Bagaimana Cara Mengatasi ASI Tersumbat?

Setelah melahirkan bayi, seorang ibu akan menjalani fase berikutnya, yaitu fase menyusui. Menyusui merupakan salah satu tantangan yang perlu dihadapi seorang ibu dimana fase tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Tantangan lain yang perlu diperhatikan seorang ibu adalah jika ASI tersumbat dan tidak segera diatasi, maka seorang ibu bisa mengalami demam hingga mastitis.

Tanda dan Gejala ASI Tersumbat

Menyusui membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Tekanan seperti ASI tersumbat bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari seorang ibu dan ketersediaan ASI untuk bayinya. ASI yang tersumbat bisa terjadi karena adanya tanda di bawah ini:

  • Benjolan di dalam payudara (benjolan tersebut juga bisa bergeser).
  • Rasa nyeri dan bengkak di sekitar benjolan.
  • Bintik putih pada bagian puting susu.
  • Ketersediaan ASI menurun.

Jika ASI tersumbat, maka akan menimbulkan gejala berupa mastitis. Mastitis merupakan gangguan yang terjadi ketika menyusui. 1 dari 10 orang mengalami kondisi seperti ini, dan orang yang pernah mengalaminya bisa merasakannya kembali.

ASI yang tersumbat tidak hanya menyebabkan mastitis, namun juga dapat menyebabkan seorang ibu demam dan merasakan sensasi terbakar ketika menyusui atau memerah ASI.

Penyebab ASI Tersumbat

Seorang ibu yang merasakan adanya ASI tersumbat bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Memakai bra dengan ukuran yang tidak sesuai.
  • Melewatkan sesi memerah ASI atau menyusui.
  • Menyusui dengan hanya satu sisi payudara.
  • Merokok.
  • Stres.
  • Merasa lelah.
  • Kekurangan nutrisi.
  • Adanya luka pada puting.
  • Pernah mengalami mastitis.

Cara Mengatasi ASI Tersumbat

Jika Anda merupakan seorang ibu yang memasuki tahap menyusui dan menunjukkan tanda bahwa ASInya tersumbat, Anda sebaiknya lakukan cara berikut:

  • Fokus pada payudara yang tersumbat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah fokus pada payudara yang tersumbat, baik ketika menyusui secara langsung maupun memerah ASI. Anda coba keluarkan ASI sebanyak mungkin, karena terkadang sejumlah ASI yang dikeluarkan tidak sesuai karena terhambat.

  • Menghisap di area yang tersumbat

Cara lain untuk mengeluarkan ASI adalah membiarkan bayi menghisap ASI yang tersumbat. Bayi memiliki kekuatan mulut yang kuat untuk menyedot ASI ketika mereka merasa lapar. Hal tersebut dapat mengurangi efek yang terjadi pada payudara.

  • Memijat

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah memijat bagian payudara yang tersumbat, bahkan jika hal tersebut membuat Anda merasa kesakitan. Anda dapat menggunakan tangan atau alat seperti lactation massager. Alat tersebut dapat membantu memperlancar proses pemerahan ASI.

  • Merendam

Anda juga dapat menghangatkan payudara Anda dengan kompres hangat dan terapkan ke bagian payudara yang tersumbat. Meredam payudara di baskom berisi air hangat juga dapat memberikan efek yang sama seperti lactation massager. Anda juga dapat menggunakan air hangat dengan mandi pakai shower.

  • Periksa ke dokter

Jika Anda mengalami mastitis, Anda perlu periksa kondisi payudara Anda ke dokter. Jika mastitis sudah menimbulkan nanah atau abses, maka perlu dioperasi.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter tentang ASI, Anda sebaiknya persiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Gejala yang Anda alami akibat ASI tersumbat.
  • Riwayat mastitis (jika ada).

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat mastitis terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami mastitis sebelumnya?
  • Apa saja kendala yang Anda alami ketika memerah ASI atau menyusui?

Kesimpulan

Jika ASI tersumbat, Anda bisa terapkan cara-cara yang disebutkan di atas. Namun, jika kondisi payudara memburuk, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *