Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Mencari Penyebab Granuloma Annulare

Berhati-hatilah karena benjolan merah yang menyerupai bengkak kecil pada kulit tidak hanya disebabkan oleh gigitan serangga. Bengkak merah yang hanya terjadi di area tertentu saja bisa jadi menunjukkan Anda sedang terkena granuloma annulare. 

Granuloma annulare merupakan penyakit kulit gejala pastinya adalah kemunculan benjolan kecil merah yang menyerupai cincin di bagian tubuh tertentu. Bengkak paling sering muncul di tangan dan kaki. Sama seperti ketika Anda digigit serangga, benjolan yang disebabkan oleh penyakit kulit ini akan terasa gatal ringan. Namun, Anda tidak akan merasakan sakit akibat benjolan tersebut. 

Gejala granuloma annulare secara spesifik sebenarnya berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada tiga jenis penyakit kulit ini yang mesti Anda pahami untuk bisa mengenali gejalanya lebih lanjut. 

  • Localized Granuloma Annulare 

Ini merupakan jenis granuloma annulare paling umum yang kerap terjadi di kaki atau tangan. Gejala dari jenis ini adalah munculnya benjolan berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran pada bagian tubuh yang terserang. Benjolan tersebut rata-rata berdiameter 5 sentimeter. 

  • Generalized Granuloma Annulare 

Besar benjolan yang muncul pada penderita generalized granuloma annulare tidak berbeda dengan localized granuloma annulare. Yang menjadi pembedanya hanya lokasi tempat benjolan-benjolan tersebut muncul. Pada generalized granuloma annulare, benjolan kemerahan berbentuk cincin api muncul hampir di seluruh badan. 

  • Subcutaneous Granuloma Annulare 

Jenis ini disebut juga sebagai granuloma annulare bawah kulit. Pasalnya, benjolan kecil yang menjadi gejala pennyakit kulit ini muncul di bawah kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi keras. Benjolan yang kerap muncul di tangan hingga kulit kepala ini lebih sering menyerang anak kecil. 

Sampai saat ini para peneliti dan tim medis belum mampu mengidentifikasi secara pasti mengenai penyebab granuloma annulare. Akan tetapi, diyakini bahwa munculnya benjolan-benjolan seperti cincin api pada penderita penyakit ini merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas yang tertunda. Reaksi tersebut akhirnya menimbulkan peradangan di bagian kulit tertentu. 

Walaupun demikian, setidaknya sudah ditemukan beberapa risiko yang dinilai merangsang munculnya gejala granuloma annulare pada seseorang. Berikut ini adalah faktor-faktor risiko dari penyakit kulit tersebut. 

  1. Gigitan Serangga 

Gigitan serangga yang meninggalkan bekas pada kulit nyatanya merupakan pemicu dari gejala granuloma annulare. Pada beberapa orang yang sensitif, gigitan serangga tersebut akan memunculkan benjolan berbentuk cincin api yang cukup lama bertahan di kulit dan bisa kambuh sewaktu-waktu. 

  1. Keturunan 

Seseorang yang memiliki riwayat memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami granuloma annulare lebih rentan terkena penyakit kulit ini. Pasalnya, granuloma annulare sangat berhubungan dengan faktor genetik. 

  1. Paparan Matahari 

Terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan ternyata juga menjadi faktor risiko granuloma annulare. Ini karena paparan matahari yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit yang bisa berlanjut ke munculnya benjolan-benjolan merah di kulit. 

  1. Cedera Kulit 

Apabila pernah mengalami cedera kulit ringan, akibat benturan atau yang lainnya, Anda akan lebih rentan terkena granuloma annulare. Ini karena cedera kulit tersebut bisa memicu infeksi yang membuat kulit meradang dan membentuk benjolan. 

  1. Vaksinasi 

Beberapa jenis vaksinasi bisa menjadi penyebab munculnya gejala granuloma annulare. Jenis vaksin yang menjadi pemicu tersebut, di antaranya vaksin tuberculosis

  1. Penggunaan Obat 

Ada jenis obat-obatan yang ternyata merangsang pertumbuhan benjolan merah di kulit. Obat-obat yang mesti Anda waspadai menyebabkan granuloma annulare, contohnya allopurinol, amlodipine, serta diklofenak. 

  1. Penyakit Tertentu 

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh disinyalir memicu tumbuhnya benjolan merah berbentuk cincin api pada kulit. Jadi, apabila Anda memiliki masalah kesehatan berupa diabetes ataupun masalah tiroid, Anda mesti lebih berhati-hati akan terkena granuloma annulare. 

*** 

Tidak perlu panik berlebihan ketika gejala granuloma annulare muncul. Kebanyakan gejala bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun apabila Anda cukup terganggu dan merasa khawatir berlebihan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi ke dokter kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *