Jangan Abaikan, Gejala Ini Mengarah ke MERS!

Tahukah Anda bahwa virus corona bukan baru muncul ketika merebaknya kasus Covid 19? Bahkan sejak tahun 2012, virus corona sudah ditemukan dan sempat menarik perhatian dunia. Kala itu, muncul kasus-kasus terkait virus corona yang banyak ditemukan di Timur Tengah sehingga diberi nama MERS (Middle East Respitory Syndrome)

Sesuai namanya, MERS menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini tidak bisa dipandang remeh karena hampir 35 persen penderitanya meninggal dunia. Gejala penyakit ini terkesan sepele, namun bisa menghadirkan komplikasi mematikan, mulai dari pneumonia sampai gagal ginjal. Kondisi inilah yang membuat tingkat kematian dari MERS sangat tinggi. 

Jadi, jangan pernah meremehkan gejala penyakit apapun, walaupun terkesan ringan. Nyatanya, gejala-gejala yang sepintas terlihat seperti gejala pilek dan flu di bawah ini merupakan tanda Anda terjangkit MERS (Middle East Respitory Syndrome)! 

Demam 

Sama seperti infeksi virus lainnya, ketika Anda terpapar virus MERS, tubuh akan memberikan perlawanan untuk menciptakan antibodi. Perlawanan inilah yang membuat tubuh Anda akan mengalami demam. Suhu tubuh Anda bisa tiba-tiba naik sampai di atas 38 derajat Celsius. Anda mungkin menganggapnya hanya infeksi virus flu biasa, tanpa disadari virus MERS tengah menjangkiti tubuh Anda dan siap menghadirkan komplikasi parah jika tubuh Anda kalah dalam perperangan tersebut. 

Menggigil 

Menggigil merupakan kondisi ketika Anda tubuh terasa panas dan dingin hingga memicu getaran ringan. Banyak faktor yang bisa membuat seseorang menggigil, salah satunya ketika mengalami demam. Sebenarnya, demam yang disertai kondisi menggigil merupakan gejala yang cukup khas dari virus MERS, namun kerap diabaikan oleh banyak orang. 

Sakit Tengggorokan 

Jangan pernah meremehkan kondisi sakit tenggorokan! Anda mungkin menganggapnya hanya gejala yang mengarah ke pilek atau radang akibat cuaca yang kurang bersahabat ataupun makanan yang kurang berterima tubuh. Namun kenyataannya, berbagai infeksi virus, tidak terkecuali infeksi virud corona yang menimbulkan MERS (Middle East Respitory Syndrome), juga bisa membuat Anda mengalami sakit tenggorokan. 

Batuk

Waspadailah apabila Anda merasakan demam yang disertai batuk. Memang banyak kondisi yang bisa membuat seseorang menjadi batuk, termasuk pola makan yang salah. Namun, salah satu penyebab batuk lainnya adalah infeksi virus. Dalam tahap yang cukup parah, batuk yang mengarah ke gejala MERS akan berupa batuk berdarah. Tidak ada toleransi jika Anda menemui gejala ini. Anda mesti segera berobat ke dokter untuk memperkecil angka fatalitas yang menanti Anda. 

Nyeri Otot dan Sendi 

Apa yang Anda pikirkan ketika mengalami nyeri otot dan sendi? Anda mungkin menganggapnya enteng dan mengira kondisi tersebut hanya pegal-pegal biasa akibat kelelahan. Aktivitas fisik yang berlebihan memang mudah menghadirkan nyeri otot dan sendi, namun Anda patut curiga jika nyeri yang Anda rasakan berlangsung berhari-hari. Bisa jadi itu merupakan tanda infeksi virus MERS tengah menjangkiti Anda dan bersiapkan menghadirkan komplikasi yang serius. 

Diare 

Bukan hanya menghadirkan gejala di saluran pernapasan yang menyerupai gejala pilek, MERS (Middle East Respitory Syndrome) juga bisa membuat Anda menemui masalah pencernaan. Gangguan pencernaan yang paling sering dialami penderita MERS adalah diare. Anda bisa buang-buang air besar sampai berkali-kali dalam sehari dengan tekstur yang lebih cair daripada seharusnya. Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan frekuensi buang air besar yang meningkat tersebut. 

Mual dan Muntah 

Satu lagi gejala MERS yang mengarah ke gangguan pencernaan. Anda sangat mungkin mengalami mual dan muntah ketika terinfeksi virus yang pertama kali ditemukan di kawasan Timur Tengah ini. Kondisi mual dan muntah ini biasanya tidak terlepas dari diare yang Anda alami. 

Sulit Bernapas 

Ini merupakan gejala MERS yang tidak bisa ditoleransi lagi dan mesti segera mendapatkan penanganan medis. Pasalnya ketika mulai merasa sulit bernapas, kemungkinan Anda mengalami sesak napas juga semakin besar. Sulit bernapas sendiri merupakan sinyal bahwa MERS yang disebabkan oleh virus corona tersebut telah menyerang sampai bagian paru-paru Anda. 

Gejala MERS (Middle East Respitory Syndrome) memiliki masa inkubasi 1—14 hari dari waktu terpapar. Jadi jika Anda merasakan gejala-gejala yang terkesan sepele di atas ketika habis berpegian dari Timur Tengah, segera hubungi dokter dan lakukan isolasi terbatas agar penularan masif bisa dihindari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *