Category: Ibu & Menyusui

Tips Memilih Susu Formula untuk Bayi

Dalam beberapa kondisi, air susu ibu (ASI) mungkin tidak bisa keluar dengan optimal sehingga bayi memerlukan tambahan susu formula untuk bayi untuk bisa bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Susu formula untuk bayi bisa juga diberikan kepada bayi-bayi dengan kondisi kesehatan khusus. 

Pilihan susu formula terbaik untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan

Anda bisa memberikan susu formula untuk bayi dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter guna bisa mengetahui kondisi kebutuhan si buah hati. Susu formula memang dibuat dari susu sapi. Namun dengan penyesuaian kandungan dan jenis protein, susu formula untuk bayi juga dapat menjadi pengganti ASI yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. 

Namun tentunya, Anda tidak boleh asal dalam memilih susu formula untuk bayi. Anda perlu memilihnya secara teliti dan penuh pertimbangan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk bisa memilih susu formula yang tepat bagi sang buah hati. 

Sesuaikan dengan Usia Bayi 

Hal pertama yang harus Anda sadari bahwa tiap tahapan usia bayi memerlukan nutrisi yang berbeda. Karena itu jika ingin memberikan susu formula untuk bayi, Anda harus menyesuaikan susu yang hendak dibeli dengan usia si kecil. Pastikan susu formula untuk bayi yang Anda berikan memang sesuai dengan usia si kecil. Jangan berikan susu formula untuk anak usia 1 tahun kepada bayi berusia di bawah 6 bulan ataupun sebaliknya. Anda tidak perlu bingung dalam menyesuaikan susu yang tepat sesuai umur si kecil. Pasalnya, informasi mengenai kesesuaian usia tersebut selalu ada pada tiap kemasan susu formula untuk bayi. 

Cek Kandungan Susu 

Coba cek daftar kandungan nutrisi yang ada pada kemasan susu formula untuk bayi. Anda pasti mendapati adanya perbedaan antara susu yang satu dengan yang lain. Tidak ada yang terbaik atau yang terburuk. Kandungan susu formula untuk bayi yang terbaik sejatinya yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Untuk kebutuhan yang lebih detail, Anda bisa berkonsultasi dahulu dengan dokter anak si kecil. Namun pada umumnya, susu formula untuk bayi 98 persennya dibentuk dari protein, karbohidrat, dan lemak. 

Hindari Pemanis Buatan 

Susu formula untuk bayi seharusnya tidak ditambahkan dengan pemanis atau perasa. Namun, ada saja produsen yang menambahkan kandungan gula untuk membuat rasa susu lebih disukai oleh si kecil. Sebagai orang tua, Anda mesti bijak untuk menghindari susu dengan pemanis buatan dalam kandungannya. Pasalnya, gula dalam susu formula untuk bayi akan membuat si kecil lebih mudah kenyang sehingga nutrisi yang seharusnya masuk menjadi tidak terpenuhi. Efek samping lainnya adalah bayi bisa menolak makanan yang dianggap kurang manis ketika sudah mulai makan. 

Ketersediaan di Pasaran 

Aksesibilitas adalah salah satu faktor terbesar yang perlu dipertimbangkan ketika memilih susu formula untuk bayi. Sebaiknya, Anda memilih susu formula yang memang tersedia banyak di pasaran. Ini guna memastikan Anda tidak kesulitan mencari produk tersebut apabila susu di rumah habis. Susu yang banyak tersedia di pasaran pun cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau. 

Lihat Kecocokannya pada Si Kecil 

Susu formula untuk bayi yang terbaik adalah yang cocok untuk anak Anda. Selain kandungannya harus tepat sesuai kebutuhan anak, pastikan pula bahwa susu formula tersebut tidak menimbulkan alergi, diare, ataupun sembelit. Tentu untuk memastikannya, Anda mesti mencobanya. Jika cocok, penggunaan susu formula untuk bayi tersebut bisa dilanjut. Jika tidak, ganti dengan susu merek lain. 

Sesuaikan Biaya 

Tidak bisa dimungkiri, memberikan susu formula untuk bayi kepada si kecil berarti menambah biaya perawatan anak. Karena itu, pastikan Anda memilih membeli susu formula yang bisa dibeli secara berkelanjutan. Pastikan harga untuk susu tersebut sesuai dengan dana yang Anda miliki tiap bulannya. 

Pilih Kemasan yang Nyaman 

Susu formula untuk bayi biasanya hadir dalam dua kemasan, yaitu karton dan kaleng. Semua sama baiknya. Anda yang ingin lebih praktis dan sekali beli bisa memilih susu formula untuk bayi yang dikemas dalam kaleng. Saat membeli model ini, Anda tidak perlu lagi memikirkan wadah untuk menaruh susu tersebut agar awet. Namun memang, harga kemasan kaleng cenderung lebih mahal. Untuk pilihan dengan harga lebih terjangkau, Anda bisa menggunakan kemasan karton yang lebih keci. Hanya saja, Anda pelru menyiapkan wadah lain untuk penyimpanan susu apabila sudah dibuka. 

Jangan takut memberikan susu formula untuk bayi bisa menghambat tumbuh kembang anak. Justru dengan pemberian susu formula yang tepat dan sesuai kebutuhan, tumbuh kembang anak bisa optimal, walaupun kandungannya memang tidak bisa sesempurna ASI.

Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Begini Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman

Untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat, salah satu produk yang bisa kita gunakan adalah balsam bayi. Selain menghangatkan, balsam bayi juga berkhasiat meredakan pilek, batuk, hingga perut kembung pada bayi.

Meskipun produk ini direkomendasikan oleh IDAI, namun saat memilih balsam bayi kita harus cermat dan tidak boleh asal. Jika asal, bisa saja bikin bayi jadi tak nyaman atau menimbulkan alergi. 

Selain itu, kita pun harus benar-benar memastikan apabila balsem bayi yang kita pilih mengandung bahan-bahan yang aman dan alami. Hindari juga memberikan balsam bayi yang usianya masih di bawah 3 bulan, ya.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat memilih balsam bayi yang aman dan memberikan rasa hangat untuk bayi.

Pilih kandungan yang alami

Pastikan kita memilih balsam bayi dengan kandungan bahan-bahan yang alami. Beberapa bahan alami yang bisa dipilih seperti, eucalyptus radiata, lavender, dan chamomile.

Ketiga bahan tersebut dipercaya sangat bagus untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat dan berkhasiat mengatasi berbagai keluhan pada bayi. 

Berikut ini beberapa manfaat dari masing-masing kandungan yang bagus untuk bayi:

  • Eucalyptus radiata: mampu melegakan saluran pernapasan bayi, mencegah infeksi bakteri dan jamur, serta mampu mengatasi peradangan. Kandungan ini juga mampu meredakan gejala batuk dan pilek pada bayi, sehingga bayi tetap bisa tidur nyenyak dan tidak rewel.
  • Lavender: aromanya memberikan efek yang menenangkan pada bayi, sehingga mampu membantu bayi untuk bisa tidur nyenyak dan pulas. Kandungan lavender juga dipercaya mampu mengatasi kolik pada bayi.
  • Chamomile: sama seperti lavender, kandungan chamomile juga berkhasiat mampu menenangkan bayi dan membuatnya bisa tertidur nyenyak. Selain itu, chamomile juga mampu mengatasi iritasi pada kulit.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ketiga bahan tersebut juga memiliki khasiat dalam meningkatkan kekebalan tubuh. 

Hindari kandungan camphor

Kandungan camphor pada balsam bayi ternyata tidak baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of Tropical Pediatrics, kandungan camphor pada balsam bayi bisa menyebabkan keracunan. 

Beberapa gejala yang mungkin muncul setelah menggunakan balsam bayi dengan kandungan camphor adalah, kejang, mual, lesu, dan juga muntah-muntah. Risiko terburuknya yakni bisa menyebabkan nyawa bayi melayang.

Selain champor, sebaiknya kita juga menghindari kandungan berupa menthol pada balsam bayi. Sebab, menthol hanya memberikan sensasi melegakan yang ‘palsu’. Kenyataannya, saluran pernapasan masih mampet.

Pilih produk balsam khusus untuk bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, apabila penggunaan balsam bayi sebaiknya diberikan pada bayi yang usianya di atas 3 bulan. 

Mengingat penggunaannya sangat selektif, pemilihan balsam bayi juga harus selektif. Jangan sampai kita memberikan balsa untuk orang dewasa pada bayi. Hal ini tentu membahayakan dan bisa berdampak buruk.

Pilih juga balsam bayi sesuai usianya. Sebab, balsam bayi ternyata dibagi menjadi 2, yakni balsam untuk usia di bawah 2 tahun dan balsam untuk usia di atas 2 tahun.

Beli balsem bayi sesuai fungsinya

Balsam bayi juga memiliki beberapa fungsi, seperti menghangatkan, meredakan pilek dan batuk, hingga mengatasi peradangan. 

Sebaiknya beli balsam bayi sesuai kebutuhan dan fungsinya. Hindari memberikan balsam yang untuk mengatasi keluhan-keluhan yang tidak sesuai dengan fungsinya. 

Contohnya, menggunakan balsam bayi dengan fungsi mengatasi perut kembung untuk keluhan batuk dan flu. Tentu hal ini tidak akan berefek apa-apa dan membuat bayi semakin tidak nyaman.

Nah, itu dia beberapa tips memilih balsam bayi yang bisa kamu jadikan referensi. Selamat mencoba!

Model Baju Menyusui yang Nyaman Dipakai Hijaber

Model Baju Menyusui yang Nyaman Dipakai Hijaber

Membawa bepergian si kecil yang masih membutuhkan ASI bukanlah hal yang gampang. Para ibu menyusui mungkin sekali akan kerepotan ketika harus membuka dan menutup pakaian saat hendak memberikan ASI. Terutama bagi ibu menyusui yang menggunakan hijab, tentu hal ini sangat tidak nyaman, kecuali kamu memakai khusus baju menyusui.

Seiring berkembangnya zaman, kini banyak model baju busui yang diperuntukan bagi para hijaber. Dengan pakaian dan model yang sudah disesuaikan tersebut, para ibu menyusui yang berhijab bisa lebih nyaman dan mudah ketika harus memberikan ASI, bahkan saat berpergian

Pada intinya, baju menyusui ini diciptakan agar nyaman ketika dikenakan. Umumnya, produsen menggunakan bahan katun karena diyakini paling nyaman, lembut, dan mudah menyerap keringat. Kita tahu belaka bahwa proses menyusui, tubuh ikut membakar kalori, jadi seorang ibu menyusui amat membutuhkan baju menyusui yang tidak bikin gerah.

Membeli dan menggunakan baju menyusui sendiri diyakini punya keunggulan dibanding baju-baju biasanya, semisal:

  • Lebih mudah memberi asi kapan saja

Desain baju menyusui dirancang khusus untuk ibu menyusui sehingga memudahkan proses menyusui. Dengan memakai baju menyusui, siapapun, termasuk para hijaber tidak perlu kerepotan lagi saat ingin memberikan ASI.

  • Meningkatkan kenyamanan saat memberi asi 

Biasanya para ibu, terutama ibu muda yang baru mempunyai bayi akan merasa malu bila harus menyusui di luar rumah atau tempat terbuka. Dengan menggunakan baju menyusui, kini hal itu tak perlu jadi penghalang lagi.

Nah, langsung saja, berikut beberapa model baju menyusui untuk para hijaber yang bisa dijadikan referensi: 

  • Model tunik

Model tunik selalu jadi favorit untuk dikenakan para ibu yang mengenakan kerudung. Karena sekarang banyak produsen baju menyusui yang meluncurkan aneka model tunik yang cantik. Tapi jangan lupa pertimbangkan pemilihan bahan agar kamu nyaman memakainya, dan terasa lembut di kulit si kecil.

  • Model kaftan

Populer sejak lama, kaftan kerap jadi pilihan para wanita yang ingin tampil cantik dan santun. Berbeda dengan model dress atau gamis, kaftan punya aksen lipit di bagian pinggang yang mampu menciptakan siluet tubuh si pemakai, tetapi tidak terlalu ketat. Apalagi sekarang banyak kaftan yang terdapat resleting di bagian depan dada sehingga memudahkan siapa saja ketika hendak menyusui. 

  • Model kemeja

Seperti kemeja pada umumnya, bukaan kancing depan tentu memudahkan ibu saat menyusui anak. Jangan lupa memakai tanktop menyusui supaya lebih mudah. Pilih kemeja atau blouse dengan siluet longgar atau tampak oversized, agar tidak terlalu ketat, sehingga membuat kamu jadi leluasa bergerak.

Terlepas dari model baju menyusui seperti apa yang bisa dipilih, jangan lupakan beberapa hal penting sebelum membeli. Ingat selalu bahwa kenyamanan dan keamanan di atas segala-galanya, alih-alih mementingkan fashion belaka.

Pakaian menyusui biasanya memiliki celah pada bagian dada agar ibu mudah mengeluarkan payudara. Adanya celah tersebut membuat Ibu tidak perlu lagi menarik bagian bawah pakaian untuk mengeluarkan payudara. Bagian depan pakaian menyusui biasanya dilengkapi dengan kancing atau resleting. 

Pakaian menyusui Ibu hamil sebaiknya dibuat dari bahan yang menyerap keringat misalnya kaos dan tidak terlalu besar atau ketat. Dengan begitu bagian tubuh tertentu tidak akan terlihat mencolok dan terekspos. 

Terlepas dari apa yang tertulis di atas, model baju menyusui untuk para hijaber sangat beragam. Bahkan, sebenarnya para hijaber ini punya sedikit keuntungan karena pada dasarnya mereka sudah mendapat “perlindungan” oleh kerudung. 

Kendati dengan adanya baju menyusui kamu bisa memberi ASI di mana saja, tetapi sebisa mungkin tetap cari ruang khusus agar proses menyusui dapat berlangsung secara khidmat. Sebab bayi pasti juga membutuhkan ketenangan dan perhatian khusus dari ibunya.

Cara Membersihkan Hidung Bayi Tersumbat Secara Mandiri

Cara Membersihkan Hidung Bayi Tersumbat Secara Mandiri

Bayi mungkin mengalami masalah hidung tersumbat, ada juga kasus yang lebih buruk seperti ada dada tersumbat. Gejalanya berbeda-beda, lalu bagaimana cara membersihkan hidung bayi tersumbat?

Kasus hidung bayi tersumbat memang lebih sering terjadi. Jika si kecil tampak bahagia dan makan dengan porsi normal, Anda tidak perlu sampai khawatir berlebihan.

Meski begitu, Anda harus memahami penyebab hidung tersumbat. Mencari letak sumbatan, lalu menentukan perawatan yang sesuai.

Anda juga dapat membersihkan hidung bayi tersumbat secara mandiri. Selengkapnya di bawah ini ya.

Penyebab hidung tersumbat

Bayi bisa mengalami hidung tersumbat atau sesak napas jika mereka menghirup asap rokok, polusi, virus, dan penyebab iritasi lainnya.

Tubuh si kecil otomatis memproduksi ingus di saluran hidung untuk membuang biang iritasi tersebut.

Selain itu, udara yang terlalu kering dan faktor cuaca lainnya juga dapat menyulut produksi ingus ekstra, akibatnya hidung jadi tersumbat.

Bayi juga lebih mungkin mengalami masalah hidung tersumbat karena saluran hidung yang lebih kecil dan belum sepenuhnya tumbuh.

Berikut beberapa penyebab hidung tersumbat untuk si kecil:

  • Bernapas di udara kering
  • Perubahan cuaca
  • Infeksi virus, seperti demam
  • Polusi udara
  • Masalah dinding pembatas hidung (septum)
  • Alergi

Jika Anda mendapati gejala sesak napas sampai dada si kecil, kemungkinan ada masalah yang lebih serius seperti:

  • Asma
  • Flu
  • Pneumonia
  • Cystic fibrosis
  • Bronkiolitis
  • Transient tachypnea of the newborn

*catatan: bayi prematur lebih mungkin mengalami masalah hidung tersumbat dan sesak napas

Gejala hidung bayi tersumbat

Gejala sejak napas bayi bermacam-macam, tergantung pada lokasi penyumbatan. Mungkin sulit menentukan lokasi saluran napas yang tersumbat karena tubuh bayi yang masih begitu kecil.

Jika hidung si kecil beringus, kemungkinan besar ada masalah hidung tersumbat. Kasus hidung tersumbat ini jadi yang paling sering terjadi.

Berikut beberapa gejala hidung tersumbat pada si kecil:

  • Napas lebih berisik
  • Mengorok ketika tidur
  • Rewel saat menyusu
  • Ingus di hidung
  • Batuk ringan
  • Hidung berair
  • Suara menyedot ingus

Ketika sumbatan terjadi di dada, gejala yang bisa diamati adalah:

  • Napas tersengal-sengal
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Sulit makan

Perawatan mandiri hidung tersumbat

Perawatan mandiri untuk hidung tersumbat fokus pada membuat bayi merasa nyaman dan terpenuhi.

Jika ada penyakit lain penyebab hidung tersumbat, Anda dapat mengatasi kasus tersumbat sembari menunggu penyakit sepenuhnya reda.

Anda juga bisa meredakan hidung tersumbat dengan alat-alat kesehatan seperti cairan saline dan semacamnya.

Selain itu, ada beberapa cara membersihkan hidung bayi yang tersumbati, yaitu:

  • Mandi air hangat, ini bagus untuk mengurangi sumbatan dan mengalihkan perhatian si kecil
  • Beri ASI secara rutin, perhatikan popok yang dihasilkan
  • Berikan satu atau dua tetes cairan saline ke dalam lubang hidung si kecil
  • Coba berikan uap panas atau uap dingin, bisa jadi humidifier
  • Pijat lembut batang hidung, dahi, pelipis, dan tulang pipi si kecil
  • Sebisa mungkin singkirkan penyebab alergi dan polusi udara dari rumah
  • Gunakan penyedot lembut untuk menarik ingus, khususnya sebelum menyusui

Jangan gunakan obat gosok seperti balsam atau semacamnya. Anda juga tidak boleh memberikan obat flu kepada si kecil.

Jika kasus tersumbat dirasa parah atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, segera temui dokter Anda.

Catatan

Demikian cara membersihkan hidung bayi tersumbat secara mandiri. Anda dapat melakukannya sendiri di rumah asalkan situasinya tidak terlalu parah.

Jika ada gejala lain dan si kecil tampak sangat terganggu, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Seputar Menyapih Biskuit Milna

Menyapih adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah proses mengganti konsumsi ASI atau formula untuk bayi dengan makanan padat. Kebanyakan proses menyapih biasanya akan bekerja dengan efektif ketika dilakukan secara perlahan, selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih. Menyapih bayi yang sebelumya eksklusif mendapatkan ASI merupakan sebuah langkah yang besar untuk para ibu. 

Selain memengaruhi Anda secara fisik, proses ini juga dapat memengaruhi Anda secara emosional. Kapan bayi perlu mulai menyapih akan tergantung pada seberapa siap Anda dan bayi. Tidak ada waktu yang tepat ataupun salah. Namun, waktu yang paling baik adalah bayi menyapih pada usia 12 hingga 18 bulan. Dan pilihlah jenis makanan padat yang lunak seperti biskuit Milna sehingga mencegah bayi tersedak. 

Salah satu jenis proses menyapih yang sedang populer saat ini adalah BLW, yang man merupakan singkatan dari “baby-lead weaning”. Alih-alih menyupai anak dengan puree, bayi dianjurkan untuk makan makanan padat seperti biskuit Milna sendiri. Anak juga dipercaya untuk memilih makanan dan seberapa banyak ia makan sendiri, yang mana dapat sedikit meringankan beban orang tua dalam mengasuh anak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan metode menyapih BLW memiliki level kecemasan yang lebih rendah pada masa periode menyapih. 

Memulai BLW

Beberapa makanan lebih cocok digunakan untuk menyapih dengan metode BLW dibandingkan dengan yang lainnya. Memulai menyapih menggunakan makanan dengan ukuran dan tekstur yang tepat dan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan masalah dapat membuat anak lebih mudah makan serta mengurangi kekhawatiran seputar keamanan, misalnya tersedak. Saat anak mulai menyapih, memberi ASI ataupun formula masih tetap harus dilakukan guna menyediakan anak dengan kalori yang ia butuhkan. Asupan ASI dan formula dapat menurun sejalan dengan peningkatan makanan padat. Beberapa jenis makanan yang cocok digunakan untuk metode BLW adalah biskuit Milna, alpukat, pisang, salmon, oatmeal, brokoli rebus, wortel parut rebus, dan yogurt yang tidak mengandung pemanis tambahan. Penting untuk diingat bahwa sangat penting untuk memberi bayi makanan yang tinggi kandungan zat besi, karena nutrisi ini memainkan peran penting dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan bayi. Contoh makanan yang kaya kandungan zat besi di antaranya adalah daging, telur, ikan, kacang-kacangan dan sayuran daun hijau. Anda juga perlu memotong makanan dalam ukuran yang mudah untuk digenggam anak, dan makanan tersebebut harus bersifat lunak sehingga mudah dilumatkan oleh gusi lembut bayi. 

Beberapa jenis makanan juga wajib hukumnya untuk dihindari dan anak tidak boleh mengonsumsi makanan ini, tidak peduli metode menyapih yang sedang Anda jalani. Beberapa makanan yang perlu dihindari di antaranya adalah madu, karena dapat mengandung Clostridium botulinum, yang mana merupakan bakteri penyebab keracunan makanan (madu tidak boleh diberikan untuk anak usia di bawah 12 bulan); telur yang tidak matang, karena dapat mengandung Salmonella; produk dairy yang tidak dipasteuriasi karena dapat mengandung bakteri Listeria monogenes yang dapat menyebabkan bayi sakit; susu sapi, perlu dihindari pemberian susu ini untuk bayi di bawah usia 12 bulan karena kandungan nutrisinya tidak sekaya ASI dan dapat mengurangi penyerapan zat besi pada makanan; produk rendah lemak, karena bayi membutuhkan persentase kalori dari lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa; dan makanan olahan tinggi garam dan gula karena ginjal bayi akan memiliki kesulitan dalam menghadapi banyak garam dan gula dapat merusak gigi. Anda bisa memberikan biskuit Milna pada saat proses menyapih anak karena biskuit ini sangat bernutrisi. 

Cara Mengobati Sariawan Penyebab Lidah Bayi Putih

Cara Mengobati Sariawan Penyebab Lidah Bayi Putih

Lidah bayi putih bisa diakibatkan karena dua hal, yaitu sisa susu dan sariawan. Sariawan yang menyebabkan lidah bayi putih ini biasanya karena adanya infeksi jamur Candida albicans. Sariawan tersebut merupakan infeksi karena jamur mulut yang paling umum terjadi pada bayi. Meski hal ini tidak menyebabkan hal yang serius, tetapi sariawan karena infeksi jamur Candida albicans bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bayi.

Pengobatan Sariawan pada Bayi

Setelah mendapatkan atau memiliki diagnosis, Anda bisa mengobati sariawan pada bayi yang menyebabkan lidah bayi putih. Berikut pilihan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk merawat sariawan pada bayi.

Perawatan medis

Untuk sariawan yang dialami oleh bayi, dokter dapat meresepkan obat antijamur (yang berbentuk tetes atau gel) yang mengandung nistatin, yang harus disebarkan di lidah dan di dalam mulut beberapa kali sehari selama 10 hari. 

Pengobatan menggunakan obat over-the-counter

Jika sariawan pada bayi memengaruhi area popok atau kulit kepala bayi Anda, Anda mungkin dapat menggunakan obat antijamur over-the-counter atau yang dijual bebas. Oleh karena itu, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda terlebih dahulu agar bayi Anda mendapatkan obat yang tepat.

Dokter juga bisa memberikan rekomendasi untuk untuk menambahkan Lactobacilli (bakteri probiotik) ke dalam makanan bayi, jika bayi Anda sudah lebih besar. Lactobacilli bertindak seperti bakteri “baik” untuk membantu membasmi jamur. Anda dapat membeli probiotik sebagai suplemen makanan, tetapi pastikan untuk memilih merek ternama dan memiliki kualitas terbaik yang cocok untuk bayi.

Pengobatan Rumahan untuk Mengatasi Sariawan pada Bayi

Pengobatan rumahan untuk mengobati sariawan yang menyebabkan lidah bayi putih sering disebut sebagai obat ajaib. Tetapi, penggunaan pengobatan rumahan harus hati-hati. Oleh karena itu, gunakan pengobatan rumahan sebagai perawatan pelengkap saja, dan bukan sebagai pengobatan primer atau utama.

Bubuk Soda Kue

Gunakan sekitar setengah sendok teh soda kue ke dalam secangkir air mendidih yang telah didinginkan. Lalu pakailah cotton bud bersih untuk menyeka larutan di dalam mulut bayi Anda.

Tea Tree Oil

Gunakan 1 atau 2 tetes minyak tea tree atau tea tree oil ke dalam setengah cangkir air mendidih dan telah didinginkan. Aplikasikan menggunakan dengan cotton bud bersih.

Gentian Violet

Gentian violet sangat efektif melawan Candida albicans. Gunakan cotton bud bersih untuk mengoleskan larutan Gentian violet ini di mulut bayi Anda. Oleskan sekali dalam sehari sebelum menyusui, selama 4 hingga 7 hari. 

Minyak Kelapa Murni (VCO)

Minyak kelapa dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur, terutama sekarang setelah spesies Candida yang resistan terhadap obat bermunculan.

Cara Mencegah Sariawan Penyebab Lidah Bayi Putih

Candida albicans merupakan jamur yang sangat menular. Hal ini karena Candida albicans merupakan jamur dimorfik, yang berarti jamur tersebut dapat berubah menjadi ragi atau jamur tergantung suhunya. Candida albicans dapat mudah menyebar, bertahan hidup dan menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, pastikan Anda dan bayi sama-sama dijaga kebersihannya agar Candida albicans tidak berpindah dari mulut bayi ke puting lalu kembali ke mulutnya.

Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan pencegahan umum berikut yang bisa membantu Anda.

  • Selalu disiplin untuk mencuci tangan, membersihkan mainan dan mencuci dot bayi.
  • Bersihkan dan cucilah handuk, pakaian dan bra yang mungkin bersentuhan atau terkena kontak dengan Candida albicans. Anda juga bisa mencuci dengan air panas.
  • Jika Anda memompa ASI, segera simpan ASI hasil pompa di lemari es sebelum dikonsumsi bayi Anda untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  • Jangan lupa untuk selalu mensterilkan pompa ASI dan komponennya sebelum Anda tidur.
  • Pastikan payudara Anda kering setelah menyusui.
  • Hindari menggunakan bantalan menyusui sekali pakai, dan ingatlah untuk mengganti bantalan menyusui saat basah.

Meski sariawan yang menyebabkan lidah bayi putih bukan merupakan masalah serius, tetapi hal ini pasti menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi. Sariawan dapat menyebabkan rasa sakit yang menusuk sehingga menghalangi kesenangan bayi Anda untuk menyusu.

Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

 Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

Anda mungkin sudah belajar berbagai cara menenangkan bayi semenjak masa kehamilan sebagai persiapan. Namun ketika ditaruh langsung pada praktiknya, semua ilmu yang Anda peroleh terasa sia-sia. Tangisan bayi tidak berhenti dengan cara-cara yang Anda gunakan. 

Jangan stress dulu. Bisa jadi tangisan bayi tidak juga mereda karena cara menenangkan bayi yang Anda lakukan keliru. Yang dimaksud keliru di sini adalah tidak cocoknya antara penyebab masalah tangisan bayi dengan cara Anda mencoba menenangkannya. 

Karena itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui dahulu sumber masalah si kecil menangis sebelum mencoba berbagai cara menenangkannya. Nyatanya pula, selain tangisan, kerap ada tanda-tanda dan sinyal yang diberikan bayi kepada Anda untuk mengomunikasi perasaan yang dialaminya. Berikut ini adalah berbagai sumber masalah yang membuat bayi menangis, yang mesti Anda ketahui. 

  1. Kelaparan 

Jangankan bayi. Anda pun jika kelaparan akan merasa gelisah, bukan? Khusus untuk bayi, mereka cenderung menangis jika kelaparan. Tangisan yang menunjukkan rasa lapar biasanya bernada rendah dan naik turun. Bayi juga tidak jarang mengepalkan tangannya bahkan sampai mengisap ibu jari tangannya karena sudah sangat lapar. Cara menenangkan bayi yang lapar tentu saja dengan memberinya susu. Anda cukup menawarkan payudara atau botol susunya dan lihat bagaimana reaksinya. Ia akan segera meraih dan minum susu dengan kencang saking laparnya!

  1. Kolik 

Bahasa simpelnya, bayi sedang sakit perut hingga akhirnya menangis dan sulit ditenangkan. Ketika bayi kolik, memang sulit mencari cara menenangkan bayi. Anda mungkin hendak menyusui atau menggendongnya, namun bisa jadi metode tersebut tidak mempan. Bayi yang menangis karena kolik cenderung menangis dengan keras dan bernada tinggi. Coba perhatikan perutnya, apakah membengkak dan kakinya disilangkan dengan menumpuk? Jika iya, hampir bisa dipastikan si kecil mengalami kolik. Anda bisa sedikit meredakan koliknya dengan memijat lembut bagian perut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Coba gerakkan pula kaki si kecil seperti mengayuh sepeda hingga tangisannya mulai bisa ditenangkan. 

  1. Kelelahan 

Coba diingat-ingat, apakah Anda baru melakukan stimulasi untuk tumbuh kembang bayi atau sehabis mengajak si kecil bermain? Bisa jadi, tangisannya bersumber dari rasa lelah akibat aktivitas yang dilakukan. Umumnya, bayi yang lelah akan menangis tanpa henti dan berusaha menggerakkan badannya tanda gelisah. Yang si buah hati butuhkan saat itu hanyalah tidur, namun sulit untuk bayi bisa tidur sendiri. Anda mesti membantunya! Cara menenangkan bayi yang lelah adalah membedong ataupun menimang bayi sampai tertidur. Anda juga bisa menaruhnya di stroller dan mengajaknya berjalan-jalan hingga ia terlelap. 

  1. Popok Kotor 

Beberapa bayi memang bisa tenang duduk di popok kotor atau lembap selama berjam-jam. Mereka baru akan gelisah ketika popoknya penuh. Namun, ada juga bayi yang akan mendadak histeris karena merasa popoknya lembap atau kotor. Tentu saja Anda mesti segera mengganti popok tersebut sebagai cara menenangkan bayi. Jika masih tidak yakin jika popok kotor merupakan penyebab tangisan bayi, cobalah endus popok si kecil. Apakah tercium bau pesing atau menyengat? Ya, bisa jadi si buah hati baru sehabis buang air kecil atau buang air besar hingga kemudian merasa tidak nyaman dan menangis. 

  1. Terlalu Ramai 

Pernahkan Anda bingung menghadapi tangisan bayi yang tiba-tiba ketika sedang acara kumpul keluarga? Jika iya, tidak perlu heran. Hal tersebut wajar. Bayi menangis bisa karena tidak nyaman sebab suasana terlalu ramai. Cara menenangkan bayi yang demikian hanyalah dengan membawa ia keluar sebentar untuk mencari suasana yang lebih tenang. Dijamin, si kecil akan segera diam dari tangisannya. 

Jadi, selama ini si kecil paling sering menangis karena penyebab apa? Sekarang tidak perlu panik lagi sebab Anda sudah tahu sinyal untuk melakukan cara menenangkan bayi sesuai penyebabnya, bukan?

Bayi 6 Bulan Susah Makan

Bayi 6 Bulan Susah Makan

Mencapai usia 6 bulan, seharusnya bayi sudah mulai mengenal makanan padat atau yang dikenal dengan istilah MPASI. Namun, bagaimana jika bayi 6 bulan susah makan?

Usia 6 bulan adalah titik perkembangan penting bagi si bayi, khususnya dalam perkembangan konsumsi makanan mereka. Di usia ini, bayi mulai belajar mengonsumsi makanan bertekstur.

Artinya, seharusnya si kecil makan dengan lahap dan banyak di usia ini. Lalu, apa tanda-tanda bayi 6 bulan susah makan dan bagaimana mengatasinya?

Makanan apa yang bisa diberikan untuk bayi 6 bulan?

Penting untuk dipahami bahwa di usia 6 bulan, ASI atau susu formula masih jadi sumber nutrisi utama untuk si bayi. MPASI memang sudah boleh diberikan, tapi perannya hanya sebagai suplemen.

Biasanya makanan pertama bayi berupa sereal, lalu beranjak ke makanan lunak seperti puree (MPASI). Namun, sebisa mungkin berikan sereal bayi terlebih dahulu.

Sereal mengandung zat besi tinggi yang dibutuhkan bayi di usia ini. Selain itu, sereal bisa jadi jembatan yang bagus dari ASI atau susu formula menuju MPASI.

  • Jangan campurkan ASI dengan sereal bayi pada beberapa percobaan pertama.
  • ASI Anda terlalu berharga, jadi coba campurkan sereal dengan air hangat biasa.
  • Ketika bayi terbukti bisa makan sereal, baru campurkanlah ASI di dalamnya
  • Awalnya buat sereal sedikit cair, jika bayi bisa menerimanya, kentalkan sereal secara bertahap sampai mencapai konsistensi seperti oatmeal
  • Berikan sereal sedikit-sedikit. Ketika bayi Anda tampak lahap, tambah porsinya
  • Ketika bayi bisa mengonsumsi sereal rutin sehari sekali dalam sepakan, tingkatkan jadi dua kali sehari selama 1-2 pekan
  • Setelah bayi terbiasa makan sereal 2 kali sehari dalam 2 pekan, Anda bisa meningkatkannya jadi MPASI
  • Sayuran kuning atau oranye bagus untuk bayi, Anda bisa juga memberikan pisang atau alpukat
  • Ketika Anda mengenalkan makanan baru yang ditolak si bayi, coba berikan dalam tiga hari beruntun sebelum menggantinya

Jika Anda merasa bayi 6 bulan susah makan, coba ikuti tips di atas untuk membentuk pola makan si kecil.

Makanan apa saja yang harus dihindari bayi 6 bulan?

Saat sudah mencapai usia 6 bulan, seharusnya bayi sudah lebih bebas mengonsumsi makanan. Hanya sedikit makanan yang harus dihindari seperti:

  • Madu

Madu dapat membuat bayi keracunan makanan. Tunggu hingga usia 12 bulan jika ingin memberikan madu untuk anak Anda.

  • Susu sapi

Bayi seharusnya belum boleh minum susu sapi di usia 6 bulan. Namun, begitu konsumsi MPASI mereka lancar, Anda bisa memberikan yoghurt atau keju lunak.

  • Bahaya tersedak

Anda bisa memberikan berbagai jenis MPASI, termasuk wortel yang dilembutkan dan dimasak. Namun, jangan sampai memberikan wortel dalam potongan besar yang bisa membuat bayi tersedak.

  • Batasi konsumsi ikan

Jangan sembarangan memberikan ikan, khususnya yang mengandung merkuri tinggi. Konsultasi dengan dokter anak untuk memilih jenis ikan yang aman.

Bagaimana jadwal makan bayi 6 bulan?

American Association of Pediatrics merekomendasikan usia 6 bulan sebagai usia yang tepat untuk memulai MPASI. Meski begitu, kemungkinan bayi 6 bulan susah makan tetap ada.

Jika Anda mulai memberikan MPASI terlalu awal, bisa jadi si bayi akan meninggalkan ASI dan dampaknya tidak baik bagi ASI Anda. Selain itu, bayi tidak bisa mendapatkan pasokan protein, lemak, dan nutrisi lain yang terdapat di ASI.

Di sisi lain, jika terlambat memberikan MPASI, bisa jadi ada masalah makan lainnya yang akan terjadi. Anda harus mengenali si kecil untuk menentukan kesempatan ini.

Yang paling penting, Anda tidak boleh terburu-buru memberikan MPASI untuk si bayi. MPASI harus diberikan secara bertahap, dibarengi dengan ASI atau susu formula, dan biasanya diawali dengan sereal bayi.

Di usia 6 bulan, bayi mungkin masih mengonsumsi ASI atau susu formula 6-8 kali sehari. Berikut jadwal makan bayi 6 bulan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

06.00-07.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

09.00-10.00: Puree buah, sebanyak 2-3 sendok makan.

12.00-12.30: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

14.00-15.00: Puree buah, sebanyak 2-3 sendok makan.

17.30-18.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

20.00-21.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

Catatan

Kecuali alasan yang kuat, jangan berikan jus buah untuk bayi 6 bulan. Bahkan jus murni 100% pun mengandung banyak gula.

Anda menyadari bahwa di usia 6 bulan tidak banyak larangan makanan. Seharusnya ini memudahkan Anda untuk memberi makan si bayi.

Namun, jika Anda merasa bayi 6 bulan masih susah makan, segera hubungi dokter anak untuk pengecekan sepenuhnya.

PPI Seperti Omeprazole untuk Ibu Hamil Apa Risikonya?

PPI Seperti Omeprazole untuk Ibu Hamil Apa Risikonya?

Perawatan untuk penyakit refluks gastroesofagus (GERD) biasanya terdiri dari tiga tahapan. Dua tahapan pertama melibatkan konsumsi obat dan melakukan diet serta mengubah gaya hidup. Tahap ketiga adalah operasi atau tindakan bedah medis, yang hanya akan dilakukan pada kasus GERD yang sangat parah dan melibatkan komplikasi kesehatan. Kebanyakan orang biasanya akan mendapatkan manfaat dari perawatan tahap pertama dengan cara menyesuaikan bagaimana, kapan, dan apa yang mereka konsumsi. Akan tetapi, diet dan penyesuaian gaya hidup saja mungkin tidak akan efektif untuk beberapa orang. 

Dalam kasus ini, dokter akan merekomendasikan obat-obatan seperti omeprazole untuk ibu hamil dan penderita GERD lainnya yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan produksi asam di dalam lambung. Penghambat Pompa Proton (PPI) merupakan salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk mengurangi asam lambung dan meredakan gejala GERD. Obat-obatan lain yang dapat merawat asam lambung berlebih di antaranya adalah penghambat reseptor H2, seperti famotidine dan cimetidine. Akan tetapi, PPI biasanya lebih efektif dibandingkan dengan penghambat reseptor H2 dan dapat meredakan gejala dalam kebanyakan orang yang menderita GERD.

Adakah risiko penggunaan PPI?

Ketika kita membicarakan penggunaan obat, tentu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah informasi seputar efek samping dan risiko yang dibawa oleh obat tersebut, terutama apabila penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dilakukan. Faktanya, penggunaan tersebut diperbolehkan asal Anda mendapatkan rekomendasi dan resep dari dokter. Pada umumnya, PPI dianggap aman dan merupakan salah satu obat-obatan yang dapat ditoleransi oleh tubuh dengan mudah. Akan tetapi, penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa risiko tertentu mungkin dapat terjadi pada penggunaan PPI jangka panjang. 

Studi yang dilakukan baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan PPI jangka panjang memiliki keberagaman bakteri di dalam usus yang lebih sedikit. Kurangnya keberagaman tersebut akan membuat mereka memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita infeksi, patah tulang, dan defisiensi vitamin dan mineral. Usus Anda mengandung triliunan bakteri. Meskipun beberapa di antaranya merupakan bakteri yang “jahat”, kebanyakan dari bakteri tersebut tidak berbahaya dan membantu tubuh menjalankan fungsinya, seperti pencernaan dan stabilisasi suasana hati. PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dapat mengganggu keseimbangan bakteri tersebut setelah beberapa waktu, dan menyebabkan bakteri “jahat”  melebihi bakteri “baik”, yang akan menyebabkan seseorang menjadi sakit. 

Sebagai tambahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan PPI resep jangka panjang dapat dihubungkan dengan rendahnya level magnesium. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan jantung yang serius, seperti kejang otot, detak jantung yang tidak teratur, dan kejang. Dalam 25 kasus yang ditinjau oleh FDA, suplementasi magnesium saja tidak meningkatkan level serum magnesium yang rendah. Sebagai hasilnya, penggunaan PPI harus dihentikan. Namun, FDA menekankan bahwa risiko menderita level magnesium yang rendah sangat kecil apabila Anda menggunakan PPI OTC sesuai dengan anjuran atau rekomendasi konsumsi. 

Berbeda dengan PPI resep, PPI OTC dijual dalam dosis yang lebih rendah. Obat tersebut juga biasanya dianjurkan untuk penggunaan atau perawatan selama jangka waktu 2 minggu, dan tidak lebih dari 3 kali dalam satu tahun. Meskipun potensi efek samping penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dan penderita GERD lainnya, PPI biasanya merupakan perawatan yang sangat efektif dalam merawat GERD. Anda dan dokter Anda dapat mendiskusikan potensi risiko penggunaan obat ini dan menentukan apakah penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil merupakan pilihan yang tepat.

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Menyusui

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Menyusui

Kebutuhan kalsium ibu menyusui adalah salah satu hal yang telah menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Alasan terbesarnya adalah banyaknya kalsium yang disekresikan ke dalam ASI dan digunakan oleh bayi untuk pertumbuhan tulang yang lebih kuat. Bahkan, proses ini sebanding dengan kecepatan cahaya, alias terjadi dengan cepat, sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.

Jika Anda tidak mempertahankan asupan kalsium yang cukup melalui makanan, Anda mungkin saja berisiko tinggi mengalami osteoporosis di kemudian hari. Cari tahu lebih banyak seberapa penting kalsium untuk ibu menyusui di dalam artikel berikut ini.

4 Alasan kebutuhan kalsium ibu menyusui harus terpenuhi

Berikut ini 4 alasan utama mengapa Anda harus memperhatikan kebutuhan kalsium dalam makanan Anda saat menyusui:

  1. Terjadi peningkatan kebutuhan kalsium

Sebagian besar wanita yang menyusui fokus sekali dengan buah hatinya, hingga lupa bahwa dirinya sendiri juga harus diperhatikan. Tidak sedikit ibu menyusui yang mengabaikan asupan kalsium dalam makanannya, rata-rata hanya mengonsumsi sekitar 400 mg kalsium selama hamil dan menyusui. Padahal, kebutuhan kalsium ibu menyusui sekitar 1.200 mg per hari. Selain itu, mendapatkan kalsium yang cukup dari makanan lebih baik daripada suplemen, karena tubuh Anda mampu menyerapnya dengan lebih baik.

  1. Kehilangan banyak kalsium pasca persalinan

Tahukah Anda? Seorang wanita dapat kehilangan kalsium empat kali lebih tinggi selama 9 bulan menyusui dibandingkan 9 bulan kehamilan. Ini karena kebutuhan kalsium si Kecil juga ikut meningkat seiring bertambahnya usia untuk proses pertumbuhan tulangnya yang lebih kuat. Anda harus mencegah hilangnya kepadatan mineral tulang Anda sendiri dengan menjaga asupan kalsium selama menyusui.

  1. Kehilangan kalsium setiap hari

Ibu menyusui akan memberikan ASI untuk makanan bayinya setiap beberapa jam setiap hari. Hal ini membuatnya rentan kehilangan kalsium dalam jumlah banyak setiap hari. Seorang ibu menyusui cenderung akan kehilangan 200 – 300 mg kalsium setiap hari pada saat menyusui. Inilah mengapa kebutuhan kalsium ibu menyusui harus dipenuhi dengan baik dari makanan sehari-hari.

  1. Memenuhi kebutuhan kalsium bayi

Bayi Anda terus membutuhkan kalsium untuk perkembangan tulang dan giginya menjadi lebih kuat, terutama dalam enam bulan pertama. Jika tidak terpenuhi dengan baik, maka bayi akan rentan mengalami kelainan tulang. Hampir 99% penyusun tulang dan gigi adalah kalsium. Selama enam bulan pertama, bayi Anda membutuhkan 200 – 300 mg kalsium setiap hari dari ASI. Oleh sebab itu, penting bagi Anda memenuhi kebutuhan kalsium bayi dan tubuh Anda melalui diet.

Efektifkah memenuhi kebutuhan kalsium dari produk susu?

Susu memang dapat menyediakan kalsium dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi, sebagian besar ibu menyusui, produk susu bukanlah sumber kalsium terbaik. Hal ini terjadi karena susu telah menjadi makanan nomor satu penyebab bayi kolik. 

Ada beberapa makanan yang sangat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu menyusui, meliputi:

  • 4 buah ara (buah tin) setara dengan 124 mg kalsium. 
  • Satu sendok makan molase blackstrap dapat memenuhi 20% kebutuhan kalsium harian Anda. Selain itu, molase blackstrap kaya zat besi dan dapat membantu pemulihan setelah melahirkan.
  • Satu cangkir collard greens matang dapat menyediakan 357 mg kalsium.
  • Satu cangkir lobak hijau dapat memberikan Anda 249 mg kalsium.

Beberapa makanan lainnya juga bisa Anda konsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium saat menyusui, yaitu yoghurt, keju, serta jus jeruk dan tofu yang diperkaya kalsium. 

Catatan

Ingatlah, kebutuhan kalsium ibu menyusui harus dipenuhi dengan baik untuk mencegah serangan osteoporosis di masa mendatang. Konsultasikan juga dengan dokter jika Anda ingin memenuhinya dari suplemen kalsium.