Category: Obat

Alleron

alleron obat alergi

Alleron merupakan jenis obat yang dapat mengatasi reaksi alergi seperti radang selaput lendir. Obat tersebut juga merupakan salah satu obat yang dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati oleh pasien.

Alleron diproduksi oleh Mega Esa Farma. Obat tersebut tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebanyak 100 kaplet (kapsul dan tablet). Obat tersebut dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 10.000,00.

Kandungan Alleron

Alleron mengandung chlorpheniramine maleate. Pada umumnya, kandungan tersebut ada pada obat antihistamin. Antihistamin memiliki kegunaan dalam menghambat histamin untuk mengurangi gejala yang dialami pasien.

Karena alleron mengandung chlorpheniramine maleate, obat tersebut memiliki status sebagai berikut berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh manusia:

  • Absorpsi

Obat alleron dapat diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan yang ada di dalam perut dapat menunda penyerapannya, namun tidak dapat mempengaruhi kadar obat yang masuk ke peredaran darah.

  • Distribusi

Obat alleron dapat didistribusikan secara luas ke dalam tubuh pasien dan terikat dengan protein sekitar 72 persen.

  • Metabolisme

Obat alleron dapat melakukan metabolisme pada bagian sel mukosa saluran pencernaan dan hati pasien.

  • Ekskresi

Obat alleron dapat diekskresikan ke dalam urine. Waktu untuk mengeluarkan obat dari tubuh (dari separuh kadar awal obat) berkisar antara 12 hingga 43 jam untuk orang dewasa, sedangkan anak-anak membutuhkan waktu antara 10 hingga 13 jam.

Manfaat Alleron

Jika Anda mengkonsumsi obat alleron, Anda akan memperoleh manfaat berikut:

  • Mengurangi radang selaput lendir.
  • Mengurangi biduran.
  • Mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga.
  • Mengurangi gejala lain seperti bersin, batuk, dan pembengkakan pada tubuh.

Aturan Pakai

Dosis obat alleron adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak

Jika anak-anak (usia di antara 6 hingga 12 tahun) ingin menggunakan obat alleron, maka dosisnya sebanyak 1/2 kaplet yang dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari.

  • Dewasa

Jika orang dewasa ingin mengkonsumsi obat alleron, maka dosisnya sebanyak 1 kaplet yang dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari.

Obat alleron dapat dikonsumsi baik ketika makan maupun tidak. Obat tersebut juga perlu disimpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius.

Efek Samping

Sama seperti obat lain, obat alleron dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, sakit perut, sembelit, pusing, dan pandangan kabur. Jika kondisi pasien memburuk, pasien perlu bertemu dengan dokter supaya kondisi pasien dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Interaksi Dengan Obat Lain

Selain kondisi di atas, Anda juga perlu pahami bahwa obat alleron tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu seperti:

  • Isokarboksazid

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan alleron, maka Anda bisa meningkatkan efek samping chlorpheniramine maleate.

  • Eluksadolin

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan alleron, maka Anda bisa merasa kesulitan buang air besar.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami kondisi tertentu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan seperti apa untuk kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Alleron merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi reaksi alergi. Meskipun demikian, obat tersebut perlu digunakan sesuai anjuran dokter dan dapat menimbulkan efek samping. Obat tersebut juga tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang alleron, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Obati dan Cegah Asam Urat dengan Obat Allopurinol

Allopurinol adalah obat yang berfungsi untuk mengobati asam urat . Secara lebih spesifik, allopurinol juga dapat membantu mencegah kadar asam urat tinggi dalam darah. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit gangguan ginjal termasuk batu ginjal dan pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Meskipun allopurinol dan mengobati dan mencegah kadar asam urat tinggi dalam darah, penggunannya tidak dapat mengatasi gejala nyeri yang dirasakan pasien ketika asam urat sedang kambuh.

Cara menggunakan allopurinol

Anda perlu memahami cara menggunakan allopurinol sehingga aman dan tidak terjadi kesalahan penggunaan obat. Sediaan obat allopurinol adalah tablet dan kapsul. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak. Dosis yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, usia, serta riwayat kesehatan yang dimiliki. Berikut ini merupakan beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat akan dan sedang mengonsumsi allopurinol.

  • Allopurinol tergolong sebagai obat keras sehingga untuk penggunaannya perlu mendapat rekomendasi dari dokter guna mengurangi risiko efek sampingnya.
  • Allopurinol sebaiknya dikonsumi sesudah makan atau ikuti petunjuk dari dokter.
  • Konsumsi allopurinol setiap hari pada jam yang sama guna mendapat hasil pengobatan yang maksimal.
  • Hindari menggandakan dosis jika lupa meminumnya terutama jika jadwal dengan konsumsi dosis berikutnya terlalu dekat jarak waktunya.
  • Hindari minuman beralkohol dan minuman manis selama pengobatan dijalani.
  • Pengobatan biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan lamanya.
  • Agar pengobatan dengan allopurinol lebih maksimal maka perlu menjaga pola hidup sehat.
  • Hentikan segera pemakaian apabila muncul efek samping atau reaksi alergi dan konsultasikan pada dokter.

Bahaya dan efek samping allopurinol

Obat allopurinol juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang umum terjadi dan tergolong ringan setelah mengonsumsi allopurinol yaitu:

  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Mengantuk
  • Sakit perut
  • Mual

Dalam beberapa hari, efek samping ringan akan mereda meski tidak dilakukan pemeriksaan ke dokter. Namun, efek samping parah juga mungkin muncul. Jika berbagai gejala berupa efek samping parah muncul maka Anda membutuhkan pertolongan dokter segera.

  • Perut bagian kanan atas terasa nyeri
  • Kelelahan
  • Meriang
  • Sulit menelan
  • Kulit dan bagian mata yang putih menjadi kekuningkan
  • Menurunnya nafsu makan
  • Menurunnya berat badan

Kondisi khusus yang perlu diperhatikan

Kondisi khusus berupa riwayat penyakit tertentu bisa berpengaruh pada penggunaan allopurinol. Penting bagi Anda untuk konsultasi terkait riwayat penyakit pada dokter sebelum mengonsumsi allopurinol. Beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai yaitu:  

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Serangan asam urat akut

Interaksi allopurinol dengan obat lain

Selain kondisi medis seseorang, interaksi obat juga perlu diperhatikan guna menurangi risiko efek samping yang mungkin muncul. Anda perlu menghindari mengonsumsi allopurinol bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ini merupakan beberapa obat lain yang dapat menimbulkan interkasi jika digunakan bersamaan dengan allopurinol serta efek samping interaksi yang ditimbulkan.

  • Azathioprine dan merkaptopurine yang digunakan bersama dengan allopurinol akan menghambat metabolisme tubuh.
  • Obat merhotrexate yang digunakan bersama dengan allopurinol akan membuat efektivitas obat menurun.
  • Obat diuretic golongan thiazide, ampisilin, dan amoxicilin yang digunakan bersama dengan allopurinol akan  meningkatkan efek samping dari allopurinol.   

Risiko terjadinya overdosis pada pengguna allopurinol perlu diwaspadai. Beberapa tanda overdosis allopurinol mungkin muncul seperti mual, muntah, pusing, dan diare. Jika hal tersebtu terjadi, maka sebaiknya Anda segera meminta bantuan medis. Beberapa penanganan overdosis yang mungkin diberikan yaitu diberikan obat-obatan yang meningkatkan sekresi atau maksimalisasi diuresis lewat hidrasi. Anda dapat berkonsultasi serta bertanya langsung dengan dokter mengenai obat allopurinol secara online malalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Meloxicam

meloxicam radang sendi

Meloxicam merupakan jenis obat yang dapat mengatasi rasa sakit, bengkak, radang sendi, dan kekakuan pada sendi. Ada berbagai merek obat meloxicam yang dapat Anda peroleh di pasaran. Beberapa merek tersebut adalah Atrocox 7, Flamoxi, dan Meloxin.

Obat meloxicam merupakan obat yang dikategorikan sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan dapat diperoleh melalui resep dokter. Tidak hanya itu, obat tersebut juga dapat Anda peroleh dalam bentuk tablet dan dapat digunakan oleh pasien di segala usia.

Dosis Obat Meloxicam

Anda bisa menggunakan obat meloxicam jika Anda ingin menjaga kesehatan tubuh. Namun, dosis yang digunakan berbeda bagi setiap orang, karena setiap orang memiliki efek yang berbeda terhadap obat tersebut. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut adalah dosis yang digunakan pasien berdasarkan kondisi yang dialami:

  • Eksaserbasi akut akibat osteoarthritis

Jika pasien mengalami kondisi seperti ini, maka dosis yang digunakan adalah sebanyak 7,5 mg per hari, namun dosis maksimal adalah sebanyak 15 mg per hari jika pasien menggunakan dosis tunggal.

  • Artritis rheumatoid

Jika pasien mengalami kondisi seperti ini, maka dosis yang digunakan adalah sebanyak 15 mg per hari (dosis tunggal). Jika pasien mengalami risiko yang besar, maka dosisnya adalah sebanyak 7,5 mg per hari. Untuk lansia, dosis yang digunakan adalah sebanyak 7,5 per hari.

  • Artritis pada anak

Jika pasien (di atas 2 tahun) mengalami kondisi seperti ini, maka dosis yang digunakan adalah sebanyak 0,125 mg/kg yang dikonsumsi sekali sehari.

Efek Samping Obat Meloxicam

Sama seperti obat lain, obat meloxicam dapat menimbulkan efek samping, baik dalam skala ringan maupun berat. Jika pasien menggunakan obat tersebut, mereka bisa mengalami efek samping berupa pusing, mual, dan diare.

Efek samping dalam skala berat bisa berupa sakit kepala berat, perubahan mental, dan gagal jantung. Jika pasien mengalami kondisi yang parah, pasien sebaiknya temui dokter.

Hal-Hal Lain Tentang Obat Meloxicam

Jika Anda telah menggunakan obat meloxicam, namun kondisinya memburuk, Anda sebaiknya beritahu dokter jika Anda pernah mengalami kondisi medis sebagai berikut:

  • Pendarahan.
  • Hipertensi.
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Gagal jantung.

Anda juga perlu berhati-hati jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam. Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan obat lain, maka akan menimbulkan dampak yang berbeda bagi tubuh. Berikut adalah kondisi yang bisa terjadi jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan obat lain:

  • Obat antiplatelet, dabigatran, enoxaparin, dan warfarin

Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan salah satu obat tersebut, maka Anda bisa meningkatkan risiko pendarahan.

  • Aspirin dan NSAID

Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan salah satu obat tersebut, maka Anda bisa meningkatkan risiko efek samping obat meloxicam.

  • Obat antihipertensi ACE inhibitor dan angiotensin II receptor antagonist

Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan salah satu obat tersebut, maka Anda bisa mengalami penurunan efek obat antihipertensi.

  • Furosemida dan diuretic thiazide

Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan salah satu obat tersebut, maka Anda bisa mengalami penurunan efek natriuretik.

  • Metotreksat

Jika Anda mengkonsumsi obat meloxicam dengan obat tersebut, maka Anda bisa mengalami peningkatan toksisitas.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat memberikan pengobatan kepada Anda.

Kesimpulan

Obat meloxicam dapat membantu menjaga kesehatan Anda. Meskipun demikian, obat tersebut juga berisiko bagi sebagian orang, karena bisa menimbulkan efek samping seperti gagal jantung. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tanyakan ke dokter apakah obat meloxicam aman bagi tubuh Anda atau tidak.

Lameson, Obat Segala Macam Peradangan

Peradangan adalah respons yang terjadi saat sel darah putih melawan untuk melindungi kita dari infeksi atau cedera. Namun, saat bagian tubuh meradang, kita butuh bantuan sesuatu untuk memulihkan kondisinya. Obat adalah salah satu upaya terbaik untuk meredakan peradangan. Dari segala macam obat, Lameson bisa jadi pilihan.

Lameson adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Kandungan zat aktif methylprednisolone menjadikan Lameson cocok untuk segala bentuk peradangan yang terjadi di tubuh manusia, mulai dari penyakit autoimun Lupus hingga radang tenggorokan.

Selain itu, methylprednisolone yang terkandung di dalam Lameson juga bisa difungsikan untuk mengatasi kondisi medis lain yang terjadi akibat reaksi alergi seperti asma. Obat ini juga dapat dipakai untuk mengatasi gangguan saraf pada mata, otak, dan tulang belakang (multiple skeloris).

  • Bagaimana Lameson Bisa Bekerja Secara Efektif?

Lameson sebagai salah satu merek dagang dari methylprednisolone berbentuk tablet yang ditelan lewat mulut. Penggunaan Lameson untuk mengatasi peradangan harus sesuai dengan dosis yang ditakar oleh dokter. Mendapatkan Lameson pun harus disertai dengan resep, karena ia tergolong obat keras.

Yang umum beredar di pasaran, Lameson mengandung 4 miligram methylprednisolone. Takaran Lameson untuk radang umumnya berkisar antara 4-48 mg per hari dalam satu atau dua dosis terbagi.

Dosis Lameson untuk radang bisa berbeda untuk setiap pasien. Faktor-faktor yang menentukan dosis obat ini adalah kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahannya, respons tubuh pasien terhadap obat, dan juga berat badan (terutama bagi pasien anak). Untuk pasien anak, dokter biasanya mulai dengan dosis terendah.

Minumlah Lameson dengan atau tanpa makanan. Jika seseorang mengalami sakit perut setelah meminumnya, disarankan minum obat ini bersama makanan atau setelah makan, untuk mengurangi iritasi lambung.

Hati-hati dengan produk ini. Jangan digunakan di luar dosis yang diberikan oleh dokter atau dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, praktik tersebut meningkatkan risiko gangguan kelenjar adrenal. Jika harus meningkatkan atau mengurangi dosis obat, perlu dilakukan secara bertahap demi mengurangi efek samping dan mencegah gejala putus obat.

Seseorang tidak disarankan untuk menggunakan Lameson jika memiliki infeksi jamur di mana saja di tubuh Anda. Oleh karena itu, sebelum menggunakan Lameson, beri tahu dokter tentang semua kondisi medis Anda, termasuk daftar semua obat-obatan lain yang sedang atau baru saja digunakan. Ada banyak penyakit lain yang dapat dipengaruhi oleh penggunaan steroid, dan banyak obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kemanjuran obat ini.

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis sekaligus.

Jangan pula berhenti meminum obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter. Beberapa kondisi bisa menjadi lebih parah, atau Anda bisa mengalami gejala putus obat, mulai dari merasa lemas, turun berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, pusing, jika menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba.

  • Kondisi yang Mungkin Dialami Selama Penggunaan Obat

Lameson adalah obat yang memiliki kandungan utama methylprednisolone atau dapat dikenali sebagai kortikosteroid yang mengandung hormon steroid. Ketika senyawa kimia itu masuk ke tubuh seseorang, efek samping umum adalah menyebabkan naiknya kadar gula darah.

Selain itu, penggunaan methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Penting kiranya untuk mengatakan kondisi kesehatan Anda, utamanya jika menderita diabetes, agar dokter dapat mencarikan obat alternatif.

Sedikit informasi mengenai Lameson di atas dapat dijadikan semacam panduan untuk mengenal lebih jauh obat yang akan atau tengah Anda konsumsi. Jangan jadikan artikel ini sebagai acuan satu-satunya. Sebab artikel ini tidak dapat dijadikan sebagai pengganti konsultasi atau resep dari dokter.

Obat Pethidin Penghilang Rasa Nyeri, Apa Saja Efek Sampingnya?

Pethidin disebut juga meperidin atau demerol. Obat ini merupakan jenis analgesik yang digunakan untuk meradakan nyeri tingkat sedang hingga berat. Pethidin bekerja dengan cara mengubah otak dan sistem saraf dalam merespon rasa sakit. Akan tetapi, obat ini juga memiliki efek samping sama seperti obat-obatan lainnya. 

Efek samping

Terdapat beberapa orang yang hanya mengalami sebagian efek samping atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali. Hal tersebut berkaitan dengan respon tubuh terhadap obat. Efek samping pethidin terdiri dari efek samping yang bersifat umum dan serius. 

  1. Efek samping secara umum

Meskipun umum terjadi, efek samping ini juga perlu diwaspadai jika berlangsung terus menerus dan dalam jangka waktu lama. Berikut ini merupakan efek samping pethidin secara umum:

  • Pusing
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Menjadi sangat tenang
  • Perubahan mood
  • Mual dan muntah
  • Kram perut
  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Kulit menghangat dan kemerahan
  • Berkeringat
  • Penglihatan berubah
  1. Efek samping bersifat serius

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikut ini. Efek samping pethidin yang bersifat serius anatara lain:

  • Gelisah dan halusinasi
  • Demam
  • Detak jantung meningkat
  • Otot kaku atau berkedut parah
  • Kehilangan koordinasi
  • Diare
  • Kehilangan selera makan
  • Ketidakmampua ereksi bagi laki-laki
  • Kehilangan hasrat seksual
  • Kesulitan atau melambannya napas
  • Menstruasi tidak teratur
  • Tangan gemetar
  • Kejang
  • Kesulitan buang air kecil
  • Pingsan

Hal lain yang perlu diperhatikan

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan ketahuo berkaitan dengan penggunaan pethidin: 

  1. Menyebabkan ketergantungan

Menggunakan pethidin dalam jangka waktu tertentu menyebabkan ketergantungan sehingga ketika Anda berhenti meminumnya, akan muncul gejala seperti gelisah dan mudah tersinggung. Oleh karena itu, patuhi petunjuk dokter karena resep telah diberikan dalam dosis dam jangka waktu yang tepat untuk menghindari hal-hal tersebut.

  1. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat untuk mengatasi mual

Untuk mengatasi efek samping mual, Anda bisa mengonsumsi pethidin bersamaan dengan makanan ringan tinggi karbohidrat dengan rasa tawar, seperti kraker atau roti tawar. Hindari makanan berlemak tinggi, seperti makanan bersantan atau gorengan karena mampu memicu rasa mual semakin parah. 

  1. Beritahu dokter jika ada penyakit lain

Penyakit lain menyebabkan cara kerja obat tidak efektif atau justru obat yang digunakan pada keduanya akan saling berinteraksi. Interaksi obat bisa mengakibatkan bahaya dan dampak negatif lainnya. Beritahu dokter jika Anda sedang menderita pheochromocytoma (salah satu jenis tumor), kesulitan buang air kecil, detak jantung tidak teratur, kejang, masalah perut, gangguan pankreas, tiroid, kandung kemih, hati, ginjal, atau paru-paru. 

  1. Hindari mengemudi setalah mengonsumsi pethidin

Salah satu efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi pethidin adalah pusing dan sakit kepala. Hal tersebut akan memengaruhi kemampuan mengemudi Anda yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, Anda juga sebaiknya hindari mengoperasikan mesin besar. 

Pusing dan sakit kepala juga akan semakin parah jika Anda bangun terlalu cepat dari posisi berbaring atau tidur. Kondisi ini biasanya terjadi saat Anda baru pertama kali mulai menggunakan pethidin. 

  1. Bagaimana jika lupa minum obat? 

Segera minum pethidin sesaaat setelah Anda mengingatnya kembali. Namun, jika waktu minum obat telah mendekati waktu untuk jadwal selanjutnya, maka lupakan waktu minum obat yang terlewati dan lanjutkan dosis sesuai jadwal. Jangan sampai Anda mengonsumsi pethidin sebanyak 2 kali dalam satu waktu.

Efek samping yang ditimbulkan menjadikan obat ini memerlukan pengawasan dari dokter. Sampaikan ke dokter jika Anda sedang ingin merencanakan kehamilan atau tidak. Selama mengonsumsi obat ini, fertilitas akan menurun sehingga rencana tersebut mungkin saja terhambat. 

Sesak Napas? Ini Obat Gangguan Pernapasan Tersebut

Sesak napas, atau dikenal juga dengan istilah medis dyspnea, merupakan sebuah kondisi tidak nyaman yang membuat seseorang kesulitan menarik udara ke dalam paru-paru. Adanya masalah pada jantung dan paru-paru dapat mengganggu pernapasan Anda. Beberapa orang dapat mengalami sesak napas tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Namun tidak sedikit pula yang dapat menderita dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga beberapa minggu. Pada masa pandemi COVID-19 tahun ini, sesak napas sering dihubungkan dengan penyakit ini. Namun, gejala lain dari penyakit ini juga perlu diperhatikan, misalnya batuk kering, demam, kesulitan bernapas, bingung mental, dan bibir yang membiru. Apabila gejala tersebut Anda rasakan, cari bantuan medis secepatnya. Namun, apabila sesak napas Anda tidak disebabkan oleh kegawatdaruratan medis apapun, Anda bisa melakukan “home treatment” obat gangguan pernapasan yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

Obat gangguan pernapasan, khususnya sesak napas ringan (dan bukan disebabkan oleh kegawatdaruratan medis), yang bisa Anda lakukan di rumah di antaranya adalah:

  • Menggunakan kipas angin

Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kipas angin untuk menghembuskan angin ke hidung dan wajah dapat mengurangi sensasi sesak napas. Merasakan adanya kekuatan udara saat menarik napas akan membuat Anda merasa ada udara yang masuk ke dalam paru-paru. Perawatan ini ditemukan lebih efektif dalam mengatasi sensasi sesak napas. Namun, para peneliti tidak menemukan bahwa penggunaan kipas angin dapat meringankan gejala sesak napas apabila kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan medis tertentu.

  • Menghirup uap

Menghirup uap dapat membantu menjaga saluran hidung bersih, sehingga dapat membantu seseorang untuk bernapas dengan mudah. Panas dan kelembapan dari uap juga dapat menghancurkan lendir di paru-paru, sehigga dapat menjadi obat gangguan pernapasan untuk kondisi sesak napas ini. Apabila Anda ingin mencoba menghirup uap di rumah, lakukan beberapa metode ini, seperti mengisi mangkuk dengan air panas, tambahkan beberapa minyak esensial eucalyptus dan peppermint, meletakkan wajah di atas mangkuk (dengan handuk menyelimuti kepala), dan mengambil napas dalam-dalam untuk menghirup uap. Berhati-hatilah dan pastikan air tidak terlalu panas, karena dapat melepuhkan kulit.

  • Meminum kopi hitam

Minum kopi hitam juga dapat membantu mengobati sesak napas, karena kafein yang terkandung di dalam kopi dapat mengurangi kelelahan otot pada jalur udara seseorang. Beberapa penelitian menemukan bahwa efek kafein dapat meningkatkan fungsi saluran udara pada orang-orang yang menderita asma. Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa meminum banyak kopi dapat meningkatkan detak jantung seseorang. Perhatikan asupan kafein Anda ketika ingin mencoba perawatan obat gangguan pernapasan ini guna memastikan Anda tidak minum dalam jumlah yang terlalu banyak.

  • Makan jahe segar

Makan jahe segar, atau menambahkannya ke dalam air panas dan meminumnya, dapat membantu mengurangi sesak napas yang disebabkan karena infeksi pernapasan. Sebuah studi menemukan bahwa jahe memiliki efektivitas dalam melawan virus RSV yang menjadi penyebab utama infeksi pernapasan.

Selain melakukan perawatan obat gangguan pernapasan di atas, tergantung dengan penyebab sesak napas yang Anda miliki, perlu ada perubahan-perubahan terhadap gaya hidup yang dimiliki guna meningkatkan kesehatan dan mengurangi gejala sesak napas. Perubahan-perubahan yang dapat dilakukan di antaranya adalah mengurangi berat badan, karena obesitas dihubungkan dengan gangguan pernapasan; berolahraga untuk meningkatkan level kebugaran; menghindari olahraga di tempat-tempat dataran tinggi; berhenti merokok dan menjauhi perokok aktif; menghindari polutan dan alergen; serta rutin mengonsumsi obat yang diresepkan apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu.

4 Fakta Seputar Alergi Obat yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi obat tertentu, hal ini disebut alergi obat. Artinya, sistem imun tubuh yang idealnya untuk melawan infeksi dan penyakit, bereaksi terhadap obat.

Gejala yang timbul akibat alergi obat ini dapat beragam, mulai dari ruam kemerahan, demam, hingga sulit bernapas. Reaksi yang tidak diharapkan akibat konsumsi obat memang lebih banyak karena efek samping, dibanding reaksi alergi. Meski demikian, Anda tetap perlu mengetahui adakah obat yang memicu reaksi alergi di tubuh Anda.

Alergi obat, respons dari sistem imun

Sistem imun Anda dirancang untuk melindungi tubuh dari penyakit. Zat asing seperti virus, bakteri, parasit, dan berbagai zat berbahaya lain akan dilawan oleh sistem imun.

Dalam kasus alergi obat, tubuh keliru mengenali obat sebagai zat asing yang mengancam. Sehingga, saat obat masuk ke dalam tubuh, sistem imun bereaksi dengan cara menyerang.

Respons sistem imun ini akan memicu terjadinya inflamasi. Gejala yang muncul biasanya berupa ruam, demam, hingga sulit bernapas. Reaksi alergi ini dapat langsung muncul saat Anda pertama kali mengonsumsi obat tertentu, atau setelah beberapa kali mengonsumsi obat dan sebelumnya tidak ada masalah.

Reaksi alergi obat dapat berbahaya

Gejala alergi obat bisa sangat ringan, hingga Anda tidak menyadarinya sama sekali. Mungkin Anda tidak mengalami apa pun, selain ruam.

Namun, gejala alergi yang parah dapat sangat mengancam jiwa. Sebagai contoh, bila terjadi anafilaksis. Suatu reaksi alergi yang tiba-tiba terhadap obat. Dapat terjadi langsung setelah Anda meminum obat, atau baru muncul setelah 12 jam obat tersebut dikonsumsi.

Gejala dari anafilaksis di antaranya detak jantung tidak teratur, sulit bernapas, terjadi pembengkakan, hingga tidak sadarkan diri. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat berakibat fatal.

Beberapa obat yang sering memicu alergi

Setiap obat memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang. Dengan demikian, beberapa obat dapat memiliki kecenderungan memicu alergi pada orang tertentu.

Sebagai contoh, beberapa orang alergi dengan dengan antibiotik golongan penisilin dan sulfa. Sementara, sebagian yang lain menunjukkan reaksi alergi obat saat mengonsumsi aspirin, obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS), serta antikonvulsan.

Beberapa kasus alergi obat juga muncul pada pemberian obat monoclonal antibody, seperti trastuzumab dan ibritumomab. Atau pada pemberian obat-obat kemoterapi untuk pasien kanker.

Perbedaan efek samping dan alergi obat

Reaksi alergi obat mungkin keliru diterjemahkan sebagai efek samping atau sebaliknya. Perbedaan mendasar dari kedua kondisi tersebut yaitu reaksi alergi hanya terjadi pada orang-orang tertentu dan melibatkan masalah sistem imun. Dampak dari reaksi ini selalu negatif.

Sementara efek samping obat dapat terjadi pada siapa pun yang mengonsumsi obat tersebut. Biasanya, tidak ada kaitannya dengan sistem imun. Efek yang muncul dapat buruk atau baik, meski bukanlah manfaat utama obat tersebut.

Aspirin sebagai penahan nyeri misalnya, memiliki efek samping buruk bagi sistem pencernaan. Tapi, ada pula efek samping baik, dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. 

Kini, Anda telah mengetahui beberapa fakta terkait alergi obat. Namun, pertanyaan paling penting adalah bagaimana menghentikan alergi obat?

Menghentikan penggunaan obat tersebut merupakan cara paling efektif untuk menghentikan reaksi alergi obat. Namun, hal tersebut tidak dapat seketika dilakukan bila Anda membutuhkan obat terkait. Pada kasus demikian, dokter mungkin akan memberikan obat antihistamin. Dapat pula diberikan kortikosteroid untuk mengatasi gejala peradangan yang terjadi.

Perlukan Mengonsumsi Sildenafil Walau Tidak Impoten?

Sebuah media online di Inggris memberitakan tentang fenomena kecanduan obat sildenafil. Obat ini lebih dikenal dengan nama Viagra atau Cialis, berdasarkan merek dagang jenis obat itu sendiri. Di dalam berita tersebut, disebutkan bahwa ternyata pengguna obat sildenafil bukanlah kelompok pria yang memiliki permasalahan ereksi atau impoten. Nyatanya, pengguna obat tersebut didominasi oleh kelompok pria usia muda dengan kondisi kesehatan yang baik.

Salah satu di antaranya adalah Daniel, berusia 30 tahunan yang telah menggunakan obat Viagra sejak ia menginjak 20 tahun. Pengalaman pertama ia menggunakan obat tersebut, ketika sedang berakhir pekan bersama teman-temannya di Amsterdam dan ia bertemu dengan seorang gadis.

Pertemuan tersebut berakhir dengan berhubungan intim. Ketika akan berhubungan, Daniel diberikan temannya obat Viagra, walaupun pada saat itu ia tidak memiliki disfungsi ereksi sama sekali. Daniel berpendapat bahwa dengan menggunakan sildenafil, ia mendapatkan stamina ekstra dan merasa lebih kuat, sehingga ia secara terus menerus menggunakan obat tersebut tiap kali akan berhubungan intim.

Di usia 30-an, Daniel tetap memiliki kondisi fisik yang prima dan tidak mengalami permasalahan ereksi. Namun, ia tidak dapat lepas dari kecanduan obat Viagra. Ia khawatir, jika tidak menggunakan obat tersebut saat berhubungan intim, ia tidak dapat tampil sehebat ketika menggunakan obat itu.

Reymond Francis, seorang konselor psikoseksual yang memiliki praktik di Harley Street, London, mengatakan bahwa setidaknya terdapat 15 orang klien dalam sebulan dengan masalah kecanduan sildenafil. Usia rata-rata klien Reymond Francis berkisar 32 tahun.

Ia mengatakan bahwa, kliennya tidak memiliki masalah ereksi, namun ketergantungan obat sildenafil. Hal tersebut didasarkan pada ekspektasi yang terlalu tinggi pada diri sendiri dan adanya keyakinan bahwa tampil hebat di ranjang adalah suatu kewajiban untuk memuaskan pasangannya. Ia menambahkan, bahwa ekspektasi dan anggapan tersebut berasal dari kebiasaan menonton pornografi sejak usia muda.

Sebagai orak praktisi, Reymond Francis tentu paham bahwa terdapat efek samping dari penggunaan sildenafil yang berlebih. Ada pun efek samping yang telah diketahui, yaitu pusing, sakit kepala, ruam kulit, vertigo, keluhan saluran cerna seperti diare atau muntah, kesulitan bernapas, dan nyeri punggung.

Jika memang seseorang membutuhkan obat sildenafil, penggunaan obat tersebut juga harus disertai resep dokter. Dengan begitu, komplikasi yang mungkin terjadi dapat terhindar.

Menilik Peluang Obat Sakit Kepala Sebelah Secara Modern dan Tradisional

Apakah Anda pernah mengalami sakit kepala sebelah? Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan salah satu jenis sakit kepala yang umumnya diderita oleh banyak orang. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit dan berdenyut hanya pada salah satu bagian kepala. Tidak jarang, seseorang juga akan mengalami mual, muntah, hingga gangguan penglihatan secara bersamaan.

Cara umum untuk mengatasi sakit kepala sebelah adalah dengan mengonsumsi obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas. Walaupun begitu, obat ini tidak secara langsung menghilangkan rasa sakit, namun berperan untuk meredakannya saja.

Sebagai informasi, serangan migrain ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu migrain dengan aura, tanpa aura, dan aura migrain tanpa sakit kepala. Migrain yang datang dengan aura akan menimbulkan rasa sakit berdenyut. Penderita migrain jenis ini akan melihat semacam kilatan cahaya atau garis zig-zag. Sementara itu, migrain tanpa aura adalah kondisi migrain yang dapat secara tiba-tiba menyerang seseorang. Aura migrain tanpa sakit kepala adalah suatu kondisi, di mana penderitanya seperti melihat cahaya, namun ia tidak merasa sakit kepala sebelah.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang jelas mengenai penyebab migrain. Namun, terdapat dugaan bahwa migrain muncul akibat dari perubahan kimia pada bagian saraf dan pembuluh darah di otak. Perubahan kimia ini dapat dipicu oleh perubahan hormon, seperti ketika akan datang bulan, dalam kondisi stres atau kelelahan, atau setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Penyebab lain migrain yang diketahui antara lain, terlalu lama melihat cahaya yang terlalu terang pada layar berkedip, seperti komputer atau televisi.

Banyak orang yang mengandalkan obat sakit kepala sebelah yang dijual secara bebas untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa obat yang sering digunakan, antara lain obat jenis analgesik, yaitu acetaminophen atau antiinflamasi, seperti ibuprofen, aspirin, dan antalgin.

Selain itu, gejala migrain juga dapat diatasi dengan obat untuk tekanan darah, beberapa obat jenis antidepresan, dan antikejang.

Pengobatan alternatif, seperti akupuntur yang menekan titik tertentu pada tubuh, juga tidak kalah populer. Anda juga dapat melakukan pemijatan secara mandiri untuk mengatasi sakit kepala sebelah dan mual dengan menekan titik PC6 yang terletak berjarak tiga jari dari pergelangan tangan pada lengan bawah bagian dalam. Terdapat juga titik LI-4 yang berada di pinggir telapak tangan di antara jempol kiri dan jari telunjuk yang dapat Anda pijat secara perlahan untuk mengurangi rasa sakit kepala sebelah. Lakukan pemijatan tersebut secara perlahan selama lima menit.

Beragam Pilihan Obat Panu yang Bisa Anda Coba Sendiri

Obat panu menjadi solusi untuk mengatasi panu di kulit. Namun terkadang menemukan obat panu yang tepat tidak semua kelihatannya. Panu bisa muncul karena adanya infeksi jamur Malassezia, yang biasanya tumbuh di permukaan kulit. Ketika jamur tumbuh berlebihan, maka hal ini dapat menyebabkan adanya perubahan pada warna kulit. Lalu, obat panu apa yang terbaik? Apa bisa disembuhkan sendiri atau perlu bantuan dokter? Keduanya sama baiknya, namun Anda perlu sesuaikan dengan kondisi panu yang diderita.

Cara menghilangkan panu dengan efektif

Jika panu yang diderita tidak terlalu parah, maka Anda bisa mengatasinya sendiri tanpa bantuan dari dokter. Berikut cara yang perlu dilakukan:

  • Sampo antiketombe

Ternyata, sampo antiketombe bisa menjadi alternatif obat panu karena pada sampo ini terkandung zinc pyrithione, asam salisilat, dan selenium sulfide. Harga sampo antiketombe juga cukup terjangkau dan mudah ditemukan. Meskipun demikian, ada risikonya juga yang perlu Anda perhatikan. Jika tidak cocok, justru bisa membuat kulit menjadi iritasi.

Cara mengaplikasikannya cukup oleskan di area yang terdapat panu. Diamkan selama kurang lebih 5 menit dan bilas dengan air. Coba lakukan cara ini selama 2 minggu. Namun, jika terjadi reaksi iritasi, sebaiknya hentikan penggunaanya.

  • Obat oles

Ada banyak obat panu oles yang dijual bebas dan bisa menjadI salah satu pilihan Anda. Kandungan yang efektif untuk menghilangkan panu adalah clotrimazole, miconazole, dan terbinafine.

Selain mengobati panu sendiri, bisa juga dengan konsultasi dengan dokter. Kelebihannya tentu saja bisa lebih tahu pasti diagnosis dan tidak lagi penasaran dengan apa yang terjadi pada kulit Anda.

Obat panu dari dokter

  • Obat oles resep dokter

Biasanya obat oles resep dokter mengandung bahan aktif ketoconazole dan harus diaplikasikan 1 kali sehari. Proses penyembuhannya pun mulai dari 11 hari hingga 22 hari tergantung kondisi kulit.

  • Obat jamur

Mengingat panu ini disebabkan oleh perkembangan jamur, maka obat antijamur perlu menjadi pilihan Anda. Apalagi jika panu tumbuh dalam jumlah yang banyak. Dokter biasanya akan meresepkan ketoconazole dan fluconazole.

  • Pembersih kulit

Jika Anda tinggal di wilayah yang panas dan kering, dokter biasanya akan meresepkan sabun khusus untuk menghilangkan panu.