Benarkah Abses Pada Gusi Bisa Sembuh Sendiri?

Infeksi pada mulut yang dibiarkan dan akhirnya membentuk kantung atau benjolan berisi nanah pada gusi disebut dengan abses pada gusi. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius, sehingga harus mendapatkan penanganan yang tepat. Namun demikian, ada pula yang menyebut jika kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan.

Kondisi ini biasanya dirasakan seseorang ketika merasa ada benjolan di dekat gigi pada bagian mana pun. Kondisi ini terbagi menjadi tiga jenis, seperti di antaranya abses periodontal abses periapikal dan abses gingival. Kondisi ini perlu penanganan yang segera ketika gejala muncul, karena jika tidak jaringan tulang pada gigi bisa rusak.

Abses Pada Gusi Bisa Sembuh Sendiri

Perlu diketahui jika sebenarnya abses gigi tidak bisa sembuh dengan sendirinya, hal inilah yang membuat kenapa penanganan medis sangat dibutuhkan dalam membasmi kuman pada abses. Selain itu penanganan juga digunakan untuk mengeringkan nanah di dalamnya hingga mencabut gigi yang mengalami infeksi.

Nanah yang muncul pada umumnya berwarna kekuningan, merah hingga kecokelatan dan memiliki bau yang sangat menyengat. Nanah merupakan cairan kental yang mengandung bakteri dan jaringan atau sel-sel mati. Untuk mengetahui seseorang terkena penyakit ini terdapat beberapa gejala yang muncul.

Seperti nyeri berdenyut dan terasa sangat menyakitkan, ini menjadi gejala utama yang secara umum terjadi pada pengidap abses gigi. Rasa sakit yang muncul bahkan bisa bertambah parah di malam hari dan terasa menjalar hingga rahang, telinga dan leher. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diperhatikan.

  • Mulut terasa anyir, gigi sensitif, terlebih jika penderita mengonsumsi minuman dan makanan yang panas atau dingin.
  • Nanah muncul pada area yang merasakan nyeri hingga menimbulkan bau mulut, mengalami bengkak pada wajah, pipi dan leher.
  • Selain itu, gusi juga mengalami pembengkakan dan terasa lunak karena adanya nanah yang terdapat di dalam gusi tersebut.

Abses Gusi Bisa Dicegah

Bakteri hidup pada plak dan menginfeksi gusi hingga menyebabkan gusi meradang, inilah yang menyebabkan ligamen gusi terlepas dari pangkat gusi. Keadaan ini membuat lubang kecil dan sulit dibersihkan, semakin banyak sisa makanan menumpuk maka semakin banyak pula bakteri dalam lubang tersebut, untuk mengatasi kondisi ini lakukan beberapa langkah berikut.

  • Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman panas, dingin, kandungan gula tinggi atau terlalu asam.
  • Pada area yang mengalami nyeri akibat abses gusi ini, sangat disarankan untuk menghindari membersihkan area tersebut dengan benang gigi.
  • Ketika menyikat gigi, lakukan dengan secara perlahan, gunakan bulu sikat yang lembut dan dengan gerakan memutar.
  • Disarankan untuk menggunakan bagian lain dari sisimulut agar tidak terlalu sakit, ketika salah satu bagian gigi sakit.

Kondisi mulut kotor dan dipenuhi banyak bakteri membuat abses gusi dapat muncul setelah seseorang melakukan prosedur medis pada gigi dan mulut. Cegah kondisi ini dengan melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dalam satu tahun untuk mencegah terjadinya penyakit pada gigi dan gusi.

Abses pada gusi menyebabkan gejala yang tidak mengenakan dan perlu ditangani dengan perawatan yang cukup kulit. Hal inilah yang membuat seseorang agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan gusi dengan baik. Sikat gigi sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari, terutama setelah makan.

Rutin membersihkan gigi dengan scaling ke dokter, setidaknya enam bulan sekali, segera kunjungi dokter gigi jika mengalami gejala penyakit ini. Penanganan abses gusi secara dini mampu memberikan hasil yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *