Perhatikan, Kondisi Kesehatan Ini Picu Trombosit Tinggi

Semua hal yang berlebihan menjadi tidak baik, termasuk ketika Anda mengalami trombosit tinggi. Trombosit sendiri merupakan keping darah yang berfungsi membekukan darah. Ketika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh, risiko penggumpalan darah bisa menimpa Anda. Ancaman berbagai penyakit kronis akibat penggumpalan darah tersebut pun akan menanti, mulai dari penyakit kardiovaskular sampai stroke. 

Wajarnya jumlah trombosit normal dalam darah berkisar 100.000—400.000 trombosit per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit Anda lebih dari 400.000, saat itulah Anda didiagnosis mengalami trombosit tinggi. 

Banyak penyebab yang dapat membuat jumlah trombosit dalam darah melonjak. Rata-rata penyebab trombosit tinggi sendiri mengarah pada masalah kesehatan tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang menjadi pemicu tingginya trombosit pada tubuh Anda. 

  1. Peradangan 

Ketika ada bagian tubuh Anda yang mengalami peradangan, kemungkinan jumlah trombosit melonjak dapat terjadi. Ini karena ketika terdapat radang, tubuh meresponsnya dengan mengeluarkan protein-protein kecil  bernama sitokin sebagai sinyal untuk dialirkan ke organ tubuh lainnya guna melakukan sesuatu. Pelepasan sitokin ini merangsang produksi trombosit sehingga Anda akan cenderung mengalami trombosit tinggi. 

  1. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik umumnya dialami oleh orang-orang yang memiliki masalah autoimun. Ketika Anda mengalami anemia hemolitik, pembentukan sel darah merah menjadi sangat kecil sehingga trombosit yang ada di dalamnya tidak terhitung oleh tubuh sehingga produksinya terus meningkat. Alhasil, jumlah trombosit menjadi lebih tinggi daripada jumlah normal. 

  1. Infeksi 

Infeksi merupakan penyebab trombosit paling umum yang bisa dialami oleh anak-anak sampai orang dewasa. Pasalnya ketika Anda mengalami infeksi, tubuh akan memproduksi trombosit secara ekstrem hingga 1 juta sel per mikroliter darah. Namun ketika infeksi tersebut mereda, kadar trombosit pun akan turun secara perlahan. Kadar trombosit akan kembali normal setelah beberapa minggu pasca infeksi pulih. 

  1. Masalah Limpa 

Limpa merupakan salah satu wadah penyimpanan trombosit di dalam tubuh. Ketika limpa bermasalah, kadar trombosit pun kemungkinan besar akan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Beberapa masalah limpa yang dapat membuat trombosit tinggi, yaitu berkurangnya fungsi limpa sampai pada pembedahan limpa. 

  1. Cryoglobulinemia Campuran 

Cryoglobulinemia campuran merupakan salah satu masalah autoimun yang disertai masalah di organ tubuh vital lainnya. Contoh kondisi cryoglobulinemia campuran adalah seseorang yang terkena lupus sekaligus mengalami hepatitis C. Pada kondisi ini, protein dalam dalam akan saling menempel dan terhitung sebagai trombosit tambahan. Alasan inilah yang membuat kadar trombosit penderita cryoglobulinemia campuran cenderung menjadi sangat tinggi dibandingkan kadar normal.  

  1. Kelainan Genetik

Bisa jadi Anda tidak memiliki keluhan penyakit apapun, namun kadar trombosit Anda terdata tinggi. Jika seperti ini, penyebabnya mungkin adalah kelainan genetik. Trombosit tinggi karena kelainan genetik dikenal dengan istilah trombositemia primer. Tingginya kadar trombosit dikarenakan adanya mutasi gen yang membuat sumsum tulang belakang lebih banyak memproduksi trombosit dari jumlah yang seharusnya. Dengan kondisi tersebut, darah menjadi lebih kental dan mengalir lebih lambat sehingga berpotensi mengakibatkan penggumpalan darah

  1. Pendarahan Akut 

Saat Anda mengalami pendarahan, tubuh cenderung akan memberi sinyal untuk memproduksi trombosit lebih banyak agar pendarahan lekas berhenti. Ini mengingat fungsi trombosit adalah membantu sel darah untuk membeku. Umumnya, produksi trombosit pada saat ada pendarahan pada tubuh tidak terlalu besar. Namun jika Anda mengalami pendarahan akut dalam waktu yang singkat, sumsum tulang belakang cenderung akan memproduksi trombosit secara berlebihan sehingga Anda mengalami trombosit tinggi

*** 

Ketika mengalami trombosit tinggi, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter. Pasalnya jika dibiarkan, risiko berbagai penyakit yang jauh lebih berbahaya bisa mengancam kesehatan bahkan jiwa Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *