Hindari Asam Fitat dan Zat Lain Penyebab Anemia

Salah satu faktor utama anemia atau kondisi di mana darah tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup adalah kekurangan zat besi. Padahal zat besi dapat didapatkan dengan mudah dengan mengonsumsi makanan. Masalahnya, kurangnya pengetahuan soal makanan kerap terjadi sehingga seseorang justru memasukkan sesuatu atau zat tertentu dalam jumlah banyak dan meningkatkan risiko anemia tersebut. Asam fitat adalah salah satunya.

Asam fitat dapat dimengerti secara sederhana sebagai asam lemak jenuh yang terdapat dalam biji-bijian, juga kacang-kacangan. Bahkan, beras yang jadi makanan pokok banyak manusia memiliki cukup banyak kandungan zat tersebut. Pada tumbuhan, asam fitat ini memiliki fungsi yang penting karena ia merupakan molekul organik yang digunakan tumbuhan untuk menyimpan cadangan fosfor dalam biji. Akan tetapi bagi manusia molekul ini merugikan apabila dikonsumsi.

Alasan pertama bahwa asam fitat merugikan jika dikonsumsi adalah, senyawa ini tidak dapat dicerna oleh tubuh kita. Selain itu, asam fitat termasuk molekul anti-nutrisi karena ia mampu “menghalangi” tubuh menyerap mineral-mineral tertentu dari makanan. Selain zat besi, asam fitat mampu mengikat zinc hingga kalsium. 

Inilah alasan utama mengapa asam fitat perlu dihindari agar tubuh tidak berisiko mengalami anemia. Pasalnya, dengan mengonsumsi banyak senyawa tersebut, kemungkinan besar tubuh akan mengalami defisiasi atau kekurangan mineral-mineral penting itu.

Karena memiliki daya ikat yang kuat, asam fitat akan berikatan dengan mineral-mineral tersebut dan membentuk presipitat yang sukar larut sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh. Mineral-mineral itu atas sangat penting dalam berbagai proses metabolisme tubuh, kekurangan mineral tersebut dapat menyebabkan timbulnya berbagai kelainan.

Selain asam fitat, terdapat beberapa jenis kandungan dalam makanan lain yang bisa meningkatkan seseorang mengalami anemia. Senyawa-senyawa di bawah ini memiliki sifat yang hampir sama dengan asam fitat, yakni menghambat penyerapan zat besi. Berikut beberapa senyawa lain yang dimaksud:

  • Tannin

Teh hitam, teh hijau, dan kopi merupakan beberapa jenis minuman yang mengandung tannin. Bagi sebagian besar orang, minuman-minuman di atas mungkin akan memberikan beberapa manfaat tertentu bagi kesehatan. Namun, bagi mereka yang menderita anemia atau defisiensi zat besi amat disarankan membatasi asupan tersebut. Sederhananya, tannin adalah senyawa yang bisa mengganggu penyerapan zat besi. Selain minuman-minuman di atas, makanan lain yang sarat dengan tanin termasuk anggur, jagung, dan sorghum.

  • Gluten

Makanan kaya gluten harus dihindari oleh orang yang menderita anemia karena dapat memperburuk kondisi mereka. Senyawa ini juga punya potensi mencegah penyerapan zat besi dan asam folat, dimana keduanya dibutuhkan tubuh untuk produksi sel darah merah.

  • Asam oksalat

makanan yang mengandung asam oksalat diketahui juga mengganggu penyerapan zat besi dalam kondisi tertentu. Oleh karenanya, orang-orang dengan anemia disarankan untuk mengonsumsi makanan ini dalam jumlah terbatas. Beberapa bahan makanan yang mengandung asam oksalat antara lain kacang tanah, bayam, peterseli, dan coklat.

  • Kalsium

Kalsium yang banyak terkandung dalam produk susu bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga memperburuk kondisi penderita anemia. Selain menghindari asam fitat, mungkin kalsium juga harus dimasukkan ke dalam daftar kandungan makanan yang harus diwaspadai jika Anda penderita anemia. 

Kendati demikian, seseorang penderita anemia tidak mesti harus menghindari atau tidak makan sama sekali makanan-makanan yang mengandung senyawa-senyawa di atas. Sebab, asam fitat sendiri bisa dihilangkan atau setidaknya dikurangi kadarnya dengan proses tertentu.

Kadar asam fitat pada biji-bijian dapat sedikit dikurangi dengan pencucian, perendaman, dan pemanasan. Semisal pengolahan biji kedelai menjadi tempe atau pengolahan biji kacang hijau dan jagung menjadi kecambah sebelum dikonsumsi. Proses-proses tersebut akan mengurangi kadar asam fitat dalam jumlah yang cukup signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *