Category: Penyakit

Cegah dan Obati Alergi Rhinitis dengan Cara Ini!

Alergi rhinitis bisa muncul biasanya karena menghirup beberapa alergen tertentu seperti debu, polusi, bulu hewan, serbuk bunga, dan lainnya. Apabila mengalami gejala alergi ini sebaiknya dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Rhinitis dapat menyebabkan komplikasi tertentu seperti polip hidung yaitu merupakan kantung cairan yang terbentuk dalam rongga hidung dan sinus akibat peradangan di lapisan rongga hidung. Selain itu juga bisa menyebabkan sinusitis yaitu berupa peradangan dan bengkak pada rongga hidung sehingga cairan tidak dapat mengalir, lalu bisa juga menimbulkan infeksi telinga pada bagian gendang telinga.

Maka dari itu penting agar kita mengetahui penanganan apa yang cocok untuk alergi ini dan cara pencegahannya, penasaran? Simak baik-baik ya!

Rhinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung

Pengobatan Alergi Rhinitis

Sama seperti alergi pada umumnya, rhinitis memang dapat disembuhkan melewati penanganan medis maupun menggunakan bahan alami. Namun sebaiknya penggunaan bahan alami sebagai pengobatan dilakukan sesudah kamu mengetahui bahwa alergi yang dialami merupakan alergi ringan. Nah ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani alergi rhinitis yaitu :

  • Rutin membersihkan hidung, dengan rutin membersihkan hidung dengan larutan garam maka bisa mencegah infeksi dikarenakan zat-zat penyebab iritasi. Larutan garam juga bisa kamu beli di apotik terdekat. Penggunaan larutan garam ini ampuh mengatasi gejala alergi pada hidung, membantu mengurangi konsumsi obat, serta pengobatan untuk rhinitis
  • Penggunaan obat-obatan, terdapat beberapa jenis obat yang dapat membantu mengatasi masalah alergi, diantaranya : Antihistamin merupakan obat yang efektif untuk mengurangi bersin-bersin, hidung gatal, dan tersumbat. Dekongestan, obat ini lebih berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat. Lalu ada Kortikosteroid yang bagus bagi penderita polip hidung, biasanya obat ini digunakan bagi penderita alergi yang memiliki gejala pilek yang berkepanjangan.
  • Desensitisasi, yaitu metode pengobatan alergi rhinitis yang menyuntikkan alergen ke kulit pasien. Tujuannya adalah menurunkan sensitivitas imun tubuh terhadap alergen tersebut. Penyuntikan akan dilakukan pada rentang waktu tertentu, dan dosisnya lama-lama akan bertambah.
  • Pengobatan dengan imunoterapi, dokter biasanya memberikan pengobatan ini untuk penderita alergi yang sudah parah. Cara kerja nya yaitu dengan pemberian suntikan berfungsi untuk membantu mengurangi respon imun tubuh terhadap alergen dari pasien. Proses penyuntikkan akan dilakukan dengan 2 tahap, dimana tahap pertama pasien akan disuntik 1-3 kali dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan, dengan tujuan membiasakan imun tubuh terbiasa dengan alergen. Setelah itu, dilanjutkan ke tahap kedua dengan suntikan 1 kali dalam sebulan dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun, dengan harapan alergi akan berkurang atau benar-benar hilang. Biasanya proses penyuntikan akan dibarengi dengan konsumsi obat yang sesuai dengan saran dokter.

Nah, setiap penanganan alergi akan berbeda setiap orangnya. Pengobatan alergi rhinitis juga berbeda apabila penderita merupakan anak-anak. Oleh karena itu penting untuk dilakukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu. 

Cara Pencegahan Alergi Rhinitis

Beberapa pencegahan ini dapat membantu anda untuk mengurangi timbulnya alergi, diantaranya adalah :

  • Kenali dahulu penyebab alergi, penyebab alergi muncul memang berbeda-beda pada setiap orang, maka dari itu penting untuk diingat hal apa saja yang dapat memicu datangnya alergi dan sebisa mungkin dihindari.
  • Rajin mengganti sarung bantal dan seprai, dengan menjaga kebersihan tentu dapat membantu kita terhindar dari alergi seperti debu, tungau, atau kotoran yang menempel.

Menggunakan pelembab udara, dengan bantuan humidifier dapat membantu menjaga kelembaban udara yang baik bagi tubuh kita khususnya pernapasan. Karena penggunaan AC terus menerus dapat menyebabkan udara lembab dan akhirnya dapat memperburuk gejala dari alergi.

Mengapa Pencegahan Covid Harus Menerapkan Protokol Kesehatan?

Mengapa pencegahan covid identik dengan protokol kesehatan? Pertanyaan ini mungkin terlintas di benak Anda. Pemerintah dengan tegas menghimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung. Setidaknya ada 3 komponen yang harus dilakukan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Itulah sebabnya selama pandemi berlangsung, muncul himbauan memperbanyak kegiatan di rumah, PSBB, dan PPKM. 

Penerapan protokol kesehatan tentu saja bukan tanpa alasan. Setiap komponen dari protokol kesehatan memengaruhi tingkatan transmisi virus Covid-19. Apabila protokol kesehatan diterapkan dengan optimal, bisa dipastikan angka penyebaran virus Covid-19 akan mengalami penurunan. Oleh sebab itu, jangan pernah lelah menerapkan aturan protkes dimanapun Anda berada. Berikut ulasan mengapa penting untuk melaksanakan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 berlangsung. 

Reinfeksi COVID-19 terjadi ketika seseorang yang telah sembuh dari infeksi virus Corona kembali positif

Pencegahan Covid dengan Protokol Kesehatan

Secara umum, protokol kesehatan yang masih dihimbau untuk dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Berikut alasan mengapa ketiga hal tersebut tidak boleh dilewatkan.

Memakai Masker

Masker adalah alat pelindung hidung dan mulut yang mencegah masuk dan keluarnya droplets manusia. Ada berbagai macam masker di dunia kesehatan, di antaranya adalah masker N95, masker bedah, masker dengan filter anti debu, masker kain, dsb. Namun, hanya ada 3 masker yang diputuskan Kemenkes untuk digunakan masyarakat, yaitu masker N95, masker bedah, dan masker kain. Bahkan saat ini masyarakat dihimbau menggunakan masker dua rangkap. 

Masker dobel dinilai lebih efektif melawan paparan virus Covid-19. Masker dapat melindungi seseorang yang belum terinfeksi dan mencegah orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virusnya. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menemukan bahwa:

  1. Masker medis mampu memberikan perlindungan hingga 56,1 persen.
  2. Bagian ujung karet masker medis ditali simpul sehingga masker lebih rapat bisa melindungi hingga 77 persen. 
  3. Masker kain tiga lapis memberikan perlindungan sampai 51,4 persen apabila digunakan dengan baik dan benar. 
  4. Sedangkan masker medis yang dirangkap dengan masker kain memberikan perlindungan hingga 85.4 persen.

Menjaga Jarak

Selain memakai masker, upaya l pencegahan covid lainnya yang dianjurkan adalah menjaga jarak. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran virus yang bisa menular melalui droplets. Risiko transmisi virus Covid-19 meningkat apabila terjadi kerumunan dalam jumlah yang  banyak. Itulah sebabnya menghindari keramaian akan sangat membantu mencegah tersebarnya virus. Misalnya saja dalam suatu kondisi, ada seseorang yang terkena virus Covid-19 tidak sengaja batuk atau bersin. Droplets bisa mendarat pada permukaan benda  maupun orang-orang di sekitarnya. Orang yang tidak menyadari terkena droplet, dengan tidak sengaja akan menyentuh mulut, hidung, mata, atau benda-benda di sekitarnya. Sehingga angka penularan penyakit bisa  meningkat drastis. 

Mencuci Tangan 

Sosialisasi untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sudah sering diajarkan sejak awal pandemi Covid-19 berlangsung. Hal tersebut dikarenakan mencuci tangan dinilai ampuh mencegah risiko tertular virus hingga 50 persen. Tidak hanya Covid-19, mencuci tangan dapat mencegah penyakit serius seperti hepatitis A, influenza, demam, serta menurunkan risiko diare sampai 59 persen. Apabila sedang berada di luar ruangan dan tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, Anda bisa membersihkan kedua tangan menggunakan hand sanitizer. Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Untuk anak-anak, ajak mereka untuk melafalkan keseluruhan alfabet saat proses mencuci tangan tengah berlangsung.

Itulah pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid. Upayakan untuk selalu menerapkan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat berada di situasi pandemi Covid-19.

Kongenital: Jenis Katarak yang Jadi Bayang-Bayang Masa Depan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, katarak adalah kata yang mewakili suatu kondisi di mana terjadi pengaburan lensa mata dan membrane transparan di sekitarnya sehingga menghalangi jalan masuk cahaya. Ada beragam jenis katarak yang sudah dikenali dunia medis, tetapi kongenital, mungkin jadi jenis yang paling dihindari.

Sederhananya, katarak kongenital adalah katarak yang dialami atau terjadi pada organ penglihatan anak-anak. Jenis katarak ini bisa terjadi sejak bayi terlahir ke dunia atau terbentuk seiring perkembangannya. Katarak kongenital dapat menjadi bayang-bayang atau momok masa depan si anak, karena tentu itu punya dampak yang besar pada salah satu inderanya tersebut.

Jenis katarak kongenital ini dapat dibilang unik. Sebab sebagaimana kita tahu bersama kalau-kalau katarak adalah penyakit atau gangguan mata khas orang tua atau lansia. Pengeruhan lensa mata ini jamak terjadi imbas dari proses penuaan. Namun, menjadi perhatian kalau ternyata ada jenis katarak yang bisa terbentuk bahkan saat seseorang masih berada di dalam kandungan. Inilah katarak kongenital.

Beruntung, katarak kongenital ini termasuk jenis katarak yang jarang sekali terjadi. Ia dikelompokkan ke dalam cacat lahir, karena kelainan ini terjadi selama proses kehamilan. Akan tetapi, kondisi ini perlu dihindari sekuat tenaga, sebab data statistic yang disajikan American Academy of Ophthalmology menyatakan kalau jenis katarak ini bisa menyebabkan kebutaan hingga 20% pada bayi dan anak.

Katarak kongenital memang terjadi di dalam proses kandungang. Akan tetapi, jika ingin ditelusuri lebih jauh, ada beberapa faktor penyebab memburamnya lensa mata bayi, yakni:

  • Genetika atau keturunan: Perubahan dalam penurunan DNA dari orang tua ke anak dapat menyebabkan kelainan atau masalah saat pembentukan protein. Nah, protein ini, dalam prosesnya, punya peran dalam mendukung fungsi lensa mata alami. Kendati demkian, ada penjelasan yang lebih rumet nan njelimet untuk mengetahui secara komprehensif terkait kondisi ini.
  • Infeksi: Ada banyak sekali kemungkinan masalah kesehatan yang dapat terjadi karena infeksi, salah satunya adalah katarak. Jenis katarak kongenital yang terjadi saat mengandung, dapat terbentuk karena ibu hamil mengalami infeksi. Ada banyak infeksius penyebab, mulai dari rubeola, cacar air, cytomegalovirus, virus herpes dengan berbagai variannya, poliomyelitis, influenza, hingga infeksi yang disebabkan oleh toksoplasmosis.
  • Reaksi atau infeksi obat: Pengaruh obat juga dapat menjadi sebab jenis katarak kongenital. Ada obat-obatan yang bisa memengaruhi kondisi kesehatan indera pengelihatan bayi. Satu obat yang digadang-gadang dapat menjadi faktor penyebab jenis katarak kongenital adalah tetrasiklin.
  • Selain itu, kondisi-kondisi seperti masalah metabolic; diabetes; trauma; hingga inflamasi dan peradangan juga bisa menjadi penyebab katarak kongenital dialami oleh bayi atau janin yang tengah dikandung.

Agar jenis katarak ini tidak menjadi masalah berkepanjangan dan mengganggu tumbuh kembang anak ke depannya, orang tua harus segera bertindak sesaat setelah kondisi tersebut diketehui. Untungnya, katarak kongenital bisa didiagnosis langsung sejak bayi lahir.

Dokter atau tenaga medis yang menangani bayi harus melakukan serangkaian pemeriksaan dalam rangka melaksanakan upaya koreksi jenis katarak. Pemeriksaan mata yang dimaksud biasanya meliputi tes cahaya pada kedua mata, mengecek tekanan intraokular atau tekanan bola mata terhadap dinding bola mata, serta prosedur tes lainnya. Dokter atau tenaga kesehatan bisa mendiagnosis katarak di satu atau kedua bola mata tergantung hasil tes.

Memang benar dalam menjalani kehamilan, orang tua wajib melakukan yang terbaik untuk memastikan janin yang ada di rahim ibu bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan begitu, kemungkinan bayi terlahir dengan kondisi tertentu, termasuk jenis katarak kongenital, dapat dihindari.

Kondisi yang Bisa Sebabkan Sakit Tangan Sebelah Kanan

Tangan yang terasa sakit sungguh tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas. Pasalnya banyak hal yang dilakukan dengan tangan, tentunya rasa sakit ini akan menghambat berbagai kegiatan yang seharusnya dilakukan.

Rasa sakit ini bisa menjadi sakit tangan sebelah kanan, sakit tangan sebelah kiri atau di keduanya. Ini juga bisa terjadi di bagian atas atau bahu, lengan, siku, atau pergelangan. Tentunya ini bisa menjadi tanda atau gejala dari beberapa kondisi. Berikut ini ada beberapa kondisi yang bisa sebabkan sakit tangan sebelah kanan. 

Ada beberapa kemungkinan penyebab telapak tangan sakit
  1. Penyakit rotator cuff

Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang menjaga atau mengelilingi tulang lengan atas Anda (humerus) di bahu soket atau sendi putar bahu. Jaringan rotator cuff dapat menjadi sakit karena penggunaan yang berlebihan atau karena cedera. Contohnya adalah kondisi:

  • Tendinitis, di mana tendon rotator cuff menjadi teriritasi dan meradang
  • Bursitis, peradangan pada bursa, kantung berisi cairan yang membantu rotator cuff untuk bergerak bebas
  • Impingement, pembengkakan dan nyeri di bagian tulang belikat yang disebut akromion karena bergesekan dengan jaringan rotator cuff
  1. Rotator cuff robek

Sakit di tangan sebelah kanan atas juga bisa terjadi ketika satu atau lebih tendon di rotator cuff robek. Ini bisa jadi karena keausan sendi sebagian atau seluruhnya yang terjadi seiring waktu atau bisa juga disebabkan karena cedera.

  1. Dislokasi bahu

Dislokasi bahu dapat terjadi ketika bagian atas humerus muncul keluar dari soket di bahu yang sering terjadi karena cedera olahraga, kecelakaan mobil, dan jatuh.

  1. Tulang selangka patah 

Rasa sakit atau nyeri di tangan juga bisa disebabkan oleh tulang selangka (klavikula) yang patah Sebuah tulang selangka patah. Tulang selangka sendiri berfungsi sebagai penghubung antara bahu dan tulang dada (sternum). Penyebab dari patahnya tulang selangka banyak terjadi karena jatuh atau kecelakaan mobil. 

  1. Fraktur lengan atas

Fraktur atau patah tulang lengan atas bisa menyebabkan nyeri. Ini terjadi ketika ada kerusakan pada humerus yang biasanya terjadi di dekat bahu atau di sepanjang batang (tengah) tulang. Jatuh atau kecelakaan mobil juga sering menjadi penyebabnya.

  1. Bahu beku

Kondisi bahu beku atau frozen shoulder adalah ketika bahu Anda menegang dan terasa sakit tanpa diketahui penyebabnya. Peradangan sering diyakini memiliki peran dalam menyebabkannya. Keadaan ini sering mereda secara bertahap dengan sendirinya. 

  1. Tendinitis kalsifikasi

Tendinitis kalsifikasi adalah kondisi di mana timbunan kalsium menumpuk di dalam atau di sekitar rotator cuff dan menyebabkan gejala yang mirip dengan bahu beku. 

  1. Tendinitis 

Tendinitis adalah peradangan atau iritasi pada tendon, tali berserat tebal yang menempelkan otot ke tulang yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri di luar sendi. Ini biasa disebut juga dengan bahu perenang.

  1. Bahu keseleo 

Bahu keseleo terjadi ketika ligamen di bahu Anda memegang atau robek, biasanya pada salah satu ligamen bahu Anda. Keseleo sering terjadi karena cedera olahraga, jatuh, atau kecelakaan.

  1. Osteoartritis bahu

Osteoarthritis bahu adalah ketika jaringan sendi di bahu Anda mengalami keausan, hal ini kurang umum dibanding dengan arthritis lutut atau pinggul. Meski begitu, dampak dari arthritis bahu cukup signifikan pada mereka yang memilikinya.

  1. Artritis reumatoid bahu (RA)

Artritis reumatoid bahu merupakan kondisi di mana sistem kekebalan Anda menyerang persendian Anda, terutama di bahu. Orang dengan RA dapat mengalami gangguan fungsi bahu yang signifikan.

  1. Neuritis brakialis

Neuritis brakialis adalah peradangan pada saraf brachialis, saraf yang mengirim sinyal ke sistem saraf pusat dari bahu dan lengan Anda. Penyebabnya banyak dikatakan karena infeksi, dan biasanya mempengaruhi sisi dominan Anda yang mana menyebabkan nyeri dan kelemahan.

  1. Cedera pleksus brakialis

Pleksus brakialis adalah sekelompok saraf yang mengontrol gerakan di lengan dan tangan Anda, saat rusak fungsinya pun akan terpengaruh. Cedera pleksus brakialis umumnya disebabkan oleh jatuh dan kecelakaan.

  1. Sindrom outlet toraks atau Thoracic outlet syndrome (TOS)

Sindrom outlet toraks adalah sekelompok kondisi yang terjadi ketika saraf atau pembuluh darah di sekitar tulang selangka dan tulang rusuk pertama tertekan, yang bisa disebabkan oleh cedera dan gerakan berulang.

Rasa sakit tangan sebelah kanan bisa terjadi oleh banyak hal, baik itu karena penyakit, seperti infeksi atau peradangan, dan bisa juga karena aktivitas fisik dan cedera, baik itu kecelakaan atau jatuh. Ini juga bisa terjadi karena ada tulang atau otot yang robek atau patah. 

Jika sakit tangan sebelah kanan tak kunjung hilang, segera periksakan ke dokter untuk diagnosa dengan tepat mengetahui apa penyebabnya. Setelah itu, dokter dan Anda bisa berdiskusi untuk mengambil langkah perawatan yang tepat. 

Temukan lebih banyak informasi seputar sakit tangan sebelah kanan di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi dengan dokter melalui chat secara online di aplikasi SehatQ dan Forum SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang di App Store dan Play Store.

Jenis-Jenis Insulin untuk Pengobatan Diabetes

Selain menjalani pengobatan diabetes, mengonsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu Anda mengelola kadar gula. Pengobatan diabetes memang harus berjalan seiring dengan gaya hidup yang sehat untuk mencegah risiko penyakit komplikasi dari diabetes. 

Jenis-Jenis Pengobatan Diabetes

Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, namun Anda dapat mengontrol dan mencegah risiko bahaya akibat diabetes. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan diabetes sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Ada beberapa jenis pengobatan diabetes berdasarkan jenis diabetes yang Anda alami, yaitu: 

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan sistem imun tubuh (autoimun), sehingga pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau tidak memproduksi insulin sama sekali. Selain kondisi medis, riwayat penyakit keluarga (genetik) juga menjadi faktor penyebab risiko diabetes tipe 1. 

Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan asupan insulin seumur hidupnya, sehingga setiap harinya harus mengonsumsi obat-obatan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan insulin, penderita diabetes 1 perlu mengonsumsi obat-obatan, injeksi insulin, dan pompa insulin untuk bertahan hidup. Selain itu, penderita diabetes 1 juga perlu memeriksa kadar gula darah setiap saat untuk memantau kadar gula darah dan memastikan dalam kadar yang normal. 

2. Diabetes tipe 2

Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan umumnya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Penderita diabetes tipe 2 dapat memproduksi insulin secara cukup namun tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan penumpukan glukosa dalam gula darah.

Penderita diabetes tipe 2 membutuhkan obat diabetes untuk mengontrol gula darah dan disarankan untuk mengubah gaya hidup agar lebih sehat. Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi untuk menjaga gula darah tetap stabil seperti:

  • SGLT2
  • Metformin
  • Meglitinides
  • Sulfonylureas
  • GLP-1
  • dan injeksi insulin jika diperlukan.

3. Diabetes gestasional

Penderita diabetes gestasional akan disarankan untuk mengontrol kadar gula terlebih dahulu dengan menjalankan diet sehat dan olahraga. Jika hal tersebut tidak berhasil maka dokter akan memberikan obat-obatan diabetes seperti insulin atau pil metformin yang aman dikonsumsi selama kehamilan. 

Jenis-Jenis Insulin

Insulin tidak dapat dikonsumsi secara oral untuk menurunkan gula darah karena enzim lambung dapat mengganggu kerja insulin. Seringkali insulin disuntikkan menggunakan jarum halus dan jarum suntik atau pena insulin.

Beberapa jenis insulin tersedia tersedia di apotek terdekat namun hanya bisa digunakan sesuai anjuran dokter. Setiap jenis insulin memiliki efek dan cara kerja yang berbeda mulai bekerja yang dikenal sebagai “onset”.

Sebagian besar jenis insulin dapat bekerja hingga puncaknya sehingga dapat menurunkan gula darah dengan cepat. Kemudian efek insulin akan hilang selama beberapa jam atau lebih. Berdasarkan kecepatan dan durasi kerjanya, insulin terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

1. Rapid – Acting

Obat ini dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan bekerja selama 1-5 jam.  Umumnya dikombinasikan dengan insulin long-acting.

  • Onset 15-30 menit
  • Peak 30-90 menit

2. Short – Acting 

Obat ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan insulin, dikonsumsi setelah makan 30-60 menit. Durasi kerja obat ini 2-8 jam.

  • Onset ½ – 1 jam 
  • Peak 2-5 jam 

3. Intermediate – Acting

Digunakan untuk memenuhi kebutuhan insulin selama setengah hari atau sepanjang malam dan biasa dikombinasikan dengan obat lain.

  • Onset 1-2 ½ jam
  • Peak 3 – 12 jam

Catatan

Ikuti saran dokter tentang kapan dan bagaimana cara menggunakan insulin. Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin juga merekomendasikan insulin premix yang merupakan campuran dari dua jenis insulin. Beberapa jenis insulin harganya lebih mahal daripada yang lain, jadi bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan insulin jika Anda khawatir tentang biaya.

Mengenal Macam-macam Kelainan Pada Ginjal

Ginjal merupakan organ penting yang ada pada tubuh manusia yang berfungsi membuang limbah (seperti racun) dan kelebihan cairan yang akan dikeluarkan melalui urin. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk menyeimbangkan cairan tubuh, mengontrol tekanan darah hingga mengontrol produksi sel darah merah. Kelainan pada ginjal bisa membuat kinerja berbagai organ tubuh mendapatkan berbagai masalah.

Macam-macam Kelainan Pada Ginjal

Kelainan pada ginjal dapat diuji dengan berbagai tes darah, biopsi ginjal, tes pencitraan dan tes urin. Tes urin meliputi urinalysis, protein urin, klirens kreatinin dan mikro albuminuria. Sedangkan tes pencitraan berupa CT scan dan ultrasound.

Ada berbagai macam kelainan pada ginjal, berikut penjelasannya.

Ada tidaknya kista di ginjal perlu diagnosis dari dokter
  1. Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik (PKD) adalah kelainan pada ginjal yang disebabkan penyakit turunan. Penyakit ini menyebabkan kista berisi cairan terbentuk pada ginja dan dapat mengganggu fungsi ginjal hingga akhirnya menyebabkan gagal ginjal.

Banyak orang yang menderita penyakit ginjal polikistik selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala spesifik. Gejala awal penyakit ini meliputi:

  • Rasa sakit atau nyeri di perut
  • Darah dalam urin
  • Sering buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Batu ginjal
  • Rasa sakit pada bagian punggung
  • Kulit mudah memar dan kulit berwarna pucat
  • Nyeri sendi
  • Mudah lelah

Sedangkan pada anak-anak gejala ginjal polikistik mencakup:

  • Tekanan darah tinggi
  • Infeksi saluran kemih
  • Sering buang air kecil

Pengobatan penyakit ginjal polikistik bertujuan untuk meminimalisir komplikasi, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan mengontrol tekanan darah. Selain itu, penderita juga bisa melakukan pengobatan seperti:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang aman untuk ginjal.
  • Mengonsumsi obat tekanan daran dan antibiotik untuk mengatasi ISK
  • Diet rendah natrium
  • Operasi untuk mengeringkan kista
  • Mengonsumsi obat diuretik untuk membantu menghilangkan kelebihan cairan
  1. Kista Ginjal

Merupakan kondisi dimana terdapat kantung berisi cairan yang tumbuh pada ginjal. Kista bisa berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Namun ada juga kista yang bisa tumbuh besar seukuran bola tenis yang bisa menyebabkan rasa sakit karena dapat menekan organ di sekitarnya.

Ada dua macam kista yaitu kista sederhana dan kista dari penyakit ginjal polikistik. Kista sederhana bisa tidak menimbulkan gejala namun jika sudah tumbuh besar bisa menyebabkan gejala seperti:

  • Demam
  • Nyeri di punggung atau samping antara tulang rusuk dan panggul
  • Sakit di perut bagian atas
  • Perut membesar
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Adanya darah dalam urin
  • Urin berwarna gelap

Hingga kini dokter tidak bisa memastikan apa yang menyebabkan munculnya kista sederhana. Untuk pengobatannya pun ada dua pilihan dengan skleroterapi yaitu metode untuk mengeringkan kista atau operasi pengangkatan kista.

  1. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis (GN) adalah peradangan pada glomeruli yang salah satunya dapat disebabkan oleh kondisi autoimun. Glomeruli berperan untuk menyaring cairan dan membuang limbah dalam tubuh. Jika glomeruli rusak, maka ginjal bisa berhenti bekerja sehingga penderita bisa mengalami gagal ginjal. Glomerulonefritis adalah penyakit serius yang bisa mengancam jiwa dan perlu mendapatkan perawatan medis.

Glomerulonefritis jika sudah kronis dapat menimbulkan gejala seperti:

Beberapa gejala termasuk:

  • Munculnya darah dalam urin
  • Kekanan darah tinggi
  • Bengkak di pergelangan kaki dan wajah
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Urin berbuih atau berbusa karena kelebihan protein
  • Sakit perut
  • Mimisan

Pengobatan untuk penyakit glomerulonefritis kronis, mengharuskan penderita untuk mengurangi konsumsi protein, garam dan kalium dalam makanan. Serta memperhatikan konsumsi cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Itulah beberapa kelainan pada ginjal yang harus Anda ketahui. Jika Anda merasakan beberapa gejala yang menjurus pada suatu penyakit kelainan ginjal, jangan ragu untuk langsung berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Begini Cara Mengatasi Kram Otot Perut Pada Saat Hamil

Kram otot perut saat hamil tentunya sering terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya juga berbeda-beda, mulai dari perubahan hormonal sampai terjadinya kelainan pada Rahim. Walaupun hal ini sering terjadi, kram otot perut saat hamil tentunya harus hati-hati agar tak terjadi gangguan atau hal tak diinginkan. 

Banyak sekali ibu muda yang baru pertama kali mempunyai buah hati akan kandungan di dalam perutnya. Kram otot perut saat hamil tentunya menjadi kondisi yang normal, tetapi kamu banyak ibu-ibu mengindikasikan akan hal tersebut berbahaya seperti keguguran.

Penyebab kram otot perut saat hamil yang perlu diketahui

Penyebab kram otot perut saat hamil yang biasanya terjadi, antara lain:

1. Permasalahan pada lambung

Masalah pada lambung yang bergas atau kembung saat kamu mengandung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh peningkatan hormone progesterone, yakni hormone yang membuat otot-otot kamu berelaksasi, termasuk pada saluran pencernaan kamu. Hal ini mengakibatkan sistem pencernaan kamu menjadi lambat dan adanya tekanan pada rahin serta usus. Kondisi ini sebabkan kamu merasakan kram otot perut akibat gas, kembung, ataupun sembelit. 

Buang air yang besar atau buang gas kemungkinan akan sedikit membantu kamu untuk mengatasi kondisi ini saat hamil. Kamu harus mengkonsumsi makanan yang berserat, makan sedikit tetapi sering, dan konsumsi air mineral secukupnya agar mengurangi rasa sembelit.

2. Kram saat berhubungan seksual

Kram setelah melakukan hubungan seksual tentunya menjadi hal yang sangat normal. Kondisi ini tak berbahaya dan tidak menyakiti janin yang ada di dalam kandungan. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena peningkatan aliran darah di bagian panggul ataupun kontraksi rahim yang normal selama berhubungan seksual.

3. Munculnya Braxton Hicks

Braxton Hicks atau kontraksi palsu biasanya terjadi pada usia kandungan sekitar 20 minggu. Kondisi ini terjadi untuk mempersiapkan rahim dalam menghadapi persalinan. Kram otot perut sering muncul saat kamu mengandung dan tidak diduga-duga. Biasanya kontraksi ini akan bereaksi selama 20 sampai 60 detik. Tetapi, hal ini kamu tak perlu khawatir. 

4. Peregangan ligamen

Saat kamu memasuki trimester kedua, kondisi perut saat hamil biasanya akan menyebabkan rasa nyeri ligamen bulat. Ligamen ini berfungsi di pangkal ligamen koroner yang terhubung hati dengan diafragma. Ligament bulat ini merupakan  otot yang menopang rahim. Saat ligament renggang, kram otot perut akan muncul dan kamu pun akan merasakan sakit di bagian bawah perut. 

Cara Mengatasi Kram Otot Perut Saat Hamil

Pada saat kamu mengalami kram otot perut ketika hamil tentunya harus istirahat. Kamu dapat mencoba hal-hal berikut ini untuk meringankan kondisi ini, yaitu:

  • Berbaring dan duduk sebentar. Lakukan dengan cara berbaring pada posisi yang berlawanan dengan rasa sakit. Kamu dapat luruskan kaki. 
  • Mandilah dengan air hangat.
  • Kompres bagian perut yang sedang mengalami kram perut.
  • Cobalah dengan posisi yang tenang dan jangan tegang.
  • Minumlah air mineral secukupnya agar terhindar dari Braxton Hicks.
  • Lakukan pergerakan dengan beberapa gerakan secara perlahan untuk mengatasi kram yang kemungkinan disebabkan oleh lambung bergas.

Apakah harus konsultasi ke dokter?

Walaupun kondisi kram perut menjadi hal wajar, tetapi kram otot perut saat hamil juga berdampak serius dari beberapa penyakit yang sering terjadi pada ibu hamil. 

  • Kehamilan ektopik
  • Preeclampsia
  • Kelahiran bayi prematur
  • Infeksi saluran kemih
  • Keguguran

Untuk itu, kamu jangan ragu untuk konsultasikan oleh dokter kandungan agar segera ditangani secepatnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kenali 5 Jenis Pemeriksaan Gula Darah!

Pemeriksaan gula darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula (glukosa) dalam darah. Ada macam-macam pemeriksaan atau tes gula darah, dan tujuannya bukan hanya untuk mendiagnosis penyakit diabetes, tapi juga untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol dengan baik.

Cek gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat tes gula darah

Meski tes gula darah umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, Anda juga bisa melakukan tes ini di rumah menggunakan alat glukometer. Caranya cukup dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah, lalu meneteskannya pada strip glukosa yang terpasang di glukometer. Hasilnya akan terlihat dalam 10-20 detik.

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, pemeriksaan gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis pemeriksaan atau tes, yaitu

  1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memperhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya kadar gula darah orang yang lemas atau pingsan.

  1. Tes gula darah puasa

Ini merupakan tes gula darah yang mengharuskan Anda untuk berpuasa (biasanya 8 jam) sebelum melakukan tes, agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Tes gula darah puasa ini umumnya digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Berikut kategori kadar gula darah menurut hasil cek gula darah puasa.

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L)
  • Prediabetes: antara 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L).
  • Diabetes: 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.
  1. Tes gula darah 2 jam setelah makan (post prandial test)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya setelah 2 jam. Setelah 2-3 jam, gula darah akan turun kembali ke kondisi normal. 

Tes gula darah post prandial dilakukan 2 jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan postprandial blood glucose test.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Diabetes: 180 mg/dl atau lebih
  1. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes glikohemoglobin atau tes HbA1c adalah pengukuran gula darah jangka panjang. Tes gula darah ini memungkinkan dokter untuk mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan gula darah ini mengukur persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah oksigen pembawa protein dalam sel darah merah. Semakin tinggi hemoglobin A1c, semakin tinggi pula tingkat gula darah. Berikut adalah cara membaca hasil tes gula darah HbA1c.

  • Diabetes: 6,5% atau lebih dan telah dilakukan lebih dari satu kali
  • Prediabetes: 5,7-6,7%
  • Normal: kurang dari 5,7%
  1. Tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test, OGTT)

Tes toleransi glukosa oral dilakukan setelah 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan. Sebelum melakukan cek gula darah oral, Anda juga perlu berpuasa setidaknya 8 jam.

Namun, ada juga yang prosedur tes gula darah oral yang pengambilan sampelnya dilakukan 1 jam setelah minum cairan glukosa dan 2 jam kemudian setelah meminum cairan untuk kedua kalinya. Tes gula darah ini memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa, tapi biasanya biayanya lebih mahal. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan toleransi gula darah oral.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl (7.8 sampai 11 mmol/L)
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

Jadi, itulah 5 jenis pemeriksaan gula darah yang perlu Anda ketahui. Waktu terbaik melakukan pemeriksaan gula darah biasanya pagi hari, setelah dan sebelum makan, serta di malam hari sebelum tidur. Namun hal ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, terutama penderita diabetes yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Benjolan di punggung umumnya tidak berbahaya. Munculnya benjolan di punggung dapat terjadi dari sejumlah kondisi, termasuk infeksi, reaksi alergi, gangguan kulit, dan kanker kulit. Benjolan kulit dapat bervariasi dalam penampilan dan jumlah tergantung pada penyebabnya. Kondisi ini mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit Anda atau warna yang berbeda. Beberapa orang mungkin merasakan gatal, benjolan dengan ukuran besar, atau kecil, keras atau lembut dan bergerak. Benjolan di punggung bisa terjadi karena banyak faktor seperti berikut.

1. Limfatik

Kelenjar getah bening mengandung sel kekebalan untuk melawan infeksi dan menyaring zat berbahaya dari tubuh. Ketika nodus terinfeksi, mereka dapat membengkak dan menghasilkan benjolan yang teraba. Jika pembengkakan kelenjar getah bening menyebabkan benjolan di punggung, Anda mungkin juga mengalami nyeri ketika ditekan dan demam.

2. Kista kulit

Kista adalah kantung atau benjolan kecil, berisi cairan, udara, lemak, atau bahan lain, yang mulai tumbuh di suatu tempat di tubuh tanpa alasan yang jelas. Umumnya kista ini terbentuk tepat di bawah kulit. Diyakini bahwa kista kulit terbentuk di sekitar sel keratin yang terperangkap dan membentuk lapisan luar kulit yang relatif keras.

Kista ini tidak menular. Siapa pun bisa mendapatkan kista kulit, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki jerawat, atau memiliki luka pada kulit. Gejalanya muncul benjolan kecil bulat di bawah kulit. Kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit kecuali terinfeksi, ketika benjolan tersebut mulai memerah, sakit dan mengandung nanah.

3. Lipoma

Lipoma adalah kata yang diterjemahkan sebagai “tumor lemak”, tetapi lipoma bukanlah kanker. Ini hanyalah pertumbuhan lemak antara lapisan otot dan kulit di atasnya. Penyebab pastinya tidak diketahui. Lipoma paling sering muncul setelah usia 40 tahun. Gejalanya termasuk benjolan lembut dan mudah digerakkan di bawah kulit, sekitar dua inci. 

Lipoma tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika pertumbuhannya mengiritasi saraf di sekitarnya. Lipoma paling sering ditemukan di punggung, leher, dan perut, dan kadang-kadang lengan dan kaki bagian atas. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika muncul pertumbuhan baru atau tidak biasa, untuk memastikannya jinak.

4. Abses kulit

Abses kulit adalah kantong besar nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak. Tubuh melawan invasi dengan sel darah putih, yang membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi tetapi membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

Gejalanya meliputi benjolan nanah yang besar, merah, bengkak, dan nyeri di bagian tubuh mana pun di bawah kulit. Mungkin Anda merasakan demam, kedinginan, dan nyeri tubuh akibat infeksi. Jika tidak diobati, ada risiko abses membesar, menyebar, dan menyebabkan penyakit serius.

5. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang tumbuh lambat. Kanker kulit terbagi menjadi dua kelompok besar non-melanoma dan melanoma. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit non-melanoma. Gejala utamanya adalah benjolan di wajah berwarna merah muda atau merah, benjolan kecil di wajah, benjolan di wajah yang menyakitkan, benjolan di wajah sebesar kelereng, perubahan kulit yang konstan.

6. Jerawat

Jerawat juga disebut komedo, bintik-bintik, noda, atau muncul benjolan di punggung “jerawat”. Secara medis, kondisi ini adalah erupsi kulit kecil berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat sering kali pertama kali muncul saat pubertas, ketika hormon meningkatkan produksi minyak di kulit dan terkadang menyumbat pori-pori. Paling rentan adalah remaja dari sekitar usia 13 hingga 17 tahun.

Gejalanya meliputi pori-pori tersumbat yang mungkin tampak datar dan hitam di permukaan, karena minyak menjadi gelap saat terkena udara; pori-pori tersumbat yang tampak putih di permukaan karena tertutup oleh sel-sel kulit mati; atau bengkak, kuning-putih, melepuh berisi nanah yang dikelilingi oleh kulit yang memerah.

Lakukan Hal Ini Sebelum Melakukan Resusitasi Jantung Paru

resusitasi jantung paru

Resusitasi Jantung Paru sering disebut dengan cardiopulmonary resuscitation (CPR) yang merupakan teknik penyelamatan nyawa dan berguna dalam banyak keadaan darurat. Mulai dari serangan jantung atau hampir tenggelam, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang berhenti. The American Heart Association merekomendasikan agar semua orang, baik yang terlatih, maupun tidak terlatih dan tenaga medis wajib memulai CPR dengan kompresi dada.

Berikut saran dari American Heart Association sebelum melakukan teknik resusitasi jantung paru atau CPR.

Tak terlatih

Jika Anda tidak terlatih dalam CPR, berikan CPR menggunakan tangan. Artinya Anda harus kompresi dada tanpa gangguan selama 100 hingga 120 menit sampai paramedis tiba. Anda tidak perlu mencoba menyelamatkan pernapasan, tetapi, cobalah untuk memberikan tekanan menggunakan tangan.

Orang yang sudah terlatih 

Jika Anda terlatih dengan baik dan percaya diri dengan kemampuan, cobalah untuk periksa apakah ada denyut nadi dan pernapasan. Jika tidak ada pernapasan atau denyut nadi dalam 10 detik, mulailah kompresi dada. Mulailah CPR dengan 30 kompresi dada sebelum memberikan dua napas buatan.

Selain itu, buat Anda yang sebelumnya pernah menerima pelatihan CPR tetapi tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki, cobalah lakukan saja kompresi dada dengan kecepatan 100 hingga 120 per menit.

Tips di atas berlaku untuk orang dewasa, anak-anak, dan bayi yang membutuhkan CPR, tetapi tidak untuk bayi baru lahir (bayi hingga usia 4 minggu).

CPR dapat membuat darah beroksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya hingga perawat medis yang lebih pasti dapat memulihkan ritme jantung yang normal. Saat jantung berhenti, kekurangan darah beroksigen dapat menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Seseorang bisa mati dalam delapan sampai 10 menit.

Untuk mempelajari CPR dengan benar, ikuti kursus pelatihan pertolongan pertama yang terakreditasi, termasuk CPR dan cara menggunakan defibrillator eksternal otomatis (AED). Jika Anda tidak terlatih sebaiknya segera hubungi tenaga medis dan ambulan. Petugas operator dapat menginstruksikan Anda tentang prosedur yang benar sampai bantuan tiba.

The American Heart Association menggunakan huruf C-A-B – kompresi, jalan napas, pernapasan – untuk membantu orang mengingat urutan melakukan langkah-langkah CPR.

Kompresi adalah teknik mengembalikan sirkulasi darah. Anda dapat melakukan resusitasi jantung paru atau CPR dengan cara:

  • Meletakkan orang tersebut dengan bagian tubuh menghadap atas dengan permukaan yang rata. 
  • Anda dapat berlutut di samping leher dan bahu orang tersebut.
  • Letakkan salah satu tangan di tengah dada orang tersebut, tepat di antara puting susu.
  • Letakkan tangan Anda yang lain di atas tangan pertama. 
  • Jaga siku tetap lurus dan posisikan bahu tepat di atas tangan.
  • Gunakan berat tubuh bagian atas Anda (bukan hanya lengan).
  • Saat menekan (mengompres) dada setidaknya 2 inci (sekitar 5 centimeter) tetapi tidak lebih dari 2,4 inci (sekitar 6 centimeter). 
  • Dorong keras dengan kecepatan 100 hingga 120 kompresi per menit.

Jika Anda belum terlatih dalam CPR, lanjutkan penekanan dada sampai ada tanda-tanda pergerakan atau sampai petugas medis darurat mengambil alih. Jika Anda telah terlatih dalam CPR, lanjutkan dengan membuka jalan napas dan pertolongan pernapasan dengan cara buka jalan nafas.

Jika Anda terlatih dalam CPR dan telah melakukan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas orang tersebut menggunakan manuver head-tilt, chin-lift. 

  • Letakkan telapak tangan Anda di dahi orang tersebut dan miringkan kepalanya ke belakang dengan lembut. 
  • Kemudian dengan tangan lainnya, angkat dagu ke depan secara perlahan untuk membuka jalan napas.

Terakhir adalah teknik bernapaslah untuk orang tersebut. Pernapasan penyelamat bisa berupa pernapasan mulut ke mulut atau pernapasan mulut ke hidung jika mulut terluka parah atau tidak bisa dibuka. Anda dapat melakukannya dengan cara:

  • Membuka jalan napas dengan cara memiringkan kepala, mengangkat dagu, tutup lubang hidung untuk pernapasan mulut ke mulut dan tutupi mulut korban dengan mulut Anda.
  • Bersiaplah untuk memberikan dua napas penyelamat. 
  • Berikan napas penyelamatan pertama tahan satu detik dan perhatikan apakah dada terangkat. 
  • Jika memang naik, berikan napas kedua. 
  • Jika dada tidak naik, ulangi gerakan memiringkan kepala, mengangkat dagu, lalu memberikan napas kedua. 
  • Tiga puluh kompresi dada diikuti dengan dua napas buatan dianggap sebagai satu siklus.
  • Berhati-hatilah untuk tidak memberikan terlalu banyak napas atau bernapas dengan terlalu banyak tenaga.
  • Lanjutkan penekanan dada untuk memulihkan sirkulasi.- Lanjutkan resusitasi jantung paru sampai ada tanda-tanda atau pengambilalihan tenaga medis darurat.