Perlukah Menggunakan Bentonite Clay?

Bentonite clay atau montmorillonite dianggap memiliki manfaat kesehatan.

Bentonite clay adalah tanah liat alami dengan tekstur halus dan lembut, jenis tanah liat penyerap yang biasanya terbentuk setelah abu vulkanik menua. Dinamakan bentonite clay dari Fort Benton, Wyoming, tempat sumber terbesar tanah liat ini dapat ditemukan.

Banyak orang telah menggunakan bentonite clay untuk menghilangkan kotoran pada kulit, seperti minyak, dan racun dari tubuh selama ribuan tahun. Kini bentonite clay hadir di berbagai produk kulit atai kecantikan, tetapi beberapa orang juga menambahkannya ke makanan atau minuman dengan tujuan menghilangkan masalah pencernaan atau mengeluarkan racun dari tubuh.

Bentonite clay menyerap, yang berarti ia menarik partikel, seperti kotoran di kulit Anda. Bentonit memiliki kapasitas pertukaran kation yang tinggi. Hal ini berarti tanah liat, yang memiliki muatan negatif, dapat menarik kation yang bermuatan positif sehingga bentonite clay dapat menarik racun yang bermuatan positif di usus Anda.

Bentonite clay mengandung senyawa anti bakteri dan antiinflamasi serta memiliki jejak mineral seperti kalsium, besi, tembaga, dan seng. Beberapa orang mengkonsumi bentonite clay untuk mendapatkan nutrisi tersebut, yang disebut geofag. Tetapi biasanya makanan yang biasanya Anda konsumsi sudah memiliki mineral-mineral tersebut.

Sebenarnya, Anda biasanya tidak perlu membersihkan tubuh Anda, karena ginjal dan hati Anda sudah melakukan tugas tersebut. Selain itu, serat dari buah-buahan dan sayuran juga membantu dalam membersihkan tubuh Anda.

Bentonite clay dipercaya dapat memberikan manfaat pada kulit, rambut, pencernaan dan gigi Anda ketika Anda menggunakannya. Pada umunya, bentonite clay cukup aman untuk digunakan pada kulit dan rambut Anda.

Selain itu, dokter tidak merekomendasikan Anda untuk mengkonsumi tanah liat. Karena hal ini bisa menyebabkan penyumbatan di usus Anda dan bisa mempengaruhi cara Anda menyerap nutrisi dan elektrolit. Selain itu, tanah liat atau tanah dapat memiliki tingkat kuman berbahaya dan logam berat seperti timbal, arsenik, dan merkuri.

Banyak penelitian telah melihat manfaat kesehatan dari bentonite clay, meskipun sebagian besar penelitian ini telah menggunakan model hewan atau sel.  Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum para ilmuwan akan mengetahui manfaat dan resiko bentonite clay yang sebenarnya pada manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *