Gejala Pori-pori Tersumbat Serta Cara Mengatasinya

Pori-pori tersumbat menjadi masalah kulit yang dialami banyak orang dan cukup mengganggu penampilan wajah. Pori-pori yang tersumbat dapat menimbulkan masalah kulit lainnya yang cukup parah jika dibiarkan terus-menerus, seperti komedo atau jerawat yang meradang hingga bernanah.

Dalam mencegah hal tersebut, Anda harus tahu apakah masalah kulit yang sedang dialami merupakan pori-pori tersumbat atau bukan, sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat. Anda dapat melakukan cara untuk pencegahan pori-pori tersumbat atau mengecilkan pori-pori saja. Ingat, pori-pori tidak bisa dihilangkan.

Gejala Pori-pori Tersumbat

Gejala pori-pori yang tersumbat sudah sering dikenal oleh banyak orang, terutama orang-orang yang sangat memperhatikan kebersihan wajah. Gejalanya pun sangat mudah untuk dikenali. Berikut ini gejala yang ditimbulkan ketika pori-pori tersumbat. 

1. Komedo

Baik komedo putih maupun komedo hitam merupakan masalah kulit yang akan dialami ketika pori-pori di wajah tersumbat. Komedo ini sangat mengganggu penampilan wajah, terutama komedo hitam. Letak komedo ini biasanya muncul di bagian hidung, bawah dagu, dan bagian bawah mata yang dekat ke hidung. 

Biasanya komedo yang ada di hidung adalah komedo hitam yang sering membuat orang-orang tidak percaya diri. Sementara di bagian lainnya adalah komedo putih. Segera untuk mengatasinya ketika salah satu atau keduanya mulai muncul di wajah Anda.

2. Bruntusan

Jika Anda terasa ada seperti bintik-bintik kecil yang menonjol pada wajah saat merabanya, itulah bruntusan. Bruntusan bisa muncul di bagian mana saja selama bagian tubuh tersebut terlindungi oleh kulit. Namun, daerah yang biasanya rentan mengalami bruntusan yaitu wajah bagian T-zone (dahi, hidung, dan dagu), punggung, leher, bahu, dan dada. 

Sebenarnya bruntusan bisa disebabkan oleh banyak hal, tetapi penyebab yang sering dialami karena pori-pori tersumbat. Bruntusan merupakan masalah kulit yang berkelanjutan dari komedo. Jika komedo tersebut terus tersumbat oleh berbagai hal seperti kulit mati, sebum, dan debu, maka dapat berkembang menjadi bruntusan. 

3. Jerawat

Kemunculan jerawat di wajah berhubungan dengan produksi minyak (sebum) yang berlebih. Produksi minyak berlebih tersebut akan menjadi jerawat ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak atau pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati dan debu. Selain karena hal tersebut, jerawat juga bisa tumbuh karena bakteri.

Komedo putih dan komedo hitam dapat berkembang menjadi jerawat jika terkontaminasi oleh bakteri kulit. Jenis jerawat yang bisa tumbuh yaitu papula, pustula, nodul, bahkan hingga kista. Oleh karena itu, jika Anda merasa memiliki komedo, segera lakukan exfoliasi wajah. Dan, lebih baik lakukan exfoliasi wajah secara rutin untuk pencegahan.

Cara Mengatasi Pori-pori Tersumbat

Jika pori-pori kulit Anda sudah tersumbat bahkan sudah muncul komedo, lakukan cara berikut ini untuk mengatasinya.

1. Double Cleansing

Double cleansing merupakan dua tahapan membersihkan wajah. Pertama membersihkan wajah menggunakan cleanser, Anda dapat memilih antara milk cleanser, water cleanser, atau oil cleanser. 

Tahap ini sangat perlu dilakukan khususnya oleh orang yang memakai make up atau berkegiatan di luar ruangan yang terpapar banyak polusi. Kemudian, bersihkan wajah menggunakan sabun cuci muka (facial wash).

2. Lakukan Eksfoliasi secara Rutin

Langkah exfoliasi ini merupakan perawatan untuk mengangkat dan membersihkan sel-sel kulit mati yang sering menyumbat pori-pori. Exfoliasi ini dilakukan dengan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang mengandung AHA, BHA, atau PHA. 

Tapi ingat, exfoliasi ini jangan dilakukan setiap hari. Umumnya anjuran melakukan exfoliasi yaitu 2-3 kali dalam seminggu. 

Gejala pori-pori tersumbat mudah disadari dan dikenali, sehingga Anda dapat mengatasinya dengan cepat. Lebih baik lagi untuk menghindari penyebabnya atau lakukan perawatan untuk pencegahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *