Faktor Penyebab Adanya Manusia Raksasa di Dunia

Faktanya ada manusia yang tumbuh dengan ukuran tubuh yang tidak normal, entah itu terlalu kecil atau terlalu besar seperti manusia raksasa. Pertumbuhan abnormal ini biasanya disebabkan oleh tumor kelenjar pituitari yang di dasar otak. Pituitari adalah kelenjar yang bertugas untuk mengatur hormon pertumbuhan.

Saat ada tumor yang bertumbuh, maka hormon pertumbuhannya perlu lebih banyak. Selain tumor kelenjar pituitari, penyebab lain dari gigantisme adalah sindrom McCune-Albright, multiple endocrine neoplasia tipe 1, Carney complex, dan neurofibromatosis.

Gejala manusia raksasa

Semakin awal mendeteksi gejalanya maka akan semakin baik. Sebenarnya, gigantisme dapat terlihat secara fisik maupun tidak kasat mata. Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Puber yang tertunda
  • Menstruasi tidak teratur
  • Gangguan tidur
  • Mudah merasa lelah
  • Berkeringat berlebih
  • Mudah sakit kepala
  • Ukuran kepala dan bibir besar
  • Jari-jari lebih tebal
  • Rahang dan dahi cenderung menonjol
  • Tangan dan kaki besar

Setidaknya ada 1 dari 1000 orang yang dapat mengalami tumor kelenjar pituitari. Biasanya mereka akan mengalami mutasi genetik secara alami. Khusus untuk tumor di pituitari, tentu yang bermasalah adalah tinggi badan karena kelenjar ini mengatur pertumbuhan manusia.

Komplikasi akibat gigantisme

Ada banyak komplikasi yang mungkin bisa terjadi akibat gigantisme, mengingat organ pada tubuh tumbuh dengan ukuran abnormal, sangat mungkin ada masalah lain dalam tubuh. Seperti jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. Hal ini lah yang menyebabkan banyak penderita gigantisme atau manusia raksasa tidak berumur panjang. Mereka mengalami komplikasi seperti masalah ginjal, sulit bernapas, dan lainnya sehingga tidak dapat bertahan.

Mengobati gigantisme biasanya dilakukan dengan operasi kelenjar pituitari. Tindakan medis dengan mengangkat tumor, tekanan pada saraf optik akan berkurang dan kadar hormone pertumbuhan pun tidak akan tumbuh terlalu pesat. Selain dengan operasi, aja juga terapi radiasi untuk menekan pertumbuhan di kelenjar pituitari. Dengan demikian, tumor dapat menyusut dan kadar hormon pertumbuhan akan lebih terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *