Panadok Anak: Mengelola Demam Pada Anak yang Perlu Anda Ketahui

Ketika suhu tubuh si kecil naik di atas suhu normal, mereka mungkin saja mengalami demam. Meskipun demam kadang bisa membuat khawatir, namun hal tersebut bisa menjadi tanda positif bahwa tubuh mereka sedang melawan infeksi dalam tubuh. 

Nah, salah satu obat yang dapat mengatasi demam dan nyeri pada anak adalah Panadol Anak. Obat ini berkhasiat untuk meredakan beberapa gejala yang muncul pada anak Anda, mulai dari ringan hingga sedang. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang mengelola demam dan cara mengatasinya, serta apa saja khasiat dari Panadol Anak. 

Panadol Anak

Panadol Anak adalah obat yang berkhasiat untuk meredakan nyeri ringan pada anak Anda. Panadol Anak mengandung parasetamol yang dipercaya sejak lama sebagai pereda nyeri (analgetik), penurun panas (antipiretik), serta bersifat meredakan peradangan pada tubuh. Beberapa gejala lain yang bisa diatasi oleh obat ini, meliputi:

  • Demam akibat batuk atau flu
  • Nyeri sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot setelah imunisasi

Hampir sama dengan obat jenis lainnya, Panadol Anak ini pun memiliki efek samping mulai dari ringan hingga sedang, seperti:

  • Mual 
  • Muntah 
  • Nyeri pada bagian perut atas
  • Feses berwarna gelap
  • Gatal dan ruam di kulit
  • Tubuh merasa kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan

Demam pada anak

Panadol Anak sering kali digunakan untuk mengatasi demam pada anak, karena mengandung paracetamol yang juga berkhasiat untuk mengatasi demam dan nyeri. Suhu tubuh normal seorang anak berkisar sekitar 37 derajat celcius, jadi jika di atas angka tersebut baru dinyatakan demam. 

Demam sangat umum terjadi pada anak-anak dan biasanya tidak berbahaya. Faktanya, meskipun dapat menghkhawatirkan ketika suhu tubuh anak Anda meningkat, demam seringkali hanya sebagai akibat dari respon tubuh mereka terhadap infeksi, yang dapat dialami anak-anak hingga 10 kali setiap tahun. Anda perlu khawatir jika demam anak menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Anak berusia kurang dari 6 bulan 
  • Berkembang dan ada ruam
  • Demam mencapai 40 derajat celcius 
  • Demam tidak hilang selama lebih dari 24 jam meskipun telah diberikan parasetamol secara teratur
  • Anak menolak untuk makan atau minum 
  • Anak muntah atau diare terus menerus
  • Anak tampak sakit atau lemah
  • Anak merasa sangat mengantuk 
  • Leher mereka kaku, atau mengalami kepekaan cahaya
  • Menangis terus menerus

Jika beberapa hal di atas terjadi pada anak, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Cara mengobati demam anak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan demam anak, parasetamol atau ibuprofen. Manakah yang harus dipilih?

  1. Perbedaan parasetamol dan ibuprofen

Parasetamol dan ibuprofen adalah dua obat yang dijual bebas (OTC) yang paling umum digunakan untuk mengobati nyeri dan demam pada anak. Namun, kedua obat ini berbeda dalam cara kerjanya, seberapa cepat dan berapa lama bertahan di dalam tubuh. 

  • Parasetamol. Adalah salah satu obat OTC yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri. Dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan demam pada anak-anak. Parasetamol hanya memiliki efek minimal pada peradangan (kemerahan dan bengkak). 
  • Ibuprofen. Adalah salah satu antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang paling umum digunakan untuk anak-anak. Ibuprofen juga dapat diguakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dan demam. Ibuprofen adalah bahan aktif dalam sejumlah produk OTC untuk anak-anak termasuk suspensi dan tablet kunyah. 
  1. Dosis 

Label pada kemasan parasetamol atau ibuprofen sering kali berisi rekomendasi usia dan berat badan anak. 

  • Parasetamol. Pada anak usia 1-12 bulan dosisi oral parasetamol adalah 15 mg/kg berat badan, dan diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan dengan tidak lebih dari empat dosis selama periode 24 jam. 
  • Ibuprofen. Pada usia usia 3 bulan hingga 12 tahun, dosis oral disarankan 5-10 mg ibuprofen/kg berat badan anak, hingga dosis maksimal 400 mg. Obat ini dapat diminum setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan dengan tidak lebih dari 3 dosis selama periode 24 jam. Selama periode 24 jam tesebut, anak tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.200 mg ibuprofen.
  1. Efek samping 

Semua obat memiliki efek samping, Anda dapat mengurangi kemungkinan efek samping dengan menggunakan dosis yang paling rendah untuk periode yang paling singkat. 

  • Paracetamol. Umumnya dianggap aman jika menggunakan sesuai aturan. 
  • Ibuprofen. Efek samping dapat bervariasi, kemungkinan yang bisa muncul adalah mual dan diare. 

Jadi, Anda dapat menggunakan paracetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam pada anak dan disesuaikan dengan gejala atau keluhan yang dialami anak. Pun, demikian dengan Panadol Anak yang mengandung parasetamol bisa dijadikan sebagai referensi jika anak mengalami gejala-gejala di atas. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *