Mulut Terasa Manis, Benarkah Tanda Diabetes?

Makan makanan manis atau manis bisa menyebabkan mulut terasa manis. Namun, bagaimana jika seseorang merasakan manis di mulutnya padahal tidak makan sesuatu manis?

Jika Anda merasakan ini, sebaiknya jangan disepelekan. Sebab rasa manis yang terus-menerus terasa di mulut bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.Tidak seperti rasa sisa yang disebabkan oleh makan makanan yang mengandung gula atau pemanis buatan, rasa manis yang menetap di mulut biasanya disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya.

Saat mulut terasa manis, biasanya dikaitkan dengan diabetes. Namun, ada juga berbagai kemungkinan penyebab lainnya. Kondisi ini bisa serius dan seringkali memerlukan perhatian medis, jadi sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Mulut terasa manis dan tanda diabetes 

Diabetes adalah penyebab umum mulut terasa manis. Diabetes mempengaruhi seberapa baik tubuh dapat menggunakan insulin, yang memiliki efek langsung pada kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes terkadang bisa menimbulkan mulut terasa manis dan seringkali disertai gejala lain, seperti:

  • berkurangnya kemampuan untuk merasakan manisnya makanan
  • penglihatan kabur
  • haus yang berlebihan
  • buang air kecil berlebihan
  • kelelahan ekstrim

Komplikasi serius saat mulut terasa manis

Mulut terasa manis ternyata juga menjadi tanda komplikasi serius yang disebabkan diabetes atau disebut ketoasidosis diabetikum. Ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai bahan bakar dan mulai menggunakan lemak sebagai gantinya. Ini menyebabkan asam yang disebut keton menumpuk di dalam tubuh.

Keton yang berlebih di dalam tubuh bisa menimbulkan bau dan rasa buah yang manis di mulut. Ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan gejala lain, termasuk:

  • sangat haus
  • kebingungan
  • kelelahan
  • mual dan muntah
  • kram perut

Penyebab lain mulut terasa manis yang perlu diwaspadai

Selain diabetes, mulut terasa manis juga disebabkan oleh beberapa hal yang tak kalah serius, seperti:

Infeksi

Infeksi bakteri tertentu bisa memicu rasa manis di mulut. Infeksi yang memengaruhi saluran udara dapat mengganggu cara otak merespons indra perasa. Bahkan infeksi sederhana, seperti pilek, flu, atau infeksi sinus, dapat menyebabkan air liur mengandung lebih banyak glukosa di dalamnya. 

Glukosa merupakan salah satu jenis gula sehingga dapat menimbulkan rasa manis di mulut. Jika demikian, rasa manis biasanya akan hilang saat infeksinya diobati.

Kerusakan saraf

Kerusakan saraf juga bisa menyebabkan mulut terasa manis dalam waktu yang lama pada seseorang. Orang yang mengalami kejang atau yang pernah mengalami stroke mungkin mengalami disfungsi sensorik. Ini dapat memengaruhi indra mereka, termasuk rasa dan penciuman.

Hasil dari kerusakan ini rumit dan mungkin berbeda di setiap kasus. Dalam beberapa kasus, orang mungkin mengalami rasa manis di mulut mereka yang tidak kunjung hilang.

Penyakit GERD

Beberapa orang dengan refluks asam lambung (GERD) juga mengeluhkan rasa manis atau logam di mulut mereka. Hal ini disebabkan asam lambung yang naik ke kerongkongan dan juga mulut. Rasa ini mungkin tampak berasal dari bagian belakang mulut. 

Mengubah pola makan dan gaya hidup biasanya ampuh untuk atasi gejala asam lambung.

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah penyebab rasa manis di mulut yang tidak umum, tetapi tidak boleh diabaikan. 

Tak jarang, tumor di paru-paru atau saluran pernapasan dapat meningkatkan kadar hormon seseorang dan memengaruhi indera perasa mereka.

Kapan sebaiknya menemui dokter?

Mulut terasa manis yang jarang terjadi, biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tetapi jika Anda mengalami gejala ini secara teratur atau meningkat, Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Banyak penyebab rasa manis di mulut tampaknya terkait dengan sistem penciuman dan pernapasan. Penyebab lainnya terkait dengan hormon tubuh (sistem endokrin) dan juga masalah neurologis. Jadi, Anda dapat memilih untuk menemui satu atau lebih dari spesialis berikut:

  • dokter telinga, hidung, dan tenggorokan
  • ahli endokrin
  • ahli saraf 

Ketika Anda menemui dokter Anda, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Mereka mungkin juga bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga Anda, yang dapat mempengaruhi kemungkinan Anda mengembangkan kondisi tertentu yang dapat menyebabkan mulut terasa manis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *