Category: Penyakit

Kenali 5 Jenis Pemeriksaan Gula Darah!

Pemeriksaan gula darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula (glukosa) dalam darah. Ada macam-macam pemeriksaan atau tes gula darah, dan tujuannya bukan hanya untuk mendiagnosis penyakit diabetes, tapi juga untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol dengan baik.

Cek gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat tes gula darah

Meski tes gula darah umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, Anda juga bisa melakukan tes ini di rumah menggunakan alat glukometer. Caranya cukup dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah, lalu meneteskannya pada strip glukosa yang terpasang di glukometer. Hasilnya akan terlihat dalam 10-20 detik.

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, pemeriksaan gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis pemeriksaan atau tes, yaitu

  1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memperhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya kadar gula darah orang yang lemas atau pingsan.

  1. Tes gula darah puasa

Ini merupakan tes gula darah yang mengharuskan Anda untuk berpuasa (biasanya 8 jam) sebelum melakukan tes, agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Tes gula darah puasa ini umumnya digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Berikut kategori kadar gula darah menurut hasil cek gula darah puasa.

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L)
  • Prediabetes: antara 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L).
  • Diabetes: 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.
  1. Tes gula darah 2 jam setelah makan (post prandial test)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya setelah 2 jam. Setelah 2-3 jam, gula darah akan turun kembali ke kondisi normal. 

Tes gula darah post prandial dilakukan 2 jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan postprandial blood glucose test.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Diabetes: 180 mg/dl atau lebih
  1. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes glikohemoglobin atau tes HbA1c adalah pengukuran gula darah jangka panjang. Tes gula darah ini memungkinkan dokter untuk mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan gula darah ini mengukur persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah oksigen pembawa protein dalam sel darah merah. Semakin tinggi hemoglobin A1c, semakin tinggi pula tingkat gula darah. Berikut adalah cara membaca hasil tes gula darah HbA1c.

  • Diabetes: 6,5% atau lebih dan telah dilakukan lebih dari satu kali
  • Prediabetes: 5,7-6,7%
  • Normal: kurang dari 5,7%
  1. Tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test, OGTT)

Tes toleransi glukosa oral dilakukan setelah 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan. Sebelum melakukan cek gula darah oral, Anda juga perlu berpuasa setidaknya 8 jam.

Namun, ada juga yang prosedur tes gula darah oral yang pengambilan sampelnya dilakukan 1 jam setelah minum cairan glukosa dan 2 jam kemudian setelah meminum cairan untuk kedua kalinya. Tes gula darah ini memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa, tapi biasanya biayanya lebih mahal. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan toleransi gula darah oral.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl (7.8 sampai 11 mmol/L)
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

Jadi, itulah 5 jenis pemeriksaan gula darah yang perlu Anda ketahui. Waktu terbaik melakukan pemeriksaan gula darah biasanya pagi hari, setelah dan sebelum makan, serta di malam hari sebelum tidur. Namun hal ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, terutama penderita diabetes yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Benjolan di punggung umumnya tidak berbahaya. Munculnya benjolan di punggung dapat terjadi dari sejumlah kondisi, termasuk infeksi, reaksi alergi, gangguan kulit, dan kanker kulit. Benjolan kulit dapat bervariasi dalam penampilan dan jumlah tergantung pada penyebabnya. Kondisi ini mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit Anda atau warna yang berbeda. Beberapa orang mungkin merasakan gatal, benjolan dengan ukuran besar, atau kecil, keras atau lembut dan bergerak. Benjolan di punggung bisa terjadi karena banyak faktor seperti berikut.

1. Limfatik

Kelenjar getah bening mengandung sel kekebalan untuk melawan infeksi dan menyaring zat berbahaya dari tubuh. Ketika nodus terinfeksi, mereka dapat membengkak dan menghasilkan benjolan yang teraba. Jika pembengkakan kelenjar getah bening menyebabkan benjolan di punggung, Anda mungkin juga mengalami nyeri ketika ditekan dan demam.

2. Kista kulit

Kista adalah kantung atau benjolan kecil, berisi cairan, udara, lemak, atau bahan lain, yang mulai tumbuh di suatu tempat di tubuh tanpa alasan yang jelas. Umumnya kista ini terbentuk tepat di bawah kulit. Diyakini bahwa kista kulit terbentuk di sekitar sel keratin yang terperangkap dan membentuk lapisan luar kulit yang relatif keras.

Kista ini tidak menular. Siapa pun bisa mendapatkan kista kulit, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki jerawat, atau memiliki luka pada kulit. Gejalanya muncul benjolan kecil bulat di bawah kulit. Kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit kecuali terinfeksi, ketika benjolan tersebut mulai memerah, sakit dan mengandung nanah.

3. Lipoma

Lipoma adalah kata yang diterjemahkan sebagai “tumor lemak”, tetapi lipoma bukanlah kanker. Ini hanyalah pertumbuhan lemak antara lapisan otot dan kulit di atasnya. Penyebab pastinya tidak diketahui. Lipoma paling sering muncul setelah usia 40 tahun. Gejalanya termasuk benjolan lembut dan mudah digerakkan di bawah kulit, sekitar dua inci. 

Lipoma tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika pertumbuhannya mengiritasi saraf di sekitarnya. Lipoma paling sering ditemukan di punggung, leher, dan perut, dan kadang-kadang lengan dan kaki bagian atas. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika muncul pertumbuhan baru atau tidak biasa, untuk memastikannya jinak.

4. Abses kulit

Abses kulit adalah kantong besar nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak. Tubuh melawan invasi dengan sel darah putih, yang membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi tetapi membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

Gejalanya meliputi benjolan nanah yang besar, merah, bengkak, dan nyeri di bagian tubuh mana pun di bawah kulit. Mungkin Anda merasakan demam, kedinginan, dan nyeri tubuh akibat infeksi. Jika tidak diobati, ada risiko abses membesar, menyebar, dan menyebabkan penyakit serius.

5. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang tumbuh lambat. Kanker kulit terbagi menjadi dua kelompok besar non-melanoma dan melanoma. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit non-melanoma. Gejala utamanya adalah benjolan di wajah berwarna merah muda atau merah, benjolan kecil di wajah, benjolan di wajah yang menyakitkan, benjolan di wajah sebesar kelereng, perubahan kulit yang konstan.

6. Jerawat

Jerawat juga disebut komedo, bintik-bintik, noda, atau muncul benjolan di punggung “jerawat”. Secara medis, kondisi ini adalah erupsi kulit kecil berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat sering kali pertama kali muncul saat pubertas, ketika hormon meningkatkan produksi minyak di kulit dan terkadang menyumbat pori-pori. Paling rentan adalah remaja dari sekitar usia 13 hingga 17 tahun.

Gejalanya meliputi pori-pori tersumbat yang mungkin tampak datar dan hitam di permukaan, karena minyak menjadi gelap saat terkena udara; pori-pori tersumbat yang tampak putih di permukaan karena tertutup oleh sel-sel kulit mati; atau bengkak, kuning-putih, melepuh berisi nanah yang dikelilingi oleh kulit yang memerah.

Lakukan Hal Ini Sebelum Melakukan Resusitasi Jantung Paru

resusitasi jantung paru

Resusitasi Jantung Paru sering disebut dengan cardiopulmonary resuscitation (CPR) yang merupakan teknik penyelamatan nyawa dan berguna dalam banyak keadaan darurat. Mulai dari serangan jantung atau hampir tenggelam, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang berhenti. The American Heart Association merekomendasikan agar semua orang, baik yang terlatih, maupun tidak terlatih dan tenaga medis wajib memulai CPR dengan kompresi dada.

Berikut saran dari American Heart Association sebelum melakukan teknik resusitasi jantung paru atau CPR.

Tak terlatih

Jika Anda tidak terlatih dalam CPR, berikan CPR menggunakan tangan. Artinya Anda harus kompresi dada tanpa gangguan selama 100 hingga 120 menit sampai paramedis tiba. Anda tidak perlu mencoba menyelamatkan pernapasan, tetapi, cobalah untuk memberikan tekanan menggunakan tangan.

Orang yang sudah terlatih 

Jika Anda terlatih dengan baik dan percaya diri dengan kemampuan, cobalah untuk periksa apakah ada denyut nadi dan pernapasan. Jika tidak ada pernapasan atau denyut nadi dalam 10 detik, mulailah kompresi dada. Mulailah CPR dengan 30 kompresi dada sebelum memberikan dua napas buatan.

Selain itu, buat Anda yang sebelumnya pernah menerima pelatihan CPR tetapi tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki, cobalah lakukan saja kompresi dada dengan kecepatan 100 hingga 120 per menit.

Tips di atas berlaku untuk orang dewasa, anak-anak, dan bayi yang membutuhkan CPR, tetapi tidak untuk bayi baru lahir (bayi hingga usia 4 minggu).

CPR dapat membuat darah beroksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya hingga perawat medis yang lebih pasti dapat memulihkan ritme jantung yang normal. Saat jantung berhenti, kekurangan darah beroksigen dapat menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Seseorang bisa mati dalam delapan sampai 10 menit.

Untuk mempelajari CPR dengan benar, ikuti kursus pelatihan pertolongan pertama yang terakreditasi, termasuk CPR dan cara menggunakan defibrillator eksternal otomatis (AED). Jika Anda tidak terlatih sebaiknya segera hubungi tenaga medis dan ambulan. Petugas operator dapat menginstruksikan Anda tentang prosedur yang benar sampai bantuan tiba.

The American Heart Association menggunakan huruf C-A-B – kompresi, jalan napas, pernapasan – untuk membantu orang mengingat urutan melakukan langkah-langkah CPR.

Kompresi adalah teknik mengembalikan sirkulasi darah. Anda dapat melakukan resusitasi jantung paru atau CPR dengan cara:

  • Meletakkan orang tersebut dengan bagian tubuh menghadap atas dengan permukaan yang rata. 
  • Anda dapat berlutut di samping leher dan bahu orang tersebut.
  • Letakkan salah satu tangan di tengah dada orang tersebut, tepat di antara puting susu.
  • Letakkan tangan Anda yang lain di atas tangan pertama. 
  • Jaga siku tetap lurus dan posisikan bahu tepat di atas tangan.
  • Gunakan berat tubuh bagian atas Anda (bukan hanya lengan).
  • Saat menekan (mengompres) dada setidaknya 2 inci (sekitar 5 centimeter) tetapi tidak lebih dari 2,4 inci (sekitar 6 centimeter). 
  • Dorong keras dengan kecepatan 100 hingga 120 kompresi per menit.

Jika Anda belum terlatih dalam CPR, lanjutkan penekanan dada sampai ada tanda-tanda pergerakan atau sampai petugas medis darurat mengambil alih. Jika Anda telah terlatih dalam CPR, lanjutkan dengan membuka jalan napas dan pertolongan pernapasan dengan cara buka jalan nafas.

Jika Anda terlatih dalam CPR dan telah melakukan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas orang tersebut menggunakan manuver head-tilt, chin-lift. 

  • Letakkan telapak tangan Anda di dahi orang tersebut dan miringkan kepalanya ke belakang dengan lembut. 
  • Kemudian dengan tangan lainnya, angkat dagu ke depan secara perlahan untuk membuka jalan napas.

Terakhir adalah teknik bernapaslah untuk orang tersebut. Pernapasan penyelamat bisa berupa pernapasan mulut ke mulut atau pernapasan mulut ke hidung jika mulut terluka parah atau tidak bisa dibuka. Anda dapat melakukannya dengan cara:

  • Membuka jalan napas dengan cara memiringkan kepala, mengangkat dagu, tutup lubang hidung untuk pernapasan mulut ke mulut dan tutupi mulut korban dengan mulut Anda.
  • Bersiaplah untuk memberikan dua napas penyelamat. 
  • Berikan napas penyelamatan pertama tahan satu detik dan perhatikan apakah dada terangkat. 
  • Jika memang naik, berikan napas kedua. 
  • Jika dada tidak naik, ulangi gerakan memiringkan kepala, mengangkat dagu, lalu memberikan napas kedua. 
  • Tiga puluh kompresi dada diikuti dengan dua napas buatan dianggap sebagai satu siklus.
  • Berhati-hatilah untuk tidak memberikan terlalu banyak napas atau bernapas dengan terlalu banyak tenaga.
  • Lanjutkan penekanan dada untuk memulihkan sirkulasi.- Lanjutkan resusitasi jantung paru sampai ada tanda-tanda atau pengambilalihan tenaga medis darurat.

Tanya Dokter Urologi untuk Masalah Saluran Kemih, Yuk!

Dokter spesialis urologi adalah salah satu dokter dengan spesialisasi pada gangguan di saluran kandung kemih, saluran reproduksi, serta gangguan pada ginjal. Jadi, jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda tadi ada baiknya untuk berkonsultasi atau tanya dokter urologi.

Namun, apa sebenarnya urologi itu sendiri? Nah, untuk mengetahui dengan jelas apa itu urologi dan masalah kesehatan apa saja yang terkait dengan dokter urologi. Berikut penjelasannya. 

Apa itu urologi?

Ahli urologi atau dokter spesialis urologi adalah salah satu dokter yang mempraktikkan sejenis pengobatan yang disebut urolog. Mereka berspesialisasi dalam merawat kondisi kesehatan yang berhubungan dengan saluran kemih pria dan wanita. Itu termasuk dengan semua organ dan bagian tubuh lainnya di sepanjang jalur keluarnya urin dari tubuh. Organ-organ tersebut adalah:

  • Kandung kemih 
  • Ginjal
  • Ureter, saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih
  • Uretra, saluran keluarnya urin (pada pria, air mani juga keluar dari uretra)

Ahli urologi juga merawat organ intim pria, termasuk penis, prostat, skrotum, dan testis (buah zakar) 

Mengapa Anda perlu mengunjungi dokter urologi?

Mengunjungi untuk berkonsultasi atau tanya dokter urologi melalui chat melalui aplikasi kesehatan adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan jika mengalami gejala yang berkaitan dengan saluran kemih. 

Pasalnya, mereka dapat menangani masalah yang memengaruhi organ dalam, dan juga organ seks wanita. Karena, masalah saluran kemih sering memngaruhi bagian tubuh lain. Banyak ahli urologi menangani berbagai masalah saluran kemih. Namun, beberapa berspesialisasi dalam masalah tertentu. Ada beberapa spesialisasi urologi yang berbeda, meliputi: 

  • Kalkuli, yang mengobati batu saluran kemih
  • Urologi wanita
  • Pria infertilitas
  • Neurourology, yang berfokus pada masalah saraf yang memengaruhi saluran kemih
  • Urologi pediatric (atau anak-anak)
  • Transplantasi ginjal
  • Onkologi urologi, yang mengobati kanker saluran kemih

Ahli urologi juga dapat membantu beberapa masalah, seperti:

  • Disfungsi ereksi 
  • Ketidakmampuan menahan kencing (inkontinensia), termasuk mengompol dan kandung kemih terlalu aktif
  • Masalah dengan dasar panggul wanita, otot yang menopang kandung kemih, rektum, dan vagina, yang bisa menjadi lemah dan memungkinkan vagina atau organ lain tergelincir dari posisi normalnya. 
  • Penyakit Peyronie, yang menyebabkan jaringan parut di dalam penis yang menyebabkan ereksi yang menyakitkan dan/atau melengkung
  • Masalah prostat

Ahli urologi juga melakukan vasektomi. Itu adalah operasi untuk pria yang menghalangi sperma mencapai air manis dan mencegah kehamilan. 

Kapan Anda harus mengunjungi dokter urologi?

Memiliki salah satu dari gejala di bawah ini, berarti menunjukkan Anda memiliki masalah pada saluran kemih. Mungkin Anda bisa tanya dokter urologi terlebih dahulu via chat aplikasi kesehatan atau langsung mengunjungi untuk berkonsultasi. Beberapa gejala atau tandanya meliputi:

  • Adanya darah dalam urin
  • Kebutuhan yang sering atau mendesak untuk buang air kecil
  • Nyeri di punggung bawah, panggul, atau samping
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kebocoran urin 
  • Aliran urin lemah, dribbling

Anda juga harus menemui ahli urologi jika Anda seorang pria dan Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Hasrat seksual yang menurun
  • Benjolan di testis
  • Kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi

Jadi, ketika Anda memiliki salah satu gejala atau beberapa tanda masalah di atas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter urologi untuk berkonsultasi dan membicarakan tindakan selanjutnya jika Anda memiliki masalah yang harus diperbaiki. Atau, sebelumnya Anda dapat tanya dokter urologi terlebih dahulu via chat aplikasi kesehatan sebelum mendatangi dokter urologi secara langsung. 

Tak Hanya Pria Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Menderita Penyakit Penis

Penyakit pada penis bisa dialami baik oleh anak-anak maupun pria dewasa. Ada juga kondisi yang merupakan bawaan lahir. Beberapa penyakit penis adalah ringan dan tidak perlu dikhawatirkan, namun sebagian lainnya membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi serius.  Berikut ini beberapa masalah pada penis yang bisa terjadi pada anak-anak.

Penyakit penis yang menyebabkan kemandulan
  1. Phimosis dan paraphimosis

Phimosis atau fimosis adalah penyempitan pembukaan kulup sehingga kulup sulit ditarik ke ujung penis. Sedangkan paraphimosis terjadi saat kulup yang ditarik ke mahkota penis tidak bisa dikembalikan ke posisi semula.

Kedua kondisi tersebut umum terjadi pada anak laki-laki, terutama bayi (karena kulupnya masih rapat), dan pria dewasa yang belum disunat. 

Dalam kebanyakan kasus, fimosis yang terjadi pada masa kanak-kanak bisa sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Pada usia 17 tahun, kulup sudah lebih mengendur sehingga kondisi tersebut bisa ditangani dengan mudah. 

Namun jika sampai remaja mereka tidak bisa menarik kulup, maka dibutuhkan perawatan. Fimosis dan parafimosis yang tidak diobati saat dewasa dapat menyebabkan bekas luka, terganggunya aliran darah di penis sehingga penis bengkak, serta sulit ejakulasi dan nyeri saat buang air kecil.

Perawatan untuk phimosis dan paraphimosis meliputi penggunaan krim steroid atau sunat.

  1. Lesi penis

Lesi penis adalah kondisi dimana jaringan pada penis berubah akibat infeksi atau cedera. Lesi penis dapat terjadi pada semua usia dan merupakan akibat dari sejumlah kondisi. 

Ada 4 jenis lesi yang dibedakan dari penyebabnya, yaitu:

  • Lesi infeksius: Lesi penis yang terjadi pada pria dewasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang menular, seperti Human papillomavirus virus (HPV). Pada anak-anak, penyakit penis ini lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur seperti dermatophytosis (jock itch).
  • Lesi inflamasi: Lesi yang timbul disebabkan oleh dermatitis kontak dan ruam. Bentuk lesi ini tidak menular. 
  • Neoplastik: Lesi penis sebagai tanda pertumbuhan kanker.
  • Lesi traumatik: Disebabkan oleh cedera olahraga atau insiden traumatis lainnya. 

Seseorang yang terkena lesi penis umumnya ditandai dengan luka memar, gatal, nyeri di daerah penis dan skrotum, dan fimosis. Gejala lesi penis akan berbeda-beda tergantung pada bentuk penyakitnya. 

  1. Balanitis

Balanitis adalah meradangnya kelenjar atau kepala penis. Jika kulup ikut meradang, kondisi tersebut disebut balanoposthitis. Gejala balanitis yang paling umum yaitu nyeri penis, bengkak dan gatal, ruam, dan keluarnya cairan berbau busuk dari penis.

Balanitis sering terjadi pada anak-anak atau pria yang belum disunat. Kebersihan area genital yang buruk bisa menyebabkan bakteri, keringan, sisa kotoran, dan sel kulit mati menumpuk di bawah kulup dan menyebabkan peradangan. 

Penyebab lain dari balanitis adalah dermatitis, infeksi, dan bisa juga karena fimosis. 

  1. Kanker penis

Ada lima tipe kanker penis, yaitu karsinoma sel skuamosa, melanoma, kanker sel basal, adeno karsinoma, dan sarkoma. Sekitar 95% kanker penis dimulai di sel skuamosa (karsinoma sel skuamosa). Kanker sel skuamosa memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga bisa disembuhkan jika didiagnosis sejak dini. 

Kanker penis lebih sering terjadi pada lansia, dengan gejala yang berkembang sejak usia 55 tahun. Kasus anak yang menderita kanker penis sangatlah jarang, tapi bukan berarti anak-anak tidak bisa terkena penyakit penis tersebut. 

Anak dengan gangguan kekebalan tubuh yang rendah, dalam perawatan setelah transplantasi organ, dan penderita kanker lainnya berisiko terkena kanker penis.

Dibandingkan kanker penis, anak lebih mungkin terkena tumor penis mesenkim.

Catatan

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan Anda tidak berisiko terkena penyakit penis atau masalah kesehatan lainnya. Anda juga bisa mendiskusikannya melalui chat dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

6 Penyebab Sulit Buang Air Kecil

sulit buang air kecil

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sulit buang air kecil, seperti melemahnya otot kandung kemih dan sumbatan pada saluran kencing yang diakibatkan karena batu atau tumor. Kondisi serius bisa dialami seseorang yang kesulitan untuk buang air kecil, jika muncul retensi urine dalam kandung kemih.

Pada umumnya orang yang mengalami kondisi ini akan merasa sangat ingin untuk buang air kecil, namun yang terjadi hanya bisa keluar sedikit. Keadaan ini sangat perlu diperhatikan karena bisa terjadi sewaktu-waktu, ada yang tidak bisa mengeluarkan meskipun sudah tak bisa menahan dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya.

Penyebab Sulit Buang Air Kecil

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Kondisi ini sering terjadi pada pria maupun perempuan, selain susah buang air kecil biasanya juga disertai dengan demam dan nyeri ketika buang air serta buang air kecil menjadi tidak lampias. Sebagian besar kasus dalam kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri Escherichia coli.

Bakteri ini akan menginfeksi saluran kemih jika seseorang kurang bisa menjaga kebersihan alat kelamin, selain itu sering buang air kecil juga menjadi salah satu penyebabnya karena kebiasaan ini membuat bakteri menumpuk di pada saluran kemih dan berkolonisasi.

  1. Keracunan Jengkol

Jangan senang dulu jika gemar mengkonsumsi jengkol, terlalu banyak makan jengkol bisa menyebabkan keracunan. Kondisi ini terjadi karena adanya asam jengkolat yang menumpuk pada saluran kemih, kristal alam jengkolat yang mengendap mengakibatkan sumbatan.

Selain sulit kencing, kondisi bisa memicu terjadinya gagal ginjal akut, gejala keracunan jengkol bisa muncul setelah 5-12 jam mengonsumsi. Pada umumnya akan merasakan mual dan muntah, nyeri pada pinggang, nyeri perut hingga buang air kecil disertai dengan darah.

  1. Batu Saluran Kemih

Kondisi ini terbentuk karena pengendapan garam yang tersaturasi dan membentuk kristal-kristal, bisa karena kurangnya konsumsi air putih, riwayat keluarga, diet tinggi protein hingga mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi.

Biasanya batu yang kecil tidak menunjukkan gejala spesifik, sedangkan batu dengan ukuran 2-3 mm bisa memberi gejala. Gejala yang muncul dapat bervariasi karena tergantung dari letak batu ini berada, salah satunya susah buang air kecil.

  1. Pembesaran Prostat Jinak

Merupakan masalah yang paling sering dialami oleh pria yang sudah berusia 50 tahun ke atas, organ prostat yang membesar menyebabkan uretra terjepit. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul adalah seringnya buang air kecil lebih dari delapan kali dalam sehari.

Pancarannya lemah dan tidak bisa ditahan, terkadang penderita juga harus mengejan saat buang air kecil. Selain itu dalam keadaan tertentu penderita juga tidak bisa buang air kecil sama sekali hingga perut bawah terasa nyeri dan membesar.

  1. Penyempitan Saluran Kemih

Disebut juga striktur uretra dapat menyebabkan seseorang sulit buang air kecil, muncul karena beberapa hal seperti pemasangan kateter urine, pasca operasi prostat, tumor di sekitar uretra, infeksi saluran kemih yang tidak bisa ditangani secara tuntas hingga infeksi menular seksual.

Gejala yang muncul biasanya susah buang air kecil disertai dengan keluarnya darah dan perut terasa nyeri, untuk menangani kondisi ini diperlukan adanya operasi guna membuka saluran yang mengalami penyempitan.

  1. Pasca Persalinan

Disebut juga retensi urine pasca persalinan (RUPP), merupakan nyeri mendadak dan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara spontan dalam 12 jam pasca persalinan spontan. 

Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, seperti neurologis, obat-obatan, peradangan, sumbatan di saluran kemih hingga gangguan pasca operasi. Kondisi ini sangat penting diperhatikan agar tidak mengakibatkan keadaan lebih serius.

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.

Waspadai Gejala Nodul Tiroid, Munculnya Benjolan pada Kelenjar Tiroid

Setiap orang memiliki kelenjar tiroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh serta denyut jantung. Ketika muncul benjolan pada kelenjar ini, maka Anda kemungkinan besar mengalami nodul tiroid.

Nodul tiroid terjadi ketika ada benjolan padat atau benjolan berisi cairan di kelenjar tiroid. Kemunculan benjolan ini bisa terjadi akibat pertumbuhan sel-sel tiroid yang tidak terkendali.

Tanda-tanda gejala nodul tiroid

Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak menimbulkan gejala khusus. Gejala biasanya baru dirasakan ketika kondisi penderita sudah cukup parah. Jika benjolan sudah sangat besar, maka Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Suara parau
  • Nyeri di pangkal leher
  • Gondok atau kelenjar tiroid yang membesar

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menghasilkan tiroksin tambahan. Tiroksin merupakan hormon yang diproduksi dalam kelenjar tiroid. Saat kelenjar tiroid memproduksi tiroksin secara berlebihan, Anda akan mengalami hipertiroidisme. 

Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda akan mengalami gejala hipertiroidisme. Gejala umumnya berupa:

  • Penurunan berat badan drastis
  • Peningkatan produksi keringat
  • Gugup dan gemetar
  • Detak jantung yang sangat cepat atau tidak teratur

Faktor penyebab nodul tiroid

Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali. Tidak diketahui dengan pasti apa yang bisa menyebabkan hal ini. Akan tetapi, diduga ada pengaruh faktor genetik yang kuat dalam menyebabkan kondisi ini.

Ada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, ketika nodul tiroid diasosiasikan dengan beberapa penyakit tertentu. Berikut ini penyakit-penyakit yang diduga turut berkontribusi dalam menyebabkan pertumbuhan sel tiroid tak terkendali:

  • Kekurangan yodium

Tubuh Anda mendapatkan asupan yodium dari makanan. Saat tubuh mengalami kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan memproduksi sel tiroid tanpa bisa dikendalikan.

Biasanya, kekurangan yodium bisa terjadi ketika Anda terbiasa makan tanpa menggunakan garam. 

  • Penyakit tiroid Hashimoto

Penyakit ini merupakan kelainan pada kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan peradangan. Saat kelenjar tiroid meradang, pertumbuhan benjolan di kelenjar tiroid akan semakin besar.

Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan hipotiroidisme, yaitu saat kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. 

  • Kista tiroid

Kista merupakan pertumbuhan rongga yang berisi cairan. Kista ini paling sering disebabkan oleh adenoma tiroid yang merosot.

Umumnya, kista tidak bersifat kanker. Tetapi ada juga kandungan komponen dalam kista yang bisa memicu kanker. Hal ini juga bisa menyebabkan Anda terkena nodul tiroid. 

  • Gondok multinodular

Gondok seringkali dijadikan istilah untuk menggambarkan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam kasus gondok multinodular, terdapat beberapa nodul berbeda di dalam gondok yang tidak diketahui apa penyebabnya.

Komplikasi nodul tiroid

Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, kondisi ini juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas dan mengunyah

Anda akan merasa sulit bernapas dan mengunyah karena benjolan menghambat saluran tenggorokan Anda. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi tiroid dalam jumlah terlalu banyak. Kondisi ini bisa menyebabkan pelemahan tulang serta detak jantung.

  • Risiko operasi 

Dalam kasus parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi. Operasi selalu menimbulkan risiko dan efek samping. Anda mungkin harus menjalani terapi perawatan seumur hidup.

Ketika merasakan gejala nodul tiroid, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini penting supaya Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi.

Kanker Payudara Bisa Terjadi Pada Pria, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Pada perempuan Indonesia, jenis kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker payudara dan kanker serviks. 

Dilihat dari forum kanker di SehatQ, hampir semua pertanyaan terkait dengan kanker payudara. Meski identik pada wanita, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Sekitar 1 dari setiap 100 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker payudara. 

Wanita di atas 50 tahun berisiko terkena kanker payudara

Mengapa pria bisa terkena kanker payudara?

Baik pria maupun wanita memiliki jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar getah bening, jaringan lemak, kelenjar penghasil susu (lobulus), dan saluran yang membawa susu ke puting susu. 

Selama pubertas, wanita mengembangkan lebih banyak jaringan payudara. Karena itulah mereka lebih rentan terkena kanker payudara. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan pria mengembangkan kanker payudara. Hanya saja kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara membelah lebih cepat dari sel yang sehat. Sel membentuk tumor yang dapat menyebar ke jaringan terdekat, seperti kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. 

Jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria sama seperti pada wanita, yaitu:

  • Karsinoma duktal: Hampir semua kasus kanker payudara pria adalah karsinoma duktal. Sel kanker mulai berkembang di saluran susu lalu menyebar ke area lainnya.
  • Karsinoma lobular: Sel kanker dimuliad di kelenjar penghasil susu. Ini merupakan jenis kanker payudara yang jarang terjadi pada pria.
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS): Kanker dipicu oleh penyakit payudara, seperti penyakit Paget pada puting.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang membuat seorang pria lebih rentan terkena kanker payudara:

  • Riwayat keluarga

Sekitar 1 dari 5 pria pengidap kanker payudara memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

  • Mutasi genetik

Mutasi pada gen tertentu, seperti seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara. Ini menjelaskan kenapa pria dengan anggota keluarga terkena kanker payudara berisiko terkena lebih tinggi.  

  • Usia

Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar didiagnosis pada usia 50 hingga 60 tahun.

  • Menjalani pengobatan atau terapi

Pria yang menjalani terapi radiasi pada dada atau perawatan obat yang mengandung hormon estrogen (untuk mengobati kanker prostat) memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Faktor gaya hidup

Minum 2 atau lebih minuman beralkohol per hari bisa membuat seseorang berpeluang lebih tinggi mengidap kanker payudara. Namun faktor ini harus diteliti lebih lanjut pada pria. 

Kurang olahraga juga dan mengalami kegemukan juga meningkatkan risiko pria terkena penyakit tersebut.

  • Kondisi medis

Sindrom Klinefelter adalah kondisi dimana anak laki-laki memiliki lebih dari satu salinan kromosom X. 

Sindrom Klinefelter menyebabkan testis berkembang secara abnormal, dan meningkatkan produksi hormon wanita (estrogen). Akibatnya mereka lebih rentan terkena kanker payudara.

Penyakit sirosis hati juga dapat menurunkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Tanda kanker payudara pada pria

Terkadang pria yang didiagnosis kanker payudara tidak mengalami gejala khusus. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Terdapat benjolan, bengkak, atau penebalan di jaringan payudara yang tidak terasa menyakitkan. Karena pria memiliki lebih sedikit jaringan payudara, benjolan akan lebih mudah terasa
  • Perubahan pada kulit di sekitar payudara, seperti kulit berkerut atau lesung pipit pada kulit payudara
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, atau puting yang seperti berputar ke dalam
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Nyeri di area puting

Seringkali, gejala di atas juga bukan mengindikasikan kanker payudara tapi menunjukkan kondisi medis lain yang bukan kanker. Jika Anda ragu, Anda bisa bertanya secara anonim di forum kanker SehatQ.

Catatan

Tanyakan masalah kesehatan terkait kanker di forum kanker SehatQ yang memungkinkan Anda berdiskusi terkait hal tersebut dengan dokter berpengalaman. Anda juga bisa chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tuberous Sclerosis, Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Seluruh Bagian Tubuh

Tuberous sclerosis adalah penyakit langka yang menyebabkan tumor, atau pertumbuhan di otak dan organ lainnya. Pertumbuhan ini bisa terjadi pada kulit, ginjal, mata, jantung, ataupun paru-paru penderita. 

Namun, Anda tak perlu khawatir, tuberous sclerosis termasuk dalam tumor yang sangat jinak (non-kanker). Tapi apakah penyakit ini dapat diobati atau dihindari? Nah, berikut penjelasannya!

Bagaimana tuberous sclerosis ini muncul?

Tanda pertama tuberous sclerosis dapat terjadi saat seseorang baru lahir. Orang lain mengalami gejala hal ini seiring berjalannya waktu. Beberapa tanda pertama adalah kejang dan bintik-bintik pada kulit. Beberapa penderita mungkin akan mengalami masalah belajar atau kejang yang sulit dikendalikan.

Tuberous sclerosis mempengaruhi setiap  1 dari 6.000 bayi yang baru lahir. gangguan ini terjadi baik pada anak laki-laki ataupun perempuan dan pada orang-orang dari semua rasa tau kelompok tertentu. Jadi, semua orang berpotensi terkena tuberous sclerosis. 

Gejala tuberous sclerosis

Dokter mungkin akan mencurigai tuberous sclerosis jika bayi Anda memiliki kondisi yang disebut jantung rhabdomyomas (tumor jantung yang jinak) saat lahir. Tanda lain pada bayi adalah mengalami kejang, terutama sejenis kejang-kejang disebut kejang infantile. 

Beberapa tanda tuberous sclerosis dapat muncul di kemudian hari di masa kanak-kanak atau bahkan hingga dewasa. Gejalanya termasuk:

  • Bintik putih pada kulit (disebut makula hipopigmentasi) yang bersinar di bawah lampu khusus 
  • Sebuah ruam di wajah (disebut angiofibroma wajah) yang mungkin terlihat seperti jerawat
  • Masalah dengan ginjal (terkait dengan pertumbuhan di ginjal)
  • Area kulit sangat tebal, seringkali terdapat dibagian punggung
  • Tumbuh di bawah atau di sekitar kuku
  • Gigi berlubang
  • Batuk atau sesak napas
  • Cacat mental
  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan spektrum autism

Namun, gejala ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala ringan. Mereka memiliki kecerdasan normal dan tidak mengalami kejang. Orang lainnya mungkin memiliki cacat intelektual dan kejang yang sulit dikendalikan. 

Apa penyebab tuberous sclerosis?

Tuberous sclerosis adalah a genetik kondisi. Perubahan (atau mutasi) baik di TSC1 atau TSC2 gen menyebabkan penyakit. Karena sifat genetik, dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, atau diwariskan ketika mereka lahir. 

jika salah satu orang tua menderita tuberous sclerosis, setiap anak yang lahir dari orang tua tersebut memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi penyakit tersebut. Tetapi pada kebanyakan kasus penyakit, tidak ada riwayat keluarga, maka kemungkinan dari mutasi yang menyebabkannya. 

Lalu, dapatkan tuberous sclerosis dicegah atau dihindari?

Hingga saat ini tidak ad acara yang diketahui untuk mencegah atau menghindari tuberous sclerosis. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter keluarga. Ia dapat merujuk ke konselor genetik atau ahli genetika medis, untuk membantu Anda dan pasangan memutuskan apa yang harus dilakukan. 

Pengobatan tuberous sclerosis

Pada dasarnya tidak ada obat tuberous sclerosis. Tetapi dokter Anda dapat mengobati banyak gejala yang dialami oleh penderita. Meliputi:

  • Obat yang dapat membantu mengontrol beberapa kejang. Beberapa anak mungkin memerlukan pembedahan pada otak mereka untuk membantu mengatasi kejang. 
  • Pertumbuhan kecil di wajah dapat dihilangkan dengan perawatan laser, meskipun cenderung akan muncul kembali.
  • Tumor otak bisa diobati dengan obat.
  • Tumor ginjal sering diobati dengan pembedahan.
  • Jika anak Anda memiliki masalah perkembangan, terapi bisa membantu Anda dan anak. Jika mereka terus memiliki kecacatan intelektual, mereka mungkin memerlukan pendidikan khusus.  

Tuberous sclerosis adalah kondisi penyakit seumur hidup. Banyak orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan secara normal. Gejala mereka ringan dan atau bisa diobati oleh dokter mereka. Namun, jika gejala lebih parah, penyakit ini dapat berdampak lebih besar pada penderitanya. 

Siapapun yang menderita tuberous sclerosis berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tumor otak atau ginjal lesi. Itulah mengapa penting untuk menemui dokter Anda secara teratur. Ia dapat membantu memantau gejala Anda dan mendeteksi komplikasi sejak dini.