Category: Kehamilan

5 Rekomendasi Suplemen untuk Program Hamil, Bisa Coba Blackmores i Folic

Kehamilan adalah momen yang memang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Ibu yang dalam program hamil akan membutuhkan asupan penunjang kehamilan yang ekstra. Salah satunya adalah suplemen blackmores i folic.

Namun, sebenarnya di pasaran ada berbagai suplemen untuk program hamil yang bisa dikonsumsi. Akan tetapi, tetap perlu diperhatikan saat memilih suplemen agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.

Rekomendasi Suplemen untuk Program Hamil

  1. Vitafusion Prenatal

Salah satu suplemen yang bisa menjadi penunjang kesuburan untuk Ibu saat menjalani program hamil adalah Vitafusion prenatal gummy vitamins ini. Suplemen Vitafusion prenatal mengandung vitamin dan mineral esensial dan juga omega-3 DHA. Kandungan minyak ikan dalam Vitafusion ini pun juga sudah teruji klinik bebas merkuri dan berkualitas. Sehingga suplemen ini aman untuk dikonsumsi.

Bentuknya berupa gummy juga membuatnya mudah dikonsumsi. Suplemen ini juga kaya akan vitamin A, C, dan D, serta bebas gluten.

  1. Blackmores i Folic

Suplemen Blackmores i-folic bisa dikonsumsi sejak menjalani program hamil hingga di masa kehamilan. Dalam suplemen ini terdapat kandungan asam folat yang baik untuk kehamilan karena punya peran penting mencegah kelainan otak dan sumsum tulang belakang bayi nantinya. 

Konsumsi suplemen ini juga tidak menimbulkan efek konstipasi. Dalam satu botol berisi 150 kapsul yang juga mengandung yodium yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin nantinya. 

Blackmores i Folic ini tidak dianjurkan dikonsumsi bersama Conceive well gold blackmores, blackmores folate, pregnancy & breast-feeding gold blackmores, atau suplemen dengan kandungan asam folat lainnya.

  1. Folamil Genio

Suplemen kapsul lunak Folamil Genio ini sudah populer digunakan sebagai solusi untuk kekurangan nutrisi yang dialami oleh ibu hamil di Indonesia.

Kandungan dalam suplemen Folamil Genio ini kaya akan asam folat, vitamin B1, B2, B6, D3, dan K1, betakaroten, IPC, DHA, kalsium, hingga ARA. Jadi semua kandungan baik tersebut bisa didapat dalam satu kapsul Folamil Genio ini.

  1. Mykind Organics Prenatal Multivitamin

Suplemen ini merupakan paket lengkap untuk mendukung program kehamilan Anda. Meski dari segi harga cukup mahal karena terbuat dari bahan alami, seperti lemon, jahe, tomat, dan peppermint. Suplemen ini sangat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda. 

Saat mengkonsumsi ini, Anda tidak akan mengalami konstipasi karena Mykind Organics Prenatal Multivitamin terbuat dari bahan organik dan mudah dicerna. Suplemen ini juga sangat baik untuk dikonsumsi sebelum, selama, hingga setelah masa kehamilan.

  1. Sea-Quill Vitamin E

Selama menjalani program kehamilan, Ibu memang perlu mendapatkan banyak asupan vitamin E karena baik untuk meningkatkan kesuburan. Nah, suplemen ini cocok dikonsumsi karena tinggi vitamin E yang baik untuk organ reproduksi, menjaga kesehatan, dan kelembapan kulit.

Suplemen ini juga mudah ditemukan di berbagai drugstore atau e-commerce. Sehingga tidak akan sulit mendapatkannya.

Pentingnya Asupan Asam Folat bagi Ibu Hamil

Asam folat atau vitamin B9 adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh ketika sel berkembang dan tumbuh dengan cepat. Tubuh ibu tidak menyimpan asam folat dalam jumlah yang cukup sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan harian. Sehingga penting sekali mendapatkan asupan asam folat dari makanan dan juga suplemen.

Asupan asam folat yang cukup juga akan membantu menjaga kesehatan kehamilan Ibu dan janin. Berikut berbagai manfaat lain asam folat bagi ibu hamil:

  • Mengurangi risiko cacat tabung syarat pada janin
  • Mencegah adanya masalah cacat jantung bawaan
  • Mencegah masalah bibir sumbing dan celah pada langit-langit rongga mulut pada bayi
  • Mencegah komplikasi pada kehamilan

Dapatkah Minum Jahe Mencegah Kehamilan, Mitos Atau Fakta?

Keyakinan banyak orang terhadap kemampuan tanaman herbal terkadang membuat kabur batasan antara mitos dan fakta. Banyak tanaman herbal yang dianggap memiliki manfaat terhadap sesuatu namun belum teruji dan keamanannya diragukan. Untuk mencegah kehamilan, tanaman jahe dianggap dapat membantu dengan cara diminum. Mitos atau fakta, ya?

Benarkah jahe mencegah kehamilan?

Secara turun-temurun, jahe memang telah digunakan untuk mendorong kontraksi rahim dan menstruasi. Khasiat yang berhubungan dengan kewanitaan itulah yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa jahe dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Jahe biasanya akan dilah menjadi teh agar bisa dikonsumsi secara rutin. 

Teh jahe sendiri bisa dikonsumsi hingga 4 gelas setiap harinya. Akan tetapi batasi konsumsi agar tidak lebih dari 4 gelas. Selain itu, teh jahe tidak disarankan dikonsumsi lebih dari 5 hari. Cara membuatnya cukup mudah, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini.

  • Cuci bersih kemudian kup jahe segar.
  • Iris tipis dan rebus dalam air mendidih selama 5-7 menit. 
  • Saring air rebusan jahe dan tambahkan madu secukupnya.
  • Teh jahe siap Anda nikmati. 

Rasa teh jahe ini nikmat dan mampu menghangatkan tubuh terutama jika Anda mengonsumsinya saat musim hujan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang akurat tentang efektivitas mengonsumsi jahe untuk mencegah kehamilan. Hal itu menunjukkan bahwa jahe mencegah kehamilan merupakan mitos semata. 

Tanaman lain yang diyakini dapat mencegah kehamilan

Tidak hanya jahe saja, beberapa tanaman lain juga diyakini sebagai cara herbal untuk mencegah kehamilan. Banyak orang berusaha mengganti kontrasepsi dengan mengonsumsi tanaman herbal  berikut ini. 

  1. Biji benih wortel

Biji benih wortel merupakan salah satu tanaman yang dianggap mampu mencegah kehamilan. Wanita di India mempercayai hal ini. Mereka akan mengonsumsi biji benih wortel liar setelah berhubungan seksual dengan tujuan mencegah kehamilan. Selama 7 hari para wanita India akan minum 1 sendok teh biji benih wortel guna mencegah implantasi dan konsepsi. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai khasiat biji benih wortel sebagai pencegah kehamilan hingga saat ini. 

  1. Aprikot

Buah aprikot memiliki sifat antikanker yang baik untuk tubuh. Selain itu, aprikot diyakini bisa membantu mencegah pertumbuhan janin di dalam lahir. Untuk mendapat manfaat aprikot sebagai kontrasepsi, waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pada permulaan ovulasi. Akan tetapi, aprikot sebagai kontrasepsi alami juga belum diteliti secara lebih lanjut sehingga efektivitasnya diragukan. 

  1. Tanaman rue

Tanaman rue dapat menstimulasi adrenalin, sehingga permeabilitas kapiler dalam lahir menurun. Hal tersebut memberi dampak pada sperma sebab implantasi dapat gagal. Anda hanya perlu minum ramuan dari tanaman rue 2 hingga 3 kali sehari untuk mencegah kehamilan. Caranya yaitu meletakkan tanaman rue di dalam gelas kemudian tambahkan air mendidih. Diamkan 5 menit, saring, kemudian minum. Sama seperti dua tanaman sebelumnya, rue juga belum melewati penelitian sehingga efektivitasnya untuk mencegah kehamilan masih dipertanyakan. 

  1. Kunyit

Tidak hanya jahe saja, kunyit pun dianggap berkhasiat untuk mencegah kehamilan. United Nations Population Fund (UNFPA) melaporkan penggunaan kunyit untuk pencegahan kehamilan di bagian barat Nepal. Beberapa orang berusia sekitar 70 tahun dulu sempat menggunakan air kunyit untuk mencegah kehamilan. Mereka minum 3 sendok bubuk kunyit yang dicampur air setelah berhubungan seksual. Meski demikian hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berbagai hal yang herbal seringkali dianggap lebih sehat untuk diterapkan padahal belum tentu, lho! Risiko alergi dan kesalahan dosis mungkin mengintai untuk Anda yang hobi mengonsumsi herbal padahal belum terbukti khasiatnya. Jahe mencegah kehamilan hanya mitos sebab penelitian belum membuktikan hal itu. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi berbagai bahan herbal untuk kepentingan medis, Jika Anda ingin mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi dan hindari berhubungan seksual ketika masa subur.

Mitos Detak Jantung Janin Laki-Laki yang Lebih Lambat

Detak Jantung Janin Laki-laki

Saat pemeriksaan kandungan, banyak orang tua yang akan menanyakan tentang jenis kelamin janinnya sebab penasaran. 

Hal tersebut menjadi normal sebab para orang tua tentu telah membayangkan betapa bahagianya memiliki anak dan ingin tahu lebih cepat tentang jenis kelaminnya. 

Menurut ilmu medis, jenis kelamin janin belum dapat diprediksi sebelum usia 4 bulan kehamilan. Meski demikian, seringkali terdapat pernyataan yang dipercaya masyarakat mengenai detak jantung janin laki-laki yang dianggap lebih lambat daripada perempuan. Mitos atau fakta pernyataan tersebut?  

Hubungan jenis kelamin janin dengan detak jantungnya 

Klaim bahwa detak jantung janin laki-laki lebih lambat telah cukup populer di kalangan masyarakat. Penelitian pun akhirnya dilakukan untuk membuktikan klaim tersebut. 

Pada tahun 2006, penelitian digelar terhadap 477 kehamilan dan hasilnya adalah detak jantung rata-rata janin perempuan 151,7 bpm (denyut nadi per menit) sedangkan laki-laki 154,9 bpm. Detak jantung normal janin sendiri berada pada kisaran 120-160 bpm. 

Penelitian tersebut membuktikan bahwa detak jantung tidak berpengaruh terhadap jenis kelamin janin. Pernyataan tentang detak jantung janin laki-laki lebih lambat merupakan mitos belaka. 

Cara mengetahui jenis kelamin janin secara akurat

Untuk memprediksi jenis kelamin janin, sebaiknya Anda melakukan pengukuran secara akurat dengan mendatangi dokter. Beberapa cara dapat Anda lakukan untuk memprediksi jenis kelamin janin seperti: 

  • USG menjadi cara paling populer yang sering digunakan untuk mengecek perkembangan dan kesehatan bayi. Selain itu, dokter biasanya dapat membantu mengetahui jenis kelamin janin melalui tes USG.
  • Amniosentesis merupakan cara yang lebih akurat dibandingkan USG untuk menebak jenis kelamin janin. Sayangnya, prosedur ini memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan ibu hamil dan janin sehingga cukup jarang dilakukan. 
  • Chorionic Villus Sampling (CVS) memiliki tingkat akurasi hampir 100 persen untuk mengecek jenis kelamin janin. Tes ini akan menggunakan sampel jaringan dari plasenta untuk melihat kromosom janin. 
  • Tes genetik dapat dilakukan pada usia kehamilan yang cukup tua dan dapat digunakan untuk mengecek jenis kelamin janin. Akan tetapi, tes ini pun memiliki risiko tersendiri. 

Mitos lain berhubungan dengan jenis kelamin janin 

Mitos-mitos terkait kehamilan yang beredar di masyarakat sangat banyak. Untuk menebak jenis kelamin pun, ternyata mitos yang ada bukan hanya detak jantung laki-laki lebih lambat dibanding perempuan saja. Terdapat berbagai mitos tentang cara menebak jenis kelamin janin lainnya seperti: 

  1. Warna urine 

Mitos menebak jenis kelamin bayi selain dari detak jantung yaitu dari warna urine. Ibu hamil dengan janin laki-laki diyakini memiliki warna urine kuning kusam. Sedangkan ibu hamil dengan janin perempuan memiliki warna urine kuning cerah.  

  1. Posisi perut ibu hamil 

Selain itu, terdapat pula mitos menebak jenis kelamin janin melalui posisi perut ibu hamil. Bentuk perut lebih condong rendah ke depan menunjukkan janin tersebut laki-laki. Sedangkan janin perempun akan membuat posisi perut ibu lebih condong ke atas. 

  1. Rasa mual

Rasa mual pun dikaitkan oleh masyarakat dengan jenis kelamin janin. Mitos meyakini bahwa janin perempuan akan membuat ibu hamil mengalami morning sickness hebat dan berlebihan sedangkan jika mengandung janin laki-laki maka jarang mengalami morning sickness

  1. Makanan yang sering ingin dimakan 

Ibu hamil biasanya sering ingin mengonsumsi makanan tertentu atau ngidam. Kondisi ini pun dikaitkan dengan jenis kelamin janin. Mitos menyebutkan bahwa ibu hamil dengan janin laki-laki lebih ingin makan berbagai jenis makanan pedas, asin, dan gurih. Sedangkan jika membawa janin perempuan maka makanan yang diinginkan lebih condong manis. 

Meski secara ilmiah detak jantung tidak dapat dijadikan indikasi jenis kelamin janin, namun banyak orang masih mempercayai hal tersebut. Pastikan untuk melakukan cek secara medis untuk hasil akurat. 

Selain itu, perlu pemahaman bahwa jenis kelamin janin baik laki-laki atau perempuan tidak menjadi masalah selama ibu hamil menjaga asupan nutrisi dengan baik dan seimbang. 

Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang detak jantung janin laki-laki atau seputar masalah kehamilan lainnya, tanyakan langsung secara gratis pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.