Author: nadila

6 Penyebab Sulit Buang Air Kecil

sulit buang air kecil

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sulit buang air kecil, seperti melemahnya otot kandung kemih dan sumbatan pada saluran kencing yang diakibatkan karena batu atau tumor. Kondisi serius bisa dialami seseorang yang kesulitan untuk buang air kecil, jika muncul retensi urine dalam kandung kemih.

Pada umumnya orang yang mengalami kondisi ini akan merasa sangat ingin untuk buang air kecil, namun yang terjadi hanya bisa keluar sedikit. Keadaan ini sangat perlu diperhatikan karena bisa terjadi sewaktu-waktu, ada yang tidak bisa mengeluarkan meskipun sudah tak bisa menahan dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya.

Penyebab Sulit Buang Air Kecil

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Kondisi ini sering terjadi pada pria maupun perempuan, selain susah buang air kecil biasanya juga disertai dengan demam dan nyeri ketika buang air serta buang air kecil menjadi tidak lampias. Sebagian besar kasus dalam kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri Escherichia coli.

Bakteri ini akan menginfeksi saluran kemih jika seseorang kurang bisa menjaga kebersihan alat kelamin, selain itu sering buang air kecil juga menjadi salah satu penyebabnya karena kebiasaan ini membuat bakteri menumpuk di pada saluran kemih dan berkolonisasi.

  1. Keracunan Jengkol

Jangan senang dulu jika gemar mengkonsumsi jengkol, terlalu banyak makan jengkol bisa menyebabkan keracunan. Kondisi ini terjadi karena adanya asam jengkolat yang menumpuk pada saluran kemih, kristal alam jengkolat yang mengendap mengakibatkan sumbatan.

Selain sulit kencing, kondisi bisa memicu terjadinya gagal ginjal akut, gejala keracunan jengkol bisa muncul setelah 5-12 jam mengonsumsi. Pada umumnya akan merasakan mual dan muntah, nyeri pada pinggang, nyeri perut hingga buang air kecil disertai dengan darah.

  1. Batu Saluran Kemih

Kondisi ini terbentuk karena pengendapan garam yang tersaturasi dan membentuk kristal-kristal, bisa karena kurangnya konsumsi air putih, riwayat keluarga, diet tinggi protein hingga mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi.

Biasanya batu yang kecil tidak menunjukkan gejala spesifik, sedangkan batu dengan ukuran 2-3 mm bisa memberi gejala. Gejala yang muncul dapat bervariasi karena tergantung dari letak batu ini berada, salah satunya susah buang air kecil.

  1. Pembesaran Prostat Jinak

Merupakan masalah yang paling sering dialami oleh pria yang sudah berusia 50 tahun ke atas, organ prostat yang membesar menyebabkan uretra terjepit. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul adalah seringnya buang air kecil lebih dari delapan kali dalam sehari.

Pancarannya lemah dan tidak bisa ditahan, terkadang penderita juga harus mengejan saat buang air kecil. Selain itu dalam keadaan tertentu penderita juga tidak bisa buang air kecil sama sekali hingga perut bawah terasa nyeri dan membesar.

  1. Penyempitan Saluran Kemih

Disebut juga striktur uretra dapat menyebabkan seseorang sulit buang air kecil, muncul karena beberapa hal seperti pemasangan kateter urine, pasca operasi prostat, tumor di sekitar uretra, infeksi saluran kemih yang tidak bisa ditangani secara tuntas hingga infeksi menular seksual.

Gejala yang muncul biasanya susah buang air kecil disertai dengan keluarnya darah dan perut terasa nyeri, untuk menangani kondisi ini diperlukan adanya operasi guna membuka saluran yang mengalami penyempitan.

  1. Pasca Persalinan

Disebut juga retensi urine pasca persalinan (RUPP), merupakan nyeri mendadak dan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara spontan dalam 12 jam pasca persalinan spontan. 

Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, seperti neurologis, obat-obatan, peradangan, sumbatan di saluran kemih hingga gangguan pasca operasi. Kondisi ini sangat penting diperhatikan agar tidak mengakibatkan keadaan lebih serius.

Perbedaan Cinolon dan Cinolon-N serta Aturan Pakai

cinolon

Cinolon adalah obat topikal (obat yang pemberiannya langsung pada kulit atau selaput lendir) yang mengandung Fluocinolone acetonide. Obat ini digunakan untuk mengobati dermatosis atau peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam, gatal, dan kulit kemerahan akibat alergi atau pruiritus (rasa gatal yang meliputi sebagian atau seluruh tubuh).

Sedangkan Cinolon-N adalah obat topikal yang mengandung Fluocinolone acetonide dan Neomycin sulfate yang digunakan untuk mengobati dermatosis yang disertai dengan infeksi bakteri. Baik Cinolon atau Cinolon-N, keduanya termasuk dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Fluocinolone termasuk dalam golongan kortikosteroid yang bekerja dengan cara mengurangi produksi prostaglandin dan leukotriene di dalam tubuh yang memicu timbulnya peradangan pada kulit. Kandungan ini digunakan dalam obat Cinolon untuk meredakan gatal, bengkak, dan ruam kemerahan di kulit yang disebabkan oleh alergi, psoriasis, dermatosis dan eksim. Obat ini tersedia dalam bentuk krim, gel, dan salep.

Neomycin termasuk dalam golongan antibiotik aminoglikosida yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, kandungan ini digunakan untuk mengatasi infkesi bakteri pada kulit, telinga bagian luar, atau mata. Obat ini tersedia dalam bentuk salep, krim, gel, tetes mata atau tetes telinga. Antibiotik ini hanya untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus atau jamur.

Dosis dan Aturan Pakai Cinolon

Dosis pemakaian Cinolon yang dianjurkan yaitu 3-4 kali oles dalam sehari untuk usia dewasa, sedangkan untuk anak-anak ditentukan oleh dokter sesuai usia dan kondisi tubuh. Gunakan obat ini hanya untuk kondisi kulit dan bagian tubuh yang diresepkan dokter. Jangan menggunakannya lebih dari yang ditentukan karena bisa menyebabkan efek samping tertentu.

Sebelum mengoleskan Cinolon pada tubuh, cuci dengan bersih dan keringkan tangan Anda. Oleskan secara tipis di daerah yang bengkak atau kulit yang mengalami peradangan. Jangan membalut atau menutup area kulit yang sudah diolesi obat kecuali sudah disarankan dokter sebelumnya. Jika digunakan untuk mata, perhatikan area olesan. Jangan sampai obat masuk ke dalam dan mengenai bola mata karena bisa menyebabkan glaukoma. Hindari memberikan obat pada bagian dalam hidung atau mulut. Jika terkena, segera bilas dengan air yang banyak. Jangan lupa untuk cuci tangan setelah mengoleskan obat.

jangan digunakan untuk kondisi:

  • Mengobati rosacea, yaitu kondisi kulit yang menyerupai jerawat dengan gejala kulit kemerahan
  • Mengobati ruam di sekitar mulut atau dermatitis perioral
  • Penderita infeksi karena bakteri, virus, dan jamur
  • Penderita jerawat atau acne vulgaris
  • Bayi baru lahir

perlu perhatian khusus untuk:

  • Anak-anak dan pasien lanjut usia
  • Ibu hamil dan menyusui. belum ada penelitian untuk penggunaan Cinolon krim pada ibu hamil. Namun, bisa jadi tetap ada efek samping yang mengganggu perkembangan janin. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat.
  • Pasien dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh
  • Pasien penderita gagal hati, diabetes, dan gangguan sirkulasi darah
  • Penggunaan jangka panjang

Simpan Cinolon pada suhu ruangan atau di bawah 30oC dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung. Jangan simpan di area yang lembap seperti di kamar mandi. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk. Tanyakan pada dokter jika ada anjuran yang kurang dimengerti. Jika kondisi tidak membaik atau bahkan memburuk setelah penggunaan Cinolon selama 2 minggu, segera konsultasikan pada dokter.

Muka Merah dan Panas, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Menjaga kesehatan itu penting supaya terhindar dari risiko seperti muka merah dan panas. Muka merah dan panas bisa terjadi karena masalah medis atau emosi. Muka merah dan panas (karena masalah medis) terjadi karena aliran darah ke wajah meningkat. Hal tersebut dapat melebarkan pembuluh darah. Selain itu, muka merah dan panas juga terjadi karena seseorang mengalami perasaan tertentu (seperti malu) ketika bereaksi dengan orang lain atau sesuatu.

Muka merah dan panas lebih timbul di bagian pipi. Pembuluh darah terletak di dekat kulit sehingga mudah mempengaruhi pipi. Selain menimbulkan kemerahan pada wajah, muka merah dan panas juga dapat menimbulkan panas jika disentuh.

Pada umumnya, muka merah dan panas tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya. Namun, jika pasien mengalami kondisi yang lebih serius atau sering mengalami masalah tersebut pada wajah, pasien sebaiknya temui dokter supaya kondisinya dapat segera ditangani.

Gejala

Selain kemerahan dan panas, berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada penderita jika mereka mengalami muka merah dan panas:

  • Jerawat.
  • Bercak.
  • Gatal.
  • Berkeringat.
  • Merasa gelisah.
  • Perubahan tingkat kesadaran.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Demam.
  • Denyut jantung yang bergerak dengan tidak teratur.
  • Pembengkakan pada wajah atau sekitarnya.
  • Nyeri dada.
  • Masalah pernafasan.

Penyebab

Berikut adalah faktor yang menyebabkan muka seseorang merah dan panas:

  • Reaksi alergi

Alergi dapat menimbulkan kondisi yang berbeda bagi tubuh, termasuk muka merah dan panas. Alergi bisa terjadi karena berbagai sumber, antara lain hewan, makanan, obat, dan zat lain seperti debu dan zat yang digunakan untuk produk kecantikan.

  • Makanan

Manusia yang mengkonsumsi makanan pedas juga dapat menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh, termasuk muka merah dan panas.

  • Cuaca

Cuaca yang terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan muka merah dan panas. Tidak hanya suhu, sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko muka merah dan panas.

  • Kondisi medis

Berikut adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  1. Sakit kepala cluster.
  2. Demam.
  3. Masalah pada kulit seperti rosacea.
  4. Menopause.
  5. Kehamilan.
  6. Masalah seksual.
  7. Mastocytosis.
  8. Serangan jantung.
  9. Demam scarlet.
  10. Hipertiroidisme.
  11. Penggunaan obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  • Niacin.
  • Rifampin.
  • Morfin.
  • Kolinergik.
  • Nitrit.
  • Sildenafil sitrat.
  • Kebiasaan buruk

Selain emosi, penggunaan alkohol juga dapat menimbulkan muka merah dan panas.

Jika Anda Mengalami Masalah pada Kulit

Jika Anda mengalami masalah yang serius pada kulit, Anda bisa bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu sehingga Anda mengalami kondisi tersebut?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti biopsi kulit. Pengobatan dapat dilakukan, namun tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi tersebut dialami pasien. Contoh obat yang dapat digunakan pasien adalah kortikosteroid. Ada berbagai cara alami untuk menjaga kondisi kulit, salah satunya termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat.

Kesimpulan

Muka merah dan panas merupakan kondisi yang tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai, karena ada berbagai faktor yang dapat memicu kondisi tersebut. Gejala yang dialami penderita bisa ringan atau berat. Jika Anda ingin mengatasi masalah pada kulit atau tahu lebih lanjut tentang kulit, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Makin Mudah, Ini Cara Daftar Online di RSUD Kramat Jati

Antrian yang panjang dan lama adalah salah satu masalah dalam pendaftaran rumah sakit. Di saat penularan angka penularan Covid-19 yang belum kunjung mereda, membuat kita harus berhati-hati saat hendak berkunjung ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Selain menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, sebisa mungkin Anda menghindari antrian panjang ketika berobat.

Jika Anda hendak berobat di RSUD Kramat Jati, Anda dapat memanfaatkan layanan registrasi online untuk menghindari antrian. Jadi, selain tak perlu mengantri, waktu yang dihabiskan di luar rumah pun akan lebih efektif.

Pendaftaraan online ini bisa digunakan tak hanya untuk pasien lama yang pernah berobat di RSUD Kramat Jati, tapi juga untuk pasien baru.

Mau tahu bagaimana cara registrasi online di RSUD Kramat Jati? Berikut ini panduannya.  

Cara pendaftaran online untuk pasien lama

Berikut ini cara daftar online untuk Anda yang pernah berobat di RSUD Kramat Jati:

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih menu Daftar Online di pojok kanan atas, kemudian pilih Pendaftaraan (online). 
  • Klik Pasien Lama. 
  • Ketikan 6 digit angka nomor kartu berobat RSUD Kramat Jati.
  • Masukkan tanggal lahir Anda.
  • Tekan tombol “Cari Data Pasien”, jika sesuai akan muncul data Anda pada kolom nama pasien.  
  • Jika Menggunakan BPJS maka masukkan nomor kartu BPJS Anda pada kolom yang tersedia, kemudian klik “Cari Rujukan”. Jika rujukan ditemukan Anda akan langsung ke tahap pemilihan jadwal dokter yang dituju.
  • Jika bukan pasien BPJS, Anda hanya perlu memilih jenis pembayaran.
  • Pilih poli spesialis yang Anda tuju.
  • Pilih waktu berobat sesuai dengan jadwal dokter yang tersedia di RSUD Kramat Jati kemudian klik Daftar.
  • Simpan atau screenshoot bukti registrasi. Tunjukkan bukti registrasi ini saat tiba waktu berkunjung. 

Cara pendaftaran online untuk pasien baru

Tak hanya pasien lama, fasilitas daftar online ini juga bisa digunakan untuk Anda pasien baru. 

Adapun cara registrasi online untuk pasien baru adalah sebagai berikut”

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih menu Daftar Online di pojok kanan atas, kemudian pilih Pendaftaraan (online). 
  • Klik Pasien Baru. 
  • Pilih jenis identitas; Nomor BPJS untuk Anda peserta BPJS Kesehatan, atau masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk peserta non BPJS. 
  • Isikan nomor identitas Anda.
  • Klik Cari Data. 
  • Saat data Anda ditemukan akan muncul form pengisian identitas. Isi data dengan benar. 
  • Baca syarat dan ketentuan, kemudian isikan nama yang diberi izin pada kolom “Persetujuan pelepasan informasi”
  • Isikan Nama yang diberi izin pada kolom “Privasi”
  • Klik Setuju jika data sudah benar lalu pilih “Simpan”
  • Jika Menggunakan BPJS maka masukkan nomor kartu BPJS Anda pada kolom yang tersedia, kemudian klik “Cari Rujukan”. Jika rujukan ditemukan Anda akan langsung ke tahap pemilihan jadwal dokter yang dituju.
  • Jika bukan pasien BPJS, Anda hanya perlu memilih jenis pembayaran.
  • Pilih poli spesialis yang Anda tuju.
  • Pilih waktu berobat sesuai dengan jadwal dokter yang tersedia di RSUD Kramat Jati kemudian klik Daftar.
  • Simpan atau screenshoot bukti registrasi. Tunjukkan bukti registrasi ini saat tiba waktu berkunjung. 

Cara cetak ulang bukti registrasi

Bukti registrasi online diperlukan saat Anda akan berobat langsung di RSUD Kramat Jati. Sebaiknya, bukti ini dicetak saat mendekati hari berobat.

Adapun caranya yaitu sebagai berikut:

  • Masukkan nomor kartu berobat Anda.
  • Pilih/ketik tanggal lahir Anda. 
  • Tekan tombol “Cari Data Registrasi, saat data Anda ditemukan akan muncul list registrasi online Anda.
  • Pilih tanda print pada data registrasi yang Anda ingin cetak ulang

Cara cek ketersediaan kamar di RSUD Kramat Jati

Selain mendaftar online, Anda juga melihat ketersediaan kamar secara online melalui situs RSUD Kramat Jati. Ini digunakan untuk memudahkan Anda saat hendak rawat inap. 

Berikut cara mengetahui ketersediaan kamar di RSUD Kramat Jati:

  • Buka situs resmi RSUD Kramat Jati di https://rsukramatjati.jakarta.go.id/. 
  • Pilih laman Informasi kemudian klik Ketersediaan Bed. 
  • Lalu akan muncul informasi ketersediaan bed yang diupdate oleh pihak rumah sakit setiap harinya. 

Itulah informasi seputar RSUD Kramat Jati. Bagi Anda yang membutuhkan alamat dan kontak RSUD Kramat Jati, berikut ini informasinya:

  • Alamat: Jalan Raya Inpres No. 48, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
  • Email: [email protected]  
  • Telepon: (021) 87791352, (021) 87793604

Semoga bermanfaat!

Apakah Mie Shirataki Bisa Digunakan untuk Diet?

Mie Shirataki

Berbagai jenis mie dijual di pasaran, namun sudahkah pernah mendengar atau mengetahui mie shirataki? salah satu jenis mie yang khas dengan warna putih agak bening. Mie ini diklaim bisa membantu dan mendukung program diet penurunan berat badan, dan karena klaim tersebut banyak orang yang penasaran mencari tahu kebenarannya.

Mie jenis ini terbuat dari akar tanaman konjac atau konyaku yang umumnya tumbuh di Jepang, China dan beberapa negara di Asia Tenggara. Selain diolah menjadi mi, akar tanaman ini juga kerap dibuat menjadi tahu, makanan ringan, makanan pengganti nasi hingga obat-obatan tradisional. Lantas bagaimana kebenaran mengenai fungsinya sebagai berat badan.

Fakta Mie Shirataki

Sempat menyerupai bihun, warna mie ini cenderung putih bening dengan tekstur yang kenyal saat sudah direbus. Mie jenis ini kerap disebut dengan mie ajaib karena dipercaya dapat menurunkan berat badan dan menyehatkan tubuh. Fakta mengenai mie ini yakni dapat digunakan untuk menurunkan berat badan alias untuk diet.

Hal ini karena akar tanaman konjac kaya akan kandungan glukomanan, yang merupakan serat makanan alamie yang dapat menyerap air dalam jumlah besar. Dalam sebuah penelitian, konsumsi glukomanan selama 4 sampai 8 minggu telah terbukti dapat menurunkan sekitar 1,5 -2,5 kg berat badan.

Meski demikian, dalam penelitian ini responden tidak mengonsumsi glukosamin dalam bentuk mie ini, melainkan suplemen. Mie ini hanya terdiri dari 97 persen air dan tiga persen sehingga membuat mie ini sangat rendah kalori. Glukomanan dapat menghambat proses pencemaran makanan di dalam tubuh, sehingga perut akan terasa kenyang lebih lama.

Glukomanan juga dapat menurunkan kadar hormon ghrelin, hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal lapar ke otak. Sehingga nafsu makan bisa berkurang, tak heran bila mie ini dijuluki mie ajaib bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. 

Manfaat Lain

Di samping membantu menurunkan berat badan, mie jenis ini juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Selain itu terdapat beberapa manfaat lain ketika mengonsumsi mie ini tentunya secara aturan yang tepat dan rutin, berikut manfaat lain tersebut.

  1. Kadar Gula Darah

Mengandung sedikit karbohidrat sederhana yang sering kali menjadi pantangan bagi penderita diabetes, glukoman dalam mie ini akan memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat dari makanan lain, sehingga mencegah kenaikan kadar darah.

  1. Kadar Kolesterol

Glukoman meningkatkan pembuangan kolesterol lewat tinja, sehingga kolesterol yang diserap kembali ke aliran darah menjadi lebih sedikit. Beberapa penelitan menyatakan bahwa glukomanan mampu menurunkan kadar kolesterol LDL sebanyak 16 mg/dL dan trigliserida sebanyak 11 mg/dL.

  1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Massalah pencernaan tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, untuk mengatasi kondisi ini mie shirataki bisa dimanfaatkan. Glukomanan pada mie ini dapat bertindak sebagai prebiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, menjaga keseimbangan bakteri baik, usus akan senantiasa terhindar dari berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit.

Bagi yang sedang berjuang menurunkan berat badan dan memiliki berat badan ideal, seseorang bisa rutin mengonsumsi mie ini. Selain dalam bentuk mie, shirataki juga bisa ditemukan dalam bentuk nasi. Di samping itu, seseorang juga tetap membutuhkan konsumsi makanan bergizi lainnya, terutama sumber protein.

Selain itu juga harus rutin melakukan olahraga, perbanyak minum air putih, beristirahat dengan cukup serta membatasi konsumsi makanan cepat saji dan berhenti minuman beralkohol. Sehingga khasiat mie ini dalam menurunkan berat badan bisa didapat secara maksimal.

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi gula adalah hal yang dilarang. Meskipun tidak dilarang sepenuhnya, namun penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka jika tidak ingin kadar gula dalam darah meningkat. 

Oleh karena itu, kini banyak sekali pilihan pemanis untuk penderita diabetes yang dibuat lebih aman untuk mereka. Mau tahu apa saja macamnya? Ikuti terus artikel berikut untuk mengetahui apa saja gula pengganti untuk para penderita diabetes.

Haruskan penderita diabetes menggunakan pemanis buatan?

Dengan jumlah gula rendah atau tanpa kalori, pemanis buatan mungkin tampak seperti suguhan bagi penderita diabetes. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanis buatan sebenarnya mungkin berlawanan dengan intuisi, terutama jika Anda ingin mengelola atau mencegah diabetes. 

Padahal, peningkatan konsumsi gula pengganti tersebut dapat berkorelasi dengan kasus obesitas dan diabetes. Kabar baiknya, ada alternatif gula yang bisa Anda pilih, di antaranya:

  • Produk stevia atau stevia, seperti Truvia
  • Tagatose
  • Ekstrak buah biksu
  • Gula aren
  • Gula kurma
  • Alkohol gula, seperti erythritol atau xylitol

Pilihan gula alami untuk diabetes tipe 2

Berikut beberapa beberapa pemanis untuk penderita diabetes dan pengaruhnya. 

  1. Fruktosa

Lebih dikenal dengan gula yang didapatkan dari buah-buahan. Banyak yang telah mendengar bahwa makan fruktosa dari buah lebih baik untuk penderita diabetes daripada gula meja biasa. Buah-buahan adalah pilihan yang lebih baik daripada makanan penutup. Tapi kita tetap perlu memperhatikan pilihan kita untuk menerima manfaat terbaik tanpa lonjakan gula darah. 

Memilih buah yang tinggi serat akan selalu lebih baik untuk kadar gula darah. Dengan cara ini pelepasan glukosa ke dalam darah akan lebih lambat, membantu menghindari peningkatan tajam gula darah. Beberapa contoh buah yang kaya serat adalah blueberry, alpukat, stroberi, dan semangka. 

  1. Agave

Berasal dari tumbuhan, pemanis ini berasal dari tanaman yang sama yang digunakan untuk membuat tequila dan di tanam di Meksiko. Yang paling sering dipuji karena indeks glikemiknya yang rendah. Indeks glikemik adalah cara kita mengukur seberapa cepat glukosa dalam makanan dicerna dan memasuki aliran darah. 

Yang terpenting, American Diabetes Association mencantumkan agave sebagai pemanis untuk membatasi, bersama dengan gula meja biasa, gula merah, madu, sirup maple, dan semua gula lainnya. Jadi, lebih baik memilih makanan yang dimaniskan secara alami yang memiliki beberapa manfaat nutrisi, seperti buah atau bahkan sedikit madu yang lebih kaya antioksidan daripada gula. 

  1. Stevia

Stevia adalah pemanis rendah kalori yang memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes. Ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Tidak seperti pemanis buatan dan gula, stevia dapat menekan glukosa plasma Anda dan secara signifikan meningkatkan toleransi glukosa. Ini juga bukan pemanis buatan, secara teknis. Stevia juga memiliki kemampuan untuk:

  • Meningkatkan produksi insulin  
  • Meningkatkan efek insulin pada membran sel
  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Melawan mekanisme diabetes tipe 2 dan komplikasinya
  1. Tagatose

Tagatose adalah gula alami lainnya yang sedang dipelajari para peneliti. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa tagatose:

  • Mungkin merupakan obat antidiabetes dan antiobesitas yang potensial
  • Dapat menurunkan gula darah dan respon insulin Anda
  • Mengganggu penyerapan karbohidrat

Namun, tagatose membutuhkan lebih banyak studi untuk jawaban yang lebih pasti. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mencoba pemanis yang lebih baru seperti tagatose. 

Jadi, menurut American Heart Association merekomendasikan pemanis untuk penderita diabetes dibatasi tidak lebih dari 6 sendok teh untuk wanita dan rata-rata 9 sendok  teh untuk pria per hari. Itu termasuk semua sumber, seperti agave, gula, sirup jagung fruktosa tinggi, dan lainnya. 

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.

Waspadai Gejala Nodul Tiroid, Munculnya Benjolan pada Kelenjar Tiroid

Setiap orang memiliki kelenjar tiroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh serta denyut jantung. Ketika muncul benjolan pada kelenjar ini, maka Anda kemungkinan besar mengalami nodul tiroid.

Nodul tiroid terjadi ketika ada benjolan padat atau benjolan berisi cairan di kelenjar tiroid. Kemunculan benjolan ini bisa terjadi akibat pertumbuhan sel-sel tiroid yang tidak terkendali.

Tanda-tanda gejala nodul tiroid

Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak menimbulkan gejala khusus. Gejala biasanya baru dirasakan ketika kondisi penderita sudah cukup parah. Jika benjolan sudah sangat besar, maka Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Suara parau
  • Nyeri di pangkal leher
  • Gondok atau kelenjar tiroid yang membesar

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menghasilkan tiroksin tambahan. Tiroksin merupakan hormon yang diproduksi dalam kelenjar tiroid. Saat kelenjar tiroid memproduksi tiroksin secara berlebihan, Anda akan mengalami hipertiroidisme. 

Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda akan mengalami gejala hipertiroidisme. Gejala umumnya berupa:

  • Penurunan berat badan drastis
  • Peningkatan produksi keringat
  • Gugup dan gemetar
  • Detak jantung yang sangat cepat atau tidak teratur

Faktor penyebab nodul tiroid

Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali. Tidak diketahui dengan pasti apa yang bisa menyebabkan hal ini. Akan tetapi, diduga ada pengaruh faktor genetik yang kuat dalam menyebabkan kondisi ini.

Ada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, ketika nodul tiroid diasosiasikan dengan beberapa penyakit tertentu. Berikut ini penyakit-penyakit yang diduga turut berkontribusi dalam menyebabkan pertumbuhan sel tiroid tak terkendali:

  • Kekurangan yodium

Tubuh Anda mendapatkan asupan yodium dari makanan. Saat tubuh mengalami kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan memproduksi sel tiroid tanpa bisa dikendalikan.

Biasanya, kekurangan yodium bisa terjadi ketika Anda terbiasa makan tanpa menggunakan garam. 

  • Penyakit tiroid Hashimoto

Penyakit ini merupakan kelainan pada kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan peradangan. Saat kelenjar tiroid meradang, pertumbuhan benjolan di kelenjar tiroid akan semakin besar.

Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan hipotiroidisme, yaitu saat kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. 

  • Kista tiroid

Kista merupakan pertumbuhan rongga yang berisi cairan. Kista ini paling sering disebabkan oleh adenoma tiroid yang merosot.

Umumnya, kista tidak bersifat kanker. Tetapi ada juga kandungan komponen dalam kista yang bisa memicu kanker. Hal ini juga bisa menyebabkan Anda terkena nodul tiroid. 

  • Gondok multinodular

Gondok seringkali dijadikan istilah untuk menggambarkan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam kasus gondok multinodular, terdapat beberapa nodul berbeda di dalam gondok yang tidak diketahui apa penyebabnya.

Komplikasi nodul tiroid

Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, kondisi ini juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas dan mengunyah

Anda akan merasa sulit bernapas dan mengunyah karena benjolan menghambat saluran tenggorokan Anda. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi tiroid dalam jumlah terlalu banyak. Kondisi ini bisa menyebabkan pelemahan tulang serta detak jantung.

  • Risiko operasi 

Dalam kasus parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi. Operasi selalu menimbulkan risiko dan efek samping. Anda mungkin harus menjalani terapi perawatan seumur hidup.

Ketika merasakan gejala nodul tiroid, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini penting supaya Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi.

Kanker Payudara Bisa Terjadi Pada Pria, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Pada perempuan Indonesia, jenis kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker payudara dan kanker serviks. 

Dilihat dari forum kanker di SehatQ, hampir semua pertanyaan terkait dengan kanker payudara. Meski identik pada wanita, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Sekitar 1 dari setiap 100 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker payudara. 

Wanita di atas 50 tahun berisiko terkena kanker payudara

Mengapa pria bisa terkena kanker payudara?

Baik pria maupun wanita memiliki jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar getah bening, jaringan lemak, kelenjar penghasil susu (lobulus), dan saluran yang membawa susu ke puting susu. 

Selama pubertas, wanita mengembangkan lebih banyak jaringan payudara. Karena itulah mereka lebih rentan terkena kanker payudara. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan pria mengembangkan kanker payudara. Hanya saja kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara membelah lebih cepat dari sel yang sehat. Sel membentuk tumor yang dapat menyebar ke jaringan terdekat, seperti kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. 

Jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria sama seperti pada wanita, yaitu:

  • Karsinoma duktal: Hampir semua kasus kanker payudara pria adalah karsinoma duktal. Sel kanker mulai berkembang di saluran susu lalu menyebar ke area lainnya.
  • Karsinoma lobular: Sel kanker dimuliad di kelenjar penghasil susu. Ini merupakan jenis kanker payudara yang jarang terjadi pada pria.
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS): Kanker dipicu oleh penyakit payudara, seperti penyakit Paget pada puting.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang membuat seorang pria lebih rentan terkena kanker payudara:

  • Riwayat keluarga

Sekitar 1 dari 5 pria pengidap kanker payudara memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

  • Mutasi genetik

Mutasi pada gen tertentu, seperti seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara. Ini menjelaskan kenapa pria dengan anggota keluarga terkena kanker payudara berisiko terkena lebih tinggi.  

  • Usia

Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar didiagnosis pada usia 50 hingga 60 tahun.

  • Menjalani pengobatan atau terapi

Pria yang menjalani terapi radiasi pada dada atau perawatan obat yang mengandung hormon estrogen (untuk mengobati kanker prostat) memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Faktor gaya hidup

Minum 2 atau lebih minuman beralkohol per hari bisa membuat seseorang berpeluang lebih tinggi mengidap kanker payudara. Namun faktor ini harus diteliti lebih lanjut pada pria. 

Kurang olahraga juga dan mengalami kegemukan juga meningkatkan risiko pria terkena penyakit tersebut.

  • Kondisi medis

Sindrom Klinefelter adalah kondisi dimana anak laki-laki memiliki lebih dari satu salinan kromosom X. 

Sindrom Klinefelter menyebabkan testis berkembang secara abnormal, dan meningkatkan produksi hormon wanita (estrogen). Akibatnya mereka lebih rentan terkena kanker payudara.

Penyakit sirosis hati juga dapat menurunkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Tanda kanker payudara pada pria

Terkadang pria yang didiagnosis kanker payudara tidak mengalami gejala khusus. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Terdapat benjolan, bengkak, atau penebalan di jaringan payudara yang tidak terasa menyakitkan. Karena pria memiliki lebih sedikit jaringan payudara, benjolan akan lebih mudah terasa
  • Perubahan pada kulit di sekitar payudara, seperti kulit berkerut atau lesung pipit pada kulit payudara
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, atau puting yang seperti berputar ke dalam
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Nyeri di area puting

Seringkali, gejala di atas juga bukan mengindikasikan kanker payudara tapi menunjukkan kondisi medis lain yang bukan kanker. Jika Anda ragu, Anda bisa bertanya secara anonim di forum kanker SehatQ.

Catatan

Tanyakan masalah kesehatan terkait kanker di forum kanker SehatQ yang memungkinkan Anda berdiskusi terkait hal tersebut dengan dokter berpengalaman. Anda juga bisa chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tuberous Sclerosis, Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Seluruh Bagian Tubuh

Tuberous sclerosis adalah penyakit langka yang menyebabkan tumor, atau pertumbuhan di otak dan organ lainnya. Pertumbuhan ini bisa terjadi pada kulit, ginjal, mata, jantung, ataupun paru-paru penderita. 

Namun, Anda tak perlu khawatir, tuberous sclerosis termasuk dalam tumor yang sangat jinak (non-kanker). Tapi apakah penyakit ini dapat diobati atau dihindari? Nah, berikut penjelasannya!

Bagaimana tuberous sclerosis ini muncul?

Tanda pertama tuberous sclerosis dapat terjadi saat seseorang baru lahir. Orang lain mengalami gejala hal ini seiring berjalannya waktu. Beberapa tanda pertama adalah kejang dan bintik-bintik pada kulit. Beberapa penderita mungkin akan mengalami masalah belajar atau kejang yang sulit dikendalikan.

Tuberous sclerosis mempengaruhi setiap  1 dari 6.000 bayi yang baru lahir. gangguan ini terjadi baik pada anak laki-laki ataupun perempuan dan pada orang-orang dari semua rasa tau kelompok tertentu. Jadi, semua orang berpotensi terkena tuberous sclerosis. 

Gejala tuberous sclerosis

Dokter mungkin akan mencurigai tuberous sclerosis jika bayi Anda memiliki kondisi yang disebut jantung rhabdomyomas (tumor jantung yang jinak) saat lahir. Tanda lain pada bayi adalah mengalami kejang, terutama sejenis kejang-kejang disebut kejang infantile. 

Beberapa tanda tuberous sclerosis dapat muncul di kemudian hari di masa kanak-kanak atau bahkan hingga dewasa. Gejalanya termasuk:

  • Bintik putih pada kulit (disebut makula hipopigmentasi) yang bersinar di bawah lampu khusus 
  • Sebuah ruam di wajah (disebut angiofibroma wajah) yang mungkin terlihat seperti jerawat
  • Masalah dengan ginjal (terkait dengan pertumbuhan di ginjal)
  • Area kulit sangat tebal, seringkali terdapat dibagian punggung
  • Tumbuh di bawah atau di sekitar kuku
  • Gigi berlubang
  • Batuk atau sesak napas
  • Cacat mental
  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan spektrum autism

Namun, gejala ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala ringan. Mereka memiliki kecerdasan normal dan tidak mengalami kejang. Orang lainnya mungkin memiliki cacat intelektual dan kejang yang sulit dikendalikan. 

Apa penyebab tuberous sclerosis?

Tuberous sclerosis adalah a genetik kondisi. Perubahan (atau mutasi) baik di TSC1 atau TSC2 gen menyebabkan penyakit. Karena sifat genetik, dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, atau diwariskan ketika mereka lahir. 

jika salah satu orang tua menderita tuberous sclerosis, setiap anak yang lahir dari orang tua tersebut memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi penyakit tersebut. Tetapi pada kebanyakan kasus penyakit, tidak ada riwayat keluarga, maka kemungkinan dari mutasi yang menyebabkannya. 

Lalu, dapatkan tuberous sclerosis dicegah atau dihindari?

Hingga saat ini tidak ad acara yang diketahui untuk mencegah atau menghindari tuberous sclerosis. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter keluarga. Ia dapat merujuk ke konselor genetik atau ahli genetika medis, untuk membantu Anda dan pasangan memutuskan apa yang harus dilakukan. 

Pengobatan tuberous sclerosis

Pada dasarnya tidak ada obat tuberous sclerosis. Tetapi dokter Anda dapat mengobati banyak gejala yang dialami oleh penderita. Meliputi:

  • Obat yang dapat membantu mengontrol beberapa kejang. Beberapa anak mungkin memerlukan pembedahan pada otak mereka untuk membantu mengatasi kejang. 
  • Pertumbuhan kecil di wajah dapat dihilangkan dengan perawatan laser, meskipun cenderung akan muncul kembali.
  • Tumor otak bisa diobati dengan obat.
  • Tumor ginjal sering diobati dengan pembedahan.
  • Jika anak Anda memiliki masalah perkembangan, terapi bisa membantu Anda dan anak. Jika mereka terus memiliki kecacatan intelektual, mereka mungkin memerlukan pendidikan khusus.  

Tuberous sclerosis adalah kondisi penyakit seumur hidup. Banyak orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan secara normal. Gejala mereka ringan dan atau bisa diobati oleh dokter mereka. Namun, jika gejala lebih parah, penyakit ini dapat berdampak lebih besar pada penderitanya. 

Siapapun yang menderita tuberous sclerosis berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tumor otak atau ginjal lesi. Itulah mengapa penting untuk menemui dokter Anda secara teratur. Ia dapat membantu memantau gejala Anda dan mendeteksi komplikasi sejak dini.