Perlukan Mengonsumsi Sildenafil Walau Tidak Impoten?

Sebuah media online di Inggris memberitakan tentang fenomena kecanduan obat sildenafil. Obat ini lebih dikenal dengan nama Viagra atau Cialis, berdasarkan merek dagang jenis obat itu sendiri. Di dalam berita tersebut, disebutkan bahwa ternyata pengguna obat sildenafil bukanlah kelompok pria yang memiliki permasalahan ereksi atau impoten. Nyatanya, pengguna obat tersebut didominasi oleh kelompok pria usia muda dengan kondisi kesehatan yang baik.

Salah satu di antaranya adalah Daniel, berusia 30 tahunan yang telah menggunakan obat Viagra sejak ia menginjak 20 tahun. Pengalaman pertama ia menggunakan obat tersebut, ketika sedang berakhir pekan bersama teman-temannya di Amsterdam dan ia bertemu dengan seorang gadis.

Pertemuan tersebut berakhir dengan berhubungan intim. Ketika akan berhubungan, Daniel diberikan temannya obat Viagra, walaupun pada saat itu ia tidak memiliki disfungsi ereksi sama sekali. Daniel berpendapat bahwa dengan menggunakan sildenafil, ia mendapatkan stamina ekstra dan merasa lebih kuat, sehingga ia secara terus menerus menggunakan obat tersebut tiap kali akan berhubungan intim.

Di usia 30-an, Daniel tetap memiliki kondisi fisik yang prima dan tidak mengalami permasalahan ereksi. Namun, ia tidak dapat lepas dari kecanduan obat Viagra. Ia khawatir, jika tidak menggunakan obat tersebut saat berhubungan intim, ia tidak dapat tampil sehebat ketika menggunakan obat itu.

Reymond Francis, seorang konselor psikoseksual yang memiliki praktik di Harley Street, London, mengatakan bahwa setidaknya terdapat 15 orang klien dalam sebulan dengan masalah kecanduan sildenafil. Usia rata-rata klien Reymond Francis berkisar 32 tahun.

Ia mengatakan bahwa, kliennya tidak memiliki masalah ereksi, namun ketergantungan obat sildenafil. Hal tersebut didasarkan pada ekspektasi yang terlalu tinggi pada diri sendiri dan adanya keyakinan bahwa tampil hebat di ranjang adalah suatu kewajiban untuk memuaskan pasangannya. Ia menambahkan, bahwa ekspektasi dan anggapan tersebut berasal dari kebiasaan menonton pornografi sejak usia muda.

Sebagai orak praktisi, Reymond Francis tentu paham bahwa terdapat efek samping dari penggunaan sildenafil yang berlebih. Ada pun efek samping yang telah diketahui, yaitu pusing, sakit kepala, ruam kulit, vertigo, keluhan saluran cerna seperti diare atau muntah, kesulitan bernapas, dan nyeri punggung.

Jika memang seseorang membutuhkan obat sildenafil, penggunaan obat tersebut juga harus disertai resep dokter. Dengan begitu, komplikasi yang mungkin terjadi dapat terhindar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *