Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat, salah satu produk yang bisa kita gunakan adalah balsam bayi. Selain menghangatkan, balsam bayi juga berkhasiat meredakan pilek, batuk, hingga perut kembung pada bayi.

Meskipun produk ini direkomendasikan oleh IDAI, namun saat memilih balsam bayi kita harus cermat dan tidak boleh asal. Jika asal, bisa saja bikin bayi jadi tak nyaman atau menimbulkan alergi. 

Selain itu, kita pun harus benar-benar memastikan apabila balsem bayi yang kita pilih mengandung bahan-bahan yang aman dan alami. Hindari juga memberikan balsam bayi yang usianya masih di bawah 3 bulan, ya.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat memilih balsam bayi yang aman dan memberikan rasa hangat untuk bayi.

Pilih kandungan yang alami

Pastikan kita memilih balsam bayi dengan kandungan bahan-bahan yang alami. Beberapa bahan alami yang bisa dipilih seperti, eucalyptus radiata, lavender, dan chamomile.

Ketiga bahan tersebut dipercaya sangat bagus untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat dan berkhasiat mengatasi berbagai keluhan pada bayi. 

Berikut ini beberapa manfaat dari masing-masing kandungan yang bagus untuk bayi:

  • Eucalyptus radiata: mampu melegakan saluran pernapasan bayi, mencegah infeksi bakteri dan jamur, serta mampu mengatasi peradangan. Kandungan ini juga mampu meredakan gejala batuk dan pilek pada bayi, sehingga bayi tetap bisa tidur nyenyak dan tidak rewel.
  • Lavender: aromanya memberikan efek yang menenangkan pada bayi, sehingga mampu membantu bayi untuk bisa tidur nyenyak dan pulas. Kandungan lavender juga dipercaya mampu mengatasi kolik pada bayi.
  • Chamomile: sama seperti lavender, kandungan chamomile juga berkhasiat mampu menenangkan bayi dan membuatnya bisa tertidur nyenyak. Selain itu, chamomile juga mampu mengatasi iritasi pada kulit.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ketiga bahan tersebut juga memiliki khasiat dalam meningkatkan kekebalan tubuh. 

Hindari kandungan camphor

Kandungan camphor pada balsam bayi ternyata tidak baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of Tropical Pediatrics, kandungan camphor pada balsam bayi bisa menyebabkan keracunan. 

Beberapa gejala yang mungkin muncul setelah menggunakan balsam bayi dengan kandungan camphor adalah, kejang, mual, lesu, dan juga muntah-muntah. Risiko terburuknya yakni bisa menyebabkan nyawa bayi melayang.

Selain champor, sebaiknya kita juga menghindari kandungan berupa menthol pada balsam bayi. Sebab, menthol hanya memberikan sensasi melegakan yang ‘palsu’. Kenyataannya, saluran pernapasan masih mampet.

Pilih produk balsam khusus untuk bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, apabila penggunaan balsam bayi sebaiknya diberikan pada bayi yang usianya di atas 3 bulan. 

Mengingat penggunaannya sangat selektif, pemilihan balsam bayi juga harus selektif. Jangan sampai kita memberikan balsa untuk orang dewasa pada bayi. Hal ini tentu membahayakan dan bisa berdampak buruk.

Pilih juga balsam bayi sesuai usianya. Sebab, balsam bayi ternyata dibagi menjadi 2, yakni balsam untuk usia di bawah 2 tahun dan balsam untuk usia di atas 2 tahun.

Beli balsem bayi sesuai fungsinya

Balsam bayi juga memiliki beberapa fungsi, seperti menghangatkan, meredakan pilek dan batuk, hingga mengatasi peradangan. 

Sebaiknya beli balsam bayi sesuai kebutuhan dan fungsinya. Hindari memberikan balsam yang untuk mengatasi keluhan-keluhan yang tidak sesuai dengan fungsinya. 

Contohnya, menggunakan balsam bayi dengan fungsi mengatasi perut kembung untuk keluhan batuk dan flu. Tentu hal ini tidak akan berefek apa-apa dan membuat bayi semakin tidak nyaman.

Nah, itu dia beberapa tips memilih balsam bayi yang bisa kamu jadikan referensi. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *