Kegunaan Obat Antibotik dan Efek Sampingnya

Lima Pil Obat Oblong

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Obat antibiotik merupakan obat antibakteri. Obat ini dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Namun, penggunaan obat antibiotik tidak harus berdasarkan resep dokter. Hal ini karena obat antibiotik termasuk dalam obat keras. 

Cara Kerja Obat Antibiotik

Sebelum bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan gejala tertentu, sistem kekebalan tubuh Anda dapat membunuh bakteri secara alami. Sel darah putih (WBC) menyerang bakteri berbahaya yang berpotensi menyebabkan penyakit. Namun, terkadang jumlah bakteri berbahaya dalam tubuh yang berlebih menyebabkan dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan semuanya. 

Oleh karena itu, dokter akan memberikan obat antibiotik, jika Anda mengalami penyakit medis tertentu yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik mampu mencegah penyebaran sekaligus membunuh bakteri dalam tubuh Anda. 

Antibiotik bakterisida, seperti penisilin, bekerja dengan membunuh bakteri. Obat ini biasanya mengganggu pembentukan dinding sel atau isi sel bakteri. Obat antibiotic yang termasuk dalam golongan ini yaitu:

  • Sefalosporin
  • Aminoglikosida
  • Penisilin
  • Kotrimoksazol
  • Polipeptida
  • Rifampisin
  • Isoniazid.

Sementara itu, obat antibiotik bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya, namun tidak dapat membunuh bakteri tersebut. Dengan begitu, pembasmian bakteri bergantung pada daya tahan tubuh. Beberapa antibiotika yang termasuk dalam golongan ini adalah:

  • Tetrasiklin
  • Linomisi
  • Sulfonamida
  • Kloramfenikol
  • Eritromisin
  • Trimetoprim
  • Klindamisin
  • Asam para amino salisilat.

Obat Antibiotik untuk Pengobatan Medis

Beberapa jenis bakteri baik untuk tubuh seperti Lactobacillus. Namun, tidak semua jenis bakteri baik untuk tubuh Anda, bahkan dapat menimbulkan penyakit dan menginfeksi hampir seluruh organ tubuh. 

Untuk mengobatinya Anda membutuhkan obat antibiotik, namun obat ini hanya mampu mengobati infeksi bakteri, bukan virus.  Beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan antibiotik, yaitu:

  • infeksi telinga dan sinus
  • infeksi gigi
  • infeksi kulit
  • meningitis (pembengkakan otak dan sumsum tulang belakang)
  • radang tenggorokan
  • infeksi kandung kemih dan ginjal
  • pneumonia bakteri
  • batuk rejan.

Selain itu, antibiotik juga diperlukan untuk mengobati kondisi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri, seperti sepsis, yang merupakan respons ekstrem tubuh terhadap infeksi.

Efek samping

Oleh karena usus Anda dipenuhi oleh bakteri baik dan buruk, antibiotik dapat memengaruhi sistem pencernaan Anda. Antibiotik umumnya menyebabkan efek samping berikut:

  • diare
  • mual
  • muntah
  • ruam
  • sakit perut
  • perut kembung 
  • nafsu makan menurun

Jika gejala efek samping yang Anda rasakan tidak kunjung membaik, segera konsultasikan diri Anda ke dokter. Apalagi jika efek samping yang Anda rasakan semakin memburuk, meliputi:

  • sakit perut disertai muntah terus-menerus
  • mata dan kulit menguning
  • kebingungan
  • tubuh kelelahan
  • mengi
  • demam tinggi
  • demam disertai pusing
  • kesulitan bernapas
  • ruam pada kulit
  • pembengkakan pada area wajah, terutama bibir, lidah, dan pipi.
  • urin berwarna gelap.

Catatan SehatQ

Anda tidak perlu menggunakan antibiotik jika dokter tidak meresepkan Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu menggunakan obat antibiotik jika penyakit yang Anda alami disebabkan oleh virus, seperti:

  • flu
  • beberapa jenis infeksi telinga
  • beberapa jenis infeksi sinus
  • infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus.

Penggunaan antibiotik untuk mencegah paparan bakteri juga sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena dapat membuat tubuh Anda menjadi kebal terhadap antibiotik, sehingga akan menurunkan efektivitas pengobatan di masa yang datang.

Perhatikan petunjuk penggunaan obat yang tertera pada kemasan dan resep dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Selain itu, penting untuk mendiskusikan kepada dokter Anda mengenai riwayat penyakit dan pengobatan yang sedang dilakukan untuk menghindari interaksi obat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *