Category: Penyakit

Jenis-Jenis Insulin untuk Pengobatan Diabetes

Selain menjalani pengobatan diabetes, mengonsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu Anda mengelola kadar gula. Pengobatan diabetes memang harus berjalan seiring dengan gaya hidup yang sehat untuk mencegah risiko penyakit komplikasi dari diabetes. 

Jenis-Jenis Pengobatan Diabetes

Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, namun Anda dapat mengontrol dan mencegah risiko bahaya akibat diabetes. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan diabetes sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Ada beberapa jenis pengobatan diabetes berdasarkan jenis diabetes yang Anda alami, yaitu: 

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan sistem imun tubuh (autoimun), sehingga pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau tidak memproduksi insulin sama sekali. Selain kondisi medis, riwayat penyakit keluarga (genetik) juga menjadi faktor penyebab risiko diabetes tipe 1. 

Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan asupan insulin seumur hidupnya, sehingga setiap harinya harus mengonsumsi obat-obatan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan insulin, penderita diabetes 1 perlu mengonsumsi obat-obatan, injeksi insulin, dan pompa insulin untuk bertahan hidup. Selain itu, penderita diabetes 1 juga perlu memeriksa kadar gula darah setiap saat untuk memantau kadar gula darah dan memastikan dalam kadar yang normal. 

2. Diabetes tipe 2

Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan umumnya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Penderita diabetes tipe 2 dapat memproduksi insulin secara cukup namun tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan penumpukan glukosa dalam gula darah.

Penderita diabetes tipe 2 membutuhkan obat diabetes untuk mengontrol gula darah dan disarankan untuk mengubah gaya hidup agar lebih sehat. Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi untuk menjaga gula darah tetap stabil seperti:

  • SGLT2
  • Metformin
  • Meglitinides
  • Sulfonylureas
  • GLP-1
  • dan injeksi insulin jika diperlukan.

3. Diabetes gestasional

Penderita diabetes gestasional akan disarankan untuk mengontrol kadar gula terlebih dahulu dengan menjalankan diet sehat dan olahraga. Jika hal tersebut tidak berhasil maka dokter akan memberikan obat-obatan diabetes seperti insulin atau pil metformin yang aman dikonsumsi selama kehamilan. 

Jenis-Jenis Insulin

Insulin tidak dapat dikonsumsi secara oral untuk menurunkan gula darah karena enzim lambung dapat mengganggu kerja insulin. Seringkali insulin disuntikkan menggunakan jarum halus dan jarum suntik atau pena insulin.

Beberapa jenis insulin tersedia tersedia di apotek terdekat namun hanya bisa digunakan sesuai anjuran dokter. Setiap jenis insulin memiliki efek dan cara kerja yang berbeda mulai bekerja yang dikenal sebagai “onset”.

Sebagian besar jenis insulin dapat bekerja hingga puncaknya sehingga dapat menurunkan gula darah dengan cepat. Kemudian efek insulin akan hilang selama beberapa jam atau lebih. Berdasarkan kecepatan dan durasi kerjanya, insulin terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

1. Rapid – Acting

Obat ini dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan bekerja selama 1-5 jam.  Umumnya dikombinasikan dengan insulin long-acting.

  • Onset 15-30 menit
  • Peak 30-90 menit

2. Short – Acting 

Obat ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan insulin, dikonsumsi setelah makan 30-60 menit. Durasi kerja obat ini 2-8 jam.

  • Onset ½ – 1 jam 
  • Peak 2-5 jam 

3. Intermediate – Acting

Digunakan untuk memenuhi kebutuhan insulin selama setengah hari atau sepanjang malam dan biasa dikombinasikan dengan obat lain.

  • Onset 1-2 ½ jam
  • Peak 3 – 12 jam

Catatan

Ikuti saran dokter tentang kapan dan bagaimana cara menggunakan insulin. Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin juga merekomendasikan insulin premix yang merupakan campuran dari dua jenis insulin. Beberapa jenis insulin harganya lebih mahal daripada yang lain, jadi bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan insulin jika Anda khawatir tentang biaya.

Mengenal Macam-macam Kelainan Pada Ginjal

Ginjal merupakan organ penting yang ada pada tubuh manusia yang berfungsi membuang limbah (seperti racun) dan kelebihan cairan yang akan dikeluarkan melalui urin. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk menyeimbangkan cairan tubuh, mengontrol tekanan darah hingga mengontrol produksi sel darah merah. Kelainan pada ginjal bisa membuat kinerja berbagai organ tubuh mendapatkan berbagai masalah.

Macam-macam Kelainan Pada Ginjal

Kelainan pada ginjal dapat diuji dengan berbagai tes darah, biopsi ginjal, tes pencitraan dan tes urin. Tes urin meliputi urinalysis, protein urin, klirens kreatinin dan mikro albuminuria. Sedangkan tes pencitraan berupa CT scan dan ultrasound.

Ada berbagai macam kelainan pada ginjal, berikut penjelasannya.

Ada tidaknya kista di ginjal perlu diagnosis dari dokter
  1. Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik (PKD) adalah kelainan pada ginjal yang disebabkan penyakit turunan. Penyakit ini menyebabkan kista berisi cairan terbentuk pada ginja dan dapat mengganggu fungsi ginjal hingga akhirnya menyebabkan gagal ginjal.

Banyak orang yang menderita penyakit ginjal polikistik selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala spesifik. Gejala awal penyakit ini meliputi:

  • Rasa sakit atau nyeri di perut
  • Darah dalam urin
  • Sering buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Batu ginjal
  • Rasa sakit pada bagian punggung
  • Kulit mudah memar dan kulit berwarna pucat
  • Nyeri sendi
  • Mudah lelah

Sedangkan pada anak-anak gejala ginjal polikistik mencakup:

  • Tekanan darah tinggi
  • Infeksi saluran kemih
  • Sering buang air kecil

Pengobatan penyakit ginjal polikistik bertujuan untuk meminimalisir komplikasi, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan mengontrol tekanan darah. Selain itu, penderita juga bisa melakukan pengobatan seperti:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang aman untuk ginjal.
  • Mengonsumsi obat tekanan daran dan antibiotik untuk mengatasi ISK
  • Diet rendah natrium
  • Operasi untuk mengeringkan kista
  • Mengonsumsi obat diuretik untuk membantu menghilangkan kelebihan cairan
  1. Kista Ginjal

Merupakan kondisi dimana terdapat kantung berisi cairan yang tumbuh pada ginjal. Kista bisa berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Namun ada juga kista yang bisa tumbuh besar seukuran bola tenis yang bisa menyebabkan rasa sakit karena dapat menekan organ di sekitarnya.

Ada dua macam kista yaitu kista sederhana dan kista dari penyakit ginjal polikistik. Kista sederhana bisa tidak menimbulkan gejala namun jika sudah tumbuh besar bisa menyebabkan gejala seperti:

  • Demam
  • Nyeri di punggung atau samping antara tulang rusuk dan panggul
  • Sakit di perut bagian atas
  • Perut membesar
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Adanya darah dalam urin
  • Urin berwarna gelap

Hingga kini dokter tidak bisa memastikan apa yang menyebabkan munculnya kista sederhana. Untuk pengobatannya pun ada dua pilihan dengan skleroterapi yaitu metode untuk mengeringkan kista atau operasi pengangkatan kista.

  1. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis (GN) adalah peradangan pada glomeruli yang salah satunya dapat disebabkan oleh kondisi autoimun. Glomeruli berperan untuk menyaring cairan dan membuang limbah dalam tubuh. Jika glomeruli rusak, maka ginjal bisa berhenti bekerja sehingga penderita bisa mengalami gagal ginjal. Glomerulonefritis adalah penyakit serius yang bisa mengancam jiwa dan perlu mendapatkan perawatan medis.

Glomerulonefritis jika sudah kronis dapat menimbulkan gejala seperti:

Beberapa gejala termasuk:

  • Munculnya darah dalam urin
  • Kekanan darah tinggi
  • Bengkak di pergelangan kaki dan wajah
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Urin berbuih atau berbusa karena kelebihan protein
  • Sakit perut
  • Mimisan

Pengobatan untuk penyakit glomerulonefritis kronis, mengharuskan penderita untuk mengurangi konsumsi protein, garam dan kalium dalam makanan. Serta memperhatikan konsumsi cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Itulah beberapa kelainan pada ginjal yang harus Anda ketahui. Jika Anda merasakan beberapa gejala yang menjurus pada suatu penyakit kelainan ginjal, jangan ragu untuk langsung berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Begini Cara Mengatasi Kram Otot Perut Pada Saat Hamil

Kram otot perut saat hamil tentunya sering terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya juga berbeda-beda, mulai dari perubahan hormonal sampai terjadinya kelainan pada Rahim. Walaupun hal ini sering terjadi, kram otot perut saat hamil tentunya harus hati-hati agar tak terjadi gangguan atau hal tak diinginkan. 

Banyak sekali ibu muda yang baru pertama kali mempunyai buah hati akan kandungan di dalam perutnya. Kram otot perut saat hamil tentunya menjadi kondisi yang normal, tetapi kamu banyak ibu-ibu mengindikasikan akan hal tersebut berbahaya seperti keguguran.

Penyebab kram otot perut saat hamil yang perlu diketahui

Penyebab kram otot perut saat hamil yang biasanya terjadi, antara lain:

1. Permasalahan pada lambung

Masalah pada lambung yang bergas atau kembung saat kamu mengandung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh peningkatan hormone progesterone, yakni hormone yang membuat otot-otot kamu berelaksasi, termasuk pada saluran pencernaan kamu. Hal ini mengakibatkan sistem pencernaan kamu menjadi lambat dan adanya tekanan pada rahin serta usus. Kondisi ini sebabkan kamu merasakan kram otot perut akibat gas, kembung, ataupun sembelit. 

Buang air yang besar atau buang gas kemungkinan akan sedikit membantu kamu untuk mengatasi kondisi ini saat hamil. Kamu harus mengkonsumsi makanan yang berserat, makan sedikit tetapi sering, dan konsumsi air mineral secukupnya agar mengurangi rasa sembelit.

2. Kram saat berhubungan seksual

Kram setelah melakukan hubungan seksual tentunya menjadi hal yang sangat normal. Kondisi ini tak berbahaya dan tidak menyakiti janin yang ada di dalam kandungan. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena peningkatan aliran darah di bagian panggul ataupun kontraksi rahim yang normal selama berhubungan seksual.

3. Munculnya Braxton Hicks

Braxton Hicks atau kontraksi palsu biasanya terjadi pada usia kandungan sekitar 20 minggu. Kondisi ini terjadi untuk mempersiapkan rahim dalam menghadapi persalinan. Kram otot perut sering muncul saat kamu mengandung dan tidak diduga-duga. Biasanya kontraksi ini akan bereaksi selama 20 sampai 60 detik. Tetapi, hal ini kamu tak perlu khawatir. 

4. Peregangan ligamen

Saat kamu memasuki trimester kedua, kondisi perut saat hamil biasanya akan menyebabkan rasa nyeri ligamen bulat. Ligamen ini berfungsi di pangkal ligamen koroner yang terhubung hati dengan diafragma. Ligament bulat ini merupakan  otot yang menopang rahim. Saat ligament renggang, kram otot perut akan muncul dan kamu pun akan merasakan sakit di bagian bawah perut. 

Cara Mengatasi Kram Otot Perut Saat Hamil

Pada saat kamu mengalami kram otot perut ketika hamil tentunya harus istirahat. Kamu dapat mencoba hal-hal berikut ini untuk meringankan kondisi ini, yaitu:

  • Berbaring dan duduk sebentar. Lakukan dengan cara berbaring pada posisi yang berlawanan dengan rasa sakit. Kamu dapat luruskan kaki. 
  • Mandilah dengan air hangat.
  • Kompres bagian perut yang sedang mengalami kram perut.
  • Cobalah dengan posisi yang tenang dan jangan tegang.
  • Minumlah air mineral secukupnya agar terhindar dari Braxton Hicks.
  • Lakukan pergerakan dengan beberapa gerakan secara perlahan untuk mengatasi kram yang kemungkinan disebabkan oleh lambung bergas.

Apakah harus konsultasi ke dokter?

Walaupun kondisi kram perut menjadi hal wajar, tetapi kram otot perut saat hamil juga berdampak serius dari beberapa penyakit yang sering terjadi pada ibu hamil. 

  • Kehamilan ektopik
  • Preeclampsia
  • Kelahiran bayi prematur
  • Infeksi saluran kemih
  • Keguguran

Untuk itu, kamu jangan ragu untuk konsultasikan oleh dokter kandungan agar segera ditangani secepatnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kenali 5 Jenis Pemeriksaan Gula Darah!

Pemeriksaan gula darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula (glukosa) dalam darah. Ada macam-macam pemeriksaan atau tes gula darah, dan tujuannya bukan hanya untuk mendiagnosis penyakit diabetes, tapi juga untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol dengan baik.

Cek gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat tes gula darah

Meski tes gula darah umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, Anda juga bisa melakukan tes ini di rumah menggunakan alat glukometer. Caranya cukup dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah, lalu meneteskannya pada strip glukosa yang terpasang di glukometer. Hasilnya akan terlihat dalam 10-20 detik.

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, pemeriksaan gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis pemeriksaan atau tes, yaitu

  1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memperhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya kadar gula darah orang yang lemas atau pingsan.

  1. Tes gula darah puasa

Ini merupakan tes gula darah yang mengharuskan Anda untuk berpuasa (biasanya 8 jam) sebelum melakukan tes, agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Tes gula darah puasa ini umumnya digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Berikut kategori kadar gula darah menurut hasil cek gula darah puasa.

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L)
  • Prediabetes: antara 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L).
  • Diabetes: 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.
  1. Tes gula darah 2 jam setelah makan (post prandial test)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya setelah 2 jam. Setelah 2-3 jam, gula darah akan turun kembali ke kondisi normal. 

Tes gula darah post prandial dilakukan 2 jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan postprandial blood glucose test.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Diabetes: 180 mg/dl atau lebih
  1. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes glikohemoglobin atau tes HbA1c adalah pengukuran gula darah jangka panjang. Tes gula darah ini memungkinkan dokter untuk mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan gula darah ini mengukur persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah oksigen pembawa protein dalam sel darah merah. Semakin tinggi hemoglobin A1c, semakin tinggi pula tingkat gula darah. Berikut adalah cara membaca hasil tes gula darah HbA1c.

  • Diabetes: 6,5% atau lebih dan telah dilakukan lebih dari satu kali
  • Prediabetes: 5,7-6,7%
  • Normal: kurang dari 5,7%
  1. Tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test, OGTT)

Tes toleransi glukosa oral dilakukan setelah 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan. Sebelum melakukan cek gula darah oral, Anda juga perlu berpuasa setidaknya 8 jam.

Namun, ada juga yang prosedur tes gula darah oral yang pengambilan sampelnya dilakukan 1 jam setelah minum cairan glukosa dan 2 jam kemudian setelah meminum cairan untuk kedua kalinya. Tes gula darah ini memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa, tapi biasanya biayanya lebih mahal. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan toleransi gula darah oral.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl (7.8 sampai 11 mmol/L)
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

Jadi, itulah 5 jenis pemeriksaan gula darah yang perlu Anda ketahui. Waktu terbaik melakukan pemeriksaan gula darah biasanya pagi hari, setelah dan sebelum makan, serta di malam hari sebelum tidur. Namun hal ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, terutama penderita diabetes yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Penyebab Munculnya Benjolan di Punggung! Apakah Berbahaya?

Benjolan di punggung umumnya tidak berbahaya. Munculnya benjolan di punggung dapat terjadi dari sejumlah kondisi, termasuk infeksi, reaksi alergi, gangguan kulit, dan kanker kulit. Benjolan kulit dapat bervariasi dalam penampilan dan jumlah tergantung pada penyebabnya. Kondisi ini mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit Anda atau warna yang berbeda. Beberapa orang mungkin merasakan gatal, benjolan dengan ukuran besar, atau kecil, keras atau lembut dan bergerak. Benjolan di punggung bisa terjadi karena banyak faktor seperti berikut.

1. Limfatik

Kelenjar getah bening mengandung sel kekebalan untuk melawan infeksi dan menyaring zat berbahaya dari tubuh. Ketika nodus terinfeksi, mereka dapat membengkak dan menghasilkan benjolan yang teraba. Jika pembengkakan kelenjar getah bening menyebabkan benjolan di punggung, Anda mungkin juga mengalami nyeri ketika ditekan dan demam.

2. Kista kulit

Kista adalah kantung atau benjolan kecil, berisi cairan, udara, lemak, atau bahan lain, yang mulai tumbuh di suatu tempat di tubuh tanpa alasan yang jelas. Umumnya kista ini terbentuk tepat di bawah kulit. Diyakini bahwa kista kulit terbentuk di sekitar sel keratin yang terperangkap dan membentuk lapisan luar kulit yang relatif keras.

Kista ini tidak menular. Siapa pun bisa mendapatkan kista kulit, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki jerawat, atau memiliki luka pada kulit. Gejalanya muncul benjolan kecil bulat di bawah kulit. Kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit kecuali terinfeksi, ketika benjolan tersebut mulai memerah, sakit dan mengandung nanah.

3. Lipoma

Lipoma adalah kata yang diterjemahkan sebagai “tumor lemak”, tetapi lipoma bukanlah kanker. Ini hanyalah pertumbuhan lemak antara lapisan otot dan kulit di atasnya. Penyebab pastinya tidak diketahui. Lipoma paling sering muncul setelah usia 40 tahun. Gejalanya termasuk benjolan lembut dan mudah digerakkan di bawah kulit, sekitar dua inci. 

Lipoma tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika pertumbuhannya mengiritasi saraf di sekitarnya. Lipoma paling sering ditemukan di punggung, leher, dan perut, dan kadang-kadang lengan dan kaki bagian atas. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika muncul pertumbuhan baru atau tidak biasa, untuk memastikannya jinak.

4. Abses kulit

Abses kulit adalah kantong besar nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak. Tubuh melawan invasi dengan sel darah putih, yang membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi tetapi membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

Gejalanya meliputi benjolan nanah yang besar, merah, bengkak, dan nyeri di bagian tubuh mana pun di bawah kulit. Mungkin Anda merasakan demam, kedinginan, dan nyeri tubuh akibat infeksi. Jika tidak diobati, ada risiko abses membesar, menyebar, dan menyebabkan penyakit serius.

5. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang tumbuh lambat. Kanker kulit terbagi menjadi dua kelompok besar non-melanoma dan melanoma. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit non-melanoma. Gejala utamanya adalah benjolan di wajah berwarna merah muda atau merah, benjolan kecil di wajah, benjolan di wajah yang menyakitkan, benjolan di wajah sebesar kelereng, perubahan kulit yang konstan.

6. Jerawat

Jerawat juga disebut komedo, bintik-bintik, noda, atau muncul benjolan di punggung “jerawat”. Secara medis, kondisi ini adalah erupsi kulit kecil berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat sering kali pertama kali muncul saat pubertas, ketika hormon meningkatkan produksi minyak di kulit dan terkadang menyumbat pori-pori. Paling rentan adalah remaja dari sekitar usia 13 hingga 17 tahun.

Gejalanya meliputi pori-pori tersumbat yang mungkin tampak datar dan hitam di permukaan, karena minyak menjadi gelap saat terkena udara; pori-pori tersumbat yang tampak putih di permukaan karena tertutup oleh sel-sel kulit mati; atau bengkak, kuning-putih, melepuh berisi nanah yang dikelilingi oleh kulit yang memerah.

Lakukan Hal Ini Sebelum Melakukan Resusitasi Jantung Paru

resusitasi jantung paru

Resusitasi Jantung Paru sering disebut dengan cardiopulmonary resuscitation (CPR) yang merupakan teknik penyelamatan nyawa dan berguna dalam banyak keadaan darurat. Mulai dari serangan jantung atau hampir tenggelam, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang berhenti. The American Heart Association merekomendasikan agar semua orang, baik yang terlatih, maupun tidak terlatih dan tenaga medis wajib memulai CPR dengan kompresi dada.

Berikut saran dari American Heart Association sebelum melakukan teknik resusitasi jantung paru atau CPR.

Tak terlatih

Jika Anda tidak terlatih dalam CPR, berikan CPR menggunakan tangan. Artinya Anda harus kompresi dada tanpa gangguan selama 100 hingga 120 menit sampai paramedis tiba. Anda tidak perlu mencoba menyelamatkan pernapasan, tetapi, cobalah untuk memberikan tekanan menggunakan tangan.

Orang yang sudah terlatih 

Jika Anda terlatih dengan baik dan percaya diri dengan kemampuan, cobalah untuk periksa apakah ada denyut nadi dan pernapasan. Jika tidak ada pernapasan atau denyut nadi dalam 10 detik, mulailah kompresi dada. Mulailah CPR dengan 30 kompresi dada sebelum memberikan dua napas buatan.

Selain itu, buat Anda yang sebelumnya pernah menerima pelatihan CPR tetapi tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki, cobalah lakukan saja kompresi dada dengan kecepatan 100 hingga 120 per menit.

Tips di atas berlaku untuk orang dewasa, anak-anak, dan bayi yang membutuhkan CPR, tetapi tidak untuk bayi baru lahir (bayi hingga usia 4 minggu).

CPR dapat membuat darah beroksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya hingga perawat medis yang lebih pasti dapat memulihkan ritme jantung yang normal. Saat jantung berhenti, kekurangan darah beroksigen dapat menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Seseorang bisa mati dalam delapan sampai 10 menit.

Untuk mempelajari CPR dengan benar, ikuti kursus pelatihan pertolongan pertama yang terakreditasi, termasuk CPR dan cara menggunakan defibrillator eksternal otomatis (AED). Jika Anda tidak terlatih sebaiknya segera hubungi tenaga medis dan ambulan. Petugas operator dapat menginstruksikan Anda tentang prosedur yang benar sampai bantuan tiba.

The American Heart Association menggunakan huruf C-A-B – kompresi, jalan napas, pernapasan – untuk membantu orang mengingat urutan melakukan langkah-langkah CPR.

Kompresi adalah teknik mengembalikan sirkulasi darah. Anda dapat melakukan resusitasi jantung paru atau CPR dengan cara:

  • Meletakkan orang tersebut dengan bagian tubuh menghadap atas dengan permukaan yang rata. 
  • Anda dapat berlutut di samping leher dan bahu orang tersebut.
  • Letakkan salah satu tangan di tengah dada orang tersebut, tepat di antara puting susu.
  • Letakkan tangan Anda yang lain di atas tangan pertama. 
  • Jaga siku tetap lurus dan posisikan bahu tepat di atas tangan.
  • Gunakan berat tubuh bagian atas Anda (bukan hanya lengan).
  • Saat menekan (mengompres) dada setidaknya 2 inci (sekitar 5 centimeter) tetapi tidak lebih dari 2,4 inci (sekitar 6 centimeter). 
  • Dorong keras dengan kecepatan 100 hingga 120 kompresi per menit.

Jika Anda belum terlatih dalam CPR, lanjutkan penekanan dada sampai ada tanda-tanda pergerakan atau sampai petugas medis darurat mengambil alih. Jika Anda telah terlatih dalam CPR, lanjutkan dengan membuka jalan napas dan pertolongan pernapasan dengan cara buka jalan nafas.

Jika Anda terlatih dalam CPR dan telah melakukan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas orang tersebut menggunakan manuver head-tilt, chin-lift. 

  • Letakkan telapak tangan Anda di dahi orang tersebut dan miringkan kepalanya ke belakang dengan lembut. 
  • Kemudian dengan tangan lainnya, angkat dagu ke depan secara perlahan untuk membuka jalan napas.

Terakhir adalah teknik bernapaslah untuk orang tersebut. Pernapasan penyelamat bisa berupa pernapasan mulut ke mulut atau pernapasan mulut ke hidung jika mulut terluka parah atau tidak bisa dibuka. Anda dapat melakukannya dengan cara:

  • Membuka jalan napas dengan cara memiringkan kepala, mengangkat dagu, tutup lubang hidung untuk pernapasan mulut ke mulut dan tutupi mulut korban dengan mulut Anda.
  • Bersiaplah untuk memberikan dua napas penyelamat. 
  • Berikan napas penyelamatan pertama tahan satu detik dan perhatikan apakah dada terangkat. 
  • Jika memang naik, berikan napas kedua. 
  • Jika dada tidak naik, ulangi gerakan memiringkan kepala, mengangkat dagu, lalu memberikan napas kedua. 
  • Tiga puluh kompresi dada diikuti dengan dua napas buatan dianggap sebagai satu siklus.
  • Berhati-hatilah untuk tidak memberikan terlalu banyak napas atau bernapas dengan terlalu banyak tenaga.
  • Lanjutkan penekanan dada untuk memulihkan sirkulasi.- Lanjutkan resusitasi jantung paru sampai ada tanda-tanda atau pengambilalihan tenaga medis darurat.

Tanya Dokter Urologi untuk Masalah Saluran Kemih, Yuk!

Dokter spesialis urologi adalah salah satu dokter dengan spesialisasi pada gangguan di saluran kandung kemih, saluran reproduksi, serta gangguan pada ginjal. Jadi, jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda tadi ada baiknya untuk berkonsultasi atau tanya dokter urologi.

Namun, apa sebenarnya urologi itu sendiri? Nah, untuk mengetahui dengan jelas apa itu urologi dan masalah kesehatan apa saja yang terkait dengan dokter urologi. Berikut penjelasannya. 

Apa itu urologi?

Ahli urologi atau dokter spesialis urologi adalah salah satu dokter yang mempraktikkan sejenis pengobatan yang disebut urolog. Mereka berspesialisasi dalam merawat kondisi kesehatan yang berhubungan dengan saluran kemih pria dan wanita. Itu termasuk dengan semua organ dan bagian tubuh lainnya di sepanjang jalur keluarnya urin dari tubuh. Organ-organ tersebut adalah:

  • Kandung kemih 
  • Ginjal
  • Ureter, saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih
  • Uretra, saluran keluarnya urin (pada pria, air mani juga keluar dari uretra)

Ahli urologi juga merawat organ intim pria, termasuk penis, prostat, skrotum, dan testis (buah zakar) 

Mengapa Anda perlu mengunjungi dokter urologi?

Mengunjungi untuk berkonsultasi atau tanya dokter urologi melalui chat melalui aplikasi kesehatan adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan jika mengalami gejala yang berkaitan dengan saluran kemih. 

Pasalnya, mereka dapat menangani masalah yang memengaruhi organ dalam, dan juga organ seks wanita. Karena, masalah saluran kemih sering memngaruhi bagian tubuh lain. Banyak ahli urologi menangani berbagai masalah saluran kemih. Namun, beberapa berspesialisasi dalam masalah tertentu. Ada beberapa spesialisasi urologi yang berbeda, meliputi: 

  • Kalkuli, yang mengobati batu saluran kemih
  • Urologi wanita
  • Pria infertilitas
  • Neurourology, yang berfokus pada masalah saraf yang memengaruhi saluran kemih
  • Urologi pediatric (atau anak-anak)
  • Transplantasi ginjal
  • Onkologi urologi, yang mengobati kanker saluran kemih

Ahli urologi juga dapat membantu beberapa masalah, seperti:

  • Disfungsi ereksi 
  • Ketidakmampuan menahan kencing (inkontinensia), termasuk mengompol dan kandung kemih terlalu aktif
  • Masalah dengan dasar panggul wanita, otot yang menopang kandung kemih, rektum, dan vagina, yang bisa menjadi lemah dan memungkinkan vagina atau organ lain tergelincir dari posisi normalnya. 
  • Penyakit Peyronie, yang menyebabkan jaringan parut di dalam penis yang menyebabkan ereksi yang menyakitkan dan/atau melengkung
  • Masalah prostat

Ahli urologi juga melakukan vasektomi. Itu adalah operasi untuk pria yang menghalangi sperma mencapai air manis dan mencegah kehamilan. 

Kapan Anda harus mengunjungi dokter urologi?

Memiliki salah satu dari gejala di bawah ini, berarti menunjukkan Anda memiliki masalah pada saluran kemih. Mungkin Anda bisa tanya dokter urologi terlebih dahulu via chat aplikasi kesehatan atau langsung mengunjungi untuk berkonsultasi. Beberapa gejala atau tandanya meliputi:

  • Adanya darah dalam urin
  • Kebutuhan yang sering atau mendesak untuk buang air kecil
  • Nyeri di punggung bawah, panggul, atau samping
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kebocoran urin 
  • Aliran urin lemah, dribbling

Anda juga harus menemui ahli urologi jika Anda seorang pria dan Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Hasrat seksual yang menurun
  • Benjolan di testis
  • Kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi

Jadi, ketika Anda memiliki salah satu gejala atau beberapa tanda masalah di atas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter urologi untuk berkonsultasi dan membicarakan tindakan selanjutnya jika Anda memiliki masalah yang harus diperbaiki. Atau, sebelumnya Anda dapat tanya dokter urologi terlebih dahulu via chat aplikasi kesehatan sebelum mendatangi dokter urologi secara langsung. 

Tak Hanya Pria Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Menderita Penyakit Penis

Penyakit pada penis bisa dialami baik oleh anak-anak maupun pria dewasa. Ada juga kondisi yang merupakan bawaan lahir. Beberapa penyakit penis adalah ringan dan tidak perlu dikhawatirkan, namun sebagian lainnya membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi serius.  Berikut ini beberapa masalah pada penis yang bisa terjadi pada anak-anak.

Penyakit penis yang menyebabkan kemandulan
  1. Phimosis dan paraphimosis

Phimosis atau fimosis adalah penyempitan pembukaan kulup sehingga kulup sulit ditarik ke ujung penis. Sedangkan paraphimosis terjadi saat kulup yang ditarik ke mahkota penis tidak bisa dikembalikan ke posisi semula.

Kedua kondisi tersebut umum terjadi pada anak laki-laki, terutama bayi (karena kulupnya masih rapat), dan pria dewasa yang belum disunat. 

Dalam kebanyakan kasus, fimosis yang terjadi pada masa kanak-kanak bisa sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Pada usia 17 tahun, kulup sudah lebih mengendur sehingga kondisi tersebut bisa ditangani dengan mudah. 

Namun jika sampai remaja mereka tidak bisa menarik kulup, maka dibutuhkan perawatan. Fimosis dan parafimosis yang tidak diobati saat dewasa dapat menyebabkan bekas luka, terganggunya aliran darah di penis sehingga penis bengkak, serta sulit ejakulasi dan nyeri saat buang air kecil.

Perawatan untuk phimosis dan paraphimosis meliputi penggunaan krim steroid atau sunat.

  1. Lesi penis

Lesi penis adalah kondisi dimana jaringan pada penis berubah akibat infeksi atau cedera. Lesi penis dapat terjadi pada semua usia dan merupakan akibat dari sejumlah kondisi. 

Ada 4 jenis lesi yang dibedakan dari penyebabnya, yaitu:

  • Lesi infeksius: Lesi penis yang terjadi pada pria dewasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang menular, seperti Human papillomavirus virus (HPV). Pada anak-anak, penyakit penis ini lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur seperti dermatophytosis (jock itch).
  • Lesi inflamasi: Lesi yang timbul disebabkan oleh dermatitis kontak dan ruam. Bentuk lesi ini tidak menular. 
  • Neoplastik: Lesi penis sebagai tanda pertumbuhan kanker.
  • Lesi traumatik: Disebabkan oleh cedera olahraga atau insiden traumatis lainnya. 

Seseorang yang terkena lesi penis umumnya ditandai dengan luka memar, gatal, nyeri di daerah penis dan skrotum, dan fimosis. Gejala lesi penis akan berbeda-beda tergantung pada bentuk penyakitnya. 

  1. Balanitis

Balanitis adalah meradangnya kelenjar atau kepala penis. Jika kulup ikut meradang, kondisi tersebut disebut balanoposthitis. Gejala balanitis yang paling umum yaitu nyeri penis, bengkak dan gatal, ruam, dan keluarnya cairan berbau busuk dari penis.

Balanitis sering terjadi pada anak-anak atau pria yang belum disunat. Kebersihan area genital yang buruk bisa menyebabkan bakteri, keringan, sisa kotoran, dan sel kulit mati menumpuk di bawah kulup dan menyebabkan peradangan. 

Penyebab lain dari balanitis adalah dermatitis, infeksi, dan bisa juga karena fimosis. 

  1. Kanker penis

Ada lima tipe kanker penis, yaitu karsinoma sel skuamosa, melanoma, kanker sel basal, adeno karsinoma, dan sarkoma. Sekitar 95% kanker penis dimulai di sel skuamosa (karsinoma sel skuamosa). Kanker sel skuamosa memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga bisa disembuhkan jika didiagnosis sejak dini. 

Kanker penis lebih sering terjadi pada lansia, dengan gejala yang berkembang sejak usia 55 tahun. Kasus anak yang menderita kanker penis sangatlah jarang, tapi bukan berarti anak-anak tidak bisa terkena penyakit penis tersebut. 

Anak dengan gangguan kekebalan tubuh yang rendah, dalam perawatan setelah transplantasi organ, dan penderita kanker lainnya berisiko terkena kanker penis.

Dibandingkan kanker penis, anak lebih mungkin terkena tumor penis mesenkim.

Catatan

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan Anda tidak berisiko terkena penyakit penis atau masalah kesehatan lainnya. Anda juga bisa mendiskusikannya melalui chat dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

6 Penyebab Sulit Buang Air Kecil

sulit buang air kecil

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sulit buang air kecil, seperti melemahnya otot kandung kemih dan sumbatan pada saluran kencing yang diakibatkan karena batu atau tumor. Kondisi serius bisa dialami seseorang yang kesulitan untuk buang air kecil, jika muncul retensi urine dalam kandung kemih.

Pada umumnya orang yang mengalami kondisi ini akan merasa sangat ingin untuk buang air kecil, namun yang terjadi hanya bisa keluar sedikit. Keadaan ini sangat perlu diperhatikan karena bisa terjadi sewaktu-waktu, ada yang tidak bisa mengeluarkan meskipun sudah tak bisa menahan dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya.

Penyebab Sulit Buang Air Kecil

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Kondisi ini sering terjadi pada pria maupun perempuan, selain susah buang air kecil biasanya juga disertai dengan demam dan nyeri ketika buang air serta buang air kecil menjadi tidak lampias. Sebagian besar kasus dalam kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri Escherichia coli.

Bakteri ini akan menginfeksi saluran kemih jika seseorang kurang bisa menjaga kebersihan alat kelamin, selain itu sering buang air kecil juga menjadi salah satu penyebabnya karena kebiasaan ini membuat bakteri menumpuk di pada saluran kemih dan berkolonisasi.

  1. Keracunan Jengkol

Jangan senang dulu jika gemar mengkonsumsi jengkol, terlalu banyak makan jengkol bisa menyebabkan keracunan. Kondisi ini terjadi karena adanya asam jengkolat yang menumpuk pada saluran kemih, kristal alam jengkolat yang mengendap mengakibatkan sumbatan.

Selain sulit kencing, kondisi bisa memicu terjadinya gagal ginjal akut, gejala keracunan jengkol bisa muncul setelah 5-12 jam mengonsumsi. Pada umumnya akan merasakan mual dan muntah, nyeri pada pinggang, nyeri perut hingga buang air kecil disertai dengan darah.

  1. Batu Saluran Kemih

Kondisi ini terbentuk karena pengendapan garam yang tersaturasi dan membentuk kristal-kristal, bisa karena kurangnya konsumsi air putih, riwayat keluarga, diet tinggi protein hingga mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi.

Biasanya batu yang kecil tidak menunjukkan gejala spesifik, sedangkan batu dengan ukuran 2-3 mm bisa memberi gejala. Gejala yang muncul dapat bervariasi karena tergantung dari letak batu ini berada, salah satunya susah buang air kecil.

  1. Pembesaran Prostat Jinak

Merupakan masalah yang paling sering dialami oleh pria yang sudah berusia 50 tahun ke atas, organ prostat yang membesar menyebabkan uretra terjepit. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul adalah seringnya buang air kecil lebih dari delapan kali dalam sehari.

Pancarannya lemah dan tidak bisa ditahan, terkadang penderita juga harus mengejan saat buang air kecil. Selain itu dalam keadaan tertentu penderita juga tidak bisa buang air kecil sama sekali hingga perut bawah terasa nyeri dan membesar.

  1. Penyempitan Saluran Kemih

Disebut juga striktur uretra dapat menyebabkan seseorang sulit buang air kecil, muncul karena beberapa hal seperti pemasangan kateter urine, pasca operasi prostat, tumor di sekitar uretra, infeksi saluran kemih yang tidak bisa ditangani secara tuntas hingga infeksi menular seksual.

Gejala yang muncul biasanya susah buang air kecil disertai dengan keluarnya darah dan perut terasa nyeri, untuk menangani kondisi ini diperlukan adanya operasi guna membuka saluran yang mengalami penyempitan.

  1. Pasca Persalinan

Disebut juga retensi urine pasca persalinan (RUPP), merupakan nyeri mendadak dan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara spontan dalam 12 jam pasca persalinan spontan. 

Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, seperti neurologis, obat-obatan, peradangan, sumbatan di saluran kemih hingga gangguan pasca operasi. Kondisi ini sangat penting diperhatikan agar tidak mengakibatkan keadaan lebih serius.

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.