Category: Ibu dan Anak

15 Jadwal Vaksin Anak sesuai Jenis Imunisasi sesuai Rekomendasi IDAI

jadwal vaksin anak

Salah satu hal penting di masa-masa awal kehidupan bayi adalah vaksinasi. Jadwal vaksin anak ini tentu tidak sembarangan. Sudah ada waktunya masing-masing untuk setiap jenis vaksinnya.

Imunisasi ini penting sekali dilakukan. Pada dasarnya, imunisasi adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya untuk merangsang antibodi agar keluar sehingga tubuh sudah tahu bagaimana cara menghadapi jika ada virus sejenis yang menginfeksinya. Imunisasi ini akan mencegah bayi dari penyakit berbahaya hingga dewasa nanti. 

Jadwal Imunisasi Anak Terbaru Rekomendasi IDAI

  1. Vaksin hepatitis B

Penyuntikan vaksin hepatitis B (HB) monovalen umumnya diberikan pada bayi sebelum berumur 24 jam. Sebelum divaksin HB ini, bayi harus mendapat suntik vitamin K1 terlebih dahulu, minimal 30 menit sebelum vaksin.

Namun, bila berat bayi kurang dari 2000 g, maka vaksin HB sebaiknya ditunda hingga anak berusia 1 bulan atau lebih. Kecuali dalam kondisi darurat.

Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersamaan dengan vaksin difteri, tetanis, pertusis whole-cell (DTwP) atau difteri, tetanus, pertusis aselular (DTaP).

  1. Vaksin polio 0

Vaksin polio 0 juga termasuk jenis vaksin yang perlu segera diberikan setelah bayi lahir. Bayi yang lahir di fasilitas kesehatan, berikan vaksin bOPV-0 (bivalent Oral Polio Vaccine-0) ketika bayi pulang atau nanti di kunjungan pertamanya. 

Kemudian akan dilanjutkan dengan bOPV atau IPV bersama dengan DTwP atau DTaP. Sebelum bayi berusia 1 tahun, berikan minimal vaksin jenis IPV (inactivated polio vaccine) sebanyak 2 kali. 

  1. Vaksin BCG

Vaksin BCG ini sebaiknya diberikan secepatnya setelah bayi lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Jika usia anak sudah 3 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulinnya negatif. Saat uji tuberkulin tidak tersedia, vaksin BCG bisa diberikan. 

  1. Vaksin DPT (Difteri, pertusis, dan tetanus)

Vaksin DPT baru bisa diberikan saat usia anak sudah 6 minggu. Vaksin yang diberikan berupa vaksin DTwp atau DTaP, atau bis apula kombinasi dengan vaksin lain. 

Jika vaksin yang digunakan DTPa, maka interval jadwal imunisasi  dan pemberian imunisasi lanjutan adalah 2,4,6 bulan. 

Untuk booster pertama bisa diberikan di usia anak 18 bulan. Selanjutnya di umur 5-7 tahun atau pada program bulan imunisasi anak sekolah di kelas 1.

Untuk usia lebih dari 7 bulan, akan diberikan vaksin Td atau TDaP. Lalu, booster selanjutnya akan diberikan usia 10-18 tahun pada bulan imunisasi anak sekolah SD kelas 5.. Td biasanya akan diberikan setiap 10 tahun.

  1. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin pneumokokus (PCV) diberikan pada anak berusia 2,4,6 bulan. Lalu, booster akan diberikan di usia 12-15 bulan. 

Jika anak baru mendapat imuniasi di usia 7-1 2 bulan, maka PCV diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan. Booster akan diberikan setelah anak berusia 12 bulan, dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. 

  1. Vaksin rotavirus monovalen

Vaksin rotavirus monovalen ini diberikan pada anak 2 kali. Dosis pertama diberikan di usia 6 minggu. Sedangkan dosis kedua interval 4 minggu. Pemberian vaksi ini haru sudah selesai saat anak berusia 24 minggu. 

  1. Vaksin rotavirus pentavalen

Imunisasi rotavirus pentavalen ini akan diberikan dalam 3 kali. Usia 6-12 minggu akan mendapat dosis pertama. Untuk dosis kedua dan ketiga interval 4-10 minggu. Ketiga dosis ini harus sudah selesai saat anak berusia 32 minggu.

  1. Vaksin influenza

Vaksin influenza mulai bisa diberikan pada anak berusia 6 bulan. Imunisasi ini bisa diulang setiap tahunnya. Di usia 6 bulan hingga 8 tahun, pemberian vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu. Bila anak sudah berusia di atas 9 tahun, vaksin pertama hanya 1 dosis.

  1. Vaksin MR/MMR

Vaksin MR diberikan pada anak saat berusia 9 bulan. Jika belum diberikan hingga usia 12 bulan, maka bisa diberikan vaksin MMR. Saat usia 18 bulan, berikan vaksin MR atau MMR. Sedangkan usia 5-7 tahun dapat diberikan vaksin MR dalam program bulan imunisasi kelas 1 atau vaksin MMR.

  1. Vaksin Japanese encephalitis

Vaksin Japanese encephalitis ini bisa diberikan sejak anak berusia 9 bulan bagi yang tinggal di daerah endemis atau anak yang akan bepergian ke daerah endemis. Kemudian bisa diberikan booster 1-2 tahun setelahnya untuk perlindungan jangka panjang.

  1. Vaksin varisela

Vaksin ini diberikan saat anak sudah berusia 12-18 bulan. Di usia 1-12 tahun, akan mendapat 2 dosis dengn interval 6 minggu hingga 3 bulan. Sedangkan anak berusia 13 tahun ke atas akan diberikan vaksin ini internal 4-6 minggu. 

  1. Vaksin hepatitis A

Vaksin hepatitis A akan diberikan mullai usia 1 tahun dan dosis kedua diberikan interval 6-12 bulan kemudian.

  1. Vaksin tifoid polisakarida

Jadwal vaksin anak ini diberikan di usia 2 tahun yang diulang lagi setiap 3 tahun.

  1. Vaksin human papilloma virus

Vaksin yang satu ini hanya diberikan pada anak perempuan yang berusia 9-14 tahun sebanyak 2 kali, dengan interval 6-15 bulan.

  1. Vaksin dengue

Vaksin dengue ini diberikan pada anak yang sudah berusia 9-16 tahun yang dibuktikan dengan seropositif dengue.

Itulah jadwal vaksin anak terbaru yang dikeluarkan IDAI. Patuhi jadwal imunisasi ini agar anak terhindar dari penyakit yang berbahaya hingga dewasa.

Seputar Menyapih Biskuit Milna

Menyapih adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah proses mengganti konsumsi ASI atau formula untuk bayi dengan makanan padat. Kebanyakan proses menyapih biasanya akan bekerja dengan efektif ketika dilakukan secara perlahan, selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih. Menyapih bayi yang sebelumya eksklusif mendapatkan ASI merupakan sebuah langkah yang besar untuk para ibu. 

Selain memengaruhi Anda secara fisik, proses ini juga dapat memengaruhi Anda secara emosional. Kapan bayi perlu mulai menyapih akan tergantung pada seberapa siap Anda dan bayi. Tidak ada waktu yang tepat ataupun salah. Namun, waktu yang paling baik adalah bayi menyapih pada usia 12 hingga 18 bulan. Dan pilihlah jenis makanan padat yang lunak seperti biskuit Milna sehingga mencegah bayi tersedak. 

Salah satu jenis proses menyapih yang sedang populer saat ini adalah BLW, yang man merupakan singkatan dari “baby-lead weaning”. Alih-alih menyupai anak dengan puree, bayi dianjurkan untuk makan makanan padat seperti biskuit Milna sendiri. Anak juga dipercaya untuk memilih makanan dan seberapa banyak ia makan sendiri, yang mana dapat sedikit meringankan beban orang tua dalam mengasuh anak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan metode menyapih BLW memiliki level kecemasan yang lebih rendah pada masa periode menyapih. 

Memulai BLW

Beberapa makanan lebih cocok digunakan untuk menyapih dengan metode BLW dibandingkan dengan yang lainnya. Memulai menyapih menggunakan makanan dengan ukuran dan tekstur yang tepat dan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan masalah dapat membuat anak lebih mudah makan serta mengurangi kekhawatiran seputar keamanan, misalnya tersedak. Saat anak mulai menyapih, memberi ASI ataupun formula masih tetap harus dilakukan guna menyediakan anak dengan kalori yang ia butuhkan. Asupan ASI dan formula dapat menurun sejalan dengan peningkatan makanan padat. Beberapa jenis makanan yang cocok digunakan untuk metode BLW adalah biskuit Milna, alpukat, pisang, salmon, oatmeal, brokoli rebus, wortel parut rebus, dan yogurt yang tidak mengandung pemanis tambahan. Penting untuk diingat bahwa sangat penting untuk memberi bayi makanan yang tinggi kandungan zat besi, karena nutrisi ini memainkan peran penting dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan bayi. Contoh makanan yang kaya kandungan zat besi di antaranya adalah daging, telur, ikan, kacang-kacangan dan sayuran daun hijau. Anda juga perlu memotong makanan dalam ukuran yang mudah untuk digenggam anak, dan makanan tersebebut harus bersifat lunak sehingga mudah dilumatkan oleh gusi lembut bayi. 

Beberapa jenis makanan juga wajib hukumnya untuk dihindari dan anak tidak boleh mengonsumsi makanan ini, tidak peduli metode menyapih yang sedang Anda jalani. Beberapa makanan yang perlu dihindari di antaranya adalah madu, karena dapat mengandung Clostridium botulinum, yang mana merupakan bakteri penyebab keracunan makanan (madu tidak boleh diberikan untuk anak usia di bawah 12 bulan); telur yang tidak matang, karena dapat mengandung Salmonella; produk dairy yang tidak dipasteuriasi karena dapat mengandung bakteri Listeria monogenes yang dapat menyebabkan bayi sakit; susu sapi, perlu dihindari pemberian susu ini untuk bayi di bawah usia 12 bulan karena kandungan nutrisinya tidak sekaya ASI dan dapat mengurangi penyerapan zat besi pada makanan; produk rendah lemak, karena bayi membutuhkan persentase kalori dari lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa; dan makanan olahan tinggi garam dan gula karena ginjal bayi akan memiliki kesulitan dalam menghadapi banyak garam dan gula dapat merusak gigi. Anda bisa memberikan biskuit Milna pada saat proses menyapih anak karena biskuit ini sangat bernutrisi. 

Informasi Dokter Anak dan Spesialis Kandungan di RSIA Annisa Jambi

RSIA Annisa Jambi merupakan satu-satunya rumah sakit khusus ibu dan anak di Kota Jambi yang menerima pelayanan pasien BPJS, asuransi swasta, maupun pasien mandiri.  

RSIA Annisa Jambi telah beroperasi selama kurang lebih 11 tahun dan sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan penunjang medis modern. Seluruh dokter dan staff yang bertugas melayani juga berpengalaman di bidangnya. 

Visi dan misi RSIA Annisa Jambi

RSIA Annisa didirikan oleh pasangan suami istri dr. H. Maulana, MKM dan dr. Hj. Nadiyah, Spog yang berkeinginan untuk memberikan pelayanan medis kepada ibu dan anak secara bermutu dan terjangkau oleh masyarakat Jambi. 

Visinya adalah menjadikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa sebagai pilihan dalam pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. 

RSIA Annisa Jambi memiliki tiga misi, yaitu sebagai berikut:

  1. Melakukan upaya berkesinambungan dalam peningkatan mutu pelayanan ibu dan anak
  2. Melakukan pengelolaan rumah sakit yang efektif dan efisien agar pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat terjangkau
  3. Senantiasa melakukan upaya peningkatan profesionalisme seluruh karyawan rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan berkualitas

Adapun motto RSIA Annisa Jambi adalah mewujudkan keluarga yang barokah.

Fasilitas dan layanan penunjang medis

Untuk memenuhi kebutuhan medis, Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa dilengkapi dengan IGD, radiologi, laboratorium, poliklinik, apotek, dan penunjang medis lainnya seperti ambulans dan ruang rawat.

Terdapat total 63 ruangan kamar yang terdiri atas:

  • 2 ruang VVIP
  • 11 ruang VIP
  • 7 ruang rawat inap kelas 1
  • 10 ruangan kelas 2
  • 8 ruangan kelas 3
  • 3 NICU
  • 2 ruang isolasi
  • 6 kamar bersalin
  • 12 kamar bayi

Dokter yang bertugas di RSIA Annisa Jambi

Saat ini, RSIA Annisa Jambi memiliki total 9 dokter yang bertugas dengan spesialisasi yang berbeda-beda. Empat diantaranya adalah dokter spesialis kandungan, 2 dokter poli anak, 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 dokter gigi, dan 1 dokter spesialis bedah. 

Dokter Spesialis Kandungan

Berikut daftar dokter kandungan di RSIA Annisa Jambi:

1. Dr. dr. Nadiyah, Sp.OG

Dokter Nadiyah merupakan salah satu dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di RSIA Annisa Jambi. Saat ini dokter Nadiyah hanya menangani pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa. 

2. dr. Ade Permana, Sp.OG(K)FER

dr. Ade Permana, Sp.OG(K)FER merupakan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi.

Beliau berpraktik di 3 tempat, yaitu RSIA Annisa Jambi, Siloam Hospitals Jambi, dan RSUD Raden Mattaher. 

3. dr. Muhammad Ichsan, Sp.OG

Dokter Ichsan merupakan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Saat ini beliau berpraktik di RSIA Annisa Jambi.

4. dr. Zul Andriahta, Sp.OG

dr. Zul Andriahta, Sp.OG adalah dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di RSIA Annisa Jambi dan RSUD Raden Mattaher Jambi di Jambi. 

Dokter Spesialis Anak

Berikut profil singkat dokter anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa di Jambi:

1. dr. Dian Angraeni, Sp.A, M.Kes

dr. Dian Angraeni, Sp.A, M.Kes merupakan dokter spesialis anak di RSIA Annisa Jambi. Selain berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa, beliau juga berpraktik di RS Islam Arafah Jambi dan RSUD Raden Mattaher Jambi. 

2. dr. Elda Kurniasih, Sp.A

Saat ini, dokter Elda hanya membuka praktik di RSIA Annisa Jambi

Adapun berikut adalah daftar dokter spesialis yang juga membuka layanan praktik di RSIA Annisa:

1. dr. Suhaila, Sp. PD

Dokter Suhaila merupakan satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Ibu Anak Annisa. Selain membuka pelayanan di rumah sakit tersebut, beliau juga bisa ditemui di RS Baiturrahim Jambi. 

2. drg. Aulia Damayanti

Dokter Aulia Damayanti adalah dokter gigi yang saat ini hanya melayani pasien di RSIA Annisa Jambi.

3. dr. Ade Tan Reza, Sp.B

Dokter Ade merupakan seorang dokter spesialis bedah umum. Saat ini beliau berpraktik di RSIA Annisa Jambi dan Rumah Sakit Umum Daerah Mattaher, Jambi.

Setiap dokter memiliki jadwal praktek yang berbeda-beda. Buat janji temu dengan dokter RSIA Annisa Jambi melalui situs atau aplikasi kesehatan SehatQ. Klik disini atau download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play Store.

Beberapa Pewarisan Sifat Orang Tua

Beberapa Pewarisan Sifat Orang Tua

Jika Anda melihat sifat yang ditunjukkan anak Anda mirip dengan yang Anda miliki, ketahuilah bahwa ini bukan sebuah kebetulan. Pewarisan sifat diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen mereka. Beberapa diturunkan dari ibu dan beberapa dari ayah, yang lain bergantung pada sifat-sifat apa yang paling menonjol pada kedua orang tuanya.

Dalam diri seorang bayi, ada ciri-ciri tertentu milik kedua orang tuanya yang akan diadopsi. Bayi itu mungkin memiliki hidung ayah atau mulut ibu. Gen dari kedua orang tua mempengaruhi sifat dan karakteristik apa yang akan dimiliki bayi dan ini disebut pewarisan sifat.

Anak-anak mewarisi gen dari ibu dan ayah mereka. Apa yang kita lihat pada akhirnya adalah kumpulan gen dominan. Anak laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu Y sedangkan anak perempuan memiliki dua kromosom X. Kromosom X mengandung lebih banyak gen daripada kromosom Y, dan karenanya anak perempuan akan memiliki kesempatan ganda untuk menunjukkan sifat genetik dominan yang diwarisi dari orang tua daripada anak laki-laki. 

Misalnya, seorang anak laki-laki mungkin mewarisi kelainan darah yang disebut hemofilia sementara saudara perempuannya masih membawa gen tersebut meskipun dia sendiri tidak memiliki kelainan tersebut. Lalu pewarisan sifat apa yang diwarisi dari ibu dan apa dari ayah? Mari kita lihat beberapa ciri genetik yang diwarisi dari ibu di bawah ini:

  • Kidal

Menjadi kidal merupakan hal yang jarang, jadi gen yang bertanggung jawab atas sifat ini juga cukup rumit. Jika ayah bayi kidal, kemungkinan kecil bayinya juga kidal, tetapi jika ibunya kidal, kemungkinannya meningkat secara eksponensial. Jika kedua orang tua kidal, bayinya juga demikian. Selain itu, jika semua orang dalam silsilah keluarga ibu kidal, bayi tersebut akan mewarisi sifat ini. Mungkin ada ciri kepribadian lain yang diwarisi dari ibu.

  • Gula darah

Diabetes adalah sesuatu yang cukup mudah diwariskan dari orang tua ke anak. Jika ibu yang mengandung bayi menderita diabetes sebelum hamil, bayinya juga bisa mengidapnya. Jika wanita tersebut dapat mengontrol diabetesnya dengan baik dan kadar gula darah stabil selama dan sebelum kehamilan, dia tetap dapat melahirkan bayi yang sehat. Jika dia menderita diabetes tipe 1, ada kemungkinan bayi mengalami gula darah rendah segera setelah lahir dan selama beberapa hari pertama.

  • Gaya tidur

Genetika ibu tampaknya memainkan peran besar dalam bayi yang pewarisan sifat tidur seperti bolak-balik, dan insomnia. Tetapi ini juga bisa terjadi karena kebanyakan ibu menyelaraskan waktu tidur siang mereka dengan bayinya selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan.

Berikut adalah daftar pewarisan sifat yang diwarisi dari ayah ke anak:

  • Warna mata

Gen dominan dan resesif berperan dalam menentukan warna mata anak. Warna mata gelap dominan dan mata berwarna terang bersifat resesif. Bayi bisa memiliki mata ayah jika warna dominan di antara kedua orang tuanya.

  • Tinggi

Jika ayahnya tinggi, ada lebih banyak kesempatan bagi anak untuk juga menjadi tinggi. Jika ibunya pendek, anak itu mungkin tumbuh setinggi dia. Hal itu tergantung pada genetika kedua orang tuanya.

  • Lesung pipi

Lesung pipi dapat menjadi ciri yang diwarisi bayi dari ayah mereka, karena itu adalah sifat yang dominan.

  • Sidik jari

Tidak ada dua sidik jari manusia yang sama, dan bahkan anak-anak tidak akan berbagi sidik jari dengan salah satu orang tuanya. Namun di antara ciri-ciri genetik yang diwarisi dari ayah, komponen genetik dari sidik jari pasti termasuk. Pola sidik jari antara ayah dan anak mungkin tidak identik, tetapi sangat mirip.

Sebagai orang tua Anda mungkin khawatir jika anak Anda mewarisi kelainan genetik yang sama seperti Anda. Mendidik diri sendiri tentang kesehatan riwayat keluarga Anda adalah langkah yang baik sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Dengan menggunakan informasi pewarisan sifat, Anda dapat memeriksa tanda bahaya atau melihat opsi apa yang tersedia untuk didiskusikan dengan dokter Anda.

Bolehkah Anak Mengonsumsi Suplemen Multivitamin?

Suplemen multivitamin memang bermanfaat untuk anak dalam membantu masa kembangnya. Namun, apakah multivitamin memang diperlukan oleh anak? Jika ya apa saja multivitamin anak yang dibutuhkan?

Seorang anak pastinya membutuhkan berbagai macam nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya, seperti vitamin D, vitamin A, dan kalsium. Meskipun tidak sebanyak orang dewasa, tetapi anak tetap butuh memenuhi asupan vitamin dan mineral hariannya.

Multivitamin anak tidak wajib diberikan untuk Si Kecil yang sehat dan dapat berkembang secara normal. Orangtua bisa memenuhi asupan gizi dan nutrisinya melalui makanan-makanan yang biasa dikonsumsi. Bahkan anak yang berusia satu tahun ke atas dan mengonsumsi makanan secukupnya tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin anak.

Anak dapat memenuhi kandungan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi imbang yang terdiri dari, protein, buah-buahan, sayur-mayur, produk susu, dan biji-bijian utuh. Tentunya orangtua perlu memberikan anak beragam jenis makanan dan tidak hanya menambah jumlah makanan yang dikonsumsinya.

Multivitamin anak hanya diberikan jika anak menderita kondisi medis atau alergi makanan tertentu, menjalani pola makan ketat, seperti diet vegan, baru saja menjalani bedah di bagian pencernaan, dan mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Selain itu, multivitamin anak cocok untuk anak-anak yang tidak makan secara teratur atau tidak mengonsumsi makanan yang bergizi imbang, suka memilih-milih makanan, atau mengonsumsi makanan cepat saji, makanan yang diproses, dan minuman bersoda.

Selain itu, mengonsumsi multivitamin anak secara berlebihan justru dapat menambah beban ginjal pada buah hati. Oleh karenanya, pemberian multivitamin anak memerlukan konsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu Anda untuk memilih multivitamin anak yang sesuai dengan usia Si Kecil dan tidak sampai memenuhi 100 persen asupan vitamin dan mineral per hari yang dibutuhkan.

Multivitamin yang cocok untuk anak

Jika Si Kecil memerlukan multivitamin anak, maka Anda perlu mencari multivitamin yang dapat memenuhi enam vitamin dan mineral dasar yang dibutuhkan anak, yaitu:

  • Vitamin A, vitamin A merupakan salah satu vitamin yang harus berada dalam multivitamin anak dan berperan penting dalam pertumbuhan serta perkembangan buah hati. Vitamin A berguna untuk perbaikan jaringan dan tulang, kesehatan kulit dan mata, serta respon imun tubuh
  • Vitamin B, vitamin B2, B3, B6, dan B12 penting untuk produksi energi, sirkulasi darah, dan proses metabolisme anak
  • Vitamin C, vitamin C baik untuk kesehatan jaringan tubuh, kulit, dan otot Si Kecil
  • Vitamin D, vitamin ini penting untuk perkembangan tulang, gigi, dan penyerapan kalsium dalam tubuh
  • Zat besi, pembentukan sel darah merah dan otot memerlukan zat besi dan karenanya zat besi adalah mineral yang dibutuhkan dalam multivitamin anak
  • Kalsium, kalsium sudah pasti salah satu komponen penting dalam multivitamin anak yang berguna untuk membentuk tulang yang kuat

Tentunya Anda perlu menjelaskan pada buah hati bahwa multivitamin anak bukanlah permen yang dapat dikonsumsi, karenanya ada baiknya jika Anda menaruh multivitamin anak di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh Si Kecil. Sebaiknya berikan multivitamin anak seusai makan dan pastikan obat atau suplemen lain yang dikonsumsi anak tidak berinteraksi dengan multivitamin yang diberikan. Anda juga bisa membeli suplemen multivitamin anak di toko SehatQ.com.

Fakta Seputar Bayi Tujuh Bulan

Fakta Seputar Bayi Tujuh Bulan

Melihat perkembangan dan pertumbuhan buah hati merupakan momen yang dinanti oleh para orang tua. Tentu saja, orang tua ingin anaknya mendapatkan yang terbaik agar perkembangannya menjadi lebih optimal dan maksimal. Penting untuk selalu diingat bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri dan berkembang dalam lajunya masing-masing. Mungkin dalam beberapa kasus perkembangan anak Anda tampak “tertinggal” dibandingkan dengan anak lain. Hal ini tidak perlu menyebabkan kekhawatiran. Anda hanya perlu tahu “milestone” apa yang anak perlu capai pada usia-usia tertentu. Apabila Anda sedang mencari tahu informasi seputar seharusnya seorang anak bisa melakukan apa saja saat usia bayi tujuh bulan, artikel ini akan menjawab rasa ingin tahu Anda. 

Yang perlu Anda tahu seputar bayi tujuh bulan

Saat usia bayi tujuh bulan, Anda mungkin akan melihat anak banyak bergerak saat ia digendong, merespon saat dipanggil namanya, duduk tegak tanpa bantuan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, dan mulai mengembangkan kesadaran akan lingkungan di sekitarnya. Dengan banyaknya keterampilan baru tersebut, Anda juga akan melihat bahwa bayi tujuh bulan lebih gesit dan giat. Bayi tujuh bulan biasanya juga lebih sadar dengan lingkungan sekitar dan sering menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat berpisah dengan orang tua. 

Sementara itu, apabila kita membicarakan tentang pertumbuhan fisik bayi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata bayi tujuh bulan berjenis kelamin laki-laki akan memiliki tinggi 69,2 cm, sementara bayi perempuan usia 7 bulan memiliki rata-rata tinggi 67,3 cm. Dari usia 6 hingga 12 bulan, bayi biasanya tumbuh 1 cm setiap bulannya. Sementara saat bayi tujuh bulan, berat badan laki-laki rata-rata adalah 8,6 kg dan perempuan adalah 7,9 kg. 

Milestone

Yang dimaksud dengan milestone adalah rangkaian tahapan perkembangan dan pertumbuhan bayi, misalnya bayi akan merangkak atau mulai “teething” saat usia 7 bulan merupakan salah satu milestone penting yang banyak orang tidak ingin lewatkan. Namun, bukan berarti semua bayi akan merangkak saat usia bayi tujuh bulan. Faktanya, Anda tidak perlu khawatir apabila bayi Anda belum merangkak. Banyak anak merangkak di kemudian hari. Begitu halnya dengan “teething”. Bagi sebagian anak, tumbuh gigi membutuhkan waktu yang berbeda. 

Setelah Anak tumbuh gigi, Anda perlu menyikatnya dua kali setiap hari menggunakan pasta gigi non-fluoride dan sikat gigi yang memiliki bulu sikat halus. Untuk membantu bayi tujuh bulan mencapai “milestone” mereka, Anda bisa menggunakan bahasa isyarat pada bayi sehingga mereka memiliki cara untuk berkomunikasi, menyanyikan lagu yang berfokus pada suara-suara spesifik, tawarkan buku sensorik sehingga mereka dapat menyentuh dan menjelajahi lingkungan di sekitar mereka, dan berikan mainan “building block” agar anak dapat mengembangkan keterampilan keseimbangan dan duduk dalam posisi yang tegak. 

Bayi tujuh bulan juga memiliki pola tidurnya sendiri. Mereka rata-rata akan tidur selama 14 jam setiap harinya. Biasanya, waktu tidur bayi terbagi dalam tidur malam yang panjang dan 2-3 kali tidur siang selama 3-4 jam total. Meskipun kebanyakan bayi tidur pada malam hari saat bayi tujuh bulan, merupakan sebuah kondisi yang normal apabila bayi terbangun pada malam hari. Anda mungkin juga akan menemukan bayi tidur kurang lelap terutama pada saat mereka mengalami “milestone” perkembangan seperti teething, kecemasan karena perpisahan, duduk, dan mengoceh. Bayi tujuh bulan menjadi lebih mandiri dan mulai menjelajah dunia di sekitarnya. Masa perkembangan ini dapat menjadi momen menarik yang orang tua tidak ingin lewatkan.

Ingin Cepat Hamil? Ketahui Kalender Masa Subur Anda

Saat Anda dan pasangan sedang mencoba untuk merencanakan kehamilan, penting bagi Anda untuk memahami kalender masa subur. Kalender ini akan memudahkan Anda untuk menghitung masa subur yang dipengaruhi oleh siklus menstruasi.

Siklus menstruasi merupakan siklus hormon bulanan yang dihitung dari hari pertama haid hingga hingga hari pertama haid berikutnya. Sepanjang siklus, tingkat hormon di dalam tubuh akan mengalami perubahan dan menimbulkan gejala menstruasi.

Mengenal fase-fase penting dalam siklus menstruasi

Sepanjang siklus menstruasi, sel telur berkembang dan dilepaskan dari ovarium. Siklus ini terbagi atas 4 fase, yaitu:

  • Fase menstruasi

Fase menstruasi merupakan fase pertama yang ditandai dengan haid. Fase ini dimulai saat telur dari siklus sebelumnya tidak dibuahi, sehingga tidak terjadi kehamilan. Kadar hormon estrogen dan progesteron akan menurun. Penting bagi Anda untuk mencatat waktu dimulainya fase ini agar bisa memahami kalender masa subur Anda dengan baik.

  • Fase folikel

Fase ini dimulai pada hari pertama menstrusasi sampai Anda berovulasi. Pada prosesnya, hormon perangsang folikel akan merangsang ovarium untuk menghasilkan 5-20 folikel. Setiap folikel mengandung telur yang belum matang. Pada akhirnya, hanya telur yang paling sehat yang akan matang. Sisanya akan kembali diserap oleh tubuh.

  • Fase ovulasi

Fase ovulasi merupakan satu-satunya fase yang memungkinkan Anda untuk hamil. Proses ovulasi adalah proses saat ovarium melepaskan sel telur yang matang. Telur akan bergerak menuju tuba falopi untuk dibuahi sperma.

Biasanya, ovulasi terjadi pada hari ke-14 atau di tengah-tengah siklus menstruasi. Anda bisa mencoba menghitung hari pada kalender masa subur untuk mengetahui fase ovulasi Anda.  

  • Fase luteal

Pada fase ini, lapisan rahim Anda akan mengalami penebalan dan sudah siap menopang telur yang telah dibuahi. Apabila Anda tidak hamil, lapisan ini akan menyusut dan kembali diserap, sampai pada akhirnya terlepas pada fase menstruasi berikutnya.

Bagaimana mengetahui saat sedang berada pada fase ovulasi?

Dalam menghitung kalender masa subur, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan tubuh sedang melalui fase ovulasi. Fase ini menjadi satu-satunya fase yang memberi Anda peluang untuk hamil.

Fase ovulasi bisa Anda kenali dengan memperhatikan tanda-tandanya. Beberapa hari sebelum proses ovulasi dimulai, cairan vagina Anda akan berubah menjadi lebih licin dan jernih. Hal ini akan membantu sperma untuk bergerak naik ke rahim lalu membuahi sel telur.

Sebagian wanita mengalami kram ringan di salah satu sisi pinggul saat melalui fase ini. Hal ini bisa menjadi salah satu penanda bahwa Anda sedang berovulasi.

Selain itu, sebagian wanita memutuskan untuk melakukan pengecekan ke dokter untuk memastikan apakah tubuh sedang melalui proses ovulasi. Pengecekan dilakukan dengan mengukur kadar hormon LH. Kadar hormon ini akan memuncak sekitar 12 jam sebelum ovulasi dimulai.

Cara paling mudah untuk Anda bisa memastikan tanggal pasti dari fase ovulasi adalah dengan menghitung kalender masa subur secara manual. Biasanya, siklus menstruasi terjadi selama 28 hari. Pada pertengahan siklus tersebut, atau hari ke-14, proses ovulasi akan dimulai.

Anda bisa menghitung hari ke-14 dari hari pertama saat Anda mulai menstruasi. Apabila siklus menstruasi Anda terjadi kurang atau lebih dari 28 hari, cobalah sesuaikan waktu pertengahan dengan siklus tersebut.

Dengan melakukan penghitungan yang rutin, Anda bisa mengetahui kalender masa subur tanpa harus melakukan pemeriksaan kadar hormon ke dokter. Dengan begitu, peluang Anda untuk bisa hamil pun akan lebih tinggi.

Tips Mudah Cukur Rambut Bayi dengan Aman

Tidak semua bayi dilahirkan dengan rambut yang lebat. Sebagian lainnya mungkin dilahirkan volume rambut yang tipis atau hampir botak. Untuk menyiasati rambut yang tipis ini, tidak sedikit orangtua di Indonesia yang mempercayai bahwa cukur rambut bayi dapat merangsang pertumbuhan rambutnya menjadi lebat. Sebenarnya, cukur rambut bayi tidak berpengaruh pada seberapa tebal rambut mereka akan tumbuh nanti. Alasannya adalah rambut tumbuh dari folikel di bawah kulit kepala, sementara mencukur hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit. Hal ini tentu tak akan memengaruhi rambut yang tumbuh di folikel. 

Tips cukur rambut bayi

  • Waktu yang tepat

Pilihlah waktu saat bayi terlihat tenang atau bahagia. Ketika bayi terlelap mungkin dapat menjadi pilihan waktu terbaik karena mereka tidak akan banyak bergerak. Selain itu, pastikan juga bayi berada dalam keadaan kenyang agar ia tidak terbangun dan rewel ketika dicukur.

·      Posisikan bayi dengan nyaman

Posisikan bayi dengan aman dan nyaman agar kepalanya tidak terkilir. Taruhlah handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya. Selanjutnya, angkat kepala bayi dan cukurlah secara perlahan.

·      Basahi sedikit rambut bayi

Sebelum mencukur, basahi sedikit rambut bayi. Ini akan memudahkan Anda untuk mencukur rambutnya. Usapkan sedikit air secara perlahan pada rambut bayi.

·      Gunakan trimmer rambut bayi

Akan lebih baik jika Anda menghindari pisau cukur biasa karena dikhawatirkan akan melukai kepala bayi. Gunakanlah trimmer rambut yang memang dikhususkan untuk mencukur rambut bayi. Selain itu, alat ini juga merupakan pilihan yang jauh lebih aman.

·      Cukur sisa-sisa rambut

Cukurlah sisa-sisa rambut bayi dengan trimmer rambut. Mulailah dari bagian belakang kepala, Anda dapat mencukur rambutnya dari tengkuk ke atas, kemudian mencukur bagian atas kepala dari depan ke belakang. 

·      Mandikan dengan air hangat

Setelah dicukur, mungkin banyak rambut-rambut yang menempel pada tubuh atau pakaian bayi. Oleh sebab itu, mandikan bayi dengan air hangat untuk menghilangkan semua rambut yang menempel.

·      Pijatkan baby oil

Jika sudah mandi, pijatkan sedikit baby oil pada kepala bayi untuk mencegah kulitnya kering dan gatal. Metode ini juga akan membantu menenangkan bayi.