Category: Ibu & Menyusui

Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

 Cara Menenangkan Bayi? Ketahui Dulu Sumber Masalahnya

Anda mungkin sudah belajar berbagai cara menenangkan bayi semenjak masa kehamilan sebagai persiapan. Namun ketika ditaruh langsung pada praktiknya, semua ilmu yang Anda peroleh terasa sia-sia. Tangisan bayi tidak berhenti dengan cara-cara yang Anda gunakan. 

Jangan stress dulu. Bisa jadi tangisan bayi tidak juga mereda karena cara menenangkan bayi yang Anda lakukan keliru. Yang dimaksud keliru di sini adalah tidak cocoknya antara penyebab masalah tangisan bayi dengan cara Anda mencoba menenangkannya. 

Karena itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui dahulu sumber masalah si kecil menangis sebelum mencoba berbagai cara menenangkannya. Nyatanya pula, selain tangisan, kerap ada tanda-tanda dan sinyal yang diberikan bayi kepada Anda untuk mengomunikasi perasaan yang dialaminya. Berikut ini adalah berbagai sumber masalah yang membuat bayi menangis, yang mesti Anda ketahui. 

  1. Kelaparan 

Jangankan bayi. Anda pun jika kelaparan akan merasa gelisah, bukan? Khusus untuk bayi, mereka cenderung menangis jika kelaparan. Tangisan yang menunjukkan rasa lapar biasanya bernada rendah dan naik turun. Bayi juga tidak jarang mengepalkan tangannya bahkan sampai mengisap ibu jari tangannya karena sudah sangat lapar. Cara menenangkan bayi yang lapar tentu saja dengan memberinya susu. Anda cukup menawarkan payudara atau botol susunya dan lihat bagaimana reaksinya. Ia akan segera meraih dan minum susu dengan kencang saking laparnya!

  1. Kolik 

Bahasa simpelnya, bayi sedang sakit perut hingga akhirnya menangis dan sulit ditenangkan. Ketika bayi kolik, memang sulit mencari cara menenangkan bayi. Anda mungkin hendak menyusui atau menggendongnya, namun bisa jadi metode tersebut tidak mempan. Bayi yang menangis karena kolik cenderung menangis dengan keras dan bernada tinggi. Coba perhatikan perutnya, apakah membengkak dan kakinya disilangkan dengan menumpuk? Jika iya, hampir bisa dipastikan si kecil mengalami kolik. Anda bisa sedikit meredakan koliknya dengan memijat lembut bagian perut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Coba gerakkan pula kaki si kecil seperti mengayuh sepeda hingga tangisannya mulai bisa ditenangkan. 

  1. Kelelahan 

Coba diingat-ingat, apakah Anda baru melakukan stimulasi untuk tumbuh kembang bayi atau sehabis mengajak si kecil bermain? Bisa jadi, tangisannya bersumber dari rasa lelah akibat aktivitas yang dilakukan. Umumnya, bayi yang lelah akan menangis tanpa henti dan berusaha menggerakkan badannya tanda gelisah. Yang si buah hati butuhkan saat itu hanyalah tidur, namun sulit untuk bayi bisa tidur sendiri. Anda mesti membantunya! Cara menenangkan bayi yang lelah adalah membedong ataupun menimang bayi sampai tertidur. Anda juga bisa menaruhnya di stroller dan mengajaknya berjalan-jalan hingga ia terlelap. 

  1. Popok Kotor 

Beberapa bayi memang bisa tenang duduk di popok kotor atau lembap selama berjam-jam. Mereka baru akan gelisah ketika popoknya penuh. Namun, ada juga bayi yang akan mendadak histeris karena merasa popoknya lembap atau kotor. Tentu saja Anda mesti segera mengganti popok tersebut sebagai cara menenangkan bayi. Jika masih tidak yakin jika popok kotor merupakan penyebab tangisan bayi, cobalah endus popok si kecil. Apakah tercium bau pesing atau menyengat? Ya, bisa jadi si buah hati baru sehabis buang air kecil atau buang air besar hingga kemudian merasa tidak nyaman dan menangis. 

  1. Terlalu Ramai 

Pernahkan Anda bingung menghadapi tangisan bayi yang tiba-tiba ketika sedang acara kumpul keluarga? Jika iya, tidak perlu heran. Hal tersebut wajar. Bayi menangis bisa karena tidak nyaman sebab suasana terlalu ramai. Cara menenangkan bayi yang demikian hanyalah dengan membawa ia keluar sebentar untuk mencari suasana yang lebih tenang. Dijamin, si kecil akan segera diam dari tangisannya. 

Jadi, selama ini si kecil paling sering menangis karena penyebab apa? Sekarang tidak perlu panik lagi sebab Anda sudah tahu sinyal untuk melakukan cara menenangkan bayi sesuai penyebabnya, bukan?

Bayi 6 Bulan Susah Makan

Bayi 6 Bulan Susah Makan

Mencapai usia 6 bulan, seharusnya bayi sudah mulai mengenal makanan padat atau yang dikenal dengan istilah MPASI. Namun, bagaimana jika bayi 6 bulan susah makan?

Usia 6 bulan adalah titik perkembangan penting bagi si bayi, khususnya dalam perkembangan konsumsi makanan mereka. Di usia ini, bayi mulai belajar mengonsumsi makanan bertekstur.

Artinya, seharusnya si kecil makan dengan lahap dan banyak di usia ini. Lalu, apa tanda-tanda bayi 6 bulan susah makan dan bagaimana mengatasinya?

Makanan apa yang bisa diberikan untuk bayi 6 bulan?

Penting untuk dipahami bahwa di usia 6 bulan, ASI atau susu formula masih jadi sumber nutrisi utama untuk si bayi. MPASI memang sudah boleh diberikan, tapi perannya hanya sebagai suplemen.

Biasanya makanan pertama bayi berupa sereal, lalu beranjak ke makanan lunak seperti puree (MPASI). Namun, sebisa mungkin berikan sereal bayi terlebih dahulu.

Sereal mengandung zat besi tinggi yang dibutuhkan bayi di usia ini. Selain itu, sereal bisa jadi jembatan yang bagus dari ASI atau susu formula menuju MPASI.

  • Jangan campurkan ASI dengan sereal bayi pada beberapa percobaan pertama.
  • ASI Anda terlalu berharga, jadi coba campurkan sereal dengan air hangat biasa.
  • Ketika bayi terbukti bisa makan sereal, baru campurkanlah ASI di dalamnya
  • Awalnya buat sereal sedikit cair, jika bayi bisa menerimanya, kentalkan sereal secara bertahap sampai mencapai konsistensi seperti oatmeal
  • Berikan sereal sedikit-sedikit. Ketika bayi Anda tampak lahap, tambah porsinya
  • Ketika bayi bisa mengonsumsi sereal rutin sehari sekali dalam sepakan, tingkatkan jadi dua kali sehari selama 1-2 pekan
  • Setelah bayi terbiasa makan sereal 2 kali sehari dalam 2 pekan, Anda bisa meningkatkannya jadi MPASI
  • Sayuran kuning atau oranye bagus untuk bayi, Anda bisa juga memberikan pisang atau alpukat
  • Ketika Anda mengenalkan makanan baru yang ditolak si bayi, coba berikan dalam tiga hari beruntun sebelum menggantinya

Jika Anda merasa bayi 6 bulan susah makan, coba ikuti tips di atas untuk membentuk pola makan si kecil.

Makanan apa saja yang harus dihindari bayi 6 bulan?

Saat sudah mencapai usia 6 bulan, seharusnya bayi sudah lebih bebas mengonsumsi makanan. Hanya sedikit makanan yang harus dihindari seperti:

  • Madu

Madu dapat membuat bayi keracunan makanan. Tunggu hingga usia 12 bulan jika ingin memberikan madu untuk anak Anda.

  • Susu sapi

Bayi seharusnya belum boleh minum susu sapi di usia 6 bulan. Namun, begitu konsumsi MPASI mereka lancar, Anda bisa memberikan yoghurt atau keju lunak.

  • Bahaya tersedak

Anda bisa memberikan berbagai jenis MPASI, termasuk wortel yang dilembutkan dan dimasak. Namun, jangan sampai memberikan wortel dalam potongan besar yang bisa membuat bayi tersedak.

  • Batasi konsumsi ikan

Jangan sembarangan memberikan ikan, khususnya yang mengandung merkuri tinggi. Konsultasi dengan dokter anak untuk memilih jenis ikan yang aman.

Bagaimana jadwal makan bayi 6 bulan?

American Association of Pediatrics merekomendasikan usia 6 bulan sebagai usia yang tepat untuk memulai MPASI. Meski begitu, kemungkinan bayi 6 bulan susah makan tetap ada.

Jika Anda mulai memberikan MPASI terlalu awal, bisa jadi si bayi akan meninggalkan ASI dan dampaknya tidak baik bagi ASI Anda. Selain itu, bayi tidak bisa mendapatkan pasokan protein, lemak, dan nutrisi lain yang terdapat di ASI.

Di sisi lain, jika terlambat memberikan MPASI, bisa jadi ada masalah makan lainnya yang akan terjadi. Anda harus mengenali si kecil untuk menentukan kesempatan ini.

Yang paling penting, Anda tidak boleh terburu-buru memberikan MPASI untuk si bayi. MPASI harus diberikan secara bertahap, dibarengi dengan ASI atau susu formula, dan biasanya diawali dengan sereal bayi.

Di usia 6 bulan, bayi mungkin masih mengonsumsi ASI atau susu formula 6-8 kali sehari. Berikut jadwal makan bayi 6 bulan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

06.00-07.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

09.00-10.00: Puree buah, sebanyak 2-3 sendok makan.

12.00-12.30: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

14.00-15.00: Puree buah, sebanyak 2-3 sendok makan.

17.30-18.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

20.00-21.00: ASI, sebanyak yang diinginkan bayi.

Catatan

Kecuali alasan yang kuat, jangan berikan jus buah untuk bayi 6 bulan. Bahkan jus murni 100% pun mengandung banyak gula.

Anda menyadari bahwa di usia 6 bulan tidak banyak larangan makanan. Seharusnya ini memudahkan Anda untuk memberi makan si bayi.

Namun, jika Anda merasa bayi 6 bulan masih susah makan, segera hubungi dokter anak untuk pengecekan sepenuhnya.

PPI Seperti Omeprazole untuk Ibu Hamil Apa Risikonya?

PPI Seperti Omeprazole untuk Ibu Hamil Apa Risikonya?

Perawatan untuk penyakit refluks gastroesofagus (GERD) biasanya terdiri dari tiga tahapan. Dua tahapan pertama melibatkan konsumsi obat dan melakukan diet serta mengubah gaya hidup. Tahap ketiga adalah operasi atau tindakan bedah medis, yang hanya akan dilakukan pada kasus GERD yang sangat parah dan melibatkan komplikasi kesehatan. Kebanyakan orang biasanya akan mendapatkan manfaat dari perawatan tahap pertama dengan cara menyesuaikan bagaimana, kapan, dan apa yang mereka konsumsi. Akan tetapi, diet dan penyesuaian gaya hidup saja mungkin tidak akan efektif untuk beberapa orang. 

Dalam kasus ini, dokter akan merekomendasikan obat-obatan seperti omeprazole untuk ibu hamil dan penderita GERD lainnya yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan produksi asam di dalam lambung. Penghambat Pompa Proton (PPI) merupakan salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk mengurangi asam lambung dan meredakan gejala GERD. Obat-obatan lain yang dapat merawat asam lambung berlebih di antaranya adalah penghambat reseptor H2, seperti famotidine dan cimetidine. Akan tetapi, PPI biasanya lebih efektif dibandingkan dengan penghambat reseptor H2 dan dapat meredakan gejala dalam kebanyakan orang yang menderita GERD.

Adakah risiko penggunaan PPI?

Ketika kita membicarakan penggunaan obat, tentu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah informasi seputar efek samping dan risiko yang dibawa oleh obat tersebut, terutama apabila penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dilakukan. Faktanya, penggunaan tersebut diperbolehkan asal Anda mendapatkan rekomendasi dan resep dari dokter. Pada umumnya, PPI dianggap aman dan merupakan salah satu obat-obatan yang dapat ditoleransi oleh tubuh dengan mudah. Akan tetapi, penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa risiko tertentu mungkin dapat terjadi pada penggunaan PPI jangka panjang. 

Studi yang dilakukan baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan PPI jangka panjang memiliki keberagaman bakteri di dalam usus yang lebih sedikit. Kurangnya keberagaman tersebut akan membuat mereka memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita infeksi, patah tulang, dan defisiensi vitamin dan mineral. Usus Anda mengandung triliunan bakteri. Meskipun beberapa di antaranya merupakan bakteri yang “jahat”, kebanyakan dari bakteri tersebut tidak berbahaya dan membantu tubuh menjalankan fungsinya, seperti pencernaan dan stabilisasi suasana hati. PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dapat mengganggu keseimbangan bakteri tersebut setelah beberapa waktu, dan menyebabkan bakteri “jahat”  melebihi bakteri “baik”, yang akan menyebabkan seseorang menjadi sakit. 

Sebagai tambahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan PPI resep jangka panjang dapat dihubungkan dengan rendahnya level magnesium. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan jantung yang serius, seperti kejang otot, detak jantung yang tidak teratur, dan kejang. Dalam 25 kasus yang ditinjau oleh FDA, suplementasi magnesium saja tidak meningkatkan level serum magnesium yang rendah. Sebagai hasilnya, penggunaan PPI harus dihentikan. Namun, FDA menekankan bahwa risiko menderita level magnesium yang rendah sangat kecil apabila Anda menggunakan PPI OTC sesuai dengan anjuran atau rekomendasi konsumsi. 

Berbeda dengan PPI resep, PPI OTC dijual dalam dosis yang lebih rendah. Obat tersebut juga biasanya dianjurkan untuk penggunaan atau perawatan selama jangka waktu 2 minggu, dan tidak lebih dari 3 kali dalam satu tahun. Meskipun potensi efek samping penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil dan penderita GERD lainnya, PPI biasanya merupakan perawatan yang sangat efektif dalam merawat GERD. Anda dan dokter Anda dapat mendiskusikan potensi risiko penggunaan obat ini dan menentukan apakah penggunaan PPI seperti omeprazole untuk ibu hamil merupakan pilihan yang tepat.

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Menyusui

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Menyusui

Kebutuhan kalsium ibu menyusui adalah salah satu hal yang telah menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Alasan terbesarnya adalah banyaknya kalsium yang disekresikan ke dalam ASI dan digunakan oleh bayi untuk pertumbuhan tulang yang lebih kuat. Bahkan, proses ini sebanding dengan kecepatan cahaya, alias terjadi dengan cepat, sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.

Jika Anda tidak mempertahankan asupan kalsium yang cukup melalui makanan, Anda mungkin saja berisiko tinggi mengalami osteoporosis di kemudian hari. Cari tahu lebih banyak seberapa penting kalsium untuk ibu menyusui di dalam artikel berikut ini.

4 Alasan kebutuhan kalsium ibu menyusui harus terpenuhi

Berikut ini 4 alasan utama mengapa Anda harus memperhatikan kebutuhan kalsium dalam makanan Anda saat menyusui:

  1. Terjadi peningkatan kebutuhan kalsium

Sebagian besar wanita yang menyusui fokus sekali dengan buah hatinya, hingga lupa bahwa dirinya sendiri juga harus diperhatikan. Tidak sedikit ibu menyusui yang mengabaikan asupan kalsium dalam makanannya, rata-rata hanya mengonsumsi sekitar 400 mg kalsium selama hamil dan menyusui. Padahal, kebutuhan kalsium ibu menyusui sekitar 1.200 mg per hari. Selain itu, mendapatkan kalsium yang cukup dari makanan lebih baik daripada suplemen, karena tubuh Anda mampu menyerapnya dengan lebih baik.

  1. Kehilangan banyak kalsium pasca persalinan

Tahukah Anda? Seorang wanita dapat kehilangan kalsium empat kali lebih tinggi selama 9 bulan menyusui dibandingkan 9 bulan kehamilan. Ini karena kebutuhan kalsium si Kecil juga ikut meningkat seiring bertambahnya usia untuk proses pertumbuhan tulangnya yang lebih kuat. Anda harus mencegah hilangnya kepadatan mineral tulang Anda sendiri dengan menjaga asupan kalsium selama menyusui.

  1. Kehilangan kalsium setiap hari

Ibu menyusui akan memberikan ASI untuk makanan bayinya setiap beberapa jam setiap hari. Hal ini membuatnya rentan kehilangan kalsium dalam jumlah banyak setiap hari. Seorang ibu menyusui cenderung akan kehilangan 200 – 300 mg kalsium setiap hari pada saat menyusui. Inilah mengapa kebutuhan kalsium ibu menyusui harus dipenuhi dengan baik dari makanan sehari-hari.

  1. Memenuhi kebutuhan kalsium bayi

Bayi Anda terus membutuhkan kalsium untuk perkembangan tulang dan giginya menjadi lebih kuat, terutama dalam enam bulan pertama. Jika tidak terpenuhi dengan baik, maka bayi akan rentan mengalami kelainan tulang. Hampir 99% penyusun tulang dan gigi adalah kalsium. Selama enam bulan pertama, bayi Anda membutuhkan 200 – 300 mg kalsium setiap hari dari ASI. Oleh sebab itu, penting bagi Anda memenuhi kebutuhan kalsium bayi dan tubuh Anda melalui diet.

Efektifkah memenuhi kebutuhan kalsium dari produk susu?

Susu memang dapat menyediakan kalsium dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi, sebagian besar ibu menyusui, produk susu bukanlah sumber kalsium terbaik. Hal ini terjadi karena susu telah menjadi makanan nomor satu penyebab bayi kolik. 

Ada beberapa makanan yang sangat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu menyusui, meliputi:

  • 4 buah ara (buah tin) setara dengan 124 mg kalsium. 
  • Satu sendok makan molase blackstrap dapat memenuhi 20% kebutuhan kalsium harian Anda. Selain itu, molase blackstrap kaya zat besi dan dapat membantu pemulihan setelah melahirkan.
  • Satu cangkir collard greens matang dapat menyediakan 357 mg kalsium.
  • Satu cangkir lobak hijau dapat memberikan Anda 249 mg kalsium.

Beberapa makanan lainnya juga bisa Anda konsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium saat menyusui, yaitu yoghurt, keju, serta jus jeruk dan tofu yang diperkaya kalsium. 

Catatan

Ingatlah, kebutuhan kalsium ibu menyusui harus dipenuhi dengan baik untuk mencegah serangan osteoporosis di masa mendatang. Konsultasikan juga dengan dokter jika Anda ingin memenuhinya dari suplemen kalsium.

6 Larangan Ibu Hamil Ini Hanya Mitos

Menanti kehadiran anak selama 9 bulan selama masa kehamilan tentu merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mencemaskan. Membahagiakan karena hanya dalam hitungan bulan Anda bisa menjumpai buah hati yang telah lama dinantikan. Di sisi lain, berbagai kecemasan akan selalu menghinggapi karena banyaknya larangan ibu hamil yang bisa sangat berpengaruh pada tumbuh kembang janin.

Namun, jangan terlalu khawatir berlebihan terhadap berbagai larangan ibu hamil. Nyatanya banyak larangan yang ternyata hanya mitos dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan calon buah hati Anda. Larangan-larangan tersebut hanya diwariskan turun-menurun tanpa ada alasan yang jelas.

Berikut ini adalah beberapa larangan ibu hamil yang tidak perlu lagi Anda percayai. Pasalnya, larangan-larangan di bawah ini hanya mitos dan tidak terbukti kebenarannnya. Beberapa bahkan terbukti menghasilkan kebenaran yang berbeda.

  • Tidak Boleh Olahraga

Mitos jika ada larangan ibu hamil tidak boleh aktif bergerak dan berolahraga. Ketika usia kandungan telah melewati trimester pertama, ibu hamil justru disarankan untuk aktif bergerak. Beberapa  olahraga, seperti senam dan yoga, pun dianjurkan untuk dilakukan. Penelitian menunjukkan, ibu yang berolahraga pada waktu mengandung cenderung memiliki janin yang lebih cerdas karena keaktifan otak sudah terasah dari dalam perut.

  • Tidak Boleh Berhubungan Seks

Larangan ibu hamil untuk tidak berhubungan seks hanya berlaku jika kandungan Anda termasuk lemah, letak plasenta rendah, ataupun sempat mengalami pendarahan. Tapi jika kandungan Anda baik-baik saja, berhubungan seks selama kehamilan tua justru dianjurkan. Pasalnya, berhubungan seks bisa membuat peningkatan aliran darah di area panggul sehingga memungkinkan posisi janin untuk lebih siap lahir.

  • Tidak Boleh Berendam

Anda mungkin sudah ingin berendam untuk bersantai di bathup, namun tertunda karena masih dalam kondisi hamil. Beredar larangan ibu hamil tidak boleh berendam karena bisa menyebabkan cacat lahir. Faktanya, ibu hamil pun aman untuk berendam asal tidak menggunakan air yang terlalu panas. Asalkan suhu air yang digunakan untuk berendam tidak lebih dari 38 derajat Celsius, Anda bisa aman berendam. Berendam dengan air hangat yang tidak membahayakan justru bisa meredakan nyeri yang umumnya para ibu hamil rasakan.

  • Tidak Boleh Konsumsi Kopi dan Cokelat

Kafein yang ada di kopi dan cokelat memang berpotensi meningkatkan potensi refluks asam lambung pada ibu hamil. Namun, itu akan terjadi apabila konsumsi kafein berlebihan. Jika Anda hanya meminum satu gelas kopi ataupun satu batang cokelat per hari, hal tersebut masih aman untuk kandungan Anda.

  • Tidak boleh Menyantap Makanan Laut

Larangan ibu hamil untuk tidak boleh menyantap makanan laut karena adanya potensi paparan merkuri yang bisa menyebabkan cacat lahir. Namun sebenarnya, makanan laut justru dianjurkan karena memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Kandungan tersebut, berdasarkan studi, mampu meningkatkan intelektual anak yang dilahirkan. Ibu yang rajin mengonsumsi makanan laut lebih dari 10 ons tiap minggu selama kehamilan juga terbukti mampu melahirkan anak dengan keterampilan sosial dan motorik yang superior. Anda hanya perlu pintar memilih makanan laut dengan paparan merkuri rendah. Ikan dan udang lebih disarankan, daripada jenis kerang-kerangan.

  • Tidak Boleh Minum Es

Ibu hamil tidak boleh minum air dingin atau air es karena bisa menimbulkan risiko hidrosefalus alias penumpukan cairan di rongga otak? Jawabannya, larangan ibu hamil yang satu itu hanya mitos! Anda bebas meminum air dingin atau air panas. Yang perlu Anda pertimbangkan hanya jumlah kalori dari minuman yang Anda konsumsi. Baiknya, Anda jangan sering-sering mengonsumsi air dengan kandungan gula tinggi, seperti es krim, jus-jus, ataupun minuman berperasa lainnya. Gula dalam berbagai minuman manis tersebutlah yang bisa meningkatkan risiko hidrosefalus.

***

Tiap larangan ibu hamil yang benar pasti ada alasan ilmiah yang jelas. Jika larangan tersebut hanya karena menurut generasi sebelumnya dan tidak memiliki dasar yang paten, lebih baik Anda tidak perlu mengkhawatirkan dan memercayainya.

Bagaimana Cara Mengatasi ASI Tersumbat?

Setelah melahirkan bayi, seorang ibu akan menjalani fase berikutnya, yaitu fase menyusui. Menyusui merupakan salah satu tantangan yang perlu dihadapi seorang ibu dimana fase tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Tantangan lain yang perlu diperhatikan seorang ibu adalah jika ASI tersumbat dan tidak segera diatasi, maka seorang ibu bisa mengalami demam hingga mastitis.

Tanda dan Gejala ASI Tersumbat

Menyusui membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Tekanan seperti ASI tersumbat bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari seorang ibu dan ketersediaan ASI untuk bayinya. ASI yang tersumbat bisa terjadi karena adanya tanda di bawah ini:

  • Benjolan di dalam payudara (benjolan tersebut juga bisa bergeser).
  • Rasa nyeri dan bengkak di sekitar benjolan.
  • Bintik putih pada bagian puting susu.
  • Ketersediaan ASI menurun.

Jika ASI tersumbat, maka akan menimbulkan gejala berupa mastitis. Mastitis merupakan gangguan yang terjadi ketika menyusui. 1 dari 10 orang mengalami kondisi seperti ini, dan orang yang pernah mengalaminya bisa merasakannya kembali.

ASI yang tersumbat tidak hanya menyebabkan mastitis, namun juga dapat menyebabkan seorang ibu demam dan merasakan sensasi terbakar ketika menyusui atau memerah ASI.

Penyebab ASI Tersumbat

Seorang ibu yang merasakan adanya ASI tersumbat bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Memakai bra dengan ukuran yang tidak sesuai.
  • Melewatkan sesi memerah ASI atau menyusui.
  • Menyusui dengan hanya satu sisi payudara.
  • Merokok.
  • Stres.
  • Merasa lelah.
  • Kekurangan nutrisi.
  • Adanya luka pada puting.
  • Pernah mengalami mastitis.

Cara Mengatasi ASI Tersumbat

Jika Anda merupakan seorang ibu yang memasuki tahap menyusui dan menunjukkan tanda bahwa ASInya tersumbat, Anda sebaiknya lakukan cara berikut:

  • Fokus pada payudara yang tersumbat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah fokus pada payudara yang tersumbat, baik ketika menyusui secara langsung maupun memerah ASI. Anda coba keluarkan ASI sebanyak mungkin, karena terkadang sejumlah ASI yang dikeluarkan tidak sesuai karena terhambat.

  • Menghisap di area yang tersumbat

Cara lain untuk mengeluarkan ASI adalah membiarkan bayi menghisap ASI yang tersumbat. Bayi memiliki kekuatan mulut yang kuat untuk menyedot ASI ketika mereka merasa lapar. Hal tersebut dapat mengurangi efek yang terjadi pada payudara.

  • Memijat

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah memijat bagian payudara yang tersumbat, bahkan jika hal tersebut membuat Anda merasa kesakitan. Anda dapat menggunakan tangan atau alat seperti lactation massager. Alat tersebut dapat membantu memperlancar proses pemerahan ASI.

  • Merendam

Anda juga dapat menghangatkan payudara Anda dengan kompres hangat dan terapkan ke bagian payudara yang tersumbat. Meredam payudara di baskom berisi air hangat juga dapat memberikan efek yang sama seperti lactation massager. Anda juga dapat menggunakan air hangat dengan mandi pakai shower.

  • Periksa ke dokter

Jika Anda mengalami mastitis, Anda perlu periksa kondisi payudara Anda ke dokter. Jika mastitis sudah menimbulkan nanah atau abses, maka perlu dioperasi.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter tentang ASI, Anda sebaiknya persiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Gejala yang Anda alami akibat ASI tersumbat.
  • Riwayat mastitis (jika ada).

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat mastitis terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami mastitis sebelumnya?
  • Apa saja kendala yang Anda alami ketika memerah ASI atau menyusui?

Kesimpulan

Jika ASI tersumbat, Anda bisa terapkan cara-cara yang disebutkan di atas. Namun, jika kondisi payudara memburuk, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.