Muka Merah dan Panas, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Menjaga kesehatan itu penting supaya terhindar dari risiko seperti muka merah dan panas. Muka merah dan panas bisa terjadi karena masalah medis atau emosi. Muka merah dan panas (karena masalah medis) terjadi karena aliran darah ke wajah meningkat. Hal tersebut dapat melebarkan pembuluh darah. Selain itu, muka merah dan panas juga terjadi karena seseorang mengalami perasaan tertentu (seperti malu) ketika bereaksi dengan orang lain atau sesuatu.

Muka merah dan panas lebih timbul di bagian pipi. Pembuluh darah terletak di dekat kulit sehingga mudah mempengaruhi pipi. Selain menimbulkan kemerahan pada wajah, muka merah dan panas juga dapat menimbulkan panas jika disentuh.

Pada umumnya, muka merah dan panas tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya. Namun, jika pasien mengalami kondisi yang lebih serius atau sering mengalami masalah tersebut pada wajah, pasien sebaiknya temui dokter supaya kondisinya dapat segera ditangani.

Gejala

Selain kemerahan dan panas, berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada penderita jika mereka mengalami muka merah dan panas:

  • Jerawat.
  • Bercak.
  • Gatal.
  • Berkeringat.
  • Merasa gelisah.
  • Perubahan tingkat kesadaran.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Demam.
  • Denyut jantung yang bergerak dengan tidak teratur.
  • Pembengkakan pada wajah atau sekitarnya.
  • Nyeri dada.
  • Masalah pernafasan.

Penyebab

Berikut adalah faktor yang menyebabkan muka seseorang merah dan panas:

  • Reaksi alergi

Alergi dapat menimbulkan kondisi yang berbeda bagi tubuh, termasuk muka merah dan panas. Alergi bisa terjadi karena berbagai sumber, antara lain hewan, makanan, obat, dan zat lain seperti debu dan zat yang digunakan untuk produk kecantikan.

  • Makanan

Manusia yang mengkonsumsi makanan pedas juga dapat menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh, termasuk muka merah dan panas.

  • Cuaca

Cuaca yang terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan muka merah dan panas. Tidak hanya suhu, sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko muka merah dan panas.

  • Kondisi medis

Berikut adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  1. Sakit kepala cluster.
  2. Demam.
  3. Masalah pada kulit seperti rosacea.
  4. Menopause.
  5. Kehamilan.
  6. Masalah seksual.
  7. Mastocytosis.
  8. Serangan jantung.
  9. Demam scarlet.
  10. Hipertiroidisme.
  11. Penggunaan obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan muka merah dan panas:

  • Niacin.
  • Rifampin.
  • Morfin.
  • Kolinergik.
  • Nitrit.
  • Sildenafil sitrat.
  • Kebiasaan buruk

Selain emosi, penggunaan alkohol juga dapat menimbulkan muka merah dan panas.

Jika Anda Mengalami Masalah pada Kulit

Jika Anda mengalami masalah yang serius pada kulit, Anda bisa bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu sehingga Anda mengalami kondisi tersebut?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti biopsi kulit. Pengobatan dapat dilakukan, namun tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi tersebut dialami pasien. Contoh obat yang dapat digunakan pasien adalah kortikosteroid. Ada berbagai cara alami untuk menjaga kondisi kulit, salah satunya termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat.

Kesimpulan

Muka merah dan panas merupakan kondisi yang tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai, karena ada berbagai faktor yang dapat memicu kondisi tersebut. Gejala yang dialami penderita bisa ringan atau berat. Jika Anda ingin mengatasi masalah pada kulit atau tahu lebih lanjut tentang kulit, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *