidak hanya itu, minum air putih juga dapat menjaga kesehatan manusia.

Jika Anda bepergian, Anda sebaiknya bawa air putih atau beli di toko untuk menjaga daya tahan tubuh. Manusia yang mengalami gangguan kesehatan tidak hanya disebabkan oleh kondisi yang lemah, namun juga dipengaruhi oleh seberapa banyak aktivitas yang dilakukan dan cuaca di suatu daerah yang dikunjungi.

  • Mengkonsumsi vitamin

Sebagian orang merasa bahwa mengkonsumsi vitamin adalah cara yang tepat untuk menjaga daya tahan tubuh. Anda juga dapat melakukan hal yang sama jika Anda ingin melakukan aktivitas di daerah yang ingin Anda kunjungi seperti menyelam.

Tidak hanya untuk membantu manusia menjalankan aktivitas, mengkonsumsi vitamin juga dapat membantu manusia menghadapi cuaca. Ada beragam vitamin yang bisa Anda konsumsi, salah satunya termasuk sayuran. Anda juga bisa mengkonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen.

  • Hati-hati ketika mencoba makanan dan minuman

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah ketika ingin mencoba makanan atau minuman di daerah yang ingin Anda kunjungi. Walaupun menawarkan berbagai macam makanan atau minuman, dan terlihat enak, Anda perlu berhati-hati dengan mencari tahu kandungan dan kebersihan pada apa yang dijual.

Jika Anda bepergian ke luar negeri, Anda mungkin melihat banyak air keran yang dapat digunakan untuk publik, untuk mengisi air minum. Meskipun terdapat fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan manusia sehari-hari, Anda perlu waspada jika Anda mengambil air dari keran. Sebagian keran mungkin terkontaminasi bakteri atau virus.

  • Selalu menjaga kebersihan

Dari kecil setiap orang diajarkan untuk menjaga kebersihan. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan adalah dengan mencuci tangan setidaknya selama 20 detik. Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai penggantinya. Pastikan Anda menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol setidaknya 60%.

  • Meluangkan waktu untuk berolahraga

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah berolahraga secara teratur. Walaupun Anda sibuk beraktivitas dengan mengunjungi berbagai tempat yang ingin Anda kunjungi, Anda perlu meluangkan waktu untuk berolahraga setidaknya selama 30 menit. Anda bisa mencoba fasilitas olahraga (gym) di tempat penginapan, atau mencoba berlari atau jogging di sekitarnya.

  • Luangkan waktu untuk beristirahat

Walaupun Anda melakukan banyak aktivitas di berbagai daerah, Anda sebaiknya jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk beristirahat. Jika Anda tidak punya aktivitas pada siang atau sore hari, Anda bisa beristirahat. Untuk menjaga kesehatan, manusia perlu tidur di malam hari setidaknya 6 jam.

  • Menyediakan kebutuhan

Hal lain yang perlu Anda perhatikan selama Anda travelling adalah menyediakan kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang sebaiknya Anda bawa adalah obat-obatan.

Itulah tips travelling yang perlu Anda perhatikan. Anda sebaiknya periksa barang bawaan Anda sebelum Anda pergi, dan jangan lupa untuk menjaga kondisi Anda seperti menerapkan pola makan yang sehat, dan jangan beraktivitas terlalu lama.

Mengenal Lebih Jauh Berbagai Macam Tumor Marker

Selain melakoni pemeriksaan yang berbasis radiasi, seperti CT Scan, rontgen, dan sebagainya, tumor bisa dideteksi lewat tumor marker. Tumor marker adalah sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia sebagai indikator terjadinya tumor.

Tumor marker diproduksi langsung oleh sel tumor atau sel sehat yang merespons adanya tumor. Tumor marker bisa ditemukan dalam darah, urine, atau jaringan lain dalam tubuh manusia.

Tumor marker tidak bersifat universal, artinya jenis tes untuk menentukannya akan sangat bergantung ada banyak faktor, semisal kondisi kesehatan, riwayat keturunan, dan gejala Anda.

Saat ini tumor marker yang paling umum digunakan ialah; alpha- fetoprotein (AFP), carcinoembryonic antigen (CEA), cancer antigen 125 (CA- 125), cancer antigen 153 (CA 153), prostatic acid phosphatase (PAP), dll. Apakah arti dari tumor markers ini, dan bagaimana cara memahaminya? Berikut penjabarannya:

  • Alpha-fetoprotein (AFP)

AFP adalah tumor marker terbaik untuk mendiagnosis kanker hati primer, efektifitas diagnosa dengan AFP mencapai 60% sampai 70%. Jika serum AFP lebih dari 400 units per mililiter (u/ml) selama 4 minggu, atau sekitar 200-400 U/ml selama 8 minggu, maka orang tersebut dapat didiagnosis dengan kanker hati primer. Kadar normal AFP sendiri adalah 0-8 U/ml.

Jadi AFP dapat digunakan untuk menandakan kanker hati, beberapa kasus kanker testis, dan tumor ovarium. AFP adalah tumor marker dengan tingkat sensitivitas lebih dari 80%. Dengan kata lain lebih dari 80% kanker hati primer dapat terdeteksi dengan kadar AFP yang tinggi.

Pengecualian untuk pasien dengan hepatitis kronik dan juga periode aktif hepatitis, karena saat itu juga dapat menyebabkan serum AFP meningkat.

  • Carcinoembryonic Antigen (CEA)

CEA adalah glikoprotein embrio antigen yang ditemukan pada fetus, jaringan dengan kanker usus besar yang dimiliki spektrum tumor marker yang luas. CEA yang positif menunjukkan keganasan tumor yaitu 70% pada kanker usus besar, 60% kanker lambung, 55% kanker pankreas, 50% kanker paru- paru, 40% kanker payudara, 30% kanker ovarium, dan kanker uterus. CEA khusus menargetkan kanker pencernaan, kanker lambung, beberapa kasus kanker payudara, paru- paru dan cholangiokarsinoma.

Sebagian besar serum CEA berada di epitelium tumor saluran pencernaan, jadi biasanya CEA menandakan kanker saluran pencernaan. Sekitar 70% sampai 80% pasien dengan kanker saluran pencernaan memiliki kadar CEA yang tidak normal dalam darah. Kadar normal serum CEA berkisar 0-5 U/ml.  Jadi jika lebih dari 10 U/ml, maka pasien dapat didiagnosis dengan tumor ganas.

  • Cancer Antigen 125 (CA- 125)

CA-125 adalah antigen yang ditemukan pada jaringan epitel kanker ovarium dan merupakan tumor marker yang paling banyak diselidiki karena berhubungan dengan kanker ovarium. Serum ini penting pada pemeriksaan awal dan juga diagnosis, pengobatan, dan perjalanan tumor. Keakuratan serum CA-125 untuk mendeteksi kanker ovarium pada jaringan epithel mencapai 70%.

Jika CA-125 berkisar antara 0-8.5 U/ml bisa saja menandakan kanker ovarium, kanker payudara, kanker pankreas, kanker saluran lambung, dll. Tumor marker ini sangat penting terutama untuk wanita, karena merupakan antigen utama yang diakui secara internasional dapat mendeteksi kanker ovarium.

  • Cancer antigen 15-3 (CA15-3)

CA15-3 dapat digunakn sebagai indikator diagnosa kanker payudara, pemeriksaan setelah operasi dan metastasis. Serum ini 60% sensitif pada kasus kanker payudara awal, 80% pada stadium akhir atau dengan penyebaran.

  • Prostatic Acid Phosphatase (PAP)

Peningkatan kadar PAP dalam darah adalah indikator penting dalam diagnosa stadium kanker prostat, perkembangan tumor, dan perjalan kanker prostat itu sendiri.

Terkecuali pada prostatitis dan hiperplasia prostat jinak yang juga dapat meningkatkan kadar PAP.

  • Antigen Spesifik Prostat (PSA)

Jika kadar serum PSA seseorang berada di angka 0- 6.5 U/ml menandakan adanya kanker prostat. Tumor marker ini khusus untuk mendeteksi prostat pada laki- laki.

***

Itulah beberapa macam tumor marker yang lazim digunakan untuk menentukan indikasi terjadinya tumor atau kanker di dalam tubuh seseorang. Untuk mendapatkan salah satu dari tindakan medis ini, dokter biasanya akan mencari tahu terlebih dahulu keluhan yang dirasakan pasien.

Asidosis, Ketika Cairan Tubuh Mempunyai Banyak Asam

Ketika cairan tubuh Anda mengandung terlalu banyak asam, hal itu dikenal sebagai asidosis. Asidosis terjadi ketika ginjal dan paru-paru Anda tidak dapat menjaga keseimbangan pH tubuh Anda. Banyak proses tubuh menghasilkan asam. Paru-paru dan ginjal Anda biasanya dapat mengimbangi sedikit ketidakseimbangan pH, tetapi masalah dengan organ-organ ini dapat menyebabkan kelebihan asam yang menumpuk di tubuh Anda.

Tingkat keasaman darah Anda diukur dengan menentukan pH-nya. PH yang lebih rendah mengindikasi bahwa darah Anda lebih asam, sedangkan pH yang lebih tinggi mengindikasi bahwa darah Anda lebih basa. Normalnya PH darah Anda harus sekitar 7,4. Menurut American Association for Clinical Chemistry (AACC), asidosis ditandai dengan pH 7,35 atau lebih rendah. Alkalosis ditandai oleh tingkat pH 7,45 atau lebih tinggi. Meskipun kelihatannya kecil, perbedaan angka ini bisa serius. Asidosis dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, dan bahkan dapat mengancam jiwa.

Terdapat dua jenis asidosis, masing-masing dengan berbagai penyebab. Jenis asidosis dikategorikan sebagai asidosis respiratorik atau asidosis metabolik, tergantung pada penyebab utama asidosis Anda.

  • Asidosis respiratorik

Asidosis respiratorik terjadi ketika terdapat terlalu banyak CO2 menumpuk di dalam tubuh Anda. Biasanya, paru-paru mengeluarkan CO2 saat Anda bernapas. Namun, terkadang tubuh Anda tidak bisa menghilangkan cukup CO2, hal ini dapat terjadi karena:

  • Kondisi jalan napas kronis, seperti asma
  • Cedera pada dada
  • Obesitas, yang dapat membuat sulit bernafas
  • Penyalahgunaan obat penenang
  • Terlalu sering menggunakan alkohol
  • Kelemahan otot di dada
  • Masalah dengan sistem saraf
  • Struktur dada cacat

Asidosis metabolik

Asidosis metabolik dimulai di ginjal alih-alih paru-paru. Hal ini terjadi ketika mereka tidak dapat menghilangkan asam yang cukup atau ketika mereka membuang terlalu banyak basa. Terdapat tiga bentuk utama asidosis metabolik:

  • Asidosis diabetes terjadi pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Jika tubuh Anda kekurangan insulin yang cukup, keton menumpuk di tubuh Anda dan mengasamkan darah Anda.
  • Asidosis hiperkloremik terjadi akibat hilangnya natrium bikarbonat. Basis ini membantu menjaga darah tetap netral. Diare dan muntah dapat menyebabkan asidosis jenis ini.
  • Asidosis laktat terjadi ketika terlalu banyak asam laktat dalam tubuh Anda. Penyebabnya bisa termasuk penggunaan alkohol kronis, gagal jantung, kanker, kejang, gagal hati, kekurangan oksigen yang berkepanjangan, dan gula darah rendah. Bahkan olahraga yang berkepanjangan dapat menyebabkan penumpukan asam laktat.
  • Asidosis tubulus ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu mengeluarkan asam ke dalam urin, yang menyebabkan darah menjadi asam.

Asidosis respiratorik dan metabolik memiliki banyak gejala. Namun, gejala asidosis bervariasi berdasarkan penyebabnya.

Asidosis respiratorik

Beberapa gejala asidosis respiratorik yang umum termasuk yang berikut:

  • Kelelahan atau ngantuk
  • Mudah lelah
  • Kebingungan
  • Sesak nafas
  • Sakit kepala

Asidosis metabolik

Beberapa gejala asidosis metabolik yang umum termasuk:

  • Pernapasan cepat dan dangkal
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Kurang nafsu makan
  • Penyakit kuning
  • Peningkatan denyut jantung
  • Nafas yang berbau buah, yang merupakan tanda asidosis diabetik (ketoasidosis)

Diagnosis dini pada asidosis dapat membuat perbedaan besar dalam pemulihan Anda. Dokter mendiagnosis asidosis dengan serangkaian tes darah. Gas darah arteri melihat kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah Anda, hal ini juga mengungkapkan pH darah Anda. Panel metabolisme dasar memeriksa fungsi ginjal dan keseimbangan pH Anda dan juga mengukur kadar kalsium, protein, gula darah, dan elektrolit Anda. Jika tes ini dilakukan secara bersama, mereka dapat mengidentifikasi berbagai jenis asidosis.

Jika Anda didiagnosis menderita asidosis respiratorik, dokter Anda akan ingin memeriksa kesehatan paru-paru Anda. Hal ini mungkin melibatkan rontgen dada atau tes fungsi paru. Jika Anda diduga memiliki asidosis metabolik, Anda harus memberikan sampel urin. Dokter akan memeriksa pH untuk melihat apakah Anda menghilangkan asam dan basa dengan benar. Tes tambahan mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab asidosis Anda.

Anda tidak dapat sepenuhnya mencegah asidosis. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko.

Asidosis respiratorik

  • Ambil obat penenang sesuai resep dan jangan pernah mencampurnya dengan alkohol.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat merusak paru-paru Anda dan membuat pernapasan menjadi kurang efektif.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Obesitas dapat membuat Anda sulit bernapas.

Asidosis metabolik

  • Tetap terhidrasi. Minumlah banyak air dan cairan lain.
  • Tetap kontrol diabetes Anda. Jika Anda mengelola kadar gula darah dengan baik, Anda dapat menghindari ketoasidosis.
  • Berhenti minum alkohol karena minum kronis dapat meningkatkan penumpukan asam laktat.

Dokter biasanya perlu tahu apa yang menyebabkan asidosis Anda untuk menentukan cara mengobatinya. Namun, beberapa perawatan dapat digunakan untuk semua jenis asidosis. Misalnya, dokter Anda mungkin memberi Anda natrium bikarbonat (soda kue) untuk meningkatkan pH darah Anda. Ini dapat dilakukan melalui mulut atau infus (IV). Perawatan untuk asidosis jenis lain dapat melibatkan pengobatan penyebabnya.

  • Asidosis respiratorik

Perawatan untuk kondisi ini biasanya dirancang untuk membantu paru-paru Anda. Misalnya, Anda mungkin diberikan obat untuk melebarkan jalan nafas Anda. Anda mungkin juga diberi oksigen atau alat tekanan udara positif terus menerus (CPAP). Perangkat CPAP dapat membantu Anda bernapas jika memiliki jalan napas atau kelemahan otot yang terhambat.

  • Asidosis metabolik

Jenis asidosis metabolik spesifik masing-masing memiliki perawatan sendiri. Orang dengan asidosis hiperkloremik dapat diberikan natrium bikarbonat oral. Asidosis dari gagal ginjal dapat diobati dengan natrium sitrat. Penderita diabetes dengan ketoasidosis menerima cairan IV dan insulin untuk menyeimbangkan pH mereka. Perawatan asidosis laktat mungkin termasuk suplemen bikarbonat, cairan IV, oksigen, atau antibiotik, tergantung pada penyebabnya.

Beberapa orang sepenuhnya pulih dari asidosis. Namun, orang lain mungkin memiliki masalah dengan fungsi organ, gagal pernapasan, dan gagal ginjal. Asidosis yang berat dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian. Seberapa baik Anda pulih dari asidosis tergantung pada penyebabnya, selain itu perawatan cepat dan tepat juga sangat mempengaruhi pemulihan Anda.

Edema

Edema adalah kondisi medis dimana seseorang mengalami pembengkakan karena banyaknya cairan yang menumpuk pada jaringan tubuh. Edema bisa disebabkan oleh trauma, proses peradangan, infeksi, kehamilan, obat-obatan, serta kondisi medis lainnya. Edema dapat terjadi di seluruh bagian tubuh manusia, namun lebih sering terjadi di bagian tangan dan kaki.

Jenis-Jenis Edema

Edema dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:

  • Edema perifer

Edema perifer biasanya terjadi di bagian kaki manusia, namun juga bisa terjadi di bagian lengan. Hal tersebut dapat memicu gangguan pada sistem peredaran darah, kelenjar getah bening, dan ginjal manusia.

  • Edema pedal

Edema pedal terjadi karena cairan yang mengumpul di bagian kaki manusia. Hal tersebut membuat orang sulit bergerak dan tidak merasakan apa-apa pada bagian kaki. Orang-orang hamil lebih rentan terhadap masalah seperti ini.

Gejala

Gejala edema bergantung pada bagian tubuh mana yang terkena dan jumlah akumulasi cairan yang tertahan di jaringan. Namun, orang-orang yang terkena edema akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Bengkak pada jaringan di bawah kulit.
  • Kulit yang meregang pada bagian yang terkena edema.
  • Cekungan pada kulit (pitting edema) yang terjadi karena kulit manusia mengalami edema yang ditekan selama beberapa detik.
  • Infeksi.
  • Gatal.
  • Bekas luka pada jaringan.
  • Perut membesar.
  • Rasa nyeri yang membatasi ruang gerak lengan.
  • Kaki terasa berat.

Orang-orang yang mengalami edema berat juga akan mengalami gejala yang membahayakan seperti sesak nafas dan nyeri dada.

Penyebab

Edema terjadi akibat cairan yang ada di dalam pembuluh darah keluar dari jaringan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung garam secara berlebihan.
  • Duduk atau berada di satu posisi yang cukup lama.
  • Gejala premenstruasi.
  • Sengatan lebah.
  • Kehamilan.
  • Infeksi kulit.
  • Efek samping obat-obatan seperti obat antinyeri atau obat yang mengandung steroid.

Pada kondisi tertentu, edema juga terjadi karena manusia mengalami penyakit yang serius seperti:

  • Reaksi alergi.
  • Sirosis hati.
  • Gagal jantung.
  • Trauma kepala.
  • Kerusakan pada ginjal.
  • Gangguan atau pembuluh darah vena yang lemah.
  • Gangguan pada sistem pembuluh darah limfatik.
  • Defisiensi atau kekurangan protein yang parah.

Diagnosis

Jika Anda mengalami edema, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik.

Jika perlu, pemeriksaan lain seperti rontgen dada, USG (ultrasonografi), MRI (magnetic resonance imaging), pemeriksaan darah, dan pemeriksaan air seni dapat dilakukan. Kegunaannya untuk menentukan penyebab pasti yang membuat manusia terkena edema.

Pengobatan

Pada dasarnya, edema perlu diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika manusia terkena edema akibat reaksi alergi, maka pengobatannya adalah obat antialergi. Jika manusia mengalami edema yang bersifat ringan, maka tidak perlu menggunakan obat, karena dapat hilang sendiri.

Jika kondisinya berat, obat yang dapat digunakan adalah obat diuretik. Obat tersebut dapat mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh. Jika manusia terkena edema akibat penggunaan obat, dokter akan menggantikannya dengan obat yang tidak menyebabkan edema.

Pencegahan

Selain menggunakan obat, edema dapat diatasi dengan cara-cara berikut:

  • Menggerakan otot di bagian yang terkena edema supaya membantu memompa kelebihan cairan kembali ke jantung.
  • Meninggikan bagian tubuh yang terkena edema. Posisinya harus lebih tinggi dari jantung selama beberapa kali dalam sehari.
  • Pemijatan dan kompresi dengan menggunakan alat untuk menggerakan cairan akibat edema.
  • Memakai stoking kompresi atau sarung tangan ketika edema mereda untuk mencegah pembengkakan lebih lanjut.

Perlukan Mengonsumsi Sildenafil Walau Tidak Impoten?

Sebuah media online di Inggris memberitakan tentang fenomena kecanduan obat sildenafil. Obat ini lebih dikenal dengan nama Viagra atau Cialis, berdasarkan merek dagang jenis obat itu sendiri. Di dalam berita tersebut, disebutkan bahwa ternyata pengguna obat sildenafil bukanlah kelompok pria yang memiliki permasalahan ereksi atau impoten. Nyatanya, pengguna obat tersebut didominasi oleh kelompok pria usia muda dengan kondisi kesehatan yang baik.

Salah satu di antaranya adalah Daniel, berusia 30 tahunan yang telah menggunakan obat Viagra sejak ia menginjak 20 tahun. Pengalaman pertama ia menggunakan obat tersebut, ketika sedang berakhir pekan bersama teman-temannya di Amsterdam dan ia bertemu dengan seorang gadis.

Pertemuan tersebut berakhir dengan berhubungan intim. Ketika akan berhubungan, Daniel diberikan temannya obat Viagra, walaupun pada saat itu ia tidak memiliki disfungsi ereksi sama sekali. Daniel berpendapat bahwa dengan menggunakan sildenafil, ia mendapatkan stamina ekstra dan merasa lebih kuat, sehingga ia secara terus menerus menggunakan obat tersebut tiap kali akan berhubungan intim.

Di usia 30-an, Daniel tetap memiliki kondisi fisik yang prima dan tidak mengalami permasalahan ereksi. Namun, ia tidak dapat lepas dari kecanduan obat Viagra. Ia khawatir, jika tidak menggunakan obat tersebut saat berhubungan intim, ia tidak dapat tampil sehebat ketika menggunakan obat itu.

Reymond Francis, seorang konselor psikoseksual yang memiliki praktik di Harley Street, London, mengatakan bahwa setidaknya terdapat 15 orang klien dalam sebulan dengan masalah kecanduan sildenafil. Usia rata-rata klien Reymond Francis berkisar 32 tahun.

Ia mengatakan bahwa, kliennya tidak memiliki masalah ereksi, namun ketergantungan obat sildenafil. Hal tersebut didasarkan pada ekspektasi yang terlalu tinggi pada diri sendiri dan adanya keyakinan bahwa tampil hebat di ranjang adalah suatu kewajiban untuk memuaskan pasangannya. Ia menambahkan, bahwa ekspektasi dan anggapan tersebut berasal dari kebiasaan menonton pornografi sejak usia muda.

Sebagai orak praktisi, Reymond Francis tentu paham bahwa terdapat efek samping dari penggunaan sildenafil yang berlebih. Ada pun efek samping yang telah diketahui, yaitu pusing, sakit kepala, ruam kulit, vertigo, keluhan saluran cerna seperti diare atau muntah, kesulitan bernapas, dan nyeri punggung.

Jika memang seseorang membutuhkan obat sildenafil, penggunaan obat tersebut juga harus disertai resep dokter. Dengan begitu, komplikasi yang mungkin terjadi dapat terhindar.

Cara Efektif Atasi Kesemutan Parestesia yang Terus Menyerang

Jika Anda pernah mengalami rasa seperti digelitik, ditusuk-tusuk jarum, kebas atau mati rasa yang umumnya terjadi di bagian tangan dan kaki, kondisi tersebut dalam dunia medis disebut dengan parestesia. Kondisi ini disebabkan oleh adanya tekanan pada saraf-saraf tertentu, seperti ketika Anda menghabiskan waktu terlalu lama duduk dalam posisi kaki ditekuk. Selain karena adanya tekanan, parestesia dapat disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, dan juga dapat menjadi efek samping kurangnya asupan vitamin B dalam tubuh.

Pada dasarnya, kondisi parestesia tidaklah berbahaya dan dapat hilang secara perlahan setelah Anda mengubah posisi duduk. Namun, dalam kasus tertentu, parestesia dapat patut untuk diwaspadai. Pasalnya, ia dapat menjadi gejala dari kerusakan saraf yang merupakan komplikasi dari penyakit tertentu, seperti diabetes, stroke, multiple sclerosis, dan carpal tunnel syndrome.

Cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini dapat dimulai dengan berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Anda dapat melakukan konsultasi jika parestesia tidak juga hilang dalam beberapa hari. Ada pun gejala yang perlu diperhatikan:

  • mengalami kesemutan, kebas, dan juga rasa sakit
  • anggota badan yang mengalami kondisi tersebut akan terasa dingin saat disentuh dan sulit untuk digerakkan
  • anggota badan yang terserang kesemutan akan terasa lemah
  • tidak mampu untuk mengontrol gerakan anggota badan.

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan beberapa tes pemeriksaan fisik, seperti:

  • studi konduksi saraf yang bertujuan untuk mengetahui kecepatan respon saraf terhadap rangsangan
  • Elektromiografi (EMG) yaitu prosedur merekam aktivitas listrik untuk melihat jalannya interaksi otot dengan saraf
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang bertujuan untuk melihat struktur organ dalam tubuh
  • Ultrasound yaitu prosedur yang memiliki tujuan untuk melihat gambaran organ tubuh, khususnya pada area tubuh yang mengalami kondisi parestesia.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi parestesia yang tak kunjung hilang, yaitu:

  • melindungi anggota tubuh yang terkena parestesia agar tidak cedera atau terluka. Bagi pasien diabetes yang mengalami parestesia hingga jari dan telapak terasa mati rasa, dapat menggunakan alas kaki atau sepatu yang nyaman, sehingga tidak menimbulkan lecet atau luka. Jika terdapat luka pada kaki dan pasien tidak menyadarinya, khawatir memicu kondisi ulkus diabetik yang hanya dapat diatasi dengan prosedur medis.
  • Melakukan fisioterapi jika disarankan oleh dokter, terutama bagi pasien carpal tunnel syndrome dan stroke. Fisioterapi ini tidak hanya untuk meredakan parestesia, namun juga memulihkan kekuatan dan kemampuan gerak anggota tubuh.
  • Mengontrol asupan makanan dan kadar gula darah.
  • Menerapkan pola hidup sehat dengan asupan gizi yang seimbang.

Menilik Peluang Obat Sakit Kepala Sebelah Secara Modern dan Tradisional

Apakah Anda pernah mengalami sakit kepala sebelah? Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan salah satu jenis sakit kepala yang umumnya diderita oleh banyak orang. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit dan berdenyut hanya pada salah satu bagian kepala. Tidak jarang, seseorang juga akan mengalami mual, muntah, hingga gangguan penglihatan secara bersamaan.

Cara umum untuk mengatasi sakit kepala sebelah adalah dengan mengonsumsi obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas. Walaupun begitu, obat ini tidak secara langsung menghilangkan rasa sakit, namun berperan untuk meredakannya saja.

Sebagai informasi, serangan migrain ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu migrain dengan aura, tanpa aura, dan aura migrain tanpa sakit kepala. Migrain yang datang dengan aura akan menimbulkan rasa sakit berdenyut. Penderita migrain jenis ini akan melihat semacam kilatan cahaya atau garis zig-zag. Sementara itu, migrain tanpa aura adalah kondisi migrain yang dapat secara tiba-tiba menyerang seseorang. Aura migrain tanpa sakit kepala adalah suatu kondisi, di mana penderitanya seperti melihat cahaya, namun ia tidak merasa sakit kepala sebelah.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang jelas mengenai penyebab migrain. Namun, terdapat dugaan bahwa migrain muncul akibat dari perubahan kimia pada bagian saraf dan pembuluh darah di otak. Perubahan kimia ini dapat dipicu oleh perubahan hormon, seperti ketika akan datang bulan, dalam kondisi stres atau kelelahan, atau setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Penyebab lain migrain yang diketahui antara lain, terlalu lama melihat cahaya yang terlalu terang pada layar berkedip, seperti komputer atau televisi.

Banyak orang yang mengandalkan obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa obat yang sering digunakan, antara lain obat jenis analgesik, yaitu acetaminophen atau antiinflamasi, seperti ibuprofen, aspirin, dan antalgin.

Selain itu, gejala migrain juga dapat diatasi dengan obat untuk tekanan darah, beberapa obat jenis antidepresan, dan antikejang.

Pengobatan alternatif, seperti akupuntur yang menekan titik tertentu pada tubuh, juga tidak kalah populer. Anda juga dapat melakukan pemijatan secara mandiri untuk mengatasi sakit kepala sebelah dan mual dengan menekan titik PC6 yang terletak berjarak tiga jari dari pergelangan tangan pada lengan bawah bagian dalam. Terdapat juga titik LI-4 yang berada di pinggir telapak tangan di antara jempol kiri dan jari telunjuk yang dapat Anda pijat secara perlahan untuk mengurangi rasa sakit kepala sebelah. Lakukan pemijatan tersebut secara perlahan selama lima menit.

Beragam Pilihan Obat Panu yang Bisa Anda Coba Sendiri

Obat panu menjadi solusi untuk mengatasi panu di kulit. Namun terkadang menemukan obat panu yang tepat tidak semua kelihatannya. Panu bisa muncul karena adanya infeksi jamur Malassezia, yang biasanya tumbuh di permukaan kulit. Ketika jamur tumbuh berlebihan, maka hal ini dapat menyebabkan adanya perubahan pada warna kulit. Lalu, obat panu apa yang terbaik? Apa bisa disembuhkan sendiri atau perlu bantuan dokter? Keduanya sama baiknya, namun Anda perlu sesuaikan dengan kondisi panu yang diderita.

Cara menghilangkan panu dengan efektif

Jika panu yang diderita tidak terlalu parah, maka Anda bisa mengatasinya sendiri tanpa bantuan dari dokter. Berikut cara yang perlu dilakukan:

  • Sampo antiketombe

Ternyata, sampo antiketombe bisa menjadi alternatif obat panu karena pada sampo ini terkandung zinc pyrithione, asam salisilat, dan selenium sulfide. Harga sampo antiketombe juga cukup terjangkau dan mudah ditemukan. Meskipun demikian, ada risikonya juga yang perlu Anda perhatikan. Jika tidak cocok, justru bisa membuat kulit menjadi iritasi.

Cara mengaplikasikannya cukup oleskan di area yang terdapat panu. Diamkan selama kurang lebih 5 menit dan bilas dengan air. Coba lakukan cara ini selama 2 minggu. Namun, jika terjadi reaksi iritasi, sebaiknya hentikan penggunaanya.

  • Obat oles

Ada banyak obat panu oles yang dijual bebas dan bisa menjadI salah satu pilihan Anda. Kandungan yang efektif untuk menghilangkan panu adalah clotrimazole, miconazole, dan terbinafine.

Selain mengobati panu sendiri, bisa juga dengan konsultasi dengan dokter. Kelebihannya tentu saja bisa lebih tahu pasti diagnosis dan tidak lagi penasaran dengan apa yang terjadi pada kulit Anda.

Obat panu dari dokter

  • Obat oles resep dokter

Biasanya obat oles resep dokter mengandung bahan aktif ketoconazole dan harus diaplikasikan 1 kali sehari. Proses penyembuhannya pun mulai dari 11 hari hingga 22 hari tergantung kondisi kulit.

  • Obat jamur

Mengingat panu ini disebabkan oleh perkembangan jamur, maka obat antijamur perlu menjadi pilihan Anda. Apalagi jika panu tumbuh dalam jumlah yang banyak. Dokter biasanya akan meresepkan ketoconazole dan fluconazole.

  • Pembersih kulit

Jika Anda tinggal di wilayah yang panas dan kering, dokter biasanya akan meresepkan sabun khusus untuk menghilangkan panu.

Faktor Penyebab Adanya Manusia Raksasa di Dunia

Faktanya ada manusia yang tumbuh dengan ukuran tubuh yang tidak normal, entah itu terlalu kecil atau terlalu besar seperti manusia raksasa. Pertumbuhan abnormal ini biasanya disebabkan oleh tumor kelenjar pituitari yang di dasar otak. Pituitari adalah kelenjar yang bertugas untuk mengatur hormon pertumbuhan.

Saat ada tumor yang bertumbuh, maka hormon pertumbuhannya perlu lebih banyak. Selain tumor kelenjar pituitari, penyebab lain dari gigantisme adalah sindrom McCune-Albright, multiple endocrine neoplasia tipe 1, Carney complex, dan neurofibromatosis.

Gejala manusia raksasa

Semakin awal mendeteksi gejalanya maka akan semakin baik. Sebenarnya, gigantisme dapat terlihat secara fisik maupun tidak kasat mata. Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Puber yang tertunda
  • Menstruasi tidak teratur
  • Gangguan tidur
  • Mudah merasa lelah
  • Berkeringat berlebih
  • Mudah sakit kepala
  • Ukuran kepala dan bibir besar
  • Jari-jari lebih tebal
  • Rahang dan dahi cenderung menonjol
  • Tangan dan kaki besar

Setidaknya ada 1 dari 1000 orang yang dapat mengalami tumor kelenjar pituitari. Biasanya mereka akan mengalami mutasi genetik secara alami. Khusus untuk tumor di pituitari, tentu yang bermasalah adalah tinggi badan karena kelenjar ini mengatur pertumbuhan manusia.

Komplikasi akibat gigantisme

Ada banyak komplikasi yang mungkin bisa terjadi akibat gigantisme, mengingat organ pada tubuh tumbuh dengan ukuran abnormal, sangat mungkin ada masalah lain dalam tubuh. Seperti jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. Hal ini lah yang menyebabkan banyak penderita gigantisme atau manusia raksasa tidak berumur panjang. Mereka mengalami komplikasi seperti masalah ginjal, sulit bernapas, dan lainnya sehingga tidak dapat bertahan.

Mengobati gigantisme biasanya dilakukan dengan operasi kelenjar pituitari. Tindakan medis dengan mengangkat tumor, tekanan pada saraf optik akan berkurang dan kadar hormone pertumbuhan pun tidak akan tumbuh terlalu pesat. Selain dengan operasi, aja juga terapi radiasi untuk menekan pertumbuhan di kelenjar pituitari. Dengan demikian, tumor dapat menyusut dan kadar hormon pertumbuhan akan lebih terkendali.