Category: Ibu dan Anak

Ingin Cepat Hamil? Ketahui Kalender Masa Subur Anda

Saat Anda dan pasangan sedang mencoba untuk merencanakan kehamilan, penting bagi Anda untuk memahami kalender masa subur. Kalender ini akan memudahkan Anda untuk menghitung masa subur yang dipengaruhi oleh siklus menstruasi.

Siklus menstruasi merupakan siklus hormon bulanan yang dihitung dari hari pertama haid hingga hingga hari pertama haid berikutnya. Sepanjang siklus, tingkat hormon di dalam tubuh akan mengalami perubahan dan menimbulkan gejala menstruasi.

Mengenal fase-fase penting dalam siklus menstruasi

Sepanjang siklus menstruasi, sel telur berkembang dan dilepaskan dari ovarium. Siklus ini terbagi atas 4 fase, yaitu:

  • Fase menstruasi

Fase menstruasi merupakan fase pertama yang ditandai dengan haid. Fase ini dimulai saat telur dari siklus sebelumnya tidak dibuahi, sehingga tidak terjadi kehamilan. Kadar hormon estrogen dan progesteron akan menurun. Penting bagi Anda untuk mencatat waktu dimulainya fase ini agar bisa memahami kalender masa subur Anda dengan baik.

  • Fase folikel

Fase ini dimulai pada hari pertama menstrusasi sampai Anda berovulasi. Pada prosesnya, hormon perangsang folikel akan merangsang ovarium untuk menghasilkan 5-20 folikel. Setiap folikel mengandung telur yang belum matang. Pada akhirnya, hanya telur yang paling sehat yang akan matang. Sisanya akan kembali diserap oleh tubuh.

  • Fase ovulasi

Fase ovulasi merupakan satu-satunya fase yang memungkinkan Anda untuk hamil. Proses ovulasi adalah proses saat ovarium melepaskan sel telur yang matang. Telur akan bergerak menuju tuba falopi untuk dibuahi sperma.

Biasanya, ovulasi terjadi pada hari ke-14 atau di tengah-tengah siklus menstruasi. Anda bisa mencoba menghitung hari pada kalender masa subur untuk mengetahui fase ovulasi Anda.  

  • Fase luteal

Pada fase ini, lapisan rahim Anda akan mengalami penebalan dan sudah siap menopang telur yang telah dibuahi. Apabila Anda tidak hamil, lapisan ini akan menyusut dan kembali diserap, sampai pada akhirnya terlepas pada fase menstruasi berikutnya.

Bagaimana mengetahui saat sedang berada pada fase ovulasi?

Dalam menghitung kalender masa subur, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan tubuh sedang melalui fase ovulasi. Fase ini menjadi satu-satunya fase yang memberi Anda peluang untuk hamil.

Fase ovulasi bisa Anda kenali dengan memperhatikan tanda-tandanya. Beberapa hari sebelum proses ovulasi dimulai, cairan vagina Anda akan berubah menjadi lebih licin dan jernih. Hal ini akan membantu sperma untuk bergerak naik ke rahim lalu membuahi sel telur.

Sebagian wanita mengalami kram ringan di salah satu sisi pinggul saat melalui fase ini. Hal ini bisa menjadi salah satu penanda bahwa Anda sedang berovulasi.

Selain itu, sebagian wanita memutuskan untuk melakukan pengecekan ke dokter untuk memastikan apakah tubuh sedang melalui proses ovulasi. Pengecekan dilakukan dengan mengukur kadar hormon LH. Kadar hormon ini akan memuncak sekitar 12 jam sebelum ovulasi dimulai.

Cara paling mudah untuk Anda bisa memastikan tanggal pasti dari fase ovulasi adalah dengan menghitung kalender masa subur secara manual. Biasanya, siklus menstruasi terjadi selama 28 hari. Pada pertengahan siklus tersebut, atau hari ke-14, proses ovulasi akan dimulai.

Anda bisa menghitung hari ke-14 dari hari pertama saat Anda mulai menstruasi. Apabila siklus menstruasi Anda terjadi kurang atau lebih dari 28 hari, cobalah sesuaikan waktu pertengahan dengan siklus tersebut.

Dengan melakukan penghitungan yang rutin, Anda bisa mengetahui kalender masa subur tanpa harus melakukan pemeriksaan kadar hormon ke dokter. Dengan begitu, peluang Anda untuk bisa hamil pun akan lebih tinggi.

Tips Mudah Cukur Rambut Bayi dengan Aman

Tidak semua bayi dilahirkan dengan rambut yang lebat. Sebagian lainnya mungkin dilahirkan volume rambut yang tipis atau hampir botak. Untuk menyiasati rambut yang tipis ini, tidak sedikit orangtua di Indonesia yang mempercayai bahwa cukur rambut bayi dapat merangsang pertumbuhan rambutnya menjadi lebat. Sebenarnya, cukur rambut bayi tidak berpengaruh pada seberapa tebal rambut mereka akan tumbuh nanti. Alasannya adalah rambut tumbuh dari folikel di bawah kulit kepala, sementara mencukur hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit. Hal ini tentu tak akan memengaruhi rambut yang tumbuh di folikel. 

Tips cukur rambut bayi

  • Waktu yang tepat

Pilihlah waktu saat bayi terlihat tenang atau bahagia. Ketika bayi terlelap mungkin dapat menjadi pilihan waktu terbaik karena mereka tidak akan banyak bergerak. Selain itu, pastikan juga bayi berada dalam keadaan kenyang agar ia tidak terbangun dan rewel ketika dicukur.

·      Posisikan bayi dengan nyaman

Posisikan bayi dengan aman dan nyaman agar kepalanya tidak terkilir. Taruhlah handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya. Selanjutnya, angkat kepala bayi dan cukurlah secara perlahan.

·      Basahi sedikit rambut bayi

Sebelum mencukur, basahi sedikit rambut bayi. Ini akan memudahkan Anda untuk mencukur rambutnya. Usapkan sedikit air secara perlahan pada rambut bayi.

·      Gunakan trimmer rambut bayi

Akan lebih baik jika Anda menghindari pisau cukur biasa karena dikhawatirkan akan melukai kepala bayi. Gunakanlah trimmer rambut yang memang dikhususkan untuk mencukur rambut bayi. Selain itu, alat ini juga merupakan pilihan yang jauh lebih aman.

·      Cukur sisa-sisa rambut

Cukurlah sisa-sisa rambut bayi dengan trimmer rambut. Mulailah dari bagian belakang kepala, Anda dapat mencukur rambutnya dari tengkuk ke atas, kemudian mencukur bagian atas kepala dari depan ke belakang. 

·      Mandikan dengan air hangat

Setelah dicukur, mungkin banyak rambut-rambut yang menempel pada tubuh atau pakaian bayi. Oleh sebab itu, mandikan bayi dengan air hangat untuk menghilangkan semua rambut yang menempel.

·      Pijatkan baby oil

Jika sudah mandi, pijatkan sedikit baby oil pada kepala bayi untuk mencegah kulitnya kering dan gatal. Metode ini juga akan membantu menenangkan bayi.