Hati-Hati Emboli Paru, Penyumbatan yang Bisa Menyebabkan Kematian!

Pulmonary embolism (PE) atau yang biasa disebut dengan emboli paru adalah penyumatan di salah satu pembuluh darah di paru-paru Anda. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke organ, otot, dan jaringan lainnya.

Jadi, sering kali adanya penyumbatan yang disebabkan oleh pembekuan darah yang tidak mengalir dari vena di kaki. PE adalah kondisi yang sangat berbahaya, karena dapat mengancam jiwa seseorang. Namun, apakah emboli paru dapat diobati?

Gejala emboli paru

Tentu saja emboli paru ini bisa disembuhkan. Jika Anda mendiagnosis emboli paru lebih awal dan mengobatinya sesegera mungkin setelah gejala awal muncul. Berikut beberapa gejala yang paling jelas dari emboli paru tersebut, di antaranya:

  • Sesak napas yang tiba-tiba baik saat Anda sedang berkegiatan atau sedang beristirahat
  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan yang memburuk saat Anda membungkuk, batuk, atau makan
  • Nyeri tajam yang tidak dapat dijelaskan di dada, lengan, bahu, leher, atau rahang. Rasa sakitnya mungkin juga mirip dengan gejala serangan jantung.
  • Batuk dengan atau tanpa lendir berdarah
  • Kulit pucat, lembab, atau berawarna kebiruan
  • Detak jantung cepat
  • Keringat berlebih
  • Dalam beberapa kasus sering merasa cemas, pusing, hingga pingsan

Apa yang menyebabkan emboli paru?

Emboli paru dapat terjadi ketika:

  • Darah terkumpul atau menggenang di bagian tubuh tertentu, misalnya lengan atau kaki. Pengumpulan darah biasanya terjadi setelah sekian lama tidak aktif seperti setelah operasi atau istirahat di tempat tidur.
  • Ketika pembuluh darah telah terluka, seperti patah tulang atau pembedahan, terutama di pinggul, lututu, atau kaki.
  • Akibat kondisi medis lainnya, seperti kardiovaskular. Termasuk gagal jantung, kongestif, fibrilasi atrium, dan serangan jantung atau stroke.
  • Ketika faktor pembekuan darah meningkat dan dalam beberapa kasus diturunkan. Peningkatan faktor ini dapat terjadi dengan beberapa jenis kanker atau pada beberapa wanita yang menggunakan terapi penggantian hormon atau pil KB. Faktor pembekuan darah yang tidak normal atau rendah pun dapat terjadi akibat dari kondisi keturunan.

Komplikasi emboli paru

  • Gagal jantung. Ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak, kondisi tersebut disebut henti jantung. Emboli paru dapat menyebabkan serangan jantung, dan bila ini terjadi maka risiko kematian dini menjadi sangat tinggi.
  • Hipertensi paru. Sangat penting untuk mengobati emboli paru, jika tidak dapat menyebabkan hipertensi pulmonal. Istilah lain untuk tekanan darah tinggi di arteri di paru-paru Anda.
  • Pendarahan tidak normal. Hal ini biasanya terjadi setelah Anda mengonsumsi obat antikoagulan. Obat ini cukup untuk mencegah darah membeku terlalu cepat. Namun, pada beberapa orang terapi antikoagulan dapat menyebabkan masalah perdarahan.
  • Komplikasi embolektomi. Tujuan dari embolektomi adalah menghilangkan bekuan darah dengan alat, yaitu menggunakan kateter.
  • Aritmia, adalah istilah untuk menggambarkan setiap irama jantung yang abnormal.
  • Infark paru, kematian di jaringan paru-paru. Hal ini terjadi ketika darah beroksigen diblokir saat ingin mencapai jaringan paru-paru dan menjaganya tetap bergizi. Biasanya gumpalan yang lebih besar akan menyebabkan kondisi ini.
  • Efusi pleura, air di paru-paru. Kondisi ini di mana cairan menumpuk di antaa lapisan pleura, yang merupakan selaput tipis yang mengelilingi paru-paru. Gejalanya bisa berupa sesak napas, batuk kering, dan nyeri dada.

Jadi, memang benar emboli paru dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Namun, jika penyakit ini terdeteksi lebi awal dan dapat perawatan sesegera mungkin maka kemungkinan untuk sembuh pun akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jika Anda merasakan beberapa gejala seperti di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan dirike dokter, untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *