Dapatkah Minum Jahe Mencegah Kehamilan, Mitos Atau Fakta?

Keyakinan banyak orang terhadap kemampuan tanaman herbal terkadang membuat kabur batasan antara mitos dan fakta. Banyak tanaman herbal yang dianggap memiliki manfaat terhadap sesuatu namun belum teruji dan keamanannya diragukan. Untuk mencegah kehamilan, tanaman jahe dianggap dapat membantu dengan cara diminum. Mitos atau fakta, ya?

Benarkah jahe mencegah kehamilan?

Secara turun-temurun, jahe memang telah digunakan untuk mendorong kontraksi rahim dan menstruasi. Khasiat yang berhubungan dengan kewanitaan itulah yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa jahe dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Jahe biasanya akan dilah menjadi teh agar bisa dikonsumsi secara rutin. 

Teh jahe sendiri bisa dikonsumsi hingga 4 gelas setiap harinya. Akan tetapi batasi konsumsi agar tidak lebih dari 4 gelas. Selain itu, teh jahe tidak disarankan dikonsumsi lebih dari 5 hari. Cara membuatnya cukup mudah, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini.

  • Cuci bersih kemudian kup jahe segar.
  • Iris tipis dan rebus dalam air mendidih selama 5-7 menit. 
  • Saring air rebusan jahe dan tambahkan madu secukupnya.
  • Teh jahe siap Anda nikmati. 

Rasa teh jahe ini nikmat dan mampu menghangatkan tubuh terutama jika Anda mengonsumsinya saat musim hujan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang akurat tentang efektivitas mengonsumsi jahe untuk mencegah kehamilan. Hal itu menunjukkan bahwa jahe mencegah kehamilan merupakan mitos semata. 

Tanaman lain yang diyakini dapat mencegah kehamilan

Tidak hanya jahe saja, beberapa tanaman lain juga diyakini sebagai cara herbal untuk mencegah kehamilan. Banyak orang berusaha mengganti kontrasepsi dengan mengonsumsi tanaman herbal  berikut ini. 

  1. Biji benih wortel

Biji benih wortel merupakan salah satu tanaman yang dianggap mampu mencegah kehamilan. Wanita di India mempercayai hal ini. Mereka akan mengonsumsi biji benih wortel liar setelah berhubungan seksual dengan tujuan mencegah kehamilan. Selama 7 hari para wanita India akan minum 1 sendok teh biji benih wortel guna mencegah implantasi dan konsepsi. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai khasiat biji benih wortel sebagai pencegah kehamilan hingga saat ini. 

  1. Aprikot

Buah aprikot memiliki sifat antikanker yang baik untuk tubuh. Selain itu, aprikot diyakini bisa membantu mencegah pertumbuhan janin di dalam lahir. Untuk mendapat manfaat aprikot sebagai kontrasepsi, waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pada permulaan ovulasi. Akan tetapi, aprikot sebagai kontrasepsi alami juga belum diteliti secara lebih lanjut sehingga efektivitasnya diragukan. 

  1. Tanaman rue

Tanaman rue dapat menstimulasi adrenalin, sehingga permeabilitas kapiler dalam lahir menurun. Hal tersebut memberi dampak pada sperma sebab implantasi dapat gagal. Anda hanya perlu minum ramuan dari tanaman rue 2 hingga 3 kali sehari untuk mencegah kehamilan. Caranya yaitu meletakkan tanaman rue di dalam gelas kemudian tambahkan air mendidih. Diamkan 5 menit, saring, kemudian minum. Sama seperti dua tanaman sebelumnya, rue juga belum melewati penelitian sehingga efektivitasnya untuk mencegah kehamilan masih dipertanyakan. 

  1. Kunyit

Tidak hanya jahe saja, kunyit pun dianggap berkhasiat untuk mencegah kehamilan. United Nations Population Fund (UNFPA) melaporkan penggunaan kunyit untuk pencegahan kehamilan di bagian barat Nepal. Beberapa orang berusia sekitar 70 tahun dulu sempat menggunakan air kunyit untuk mencegah kehamilan. Mereka minum 3 sendok bubuk kunyit yang dicampur air setelah berhubungan seksual. Meski demikian hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berbagai hal yang herbal seringkali dianggap lebih sehat untuk diterapkan padahal belum tentu, lho! Risiko alergi dan kesalahan dosis mungkin mengintai untuk Anda yang hobi mengonsumsi herbal padahal belum terbukti khasiatnya. Jahe mencegah kehamilan hanya mitos sebab penelitian belum membuktikan hal itu. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi berbagai bahan herbal untuk kepentingan medis, Jika Anda ingin mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi dan hindari berhubungan seksual ketika masa subur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *