Batuk Berdahak? Obati dengan Siladex ME

Batuk Berdahak? Obati dengan Siladex ME

Batuk adalah refleks alami. Batuk merupakan cara tubuh dalam membersihkan saluran udara dari iritan seperti dahak, alergen, dan asap, serta mencegah terjadinya infeksi. Batuk biasanya dikategorikan dalam dua jenis, batuk kering dan batuk produktif. Pada kasus batuk produktif, penderita akan mengeluarkan sputum (lendir, dahak, dan zat lainnya) dari paru-paru. Meskipun lendir tersebut adalah metode perlindungan terhadap sistem pernapasan, terkadang batuk produktif dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, perlu perawatan khusus seperti minum siladex ME ataupun obat alternatif “home remedies” lainnya. 

Sebelum Anda mengobati batuk berdahak dengan siladex ME, penting untuk diingat bahwa lendir atau dahak membentuk lapisan pelindung untuk menjauhkan iritan dan kuman dari jaringan lembut dan sensitif di saluran udara Anda. Hidung dan sinus memproduksi rata-rata 1 liter lendir setiap harinya. Saluran udara di tenggorokan dan paru-paru juga memproduksi lendir. Dan tubuh membuat lebih banyak lendir ketika Anda bereaksi terhadap alergi atau memiliki penyakit seperti demam dan infeksi. Apabila Anda batuk berdahak, hal tersebut adalah indikasi bahwa Anda memiliki iritasi atau kemungkinan infeksi pada saluran pernapasan. Biasanya, obat seperti siladex ME dapat mengatasinya. Namun, lendir atau dahak memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda, masing-masing mengindikasikan kondisi yang sedang Anda derita. 

  • Lendir putih solid

Saat Anda batuk dahak yang berwarna putih, solid, dan bertekstur kental, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa Anda memiliki infeksi bakteri di saluran udara. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi batuk jenis ini. 

  • Lendir putih berbusa

Lendir yang memiliki gelembung dan berbusa biasa dikenal dengan sebutan “frothy sputum”. Kondisi ini dapat menjadi sebuah tanda atau gejala adanya penyakit paru obstruktif kronis (COPD), penyakit refluks gastroesofagus (GERD), pneumonia, dan pulmonary edema (misalnya yang disebabkan karena gagal jantung). Apabila Anda batuk dan mengeluarkan frothy sputum, tinjau hal ini dan gejala lain yang Anda rasakan dan diskusikan dengan dokter untuk diketahui penyebabnya dan rencana perawatan apa yang cocok dengan kondisi Anda. 

Namun, melihat warna lendir atau dahak yang Anda keluarkan bukanlah sebuah cara efektif dalam mendiagnosa penyakit yang Anda derita. Cara paling efektif dalam mengidentifikasi infeksi bakteri adalah dengan menguji sampel sputum di laboratorium. Akan tetapi, warna lendir dapat memainkan sebuah peran dalam menentukan apa yang sedang terjadi di dalam sistem pernapasan Anda. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 dan diterbitkan dalam Jurnal Pernapasan Eropa menunjukkan hasil berikut ini tentang sampel sputum atau dahak yang positif memiliki pertumbuhan bakteri ketika dikultur. 

  • Lendir putih terbukti positif memiliki bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada 18 dari 100 sampel
  • Dahak kuning mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada 46 dari 100 sampel
  • Dan dahak hijau mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada 59 dari 100 sampel

Jika Anda batuk berdahak dengan warna dahak bening, hal tersebut dapat mengindikasikan Anda menderita alergi atau Anda memiliki infeksi minor pada saluran pernapasan. Sementara itu, apabila Anda batuk berdahak dengan warna hijau atau kuning, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya infeksi pernapasan. Dahak atau lendir berubah warna karena enzim pertahanan yang sistem kekebalan tubuh Anda lepaskan. Misalnya, dahak dengan warna kehijauan disebabkan karena enzim yang mengandung zat besi. Pada umumnya, batuk berdahak dapat diatasi dengan siladex ME. Namun, untuk perawatan yang lebih tepat, hubungi dan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar Anda mendapatkan diagnosa yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *