Category: Kesehatan Wanita

Ingin Berhubungan Saat PMS dengan Aman? Ikuti Tipsnya Berikut!

Ingin Berhubungan Saat PMS dengan Aman? Ikuti Tipsnya Berikut!

Beberapa wanita mungkin akan merasa sangat ingin berhubungan saat PMS. Hal ini disebabkan dorongan seks pada wanita meningkat selama ovulasi, yaitu sekitar dua minggu sebelum menstruasi, atau ketika memasuki masa PMS.

Berhubungan saat PMS dipercaya akan terasa lebih nikmat karena karena pada masa ini, area kewanitaan menjadi lebih sensitif. Pada saat wanita memasuki masa PMS, vagina memproduksi lebih banyak cairan yang dapat menjadi lubrikan atau pelicin untuk masuknya penis

Namun, berhubungan saat PMS dapat menimbulkan ketidaknyamanan  karena pada masa ini, banyak perempuan yang merasakan rasa sakit berlebih dan perubahaan mood yang tidak menentu.

Tips berhubungan saat PMS dengan aman

Berhubungan saat PMS memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah meredakan nyeri dan rasa sakit yang disebabkan oleh kram. Sebab ketika melakukan hubungan intim, tubuh akan melepaskan endorfin, yaitu zat kimia otak yang juga merupakan pereda nyeri alami.

Jika ingin melakukan hubungan seks saat PMS, ada baiknya Anda mengikuti beberapa tips berikut ini!

Komunikasikan terlebih dahulu dengan partner Anda

Melakukan hubungan seks saat PMS bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi dua belah pihak, baik pria maupun wanita. Pada masa ini, wanita biasanya menjadi lebih sensitif yang disebabkan oleh hormon bergejolak, sehingga dapat menimbulkan suasana hati yang tidak menentu.

Hal ini tentu akan menjadi hambatan jika wanita tidak merasa nyaman melakukan hubungan seks saat sedang merasakan nyeri atau sakit yang disebabkan oleh kram. Meski berhubungan saat PMS bisa meredakan hal tersebut, beberapa wanita belum terbiasa sehingga perlu untuk tetap dikomunikasikan terlebih dahulu.

Cari tahu posisi seks yang paling nyaman

Karena saat PMS wanita mungkin merasakan gejala-gejala sakit yang membuat perasaannya tidak enak, cobalah untuk mencari posisi seks yang paling nyaman agar tidak terasa menyakitkan atau membuat rasa tidak nyaman lebih besar.

Anda bisa mencoba untuk melakukan posisi seks yang sama seperti dengan yang biasa dilakukan agar tubuh bisa menerima dengan baik. Jika ingin mencoba posisi lainnya, Anda perlu mengkomunikasikan hal tersebut dengan pasangan Anda agar sama-sama merasa nyaman.

Gunakan alat kontrasepsi

Pada saat wanita memasuki masa PMS hingga menstruasi, mulut rahim menjadi lebih sensitif dibandingkan sebelumnya sehingga melakukan hubungan seks saat PMS dapat menyebabkan infeksi yang disebabkan dari bakteri yang masuk.

Maka dari itu, perlu diingat dengan menggunakan alat kontrasepsi akan mengurangi resiko berbahaya dari bakteri ataupun virus. Menggunakan alat kontrasepsi untuk berhubungan saat PMS juga dapat meminimalisir kemungkinan kehamilan.

Siapkan handuk berwarna gelap

Berhubungan saat PMS memiliki resiko darah haid mungkin bisa keluar kapan saja. Untuk mencegah darah haid keluar tanpa terduga, Anda perlu mempersiapkan handuk berwarna gelap yang bisa digunakan untuk membersihkan bagian intim ketika darah haid tiba-tiba keluar.

Jika Anda khawatir akan menodai sprei, handuk akan membantu untuk menyerap darah haid yang keluar. Alternatif lainnya adalah Anda bisa berhubungan seks di tempat yang lebih mudah dibersihkan, seperti di dalam kamar mandi.

Coba lakukan ‘Shower Sex’

Untuk mencegah darah haid yang mungkin akan keluar tiba-tiba di tengah aktivitas seks, Anda bisa mencoba untuk melakukan ‘shower sex’, atau berhubungan seks di kamar mandi.

Dengan begitu, ketika darah haid keluar, Anda tidak perlu khawatir darah haid akan meninggalkan noda di tempat Anda berhubungan seks karena air akan langsung membersihkan noda dari darah haid tersebut.

Merasa terangsang selama siklus PMS hingga menstruasi adalah hal yang normal. Jadi, tidak perlu khawatir ketika merasa ingin berhubungan saat PMS asalkan Anda memperhatikan manfaat dan bahaya yang mungkin terjadi ketika melakukannya.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kesuburan wanita dan waktu yang paling baik untuk melakukan hubungan seks dari segi ilmiah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Ingin Payudara Lebih Kencang? Gunakan Brisquin 100 Pil

Seringkali, payudara yang sehat identik dengan payudara yang kencang. Ketika kulit payudara mengendur, wanita cenderung merasa kurang percaya diri. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan obat herbal seperti Dami Sariwana Brisquin 100 Pil.

Penggunaan obat herbal untuk mengencangkan payudara akan lebih efektif bila diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Selalu perhatikan cara penggunaan yang tepat untuk menghindari risiko efek samping obat herbal.

Cara mengencangkan payudara secara alami

Obat herbal biasanya terbuat dari bahan-bahan alami. Hal ini juga berlaku untuk obat tradisional Brisquin 100 pil. Dengan bahan alami didalamnya, obat ini juga mampu mengencangkan payudara secara natural.

Selain itu, manfaat dari penggunaan obat herbal ini akan lebih Anda rasakan bila diimbangi dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Diet sehat

Dalam hal ini, diet yang dilakukan bukan sekedar untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, melainkan menjaga kesehatan tubuh. Makan makanan sehat dengan seimbang setiap hari agar kulit tetap ternutrisi.

Kulit yang ternutrisi dengan baik akan lebih kuat, elastis, dan kenyal sampai bertahun-tahun yang akan datang. Hal ini bisa mengatasi masalah longgarnya kulit payudara Anda. 

2. Olahraga

Untuk menjaga tubuh tetap sehat, Anda perlu rutin berolahraga. Olahraga penting untuk mengencangkan kulit, termasuk kulit di area payudara. 

Payudara tidak memiliki otot, jadi Anda tidak bisa mengencangkan jaringan payudara dengan olahraga. Namun, Anda bisa mengencangkan otot di bawah payudara untuk membuat payudara tampak lebih kencang. 

Anda bisa memilih melakukan olahraga yang cocok untuk payudara, seperti berenang, push up, dan bench press.

3. Obat herbal

Tidak seperti obat farmasi, obat herbal diolah dengan bahan-bahan alami. Karena bahannya alami, maka asupan yang Anda terima juga berupa bahan-bahan yang natural. 

Ini akan membantu Anda untuk bisa mengencangkan payudara dengan alami. Brisquin 100 Pil menjadi salah satu obat herbal yang bisa dijadikan pilihan.

Cara kerja dan komposisi Brisquin 100 Pil

Secara garis besar, obat herbal Brisquin 100 Pil memiliki manfaat untuk memelihara kesehatan payudara secara keseluruhan. Obat ini bekerja dengan mengencangkan payudara, membuat payudara Anda jadi tampak lebih sehat.

Ada beberapa bahan alami yang digunakan sebagai komposisi utama obat ini. Bahan-bahan alami tersebut antara lain:

  • Foenigraeci Semen (biji klabet) 23 mg
  • Curcumae domesticae Rhizoma (kunyit) 11,5 mg
  • Arecae Semen (biji pinang) 23 mg
  • Curcumae Rhizoma (temu lawak) 11,5 mg
  • Momordicae Fructus (buah pare) 46 mg

Bahan-bahan di atas adalah bahan-bahan alami yang digunakan sebagai dasar pembuatan obat herbal ini.

Dalam satu kemasan obat, terdapat 100 butir pil di dalamnya. Anda dianjurkan untuk meminum pil tersebut setiap tiga kali dalam sehari, masing-masing sebanyak 6 pil dalam sekali minum.

Pastikan untuk mengonsumsi pil ini hanya setelah makan. Imbangi juga dengan asupan air putih yang memadai.

Untuk penyimpanan, simpanlah obat pil herbal ini di tempat yang sejuk dengan suhu ruangan tidak lebih dari 30 derajat Celcius. Pastikan ruangan kering dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.

Simpan juga di area yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Hal ini penting supaya anak tidak dengan mudah menemukan obat dan meminumnya secara tidak sengaja. Karena, meskipun terbuat dari bahan alami, Brisquin 100 Pil tidak cocok untuk anak-anak. 

Tak Perlu Cemas, Ini Penyebab Vagina Basah

Tak Perlu Cemas, Ini Penyebab Vagina Basah

Bagi wanita, menjaga kesehatan vagina adalah salah satu hal yang penting. Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami vagina basah. Ketika hal ini terjadi, banyak orang yang mencemaskannya dan takut akan adanya penyakit tertentu pada vagina.

Akan tetapi, sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan kelembaban atau basah pada area vagina. Beberapa penyebab tersebut mungkin tidak berbahaya, tapi ada juga faktor penyebab yang terjadi karena adanya kondisi medis tertentu dalam tubuh Anda. 

Cairan yang Memicu Vagina Basah

Sebelum mengetahui penyebab vagina basah, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui dari mana kelembaban pada vagina berasal. Umumnya, cairan yang membasahi vagina muncul dari kelenjar bartholin dan leher rahim atau serviks.

Kelenjar bartholin adalah kelenjar kecil berukuran kacang yang terletak di dalam vagina. Kelenjar ini berfungsi untuk melumasi vagina untuk mencegah kekeringan berlebih.

Sementara, serviks adalah leher rahim yang menghasilkan lendir selama siklus menstruasi. Saat masa ovulasi mendekat, serviks akan memproduksi semakin banyak cairan. Lendir ini juga berperan dalam membantu perjalanan sperma menuju sel telur.

Jadi, basahnya vagina Anda bukan disebabkan oleh urin. Adanya cairan dari lendir serviks adalah hal yang wajar dan akan terjadi pada setiap wanita. 

Hal-Hal yang Menyebabkan Vagina Basah

Ada beberapa hal yang membuat vagina menjadi basah, yaitu: 

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon bisa terjadi pada wanita yang menjalankan perawatan khusus yang berhubungan dengan penggantian hormon. Secara khusus, hal ini akan dialami oleh wanita yang menjalani terapi untuk menyeimbangkan hormon.

Perawatan sejenis ini akan membuat kadar hormone estrogen dalam tubuh menjadi lebih tinggi, sehingga kelenjar bartholin memproduksi lebih banyak cairan. Cairan yang dihasilkan bisa berwarna bening dan bertekstur licin. 

  • Cairan sehari-hari

Pada dasarnya, vagina yang sehat adalah vagina yang lembab dan tidak kering. Wanita rata-rata menghasilkan sekitar 1-4 mililiter cairan vagina setiap harinya. Namun, jumlah yang dihasilkan pada setiap wanita bisa saja berbeda-beda. 

Kelenjar bartholin dan serviks akan menghasilkan cairan atau lendir dalam jumlah yang berbeda dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh siklus ovulasi. Namun, adanya cairan pada dasarnya merupakan hal yang wajar dan justru menandakan kondisi vagina yang sehat. 

  • Infeksi

Walaupun adanya cairan pada vagina adalah kondisi yang wajar, produksi cairan yang berlebih juga bisa saja disebabkan oleh adanya infeksi dalam tubuh Anda. Infeksi bisa menyebabkan rasa basah karena vagina yang basah membantu dalam mengeluarkan bakteri dari saluran vagina. 

Cairan yang keluar dari vagina saat Anda mengalami infeksi akan lebih kental dari biasa, dan berwarna putih kekuningan seperti keju. Vagina Anda mungkin juga akan terasa gatal, terbakar, dan sangat perih serta kering. 

  • Pemakaian alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi digunakan untuk mengendalikan kehamilan. Beberapa jenis alat kontrasepsi mungkin bisa menimbulkan efek samping berupa peningkatan cairan dari vagina, menyebabkan vagina basah.

Hal ini bisa terjadi karena obat kontrasepsi mempengaruhi hormon estrogen dalam tubuh wanita. Apabila Anda merasa terganggu dengan hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mencari alternatif penggunaan alat kontrasepsi lain yang lebih sesuai dengan Anda. 

Vagina basah merupakan kondisi yang wajar dialami oleh wanita setiap harinya. Selama cairan yang dihasilkan masih dalam jumlah wajar dan tidak mengganggu, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.