Jamu Di Jamu Iboe Mana yang Kurangi Peradangan?

Peradangan adalah mekanisme pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi, luka, dan segala bentuk bahaya lainnya. Akan tetapi, peradangan dapat menjadi berbahaya dalam beberapa kasus, misalnya ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan peradangan menjadi lebih parah dan mengakibatkan kerusakan jaringan. Beberapa obat anti-peradangan tersedia untuk membantu mengatur peradangan di dalam tubuh. Sayangnya, obat tersebut sering memiliki efek samping dan tidak selamanya efektif mengatasi peradangan. Senyawa alami yang ada di beberapa obat herbal tertentu seperti jamu juga memiliki potensi sebagai anti-peradangan. Jamu banyak tersedia di pasaran saat ini, salah satunya di Jamu Iboe yang lengkap menyediakan berbagai jenis jamu. Artikel ini akan membahas tentang bahan-bahan jamu sebagai obat herbal dalam mengatasi peradangan. 

Jamu Iboe Official Store

Jamu adalah obat herbal asli Indonesia. Anda bisa mendapatkan jamu secara online di Jamu Iboe. Jamu menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat gangguan kesehatan dan kulit. Adapun bahan yang sering digunakan dalam jamu untuk mengatasi peradangan di antaranya adalah:

  • Kunyit

Konsumsi jamu yang mengandung kunyit. Tanaman ini mengandung zat kimia yang disebut curcumin, yang mana memiliki sifat anti-peradangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman pada orang yang menderita arthritis. Obat herbal ini bekerja dengan cara membatasi produksi molekul yang disebut cytokines, yang mana menyebabkan peradangan. 

Peneliti terus menginvestigasi bagaimana curcumin memengaruhi peradangan pada kondisi lain, seperti penyakit radang usus. Curcumin memiliki bukti paling besar dalam kemampuannya sebagai efek anti-peradangan dibandingkan dengan obat herbal lainnya. Selain dalam bentuk jamu yang bisa Anda beli di Jamu Iboe dan ekstrak, kunyit juga tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan teh. 

  • Jahe

Memiliki nama ilmiah Zingiber officinale, jahe merupakan tanaman tropis yang telah digunakan sebagai obat tradisional selama ribuan tahun. Jamu yang mengandung jahe mungkin memiliki sifat anti peradangan. Ada bukti yang menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat di dalam jahe dapat membatasi produksi cytokines dan aktivitas enzim cyclooxygenase, penyebab utama peradangan. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sifat anti peradangan di dalam jahe dapat bermanfaat dalam merawat beberapa kondisi seperti rasa nyeri dan arthritis. Jahe tersedia dalam banyak bentuk. Selain jamu dari Jamu Iboe, Anda juga bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk tablet, kapsul, teh, ataupun akar kering. 

Namun, sama halnya dengan mengonsumsi obat, ada potensi terjadinya efek samping dan komplikasi apabila Anda mengonsumsi jamu atau obat herbal lainnya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak melakukan regulasi terhadap jamu dan obat herbal, sehingga bahan dan kualitas yang terkandung di dalam produk tersebut dapat beragam. Hal ini berarti kurangnya informasi yang dapat dipercaya seputar keamanan dari produk tersebut. Akan tetapi, menurut Pusat Kesehatan Pelengkap dan Integratif Nasional, kunyit dan jahe umumnya aman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, potensi efek samping di antaranya adalah gangguan gastrointestinal, gangguan hati, rasa tidak nyaman di perut, maag, diare, gas, dan gangguan tidur. Ada kemungkinan pula untuk jamu dan obat herbal berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, misalnya teh hijau dapat berinteraksi dengan penghambat beta tertentu seperti nadolol. 

Ada beberapa bukti yang mendukung klaim bahwa kunyit dan jahe memiliki sifat anti-peradangan. Bagi orang-orang yang menderita gangguan peradangan, konsumsi obat herbal tersebut dalam bentuk jamu dapat bermanfaat dalam mengurangi peradangan. Anda bisa membeli jamu secara online di Jamu Iboe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *