Ulasan Seputar Kesehatan Anak

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

4 Pilihan Pemanis untuk Penderita Diabetes

Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi gula adalah hal yang dilarang. Meskipun tidak dilarang sepenuhnya, namun penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka jika tidak ingin kadar gula dalam darah meningkat. 

Oleh karena itu, kini banyak sekali pilihan pemanis untuk penderita diabetes yang dibuat lebih aman untuk mereka. Mau tahu apa saja macamnya? Ikuti terus artikel berikut untuk mengetahui apa saja gula pengganti untuk para penderita diabetes.

Haruskan penderita diabetes menggunakan pemanis buatan?

Dengan jumlah gula rendah atau tanpa kalori, pemanis buatan mungkin tampak seperti suguhan bagi penderita diabetes. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanis buatan sebenarnya mungkin berlawanan dengan intuisi, terutama jika Anda ingin mengelola atau mencegah diabetes. 

Padahal, peningkatan konsumsi gula pengganti tersebut dapat berkorelasi dengan kasus obesitas dan diabetes. Kabar baiknya, ada alternatif gula yang bisa Anda pilih, di antaranya:

  • Produk stevia atau stevia, seperti Truvia
  • Tagatose
  • Ekstrak buah biksu
  • Gula aren
  • Gula kurma
  • Alkohol gula, seperti erythritol atau xylitol

Pilihan gula alami untuk diabetes tipe 2

Berikut beberapa beberapa pemanis untuk penderita diabetes dan pengaruhnya. 

  1. Fruktosa

Lebih dikenal dengan gula yang didapatkan dari buah-buahan. Banyak yang telah mendengar bahwa makan fruktosa dari buah lebih baik untuk penderita diabetes daripada gula meja biasa. Buah-buahan adalah pilihan yang lebih baik daripada makanan penutup. Tapi kita tetap perlu memperhatikan pilihan kita untuk menerima manfaat terbaik tanpa lonjakan gula darah. 

Memilih buah yang tinggi serat akan selalu lebih baik untuk kadar gula darah. Dengan cara ini pelepasan glukosa ke dalam darah akan lebih lambat, membantu menghindari peningkatan tajam gula darah. Beberapa contoh buah yang kaya serat adalah blueberry, alpukat, stroberi, dan semangka. 

  1. Agave

Berasal dari tumbuhan, pemanis ini berasal dari tanaman yang sama yang digunakan untuk membuat tequila dan di tanam di Meksiko. Yang paling sering dipuji karena indeks glikemiknya yang rendah. Indeks glikemik adalah cara kita mengukur seberapa cepat glukosa dalam makanan dicerna dan memasuki aliran darah. 

Yang terpenting, American Diabetes Association mencantumkan agave sebagai pemanis untuk membatasi, bersama dengan gula meja biasa, gula merah, madu, sirup maple, dan semua gula lainnya. Jadi, lebih baik memilih makanan yang dimaniskan secara alami yang memiliki beberapa manfaat nutrisi, seperti buah atau bahkan sedikit madu yang lebih kaya antioksidan daripada gula. 

  1. Stevia

Stevia adalah pemanis rendah kalori yang memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes. Ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Tidak seperti pemanis buatan dan gula, stevia dapat menekan glukosa plasma Anda dan secara signifikan meningkatkan toleransi glukosa. Ini juga bukan pemanis buatan, secara teknis. Stevia juga memiliki kemampuan untuk:

  • Meningkatkan produksi insulin  
  • Meningkatkan efek insulin pada membran sel
  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Melawan mekanisme diabetes tipe 2 dan komplikasinya
  1. Tagatose

Tagatose adalah gula alami lainnya yang sedang dipelajari para peneliti. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa tagatose:

  • Mungkin merupakan obat antidiabetes dan antiobesitas yang potensial
  • Dapat menurunkan gula darah dan respon insulin Anda
  • Mengganggu penyerapan karbohidrat

Namun, tagatose membutuhkan lebih banyak studi untuk jawaban yang lebih pasti. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mencoba pemanis yang lebih baru seperti tagatose. 

Jadi, menurut American Heart Association merekomendasikan pemanis untuk penderita diabetes dibatasi tidak lebih dari 6 sendok teh untuk wanita dan rata-rata 9 sendok  teh untuk pria per hari. Itu termasuk semua sumber, seperti agave, gula, sirup jagung fruktosa tinggi, dan lainnya. 

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.

Waspadai Gejala Nodul Tiroid, Munculnya Benjolan pada Kelenjar Tiroid

Setiap orang memiliki kelenjar tiroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh serta denyut jantung. Ketika muncul benjolan pada kelenjar ini, maka Anda kemungkinan besar mengalami nodul tiroid.

Nodul tiroid terjadi ketika ada benjolan padat atau benjolan berisi cairan di kelenjar tiroid. Kemunculan benjolan ini bisa terjadi akibat pertumbuhan sel-sel tiroid yang tidak terkendali.

Tanda-tanda gejala nodul tiroid

Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak menimbulkan gejala khusus. Gejala biasanya baru dirasakan ketika kondisi penderita sudah cukup parah. Jika benjolan sudah sangat besar, maka Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Suara parau
  • Nyeri di pangkal leher
  • Gondok atau kelenjar tiroid yang membesar

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menghasilkan tiroksin tambahan. Tiroksin merupakan hormon yang diproduksi dalam kelenjar tiroid. Saat kelenjar tiroid memproduksi tiroksin secara berlebihan, Anda akan mengalami hipertiroidisme. 

Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda akan mengalami gejala hipertiroidisme. Gejala umumnya berupa:

  • Penurunan berat badan drastis
  • Peningkatan produksi keringat
  • Gugup dan gemetar
  • Detak jantung yang sangat cepat atau tidak teratur

Faktor penyebab nodul tiroid

Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali. Tidak diketahui dengan pasti apa yang bisa menyebabkan hal ini. Akan tetapi, diduga ada pengaruh faktor genetik yang kuat dalam menyebabkan kondisi ini.

Ada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, ketika nodul tiroid diasosiasikan dengan beberapa penyakit tertentu. Berikut ini penyakit-penyakit yang diduga turut berkontribusi dalam menyebabkan pertumbuhan sel tiroid tak terkendali:

  • Kekurangan yodium

Tubuh Anda mendapatkan asupan yodium dari makanan. Saat tubuh mengalami kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan memproduksi sel tiroid tanpa bisa dikendalikan.

Biasanya, kekurangan yodium bisa terjadi ketika Anda terbiasa makan tanpa menggunakan garam. 

  • Penyakit tiroid Hashimoto

Penyakit ini merupakan kelainan pada kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan peradangan. Saat kelenjar tiroid meradang, pertumbuhan benjolan di kelenjar tiroid akan semakin besar.

Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan hipotiroidisme, yaitu saat kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. 

  • Kista tiroid

Kista merupakan pertumbuhan rongga yang berisi cairan. Kista ini paling sering disebabkan oleh adenoma tiroid yang merosot.

Umumnya, kista tidak bersifat kanker. Tetapi ada juga kandungan komponen dalam kista yang bisa memicu kanker. Hal ini juga bisa menyebabkan Anda terkena nodul tiroid. 

  • Gondok multinodular

Gondok seringkali dijadikan istilah untuk menggambarkan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam kasus gondok multinodular, terdapat beberapa nodul berbeda di dalam gondok yang tidak diketahui apa penyebabnya.

Komplikasi nodul tiroid

Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, kondisi ini juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas dan mengunyah

Anda akan merasa sulit bernapas dan mengunyah karena benjolan menghambat saluran tenggorokan Anda. 

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi tiroid dalam jumlah terlalu banyak. Kondisi ini bisa menyebabkan pelemahan tulang serta detak jantung.

  • Risiko operasi 

Dalam kasus parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi. Operasi selalu menimbulkan risiko dan efek samping. Anda mungkin harus menjalani terapi perawatan seumur hidup.

Ketika merasakan gejala nodul tiroid, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini penting supaya Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi.

Kanker Payudara Bisa Terjadi Pada Pria, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Pada perempuan Indonesia, jenis kanker yang paling banyak terjadi adalah kanker payudara dan kanker serviks. 

Dilihat dari forum kanker di SehatQ, hampir semua pertanyaan terkait dengan kanker payudara. Meski identik pada wanita, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Sekitar 1 dari setiap 100 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker payudara. 

Wanita di atas 50 tahun berisiko terkena kanker payudara

Mengapa pria bisa terkena kanker payudara?

Baik pria maupun wanita memiliki jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar getah bening, jaringan lemak, kelenjar penghasil susu (lobulus), dan saluran yang membawa susu ke puting susu. 

Selama pubertas, wanita mengembangkan lebih banyak jaringan payudara. Karena itulah mereka lebih rentan terkena kanker payudara. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan pria mengembangkan kanker payudara. Hanya saja kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara membelah lebih cepat dari sel yang sehat. Sel membentuk tumor yang dapat menyebar ke jaringan terdekat, seperti kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. 

Jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria sama seperti pada wanita, yaitu:

  • Karsinoma duktal: Hampir semua kasus kanker payudara pria adalah karsinoma duktal. Sel kanker mulai berkembang di saluran susu lalu menyebar ke area lainnya.
  • Karsinoma lobular: Sel kanker dimuliad di kelenjar penghasil susu. Ini merupakan jenis kanker payudara yang jarang terjadi pada pria.
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS): Kanker dipicu oleh penyakit payudara, seperti penyakit Paget pada puting.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang membuat seorang pria lebih rentan terkena kanker payudara:

  • Riwayat keluarga

Sekitar 1 dari 5 pria pengidap kanker payudara memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

  • Mutasi genetik

Mutasi pada gen tertentu, seperti seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara. Ini menjelaskan kenapa pria dengan anggota keluarga terkena kanker payudara berisiko terkena lebih tinggi.  

  • Usia

Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar didiagnosis pada usia 50 hingga 60 tahun.

  • Menjalani pengobatan atau terapi

Pria yang menjalani terapi radiasi pada dada atau perawatan obat yang mengandung hormon estrogen (untuk mengobati kanker prostat) memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Faktor gaya hidup

Minum 2 atau lebih minuman beralkohol per hari bisa membuat seseorang berpeluang lebih tinggi mengidap kanker payudara. Namun faktor ini harus diteliti lebih lanjut pada pria. 

Kurang olahraga juga dan mengalami kegemukan juga meningkatkan risiko pria terkena penyakit tersebut.

  • Kondisi medis

Sindrom Klinefelter adalah kondisi dimana anak laki-laki memiliki lebih dari satu salinan kromosom X. 

Sindrom Klinefelter menyebabkan testis berkembang secara abnormal, dan meningkatkan produksi hormon wanita (estrogen). Akibatnya mereka lebih rentan terkena kanker payudara.

Penyakit sirosis hati juga dapat menurunkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Tanda kanker payudara pada pria

Terkadang pria yang didiagnosis kanker payudara tidak mengalami gejala khusus. Beberapa tanda umum meliputi:

  • Terdapat benjolan, bengkak, atau penebalan di jaringan payudara yang tidak terasa menyakitkan. Karena pria memiliki lebih sedikit jaringan payudara, benjolan akan lebih mudah terasa
  • Perubahan pada kulit di sekitar payudara, seperti kulit berkerut atau lesung pipit pada kulit payudara
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, atau puting yang seperti berputar ke dalam
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Nyeri di area puting

Seringkali, gejala di atas juga bukan mengindikasikan kanker payudara tapi menunjukkan kondisi medis lain yang bukan kanker. Jika Anda ragu, Anda bisa bertanya secara anonim di forum kanker SehatQ.

Catatan

Tanyakan masalah kesehatan terkait kanker di forum kanker SehatQ yang memungkinkan Anda berdiskusi terkait hal tersebut dengan dokter berpengalaman. Anda juga bisa chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tuberous Sclerosis, Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Seluruh Bagian Tubuh

Tuberous sclerosis adalah penyakit langka yang menyebabkan tumor, atau pertumbuhan di otak dan organ lainnya. Pertumbuhan ini bisa terjadi pada kulit, ginjal, mata, jantung, ataupun paru-paru penderita. 

Namun, Anda tak perlu khawatir, tuberous sclerosis termasuk dalam tumor yang sangat jinak (non-kanker). Tapi apakah penyakit ini dapat diobati atau dihindari? Nah, berikut penjelasannya!

Bagaimana tuberous sclerosis ini muncul?

Tanda pertama tuberous sclerosis dapat terjadi saat seseorang baru lahir. Orang lain mengalami gejala hal ini seiring berjalannya waktu. Beberapa tanda pertama adalah kejang dan bintik-bintik pada kulit. Beberapa penderita mungkin akan mengalami masalah belajar atau kejang yang sulit dikendalikan.

Tuberous sclerosis mempengaruhi setiap  1 dari 6.000 bayi yang baru lahir. gangguan ini terjadi baik pada anak laki-laki ataupun perempuan dan pada orang-orang dari semua rasa tau kelompok tertentu. Jadi, semua orang berpotensi terkena tuberous sclerosis. 

Gejala tuberous sclerosis

Dokter mungkin akan mencurigai tuberous sclerosis jika bayi Anda memiliki kondisi yang disebut jantung rhabdomyomas (tumor jantung yang jinak) saat lahir. Tanda lain pada bayi adalah mengalami kejang, terutama sejenis kejang-kejang disebut kejang infantile. 

Beberapa tanda tuberous sclerosis dapat muncul di kemudian hari di masa kanak-kanak atau bahkan hingga dewasa. Gejalanya termasuk:

  • Bintik putih pada kulit (disebut makula hipopigmentasi) yang bersinar di bawah lampu khusus 
  • Sebuah ruam di wajah (disebut angiofibroma wajah) yang mungkin terlihat seperti jerawat
  • Masalah dengan ginjal (terkait dengan pertumbuhan di ginjal)
  • Area kulit sangat tebal, seringkali terdapat dibagian punggung
  • Tumbuh di bawah atau di sekitar kuku
  • Gigi berlubang
  • Batuk atau sesak napas
  • Cacat mental
  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan spektrum autism

Namun, gejala ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengalami gejala ringan. Mereka memiliki kecerdasan normal dan tidak mengalami kejang. Orang lainnya mungkin memiliki cacat intelektual dan kejang yang sulit dikendalikan. 

Apa penyebab tuberous sclerosis?

Tuberous sclerosis adalah a genetik kondisi. Perubahan (atau mutasi) baik di TSC1 atau TSC2 gen menyebabkan penyakit. Karena sifat genetik, dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, atau diwariskan ketika mereka lahir. 

jika salah satu orang tua menderita tuberous sclerosis, setiap anak yang lahir dari orang tua tersebut memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisi penyakit tersebut. Tetapi pada kebanyakan kasus penyakit, tidak ada riwayat keluarga, maka kemungkinan dari mutasi yang menyebabkannya. 

Lalu, dapatkan tuberous sclerosis dicegah atau dihindari?

Hingga saat ini tidak ad acara yang diketahui untuk mencegah atau menghindari tuberous sclerosis. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan ingin memiliki anak, bicarakan dengan dokter keluarga. Ia dapat merujuk ke konselor genetik atau ahli genetika medis, untuk membantu Anda dan pasangan memutuskan apa yang harus dilakukan. 

Pengobatan tuberous sclerosis

Pada dasarnya tidak ada obat tuberous sclerosis. Tetapi dokter Anda dapat mengobati banyak gejala yang dialami oleh penderita. Meliputi:

  • Obat yang dapat membantu mengontrol beberapa kejang. Beberapa anak mungkin memerlukan pembedahan pada otak mereka untuk membantu mengatasi kejang. 
  • Pertumbuhan kecil di wajah dapat dihilangkan dengan perawatan laser, meskipun cenderung akan muncul kembali.
  • Tumor otak bisa diobati dengan obat.
  • Tumor ginjal sering diobati dengan pembedahan.
  • Jika anak Anda memiliki masalah perkembangan, terapi bisa membantu Anda dan anak. Jika mereka terus memiliki kecacatan intelektual, mereka mungkin memerlukan pendidikan khusus.  

Tuberous sclerosis adalah kondisi penyakit seumur hidup. Banyak orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan secara normal. Gejala mereka ringan dan atau bisa diobati oleh dokter mereka. Namun, jika gejala lebih parah, penyakit ini dapat berdampak lebih besar pada penderitanya. 

Siapapun yang menderita tuberous sclerosis berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tumor otak atau ginjal lesi. Itulah mengapa penting untuk menemui dokter Anda secara teratur. Ia dapat membantu memantau gejala Anda dan mendeteksi komplikasi sejak dini.

Lebih Efektif, CDC Anjurkan Pemakaian Masker Dobel

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) kini resmi merekomendasikan penggunaan masker dobel atau dua masker sekaligus. Sejak pandemi COVID-19, masker menjadi barang wajib yang harus selalu digunakan untuk menghindari penularan virus. Awalnya, masker yang dianjurkan hanya satu buah saja, baik masker bedah, masker KN95, atau masker kain dengan bahan yang ditentukan. Namun, untuk meningkatkan perlindungan diri yang lebih efektif, masyarakat dihimbau untuk memakai masker dobel, yaitu masker medis sekali pakai yang dilapisi masker kain.

Benarkah Masker Dobel Lebih Efektif?

Hasil penelitian oleh CDC menyebutkan bahwa menggunakan masker dobel dapat mengurangi penularan partikel pembawa virus secara signifikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan masker medis, masker kain, serta pengaruh jika masker tersebut diikat dan tidak. Hasil dari percobaan pertama yang hanya menggunakan masker medis tidak diikat bisa mencegah 56,1% partikel dan masker kain mencegah 51,4% partikel. Kemudian, dilakukan kombinasi masker dobel, yaitu masker kain melapisi masker medis bisa mencegah hingga 85,4% partikel.

Percobaan kedua dilakukan dengan penggunaan masker medis yang talinya diikat bisa mencegah 77,0% partikel. Kemudian percobaan dilakukan dengan dua orang. Satu orang tidak memakai masker, dan satu orang lagi menggunakan masker dobel antara masker medis dengan masker kain. Hasilnya, dapat memblokir 83,0% partikel dan jika kedua orang menggunakan masker dobel dengan benar bisa menghalangi hingga 95% partikel.

Masker medis biasanya kurang pas ketika digunakan dan terkadang membuat celah disamping kanan-kiri wajah. Akibatnya, udara yang dihirup bisa membawa partikel yang tidak tersaring. Oleh karena itu gunakan masker kain yang berfungsi sebagai penjepit sehingga mencegah kebocoran udara. Hasilnya, pengguna masker dobel bisa mendapat perlindungan lebih efektif juga melindungi orang-orang di sekitar dengan lebih baik. Namun, agar bisa mendapat perlindungan yang efektif, Ada cara memakai masker dobel yang tepat, yaitu:

Gunakan Masker Medis Lebih Dulu

Gunakan masker medis sebagai lapisan pertama untuk masker dobel. Ada beberapa cara menggunakan masker medis yang benar. Pertama, posisikan garis kawat di atas hidung. Kemudian kaitkan tali pada telinga. Tarik masker ke bawah untuk menutup mulut hingga dagu. Tekan bagian kawat agar bentuknya pas mengikuti lekuk hidung sehingga masker tertutup rapat dan tidak ada celah.

Gunakan Masker Kain di Atasnya

Setelah menggunakan masker medis sekali pakai, Anda bisa melapisinya dengan masker kain untuk mencegah kebocoran udara dan meningkatkan perlindungan. Selain itu, masker kain juga berfungsi sebagai penjepit untuk mengamankan masker medis yang longgar. Pastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dialiri udara, mulai dari bagian area atas masker dan sisi kanan-kiri. Perhatikan juga bahan dari masker kain yang digunakan. Jika masker dobel terlalu tebal justru akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Masker Dobel yang Tidak Dianjurkan

Penggunaan masker dobel yang tidak dianjurkan CDC yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya, masker medis sekali pakai tidak bisa menutupi area wajah secara maksimal. Oleh karena itu, menggunakan masker medis lebih dari satu tidak dapat menambah perlindungan dari virus. CDC juga tidak menyarankan menggunakan masker dobel untuk masker KN95 atau masker respirator N95 karena satu lapis masker tersebut sudah cukup efektif sehingga tidak perlu dilapisi dengan masker lainnya.Selain menggunakan masker dobel, pencegahan virus juga wajib dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan di air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kerumunan, dan tetap di rumah. Anda juga harus memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan makanan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan lengkapi dengan vitamin.

Bagaimana Mengetahui Penyakit Trombosis Arteri?

Trombosis arteri

Trombosis arteri adalah terjadinya penggumpalan darah di dalam arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Meski tidak selalu menampakkan gejala, trombosis arteri dapat menjadi penyebab kekhawatiran. Hal ini karena gumpalan darah berpotensi menyumbat arteri, baik secara parsial maupun total. Aliran darah ke organ – organ vital tubuh pun menjadi terhambat.

Trombosis adalah istilah medis yang merujuk pada proses pembekuan darah di dalam tubuh. Trombosit dan protein di dalam plasma darah bekerja sama untuk mencegah perdarahan berat ketika pembuluh darah mengalami cedera. Pada kondisi normal, tubuh segera melarutkan gumpalan darah ketika cedera pulih. Namun, pada beberapa kasus, gumpalan darah tidak dapat larut dan menyumbat arteri. Gumpalan darah pun dapat terlepas, lalu mengalir bersama aliran darah, dan berakhir di dalam arteri yang memasok darah ke otak, jantung, dan paru-paru. Hal ini meningkatkan risiko penyakit membahayakan, termasuk serangan jantung, stroke atau stroke ringan, dan emboli paru.

Lalu bagaimana mengetahui tentang penyakit trombosis arteri ini? Trombosis arteri tidak menampakkan gejala, hingga arteri tersumbat atau aliran darah ke beberapa bagian tubuh terganggu. Trombosis arteri umumnya tidak menimbulkan gejala sampai gumpalan darah menyumbat atau menghentikan aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Gejala kondisi tersebut bisa beragam, tergantung lokasi sumbatan yang terjadi.

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri koroner

Trombosis arteri yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner akan menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pucat
  • Keringat dingin
  • Mual dan muntah
  1. Sumbatan pada pembuluh arteri ke otak

Jika trombosis arteri menyumbat arteri di otak, maka akan terjadi stroke iskemik. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut

  • Mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Wajah tampak tidak simetris atau salah satu terlihat lebih turun
  • Bicara pelo, sulit berbicara, atau memahami pembicaraan
  • Sulit mempertahankan keseimbangan
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sulit menelan

Terkadang, sumbatan akibat gumpalan darah ini bisa hanya berlangsung sementara. Kondisi ini disebut stroke ringan atau TIA (transient ischemic attack).

  1. Sumbatan pada pembuluh arteri perifer

Kondisi ini umumnya terjadi akibat komplikasi dari penyakit arteri perifer. Pada penyakit arteri perifer, penumpukan plak yang terjadi bisa pecah. Akibatnya, bisa terjadi gumpalan darah. Gumpalan darah yang menyumbat arteri perifer bisa menyebabkan timbulnya keluhan dan gejala, seperti

  • Nyeri tungkai
  • Tungkai tampak pucat, kebiruan, atau terasa dingin
  • Mati rasa atau kelemahan pada tungkai

Setelah mengetahui gejala dan berdasarkan lokasi penyumbatan, Anda bisa saja memiliki kemungkinan untuk menderita

  1. Serangan jantung, gejalanya berupa nyeri dada atau nyeri dari bagian lain di area dada atas, napas pendek, mual, dan pening.
  2. Stroke, gejalanya meliputi mendadak kebingungan, salah satu sisi tubuh terasa lemah atau mati rasa, gangguan penglihatan, dan hilang keseimbangan.
  3. Emboli paru-paru, gejalanya termasuk nyeri dada, batuk berdarah, dan napas mendadak menjadi pendek tanpa sebab yang jelas, dan denyut nadi sangat cepat.

Tidak ada cara untuk mencegah pembekuan darah sepenuhnya. Namun, Anda dapat menurunkan risikonya dengan mengurangi potensi terjadinya aterosklerosis. Anda bisa melakukan beberapa hal ini agar aliran darah pada tubuh tetap lancar.

  1. Menghindari kebiasaan merokok
  2. Menjalani pola makan sehat, dan tidak mengonsumsi makanan berlemak
  3. Berolahraga secara teratur
  4. Mempertahankan berat badan yang ideal
  5. Membatasi konsumsi alkohol

Pencegahan selanjutnya agar terhindar dari penyakit thrombosis arteri jika Anda mempunyai risiko tinggi untuk mengalami terjadinya penggumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan berikut ini. 

  1. Obat golongan statin untuk kadar kolesterol yang tinggi
  2. Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi
  3. Obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah, seperti antikoagulan, dan antiplatelet

Trombosis arteri merupakan penyakit yang bisa dibilang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Lebih baik sebelum terkena penyakit ini, terapkan pola hidup yang sehat karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jamu Di Jamu Iboe Mana yang Kurangi Peradangan?

Peradangan adalah mekanisme pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi, luka, dan segala bentuk bahaya lainnya. Akan tetapi, peradangan dapat menjadi berbahaya dalam beberapa kasus, misalnya ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan peradangan menjadi lebih parah dan mengakibatkan kerusakan jaringan. Beberapa obat anti-peradangan tersedia untuk membantu mengatur peradangan di dalam tubuh. Sayangnya, obat tersebut sering memiliki efek samping dan tidak selamanya efektif mengatasi peradangan. Senyawa alami yang ada di beberapa obat herbal tertentu seperti jamu juga memiliki potensi sebagai anti-peradangan. Jamu banyak tersedia di pasaran saat ini, salah satunya di Jamu Iboe yang lengkap menyediakan berbagai jenis jamu. Artikel ini akan membahas tentang bahan-bahan jamu sebagai obat herbal dalam mengatasi peradangan. 

Jamu Iboe Official Store

Jamu adalah obat herbal asli Indonesia. Anda bisa mendapatkan jamu secara online di Jamu Iboe. Jamu menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat gangguan kesehatan dan kulit. Adapun bahan yang sering digunakan dalam jamu untuk mengatasi peradangan di antaranya adalah:

  • Kunyit

Konsumsi jamu yang mengandung kunyit. Tanaman ini mengandung zat kimia yang disebut curcumin, yang mana memiliki sifat anti-peradangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman pada orang yang menderita arthritis. Obat herbal ini bekerja dengan cara membatasi produksi molekul yang disebut cytokines, yang mana menyebabkan peradangan. 

Peneliti terus menginvestigasi bagaimana curcumin memengaruhi peradangan pada kondisi lain, seperti penyakit radang usus. Curcumin memiliki bukti paling besar dalam kemampuannya sebagai efek anti-peradangan dibandingkan dengan obat herbal lainnya. Selain dalam bentuk jamu yang bisa Anda beli di Jamu Iboe dan ekstrak, kunyit juga tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan teh. 

  • Jahe

Memiliki nama ilmiah Zingiber officinale, jahe merupakan tanaman tropis yang telah digunakan sebagai obat tradisional selama ribuan tahun. Jamu yang mengandung jahe mungkin memiliki sifat anti peradangan. Ada bukti yang menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat di dalam jahe dapat membatasi produksi cytokines dan aktivitas enzim cyclooxygenase, penyebab utama peradangan. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sifat anti peradangan di dalam jahe dapat bermanfaat dalam merawat beberapa kondisi seperti rasa nyeri dan arthritis. Jahe tersedia dalam banyak bentuk. Selain jamu dari Jamu Iboe, Anda juga bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk tablet, kapsul, teh, ataupun akar kering. 

Namun, sama halnya dengan mengonsumsi obat, ada potensi terjadinya efek samping dan komplikasi apabila Anda mengonsumsi jamu atau obat herbal lainnya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak melakukan regulasi terhadap jamu dan obat herbal, sehingga bahan dan kualitas yang terkandung di dalam produk tersebut dapat beragam. Hal ini berarti kurangnya informasi yang dapat dipercaya seputar keamanan dari produk tersebut. Akan tetapi, menurut Pusat Kesehatan Pelengkap dan Integratif Nasional, kunyit dan jahe umumnya aman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, potensi efek samping di antaranya adalah gangguan gastrointestinal, gangguan hati, rasa tidak nyaman di perut, maag, diare, gas, dan gangguan tidur. Ada kemungkinan pula untuk jamu dan obat herbal berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, misalnya teh hijau dapat berinteraksi dengan penghambat beta tertentu seperti nadolol. 

Ada beberapa bukti yang mendukung klaim bahwa kunyit dan jahe memiliki sifat anti-peradangan. Bagi orang-orang yang menderita gangguan peradangan, konsumsi obat herbal tersebut dalam bentuk jamu dapat bermanfaat dalam mengurangi peradangan. Anda bisa membeli jamu secara online di Jamu Iboe.

Dapatkah Minum Jahe Mencegah Kehamilan, Mitos Atau Fakta?

Keyakinan banyak orang terhadap kemampuan tanaman herbal terkadang membuat kabur batasan antara mitos dan fakta. Banyak tanaman herbal yang dianggap memiliki manfaat terhadap sesuatu namun belum teruji dan keamanannya diragukan. Untuk mencegah kehamilan, tanaman jahe dianggap dapat membantu dengan cara diminum. Mitos atau fakta, ya?

Benarkah jahe mencegah kehamilan?

Secara turun-temurun, jahe memang telah digunakan untuk mendorong kontraksi rahim dan menstruasi. Khasiat yang berhubungan dengan kewanitaan itulah yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa jahe dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Jahe biasanya akan dilah menjadi teh agar bisa dikonsumsi secara rutin. 

Teh jahe sendiri bisa dikonsumsi hingga 4 gelas setiap harinya. Akan tetapi batasi konsumsi agar tidak lebih dari 4 gelas. Selain itu, teh jahe tidak disarankan dikonsumsi lebih dari 5 hari. Cara membuatnya cukup mudah, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini.

  • Cuci bersih kemudian kup jahe segar.
  • Iris tipis dan rebus dalam air mendidih selama 5-7 menit. 
  • Saring air rebusan jahe dan tambahkan madu secukupnya.
  • Teh jahe siap Anda nikmati. 

Rasa teh jahe ini nikmat dan mampu menghangatkan tubuh terutama jika Anda mengonsumsinya saat musim hujan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang akurat tentang efektivitas mengonsumsi jahe untuk mencegah kehamilan. Hal itu menunjukkan bahwa jahe mencegah kehamilan merupakan mitos semata. 

Tanaman lain yang diyakini dapat mencegah kehamilan

Tidak hanya jahe saja, beberapa tanaman lain juga diyakini sebagai cara herbal untuk mencegah kehamilan. Banyak orang berusaha mengganti kontrasepsi dengan mengonsumsi tanaman herbal  berikut ini. 

  1. Biji benih wortel

Biji benih wortel merupakan salah satu tanaman yang dianggap mampu mencegah kehamilan. Wanita di India mempercayai hal ini. Mereka akan mengonsumsi biji benih wortel liar setelah berhubungan seksual dengan tujuan mencegah kehamilan. Selama 7 hari para wanita India akan minum 1 sendok teh biji benih wortel guna mencegah implantasi dan konsepsi. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai khasiat biji benih wortel sebagai pencegah kehamilan hingga saat ini. 

  1. Aprikot

Buah aprikot memiliki sifat antikanker yang baik untuk tubuh. Selain itu, aprikot diyakini bisa membantu mencegah pertumbuhan janin di dalam lahir. Untuk mendapat manfaat aprikot sebagai kontrasepsi, waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pada permulaan ovulasi. Akan tetapi, aprikot sebagai kontrasepsi alami juga belum diteliti secara lebih lanjut sehingga efektivitasnya diragukan. 

  1. Tanaman rue

Tanaman rue dapat menstimulasi adrenalin, sehingga permeabilitas kapiler dalam lahir menurun. Hal tersebut memberi dampak pada sperma sebab implantasi dapat gagal. Anda hanya perlu minum ramuan dari tanaman rue 2 hingga 3 kali sehari untuk mencegah kehamilan. Caranya yaitu meletakkan tanaman rue di dalam gelas kemudian tambahkan air mendidih. Diamkan 5 menit, saring, kemudian minum. Sama seperti dua tanaman sebelumnya, rue juga belum melewati penelitian sehingga efektivitasnya untuk mencegah kehamilan masih dipertanyakan. 

  1. Kunyit

Tidak hanya jahe saja, kunyit pun dianggap berkhasiat untuk mencegah kehamilan. United Nations Population Fund (UNFPA) melaporkan penggunaan kunyit untuk pencegahan kehamilan di bagian barat Nepal. Beberapa orang berusia sekitar 70 tahun dulu sempat menggunakan air kunyit untuk mencegah kehamilan. Mereka minum 3 sendok bubuk kunyit yang dicampur air setelah berhubungan seksual. Meski demikian hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berbagai hal yang herbal seringkali dianggap lebih sehat untuk diterapkan padahal belum tentu, lho! Risiko alergi dan kesalahan dosis mungkin mengintai untuk Anda yang hobi mengonsumsi herbal padahal belum terbukti khasiatnya. Jahe mencegah kehamilan hanya mitos sebab penelitian belum membuktikan hal itu. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi berbagai bahan herbal untuk kepentingan medis, Jika Anda ingin mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi dan hindari berhubungan seksual ketika masa subur.

Penyebab Sakit Pinggang yang Dialami Kaum Muda

penyebab sakit pinggang

Sakit pinggang identik sekali dengan orang yang telah berusia lanjut. Namun, tahukah Anda jika sakit pinggang bisa dialami oleh siapa saja, tak peduli berapa usianya? Sakit pinggang bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Oleh karenanya, Anda—yang usianya masih muda—perlu mengetahui berbagai kemungkinan penyebab sakit pinggang.

Hal ini agar bisa meminimalisir kondisi serius yang mungkin terjadi, jika penyebab sakit pinggang diabaikan atau terus dilakukan berulang-ulang. Selain itu, dengan mengetahui kemungkinan penyebab sakit pinggang tersebut, kita bisa jadi lebih waspada dan dapat menghindarinya.

Secara umum, sakit pinggang yang dirasakan para pemuda itu bersifat sementara dan cenderung tidak serius. Nah, di sini perlu diperhatikan, apakah sakit pinggang yang dialami berlangsung dalam waktu yang lama? Jika, ya, bisa jadi penyebabnya adalah sesuatu yang serius.

Biasanya, orang-orang mulai mengalami sakit pinggang pada usia 30-an awal. Risiko sakit pinggang terus bertambah seiring bertambahnya usia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sakit pinggang bisa semakin parah dan berisiko bagi seseorang, seperti:

  • Kelebihan berat badan
  • Sering mengangkat benda-benda berat
  • Terlalu lama duduk

Paling sederhana, sakit punggung biasanya terjadi karena ketegangan otot atau cedera ringan ketika mengangkat beban berat. Selain itu, kejang otot hingga patah tulang belakang juga bisa jadi penyebabnya.

Tak hanya ini, ada beberapa kegiatan yang bisa menyebabkan sakit pinggang seperti mengangkat sesuatu dengan postur yang salah, mengangkat sesuatu yang terlalu berat, dan membuat gerakan di punggung secara tiba-tiba.

Melanjutkan pembahasan mengenai kondisi medis serius yang menjadi penyebab sakit pinggang, berikut beberapa keadaan yang mungkin perlu diwaspadai:

  • Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) terjadi karena bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. HNP ini dikenal juga sebagai saraf terjepit. HNP bisa menyebabkan nyeri pada bagian pinggang, punggung, hingga leher—tergantung dari lokasi terjadinya HNP.

Saraf terjepit ini biasanya menimbulkan gejala, mulai dari nyeri seperti tertusuk di area bokong hingga ke tungkai kaki, kesemutan atau lemah otot di tungkai, hingga keterbatasan gerak—utamanya yang berkaitan dengan area sekitar pinggang.

  • Stenosis tulang belakang

Stenosis tulang belakang adalah ketika bantalan tulang belakang menyempit, menekan sumsum tulang belakang, dan saraf tulang belakang. Kondisi stenosis tulang belakang paling sering disebabkan oleh degenerasi disc atau bantalan antara vertebra. Hasilnya adalah kompresi akar saraf atau sumsum tulang belakang dengan taji tulang atau jaringan luna.

Tekanan pada saraf tulang belakang ini menyebabkan gejala seperti pinggang mati rasa, kram, dan pada beberapa kasus orang dengan stenosis tulang belakang tidak bisa berjalan atau memburuk ketika berjalan.

  • Kondisi lengkungan tulang belakang yang tidak normal

Tulang belakang memiliki bentuk lengkung yang unik untuk bisa menopang beban tubuh. Adanya kelengkungan tulang belakang yang tidak normal bisa menyebabkan sakit pinggang. Kelainan tulang belakang seperti skoliosis, kifosis, dan lordosis bisa menyebabkan sakit pinggang.

Namun, ini adalah kondisi bawaan yang biasanya pertama kali didiagnosis dari anak-anak atau remaja. Kelengkungan abnormal menyebabkan rasa sakit dan postur tubuh yang buruk karena menempatkan tekanan pada otot, tendon, ligamen dan vertebra.

**

Masa atau usia muda ini menjadi pertaruhan atas kondisi kesehatan Anda kelak di masa tua. Termasuk diantaranya kondisi tulang belakang, termasuk pinggang, bisa dipengaruhi oleh apa yang Anda lakukan di usia muda.

Jika pada saat muda Anda sering duduk dengan posisi tidak ideal, misalnya, tentu akan terjadi sesuatu di tulang belakang Anda. Hal ini termasuk juga dengan gaya hidup yang buruk. Gaya hidup buruk bisa menjadi penyebab sakit pinggang, baik yang dirasakan saat ini maupun nanti.

Apakah Anda jarang berolahraga? Jika, ya, segera ubah kebiasaan tersebut. Sebab jarang berolahraga membuat otot dan kondisi tubuh Anda kaku. Apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin ini akan menjadi penyebab sakit pinggang.