Kemungkinan Terburuk dari Keluar Darah Saat Berhubungan Intim

Beberapa kemungkinan yang terjadi saat berhubungan seksual berpotensi membuat sepasang manusia bingung dan terheran-heran. Pasalnya, membicarakan urusan ranjang, di Indonesia, masih dianggap tabu dan tidak etis. Hal ini membuat segala informasi tentang seks menjadi kabur. Padahal, masalah-masalah seperti keluar darah saat berhubungan intim, dan lain sebagainya, umum sekali terjadi.

Kondisi vagina seorang wanita bisa dibilang cukup unik. Seluruh bagian yang terhimpun dan membentuk organ tersebut punya ciri khas dan karakteristik masing-masing. Vagina harus berada dalam posisi yang siap sebelum dapat dimasuki oleh penis. Jika tidak, kemungkinan “kelainan” yang terjadi selama berhubungan seksual besar sekali dan itu, tentu saja, berpotensi membuat aktivitas bercinta menjadi tidak nyaman.

Keluar darah saat berhubungan intim umumnya terjadi karena kondisi di atas. Misalnya, vagina belum cukup memproduksi cairan pelumas sehingga menyulitkan akses penis di sana. Jika terus dipaksa, dinding-dinding vagina yang dipenuhi pembuluh-pembuluh darah itu bisa saja pecah—sehingga terjadi pendarahan.

Atau mungkin keluar darah saat berhubungan intim terjadi karena stereotip yang masih melekat erat dalam budaya kebanyakan orang. Yakni pecahnya hymen atau selaput dara di dalam vagina. Kebanyakan orang percaya jika keperawanan dapat divalidiasi dengan keberadaan hymen. Padahal nyatanya, tak semua wanita memiliki hymen yang utuh meski mereka sama sekali belum pernah berhubungan seksual.

Namun, keluar darah saat berhubungan intim bisa menjadi salah satu alarm bahaya bagi seorang wanita. Ada kemungkinan terburuk mengenai kondisi kesehatan mereka terkait hal ini. Darah yang keluar dari vagina saat atau setelah berhubungan intim kerap kali menjadi tanda terjadinya kanker di area kewanitaan.

Pada kasus yang jarang terjadi, setelah bercinta keluar darah seperti haid bisa menandakan kondisi kanker serviks, vagina, atau rahim. Gejala kanker serviks yang umum muncul adalah keluar darah setelah berhubungan intim.

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual.

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada wanita, selain kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang dirilis WHO pada tahun 2014, lebih dari 92 ribu kasus kematian pada wanita di Indonesia disebabkan oleh penyakit kanker. Dari jumlah tersebut, 10% terjadi karena kanker serviks. Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 15000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia.

Selain keluar darah saat berhubungan intim, gejala lain yang mungkin timbul akibat berkembangnya sel-sel kanker di leher rahim seorang wanita seperti keluarnya cairan berbau tidak sedap dari vagina, yang kadang bercampur darah; timbul rasa sakit tiap berhubungan seksual; hingga merasakan nyeri yang teramat sangat di bagian panggul.

Ada baiknya, seorang wanita lekas memeriksakan kondisinya jika kerap mengalami satu atau beberapa gejala di atas. Semisal seseorang selalu keluar darah saat berhubungan intim padahal sudah melakukan berbagai cara untuk meminimalisir kondisi tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar tenaga kesehatan bisa segera melakukan penanganan andai benar-benar mengalami kanker.

Prosedur-prosedur yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemungkinan terburuk tersebut bisa dengan operasi, kemoterapi, ataupun pemberian obat-obatan. Menjadi penting bagi seorang wanita untuk lebih memperhatikan kondisi organ kewanitaan mereka, sebab angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung stadium yang dialami.

Jadi, kendati keluar darah saat berhubungan intim merupakan kondisi yang amat umum dan lazim sekali terjadi, tak ada salahnya untuk seseorang waspada. Apalagi jika kondisi tersebut terus berulang dan seperti tak dapat ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *