Perbedaan Pityriasis Alba dan Panu

Pityriasis alba merupakan kelainan pada kulit yang biasanya menyerang anak-anak dan remaja berusia 6 hingga 16 tahun. Orang yang menderita pityriasis alba biasanya memiliki bercak berwarna terang pada wajah dan bagian tubuh lainnya. Karena gejala tersebut, pityriasis alba mirip dengan panu (tinea versicolor).

Mengenal Gejala Pityriasis Alba dan Panu

Sekilas pityriasis alba dan panu memiliki gejala sama yakni bercak berwarna merah mudah terang yang dapat muncul di wajah, lengan, dada, leher dan punggung. Agar lebih jelasnya berikut gejala spesifik pityriasis alba:

  • Bercak berwarna merah muda pucat
  • Bercak berbentuk lingkaran atau oval
  • Bersisik
  • Gatal

Sedangkan panu memiliki gejala seperti:

  • Berwarna merah muda, merah atau kecoklatan
  • Kering
  • Gatal
  • Bersisik

Penyebab Pityriasis Alba dan Panu

Hingga saat ini tidak ada penyebab pasti pityriasis alba namun biasanya pityriasis alba dikaitkan dengan masalah eksim. Sedangkan panu disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia. Ada beberapa faktor yang bisa mendorong pertumbuhan jamur penyebab panu yaitu:

  • Cuaca panas dan lembab
  • Keringat berlebih
  • Kulit berminyak
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Perubahan hormonal

Selain itu, pityriasis alba cenderung menyerang anak-anak sedangkan panu dapat menyerang segala usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Faktor risiko terkena pityriasis alba dan panu juga berbeda. Risiko terkena pityriasis alba dapat meningkat jika sering beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan tabir surya. Sedangkan pada panu orang yang sering berkeringat banyak dan tinggal di iklim lembab dan hangat lebih berisiko terkena panu.

Diagnosa

Biasanya, dokter akan melakukan diagnosis dengan melihat ruam serta meninjau gejala dan riwayat kesehatan penderita. Karena gejalanya sama dengan panu, maka dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosanya yaitu dengan:

  • Pemeriksaan menggunakan sinar ultraviolet (UV) di ruangan gelap untuk melihat perbedaan warna kulit.
  • Dokter akan melakukan tes KOH (Kalium hidroksida) untuk mendiagnosis ada atau tidaknya infeksi jamur pada kulit. Nantinya, dokter akan mengambil sampel kulit dan mencampurkannya dengan kalium hidroksida dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Proses ini dapat membuat jamur lebih mudah dilihat.

Pengobatan

Pityriasis alba umumnya dapat sembuh dengan sendirinya namun memiliki waktu penyembuhan yang cukup lama yaitu dalam hitungan bulan hingga tahun. Dan akan menghilang saat anak tumbuh dewasa.

Pengobatan yang ada juga cenderung untuk mengurangi gejala yang ada seperti penggunaan petroleum jelly untuk melembabkan kulit bersisik dan krim atau salep hidrokortison 1% untuk mengurangi gatal. Dan untuk mempercepat proses penyembuhan, gunakan selalu tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap kali ke luar rumah.

Sedangkan panu, dapat diobati dengan obat khusus untuk mengatasi jamur seperti krim Ketoconazole atau Miconazole. Selain itu, dokter juga mungkin akan meresepkan obat oral seperti Itraconazole atau Fluconazole namun penggunaan obat oral harus sesuai dengan anjuran dokter. Penyembuhan panu juga memakan waktu yang lebih cepat yakni hanya 2 hingga 3 minggu.

Namun penggunaan obat oles baik itu untuk pityriasis alba ataupun panu harus sesuai anjuran dokter. Terutama pada penderita anak-anak yang memiliki kulit cenderung lebih sensitif daripada orang dewasa.

Kondisi Lainnya yang Menyerupai

Selain dengan panu, pityriasis alba juga dapat menyerupai vitiligo. Vitiligo terjadi ketika sel yang bertugas memproduksi melanin tidak lagi berfungsi. Bercak vitiligo dapat muncul pertama kali pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti ketiak, mata bahkan area dubur. Vitiligo juga tidak menyebabkan gatal seperti pityriasis alba dan kondisinya cenderung permanen atau sulit disembuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *