Category: Hidup Sehat

Vitamin untuk Impotensi, Cara Alami Atasi Impotensi

Vitamin untuk Impotensi, Cara Alami Atasi Impotensi

Bagi kaum pria, impotensi adalah kondisi yang tidak menyenangkan. Saat seorang pria mengalami impotensi, mereka mengalami gangguan berupa disfungsi ereksi. Bila Anda didiagnosa mengalami kondisi ini, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan vitamin untuk impotensi.

Anda mungkin sangat sering melihat iklan mengenai produk-produk vitamin untuk pria. Beberapa produk itu memang bisa membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi. 

Tapi, supaya tidak salah pilih, sebaiknya ketahui dulu apa saja jenis-jenis vitamin yang baik untuk mengatasi masalah impotensi. 

Mengonsumsi vitamin untuk impotensi

Sebenarnya, belum ada penelitian yang bisa secara khusus membuktikan bahwa vitamin baik untuk mengatasi masalah impotensi. Akan tetapi, memang telah terbukti bahwa ada hubungan antara vitamin dengan kondisi kesehatan seksual.

Secara umum, mendapatkan asupan vitamin yang memadai memang penting untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, ada beberapa jenis vitamin yang secara khusus sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan seksual. 

Berikut ini jenis vitamin untuk impotensi yang bisa Anda coba konsumsi:

  • Vitamin D

Menurut penelitian, sebagian besar pria yang mengalami impotensi atau disfungsi ereksi memiliki tingkat vitamin D yang sangat rendah dalam tubuhnya. Bahkan, ada gejala lain selain impotensi yang bisa menjadi penanda bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin D.

Apabila kekurangan vitamin D ini sudah sampai ke tahap serius, Anda mudah merasakan nyeri tulang dan kelemahan otot. Anda bisa memastikan seberapa kadar vitamin D dalam tubuh Anda dengan melakukan pemeriksaan tes darah.

Jika Anda memang kekurangan vitamin D, Anda bisa mencoba mendapatkannya dari sinar matahari. 

  • Vitamin C

Pada dasarnya, vitamin C dalam tubuh membantu meningkatkan aliran darah Anda. Aliran darah yang tidak lancar juga akan mempengaruhi kondisi disfungsi ereksi.

Karena itu, vitamin C juga dipercaya bisa membantu meningkatkan kesehatan seksual. Vitamin C tidak bisa disimpan dalam tubuh. Jadi untuk mendapatkannya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C setiap hari. 

Anda bisa mendapatkan sumber vitamin C dari buah-buahan seperti melon, nanas, pepaya, tomat, brokoli, bayam, buah sitrus, dan lain sebagainya.

  • Vitamin B9

Disfungsi ereksi juga dipengaruhi oleh vitamin B9 atau yang dikenal juga dengan asam folat. Berdasarkan penelitian, penderita impotensi umumnya memiliki kadar asam folat yang rendah dalam tubuhnya.

Selain itu, penelitian juga telah membuktikan bahwa suplemen vitamin B9 bisa menjadi salah satu cara mengatasi impotensi.

Asam folat bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi pisang, buah sitrus, telur, alpukat, brokoli, sayur-sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

  • Vitamin B3

Vitamin B3 seringkali juga dikenal dengan sebutan niacin. Vitamin ini mampu meningkatkan fungsi ereksi dan menjadi vitamin untuk impotensi yang menyehatkan kondisi seksual Anda.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa niacin efektif memperbaiki gejala disfungsi ereksi ringan hingga berat. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin B3 dari makanan daging seperti kalkun, ayam, babi, dan sapi.

Selain itu, asupan vitamin B3 juga bisa didapatkan dari alpukat, kacang-kacangan, jamur, dan beras merah. 

Itulah beberapa rekomendasi sumber vitamin yang bisa Anda coba untuk menurunkan resiko kondisi disfungsi ereksi. Anda bisa mendapatkannya melalui suplemen vitamin khusus ataupun dari makanan alami.

Dengan mengonsumsi vitamin untuk impotensi, Anda bisa meredakan gejala ataupun mencegah diri dari kondisi disfungsi ereksi. Dengan begitu, kesehatan seksual Anda pun akan menjadi lebih terjaga.

Dijuluki Superfood, Manfaat Arugula untuk Kulit dan Rambut Bersinar

Arugula (Eruca vesicaria) merupakan sayuran silang yang masih berkerabat dekat dengan sayur brokoli, kangkung, dan kubis. Memiliki rasa yang pedas, arugula termasuk dalam salah satu sayuran hijau berlabel superfood atau makanan super.

Sayuran hijau ini padat nutrisi, dan yang lebih penting memiliki sedikit kalori serta kaya antioksidan. Manfaat arugula yang paling terkenal adalah meningkatkan kesehatan jantung. 

Bila diolah menjadi ekstrak minyak, Anda dapat mengambil manfaatnya untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Kandungan nutrisi arugula

100 gram arugula terkandung nutrisi:

  • Lemak: 0,7 gram
  • Karbohidrat: 3,7 gram
  • Sodium: 27 miligram
  • Protein: 2,6 gram

Serta vitamin dan mineral termasuk vitamin A, C, K, kalsium, zat besi, magnesium, folat, fosfor, dan kalium. Selain itu arugula mengandung senyawa bioaktif yang bertanggung jawab atas berbagai efek menyehatkan berikut:

  • Antioksidan
  • Antibakteri
  • Anti-tumor
  • Antiinflamasi
  • Anti diabetes
  • Anti diare
  • Analgesik

Manfaat arugula untuk kesehatan kulit dan rambut

Arugula telah lama digunakan dalam praktik pengobatan tradisional Timur Tengah untuk mencegah dan mengobati gangguan kulit. Mengonsumsi tanamannya secara langsung dapat melindungi dari paparan sinar UV matahari. 

Karena aktivitas antioksidannya yang begitu kuat, mengonsumsi arugula dapat memperlambat tanda penuaan, melawan poliferasi sel dan melindungi elastisitas kulit, menjaga kekebalan kulit, dan secara kesuluruhan meningkatkan penampilan.

Jika diaplikasikan secara topikal atau oles, minyak arugula dapat mencegah penyakit kulit inflamasi dan menjadi pengobatan alami untuk eksim atau psoriasis.

Minyak arugula juga dapat digunakan sebagai perawatan rumahan untuk menutrisi dan mengatasi berbagai masalah rambut termasuk:

  • Menghentikan kerontokan rambut
  • Merangsang pertumbuhan rambut
  • Memperkuat akar rambut
  • Mengatasi rambut kering
  • Membasmi ketombe kering
  • Mempercepat pemulihan rambut setelah terpapar bahan kimia, pewarnaan, dan sinar matahari

Minyak arugula dapat diaplikasikan ke rambut atau diminum. Bagi pemilik rambut keriting dapat menggunakan minyak ini setiap hari untuk perawatan rambut. Gosokkan ke akar rambut dan biarkan semalaman lalu bilas.

Manfaat arugula terhadap rambut akan lebih efektif bila Anda mengombinasikan konsumsi minyak arugula bersamaan dengan menerapkan masker rambut. Minyak arugula akan bekerja dari dalam sementara vitamin dan elemen makro pada masker rambut bekerja dari luar untuk menghasilkan rambut yang lebih tebal, sehat, dan kuat.

Jika Anda mengalami masalah rambut rontok, minyak arugula dapat diminum setiap hari atau sebagai alternatif Anda bisa mencampurkan dua sendok makan minyak arugula ke dalam salad Anda.

Apakah mengonsumsi arugula aman?

Arugula dikenal sebagai sayuran hijau yang aman dan tak menimbulkan reaksi alergi atau efek samping signifikan. Selain itu arugula mengandung rendah gula dan kalori serta sedikit rasa pedas sehingga agak tidak mungkin seseorang memakan arugula dalam jumlah banyak. 

Senyawa kimia yang terdapat pada arugula juga berisiko kecil dapat mengganggu fungsi tiroid, sehingga arugula akan aman dikonsumsi terlepas dari kondisi kesehatan Anda saat ini.

Cara mengolah arugula

Manfaat arugula bisa didapat melalui memakan arugula secara mentah, dimasak, atau diekstrak menjadi minyak arugula. Minyaknya pun dapat diminum atau dioleskan langsung ke kulit atau rambut.

Untuk membuat konsumsi arugula terasa menyenangkan, Anda dapat menggunakannya sebagai toping pizza dan salad, atau menambahkannya ke dalam pasta, sandwich, omelet, dan smoothie

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar manfaat arugula dan dosis maksimal mengonsumsinya, Anda bisa menanyakannya langsung ke dokter pada aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Promil dan Manfaat Kepiting untuk Tingkatkan Kesuburan

Makanan laut adalah salah satu makanan yang direkomendasikan untuk pasangan yang merencanakan kehamilan. Bahkan FDA menjadikan ikan dan hewan laut lainnya sebagai makanan terbaik yang dikonsumsi ibu hamil. 

limbah

Hewan laut dipenuhi dengan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan asam lemak omega-3. Tapi karena pencemaran lingkungan Anda harus berhati-hati karena beberapa jenis ikan terpapar bahan kimia seperti merkuri dalam jumlah yang tinggi. 

Salah satu ikan laut yang baik untuk dikonsumsi adalah kepiting. Artikel berikut akan menjelaskan manfaat kepiting dalam meningkatkan kesuburan dan mendukung kehamilan yang sehat.

Alasan kepiting sangat baik untuk dikonsumsi

Kepiting merupakan salah satu hidangan laut terlezat yang dikemas dengan kaya nutrisi. Manfaat kepiting yang dihasilkan berasal dari gizi yang terkandung di dalamnya antara lain:

  1. Protein

Dalam 85 gram kepiting yang sudah dimasak mengandung sekitar 16,45 gram protein, memenuhi 90% nilai harian (DV). Jumlah ini hampir sama banyaknya dengan protein pada daging tanpa lemak. 

  1. Asam lemak omega-3

100 gram kepiting menyediakan sepertiga dari asupan omega-3 mingguan yang direkomendasikan oleh pemerintah Inggris. Omega-3 berperang penting terhadap kesehatan dan perkembangan otak janin. Beberapa penelitian juga membuktikan omega-3 dapat menghambat perilaku agresif. 

Kegunaan omega-3 yang paling terkenal adalah menjaga kesehatan jantung dengan menyeimbangkan tingkat kolesterol, tekanan darah, dan meningkatkan sifat anti-inflamasi.

Ditambah lagi omega-3 pada kepiting merupakan jenis rantai panjang. Dengan kata lain Anda dapat merasakan manfaat kepiting secara langsung.

  1. Selenium

Selenium berperan penting dalam sistem kekebalan manusia. Efek antioksidan yang dihasilkan melindungi dari kerusakan sel dan jaringan. 

100 gram daging kepiting memenuhi 112% nilai harian yang direkomendasikan untuk pria dan 140% untuk wanita. Jumlah ini 3 kali lebih banyak daripada ikan cod dan 12 kali lipat dari daging sapi. 

  1. Riboflavin (vitamin B2)

Riboflavin terlibat dalam produksi sel darah merah, meningkatkan pertumbuhan normal serta jaringan dan sel saraf yang sehat. Mencukupi nilai harian riboflavin membantu Anda untuk kuat beraktivitas seharian.

  1. Tembaga

Daging kepiting mengandung tembaga hampir 30 kali lipat lebih banyak dari ikan cod dan 56 kali lebih banyak daripada salmon, ayam, dan daging sapi. 

Tembaga dibutuhkan dalam proses penyerapan, penyimpanan, dan metabolisme zat besi. Secara tidak langsung tembaga berperang dalam produksi sel darah merah, menjaga kesehatan tulang, saraf, dan pembuluh darah, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

  1. Fosfor

Fosfor merupakan mineral paling melimpah kedua di dalam tubuh. Fosfor terlibat dalam sebagian besar fungsi tubuh, dan pada ibu hamil kekurangan fosfor dapat mengembangkan komplikasi kehamilan. 

100 gram kepiting menyumbang 62% dari nilai harian fosfor yang direkomendasikan untuk pria dan wanita dewasa.

Manfaat kepiting untuk kesuburan 

Sebuah penelitian menemukan bahwa pasangan yang memakan hidangan laut secara rutin menunjukkan tingkat kehamilan yang lebih tinggi (92%) daripada mereka yang hanya memakan makanan laut 2 porsi per minggu. 

Makanan laut seperti tiram, salmon, dan kepiting termasuk dalam menu yang dikonsumsi oleh partisipan. Meski kerang telah lama dikaitkan dengan efek afrodisiaknya, peneliti masih belum yakin kaitan antara makanan laut dengan peningkatan kesuburan. 

Asam lemak omega-3, yang sangat banyak terkandung pada kepiting, juga dicurigai menjadi penyebab dari efek menguntungkan tersebut. Ditambah lagi omega-3 telah terbukti dapat meningkatkan kualitas air mani pada pria serta kualitas ovulasi dan embrio pada wanita. 

Meski membutuhkan penelitian lebih dalam, hal ini membuktikan potensi manfaat kepiting dan hewan laut lainnya dalam mendukung keberhasilan program hamil. 

Ikan laut yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan

Pada tahun 2017, Environmental Protection Agency (EPA) dan Food and Drug Administration (FDA) merilis rekomendasi ikan dan hewan laut yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Sebagian besar ikan laut mengandung protein dan DHA yang berperang penting dalam perkembangan otak bayi.

Rekomendasi ikan yang disarankan antara lain:

  • Kepiting
  • Udang
  • Tuna
  • Ikan salmon
  • Lobster
  • Pollack
  • Ikan nila
  • Catfish, seperti ikan lele dan patin

Adapun ikan yang harus dihindari oleh ibu hamil dan pasangan yang berencana hamil meliputi:

  • Ikan todak
  • Hiu
  • Rilefish dari Teluk Meksiko
  • Marlin
  • Orange roughy
  • Tuna bermata besar
  • King mackerel

Catatan

Meski dibutuhkan penelitian lebih dalam untuk membuktikan manfaat kepiting dalam meningkatkan kesuburan, tak ada salahnya untuk memakan kepiting untuk mendapat manfaat kepiting untuk kesehatan secara umum.

Apabila Anda sedang menjalani program hamil atau sedang dalam masa tersebut, disarankan berdiskusi dengan dokter untuk menentukan jenis ikan dan jumlah yang boleh dikonsumsi.

Alice in Wonderland Syndrome dan Kondisi Lain Sejenis

Dongeng merupakan sebuah cerita rekaan yang sengaja dibuat fenomenal atau “tidak biasa” dengan tujuan tertentu. Biasanya, dongeng dibuat untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak. Namun, siapa sangka jika cerita dongeng bisa menggambarkan atau mewakilkan sebuah kondisi medis tertentu. Alice in Wonderland syndrome jadi yang paling populer dalam kasus ini.

Kata “menggambarkan” dan/atau “mewakilkan” dipilih karena apa yang dialami penderita dari kondisi tersebut serupa dengan apa yang terjadi di dongeng. Misalnya dalam kasus Alice in Wonderland syndrome, penderitanya seakan-akan menjadi Alice atau si tokoh utama dalam dongeng tersebut yang bisa berubah menjadi besar atau kecil.

Kendati, ya, tentu saja, Alice in Wonderland syndrome tak benar-benar membuat penderitanya dapat membesar atau mengecil. Ini hanya kiasan atau perumpamaan. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai apa yang dialami oleh penderita Alice in Wonderland syndrome:

Alice in Wonderland Syndrome (AWS) adalah kondisi langka yang membuat seseorang merasa tubuhnya lebih besar atau lebih kecil dari benda-benda di sekitarnya. Perlu digarisbawahi, bahwa kondisi tersebut hanyalah persepsi atau perasaan dari penderitanya.

Selain itu, penderita Alice in Wonderland syndrome juga merasa benda-benda di sekelilingnya mengalami perubahan jarak. Mereka bisa merasa sebuah pesewat teve di atas meja menjadi lebih dekat atau lebih jauh, padahal benda itu tak pernah bergerak atau berpindah tempat.

Gangguan Alice in Wonderland syndrome bisa berpusat di berbagai indra, termasuk penglihatan, peraba, dan pendengaran. Orang yang mengalami sindrom ini juga mengalami putus realita terhadap waktu. Artinya, waktu yang berjalan bisa terasa lebih cepat maupun lebih lambat.

Sampai saat ini belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan seseorang mengalami Alice in Wonderland syndrome. Namun, diyakini bahwa sindrom ini berkaitan dengan  aktivitas listrik yang tak biasa di dalam otak. Aktivitas listrik tersebut memicu aliran darah menjadi tidak normal ke bagian otak yang mengolah persepsi visual dan lingkungan.

Selain Alice in Wonderland syndrome, ada kondisi lain yang penamaannya diilhami dengan cerita atau film berbasis dongeng. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Sleeping Beauty Syndrome

Persis seperti di cerita dongeng. Penderita sindrom ini membuat penderitanya mengalami rasa kantuk luar biasa sehingga saat tertidur, mereka dapat menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan. 

Sindrom ini juga dikenal dengan nama Klene-levin syndrome dan termasuk kondisi yang langka. Satu kasus yang pernah tercatat dialami oleh sorang gadis berusia 16 tahun, Beth Goodier. Suatu ketika, sepulangnya dari sekolah, Beth tertidur dan baru bangun beberapa hari setelahnya, padahal ibunya berusaha keras membangunkan anaknya tersebut.

  • Peter Pan Syndrome

Peter Pan adalah dongeng yang menceritakan seorang peri kecil bernama Peter. Kisah ini dijadikan nama untuk sebuah sindrom yang membuat penderitanya kembali berlaku seperti bocah seusia Peter, meski usianya sudah tua.

Seseorang dengan sindrom Peter Pan ini juga cenderung enggan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Meski Peter adalah bocah lelaki, tetapi sindrom ini juga bisa dialami oleh perempuan. Diyakini, pengalaman atau sesuatu dari masa lalu yang menjadi pemicu dari kondisi ini.

  • Rapunzel Syndrome

Rapunzel adalah tokoh fiktif yang digambarkan sebagai sosok putri cantik dengan rambut yang amat panjang. Sindrom Rapunzel berkaitan dengan rambut. Bukan, penderitanya bukan memiliki pertumbuhan rambut yang luar biasa. 

Sindrom ini akan membuat penderitanya kebiasaan di mana mereka secara kompulsif ingin menarik dan memakan rambut mereka sendiri. Dalam dunia medis, kebiasaan ini juga disebut dengan istilah trichophagia.

Alice in Wonderland syndrome mungkin menjadi sebuah kondisi medis yang membuat penderitanya merasakan kebingungan yang amat sangat. Namun, sindrom-sindrom lain yang juga diambil dari kisah dongeng di atas tak kalah unik ‘kan? Apalagi semua sindrom yang disebutkan di atas terbilang langka dan khazanah dunia medis belum cukup banyak untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut. 

Mitos dan Fakta Seputar Daging Putih vs Daging Merah

Daging puih dan merah merupakan pengkategorian jenis daging berdasarkan warnanya ketika masih mentah. Daging merah meliputi daging mamalia seperti kambing, domba, atau sapi, sedangkan daging putih berasal dari ayam, bebek, dan unggas lainnya.

Daging merah kerap dikaitkan dengan berbagai masalah penyakit, termasuk kanker. Tak jarang banyak yang membandingkan profil kesehatan daging putih vs daging merah

Nilai gizi daging putih vs daging merah

Daging merah merupakan sumber protein. Meski kandungan gizinya dapat berbeda tergantung pada jenis daging merah, umumnya satu porsi (100 gram) daging merah giling mentah mengandung:

  • Vtaimin B3 (niacin): 25% dari asupan referensi diet (Recommended Daily Allowance/RDA)
  • Vitamin B12 (cobalamin): 37% dari RDA 
  • Vitamin B6 (pyridoxine): 18% dari RDA
  • Zat besi: 12% dari AKG (angka kecukupan gizi) 
  • Seng (zinc): 32% dari RDA
  • Selenium: 24% dari RDA
  • 176 kalori
  • 20 gram protein
  • 10 gram lemak

Daging merupakan satu-satunya sumber vitamin B12, karena vitamin tersebut tidak terkandung dalam sumber nabati. Selain itu, zat besi yang terkandung pada daging merupakan zat besi heme yang diserap jauh lebih baik oleh tubuh dibandingkan zat besi pada tanaman. 

Selain itu, daging merah yang diberi makan dan dipelihara secara alami lebih kaya akan asam lemak omega-3 dan CLA yang sangat bagus untuk kesehatan jantung.

Sementara itu 1 porsi daging putih (ayam) cincang mengandung:

  • Niacin: 87% dari RDA
  • Vitamin B6: 42% dari RDA
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 14% dari RDA
  • Kalium: 10% dari RDA
  • Seng (zinc): 11% dari RDA
  • Selenium: 49% dari RDA
  • 242 kalori
  • 43 gram protein
  • 6 gram lemak

Benarkah daging putih lebih baik daripada daging merah?

Profil nutrisi dari daging putih vs daging merah mungkin membuat Anda lebih memilih daging putih. Ditambah lagi dengan kontroversi daging merah dalam sejarah nutrisi. Karena hal tersebut banyak mitos yang beredar mengenai bahaya konsumsi daging merah.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini fakta dan mitos seputar daging putih vs daging merah:

  1. Mitos = Daging merah meningkatkan risiko kanker 

Sebagian besar studi observasi menunjukkan bahwa mengondumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker, salah satunya kanker kolorektal. Namun sebuah meta-analisis menemukan peningkatan risiko kanker kolokteral sangat rendah, dimana efek yang terlihat sangat lemah untuk pria dan tidak ada efek untuk wanita.

Selain itu, dampak tersebut disebabkan oleh proses pengolahan daging merah. Proses pemanggangan atau pengasapan daging menghasilkan beberapa senyawa berbahaya, salah satunya hidrokarbon polyaromatik (PAH), yang berpotensi kanker.

Oleh karena itu metode memasak merupakan faktor penentu dari keamanan daging itu sendiri.

  1. Mitos = Daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daging merah dapat meningkatkan risiko jantung, diabetes, dan masalah kardiovaskular lainnya. Sayangnya belum ada yang dapat menemukan penyebabnya. 

Sebuah tinjauan besar terhadap 20 penelitian menemukan peningkatan risiko tersebut, tapi efek ini hanya terlihat pada daging merah olahan, bukan yang tidak diolah. 

Penelitian lain juga tidak menemukan perbedaan peningkatan risiko pada peserta yang memakan kurang lebih 3,5 sajian daging merah per minggu daripada yang tidak mengonsumsinya sama sekali. 

  1. Mitos = Daging putih lebih rendah lemak

Daging putih seringkali dipromosikan sebagai makanan sehat dengan rendah lemak. Padahal baik daging putih vs daging merah memiliki kandungan lemak yang tak jauh berbeda. Metode modern membuat kandungan lemak pada daging putih, misalnya ayam, menjadi dua kali lipat. 

Menurut Profesor Michael Crawford dari London Metropolitan University, menemukan kandungan lemak pada ayam setara dengan hamburger, dan dua kali lebih banyak dari ayam yang diternakkan pada tahun 1940.

  1. Fakta = Daging putih vs daging merah memiliki risiko kesehatan yang sama

Ada beberapa penyakit yang berasal dari unggas, misalnya flu burung, dan pada daging merah (daging babi) terdapat flu babi. Keduanya juga dapat terkena kontaminasi makanan, penyakit hati, atau risiko kesehatan lainnya.

Selain itu, metode pengolahan daging merah atau putih mempengaruhi kesehatan dan keamanan dari daging itu sendiri. Mengonsumsi daging merah dan putih terlalu banyak dalam jangka panjang juga tidak disarankan, karena meskipun bernutrisi keduanya dapat menyebabkan efek samping. 

Maka dari itu daging putih vs daging merah memiliki risiko kesehatan yang sama.

Catatan

Masih banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan profil kesehatan dari daging putih vs daging merah. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar hal tersebut, tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Kesehatan tubuh perlu dijaga salah satunya dengan mencukupi asupan serat dari makanan yang dikonsumsi. Namun, tidak semua orang harus terus mengonsumsi makanan tinggi serat. Pada berbagai kondisi, ada yang disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah serat. Apa tujuan diet rendah serat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kondisi yang Mengharuskan Seseorang Konsumsi Makanan Rendah Serat

Tujuan dari konsumsi makanan yang mengandung serat rendah adalah untuk meminimalisir makanan yang tidak tercerna dalam usus. Sehingga feses yang dikeluarkan tubuh lebih sedikit jumlahnya. 

Pada kondisi medis tertentu, konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi bisa menyebabkan berbagai masalah pada sistem pencernaannya. 

Oleh karena itu, orang-orang pada kondisi berikut ini sangat direkomendasikan untuk menjalankan diet rendah lemak.

  • Orang yang memiliki masalah pencernaan berupa irritable bowel syndrome (IBS)
  • Orang-orang yang menderita penyakit peradangan usus kronis atau Crohn
  • Menderita radang pada diverkuli yang ada di sepanjang saluran pencernaan, khususnya pada usus besar
  • Mereka yang memiliki kondisi kolitis ulseratif atau peradangan bagian usus besar atau di bagian akhir usus besar yang menuju anus.

Diet rendah serat juga disarankan pada mereka yang menderita diare dan kram perut. Selain itu, dokter juga akan menyarankan orang-orang yang melakukan operasi, kolonoskopi, atau mereka yang melakukan perawatan kanker tertentu untuk konsumsi makanan rendah serat.

Namun, diet rendah serat ini tidak dilakukan dalam jangka waktu panjang. Namun, dilakukan hingga kondisi pencernaan Anda kembali pulih sepenuhnya. Jika pun diperlukan waktu lama untuk menjalani diet ini, maka biasanya dokter akan memberikan suplemen mineral, vitamin, ataupun dengan pemasangan infus pada penderita.

Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Saat melakukan diet rendah serat, ada beberapa kondisi yang dialami oleh tubuh, yaitu:

  • Feses yang dikeluarkan tubuh akan terus semakin sedikit
  • Jumlah makanan yang tidak tercerna oleh usus harus berkurang jumlahnya
  • Pekerjaan sistem pencernaan harus semakin ringan dengan konsumsi makanan rendah serat
  • Berbagai gejala ketidaknyamanan pada perut, mengalami diare, atau sakit perut harus semakin berkurang.

Penting untuk digarisbawahi bahwa, mengonsumsi makanan rendah lemak bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan. Diet rendah serat ini termasuk berisiko tinggi, sehingga Anda perlu bantuan para ahli agar tidak memperparah penyakit yang sedang dialami.

Panduan Menjalani Diet Rendah Serat

Jika Anda menjalani diet rendah serat dalam jangka waktu pendek, pastikan untuk tetap konsumsi berbagai makanan.

Berikut beberapa rekomendasi makanan yang tetap dikonsumsi namun porsinya harus disesuaikan dengan kondisi pasien.

  • Konsumsi nasi putih, kerupuk, dan juga pasta polos
  • Konsumsi daging merah, ikan, telur, daging unggas, dan juga tahu
  • Roti putih tanpa biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Pancake atau waffle yang terbuat dari tepung terigu
  • Sayur-sayuran dan buah kalengan
  • Susu dan makanan olahan seperti puding, es krim, yoghurt, serta keju
  • Jus buah dengan sedikit atau tanpa daging buah sama sekali
  • Mentega, margarin, minyak, saus salad tanpa biji

Selain makanan yang direkomendasikan, ada pula makanan-makanan yang perlu dihindari oleh Anda yang menjalani diet rendah serat, yaitu:

  • Roti dari gandung atau gandum utuh
  • Beras merah dan juga biji-bijian utuh lainnya
  • Buah mentah dan juga buah berbiji seperti beri
  • Kacang-kacangan berupa kacang polong dan juga lentil
  • Sayuran mentah atau dimasak setengah matang termasuk jagung
  • Kelapa
  • Makanan yang diolah dari biji-bijian dan kacang-kacangan seperti selai kacang

Penting untuk mengetahui bahwa sebenarnya makanan rendah serat umumnya kurang sehat. Lakukan secara perlahan jika Anda memang disarankan untuk melakukan diet jenis ini. Jika kondisi Anda sudah kembali pulih, kembalilah konsumsi makanan kaya serat karena lebih sehat dibanding makanan rendah serat.

Yuk, Coba Cara Menghilangkan ketombe dengan Garam Berikut!

Memiliki ketombe bukanlah hal yang menyenangkan. Siapa pun orangnya pasti merasa tidak nyaman, terlebih lagi ketombe sering kali membuat gatal kulit kepala. Ketombe pun sering membuat orang yang memilikinya merasa kurang percaya diri.

Berbagai cara telah dilakukan untuk menghilangkan ketombe. Mulai dari menggunakan sampo anti ketombe, melakukan perawatan rambut khusus menghilangkan ketombe hingga melakukan cara menghilangkan ketombe dengan garam.

Bagaimana garam membantu mengobati ketombe?

Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan ketombe, termasuk cara menghilangkan ketombe dengan garam. Ada dua jenis ketombe, yaitu ketombe basah dan kering. Ketombe kering terjadi pada kulit kepala yang kering dan dehidrasi, sedangkan ketombe basah terjadi pada kulit kepala yang berminyak. Berikut penyebab ketombe:

  • Ketidakseimbangan hormonal
  • Diet tidak sehat dan berlemak
  • Produk rambut yang mengandung bahan kimia
  • Infeksi jamur
  • Masalah medis
  • Dehidrasi dan kekurangan gizi
  • Perawatan DIY garam sampo

Ini adalah perawatan ketombe menggunakan garam yang sederhana namun cukup efektif, yang dapat Anda gunakan setiap kali Anda ingin keramas.

Bahan:

  • 1 sendok makan garam
  • Segenggam sampo

Cara Membuat:

  • Campurkan satu sendok makan garam dengan segenggam sampo
  • Setelah tercampur, taruh di kulit kepala kemudian ratakan dan pijat secara lambut
  • Cuci bersih dan gunakan kondisioner seperti biasa
  • Lakukan hal ini dua kali seminggu hingga mendapatkan hasil yang diinginkan

Mencampurkan sampo dengan garam dapat mengelupaskan kulit kepala. Selain itu, hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengontrol minyak berlebih. Perawatan ini dapat menghilangkan ketombe dan meningkatkan pertumbuhan rambut baru. Ini juga merupakan cara mudah untuk memasukkan garam ke dalam kamar mandi Anda.

  • Garam laut

Garam laut mengandung detoksifikasi yang luar biasa dapat mengeluarkan racun dari kulit. Garam laut dapat mengekang pertumbuhan jamur dan mengontrol ketombe. Berikut cara menggunakan garam laut untuk menghilangkan ketomber:

Bahan:

  • 3 sendok makan garam laut

Cara membuat:

  • Masukkan garam ke dalam mangkuk dan haluskan , setelah itu siram kulit kepala Anda dengan garam.
  • Basahi jari Anda dan pijat kulit kepala secara perlahan, atau Anda dapat meminta seseorang untuk menggosok kulit kepala Anda.
  • Pijat kulit kepala selama 10-15 menit agar serpihan kulit mati benar-benar hilang dari kulit kepala Anda.
  • Setelah memijat, Anda dapat keramas seperti biasa menggunakan sampo anti ketombe.
  • Bilas, lalu keringkan rambut dengan handuk bersih.
  • Lakukan hal ini tidak lebih dari dua kali seminggu.

Garam laut bisa menyembuhkan infeksi kulit dan luka. Hal ini pun dapat mengelupaskan kulit kepala dan mengembalikan kulit kepala normal kembali. Garam laut dapat mencegah ketombe dengan cara menyerap minyak berlebih dan mengontrol pertumbuhan jamur. Namun, perawatan ini dapat membuat rambut Anda dehidrasi aprah, jadi pastikan untuk mengunakan kondisioner rambut juga.

  • Detoksifikasi dengan garam

Cara menghilangkan ketombe dengan garam lainnya adalah dengan membersihkan sistem internal. Jika tubuh Anda bebas dari racun, maka Anda pun dapat mengusir infeksi.

Bahan:

  • Air
  • Garam

Metode:

  • Metode tambahan menggunakan garam untuk mengatasi ketombe adalah dengan sering mengonsumsi dengan air bersih yang cukup.
  • Salah satu alasan utama mengapa orang mengalami ketombe, termasuk beberapa masalah lainnya adalah karena mereka dehidrasi.
  • Oleh karena itu, untuk menghidarasi tubuh Anda, Anda harus minum air dengan menambahkan garam ke dalamnya dengan tujuan agar air tetap berada di tubuh Anda cukup lama untuk melakukan tugasnya. Anda dapat melakukannya setiap hari.

Mengonsumsi air garam dapat mengembalikan garam tubuh yang hilang. Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kering dan sangat rentan terhadap jamur penyebab ketombe. Sedikit garam dalam asupan air harian Anda dapat membantu menyeimbangkan kadar garam dan menghidrasi tubuh. Hati-hati dengan kandungan garamnya, jarena bisa meningkatkan kadar natrium Anda.

Peringatan yang perlu diketahu sebelum menggunakan garam pada rambut

Garam hadir dengan manfaat dan efek samping sendiri. Sebelum menggunakan metode ini langsung di kulit kepala yang rawan ketombe, beriku tbeberapa hal yang perlu Anda ketahui.

  • Garam mengandung natrium yang dapat mengeringkan kulit kepala.
  • Ini dapat menghilangkan minyak esensial dari kulit kepala Anda dan membuatnya dehidrasi.
  • Garam dapat mengiritasi kulit kepala yang sensitif dan dapat menyengat serta membuat peradangan.
  • Bilasan dengan air garam dapat membuat rambut Anda kusut dan tidak bisa diatur.
  • Anda harus selalu menggunakan kondisioner yang lembut serta perawatan lainnya untuk mengembalikan kelembapan yang hilang.

Nah, sekarang setelah mengatahui berbagai macam manfaat cara menghilangkan ketombe dengan garam, mengapa Anda tidak mencobanya?

Mengenal Hormon Tiroksin yang Ada di Tubuh

Mengenal Hormon Tiroksin yang Ada di Tubuh

Hormon tiroksin atau juga disebut dengan istilah T4 merupakan salah satu hormon yang penting di dalam tubuh manusia, hormon ini berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Sehingga, kadar dan fungsi hormon tiroksin perlu dijaga agar tetap normal dan membuat metabolisme tubuh berjalan dengan baik serta normal, inilah pentingnya mengetahui hasil FT4.

FT4 merupakan pemeriksaan laboratorium yang termasuk memeriksa kadar hormon tiroid, hormon ini adalah salah satu dari dua jenis hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam leher. Jenis hormon tiroid yang lain adalah triiodotironin atau T3, kedua jenis hormon ini produksinya diatur oleh hormon perangsang tiroid atau TSH yang dihasilkan otak.

Fungsi Hormon Tiroksin

Sebelum mengetahui bagaimana hasil FT4, ada baiknya memahami beberapa fungsi hormon tiroksin untuk kesehatan tubuh. Hal ini akan membuat seseorang lebih peduli dengan kadar hormon tiroksin di dalam tubuh, sehingga nantinya seseorang bisa memilih antisipasi yang tepat ketika dalam kondisi tidak memungkinkan.

  1. Mengatur Metabolisme Tubuh

Proses pembentukan energi dan suhu panas alami tubuh oleh seluruh sel serta jaringan disebut dengan metabolisme. Jika proses ini bermasalah, otomatis kinerja organ tubuh juga akan terganggu, karena itulah metabolisme harus diatur agar prosesnya tetap stabil. Hormon tiroksin, berperan untuk mengatur cepat lambat proses berlangsung.

  1. Memelihara Fungsi Jantung

Jantung bekerja tanpa henti untuk memompa darah dengan membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Organ dan jaringan tubuh membutuhkan lebih banyak aliran darah, dalam proses ini hormon tiroksin bekerja dengan memperkuat pompa jantung agar aliran darah tercukupi.

  1. Menjaga Fungsi Otak

Hormon tiroksin juga memiliki tugas untuk memastikan otak tetap terjaga, waspada dan sensitif terhadap keadaan sekitar serta rangsangan yang diterima oleh tubuh. Jika hormon tiroksin dan T3 berkurang, seseorang akan lebih mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi.

  1. Menjaga Fungsi Organ Reproduksi

Baik pria maupun perempuan, kinerja organ reproduksi mereka membutuhkan peran penting hormon tiroksin. Hormon ini membuat tubuh perempuan mengalami ovulasi dan menstruasi secara teratur setiap bulan. Sementara untuk pria, berperan dalam rangsangan yang mengatur proses pembentukan sperma.

  1. Merangsang Produksi Hormon Pertumbuhan

Hormon ini juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan otak janin di dalam kandungan sekaligus memastikan tumbuh kembang bayi berjalan lancar pasca dilahirkan. Untuk anak-anak, hormon ini membantu pembentukan hormon pertumbuhan yang berpengaruh pada ukuran dan berat badan hingga masalah pubertas.

Pemeriksaan Hormon Tiroksin

Untuk mengetahui hasil FT4 diperlukan pemeriksaan kadar hormon tiroid yang termasuk dalam pemeriksaan laboratorium. Tujuan pemeriksaan ini sebagai penunjang dokter dalam memastikan diagnosis atau kondisi medis, meskipun tidak menjadi acuan. Dokter perlu melihat kondisi klinis dari pasien, ada tidaknya keluhan yang dialami oleh pasien.

Gambaran dari kondisi TSH normal namun FT4 merupakan fase awal dari hipertiroid, yang mana dalam keadaan ini belum terjadi pengurangan produksi TSH atau kondisi langka Refetoff Syndrome. Apabila hasil dari pemeriksaan menunjukkan kenaikan sedikit  dari nilai di atas normal belum tentu, maka benar-benar terjadi hipertiroid.

Keluhan pasien hipertiroid di antaranya seperti berdebar-debar, mudah berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas, tremor atau gemetaran, berat badan menurun hingga mengalami gangguan pernapasan. Konsumsi obat-obatan, sakit infeksi dan makanan tertentu bisa menyebabkan sedikit peningkatan pada FT4.

Segera lakukan pemeriksaan kepada dokter ahli penyakit dalam agar segera mendapat pengkajian lebih terhadap kondisi kesehatan. Setidaknya untuk mengetahui ada dan tidaknya gejala klinis hipertiroid melalui konsultasi atau wawancara yang disertai pemeriksaan fisik.

Cara Mengeluarkan Air dari Telinga dengan Alami

Ketika kita sedang mandi, berenang, atau berolahraga sampai keringat mengucur, bukan tidak mungkin telinga kita akan kemasukan air. Ketika hal itu terjadi, tentu tidak enak karena bisa mengganggu pendengaran. Oleh karenanya, perlu juga kita mencari tahu cara mengeluarkan air dari telinga.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, perlu kita pahami apabila telinga kita kemasukan air, terlebih dalam jangka waktu yang lama atau berkali-kali, hal itu malah meningkatkan risiko peradangan dan infeksi pada saluran telinga.

Jika telinga sudah terinfeksi, mulanya gejala memang terasa ringan. Hanya saja, apabila tidak diobati atau tidak segera dikeluarkan air yang ada di dalamnya, hal tersebut malah memicu penyebaran infeksi dan situasi bisa memburuk.

Adapun gejala infeksi pada telinga dalam kadar ringan ialah adanya kemerahan pada telinga, gatal di bagian saluran telinga, terasa nyeri saat daun telinga ditarik dan ada air bening yang keluar, tapi tidak menimbulkan bau.

Apabila infeksi pada telinga sudah parah, ciri-cirinya adalah terjadi penurunan tingkat pendengaran, keluar nanah dari dalam telinga, air atau cairan yang keluar semakin banyak, kemerahan pada telinga meluas, rasa sakit atau nyeri kian terasa, gatal semakin mengganggu dan lain sebagainya.

Oleh karena bahaya tersebut, kita juga perlu mempelajari cara mengeluarkan air dari telinga. Sebetulnya, dalam melakukan ini kita bisa mempraktekkannya secara alami. Maksudnya adalah tidak menggunakan alat bantu lainnya.

  • Menggoyangkan telinga

Ketika telinga kita kemasukan air, kita tidak perlu panik karena banyak sekali hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan agar lekas mengeluarkan air dari telinga. Salah satu cara mengeluarkan air dari telinga adalah dengan menggoyangkan telinga yang kemasukan air.

Langkahnya sendiri cukup mudah untuk dilakukan. Pertama-tama, kita hanya butuh menarik atau bila diperlukan menggoyangkan daun telinga secara perlahan-lahan saja. Selain itu, gerakan tambahan yang bisa diterapkan adalah meletakkan posisi kepala ke arah bawah atau bisa juga menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri.

  • Goyangkan mulut

Tindakan sederhana lainnya yang bisa membuat air keluar dari telinga adalah menggerakan mulut seperti mengunyah makanan. Cara mengeluarkan air dari telinga tersebut bertujuan agar bisa membuka saluran telinga dengan harapan air yang ada di dalamnya bisa lekas keluar. Ketika menggerakan mulut seperti mengunyah, pembaca bisa juga melakukannya seraya makan permen karet.

Tentunya, dengan begitu akan membuat mulut terus bergerak dan pembaca bisa mengeluarkan air dari dalam telinga tanpa sadar. Kalau tidak ada permen karet, anda bisa mengimbanginya dengan menguap yang tujuannya untuk melemaskan daun telinga dan air yang di dalam bisa segera keluar.

  • Menyamping

Cara mengeluarkan air dari telinga berikutnya adalah dengan mengambil posisi berbaring dengan menghadap tubuh ke samping. Dalam melakukan teknik ini, pembaca hanya perlu tiduran di sisi telinga yang kemasukan air. Memang tidak dalam hitungan detik air keluar, melainkan butuh beberapa menit untuk dengan sendirinya air keluar.

  • Ruang hampa

Hal berikutnya sebagai alternatif cara mengeluarkan air dari telinga adalah dengan menciptakan ruang hampa udara. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menarik air yang ada di dalam telinga. Ketika melakukan teknik ini, pembaca perlu menyampingkan kepala ke arah telinga yang tidak tersumbat. Pada saat yang bersamaan, tutup telinga yang tersumbat dengan tangan.

Tahap berikutnya, anda hanya perlu mendorong telapak tangan ke belakang dan depan, tetapi dengan gerakan yang cepat. Sesudahnya, pembaca baru bisa memiringkan kepala ke bagian telinga yang kemasukan air agar cairan bisa keluar.

Itulah beberapa cara mengeluarkan air dari telinga alami yang bisa kita lakukan ketika telinga kemasukan air. Ingat-ingat, ketika ada air yang masuk ke telinga, segeralah ambil tindakan agar terhindar dari infeksi.

Selain Bermanfaat, Analgetik Juga Picu Efek Samping

Jenis obat analgetik sudah banyak beredar bebas di pasaran. Aspirin, parasetamol, ataupun ibuprofen merupakan beberapa jenis analgetik yang mungkin sudah sering Anda gunakan. Peminat jenis obat yang satu ini memang cukup banyak, mengingat fungsinya yang secara umum dapat meredakan nyeri.

Beragam jenis keluhan penyakit nyatanya bisa dikurangi dengan pengonsumsian analgetik, contohnmya peradangan otot maupun nyeri sendi. Namun memang, ada pula beberapa jenis analgetik yang tidak dijual bebas karena penggunaannya untuk gejala penyakit yang lebih berat.

Manfaat Analgetik

Secara garis besar, analgetik dibagi menjadi dua jenis. Ada analgetik non-opioid yang hanya bekerja pada reseptor nyeri yang berada di daerah yang sekitar nyeri. Ada pula analgetik opioid yang sistem kerjanya memengaruhi sistem saraf pusat sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Baik analgetik non-opioid dan analgetik opioid, sebenarnya memiliki manfaat yang sama, yakni:

  • Meredakan nyeri otot;
  • Mengurangi sakit gigi;
  • Menurunkan demam;
  • Mengobati sakit kepala;
  • Meredakan radang sendi; serta
  • Menghentikan kram menstruasi.

Namun, penggunaan analgetik tidak melulu mampu menghadirkan manfaat yang diharapkan jika gejala penyakit terlalu parah. Apabila sudah memakai analgetik namun nyeri dan sakit tidak berkurang lebih dari 2 hari, disarankan Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Hati-hati Efek Samping

Meskipun dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko obat, penggunaan analgetik tidak boleh sembarangan. Selain menawarkan manfaat yang ampuh mengurangi rasa sakit dan nyeri, nyatanya jenis obat ini juga dapat memunculkan efek samping yang tidak ringan. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang kerap dialami oleh pengguna analgetik.

  • Sembelit

Penggunaan analgetik yang terlalu sering dapat membuat usus mengalami iritasi dan Anda akan mengalami sulit buang air besar (BAB) hingga mengarah ke konstipasi atau sembelit. Sembelit akibat analgetik bahkan dapat membuat Anda mengeluarkan feses yang bercampur darah.

  • Sakit Perut

Penggunaan analgetik kerap menimbulkan masalah pencernaan. Salah satunya sakit perut. Bahkan dalam tahap yang parah, efek samping analgetik bisa memecahkan dinding perut.

  • Telinga Berdenging

Beberapa jenis obat analgetik dapat memengaruhi sistem saraf. Telinga berdenging menjadi salah satu indikator adanya efek samping jenis obat ini ke bagian saraf Anda.

  • Alergi

Tidak semua orang cocok ketika mengonsumsi analgeti. Tidak jarang ditemukan orang yang alergi terhadak obat pereda nyeri ini. Kulit kering hingga ruam kemerah-merahan menjadi penanda Anda mungkin termasuk orang yang alergi mengonsumsi anagetik.

  • Mengantuk

Sebisa mungkin konsumsilah analgetik ketika Anda tidak sedang berkendara atau bekerja. Pasalnya, salah satu efek samping paling umum dari penggunaan obat ini adalah rasa mengantuk yang cukup parah.

  • Pusing

Banyak orang mengaku sering tiba-tiba merasa pusing ketika mengonsumsi jenis obat pereda nyeri ini.

  • Peradangan Ginjal

Mengonsumsi analgetik memang dapat meredakan peradangan sendiri. Namun jika cara pakainya salah dan menimbulkan kebergantungan, bersiap-siaplah menghadapi risiko peradangan ginjal.

  • Sesak Napas

Efek samping yang satu ini memang langka terjadi. Namun pada beberapa orang yang ternyata memiliki alergi terhadap anagetik, gejala sesak napas akan dialami tiap kali mengonsumsi jenis obat ini.

  • Mimisan

Mimisan menjadi efek samping yang cukup jarang terjadi pada pengguna analgetik. Namun, efek samping ini juga mesti diwaspadai sebab artinya obat pereda nyeri yang Anda gunakan tersebut sudah sangat memengaruhi sistem saraf.

  • Anemia

Belum dapat diterangkan secara ilmiah alasan efek samping ini muncul. Namun, orang-orang yang kerap menggunakan analgetik ternyata memiliki masalah kurang darah atau anemia.

Walaupun banyak efek samping dari jenis obat ini, belum tentu ketika Anda mengonsumsinya, Anda akan terkena efek buruk yang tidak menyenangkan. Ini mengingat risiko efek samping dari analgetik sangat bergantung pada jenis analgetik yang Anda konsumsi serta sudah berapa lama Anda menggunakannya.