Author: nadila

Muka Merah dan Panas, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Menjaga kesehatan itu penting supaya terhindar dari risiko seperti muka merah dan panas. Muka merah dan panas bisa terjadi karena masalah medis atau emosi. Muka merah dan panas (karena masalah medis) terjadi karena aliran darah ke wajah meningkat. Hal tersebut dapat melebarkan pembuluh darah. Selain itu, muka merah dan panas juga terjadi karena seseorang mengalami perasaan tertentu (seperti malu) ketika bereaksi dengan orang lain atau sesuatu.

Muka merah dan panas lebih timbul di bagian pipi. Pembuluh darah terletak di dekat kulit sehingga mudah mempengaruhi pipi. Selain menimbulkan kemerahan pada wajah, muka merah dan panas juga dapat menimbulkan panas jika disentuh.

Pada umumnya, muka merah dan panas tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya. Namun, jika pasien mengalami kondisi yang lebih serius atau sering mengalami masalah tersebut pada wajah, pasien sebaiknya temui dokter supaya kondisinya dapat segera ditangani.

Gejala

Selain kemerahan dan panas, berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada penderita jika mereka mengalami muka merah dan panas:

  • Jerawat.
  • Bercak.
  • Gatal.
  • Berkeringat.
  • Merasa gelisah.
  • Perubahan tingkat kesadaran.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Demam.
  • Denyut jantung yang bergerak dengan tidak teratur.
  • Pembengkakan pada wajah atau sekitarnya.
  • Nyeri dada.
  • Masalah pernafasan.

Penyebab

Berikut adalah faktor yang menyebabkan muka seseorang merah dan panas:

  • Reaksi alergi

Alergi dapat menimbulkan kondisi yang berbeda bagi tubuh, termasuk muka merah dan panas. Alergi bisa terjadi karena berbagai sumber, antara lain hewan, makanan, obat, dan zat lain seperti debu dan zat yang digunakan untuk produk kecantikan.

  • Makanan

Manusia yang mengkonsumsi makanan pedas juga dapat menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh, termasuk muka merah dan panas.

  • Cuaca

Cuaca yang terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan muka merah dan panas. Tidak hanya suhu, sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko muka merah dan panas.

  • Kondisi medis

Berikut adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  1. Sakit kepala cluster.
  2. Demam.
  3. Masalah pada kulit seperti rosacea.
  4. Menopause.
  5. Kehamilan.
  6. Masalah seksual.
  7. Mastocytosis.
  8. Serangan jantung.
  9. Demam scarlet.
  10. Hipertiroidisme.
  11. Penggunaan obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  • Niacin.
  • Rifampin.
  • Morfin.
  • Kolinergik.
  • Nitrit.
  • Sildenafil sitrat.
  • Kebiasaan buruk

Selain emosi, penggunaan alkohol juga dapat menimbulkan muka merah dan panas.

Jika Anda Mengalami Masalah pada Kulit

Jika Anda mengalami masalah yang serius pada kulit, Anda bisa bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu sehingga Anda mengalami kondisi tersebut?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti biopsi kulit. Pengobatan dapat dilakukan, namun tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi tersebut dialami pasien. Contoh obat yang dapat digunakan pasien adalah kortikosteroid. Ada berbagai cara alami untuk menjaga kondisi kulit, salah satunya termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat.

Kesimpulan

Muka merah dan panas merupakan kondisi yang tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai, karena ada berbagai faktor yang dapat memicu kondisi tersebut. Gejala yang dialami penderita bisa ringan atau berat. Jika Anda ingin mengatasi masalah pada kulit atau tahu lebih lanjut tentang kulit, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Makin Mudah, Ini Cara Daftar Online di RSUD Kramat Jati

Antrian yang panjang dan lama adalah salah satu masalah dalam pendaftaran rumah sakit. Di saat penularan angka penularan Covid-19 yang belum kunjung mereda, membuat kita harus berhati-hati saat hendak berkunjung ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Selain menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, sebisa mungkin Anda menghindari antrian panjang ketika berobat.

Jika Anda hendak berobat di RSUD Kramat Jati, Anda dapat memanfaatkan layanan registrasi online untuk menghindari antrian. Jadi, selain tak perlu mengantri, waktu yang dihabiskan di luar rumah pun akan lebih efektif.

Pendaftaraan online ini bisa digunakan tak hanya untuk pasien lama yang pernah berobat di RSUD Kramat Jati, tapi juga untuk pasien baru.

Mau tahu bagaimana cara registrasi online di RSUD Kramat Jati? Berikut ini panduannya.  

Cara pendaftaran online untuk pasien lama

Berikut ini cara daftar online untuk Anda yang pernah berobat di RSUD Kramat Jati:

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih menu Daftar Online di pojok kanan atas, kemudian pilih Pendaftaraan (online). 
  • Klik Pasien Lama. 
  • Ketikan 6 digit angka nomor kartu berobat RSUD Kramat Jati.
  • Masukkan tanggal lahir Anda.
  • Tekan tombol “Cari Data Pasien”, jika sesuai akan muncul data Anda pada kolom nama pasien.  
  • Jika Menggunakan BPJS maka masukkan nomor kartu BPJS Anda pada kolom yang tersedia, kemudian klik “Cari Rujukan”. Jika rujukan ditemukan Anda akan langsung ke tahap pemilihan jadwal dokter yang dituju.
  • Jika bukan pasien BPJS, Anda hanya perlu memilih jenis pembayaran.
  • Pilih poli spesialis yang Anda tuju.
  • Pilih waktu berobat sesuai dengan jadwal dokter yang tersedia di RSUD Kramat Jati kemudian klik Daftar.
  • Simpan atau screenshoot bukti registrasi. Tunjukkan bukti registrasi ini saat tiba waktu berkunjung. 

Cara pendaftaran online untuk pasien baru

Tak hanya pasien lama, fasilitas daftar online ini juga bisa digunakan untuk Anda pasien baru. 

Adapun cara registrasi online untuk pasien baru adalah sebagai berikut”

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih menu Daftar Online di pojok kanan atas, kemudian pilih Pendaftaraan (online). 
  • Klik Pasien Baru. 
  • Pilih jenis identitas; Nomor BPJS untuk Anda peserta BPJS Kesehatan, atau masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk peserta non BPJS. 
  • Isikan nomor identitas Anda.
  • Klik Cari Data. 
  • Saat data Anda ditemukan akan muncul form pengisian identitas. Isi data dengan benar. 
  • Baca syarat dan ketentuan, kemudian isikan nama yang diberi izin pada kolom “Persetujuan pelepasan informasi”
  • Isikan Nama yang diberi izin pada kolom “Privasi”
  • Klik Setuju jika data sudah benar lalu pilih “Simpan”
  • Jika Menggunakan BPJS maka masukkan nomor kartu BPJS Anda pada kolom yang tersedia, kemudian klik “Cari Rujukan”. Jika rujukan ditemukan Anda akan langsung ke tahap pemilihan jadwal dokter yang dituju.
  • Jika bukan pasien BPJS, Anda hanya perlu memilih jenis pembayaran.
  • Pilih poli spesialis yang Anda tuju.
  • Pilih waktu berobat sesuai dengan jadwal dokter yang tersedia di RSUD Kramat Jati kemudian klik Daftar.
  • Simpan atau screenshoot bukti registrasi. Tunjukkan bukti registrasi ini saat tiba waktu berkunjung. 

Cara cetak ulang bukti registrasi

Bukti registrasi online diperlukan saat Anda akan berobat langsung di RSUD Kramat Jati. Sebaiknya, bukti ini dicetak saat mendekati hari berobat.

Adapun caranya yaitu sebagai berikut:

  • Masukkan nomor kartu berobat Anda.
  • Pilih/ketik tanggal lahir Anda. 
  • Tekan tombol “Cari Data Registrasi, saat data Anda ditemukan akan muncul list registrasi online Anda.
  • Pilih tanda print pada data registrasi yang Anda ingin cetak ulang

Cara cek ketersediaan kamar di RSUD Kramat Jati

Selain mendaftar online, Anda juga melihat ketersediaan kamar secara online melalui situs RSUD Kramat Jati. Ini digunakan untuk memudahkan Anda saat hendak rawat inap. 

Berikut cara mengetahui ketersediaan kamar di RSUD Kramat Jati:

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih laman Informasi kemudian klik Ketersediaan Bed. 
  • Lalu akan muncul informasi ketersediaan bed yang diupdate oleh pihak rumah sakit setiap harinya. 

Itulah informasi seputar RSUD Kramat Jati. Bagi Anda yang membutuhkan alamat dan kontak RSUD Kramat Jati, berikut ini informasinya:

  • Alamat: Jalan Raya Inpres No. 48, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
  • Email: [email protected]  
  • Telepon: (021) 87791352, (021) 87793604

Semoga bermanfaat!

Apakah Mie Shirataki Bisa Digunakan untuk Diet?

Mie Shirataki

Berbagai jenis mie dijual di pasaran, namun sudahkah pernah mendengar atau mengetahui mie shirataki? salah satu jenis mie yang khas dengan warna putih agak bening. Mie ini diklaim bisa membantu dan mendukung program diet penurunan berat badan, dan karena klaim tersebut banyak orang yang penasaran mencari tahu kebenarannya.

Mie jenis ini terbuat dari akar tanaman konjac atau konyaku yang umumnya tumbuh di Jepang, China dan beberapa negara di Asia Tenggara. Selain diolah menjadi mi, akar tanaman ini juga kerap dibuat menjadi tahu, makanan ringan, makanan pengganti nasi hingga obat-obatan tradisional. Lantas bagaimana kebenaran mengenai fungsinya sebagai berat badan.

Fakta Mie Shirataki

Sempat menyerupai bihun, warna mie ini cenderung putih bening dengan tekstur yang kenyal saat sudah direbus. Mie jenis ini kerap disebut dengan mie ajaib karena dipercaya dapat menurunkan berat badan dan menyehatkan tubuh. Fakta mengenai mie ini yakni dapat digunakan untuk menurunkan berat badan alias untuk diet.

Hal ini karena akar tanaman konjac kaya akan kandungan glukomanan, yang merupakan serat makanan alamie yang dapat menyerap air dalam jumlah besar. Dalam sebuah penelitian, konsumsi glukomanan selama 4 sampai 8 minggu telah terbukti dapat menurunkan sekitar 1,5 -2,5 kg berat badan.

Meski demikian, dalam penelitian ini responden tidak mengonsumsi glukosamin dalam bentuk mie ini, melainkan suplemen. Mie ini hanya terdiri dari 97 persen air dan tiga persen sehingga membuat mie ini sangat rendah kalori. Glukomanan dapat menghambat proses pencemaran makanan di dalam tubuh, sehingga perut akan terasa kenyang lebih lama.

Glukomanan juga dapat menurunkan kadar hormon ghrelin, hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal lapar ke otak. Sehingga nafsu makan bisa berkurang, tak heran bila mie ini dijuluki mie ajaib bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. 

Manfaat Lain

Di samping membantu menurunkan berat badan, mie jenis ini juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Selain itu terdapat beberapa manfaat lain ketika mengonsumsi mie ini tentunya secara aturan yang tepat dan rutin, berikut manfaat lain tersebut.

  1. Kadar Gula Darah

Mengandung sedikit karbohidrat sederhana yang sering kali menjadi pantangan bagi penderita diabetes, glukoman dalam mie ini akan memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat dari makanan lain, sehingga mencegah kenaikan kadar darah.

  1. Kadar Kolesterol

Glukoman meningkatkan pembuangan kolesterol lewat tinja, sehingga kolesterol yang diserap kembali ke aliran darah menjadi lebih sedikit. Beberapa penelitan menyatakan bahwa glukomanan mampu menurunkan kadar kolesterol LDL sebanyak 16 mg/dL dan trigliserida sebanyak 11 mg/dL.

  1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Massalah pencernaan tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, untuk mengatasi kondisi ini mie shirataki bisa dimanfaatkan. Glukomanan pada mie ini dapat bertindak sebagai prebiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, menjaga keseimbangan bakteri baik, usus akan senantiasa terhindar dari berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit.

Bagi yang sedang berjuang menurunkan berat badan dan memiliki berat badan ideal, seseorang bisa rutin mengonsumsi mie ini. Selain dalam bentuk mie, shirataki juga bisa ditemukan dalam bentuk nasi. Di samping itu, seseorang juga tetap membutuhkan konsumsi makanan bergizi lainnya, terutama sumber protein.

Selain itu juga harus rutin melakukan olahraga, perbanyak minum air putih, beristirahat dengan cukup serta membatasi konsumsi makanan cepat saji dan berhenti minuman beralkohol. Sehingga khasiat mie ini dalam menurunkan berat badan bisa didapat secara maksimal.

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi gula adalah hal yang dilarang. Meskipun tidak dilarang sepenuhnya, namun penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka jika tidak ingin kadar gula dalam darah meningkat. 

Oleh karena itu, kini banyak sekali pilihan pemanis untuk penderita diabetes yang dibuat lebih aman untuk mereka. Mau tahu apa saja macamnya? Ikuti terus artikel berikut untuk mengetahui apa saja gula pengganti untuk para penderita diabetes.

Haruskan penderita diabetes menggunakan pemanis buatan?

Dengan jumlah gula rendah atau tanpa kalori, pemanis buatan mungkin tampak seperti suguhan bagi penderita diabetes. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanis buatan sebenarnya mungkin berlawanan dengan intuisi, terutama jika Anda ingin mengelola atau mencegah diabetes. 

Padahal, peningkatan konsumsi gula pengganti tersebut dapat berkorelasi dengan kasus obesitas dan diabetes. Kabar baiknya, ada alternatif gula yang bisa Anda pilih, di antaranya:

  • Produk stevia atau stevia, seperti Truvia
  • Tagatose
  • Ekstrak buah biksu
  • Gula aren
  • Gula kurma
  • Alkohol gula, seperti erythritol atau xylitol

Pilihan gula alami untuk diabetes tipe 2

Berikut beberapa beberapa pemanis untuk penderita diabetes dan pengaruhnya. 

  1. Fruktosa

Lebih dikenal dengan gula yang didapatkan dari buah-buahan. Banyak yang telah mendengar bahwa makan fruktosa dari buah lebih baik untuk penderita diabetes daripada gula meja biasa. Buah-buahan adalah pilihan yang lebih baik daripada makanan penutup. Tapi kita tetap perlu memperhatikan pilihan kita untuk menerima manfaat terbaik tanpa lonjakan gula darah. 

Memilih buah yang tinggi serat akan selalu lebih baik untuk kadar gula darah. Dengan cara ini pelepasan glukosa ke dalam darah akan lebih lambat, membantu menghindari peningkatan tajam gula darah. Beberapa contoh buah yang kaya serat adalah blueberry, alpukat, stroberi, dan semangka. 

  1. Agave

Berasal dari tumbuhan, pemanis ini berasal dari tanaman yang sama yang digunakan untuk membuat tequila dan di tanam di Meksiko. Yang paling sering dipuji karena indeks glikemiknya yang rendah. Indeks glikemik adalah cara kita mengukur seberapa cepat glukosa dalam makanan dicerna dan memasuki aliran darah. 

Yang terpenting, American Diabetes Association mencantumkan agave sebagai pemanis untuk membatasi, bersama dengan gula meja biasa, gula merah, madu, sirup maple, dan semua gula lainnya. Jadi, lebih baik memilih makanan yang dimaniskan secara alami yang memiliki beberapa manfaat nutrisi, seperti buah atau bahkan sedikit madu yang lebih kaya antioksidan daripada gula. 

  1. Stevia

Stevia adalah pemanis rendah kalori yang memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes. Ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Tidak seperti pemanis buatan dan gula, stevia dapat menekan glukosa plasma Anda dan secara signifikan meningkatkan toleransi glukosa. Ini juga bukan pemanis buatan, secara teknis. Stevia juga memiliki kemampuan untuk:

  • Meningkatkan produksi insulin  
  • Meningkatkan efek insulin pada membran sel
  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Melawan mekanisme diabetes tipe 2 dan komplikasinya
  1. Tagatose

Tagatose adalah gula alami lainnya yang sedang dipelajari para peneliti. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa tagatose:

  • Mungkin merupakan obat antidiabetes dan antiobesitas yang potensial
  • Dapat menurunkan gula darah dan respon insulin Anda
  • Mengganggu penyerapan karbohidrat

Namun, tagatose membutuhkan lebih banyak studi untuk jawaban yang lebih pasti. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mencoba pemanis yang lebih baru seperti tagatose. 

Jadi, menurut American Heart Association merekomendasikan pemanis untuk penderita diabetes dibatasi tidak lebih dari 6 sendok teh untuk wanita dan rata-rata 9 sendok  teh untuk pria per hari. Itu termasuk semua sumber, seperti agave, gula, sirup jagung fruktosa tinggi, dan lainnya. 

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.

Waspadai Gejala Nodul Tiroid, Munculnya Benjolan pada Kelenjar Tiroid

Setiap orang memiliki kelenjar tiroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh serta denyut jantung. Ketika muncul benjolan pada kelenjar ini, maka Anda kemungkinan besar mengalami nodul tiroid.

Nodul tiroid terjadi ketika ada benjolan padat atau benjolan berisi cairan di kelenjar tiroid. Kemunculan benjolan ini bisa terjadi akibat pertumbuhan sel-sel tiroid yang tidak terkendali.

Tanda-tanda gejala nodul tiroid

Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak menimbulkan gejala khusus. Gejala biasanya baru dirasakan ketika kondisi penderita sudah cukup parah. Jika benjolan sudah sangat besar, maka Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Suara parau
  • Nyeri di pangkal leher
  • Gondok atau kelenjar tiroid yang membesar

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menghasilkan tiroksin tambahan. Tiroksin merupakan hormon yang diproduksi dalam kelenjar tiroid. Saat kelenjar tiroid memproduksi tiroksin secara berlebihan, Anda akan mengalami hipertiroidisme. 

Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda akan mengalami gejala hipertiroidisme. Gejala umumnya berupa:

  • Penurunan berat badan drastis
  • Peningkatan produksi keringat
  • Gugup dan gemetar
  • Detak jantung yang sangat cepat atau tidak teratur

Faktor penyebab nodul tiroid

Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali. Tidak diketahui dengan pasti apa yang bisa menyebabkan hal ini. Akan tetapi, diduga ada pengaruh faktor genetik yang kuat dalam menyebabkan kondisi ini.

Ada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, ketika nodul tiroid diasosiasikan dengan beberapa penyakit tertentu. Berikut ini penyakit-penyakit yang diduga turut berkontribusi dalam menyebabkan pertumbuhan sel tiroid tak terkendali:

  • Kekurangan yodium

Tubuh Anda mendapatkan asupan yodium dari makanan. Saat tubuh mengalami kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan memproduksi sel tiroid tanpa bisa dikendalikan.

Biasanya, kekurangan yodium bisa terjadi ketika Anda terbiasa makan tanpa menggunakan garam. 

  • Penyakit tiroid Hashimoto

Penyakit ini merupakan kelainan pada kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan peradangan. Saat kelenjar tiroid meradang, pertumbuhan benjolan di kelenjar tiroid akan semakin besar.

Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan hipotiroidisme, yaitu saat kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. 

  • Kista tiroid

Kista merupakan pertumbuhan rongga yang berisi cairan. Kista ini paling sering disebabkan oleh adenoma tiroid yang merosot.

Umumnya, kista tidak bersifat kanker. Tetapi ada juga kandungan komponen dalam kista yang bisa memicu kanker. Hal ini juga bisa menyebabkan Anda terkena nodul tiroid. 

  • Gondok multinodular

Gondok seringkali dijadikan istilah untuk menggambarkan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam kasus gondok multinodular, terdapat beberapa nodul berbeda di dalam gondok yang tidak diketahui apa penyebabnya.

Komplikasi nodul tiroid

Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, kondisi ini juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas dan mengunyah

Anda akan merasa sulit bernapas dan mengunyah karena benjolan menghambat saluran tenggorokan Anda. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi tiroid dalam jumlah terlalu banyak. Kondisi ini bisa menyebabkan pelemahan tulang serta detak jantung.

  • Risiko operasi 

Dalam kasus parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi. Operasi selalu menimbulkan risiko dan efek samping. Anda mungkin harus menjalani terapi perawatan seumur hidup.

Ketika merasakan gejala nodul tiroid, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini penting supaya Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi.

Kanker Payudara Bisa Terjadi Pada Pria, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Pada perempuan Indonesia, jenis kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker payudara dan kanker serviks. 

Dilihat dari forum kanker di SehatQ, hampir semua pertanyaan terkait dengan kanker payudara. Meski identik pada wanita, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Sekitar 1 dari setiap 100 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker payudara. 

Wanita di atas 50 tahun berisiko terkena kanker payudara

Mengapa pria bisa terkena kanker payudara?

Baik pria maupun wanita memiliki jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar getah bening, jaringan lemak, kelenjar penghasil susu (lobulus), dan saluran yang membawa susu ke puting susu. 

Selama pubertas, wanita mengembangkan lebih banyak jaringan payudara. Karena itulah mereka lebih rentan terkena kanker payudara. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan pria mengembangkan kanker payudara. Hanya saja kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara membelah lebih cepat dari sel yang sehat. Sel membentuk tumor yang dapat menyebar ke jaringan terdekat, seperti kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. 

Jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria sama seperti pada wanita, yaitu:

  • Karsinoma duktal: Hampir semua kasus kanker payudara pria adalah karsinoma duktal. Sel kanker mulai berkembang di saluran susu lalu menyebar ke area lainnya.
  • Karsinoma lobular: Sel kanker dimuliad di kelenjar penghasil susu. Ini merupakan jenis kanker payudara yang jarang terjadi pada pria.
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS): Kanker dipicu oleh penyakit payudara, seperti penyakit Paget pada puting.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang membuat seorang pria lebih rentan terkena kanker payudara:

  • Riwayat keluarga

Sekitar 1 dari 5 pria pengidap kanker payudara memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

  • Mutasi genetik

Mutasi pada gen tertentu, seperti seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara. Ini menjelaskan kenapa pria dengan anggota keluarga terkena kanker payudara berisiko terkena lebih tinggi.  

  • Usia

Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar didiagnosis pada usia 50 hingga 60 tahun.

  • Menjalani pengobatan atau terapi

Pria yang menjalani terapi radiasi pada dada atau perawatan obat yang mengandung hormon estrogen (untuk mengobati kanker prostat) memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Faktor gaya hidup

Minum 2 atau lebih minuman beralkohol per hari bisa membuat seseorang berpeluang lebih tinggi mengidap kanker payudara. Namun faktor ini harus diteliti lebih lanjut pada pria. 

Kurang olahraga juga dan mengalami kegemukan juga meningkatkan risiko pria terkena penyakit tersebut.

  • Kondisi medis

Sindrom Klinefelter adalah kondisi dimana anak laki-laki memiliki lebih dari satu salinan kromosom X. 

Sindrom Klinefelter menyebabkan testis berkembang secara abnormal, dan meningkatkan produksi hormon wanita (estrogen). Akibatnya mereka lebih rentan terkena kanker payudara.

Penyakit sirosis hati juga dapat menurunkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Tanda kanker payudara pada pria

Terkadang pria yang didiagnosis kanker payudara tidak mengalami gejala khusus. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Terdapat benjolan, bengkak, atau penebalan di jaringan payudara yang tidak terasa menyakitkan. Karena pria memiliki lebih sedikit jaringan payudara, benjolan akan lebih mudah terasa
  • Perubahan pada kulit di sekitar payudara, seperti kulit berkerut atau lesung pipit pada kulit payudara
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, atau puting yang seperti berputar ke dalam
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Nyeri di area puting

Seringkali, gejala di atas juga bukan mengindikasikan kanker payudara tapi menunjukkan kondisi medis lain yang bukan kanker. Jika Anda ragu, Anda bisa bertanya secara anonim di forum kanker SehatQ.

Catatan

Tanyakan masalah kesehatan terkait kanker di forum kanker SehatQ yang memungkinkan Anda berdiskusi terkait hal tersebut dengan dokter berpengalaman. Anda juga bisa chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tuberous Sclerosis, Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Seluruh Bagian Tubuh

Tuberous sclerosis adalah penyakit langka yang menyebabkan tumor, atau pertumbuhan di otak dan organ lainnya. Pertumbuhan ini bisa terjadi pada kulit, ginjal, mata, jantung, ataupun paru-paru penderita. 

Namun, Anda tak perlu khawatir, tuberous sclerosis termasuk dalam tumor yang sangat jinak (non-kanker). Tapi apakah penyakit ini dapat diobati atau dihindari? Nah, berikut penjelasannya!

Bagaimana tuberous sclerosis ini muncul?

Tanda pertama tuberous sclerosis dapat terjadi saat seseorang baru lahir. Orang lain mengalami gejala hal ini seiring berjalannya waktu. Beberapa tanda pertama adalah kejang dan bintik-bintik pada kulit. Beberapa penderita mungkin akan mengalami masalah belajar atau kejang yang sulit dikendalikan.

Tuberous sclerosis mempengaruhi setiap  1 dari 6.000 bayi yang baru lahir. gangguan ini terjadi baik pada anak laki-laki ataupun perempuan dan pada orang-orang dari semua rasa tau kelompok tertentu. Jadi, semua orang berpotensi terkena tuberous sclerosis. 

Gejala tuberous sclerosis

Dokter mungkin akan mencurigai tuberous sclerosis jika bayi Anda memiliki kondisi yang disebut jantung rhabdomyomas (tumor jantung yang jinak) saat lahir. Tanda lain pada bayi adalah mengalami kejang, terutama sejenis kejang-kejang disebut kejang infantile. 

Beberapa tanda tuberous sclerosis dapat muncul di kemudian hari di masa kanak-kanak atau bahkan hingga dewasa. Gejalanya termasuk:

  • Bintik putih pada kulit (disebut makula hipopigmentasi) yang bersinar di bawah lampu khusus 
  • Sebuah ruam di wajah (disebut angiofibroma wajah) yang mungkin terlihat seperti jerawat
  • Masalah dengan ginjal (terkait dengan pertumbuhan di ginjal)
  • Area kulit sangat tebal, seringkali terdapat dibagian punggung
  • Tumbuh di bawah atau di sekitar kuku
  • Gigi berlubang
  • Batuk atau sesak napas
  • Cacat mental
  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan spektrum autism

Namun, gejala ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala ringan. Mereka memiliki kecerdasan normal dan tidak mengalami kejang. Orang lainnya mungkin memiliki cacat intelektual dan kejang yang sulit dikendalikan. 

Apa penyebab tuberous sclerosis?

Tuberous sclerosis adalah a genetik kondisi. Perubahan (atau mutasi) baik di TSC1 atau TSC2 gen menyebabkan penyakit. Karena sifat genetik, dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, atau diwariskan ketika mereka lahir. 

jika salah satu orang tua menderita tuberous sclerosis, setiap anak yang lahir dari orang tua tersebut memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi penyakit tersebut. Tetapi pada kebanyakan kasus penyakit, tidak ada riwayat keluarga, maka kemungkinan dari mutasi yang menyebabkannya. 

Lalu, dapatkan tuberous sclerosis dicegah atau dihindari?

Hingga saat ini tidak ad acara yang diketahui untuk mencegah atau menghindari tuberous sclerosis. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter keluarga. Ia dapat merujuk ke konselor genetik atau ahli genetika medis, untuk membantu Anda dan pasangan memutuskan apa yang harus dilakukan. 

Pengobatan tuberous sclerosis

Pada dasarnya tidak ada obat tuberous sclerosis. Tetapi dokter Anda dapat mengobati banyak gejala yang dialami oleh penderita. Meliputi:

  • Obat yang dapat membantu mengontrol beberapa kejang. Beberapa anak mungkin memerlukan pembedahan pada otak mereka untuk membantu mengatasi kejang. 
  • Pertumbuhan kecil di wajah dapat dihilangkan dengan perawatan laser, meskipun cenderung akan muncul kembali.
  • Tumor otak bisa diobati dengan obat.
  • Tumor ginjal sering diobati dengan pembedahan.
  • Jika anak Anda memiliki masalah perkembangan, terapi bisa membantu Anda dan anak. Jika mereka terus memiliki kecacatan intelektual, mereka mungkin memerlukan pendidikan khusus.  

Tuberous sclerosis adalah kondisi penyakit seumur hidup. Banyak orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan secara normal. Gejala mereka ringan dan atau bisa diobati oleh dokter mereka. Namun, jika gejala lebih parah, penyakit ini dapat berdampak lebih besar pada penderitanya. 

Siapapun yang menderita tuberous sclerosis berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tumor otak atau ginjal lesi. Itulah mengapa penting untuk menemui dokter Anda secara teratur. Ia dapat membantu memantau gejala Anda dan mendeteksi komplikasi sejak dini.

Lebih Efektif, CDC Anjurkan Pemakaian Masker Dobel

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) kini resmi merekomendasikan penggunaan masker dobel atau dua masker sekaligus. Sejak pandemi COVID-19, masker menjadi barang wajib yang harus selalu digunakan untuk menghindari penularan virus. Awalnya, masker yang dianjurkan hanya satu buah saja, baik masker bedah, masker KN95, atau masker kain dengan bahan yang ditentukan. Namun, untuk meningkatkan perlindungan diri yang lebih efektif, masyarakat dihimbau untuk memakai masker dobel, yaitu masker medis sekali pakai yang dilapisi masker kain.

Benarkah Masker Dobel Lebih Efektif?

Hasil penelitian oleh CDC menyebutkan bahwa menggunakan masker dobel dapat mengurangi penularan partikel pembawa virus secara signifikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan masker medis, masker kain, serta pengaruh jika masker tersebut diikat dan tidak. Hasil dari percobaan pertama yang hanya menggunakan masker medis tidak diikat bisa mencegah 56,1% partikel dan masker kain mencegah 51,4% partikel. Kemudian, dilakukan kombinasi masker dobel, yaitu masker kain melapisi masker medis bisa mencegah hingga 85,4% partikel.

Percobaan kedua dilakukan dengan penggunaan masker medis yang talinya diikat bisa mencegah 77,0% partikel. Kemudian percobaan dilakukan dengan dua orang. Satu orang tidak memakai masker, dan satu orang lagi menggunakan masker dobel antara masker medis dengan masker kain. Hasilnya, dapat memblokir 83,0% partikel dan jika kedua orang menggunakan masker dobel dengan benar bisa menghalangi hingga 95% partikel.

Masker medis biasanya kurang pas ketika digunakan dan terkadang membuat celah disamping kanan-kiri wajah. Akibatnya, udara yang dihirup bisa membawa partikel yang tidak tersaring. Oleh karena itu gunakan masker kain yang berfungsi sebagai penjepit sehingga mencegah kebocoran udara. Hasilnya, pengguna masker dobel bisa mendapat perlindungan lebih efektif juga melindungi orang-orang di sekitar dengan lebih baik. Namun, agar bisa mendapat perlindungan yang efektif, Ada cara memakai masker dobel yang tepat, yaitu:

Gunakan Masker Medis Lebih Dulu

Gunakan masker medis sebagai lapisan pertama untuk masker dobel. Ada beberapa cara menggunakan masker medis yang benar. Pertama, posisikan garis kawat di atas hidung. Kemudian kaitkan tali pada telinga. Tarik masker ke bawah untuk menutup mulut hingga dagu. Tekan bagian kawat agar bentuknya pas mengikuti lekuk hidung sehingga masker tertutup rapat dan tidak ada celah.

Gunakan Masker Kain di Atasnya

Setelah menggunakan masker medis sekali pakai, Anda bisa melapisinya dengan masker kain untuk mencegah kebocoran udara dan meningkatkan perlindungan. Selain itu, masker kain juga berfungsi sebagai penjepit untuk mengamankan masker medis yang longgar. Pastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dialiri udara, mulai dari bagian area atas masker dan sisi kanan-kiri. Perhatikan juga bahan dari masker kain yang digunakan. Jika masker dobel terlalu tebal justru akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Masker Dobel yang Tidak Dianjurkan

Penggunaan masker dobel yang tidak dianjurkan CDC yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya, masker medis sekali pakai tidak bisa menutupi area wajah secara maksimal. Oleh karena itu, menggunakan masker medis lebih dari satu tidak dapat menambah perlindungan dari virus. CDC juga tidak menyarankan menggunakan masker dobel untuk masker KN95 atau masker respirator N95 karena satu lapis masker tersebut sudah cukup efektif sehingga tidak perlu dilapisi dengan masker lainnya.Selain menggunakan masker dobel, pencegahan virus juga wajib dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan di air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kerumunan, dan tetap di rumah. Anda juga harus memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan makanan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan lengkapi dengan vitamin.

Bagaimana Mengetahui Penyakit Trombosis Arteri?

Trombosis arteri

Trombosis arteri adalah terjadinya penggumpalan darah di dalam arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Meski tidak selalu menampakkan gejala, trombosis arteri dapat menjadi penyebab kekhawatiran. Hal ini karena gumpalan darah berpotensi menyumbat arteri, baik secara parsial maupun total. Aliran darah ke organ – organ vital tubuh pun menjadi terhambat.

Trombosis adalah istilah medis yang merujuk pada proses pembekuan darah di dalam tubuh. Trombosit dan protein di dalam plasma darah bekerja sama untuk mencegah perdarahan berat ketika pembuluh darah mengalami cedera. Pada kondisi normal, tubuh segera melarutkan gumpalan darah ketika cedera pulih. Namun, pada beberapa kasus, gumpalan darah tidak dapat larut dan menyumbat arteri. Gumpalan darah pun dapat terlepas, lalu mengalir bersama aliran darah, dan berakhir di dalam arteri yang memasok darah ke otak, jantung, dan paru-paru. Hal ini meningkatkan risiko penyakit membahayakan, termasuk serangan jantung, stroke atau stroke ringan, dan emboli paru.

Lalu bagaimana mengetahui tentang penyakit trombosis arteri ini? Trombosis arteri tidak menampakkan gejala, hingga arteri tersumbat atau aliran darah ke beberapa bagian tubuh terganggu. Trombosis arteri umumnya tidak menimbulkan gejala sampai gumpalan darah menyumbat atau menghentikan aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Gejala kondisi tersebut bisa beragam, tergantung lokasi sumbatan yang terjadi.

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri koroner

Trombosis arteri yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner akan menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pucat
  • Keringat dingin
  • Mual dan muntah
  1. Sumbatan pada pembuluh arteri ke otak

Jika trombosis arteri menyumbat arteri di otak, maka akan terjadi stroke iskemik. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Wajah tampak tidak simetris atau salah satu terlihat lebih turun
  • Bicara pelo, sulit berbicara, atau memahami pembicaraan
  • Sulit mempertahankan keseimbangan
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sulit menelan

Terkadang, sumbatan akibat gumpalan darah ini bisa hanya berlangsung sementara. Kondisi ini disebut stroke ringan atau TIA (transient ischemic attack).

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri perifer

Kondisi ini umumnya terjadi akibat komplikasi dari penyakit arteri perifer. Pada penyakit arteri perifer, penumpukan plak yang terjadi bisa pecah. Akibatnya, bisa terjadi gumpalan darah. Gumpalan darah yang menyumbat arteri perifer bisa menyebabkan timbulnya keluhan dan gejala, seperti

  • Nyeri tungkai
  • Tungkai tampak pucat, kebiruan, atau terasa dingin
  • Mati rasa atau kelemahan pada tungkai

Setelah mengetahui gejala dan berdasarkan lokasi penyumbatan, Anda bisa saja memiliki kemungkinan untuk menderita

  1. Serangan jantung, gejalanya berupa nyeri dada atau nyeri dari bagian lain di area dada atas, napas pendek, mual, dan pening.
  2. Stroke, gejalanya meliputi mendadak kebingungan, salah satu sisi tubuh terasa lemah atau mati rasa, gangguan penglihatan, dan hilang keseimbangan.
  3. Emboli paru-paru, gejalanya termasuk nyeri dada, batuk berdarah, dan napas mendadak menjadi pendek tanpa sebab yang jelas, dan denyut nadi sangat cepat.

Tidak ada cara untuk mencegah pembekuan darah sepenuhnya. Namun, Anda dapat menurunkan risikonya dengan mengurangi potensi terjadinya aterosklerosis. Anda bisa melakukan beberapa hal ini agar aliran darah pada tubuh tetap lancar.

  1. Menghindari kebiasaan merokok
  2. Menjalani pola makan sehat, dan tidak mengonsumsi makanan berlemak
  3. Berolahraga secara teratur
  4. Mempertahankan berat badan yang ideal
  5. Membatasi konsumsi alkohol

Pencegahan selanjutnya agar terhindar dari penyakit thrombosis arteri jika Anda mempunyai risiko tinggi untuk mengalami terjadinya penggumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan berikut ini. 

  1. Obat golongan statin untuk kadar kolesterol yang tinggi
  2. Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi
  3. Obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah, seperti antikoagulan, dan antiplatelet

Trombosis arteri merupakan penyakit yang bisa dibilang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Lebih baik sebelum terkena penyakit ini, terapkan pola hidup yang sehat karena lebih baik mencegah daripada mengobati.