Category: Penyakit

Penjelasan Manfaat Sefalosforin

Merupakan sekelompok antibiotik yang dipakai untuk mengobati infeksi bakteri disebut dengan sefalosporin. Fungsi dari obat ini adalah untuk membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri, obat ini termasuk dalam antibiotik jenis beta laktam yang berasal dari jamur spesies acremonim.

Obat jenis ini digunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti otitis media, pneumonia, meningitis, infeksi kulit, infeksi ginjal, infeksi tulang, infeksi tenggorokn dan infeksi menular seksual seperti gonore. Perlu diketahui jiak sebelum menggunakan obat ini terdapat beberapa peringatan yang harus diketahui.

Peringatan Sefalosporin

  • Bagi orang yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini dan penisilin sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan obat ini.
  • Pastikan menghabiskan seluruh obat ini terutama yang diresepkan oleh dokter, meskipun gejala yang muncul sudah membaik, tujuannya agar infeksi sepenuhnya sembuh.
  • Usahakan untuk memberitahu dokter jika memiliki riwayat beberapa penyakit, seperti ginjal, liver, gangguan lambung atau kecanduan alkohol.
  • Beri tahu dokter jika sedang dalam keadaan hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan dan beritahu juga jika baru merencanakan atau menerima vaksin BCG (vaksin tifus).
  • Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu terutama seperti raniditin, cimetidine, famotidine, esomeprazole dan rabeprazole, pil kb atau obat herbal beri tahukan juga ke dokter.
  • Segera konsultasi ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau overdosis ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping dan Bahaya

Setelah mengonsumsi obat ini, pasien akan mengalami beberapa efek samping yang mungkin timbul dan pastinya mengganggu. Jika merasakan beberapa efek samping berikut ini segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat untuk mengatasi efek sampung yang muncul tersebut.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sariawan.
  • Pusing.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Infeksi jamur.

Jenis dan Merek Dagang

Obat ini terbagi dalam beberapa jenis dan dibagi berdasarkan generasinya, dilengkapi dengan beberapa merek dagang serta dosis yang telah disesuaikan menggunakan kondisi dan usia dari pasien.

  • Generasi I

Obat generasi pertma ini efektif untuk mengobati infeksi bakteri gram positif, beberapa jenisnya juga bisa dipakai untuk mengatasi infeksi bakteri gram negatif. Jenis bakteri yang bisa diatasi obat ini seperti staphylococcus dan streptococcus dan contoh obatnya seperti Cefadroxil, Cephalexin dan Cefazolin.

  • Generasi II

Obat generari berikutnya efektif dalam mengobati infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, beberapa jenis obatnya adalah Cefuroxime, Cefprozil dan Cefaclor.

  • Generasi III

Obat generasi ketiga efektif dalam pengobatan infeksi bakteri gram positif dan negatif, obat yang termasuk dalam golongan ini juga efekif dipakai mengatasi bakteri yang sudah resisten dengan obat generasi sbeelumnya. Beberpapa jenis bakteri yang bisa diatasi di antaranya seperti Haemophilus influenze, E.Coli, Klebsiella pneumonia atau K. Pneumonia dan Proteus mirabilis.

Sementara itu beberapa jenis obat sefalosporin generasi III di antaranya seperti Cefotaxim, Cefixime, Cetriaxone, Cefoperazone, Ceftazidime, Cefditoren dan Ceftizoxime.

  • Generasi IV

Obat generasi keempat juga efektif untuk mengobati infeksi bakteri gram positif dan negati, selain itu obat ini juga kerap diresepkan untuk infeksi bakteri yang cukup berat. Beberapa jenis bakteri yang bisa diatasi obat ini seperti Pseudomonas aeruginosa, K. Pneumonia, E. Coli dan Enterobacter, sementara contoh obatnya Cefepime dan Cefpirome.

  • Generasi V

Bisa dibilang ini merupakan obat generasi terakhir yang efektif untuk mengobati infeksi bakteri Enterobacter faecalis dan bakteri MRSA (varian bakteri Staphylococcus yang sulit ditangani karena kebal terhadap beberapa jenis antibiotik). Contoh obatnya Ceftaroline fosamil.

Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Berhati-hatilah karena benjolan merah yang menyerupai bengkak kecil pada kulit tidak hanya disebabkan oleh gigitan serangga. Bengkak merah yang hanya terjadi di area tertentu saja bisa jadi menunjukkan Anda sedang terkena granuloma annulare. 

Granuloma annulare merupakan penyakit kulit gejala pastinya adalah kemunculan benjolan kecil merah yang menyerupai cincin di bagian tubuh tertentu. Bengkak paling sering muncul di tangan dan kaki. Sama seperti ketika Anda digigit serangga, benjolan yang disebabkan oleh penyakit kulit ini akan terasa gatal ringan. Namun, Anda tidak akan merasakan sakit akibat benjolan tersebut. 

Gejala granuloma annulare secara spesifik sebenarnya berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada tiga jenis penyakit kulit ini yang mesti Anda pahami untuk bisa mengenali gejalanya lebih lanjut. 

  • Localized Granuloma Annulare 

Ini merupakan jenis granuloma annulare paling umum yang kerap terjadi di kaki atau tangan. Gejala dari jenis ini adalah munculnya benjolan berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran pada bagian tubuh yang terserang. Benjolan tersebut rata-rata berdiameter 5 sentimeter. 

  • Generalized Granuloma Annulare 

Besar benjolan yang muncul pada penderita generalized granuloma annulare tidak berbeda dengan localized granuloma annulare. Yang menjadi pembedanya hanya lokasi tempat benjolan-benjolan tersebut muncul. Pada generalized granuloma annulare, benjolan kemerahan berbentuk cincin api muncul hampir di seluruh badan. 

  • Subcutaneous Granuloma Annulare 

Jenis ini disebut juga sebagai granuloma annulare bawah kulit. Pasalnya, benjolan kecil yang menjadi gejala pennyakit kulit ini muncul di bawah kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi keras. Benjolan yang kerap muncul di tangan hingga kulit kepala ini lebih sering menyerang anak kecil. 

Sampai saat ini para peneliti dan tim medis belum mampu mengidentifikasi secara pasti mengenai penyebab granuloma annulare. Akan tetapi, diyakini bahwa munculnya benjolan-benjolan seperti cincin api pada penderita penyakit ini merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas yang tertunda. Reaksi tersebut akhirnya menimbulkan peradangan di bagian kulit tertentu. 

Walaupun demikian, setidaknya sudah ditemukan beberapa risiko yang dinilai merangsang munculnya gejala granuloma annulare pada seseorang. Berikut ini adalah faktor-faktor risiko dari penyakit kulit tersebut. 

  1. Gigitan Serangga 

Gigitan serangga yang meninggalkan bekas pada kulit nyatanya merupakan pemicu dari gejala granuloma annulare. Pada beberapa orang yang sensitif, gigitan serangga tersebut akan memunculkan benjolan berbentuk cincin api yang cukup lama bertahan di kulit dan bisa kambuh sewaktu-waktu. 

  1. Keturunan 

Seseorang yang memiliki riwayat memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami granuloma annulare lebih rentan terkena penyakit kulit ini. Pasalnya, granuloma annulare sangat berhubungan dengan faktor genetik. 

  1. Paparan Matahari 

Terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan ternyata juga menjadi faktor risiko granuloma annulare. Ini karena paparan matahari yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit yang bisa berlanjut ke munculnya benjolan-benjolan merah di kulit. 

  1. Cedera Kulit 

Apabila pernah mengalami cedera kulit ringan, akibat benturan atau yang lainnya, Anda akan lebih rentan terkena granuloma annulare. Ini karena cedera kulit tersebut bisa memicu infeksi yang membuat kulit meradang dan membentuk benjolan. 

  1. Vaksinasi 

Beberapa jenis vaksinasi bisa menjadi penyebab munculnya gejala granuloma annulare. Jenis vaksin yang menjadi pemicu tersebut, di antaranya vaksin tuberculosis

  1. Penggunaan Obat 

Ada jenis obat-obatan yang ternyata merangsang pertumbuhan benjolan merah di kulit. Obat-obat yang mesti Anda waspadai menyebabkan granuloma annulare, contohnya allopurinol, amlodipine, serta diklofenak. 

  1. Penyakit Tertentu 

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh disinyalir memicu tumbuhnya benjolan merah berbentuk cincin api pada kulit. Jadi, apabila Anda memiliki masalah kesehatan berupa diabetes ataupun masalah tiroid, Anda mesti lebih berhati-hati akan terkena granuloma annulare. 

*** 

Tidak perlu panik berlebihan ketika gejala granuloma annulare muncul. Kebanyakan gejala bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun apabila Anda cukup terganggu dan merasa khawatir berlebihan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kulit.

Mengenal GERD, Penyakit Penyebab Sakit Ulu Hati

GERD adalah singkatan dari “gastroesophageal reflux disease” atau penyakit refluks gastroesofagus. Penyakit ini terjadi ketika asam lambung sering kembali ke kerongkongan, yang mana merupakan tabung penghubung mulut dan lambung. Refluks asam ini dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, dan menjadi penyebab sakit ulu hati. Banyak orang menderita refluks asam dan sakit ulu hati dari waktu ke waktu. GERD ringan merupakan refluks asam yang terjadi setidaknya sekali dalam seminggu, dengan kasus yang lebih parah dapat terjadi dua kali dalam seminggu. Kebanyakan orang dapat mengatasi rasa tidak nyaman dan sakit ulu hati yang disebabkan oleh GERD dengan mengubah gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan OTC. Namun, dalam kasus tertentu, GERD dapat menjadi parah dan diperlukan perawatan obat resep yang lebih kuat hingga operasi untuk meringankan gejala yang ditimbulkan.

Gejala dan penyebab

Gejala umum GERD di antaranya adalah adanya sensasi terbakar di bagian dada (sakit ulu hati) setelah makan dan dapat berubah menjadi semakin buruk pada malam hari, nyeri dada, kesulitan menelan, memuntahkan makanan atau cairan asam, dan adanya sensasi benjolan di tenggorokan. GERD merupakan penyebab sakit ulu hati. Carilah bantuan medis apabila Anda menderita sakit dada, sesak napas, dan nyeri rahang atau lengan karena ada kemungkinan serangan jantung.

GERD disebabkan oleh refluks asam yang sering terjadi. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita GERD di antaranya adalah obesitas, hiatal hernia, kehamilan, gangguan jaringan penghubung (contohnya scleroderma), dan pengosongan lambung yang tertunda. Selain itu, faktor-faktor yang dapat memperburuk refluks asam adalah merokok, makan makanan dalam porisi besar pada malam hari, makan makanan pemicu seperti makanan berlemak dan gorengan, minum alkohol atau kopi, dan mengonsumsi obat seperti aspirin.

Komplikasi

Selain menjadi penyebab sakit ulu hati, peradangan kronis di kerongkongan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan serius, seperti:

  • Penyempitan kerongkongan. Kerusakan pada bagian bawah kerongkongan akibat asam lambung dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk. Jaringan parut tersebut akan mempersempit saluran makanan, sehingga menyebabkan gangguan menelan.
  • Luka terbuka di kerongkongan. Asam lambung dapat mengikis jaringan di kerongkongan, menyebabkan luka terbentuk. Luka tersebut akan berdarah, menyebabkan nyeri dan rasa sakit serta mempersulit aktivitas menelan makanan.
  • Perubahan pra-kanker pada kerongkongan. Kerusakan akibat asam lambung dapat menyebabkan perubahan pada lapisan jaringan di kerongkongan bagian bawah. Perubahan-perubahan ini berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kerongkongan.

Gaya hidup dan home remedies

Untuk mengatasi GERD penyebab sakit ulu hati, perubahan gaya hidup dan obat-obatan alami dapat membantu mengurangi frekuensi terjadinya refluks asam. Cobalah untuk menjaga berat badan yang sehat, karena berat berlebih dapat memberikan tekanan pada perut, sehingga dapat mendorong lambung ke atas dan menyebabkan refluks asam ke kerongkongan. Anda juga perlu berhenti merokok, karena merokok dapat menurunkan kemampuan sfingter esofagus untuk bekerja dengan efektif. Selain itu, Anda perlu menghindari megonsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu refluks asam. Beberapa pemicu refluks di antaranya adalah makanan berlemak dan gorengan, saus tomat, alkohol, coklat, mint, bawang putih, bawang Bombay, dan kafein.

GERD merupakan penyebab sakit ulu hati utama. Kondisi interjadi ketika refluks asam lambung terjadi dan melukai kerongkongan. Kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala GERD parah, seperti batuk kronis, asma yang berubah menjadi lebih parah, gangguan tidur, sakit ulu hati parah, dan nyeri dada. Selain itu, konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi obat-obatan OTC untuk sakit ulu hati dua kali dalam seminggu.

Perhatikan, Kondisi Kesehatan Ini Picu Trombosit Tinggi

Semua hal yang berlebihan menjadi tidak baik, termasuk ketika Anda mengalami trombosit tinggi. Trombosit sendiri merupakan keping darah yang berfungsi membekukan darah. Ketika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh, risiko penggumpalan darah bisa menimpa Anda. Ancaman berbagai penyakit kronis akibat penggumpalan darah tersebut pun akan menanti, mulai dari penyakit kardiovaskular sampai stroke. 

Wajarnya jumlah trombosit normal dalam darah berkisar 100.000—400.000 trombosit per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit Anda lebih dari 400.000, saat itulah Anda didiagnosis mengalami trombosit tinggi. 

Banyak penyebab yang dapat membuat jumlah trombosit dalam darah melonjak. Rata-rata penyebab trombosit tinggi sendiri mengarah pada masalah kesehatan tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang menjadi pemicu tingginya trombosit pada tubuh Anda. 

  1. Peradangan 

Ketika ada bagian tubuh Anda yang mengalami peradangan, kemungkinan jumlah trombosit melonjak dapat terjadi. Ini karena ketika terdapat radang, tubuh meresponsnya dengan mengeluarkan protein-protein kecil  bernama sitokin sebagai sinyal untuk dialirkan ke organ tubuh lainnya guna melakukan sesuatu. Pelepasan sitokin ini merangsang produksi trombosit sehingga Anda akan cenderung mengalami trombosit tinggi. 

  1. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik umumnya dialami oleh orang-orang yang memiliki masalah autoimun. Ketika Anda mengalami anemia hemolitik, pembentukan sel darah merah menjadi sangat kecil sehingga trombosit yang ada di dalamnya tidak terhitung oleh tubuh sehingga produksinya terus meningkat. Alhasil, jumlah trombosit menjadi lebih tinggi daripada jumlah normal. 

  1. Infeksi 

Infeksi merupakan penyebab trombosit paling umum yang bisa dialami oleh anak-anak sampai orang dewasa. Pasalnya ketika Anda mengalami infeksi, tubuh akan memproduksi trombosit secara ekstrem hingga 1 juta sel per mikroliter darah. Namun ketika infeksi tersebut mereda, kadar trombosit pun akan turun secara perlahan. Kadar trombosit akan kembali normal setelah beberapa minggu pasca infeksi pulih. 

  1. Masalah Limpa 

Limpa merupakan salah satu wadah penyimpanan trombosit di dalam tubuh. Ketika limpa bermasalah, kadar trombosit pun kemungkinan besar akan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Beberapa masalah limpa yang dapat membuat trombosit tinggi, yaitu berkurangnya fungsi limpa sampai pada pembedahan limpa. 

  1. Cryoglobulinemia Campuran 

Cryoglobulinemia campuran merupakan salah satu masalah autoimun yang disertai masalah di organ tubuh vital lainnya. Contoh kondisi cryoglobulinemia campuran adalah seseorang yang terkena lupus sekaligus mengalami hepatitis C. Pada kondisi ini, protein dalam dalam akan saling menempel dan terhitung sebagai trombosit tambahan. Alasan inilah yang membuat kadar trombosit penderita cryoglobulinemia campuran cenderung menjadi sangat tinggi dibandingkan kadar normal.  

  1. Kelainan Genetik

Bisa jadi Anda tidak memiliki keluhan penyakit apapun, namun kadar trombosit Anda terdata tinggi. Jika seperti ini, penyebabnya mungkin adalah kelainan genetik. Trombosit tinggi karena kelainan genetik dikenal dengan istilah trombositemia primer. Tingginya kadar trombosit dikarenakan adanya mutasi gen yang membuat sumsum tulang belakang lebih banyak memproduksi trombosit dari jumlah yang seharusnya. Dengan kondisi tersebut, darah menjadi lebih kental dan mengalir lebih lambat sehingga berpotensi mengakibatkan penggumpalan darah

  1. Pendarahan Akut 

Saat Anda mengalami pendarahan, tubuh cenderung akan memberi sinyal untuk memproduksi trombosit lebih banyak agar pendarahan lekas berhenti. Ini mengingat fungsi trombosit adalah membantu sel darah untuk membeku. Umumnya, produksi trombosit pada saat ada pendarahan pada tubuh tidak terlalu besar. Namun jika Anda mengalami pendarahan akut dalam waktu yang singkat, sumsum tulang belakang cenderung akan memproduksi trombosit secara berlebihan sehingga Anda mengalami trombosit tinggi

*** 

Ketika mengalami trombosit tinggi, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter. Pasalnya jika dibiarkan, risiko berbagai penyakit yang jauh lebih berbahaya bisa mengancam kesehatan bahkan jiwa Anda.

Hati-Hati Emboli Paru, Penyumbatan yang Bisa Menyebabkan Kematian!

Pulmonary embolism (PE) atau yang biasa disebut dengan emboli paru adalah penyumatan di salah satu pembuluh darah di paru-paru Anda. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke organ, otot, dan jaringan lainnya.

Jadi, sering kali adanya penyumbatan yang disebabkan oleh pembekuan darah yang tidak mengalir dari vena di kaki. PE adalah kondisi yang sangat berbahaya, karena dapat mengancam jiwa seseorang. Namun, apakah emboli paru dapat diobati?

Gejala emboli paru

Tentu saja emboli paru ini bisa disembuhkan. Jika Anda mendiagnosis emboli paru lebih awal dan mengobatinya sesegera mungkin setelah gejala awal muncul. Berikut beberapa gejala yang paling jelas dari emboli paru tersebut, di antaranya:

  • Sesak napas yang tiba-tiba baik saat Anda sedang berkegiatan atau sedang beristirahat
  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan yang memburuk saat Anda membungkuk, batuk, atau makan
  • Nyeri tajam yang tidak dapat dijelaskan di dada, lengan, bahu, leher, atau rahang. Rasa sakitnya mungkin juga mirip dengan gejala serangan jantung.
  • Batuk dengan atau tanpa lendir berdarah
  • Kulit pucat, lembab, atau berawarna kebiruan
  • Detak jantung cepat
  • Keringat berlebih
  • Dalam beberapa kasus sering merasa cemas, pusing, hingga pingsan

Apa yang menyebabkan emboli paru?

Emboli paru dapat terjadi ketika:

  • Darah terkumpul atau menggenang di bagian tubuh tertentu, misalnya lengan atau kaki. Pengumpulan darah biasanya terjadi setelah sekian lama tidak aktif seperti setelah operasi atau istirahat di tempat tidur.
  • Ketika pembuluh darah telah terluka, seperti patah tulang atau pembedahan, terutama di pinggul, lututu, atau kaki.
  • Akibat kondisi medis lainnya, seperti kardiovaskular. Termasuk gagal jantung, kongestif, fibrilasi atrium, dan serangan jantung atau stroke.
  • Ketika faktor pembekuan darah meningkat dan dalam beberapa kasus diturunkan. Peningkatan faktor ini dapat terjadi dengan beberapa jenis kanker atau pada beberapa wanita yang menggunakan terapi penggantian hormon atau pil KB. Faktor pembekuan darah yang tidak normal atau rendah pun dapat terjadi akibat dari kondisi keturunan.

Komplikasi emboli paru

  • Gagal jantung. Ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak, kondisi tersebut disebut henti jantung. Emboli paru dapat menyebabkan serangan jantung, dan bila ini terjadi maka risiko kematian dini menjadi sangat tinggi.
  • Hipertensi paru. Sangat penting untuk mengobati emboli paru, jika tidak dapat menyebabkan hipertensi pulmonal. Istilah lain untuk tekanan darah tinggi di arteri di paru-paru Anda.
  • Pendarahan tidak normal. Hal ini biasanya terjadi setelah Anda mengonsumsi obat antikoagulan. Obat ini cukup untuk mencegah darah membeku terlalu cepat. Namun, pada beberapa orang terapi antikoagulan dapat menyebabkan masalah perdarahan.
  • Komplikasi embolektomi. Tujuan dari embolektomi adalah menghilangkan bekuan darah dengan alat, yaitu menggunakan kateter.
  • Aritmia, adalah istilah untuk menggambarkan setiap irama jantung yang abnormal.
  • Infark paru, kematian di jaringan paru-paru. Hal ini terjadi ketika darah beroksigen diblokir saat ingin mencapai jaringan paru-paru dan menjaganya tetap bergizi. Biasanya gumpalan yang lebih besar akan menyebabkan kondisi ini.
  • Efusi pleura, air di paru-paru. Kondisi ini di mana cairan menumpuk di antaa lapisan pleura, yang merupakan selaput tipis yang mengelilingi paru-paru. Gejalanya bisa berupa sesak napas, batuk kering, dan nyeri dada.

Jadi, memang benar emboli paru dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Namun, jika penyakit ini terdeteksi lebi awal dan dapat perawatan sesegera mungkin maka kemungkinan untuk sembuh pun akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jika Anda merasakan beberapa gejala seperti di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan dirike dokter, untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

Benarkah Abses Pada Gusi Bisa Sembuh Sendiri?

Infeksi pada mulut yang dibiarkan dan akhirnya membentuk kantung atau benjolan berisi nanah pada gusi disebut dengan abses pada gusi. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius, sehingga harus mendapatkan penanganan yang tepat. Namun demikian, ada pula yang menyebut jika kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan.

Kondisi ini biasanya dirasakan seseorang ketika merasa ada benjolan di dekat gigi pada bagian mana pun. Kondisi ini terbagi menjadi tiga jenis, seperti di antaranya abses periodontal abses periapikal dan abses gingival. Kondisi ini perlu penanganan yang segera ketika gejala muncul, karena jika tidak jaringan tulang pada gigi bisa rusak.

Abses Pada Gusi Bisa Sembuh Sendiri

Perlu diketahui jika sebenarnya abses gigi tidak bisa sembuh dengan sendirinya, hal inilah yang membuat kenapa penanganan medis sangat dibutuhkan dalam membasmi kuman pada abses. Selain itu penanganan juga digunakan untuk mengeringkan nanah di dalamnya hingga mencabut gigi yang mengalami infeksi.

Nanah yang muncul pada umumnya berwarna kekuningan, merah hingga kecokelatan dan memiliki bau yang sangat menyengat. Nanah merupakan cairan kental yang mengandung bakteri dan jaringan atau sel-sel mati. Untuk mengetahui seseorang terkena penyakit ini terdapat beberapa gejala yang muncul.

Seperti nyeri berdenyut dan terasa sangat menyakitkan, ini menjadi gejala utama yang secara umum terjadi pada pengidap abses gigi. Rasa sakit yang muncul bahkan bisa bertambah parah di malam hari dan terasa menjalar hingga rahang, telinga dan leher. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diperhatikan.

  • Mulut terasa anyir, gigi sensitif, terlebih jika penderita mengonsumsi minuman dan makanan yang panas atau dingin.
  • Nanah muncul pada area yang merasakan nyeri hingga menimbulkan bau mulut, mengalami bengkak pada wajah, pipi dan leher.
  • Selain itu, gusi juga mengalami pembengkakan dan terasa lunak karena adanya nanah yang terdapat di dalam gusi tersebut.

Abses Gusi Bisa Dicegah

Bakteri hidup pada plak dan menginfeksi gusi hingga menyebabkan gusi meradang, inilah yang menyebabkan ligamen gusi terlepas dari pangkat gusi. Keadaan ini membuat lubang kecil dan sulit dibersihkan, semakin banyak sisa makanan menumpuk maka semakin banyak pula bakteri dalam lubang tersebut, untuk mengatasi kondisi ini lakukan beberapa langkah berikut.

  • Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman panas, dingin, kandungan gula tinggi atau terlalu asam.
  • Pada area yang mengalami nyeri akibat abses gusi ini, sangat disarankan untuk menghindari membersihkan area tersebut dengan benang gigi.
  • Ketika menyikat gigi, lakukan dengan secara perlahan, gunakan bulu sikat yang lembut dan dengan gerakan memutar.
  • Disarankan untuk menggunakan bagian lain dari sisimulut agar tidak terlalu sakit, ketika salah satu bagian gigi sakit.

Kondisi mulut kotor dan dipenuhi banyak bakteri membuat abses gusi dapat muncul setelah seseorang melakukan prosedur medis pada gigi dan mulut. Cegah kondisi ini dengan melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dalam satu tahun untuk mencegah terjadinya penyakit pada gigi dan gusi.

Abses pada gusi menyebabkan gejala yang tidak mengenakan dan perlu ditangani dengan perawatan yang cukup kulit. Hal inilah yang membuat seseorang agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan gusi dengan baik. Sikat gigi sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari, terutama setelah makan.

Rutin membersihkan gigi dengan scaling ke dokter, setidaknya enam bulan sekali, segera kunjungi dokter gigi jika mengalami gejala penyakit ini. Penanganan abses gusi secara dini mampu memberikan hasil yang baik.

Penyebab Munculnya Kram Perut Kiri Bagian Atas dan Bawah

Mungkin sebagian orang sering mengalami kram perut di bagina-bagian tertentu dan menganggap hal tersebut adalah kondisi biasa dan tak jarang diabaikan. Padahal rasa sakit atau kram perut kirim merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan dalam tubuh.

Biasanya, kram perut kiri menjadi pertanda bahwa organ-organ tubuh seperti paru-paru, jantung, ginjal, serta pankreas mengalami masalah. Rasa kram di bagian perut kiri ini bisa terjadi di bagian atas atau bawah.

Penyebab Kram Perut Kiri Atas

Kram yang terjadi di bagian kiri atas atau berada di bawah tulang rusuk bisa disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan. Selain itu juga bisa disebabkan oleh masalah pada organ-organ tertentu. Berikut beberapa penyebab kram perut kiri atas.

  • Gangguan Lambung

Munculnya kram perut kiri atas bisa disebabkan karena adanya masalah lambung seperti maag atau luka lambung. Sehingga kondisi ini menimbulkan keluhan di perut kiri bagian atas dan juga tengah.

  • Infeksi Ginjal

Saat terjadi infeksi ginjal, biasanya akan muncul kram perut kiri atas, nyeri di punggung dan selangkangan, demam, mual, mutah, serta nyeri ketika buang air kecil. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala ini.

  • Limpa Membengkak

Limpa bisa menjadi luka dan membengkak ketika terjadi cedera di sisi kiri tubuh. Sehingga akan berakibat pada kram perut kiri atas. Limpa bengkak bisa juga disebabkan karena penyakit hati atau adanya kelainan darah tertentu.

  • Pankreatitis

Pankreatitis biasanya terjadi karena peradangan pankreas. Selain terasa nyeri di perut kiri atas, tetapi juga terasa sakit yang menyebar ke area punggung. Gejala lain yang juga muncul seperti demam, diare, mual, muntah, dan detak jantung meningkat.

  • Sindrom Iritasi Usus

Ada beberapa penyebab sindrom iritasi usus, seperti infeksi bakteri, depresi, hingga intoleransi pada makanan tertentu. Sehingga akan menyebabkan kram perut kiri atas dan disertai gejala lain seperti sembelit, kembung, diare, serta tinja berlendir putih.

Penyebab Kram Perut Kiri Bawah

Selain kram di bagian perut kiri bagian atas, sering juga terasa kram perut kiri bawah. Gangguan kesehatan yang paling sering menyebabkan kram perut kiri bawah ini adalah divertikulitis yang merupakan kantong abnormal di usus. Jika kantong tersebut robek, maka bisa menyebabkan pembengkakan dan infeksi. Ada juga penyebab lain sehingga terasa kram perut kiri bawah ini, yaitu:

  • Gangguan Pencernaan

Kondisi ini biasanya terjadi setelah makan dimana adanya gangguan pencernaan karena iritasi di kerongkongan, lambung, hingga usus yang terkena asam lambung. Adanya gangguan pencernaan ini biasanya juga menyebabkan rasa sakit atau kram perut di sebelah kiri atas dan juga bawah.

  • Terdapat Banyaknya Gas dalam Tubuh

Kram perut kiri bawah juga bisa disebabkan karena adanya banyak gas dalam tubuh. Hal ini karena biasanya Anda mengkonsumsi makanan secara berlebihan, adanya infeksi bakteri di usus besar, atau merokok.

  • Menstruasi

Selama masa menstruasi biasanya akan terasa kram di perut bagian kiri bawah. Biasanya ini adalah hal normal dan bukan pertanda maslaah serius.

  • Batu Ginjal

Batu ginjal yang bergerak dalam ginjal atau saluran ureter, biasanya akan menyebabkan rasa sakit di perut kiri bagian bawah.

  • Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik juga bisa menyebabkan munculnya kram perut kiri bawah. Kehamilan ektopik terjadi karena sel telur yang dibuahi tertanam dan berkembang di luar rahim.

Mengenal Heat Stroke dan Pertolongan Pertama pada Penderita

Cuaca yang panas tidak baik bagi kesehatan. Selain berpotensi mengalami dehidrasi, sengatan panas dapat menyebabkan seseorang mengalami heat stroke.

Apa Itu Heat Stroke?

Sengatan panas atau heat stroke adalah kondisi ketika suhu tubuh mengalami peningkatan drastis bahkan mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini terjadi pada seseorang yang merasa sangat panas akibat sengatan matahari di luar batas toleransi tubuh. Kemudian, tubuh akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Namun, suhu panas ekstrim ditambah udara lembap, maka keringat sulit menguap dan melepaskan panas.

Penyebab Terjadinya Heat Stroke atau Sengatan Panas

Heat stroke dapat terjadi akibat dua penyebab utama, yaitu:

  • Faktor lingkungan

Penyebab heat stroke dari lingkungan seringnya disebut heat stroke klasik atau nonexertional. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tubuh akan mengalami peningkatan suhu karena berada di lingkungan yang terlalu panas dalam waktu yang relatif lama.

Sengatan panas akan lebih rentan dialami oleh orang yang berusia lanjut dan penderita penyakit kronis.

  • Aktivitas fisik saat cuaca panas

Suhu tubuh juga dapat naik secara drastis jika melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Apalagi aktivitas tersebut dilakukan di luar ruangan di tengah cuaca panas.

Risiko akan semakin meningkat jika seseorang mengenakan pakaian yang terlalu tebal atau ketat yang membuat keringat tidak bsia menguap dengan mudah.

  • Faktor usia

Masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi cuaca panas yang ekstrim. Pada usia yang sangat muda, perkembangan sistem saraf pusat belum sepenuhnya. Akan tetapi pada orang yang berusia lanjut atau di atas 65 tahun, sistem saraf pusat mulai memburuk yang berakibat membuat tubuh tidak mampu menghadapi kondisi perubahan subu tubuh tersebut.

  • Memiliki riwayat kesehatan tertentu

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis tertentu seperti jantung, ginjal, obesitas, diabetes, dan sebagainya akan berisiko terkena sengatan panas.

  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Kemampuan adaptasi tubuh saat terpapar cuaca panas dapat dipengaruhi oleh obat-obatan tertentu. Anda perlu berhati-hati pada cuaca panas yang ekstrim jika Anda mengkonsumsi obat-obatan seperti pil diet, stimulan, obat kejang, antihistamin, diuretik, obat jantung, ataupun obat tekanan darah. Sebab Anda akan berisiko mengalami heat stroke.

Gejala saat Mengalami Heat Stroke

Saat mengalami heat stroke, seseorang akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Kulit kering dan memerah
  • Demam tinggi 40 derajat Celsius atau bahkan lebih
  • Terasa pusing
  • Kepala sakit terasa seperti berkunang-kunang
  • Mual dan muntah
  • Suhu tubuh tinggi tetapi tidak berkeringat
  • Jantung berdebar kencang
  • Otot melemah dan terasa kram
  • Mengalami kejang
  • Terjadi perubahan perilaku seperti bicara cadel, disorientasi, kebingungan, serta mudah marah
  • Pernapasan cepat
  • Mengalami pingsan

Segeralah beri pertolongan pertama jika melihat seseorang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Pertolongan pertama berguna untuk mencegah komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa.

Pertolongan pertama Menangani Heat Stroke

Pertolongan pertama harus segera diberikan pada orang yang terkena sengatan panas. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melepas pakaian korban, lalu diikuti dengan upaya pendinginan tubuh, seperti:

  • Mengipas tubuh korban
  • Guyur penderita heat stroke dnegan air dingin
  • Jika penderita berada di luar ruangan, bawalah dia ke tempat yang teduh
  • Semprot dengan air dari selang
  • Kompres dengan es batu atau handuk yang dibasahi air dingin. Tapi, jangan mengompres es batu pada pasien yang lanjut usia, anak-anak, atau penderita dengan penyakit kronis karena dapat membahayakan keselamatannya.
  • Beri air dingin jika kondisi korban sudah memungkinkan. Namun, hindari memberikan minuman yang mengandung gula, alkohol, serta kafein.

Heat stroke merupakan kondisi yang harus segera diberikan penanganan. Jangan ragu untuk memberikan pertolongan pertama jika Anda melihat penderita yang mengalami sengatan panas untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Waspada Nyamuk Chikungunya, Bikin Demam Hingga Nyeri Sendi!

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus melalui perantara nyamuk chikungunya yang terinfeksi. Nyamuk chikungunya sendiri ada dua jenis, yaitu Aedes Aegypti dan Aedes Alboticus.  Jika nyamuk ini menggigit manusia, maka akan muncul beberapa gejala. Sepintas, gejala chikungunya mirip dengan demam berdarah. Bedanya, penyakit chikungunya juga dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri sendi parah hingga tidak bisa bergerak.

Sejarah penyakit chikungunya.

Wabah penyakit chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania Selatan pada tahun 1952. Penyakit ini sebagian besar terjadi di Afrika, Asia, dan anak benua India. Sekitar tahun 2015, wabah ini mulai masuk ke wilayah Amerika. Dikutip dari WHO, nama “chikungunya” berasal dari bahasa Kimakonde, yang artinya “menjadi berkerut”. Istilah ini menggambarkan penampilan bungkuk yang dialami penderita karena nyeri sendi (arthralgia).

Apa yang terjadi pada saya jika digigit oleh nyamuk chikungunya?

Umumnya, Anda akan mengalami demam dan nyeri sendi dalam waktu 3 sampai 7 hari setelah digigit nyamuk chikungunya. Gejala lain yang dapat muncul adalah sakit kepala, mual, ruam di kulit, nyeri otot, bengkak di sekitar sendi, dan tubuh sangat lelah. Kebanyakan orang memang sulit membedakan gejala chikungunya, karena hampir mirip dengan penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah atau virus Zika.

Dalam banyak kasus, nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya dapat melemahkan penderitanya dengan durasi waktu yang bervariasi. Anda perlu waspada, terutama jika sedang berada di suatu tempat yang baru saja terserang wabah penyakit chikungunya. Faktanya, kedekatan lokasi perkembangbiakan nyamuk dengan tempat tinggal adalah faktor risiko yang siginifikan pada penyakit chikungunya. Oleh sebab itu, segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas. 

Bagaimana pengobatan penyakit chikungunya dilakukan?

Seringnya, nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya ini mirip dengan artritis reumatoid, sehingga cukup membuat tim medis kebingungan dalam menentukan diagnosa penyakit. Artritis reumatid merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan radang sendi dalam jangka waktu yang lama. Menurut Dr. Adam Dore, seorang rheumatologist di Pittsburgh, gejala chikungunya bisa berkembang dengan cepat, sedangkan artritis reumatid berkembang secara diam-diam. Biasanya, butuh berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan tes darah untuk membuat diagnosis yang tepat. Selain tes darah, beberapa pemeriksaan lainnya juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi seseorang mengalami artritis reumatoid atau penyakit chikungunya.

  • Pemeriksaan fisik.
  • Riwayat kesehatan atau penyakit.
  • Riwayat perjalanan baru-baru ini.
  • Durasi gejala penyakit muncul.

Menurut para ahli kesehatan, belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Perawatan untuk orang-orang yang terinfeksi bertujuan meringankan gejala-gejala yang dialami.

Waspada gigitan nyamuk chikungunya yang dapat melemahkan sendi.

Biasanya, infeksi virus melalui gigitan nyamuk chikungunya akan menyerang persendian yang lebih besar, seperti lutut. Sebaliknya, artritis reumatid lebih sering menyerang persendian tangan dan kaki. Para ahli juga menyatakan bahwa chikungunya jarang berakibat fatal, namun gejalanya dapat semakin parah dan melumpuhkan.

Umumnya, pasien yang mendapat perawatan dapat pulih dari demam dalam waktu seminggu, tetapi nyeri sendi butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh. Dikutip dari Medical News Today, sebanyak dua puluh persen pasien melaporkan nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya ini dapat terjadi berulang.

Catatan

Mengingat tidak adanya vaksin untuk penyakit infeksi ini, yang dapat Anda lakukan adalah tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk chikungunya. Jika Anda bepergian ke wilayah yang memiliki wabah ini, maka kenakan celana dan pakaian lengan panjang. Selain itu, pastikan Anda berada di ruangan yang terdapat AC dan gunakan lotion anti nyamuk saat bepergian ke luar ruangan.

Tirotoksikosis

Tirotoksikosis: Penyakit Tiroid pada Wanita yang Sulit Dikenali

Tirotoksikosis adalah kondisi yang terjadi pada aliran darah dalam tubuh akibat hormon tiroid. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid memiliki kegunaan untuk mengatur cepat atau lambat metabolisme tubuh manusia dapat bekerja.

Faktor Risiko

Baik pria maupun wanita bisa mengalami tirotoksikosis atau penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, namun wanita memiliki risiko sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan pria.

Gejala

Pada awalnya, seseorang yang mengalami tirotoksikosis ringan tidak menunjukkan suatu gejala. Gejala akibat tirotoksikosis akan muncul ketika tirotoksikosis berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Gejala yang dialami seseorang akibat tirotoksikosis bervariasi. Berikut adalah gejala-gejala yang kemungkinan bisa dialami mereka:

  • Merasa lelah.
  • Merasa cemas.
  • Penurunan berat badan.
  • Sulit tidur atau insomnia.
  • Suasana hati yang cenderung berubah.
  • Kulit menjadi tipis.
  • Rambut rontok.
  • Terlalu peka terhadap panas.
  • Tangan terasa gemetaran.
  • Iritasi pada mata.
  • Rasa nyeri pada bagian otot.
  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Gagal jantung.
  • Aliran darah menstruasi sedikit.
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.
  • Meningkatnya frekuensi buang air besar.

Penyebab
Pada umumnya, tirotoksikosis disebabkan oleh hipertiroidisme. Hipertiroidisme merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan. Hal tersebut memicu peningkatan produksi hormon secara berlebihan di dalam tubuh.

Selain hipertiroidisme, berikut adalah beberapa penyebab tirotoksikosis yang bisa terjadi, meskipun jarang terjadi:

  • Asupan hormon tiroid yang berlebihan

Kondisi seperti ini terjadi pada penderita hipertiroidisme yang sedang menjalani perawatan.

  • Peradangan kelenjar tiroid

Seseorang yang mengalami peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan pelepasan hormon tiroid dalam jumlah yang besar pada aliran darah. Peradangan tersebut juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.

  • Obat-obatan

Beberapa obat seperti amiodarone dan lithium dapat meningkatkan produksi hormon secara berlebihan.

  • Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengira sel-sel kelenjar tiroid sebagai benda asing sehingga diserang antibodi. Kondisi seperti ini bisa terjadi pada orang yang berusia antara 40 sampai 60 tahun. 

  • Nodul pada kelenjar tiroid

Kondisi seperti ini bisa menimbulkan dampak pada seberapa banyak hormon yang akan dihasilkan oleh kelenjar di dalam tubuh.

  • Struma ovarii

Struma ovarii merupakan jenis tumor ovarium yang langka yang dapat menimbulkan hipertiroidisme pada tubuh manusia.

Diagnosis

Jika Anda mengalami tirotoksikosis, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi yang Anda alami.

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan jantung untuk mengetahui seberapa cepat atau lambat detak jantung yang Anda alami. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid di dalam tubuh. Tirotoksikosis dapat membuat kadar tiroid menurun.

Pengobatan
Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tirotoksikosis:

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat Anda gunakan adalah obat antitiroid atau beta blockers.

  • Pembedahan

Pembedahan dilakukan dengan mengangkat kelenjar tiroid. Pembedahan diperlukan oleh pasien dalam keadaan tertentu seperti yang membutuhkan penyembuhan dengan cepat sebelum masa kehamilan.

Pencegahan
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tirotoksikosis:

  • Mengurangi rasa cemas, gugup, dan stres.
  • Hindari kebiasaan mengkonsumsi kafein.
  • Hindari kebiasaan merokok.

Kesimpulan

Tirotoksikosis merupakan gangguan yang serius pada tubuh dimana masalah tersebut perlu segera ditangani. Ada berbagai gejala yang bisa dialami penderita seperti detak jantung yang bergerak secara tidak teratur. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi gangguan seperti ini, Anda bisa lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tirotoksikosis, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.