Mengenali 7 Efek Samping KB Suntik yang Biasanya Terjadi

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menunda kehamilan, salah satunya melalui KB suntik. Di negara berkembang, metode kontrasepsi ini masih banyak digunakan. Terdapat beberapa mekanisme KB suntik yang membuat kehamilan dapat dicegah seperti mengentalkan lendir rahim, mencegah sel telur menempel di dinding rahim, serta mencegah ovulasi dengan bekerja seperti hormon tubuh. Meski terbukti efektif, terdapat beberapa efek samping KB suntik yang mungkin timbul seperti: 

  1. Kenaikan berat badan

Saat seseorang menggunakan KB suntik maka nafsu makannya akan naik karena pengaruh hormon progesteron pada pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus. Hal tersebut menyebabkan efek samping berupa kenaikan berat badan. Meski demikian, efek samping ini dapat dicegah serta diatasi dengan beberapa cara seperti olahraga teratur serta mengatur pola makan sehat. 

  1. Munculnya jerawat di wajah

Sekresi pada kelenjar minyak dan wajah bisa menjadi berlebihan karena hormon progesteron dari KB suntik. Hal itu akan menimbulkan efek samping KB suntik berupa munculnya jerawat di wajah. Mesi demikian, tidak semua orang mengalami efek samping ini. Apabila wajah Anda berjerawat akibat penggunaan KB suntik, cobalah untuk mengatasinya menggunakan masker alami seperti lemon atau jeruk nipis.  

  1. Perubahan siklus menstruasi

Efek samping lainnya adalah terjadinya perubahan siklus menstruasi. Siklus dapat berubah menjadi lebih panjang maupun lebih pendek. Bahkan sekitar 40% pengguna KB suntik berhenti mengalami haid setelah 1 tahun pemakaian. Hal tersebut merupakan efek samping yang normal dan tidak berbahaya. Perubahan siklus menstruasi terjadi karena adanya penekanan penebalan dinding rahim oleh kontrasepsi hormonal sehingga ‘darah’ yang diluruhkan hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. 

  1. Butuh waktu untuk kembali subur

Untuk merencanakan kembali kehamilan setelah penggunaan KB suntik, maka Anda akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan jika berhenti dari alat kontrasepsi lainnya. Kesuburan Anda baru akan kembali setelah 10 bulan atau lebih cepat setelah menghentikan penggunaan KB suntik dihentikan. 

  1. Perubahan hormonal

Efek samping berupa perubahan hormonal pasti akan dialami oleh tubuh. Gejala yang dimunculkan dapat berbeda-beda. Umumnya, orang akan meraaskan suasana hati yang berubah dan menjadi lebih sensitif. Selain itu, tubuh juga akan terasa pusing, nyeri pada bagian payudara, serta menjadi lemas. Meski demikian, tidak semua orang mengalami gejala yang sama karena perubahan hormon yang terjadi.  

  1. Mengalami osteoporosis

Apabila KB suntik digunakan dalam waktu lama, maka memungkinkan timbulnya efek samping berupa penipisan tulang yang menjadi pemicu terjadinya osteoporosis. Untuk mengurangi efek samping ini, Anda dapat meningkatkan konsumsi vitamin D untuk memperkuat tulang. 

  1. Gairah seksual menurun

KB suntik akan memasukan hormon progesteron ke dalam tubuh sehingga kehamilan dapat ditunda. Hormon progesteron tersebut akan membuat vagina menjadi lebih kering dan lendir yang terdapat di sana menjadi lebih kental. Hal tersebut menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim sehingga gairah seksual pun ikut menurun. 

Efek samping KB suntik di atas merupakan kondisi normal yang biasanya dialami banyak orang Anda tidak perlu khawatir apabila mengalami berbagaia efek samping tersebut. Akan tetapi, beberapa efek samping berbahaya mungkin muncul dan patut diwaspadai seperti mual, muntah, pendarahan pada vagina, sakit tulang, depresi yang terus memburuk, serta kemampuan seksual yang menurun. Apabila Anda mengalami berbagai efek samping yang tidak normal tersebut maka sebaiknya segera kunjungi dokter. Anda juga dapat berkonsultasi seputar KB suntik dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang juga di Play Store atau App Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *