Category: kesehatan mental

Fungsi Kognitif dan Ciri Kunci Kepribadian ISFJ

Suka menyendiri adalah salah satu ciri orang dengan kepribadian ISFJ

Tipe kepribadian ISFJ sering disebut dengan panggilan “pelindung”. Orang-orang ISFJ dikenal baik, penuh pengertian, dan setia. Mereka ingin melayani dan melindungi orang lain tanpa adanya rasa pamrih. Orang-orang ISFJ menyukai rutinitas, dan memiliki keterampilan dalam melakukan suatu pekerjaan dengan tuntas dan baik. Mereka adalah orang yang pendiam namun ramah, dan menyukai menghabiskan waktu mereka seorang diri. Orang dengan kepribadian ISFJ biasanya memiliki sedikit teman namun sangat dekat. Sebagai orang yang menyukai fakta, para pelindung ini memproses informasi lewat panca indera mereka. Mereka adalah orang-orang yang konkrit, realistis, giat, dan hidup untuk saat ini. 

Karakteristik orang-orang dengan kepribadian ISFJ

Mereka yang memiliki kepribadian ISFJ mempunyai karakteristik seperti:

  • Orang-orang ISFJ menyukai struktur dan akan terus berjuang untuk menjaga ketertiban ini dalam semua lingkup kehidupan mereka. Meskipun orang-orang dengan kepribadian ISFJ cenderung seorang yang introvert, tertutup, dan pendiam, mereka adalah seorang pengamat yang tajam dan selalu fokus terhadap orang lain. Karena orang-orang dengan kepribadian ISFJ sangat perseptif, mereka pintar mengingat detail yang dimiliki oleh orang lain. Orang-orang ISFJ juga peka dengan emosi serta perasaan orang lain di sekitar mereka. 
  • Orang dengan kepribadian ISFJ lebih menyukai fakta konkret dibandingkan dengan teori abstrak. Akibatnya, orang-orang ISFJ dapat belajar dengan lebih baik dengan melakukan praktik, alih-alih hanya berkiblat teori semata. Orang ISFJ juga lebih tertarik terhadap hal-hal baru di mana mereka bisa melihat dan menghargai bagaimana hal-hal baru tersebut dapat memecahkan masalah yang ada di dunia nyata. 
  • Karena orang-orang dengan kepribadian ISFJ cenderung melindungi tradisi, ada kepercayaan umum bahwa orang dengan tipe kepribadian ini tidak dapat berubah. Meskipun demikian, orang-orang dengan kepribadian ISFJ masih dapat beradaptasi. Orang-orang ISFJ juga lebih suka memiliki waktu untuk bersiap dan berpikir dalam menghadapi perubahan yang besar. 

Fungsi kognitif orang ISFJ

Orang-orang berkepribadian ISFJ bergantung pada 4 jenis fungsi kognitif utama saat mengambil informasi dan atau membuat keputusan. Fungsi yang paling dominan merupakan aspek utama kepribadian. Sementara itu, peran pembantu memainkan peran sekunder dan pendukung. 

  • Dominan: Introverted sensing

Fungsi ini membuat tipe penginderaan introvert agar selalu berfokus pada detail dan fakta. Seperti yang disebutkan sebelumnya, orang-orang dengan kepribadian ISFJ lebih menyukai bukti atau informasi konkrit alih-alih teori abstrak. Mereka sangat peka dengan keadaan lingkungan di sekitar mereka dan selalu berpijak pada hal-hal yang nyata. Karena kecenderungan untuk fokus dan melindungi hal-hal yang sudah dikenal, orang-orang dengan kepribadian ISFJ sering dianggap tradisional. Saat diminta untuk membuat keputusan, orang-orang ISFJ akan membandingkan pengalaman dan ingatan masa lalu untuk digunakan dalam memprediksi hasil pilihan dan peristiwa di masa mendatang. 

  • Auxiliary/pembantu: Extraverted feeling

Orang dengan kepribadian ISFJ sangat bergantung pada pertimbangan pribadi. Perasa extraverted difokuskan pada perkembangan koneksi dan harmoni sosial. Hal ini dapat dicapai melalui perilaku yang dianggap pantas secara sosial, contohnya bersikap dengan sopan santun, baik hati, gemar membantu, dan perhatian. Orang ISFJ akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain, dan tidak jarang rela mengorbankan keinginannya sendiri demi memastikan orang lain bahagia. 

Salah satu kesalahpahaman terhadap orang-orang dengan kepribadian ISFJ adalah mereka dianggap sebagai pribadi yang angkuh karena mereka adalah seorang yang pendiam. Ini, tentunya, bukanlah suatu hal yang benar. Orang-orang dengan kepribadian ISFJ penuh welas asih dan memiliki kepedulian terhadap orang lain. Tidak jarang orang ISFJ bekerja untuk kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain tanpa memikirkan pamrih ataupun ucapan terima kasih.

Tanda-tanda Anda Takut Gagal

Setiap orang benci kegagalan. Namun, bagi beberapa orang, kegagalan memberikan ancaman psikologis serius yang malah memotivasi mereka untuk menghindari kegagalan alih-alih meraih kesuksesan. Rasa takut gagal ini secara tidak langsung malah menghambat kesempatan mereka dalam mendapatkan kesuksesan dalam banyak cara. Padahal, hampir tidak mungkin bagi seseorang untuk terus hidup tanpa mengalami kegagalan dalam bentuk apapun. Namun, hal terbaik tentang kegagalan adalah semuanya terserah pada diri Anda sendiri tentang bagaimana Anda memandang kegagalan tersebut. Anda bisa memandang kegagalan sebagai “akhir dari dunia” sebagai sebuah bukti akan ketidakmampuan Anda. Atau, Anda bisa melihat kegagalan sebagai pengalaman pembelajaran yang luar biasa. Pengalaman pembalajaran ini sangat penting karena hal-hal tersebut akan membantu Anda terus tumbuh dan mengajari Anda untuk menghindari membuat kesalahan yang serupa di kemudian hari. Kegagalan hanya akan menghentikan diri kita untuk terus maju jika diri kita sendiri membiarkannya.

Kegagalan dapat memberikan rasa kekecewaan, marah, frustasi, kesedihan, penyesalan. Inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang takut gagal. Orang-orang yang takut gagal biasanya akan memotivasi diri untuk menghindari kegagalan dengan karena mereka tidak dapat mengatur emosi kekecewaan, rasa marah, dan frustasi. Kegagalan juga dapat membuat mereka merasa malu. Rasa malu merupakan sebuah emosi racun psikologis. Hal ini karena alih-alih membuat kita merasa buruk akibat aksi yang dilakukan (bersalah) atau usaha yang telah dijalankan (penyesalan), rasa malu membuat diri kita benci akan diri kita sejatinya. Rasa malu menusuk ke relung ego, identitas, dan perasaan serta kesehatan emosional diri kita sendiri. Ada beberapa tanda yang mungkin dapat mendeskripsikan bahwa Anda takut gagal. Daftar berikut bukanlah sebuah diagnosa, melainkan hanya penanda yang akan membantu Anda memeriksa masalah yang dimiliki dengan lebih jauh. Beberapa tanda takut gagal adalah:

  • Kegagalan membuat Anda merasa khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan terhadap diri Anda
  • Kegagalan membuat Anda merasa khawatir akan kemampuan dalam meraih masa depan yang Anda inginkan
  • Kegagalan membuat Anda merasa khwatir orang lain akan kehilangan ketertarikan terhadap diri Anda
  • Kegagalan membuat Anda merasa khawatir tentang seberapa mampu atau pintarnya diri Anda
  • Kegagalan membuat Anda merasa khawatir bahwa Anda akan mengecewakan orang-orang yang memiliki pendapat yang Anda hargai
  • Anda akan sebelumnya memberitahu orang-orang bahwa Anda tidak berharap akan sukses guna menurunkan harapan atau ekspektasi yang mereka miliki
  • Saat Anda gagal dalam melakukan sesuatu, Anda kesulitan membayangkan apa yang Anda seharusnya bisa lakukan secara berbeda agar berhasil
  • Anda sering pusing, sakit perut, dan gejala fisik lain pada detik-detik terakhir yang menghambat Anda dalam menyelesaikan persiapan yang dibutuhkan untuk sukses
  • Anda mudah bimbang dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang mencegah Anda menyelesaikan persiapan meskipun pekerjaan atau tugas tersebut tidak terasa penting pada saat itu
  • Anda gemar menunda sehingga kehabisan waktu untuk menyelesikan persiapan yang dibutuhkan

Masalah utama dalam mengatasi rasa takut gagal adalah karena rasa takut tersebut ada dalam alam bawah sadar. Namun, ada dua cara dalam mengatasi rasa takut tersebut, yaitu dengan menerima kegagalan serta berfokus pada hal-hal apa saja yang bisa Anda atur. Sangat penting untuk menerima bahwa kegagalan dapat membuat Anad merasa takut dan malu, serta menemukan orang lain yang dipercayai yang bisa Anda diskusikan mengenai perasaan tersebut. Mendapatkan rasa empati dan penentraman hati dari orang lain akan meminimalisir ancaman dalam mengecewakan mereka.