Perbedaan Cinolon dan Cinolon-N serta Aturan Pakai

cinolon

Cinolon adalah obat topikal (obat yang pemberiannya langsung pada kulit atau selaput lendir) yang mengandung Fluocinolone acetonide. Obat ini digunakan untuk mengobati dermatosis atau peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam, gatal, dan kulit kemerahan akibat alergi atau pruiritus (rasa gatal yang meliputi sebagian atau seluruh tubuh).

Sedangkan Cinolon-N adalah obat topikal yang mengandung Fluocinolone acetonide dan Neomycin sulfate yang digunakan untuk mengobati dermatosis yang disertai dengan infeksi bakteri. Baik Cinolon atau Cinolon-N, keduanya termasuk dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Fluocinolone termasuk dalam golongan kortikosteroid yang bekerja dengan cara mengurangi produksi prostaglandin dan leukotriene di dalam tubuh yang memicu timbulnya peradangan pada kulit. Kandungan ini digunakan dalam obat Cinolon untuk meredakan gatal, bengkak, dan ruam kemerahan di kulit yang disebabkan oleh alergi, psoriasis, dermatosis dan eksim. Obat ini tersedia dalam bentuk krim, gel, dan salep.

Neomycin termasuk dalam golongan antibiotik aminoglikosida yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, kandungan ini digunakan untuk mengatasi infkesi bakteri pada kulit, telinga bagian luar, atau mata. Obat ini tersedia dalam bentuk salep, krim, gel, tetes mata atau tetes telinga. Antibiotik ini hanya untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus atau jamur.

Dosis dan Aturan Pakai Cinolon

Dosis pemakaian Cinolon yang dianjurkan yaitu 3-4 kali oles dalam sehari untuk usia dewasa, sedangkan untuk anak-anak ditentukan oleh dokter sesuai usia dan kondisi tubuh. Gunakan obat ini hanya untuk kondisi kulit dan bagian tubuh yang diresepkan dokter. Jangan menggunakannya lebih dari yang ditentukan karena bisa menyebabkan efek samping tertentu.

Sebelum mengoleskan Cinolon pada tubuh, cuci dengan bersih dan keringkan tangan Anda. Oleskan secara tipis di daerah yang bengkak atau kulit yang mengalami peradangan. Jangan membalut atau menutup area kulit yang sudah diolesi obat kecuali sudah disarankan dokter sebelumnya. Jika digunakan untuk mata, perhatikan area olesan. Jangan sampai obat masuk ke dalam dan mengenai bola mata karena bisa menyebabkan glaukoma. Hindari memberikan obat pada bagian dalam hidung atau mulut. Jika terkena, segera bilas dengan air yang banyak. Jangan lupa untuk cuci tangan setelah mengoleskan obat.

jangan digunakan untuk kondisi:

  • Mengobati rosacea, yaitu kondisi kulit yang menyerupai jerawat dengan gejala kulit kemerahan
  • Mengobati ruam di sekitar mulut atau dermatitis perioral
  • Penderita infeksi karena bakteri, virus, dan jamur
  • Penderita jerawat atau acne vulgaris
  • Bayi baru lahir

perlu perhatian khusus untuk:

  • Anak-anak dan pasien lanjut usia
  • Ibu hamil dan menyusui. belum ada penelitian untuk penggunaan Cinolon krim pada ibu hamil. Namun, bisa jadi tetap ada efek samping yang mengganggu perkembangan janin. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat.
  • Pasien dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh
  • Pasien penderita gagal hati, diabetes, dan gangguan sirkulasi darah
  • Penggunaan jangka panjang

Simpan Cinolon pada suhu ruangan atau di bawah 30oC dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung. Jangan simpan di area yang lembap seperti di kamar mandi. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk. Tanyakan pada dokter jika ada anjuran yang kurang dimengerti. Jika kondisi tidak membaik atau bahkan memburuk setelah penggunaan Cinolon selama 2 minggu, segera konsultasikan pada dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *