Category: Penyakit

Proctalgia Fugax, Kondisi yang Menyebabkan Nyeri pada Saluran Anus

Proctalgia fugax adalah rasa nyeri pada dubur yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki penyebab yang spesifik. Rasa nyeri biasanya disebabkan oleh adanya kejang otot hebat di dalam atau sekitar saluran anus. 

Siapapun bisa mengalami proctalgia fugax, namun kondisi ini jarang ditemui bagi anak yang belum mengalami pubertas. Jika dibandingkan dengan gender, wanita lebih sering mengalami proctalgia fugax dibandingkan dengan pria.

Gejala dan Tanda Proctalgia Fugax

Gejala proctalgia fugax pada tubuh adalah kejang otot di dalam atau di sekitar area rektum bawah serta di dalam atau di sekitar anus. Nyeri atau kejang terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan. Lama rasa sakit bagi tiap penderita dapat berbeda-beda, mulai dari beberapa detik saja atau bertahan lama hingga 30 menit. Kondisi ini dapat membuat penderita tidak dapat beraktivitas hingga rasa sakit menghilang.

Penderita umumnya tidak mengalami keluhan apapun sebelum nyeri dirasakan. Rasa nyeri proctalgia fugax biasanya lebih sering terjadi malam hari dibandingkan siang hari serta rasa sakit akan berhenti dengan sendirinya.

Penyebab Proctalgia Fugax

Belum diketahui dengan pasti penyebab spesifik dari proctalgia fugax. Namun, kondisi ini umumnya terjadi karena adanya ketegangan atau mengencangnya otot sfingter ani. Otot ini berfungsi untuk mengatur buang air besar.

Meskipun terjadi secara tiba-tiba, terdapat beberapa hal yang memicu terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Aktivitas seksual
  • Haid
  • Sembelit
  • Buang air besar
  • Stres

Terlepas dari beberapa pemicu diatas, tidak jarang proctalgia fugax juga terjadi tanpa ada pemicunya.

Diagnosis Proctalgia Fugax

Proctalgia fugax biasanya didiagnosis setelah kemungkinan penyebab lain dari nyeri anus seperti wasir, abses anus, dan anus robek disingkirkan. Hal ini dikarenakan proctalgia fugax memiliki gejala yang mirip dengan penyakit anus lainnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan mengajukan pertanyaan terkait keparahan nyeri, durasi dan lainnya untuk mengeliminasi kondisi lain yang mungkin terjadi. Pemeriksaan fisik yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah tes darah dan tes endoskopi untuk melihat kondisi lapisan usus.

Mengobati Proctalgia Fugax

Proctalgia fugax umumnya tidak menimbulkan kondisi yang serius pada tubuh selain rasa nyeri. Untuk meredakan rasa sakit, pengobatan disesuaikan dengan kondisi penderita. Hal ini dikarenakan proctalgia fugax tidak memiliki penyebab khusus, sehingga pengobatan akan disesuaikan dengan pemicu yang telah diidentifikasi. Beberapa pengobatan yang biasanya diberikan dokter untuk penderita proctalgia fugax adalah:

  • Diltiazem oral, diberikan untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Gliseril nitrat topikal. diberikan untuk menghilangkan rasa sakit
  • Nerve blocks, zat yang diberikan untuk mematikan saraf
  • Obat penenang otot

Penderita juga akan disarankan untuk mandi atau merendam tubuh dengan air hangat untuk membuat ketegangan pada anus menjadi lebih rileks sehingga dapat meredakan rasa nyeri. 

Jika diagnosis terjadinya proctalgia fugax adalah stres, dokter menyarankan penderita untuk melakukan konseling sebagai terapi pengobatan.

Selain itu, terdapat beberapa pengobatan alami yang dapat dicoba untuk menghilangkan rasa sakit, yaitu:

  • Bubuk nabati alami

Mengkonsumsi bubuk ini dapat membantu menghasilkan gerakan usus besar yang membantu meregangkan otot dan mencegah kejang.

  • Latihan otot panggul:

Jika Anda menyadari bahwa otot sedang mengalami kejang, Anda dapat melatih otot untuk rileks dengan melakukan latihan khusus otot panggul.

  • Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalium

Kekurangan kalium dianggap terkait dengan proctalgia fugax. Penderita dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium seperti pisang, kismis, dan alpukat.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika Anda mengalami nyeri pada anus dalam bentuk apa pun, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter. Nyeri pada anus dapat menjadi gejala penyakit atau kondisi serius yang perlu segera ditangani. 

Apabila tidak ditemukan kondisi yang menyebabkan rasa nyeri pada anus dan Anda didiagnosis proctalgia fugax, Anda dapat melakukan perawatan sesuai anjuran dokter sehingga bisa meredakan rasa nyeri.

Tak Perlu Bingung, Begini Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19

Sebagai upaya mengatasi penyebaran virus corona, pemerintah Indonesia melakukan program pemberian vaksin bagi masyarakat. Jika Anda terdaftar sebagai calon penerima vaksin, sebaiknya pahami dulu alur pelayanan vaksinasi Covid-19.

Untuk bisa mendapatkan vaksin, pastikan Anda sudah terdaftar sebagai calon penerima. Lakukan pengecekan melalui situs pedulilindungi.id untuk mengetahui apakah nama Anda sudah terdaftar atau tidak.

Memahami alur pelayanan vaksinasi Covid-19

Secara keseluruhan, alur pelayanan vaksinasi Covid-19 dilakukan melalui empat alur meja. Di setiap meja, ada prosedur tertentu yang perlu Anda lalui. Berikut ini penjelasan mengenai alurnya:

  • Meja 1: Pendaftaran dan verifikasi

Di meja 1, petugas akan memanggil Anda sesuai dengan nomor urut kedatangan. Anda akan diminta untuk memperlihatkan KTP dan juga tiket elektronik atau e-ticket dari hasil registrasi. Dokumen ini diperlukan untuk proses verifikasi.

Kemudian, verifikasi dilakukan langsung melalui aplikasi Pcare Vaksinasi atau dilakukan secara manual. Verikasi ini didasarkan pada data Anda sebagai calon penerima yang tercantum dalam aplikasi tersebut.

Nantinya, data Anda pada aplikasi Pcare Vaksinasi akan disiapkan dan diunduh, kemudian dicetak atau di-print.

  • Meja 2: Pemeriksaan kesehatan

Pada meja 2, Anda akan dilayani oleh petugas kesehatan. Petugas kesehatan akan melihat kondisi kesehatan Anda serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah.

Jika Anda memiliki riwayat terkena Covid-19 maka vaksinasi tidak akan diberikan. Selain itu, vaksinasi juga tidak diberikan bagi wanita hamil dan menyusui serta bagi peserta yang berusia di bawah 18 tahun.

Hasil dari pemeriksaan ini akan dimasukkan ke aplikasi Pcare Vaksinasi oleh petugas kesehatan. Nantinya, berdasarkan data yang dimasukkan, aplikasi akan menunjukkan layak atau tidaknya pemberian vaksinasi.

Apabila suhu tubuh Anda melebihi 37,5 derajat celcius, pemberian vaksin akan ditunda. Anda akan mendapatkan notifikasi melalui SMS untuk menentukan jadwal baru pemberian vaksin.

  • Meja 3: Vaksinasi

Meja 3 adalah bagian penerimaan vaksin dalam alur pelayanan vaksinasi Covid-19. Di sini, Anda akan diminta untuk duduk dalam posisi yang nyaman. Kemudian, petugas akan mencatat jam dan tanggal dibukanya vaksin pada label vial vaksin.

Vaksinasi akan diberikan oleh petugas kepada Anda dengan cara yang aman. Petugas nantinya akan mencatat nama, NIK, dan nomor vaksin Anda di memo.

Memo itu harus Anda pegang karena harus Anda bawa ketika lanjut ke meja 4 nantinya. Anda akan diminta untuk ke meja 4 setelah vaksinasi selesai, dan menunggu selama kurang lebih 30 menit.

  • Meja 4: Pencatatan data peserta

Di sini, Anda perlu memberikan memo yang sudah didapatkan dari meja 3. Berdasarkan memo tersebut, petugas akan memasukkan data jenis vaksin dan nomor batch vaksin Anda ke aplikasi Pcare Vaksinasi.

Setelah itu, petugas akan memberikan kartu vaksinasi kepada Anda. Pemberian kartu ini dapat berupa manual maupun melalui elektronik. Kemudian, Anda juga akan diberikan tanda khusus yang menunjukkan bahwa Anda sudah menerima vaksinasi.

Nantinya, kartu yang Anda dapatkan akan ditandatangani oleh pihak petugas kemudian diberikan stampel. Lalu, Anda akan diminta untuk menunggu di ruang observasi selama 30 menit untuk diberikan penyuluhan tentang vaksinasi.

Itulah alur pelayanan vaksinasi Covid-19 yang perlu Anda ketahui. Jiak Anda terdaftar sebagai calon penerima vaksin, pahami dulu alur-alur ini agar proses pemberian vaksin berjalan dengan lancar.

Bagaimana Cara Mengatasi Katarak Subkapsular Posterior?

Katarak adalah penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di seluruh dunia. Jadi, Anda diharapkan untuk mengidentifikasi faktor risiko untuk perkembangan dan perkembangbiakan katarak. Jika Anda merasa mengalami gejala atau tanda-tanda katarak, disarankan untuk segera mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pasalnya, katarak yang tidak diobati dapat membuat Anda kehilangan penglihatan. Katarak sendiri terdiri dari tiga jenis, di mana salah satu di antaranya adalah katarak subkapsular posterior. Jenis katarak yang seperti apakah itu dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya!

Apa itu katarak subkapsular posterior?

Jenis katarak ini dimulai sebagai area buram atau keruh kecil di “posterior” atau permukaan belakang lensa. Disebut subcapsular karena bentuknya di bawah kapsul lensa, yang merupakan ‘kantung’ kecil, atau membran, yang membungkus lensa dan menahannya di tempatnya.

Katarak subcapsular dapat mengganggu Anda saat membaca dan menciptakan efek silau di sekitar cahaya. Orang yang menggunakan steroid, atau menderita diabetes, rabun jauh yang ekstrem, dan atau retinitis pigmentosa dapat mengembangkan jenis katarak ini. Katarak subcapsular dapat berkembang dengan cepat dan gejalanya dapat terlihat dalam beberapa bulan.

Dua jenis katarak lainnya adalah katarak kortikal, yaitu katarak yang mengacu pada kekeruhan putih, yang berkembang di konteks lensa, yang merupakan tepi perifer (luar) lensa. Sedangkan satu lagi adalah katarak sklerotik nuklit, yaitu jenis katarak yang terkait usia yang paling umum, terutama disebabkan oleh lensa yang mengeras dan menguning seiring waktu.

Gejala katarak subcapsular posterior

Anda harus dapat mengamati gejala dalam beberapa bulan pertama setelah kemunculannya.

  • Setiap lensa mata bersarang di dalam kapsul lensa. Ini adalah selaput atau kantung kecil. Kapsul memastikan lensa tetap pada posisinya.   
  • Daerah yang berdekatan dengan kapsul anterior dan posterior disebut sebagai daerah subcapsular.
  • Area subcapsular posterior mengarah ke belakang/posterior lensa. Oleh karena itu, pengaburan atau kekeruhan pada bagian lensa ini disebut katarak subcapsular posterior.
  • Mirip dengan katarak lainnya, opasitas ini disebabkan oleh pengumpalan serat protein pada lensa.
  • Karena gumpalan padat menghalangi jalan cahaya, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam membaca.
  • Anda juga dapat mentolerir sinar matahari yang cemerlang karena jenis katarak ini menyebabkan hamburan cahaya yang lebih besar.
  • Cahaya terang cenderung terlalu menyilaukan atau menggambarkan lingkaran cahaya di sekitarnya, khususnya pada malam hari.
  • Mata Anda terasa nyaman hanya dengan iluminasi redup.

Penyebab katarak subcapsular posterior

  • Usia adalah faktor risiko yang paling umum
  • Paparan radiasi
  • Diabetes melitus atau kondisi sistemik lainnya
  • Penggunaan kortikosteroid yang berlebihan
  • Penderita retinitis pigmentosa, radang intraocular/uveitis
  • Trauma tumpul di mata
  • Rabun jauh yang ekstrim
  • Seseorang yang telah menjalani operasi vitreoretinal

Bagaimana cara mengatasinya?

Kacamata tebal atau bifocal mungkin dapat digunakan untuk sementara waktu. Namun, jangan berharap hal tersebut dapat bertahan lama. Pasalnya, Anda sudah harus menjalani operasi yamg disebut fakoemulsifikasi.

  • Operasi katarak modern atau fakoemulsifikasi melibatkan penggunaan pemeriksaan ultrasonografi
  • Bunyi yang dipancarkan darinya cukup untuk memecah (mengemulsi) katarak
  • Dokter akan menghilangkan semua bagian dengan bantuan tabung yang terpasang pada mesin phaco. Tabung penyedot ini berfungsi sama seperti penyedot debu.
  • Seelah bahan katarak di dalam kapsul menjadi bersih, ahli bedah menempatkan lensa intraocular yang dapat dilipat ke dalam.
  • Seluruh operasi memakan waktu sekitar 10 menit dan paling sering dilakukan dengan anestesi topikal yaitu tanpa injeksi tanpa jahitan operasi katarak.
  • Setelah operasi, Anda akan diberi obat tetes mata selama sekitar 3 minggu.

Jadi, jika Anda merasa gejala katarak subcapsular posterior, maka disarankan untuk langsung mendatangi dokter mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan melakukan perawatan lebih lanjut setelahnya.

Bisa Terjadi Pada Bayi, Ini Penyebab Katarak Kongenital

Bisa Terjadi Pada Bayi, Ini Penyebab Katarak Kongenital

Banyak orang mengira bahwa katarak lebih mungkin terjadi pada orang dewasa, khususnya lansia. Akan tetapi, katarak kongenital justru lebih rentan terjadi pada bayi dan anak-anak.

Jenis katarak yang satu ini ditandai dengan gejala yang serupa seperti katarak pada orang dewasa. Pertumbuhan katarak terjadi pada bagian belakang lensa mata, membuat lensa menjadi tampak keruh dan penglihatan mengabur. 

Faktor penyebab katarak kongenital

Ada sejumlah alasan yang menyebabkan bayi dan anak-anak bisa lahir dengan kondisi katarak. Akan tetapi, tidak bisa ditentukan secara pasti apa penyebab utamanya. 

Katarak kongenital dapat terjadi pada bayi baru lahir karena faktor genetik, adanya infeksi, masalah metabolisme, diabetes, trauma, peradangan, dan lain  sebagainya. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi sebagai efek samping dari pemakaian obat oleh sang ibu ketika mengandung. 

Selain itu, apabila di saat mengandung sang ibu mengalami infeksi, seperti campak atau cacar air, bayi juga lebih rentan lahir dengan kondisi katarak jenis ini.

Terkadang, katarak juga bisa saja baru berkembang beberapa tahun setelah dilahirkan. Artinya, kondisi katarak ini tidak terjadi sejak lahir. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti trauma atau cedera pada mata. 

Beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan jenis katarak ini antara lain: 

  • Kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua, menyebabkan lensa mata tidak bisa berkembang secara normal
  • Infeksi tertentu yang ditularkan oleh ibu selama kehamilan
  • Kondisi genetik tertentu, termasuk Down Syndrome
  • Cedera pada mata setelah lahir

Tanda-tanda katarak kongenital

Bagaimana cara untuk mengetahui apabila anak menderita katarak kongenital? Untuk melakukannya, Anda perlu mengetahui apa saja gejala katarak jenis ini, agar bisa mengenalinya dengan lebih mudah. 

Pada dasarnya, katarak tidak selalu mudah terlihat. Anak yang sudah lebih besar mungkin bisa mengatakan apabila mereka merasakan gejala tertentu pada penglihatan mereka. Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Penglihatan kabur dan berawan
  • Kemampuan penglihatan semakin menurun
  • Cahaya tampak terlalu terang dan menyakitkan mata
  • Penglihatan ganda
  • Warna yang tampak pudar

Gejala-gejala ini mungkin tidak bisa diungkapkan jika katarak terjadi pada bayi. Satu-satunya cara untuk mendeteksi gejala katarak kongenital pada bayi Anda adalah dengan memperhatikan mata bayi. 

Anda bisa melihat adanya bercak atau titik putih keabu-abuan pada pupil mata bayi Anda. Ini adalah tanda utama dari katarak.

Selain itu, Anda juga bisa mendeteksinya dengan memperhatikan gelagat anak Anda. Anak yang menderita katarak akan kesulitan untuk membalas tatapan Anda dengan tepat ketika berbicara. Mata anak Anda juga mungkin bergerak-gerak dengan tidak nyaman terus menerus. 

Mendeteksi katarak kongenital pada anak

Apabila jenis katarak ini dialami oleh bayi Anda tepat setelah lahir, dokter bisa mendeteksinya dengan sangat mudah. Kondisi ini bisa dideteksi baik oleh dokter spesialis mata maupun dokter spesialis anak pada masa pemeriksaan reguler.

Jika Anda mencurigai adanya katarak pada anak Anda, Anda bisa membawa anak untuk diperiksa di dokter spesialis mata. Dokter bisa melakukan pemeriksaan mata mendalam dan menyeluruh, sehingga bisa mendeteksi kondisi katarak anak Anda. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan mata, dokter akan melakukan diagnosa serta menganalisa penyebab dan tingkat keparahannya. Kemudian, dokter akan menentukan apa upaya pengobatan yang paling tepat untuk mengatasi katarak kongenital yang dialami oleh anak Anda.

Begini Cara Mengobati Malformasi Anorektal

Atresia ani atau juga dikenal dengan nama malformasi anorektal merupakan kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk secara sempurna. Dampak paling utama kondisi ini adalah penderitanya tak dapat mengeluarkan tinja atau kotoran secara normal. Keadaan ini biasanya terjadi akibat gangguan perkembangan saluran cerna pada janin saat usia kehamilan 5 sampai 7 minggu.

Pada saat janin berkembang dalam rahim, setiap organ tubuh janin berkembang pada waktu yang berbeda-beda. Awalnya saluran pencernaan bagian bawah dan saluran kemih berasal dari satu bagian, memasuki minggu ketujuh hingga ke-10 kehamilan rektum dan anus terpisah dari saluran kemih meskipun terkadang proses ini tidak terjadi sebagaimana mestinya.

Cara Mengobati Malformasi Anorektal

Bayi yang tidak memiliki anus sudah pasti tidak dapat buang air besar atau mengonsumsi makanan, bayi yang lahir dengan kondisi ini membutuhkan perawatan segera tepat setelah lahir. Setiap bayi memiliki kelainan tersendiri tergantung jenis yang dialami, kelainan bawaan lain dan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.

Dalam menjalani pengobatan kondisi ini, bayi akan dipindahkan ke NICU guna mendapatkan perawatan intensif. Tepat sebelum operasi, dokter akan memberikan cairan dan nutrisi untuk bayi melalui intravena (IV) ke pembuluh darah. Bayi membutuhkan pembedahan anorektoplasti untuk memperbaiki kondisi kelainan yang muncul.

Operasi ini memindahkan anus ke lokasi yang tepat di dalam otot (stingfer anal) yang fungsinya untuk mengontrol fungsi dari usus. Selain itu, teknik bedah laparoskopi kemungkinan juga akan dilakukan dokter apabila keadaan memungkinkan melakukan teknik tersebut. Keunggulan teknik ini adalah tidak terlalu sakit, sedikit kehilangan darah, penyembuhan cepat dan perawatan cenderung tidak lama.

Penyebab dan Gejala

Kondisi tersebut terjadi karena adanya perkembangan tubuh janin yang tidak sempurna pada bagian saluran pencernaan bagian bawah. Ketika janin berkembang dalam rahim, setiap organ tubuh janin akan berkembang dalam waktu yang berbeda-beda sesuai yang telah dijelaskan sedikit di atas, pada minggu ketujuh hingga ke-10 rektum dan anus harus terpisah dari saluran kemih.

Secara umum penyebab pasti kondisi ini masih belum diketahui, meski demikian biasanya bayi penderita kondisi ini juga memiliki beberapa kelainan lain, seperti sindrom genetik, kelainan kromosom atau kelainan bawaan. Sindrom genetik dan kelainan bawaan ini meliputi beberapa hal berikut ini.

  • VACTERL association, sindrom tulang belakang, dubur, jantung, trakea, ginjal, anggota gerak dan kerongkongan.
  • Kelainan sistem pencernaan, kelainan saluran kemih dan kelainan tulang belakang yang dialami oleh bayi.

Kondisi yang menyebabkan malformasi anorektal ini tentu disertai dengan tanda dan gejala. Dalam kasus yang ada gejala yang muncul berbeda-beda, hal itu tergantung dari jenis malinformasi yang dialami oleh penderita. Berikut beberapa gejala yang dapat diketahui dan sebagai jaga-jaga tim medis yang mengatasi masalah ini.

  • Apabila saluran anus bayi sempit, bayi sangat mungkin akan mengalami kesulitan dalam buang air besar karena ini, selain itu keadaan ini juga dapat menimbulkan sembelit serta rasa tidak nyaman.
  • Jika anus dalam keadaan tertutup membran, tentunya kondisi ini membuat bayi dalam kesulitan karena tidak dapat buang air besar.
  • Apabila rektum tidak terhubung ke anus, kotoran akan keluar dari tubuh bayi melalui fistula dan memasuki saluran kemih, buruknya kondisi ini justru bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.
  • Jika rektum tidak terhubung ke anus dan tidak ada fistula, maka bayi tidak akan bisa mengeluarkan kotoran ke luar tubuh dan tidak bisa buang air besar.

3 Rekomendasi Dokter THT Surabaya untuk Anak

3 Rekomendasi Dokter THT Surabaya untuk Anak

Saat anak mengalami demam atau flu, Anda sebagai orang tua tentu akan segera membawa si kecil berobat ke dokter. Namun, dokter umum saja terkadang tidak cukup. Anda juga harus tahu kapan waktunya si kecil perlu diperiksakan ke dokter spesialis THT. Nah, di artikel ini akan dibahas apa tanda anak harus segera dibawa ke dokter spesialis dan rekomendasi dokter tht Surabaya terbaik untuk memeriksakan anak Anda.

Tanda-tanda Anak Perlu Diperiksa ke Dokter THT Surabaya

Berikut beberapa tanda si kecil perlu diperiksakan ke dokter THT bagi Anda warga Surabaya.

  1. Suara Dengkuran Anak Tidak Normal

Anda perlu mendengar dengan detail terkait suara dengkuran si kecil. Jika terdengar seperti tidak normal pada umumnya, maka mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan dokter yang lebih ahli. Sebab, hanya dokter yang bisa mendiagnosis dengkuran yang tidak normal dialami oleh anak Anda.

  1. Mengalami Flu Lebih dari 7 Hari

Si kecil memang sangat normal terkena flu, bahkan bisa 3-4 minggu sekali. Namun, ketika anak mengalami flu lebih dari 7 hari, dan gejalanya semakin parah, maka Anda perlu menghubungi dokter. Terlebih jika si kecil mengeluhkan sakit di area telinga atau tenggorokan, mengalami perubahan suara, gangguan keseimbangan, hingga terasa sakit ketika menelan. Nah, Anda perlu membawa si kecil untuk diperiksa dokter THT Surabaya.

  1. Kelainan pada Tenggorokan Sejak Lahir

Ada kasus anak yang lahir dengan kelainan tenggorokan seperti tracheomalacia atau laringomalasia. Kelainan bawaan lahir laringomalasia ini akan membuat adanya suara berisik saat anak bernapas. Sedangkan tracheomalacia akan menyebabkan anak akan kesulitan bernapas saat sedang menangis. Si kecil juga biasanya memiliki napas yang berisik dan melengking.

  1. Anak Memiliki Masalah Lidah

Masalah lidah pada anak seperti lip tie dan tongue tie juga perlu mendapatkan tindakan medis sesegera mungkin. Tujuan dari tindakan medis yang dilakukan untuk 2 kelainan ini adalah untuk menjaga proses pertumbuhan karena jika dibiarkan maka proses menyusui pun akan terganggu. 

Jangka panjang juga akan terjadi berbagai masalah fisiologis dan masalah krusial lain dari gangguan pertumbuhan. Jika si kecil mengalami kondisi ini, pastikan untuk menjalani tindakan medis dan terus berkonsultasi dengan dokter THT.

  1. Mengalami Infeksi Telinga Eksesif

Sinusitis atau infeksi telinga yang dialami oleh anak biasanya ditangani oleh dokter spesialis anak. Namun, apabila frekuensi gangguan telinga yang dialami ini sudah di luar batas kewajaran, biasanya dokter anak akan merujuk si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter THT.

Rekomendasi Dokter THT Surabaya untuk Anak

Berikut nama-nama dokter THT Surabaya yang menjadi pilihan untuk memeriksakan anak Anda.

  • dr Soeprijadi. Sp. THT-KL

Dokter Soeprijadi ini seorang dokter lulusan Universitas Airlangga pendidikan spesialis THT dan bedah kepala leher. dr Soeprijadi ini juga aktif sebagai anggota IDI atau Ikatan Dokter Indonesia dan praktek di RS Siloam Surabaya.

  • dr. Bakti Surarso, Sp. THT-KL

Ada juga dokter Bakti yang praktik di RS Premier Surabaya. Dokter Bakti ini juga merupakan dokter THT dan bedah kepala leher dari lulusan Universitas Airlangga. 

  • dr. Diar Mia Ardhani, Sp. THT-KL

Ada juga dr. Mia yang juga praktek di RS Premier Surabaya. Selain itu, dr. Mia juga membuka praktik sendiri, akan tetapi jadwalnya tidak pasti. 

Itu dia 3 rekomendasi dokter THT Surabaya yang bisa dijadikan rujukan untuk memeriksakan kondisi kesehatan anak Anda.

5 Cara Membersihkan Koreng Bekas Luka

Ketika Anda atau anak terjatuh, tentu akan menghasilkan luka berdarah atau goresan yang dapat menyebabkan koreng di kemudian hari. Koreng sendiri biasanya muncul ketika luka pada kondisi setengah membaik atau sebaliknya.

Cara membersihkan koreng karena bekas luka bukanlah hal yang sulit, namun jika salah membersihkan dapat membuat luka semakin parah dan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk penyembuhannya. Mau tahu cara membersihkan koreng yang tepat? Check this out!

Penyebab koreng

Koreng adalah plak berkerak yang terbentuk di atas luka, baik bekas jatuh ataupun sayatan benda tertentu. Koreng sebagai pertahanan terhadap infeksi, kehilangan darah dan kotoran. Saat Anda mendapatkan luka, sel gumpalan darah akan mulai menggumpal untuk menghentikan pendarahan dan mencegah cairan berlebih mengalir keluar. Saat darah atau luka mengering, membentuk lapisan koreng yang keras.

Selain karena goresan atau luka, koreng juga dapat terbentuk sebagai akibat dari:

  • Kulit kering kulit retak
  • Jerawat
  • Gigitan serangga
  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri
  • Eksim
  • Psoriasis
  • Herpes
  • Cacar air

Bagaimana cara membersihkan koreng?

Jika Anda atau anak Anda terluka, penting untuk membersihkan luka dengan benar untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Berikut beberapa cara membersihkan dan merawat koreng dengan mudah.

  • Jaga kebersihan

Selalu jaga kebersihan kulit koreng dan sekitarnya untuk menghindari infeksi. Jika luka terkena kotoran atau keringat, basuh area tersebut dengan air hangat dan sabun lembut, lalu tepuk-tepuk kulit hingga kering dengan hati-hati. Cobalah untuk tidak menyentuh koreng kecuali jika diperlukan. Menyentuh koreng dapat meningkatkan kemungkinan bakteri dan mikroba lain memasuki luka.

  • Hindari mengorek atau menggosok koreng

Saat koreng menjadi gatal, beberapa ornag mungkin akan menggaruk, menggosok, atau mengoreknya. Jangan lakukan hal tersebut, karena dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko jaringan parut. Ini juga dapat menyebabkan perdarahan atau kemerahan. Untuk mengurangi rasa gatal, coba tekan koreng secara perlahan dengan kain bersih, bsah, atau kering.

  • Kompres

Kompres hangat dengan lembut pada area luka dapat meningkatkan sirkulasi ke luka. Lebih banyak aliran darah membawa oksigen dan sel segar yang akan mempercepat penyembuhan. Selain itu, kompres dengan air dingin dapat mengurangi peradangan dan nyeri di lokasi koreng.

  • Lembapkan koreng

The American Academy of Dermatology merekomendasikan untuk menjaga kelembapan luka untuk membantu kulit yang rusak untuk proses penyembuhan. Mereka menyarankan untuk menggunakan petroleum jelly untuk mencegah kulit kering, serta mendorong penyembuhan dan mengurnagi pembentukan bekas luka.

Beberapa orang juga mengganggap produk pelembap lain dapat bermanfaat bagi koreng, seperti minyak kelapa, atau krim emolien, salep, atau lotion. Minyak kelapa yang telah diolah tersedia di pasaran dan mudah ditemukan.

  • Tutupi koreng jika perlu

Setelah koreng terbentuk, seseorang hanya perlu untuk menutupinya jika robek, merebes, atau berdarah. Namun, orang yang aktif secara fisik mungkin ingin menutupi koreng jika ada risiko koreng tersebut tersenggol ataupun terbentur dan membuatnya bertambah parah, misalnya saja saat berolahraga.

Untuk menutupi koreng, gunakan perban sebelum aktif secara fisik dan lepaskan setelahnya. Jika pelru memakai perban lebih dari beberapa jam, pastikan untuk menggantinya secara teratur.

Kapan harus ke dokter?

Kebanyakan koreng akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda bisa temui dokter jika luka koreng memiliki ciri sebagai berikut:

  • Sakit parah
  • Mengalir atau berdarah terus menerus
  • Tidak ada perbaikan setelah beberapa hari
  • Gejala yang memburuk secara bertahap
  • Pembengkakan yang semakin parah

Salah satu cara membersihkan koreng dan membantunya untuk pulih lebih cepat adalah dengan istirahat secara cukup. Sebuah penelitian dari Journal of Applied Physiology menunjukkan bahwa gangguan tidur yang relatif sederhana pun dapat menunda penyembuhan sebuah luka. Jadi pastikan untuk tidur secara teratur 7-9 jam untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

Penjelasan Manfaat Sefalosforin

Merupakan sekelompok antibiotik yang dipakai untuk mengobati infeksi bakteri disebut dengan sefalosporin. Fungsi dari obat ini adalah untuk membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri, obat ini termasuk dalam antibiotik jenis beta laktam yang berasal dari jamur spesies acremonim.

Obat jenis ini digunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti otitis media, pneumonia, meningitis, infeksi kulit, infeksi ginjal, infeksi tulang, infeksi tenggorokn dan infeksi menular seksual seperti gonore. Perlu diketahui jiak sebelum menggunakan obat ini terdapat beberapa peringatan yang harus diketahui.

Peringatan Sefalosporin

  • Bagi orang yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini dan penisilin sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan obat ini.
  • Pastikan menghabiskan seluruh obat ini terutama yang diresepkan oleh dokter, meskipun gejala yang muncul sudah membaik, tujuannya agar infeksi sepenuhnya sembuh.
  • Usahakan untuk memberitahu dokter jika memiliki riwayat beberapa penyakit, seperti ginjal, liver, gangguan lambung atau kecanduan alkohol.
  • Beri tahu dokter jika sedang dalam keadaan hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan dan beritahu juga jika baru merencanakan atau menerima vaksin BCG (vaksin tifus).
  • Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu terutama seperti raniditin, cimetidine, famotidine, esomeprazole dan rabeprazole, pil kb atau obat herbal beri tahukan juga ke dokter.
  • Segera konsultasi ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau overdosis ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping dan Bahaya

Setelah mengonsumsi obat ini, pasien akan mengalami beberapa efek samping yang mungkin timbul dan pastinya mengganggu. Jika merasakan beberapa efek samping berikut ini segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat untuk mengatasi efek sampung yang muncul tersebut.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sariawan.
  • Pusing.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Infeksi jamur.

Jenis dan Merek Dagang

Obat ini terbagi dalam beberapa jenis dan dibagi berdasarkan generasinya, dilengkapi dengan beberapa merek dagang serta dosis yang telah disesuaikan menggunakan kondisi dan usia dari pasien.

  • Generasi I

Obat generasi pertma ini efektif untuk mengobati infeksi bakteri gram positif, beberapa jenisnya juga bisa dipakai untuk mengatasi infeksi bakteri gram negatif. Jenis bakteri yang bisa diatasi obat ini seperti staphylococcus dan streptococcus dan contoh obatnya seperti Cefadroxil, Cephalexin dan Cefazolin.

  • Generasi II

Obat generari berikutnya efektif dalam mengobati infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, beberapa jenis obatnya adalah Cefuroxime, Cefprozil dan Cefaclor.

  • Generasi III

Obat generasi ketiga efektif dalam pengobatan infeksi bakteri gram positif dan negatif, obat yang termasuk dalam golongan ini juga efekif dipakai mengatasi bakteri yang sudah resisten dengan obat generasi sbeelumnya. Beberpapa jenis bakteri yang bisa diatasi di antaranya seperti Haemophilus influenze, E.Coli, Klebsiella pneumonia atau K. Pneumonia dan Proteus mirabilis.

Sementara itu beberapa jenis obat sefalosporin generasi III di antaranya seperti Cefotaxim, Cefixime, Cetriaxone, Cefoperazone, Ceftazidime, Cefditoren dan Ceftizoxime.

  • Generasi IV

Obat generasi keempat juga efektif untuk mengobati infeksi bakteri gram positif dan negati, selain itu obat ini juga kerap diresepkan untuk infeksi bakteri yang cukup berat. Beberapa jenis bakteri yang bisa diatasi obat ini seperti Pseudomonas aeruginosa, K. Pneumonia, E. Coli dan Enterobacter, sementara contoh obatnya Cefepime dan Cefpirome.

  • Generasi V

Bisa dibilang ini merupakan obat generasi terakhir yang efektif untuk mengobati infeksi bakteri Enterobacter faecalis dan bakteri MRSA (varian bakteri Staphylococcus yang sulit ditangani karena kebal terhadap beberapa jenis antibiotik). Contoh obatnya Ceftaroline fosamil.

Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Berhati-hatilah karena benjolan merah yang menyerupai bengkak kecil pada kulit tidak hanya disebabkan oleh gigitan serangga. Bengkak merah yang hanya terjadi di area tertentu saja bisa jadi menunjukkan Anda sedang terkena granuloma annulare. 

Granuloma annulare merupakan penyakit kulit gejala pastinya adalah kemunculan benjolan kecil merah yang menyerupai cincin di bagian tubuh tertentu. Bengkak paling sering muncul di tangan dan kaki. Sama seperti ketika Anda digigit serangga, benjolan yang disebabkan oleh penyakit kulit ini akan terasa gatal ringan. Namun, Anda tidak akan merasakan sakit akibat benjolan tersebut. 

Gejala granuloma annulare secara spesifik sebenarnya berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada tiga jenis penyakit kulit ini yang mesti Anda pahami untuk bisa mengenali gejalanya lebih lanjut. 

  • Localized Granuloma Annulare 

Ini merupakan jenis granuloma annulare paling umum yang kerap terjadi di kaki atau tangan. Gejala dari jenis ini adalah munculnya benjolan berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran pada bagian tubuh yang terserang. Benjolan tersebut rata-rata berdiameter 5 sentimeter. 

  • Generalized Granuloma Annulare 

Besar benjolan yang muncul pada penderita generalized granuloma annulare tidak berbeda dengan localized granuloma annulare. Yang menjadi pembedanya hanya lokasi tempat benjolan-benjolan tersebut muncul. Pada generalized granuloma annulare, benjolan kemerahan berbentuk cincin api muncul hampir di seluruh badan. 

  • Subcutaneous Granuloma Annulare 

Jenis ini disebut juga sebagai granuloma annulare bawah kulit. Pasalnya, benjolan kecil yang menjadi gejala pennyakit kulit ini muncul di bawah kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi keras. Benjolan yang kerap muncul di tangan hingga kulit kepala ini lebih sering menyerang anak kecil. 

Sampai saat ini para peneliti dan tim medis belum mampu mengidentifikasi secara pasti mengenai penyebab granuloma annulare. Akan tetapi, diyakini bahwa munculnya benjolan-benjolan seperti cincin api pada penderita penyakit ini merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas yang tertunda. Reaksi tersebut akhirnya menimbulkan peradangan di bagian kulit tertentu. 

Walaupun demikian, setidaknya sudah ditemukan beberapa risiko yang dinilai merangsang munculnya gejala granuloma annulare pada seseorang. Berikut ini adalah faktor-faktor risiko dari penyakit kulit tersebut. 

  1. Gigitan Serangga 

Gigitan serangga yang meninggalkan bekas pada kulit nyatanya merupakan pemicu dari gejala granuloma annulare. Pada beberapa orang yang sensitif, gigitan serangga tersebut akan memunculkan benjolan berbentuk cincin api yang cukup lama bertahan di kulit dan bisa kambuh sewaktu-waktu. 

  1. Keturunan 

Seseorang yang memiliki riwayat memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami granuloma annulare lebih rentan terkena penyakit kulit ini. Pasalnya, granuloma annulare sangat berhubungan dengan faktor genetik. 

  1. Paparan Matahari 

Terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan ternyata juga menjadi faktor risiko granuloma annulare. Ini karena paparan matahari yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit yang bisa berlanjut ke munculnya benjolan-benjolan merah di kulit. 

  1. Cedera Kulit 

Apabila pernah mengalami cedera kulit ringan, akibat benturan atau yang lainnya, Anda akan lebih rentan terkena granuloma annulare. Ini karena cedera kulit tersebut bisa memicu infeksi yang membuat kulit meradang dan membentuk benjolan. 

  1. Vaksinasi 

Beberapa jenis vaksinasi bisa menjadi penyebab munculnya gejala granuloma annulare. Jenis vaksin yang menjadi pemicu tersebut, di antaranya vaksin tuberculosis

  1. Penggunaan Obat 

Ada jenis obat-obatan yang ternyata merangsang pertumbuhan benjolan merah di kulit. Obat-obat yang mesti Anda waspadai menyebabkan granuloma annulare, contohnya allopurinol, amlodipine, serta diklofenak. 

  1. Penyakit Tertentu 

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh disinyalir memicu tumbuhnya benjolan merah berbentuk cincin api pada kulit. Jadi, apabila Anda memiliki masalah kesehatan berupa diabetes ataupun masalah tiroid, Anda mesti lebih berhati-hati akan terkena granuloma annulare. 

*** 

Tidak perlu panik berlebihan ketika gejala granuloma annulare muncul. Kebanyakan gejala bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun apabila Anda cukup terganggu dan merasa khawatir berlebihan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kulit.

Mengenal GERD, Penyakit Penyebab Sakit Ulu Hati

GERD adalah singkatan dari “gastroesophageal reflux disease” atau penyakit refluks gastroesofagus. Penyakit ini terjadi ketika asam lambung sering kembali ke kerongkongan, yang mana merupakan tabung penghubung mulut dan lambung. Refluks asam ini dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, dan menjadi penyebab sakit ulu hati. Banyak orang menderita refluks asam dan sakit ulu hati dari waktu ke waktu. GERD ringan merupakan refluks asam yang terjadi setidaknya sekali dalam seminggu, dengan kasus yang lebih parah dapat terjadi dua kali dalam seminggu. Kebanyakan orang dapat mengatasi rasa tidak nyaman dan sakit ulu hati yang disebabkan oleh GERD dengan mengubah gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan OTC. Namun, dalam kasus tertentu, GERD dapat menjadi parah dan diperlukan perawatan obat resep yang lebih kuat hingga operasi untuk meringankan gejala yang ditimbulkan.

Gejala dan penyebab

Gejala umum GERD di antaranya adalah adanya sensasi terbakar di bagian dada (sakit ulu hati) setelah makan dan dapat berubah menjadi semakin buruk pada malam hari, nyeri dada, kesulitan menelan, memuntahkan makanan atau cairan asam, dan adanya sensasi benjolan di tenggorokan. GERD merupakan penyebab sakit ulu hati. Carilah bantuan medis apabila Anda menderita sakit dada, sesak napas, dan nyeri rahang atau lengan karena ada kemungkinan serangan jantung.

GERD disebabkan oleh refluks asam yang sering terjadi. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita GERD di antaranya adalah obesitas, hiatal hernia, kehamilan, gangguan jaringan penghubung (contohnya scleroderma), dan pengosongan lambung yang tertunda. Selain itu, faktor-faktor yang dapat memperburuk refluks asam adalah merokok, makan makanan dalam porisi besar pada malam hari, makan makanan pemicu seperti makanan berlemak dan gorengan, minum alkohol atau kopi, dan mengonsumsi obat seperti aspirin.

Komplikasi

Selain menjadi penyebab sakit ulu hati, peradangan kronis di kerongkongan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan serius, seperti:

  • Penyempitan kerongkongan. Kerusakan pada bagian bawah kerongkongan akibat asam lambung dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk. Jaringan parut tersebut akan mempersempit saluran makanan, sehingga menyebabkan gangguan menelan.
  • Luka terbuka di kerongkongan. Asam lambung dapat mengikis jaringan di kerongkongan, menyebabkan luka terbentuk. Luka tersebut akan berdarah, menyebabkan nyeri dan rasa sakit serta mempersulit aktivitas menelan makanan.
  • Perubahan pra-kanker pada kerongkongan. Kerusakan akibat asam lambung dapat menyebabkan perubahan pada lapisan jaringan di kerongkongan bagian bawah. Perubahan-perubahan ini berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kerongkongan.

Gaya hidup dan home remedies

Untuk mengatasi GERD penyebab sakit ulu hati, perubahan gaya hidup dan obat-obatan alami dapat membantu mengurangi frekuensi terjadinya refluks asam. Cobalah untuk menjaga berat badan yang sehat, karena berat berlebih dapat memberikan tekanan pada perut, sehingga dapat mendorong lambung ke atas dan menyebabkan refluks asam ke kerongkongan. Anda juga perlu berhenti merokok, karena merokok dapat menurunkan kemampuan sfingter esofagus untuk bekerja dengan efektif. Selain itu, Anda perlu menghindari megonsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu refluks asam. Beberapa pemicu refluks di antaranya adalah makanan berlemak dan gorengan, saus tomat, alkohol, coklat, mint, bawang putih, bawang Bombay, dan kafein.

GERD merupakan penyebab sakit ulu hati utama. Kondisi interjadi ketika refluks asam lambung terjadi dan melukai kerongkongan. Kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala GERD parah, seperti batuk kronis, asma yang berubah menjadi lebih parah, gangguan tidur, sakit ulu hati parah, dan nyeri dada. Selain itu, konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi obat-obatan OTC untuk sakit ulu hati dua kali dalam seminggu.