Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

 Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

Anda mungkin sudah belajar berbagai cara menenangkan bayi semenjak masa kehamilan sebagai persiapan. Namun ketika ditaruh langsung pada praktiknya, semua ilmu yang Anda peroleh terasa sia-sia. Tangisan bayi tidak berhenti dengan cara-cara yang Anda gunakan. 

Jangan stress dulu. Bisa jadi tangisan bayi tidak juga mereda karena cara menenangkan bayi yang Anda lakukan keliru. Yang dimaksud keliru di sini adalah tidak cocoknya antara penyebab masalah tangisan bayi dengan cara Anda mencoba menenangkannya. 

Karena itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui dahulu sumber masalah si kecil menangis sebelum mencoba berbagai cara menenangkannya. Nyatanya pula, selain tangisan, kerap ada tanda-tanda dan sinyal yang diberikan bayi kepada Anda untuk mengomunikasi perasaan yang dialaminya. Berikut ini adalah berbagai sumber masalah yang membuat bayi menangis, yang mesti Anda ketahui. 

  1. Kelaparan 

Jangankan bayi. Anda pun jika kelaparan akan merasa gelisah, bukan? Khusus untuk bayi, mereka cenderung menangis jika kelaparan. Tangisan yang menunjukkan rasa lapar biasanya bernada rendah dan naik turun. Bayi juga tidak jarang mengepalkan tangannya bahkan sampai mengisap ibu jari tangannya karena sudah sangat lapar. Cara menenangkan bayi yang lapar tentu saja dengan memberinya susu. Anda cukup menawarkan payudara atau botol susunya dan lihat bagaimana reaksinya. Ia akan segera meraih dan minum susu dengan kencang saking laparnya!

  1. Kolik 

Bahasa simpelnya, bayi sedang sakit perut hingga akhirnya menangis dan sulit ditenangkan. Ketika bayi kolik, memang sulit mencari cara menenangkan bayi. Anda mungkin hendak menyusui atau menggendongnya, namun bisa jadi metode tersebut tidak mempan. Bayi yang menangis karena kolik cenderung menangis dengan keras dan bernada tinggi. Coba perhatikan perutnya, apakah membengkak dan kakinya disilangkan dengan menumpuk? Jika iya, hampir bisa dipastikan si kecil mengalami kolik. Anda bisa sedikit meredakan koliknya dengan memijat lembut bagian perut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Coba gerakkan pula kaki si kecil seperti mengayuh sepeda hingga tangisannya mulai bisa ditenangkan. 

  1. Kelelahan 

Coba diingat-ingat, apakah Anda baru melakukan stimulasi untuk tumbuh kembang bayi atau sehabis mengajak si kecil bermain? Bisa jadi, tangisannya bersumber dari rasa lelah akibat aktivitas yang dilakukan. Umumnya, bayi yang lelah akan menangis tanpa henti dan berusaha menggerakkan badannya tanda gelisah. Yang si buah hati butuhkan saat itu hanyalah tidur, namun sulit untuk bayi bisa tidur sendiri. Anda mesti membantunya! Cara menenangkan bayi yang lelah adalah membedong ataupun menimang bayi sampai tertidur. Anda juga bisa menaruhnya di stroller dan mengajaknya berjalan-jalan hingga ia terlelap. 

  1. Popok Kotor 

Beberapa bayi memang bisa tenang duduk di popok kotor atau lembap selama berjam-jam. Mereka baru akan gelisah ketika popoknya penuh. Namun, ada juga bayi yang akan mendadak histeris karena merasa popoknya lembap atau kotor. Tentu saja Anda mesti segera mengganti popok tersebut sebagai cara menenangkan bayi. Jika masih tidak yakin jika popok kotor merupakan penyebab tangisan bayi, cobalah endus popok si kecil. Apakah tercium bau pesing atau menyengat? Ya, bisa jadi si buah hati baru sehabis buang air kecil atau buang air besar hingga kemudian merasa tidak nyaman dan menangis. 

  1. Terlalu Ramai 

Pernahkan Anda bingung menghadapi tangisan bayi yang tiba-tiba ketika sedang acara kumpul keluarga? Jika iya, tidak perlu heran. Hal tersebut wajar. Bayi menangis bisa karena tidak nyaman sebab suasana terlalu ramai. Cara menenangkan bayi yang demikian hanyalah dengan membawa ia keluar sebentar untuk mencari suasana yang lebih tenang. Dijamin, si kecil akan segera diam dari tangisannya. 

Jadi, selama ini si kecil paling sering menangis karena penyebab apa? Sekarang tidak perlu panik lagi sebab Anda sudah tahu sinyal untuk melakukan cara menenangkan bayi sesuai penyebabnya, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *