Mengenal Lebih Jauh Berbagai Macam Tumor Marker

Selain melakoni pemeriksaan yang berbasis radiasi, seperti CT Scan, rontgen, dan sebagainya, tumor bisa dideteksi lewat tumor marker. Tumor marker adalah sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia sebagai indikator terjadinya tumor.

Tumor marker diproduksi langsung oleh sel tumor atau sel sehat yang merespons adanya tumor. Tumor marker bisa ditemukan dalam darah, urine, atau jaringan lain dalam tubuh manusia.

Tumor marker tidak bersifat universal, artinya jenis tes untuk menentukannya akan sangat bergantung ada banyak faktor, semisal kondisi kesehatan, riwayat keturunan, dan gejala Anda.

Saat ini tumor marker yang paling umum digunakan ialah; alpha- fetoprotein (AFP), carcinoembryonic antigen (CEA), cancer antigen 125 (CA- 125), cancer antigen 153 (CA 153), prostatic acid phosphatase (PAP), dll. Apakah arti dari tumor markers ini, dan bagaimana cara memahaminya? Berikut penjabarannya:

  • Alpha-fetoprotein (AFP)

AFP adalah tumor marker terbaik untuk mendiagnosis kanker hati primer, efektifitas diagnosa dengan AFP mencapai 60% sampai 70%. Jika serum AFP lebih dari 400 units per mililiter (u/ml) selama 4 minggu, atau sekitar 200-400 U/ml selama 8 minggu, maka orang tersebut dapat didiagnosis dengan kanker hati primer. Kadar normal AFP sendiri adalah 0-8 U/ml.

Jadi AFP dapat digunakan untuk menandakan kanker hati, beberapa kasus kanker testis, dan tumor ovarium. AFP adalah tumor marker dengan tingkat sensitivitas lebih dari 80%. Dengan kata lain lebih dari 80% kanker hati primer dapat terdeteksi dengan kadar AFP yang tinggi.

Pengecualian untuk pasien dengan hepatitis kronik dan juga periode aktif hepatitis, karena saat itu juga dapat menyebabkan serum AFP meningkat.

  • Carcinoembryonic Antigen (CEA)

CEA adalah glikoprotein embrio antigen yang ditemukan pada fetus, jaringan dengan kanker usus besar yang dimiliki spektrum tumor marker yang luas. CEA yang positif menunjukkan keganasan tumor yaitu 70% pada kanker usus besar, 60% kanker lambung, 55% kanker pankreas, 50% kanker paru- paru, 40% kanker payudara, 30% kanker ovarium, dan kanker uterus. CEA khusus menargetkan kanker pencernaan, kanker lambung, beberapa kasus kanker payudara, paru- paru dan cholangiokarsinoma.

Sebagian besar serum CEA berada di epitelium tumor saluran pencernaan, jadi biasanya CEA menandakan kanker saluran pencernaan. Sekitar 70% sampai 80% pasien dengan kanker saluran pencernaan memiliki kadar CEA yang tidak normal dalam darah. Kadar normal serum CEA berkisar 0-5 U/ml.  Jadi jika lebih dari 10 U/ml, maka pasien dapat didiagnosis dengan tumor ganas.

  • Cancer Antigen 125 (CA- 125)

CA-125 adalah antigen yang ditemukan pada jaringan epitel kanker ovarium dan merupakan tumor marker yang paling banyak diselidiki karena berhubungan dengan kanker ovarium. Serum ini penting pada pemeriksaan awal dan juga diagnosis, pengobatan, dan perjalanan tumor. Keakuratan serum CA-125 untuk mendeteksi kanker ovarium pada jaringan epithel mencapai 70%.

Jika CA-125 berkisar antara 0-8.5 U/ml bisa saja menandakan kanker ovarium, kanker payudara, kanker pankreas, kanker saluran lambung, dll. Tumor marker ini sangat penting terutama untuk wanita, karena merupakan antigen utama yang diakui secara internasional dapat mendeteksi kanker ovarium.

  • Cancer antigen 15-3 (CA15-3)

CA15-3 dapat digunakn sebagai indikator diagnosa kanker payudara, pemeriksaan setelah operasi dan metastasis. Serum ini 60% sensitif pada kasus kanker payudara awal, 80% pada stadium akhir atau dengan penyebaran.

  • Prostatic Acid Phosphatase (PAP)

Peningkatan kadar PAP dalam darah adalah indikator penting dalam diagnosa stadium kanker prostat, perkembangan tumor, dan perjalan kanker prostat itu sendiri.

Terkecuali pada prostatitis dan hiperplasia prostat jinak yang juga dapat meningkatkan kadar PAP.

  • Antigen Spesifik Prostat (PSA)

Jika kadar serum PSA seseorang berada di angka 0- 6.5 U/ml menandakan adanya kanker prostat. Tumor marker ini khusus untuk mendeteksi prostat pada laki- laki.

***

Itulah beberapa macam tumor marker yang lazim digunakan untuk menentukan indikasi terjadinya tumor atau kanker di dalam tubuh seseorang. Untuk mendapatkan salah satu dari tindakan medis ini, dokter biasanya akan mencari tahu terlebih dahulu keluhan yang dirasakan pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *