Produksi ASI Lancar, Kunci Kenaikan Berat Badan Bayi Kurus

Bayi kurus berisiko sakit lebih besar karena memiliki sistem imun lebih rendah daripada bayi normal. Bayi kurus juga rawan terkena infeksi dan perkembangannya akan cenderung lambat. Banyak faktor yang mengakibatkan bayi kurus atau underweight. ASI merupakan nutrisi terbaik bayi. Oleh karena itu, lancarnya produksi ASI menjadi point utama dalam meningkatkan berat badan bayi. Terutama untuk bayi di bawah 6 bulan yang masih membutuhkan ASI ekslusif. 

Cara mengetahui standar berat badan bayi

World Health Organization (WHO) memiliki grafik pertumbuhan anak-anak berusia kurang dari 2 tahun berdasarkan Center for Disease Control and Prevention (CDC). Grafik dinilai menurut berat badan atau tinggi badan yang disesuaikan dengan umur bayi. Presentil keduanya akan menunjukkan kondisi bayi, apakah kurus, normal, atau gemuk.

Di Indonesia, pertumbuhan dan perkembangan bayi juga dipantau melalui penimbangan rutin di posyandu. Kader posyandu akan memberikan Kartu Menuju Sehat yang berisikan grafik tumbuh kembang bayi. Apabila titik pengukuran berada pada grafik berwana hijau, maka bayi tergolong memiliki berat badan normal. Namun, jika di bawah garis merah maka bayi mengalami tergolong kurus atau kurang gizi.  

Peningkatan produksi ASI menjadi kunci

Bayi yang mengalami kenaikan berat badan signifikan menandakan pemberian ASI yang cukup. Sebaliknya, jika bayi mengalami perlambatan berat badan atau bahkan telah mencapai status kurus, maka ASI yang diberikan tidak cukup. Meskipun terdapat berbagai penyebab bayi kurus. Berikut ini tips-tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI:

  1. Meningkatkan frekuensi menyusui

Saat bayi menyusu, hormon produksi ASI meningkat. Kemudian tubuh ibu memberikan respon “let down” atau kondisi dimana otot payudara berkontraksi mengeluarkan ASI melalui saluran payudara. Semakin sering bayi menyusu, maka ASI yang dihasilkan juga semakin banyak. Menyusui bayi baru lahir sebanyak 8-12 kali sehari di minggu awal dapat membantu menjaga produksi ASI tetap stabil sesuai yang dibutuhkan bayi kelak di minggu-minggu berikutnya. 

  1. Pompa ASI 

Memompa ASI mampu meningkatkan produksi ASI. Jangan lupa untuk memberikan sensasi hangat ke payudara seperti mengelap menggunakan kain hangat sehingga Anda lebih nyaman. Berikut ini saat-saat dimana Anda perlu memompa ASI:

  • Masih terdapat sisa ASI setelah bayi menyusu
  • Bayi terlewat waktu menyusu
  • Bayi telah mendapatkan asupan ASI dari botol pompa ASI sebelumnya
  1. Menyusui bayi dari kedua payudara

Biarkan bayi menyusu dari payudara pertama sampai kecepatannya melambat atau berhenti sebelum berpindah ke payudara kedua. Stimulasi pada kedua payudara akan meningkatkan produksi ASI secara otomatis. Selain itu menurut Breastfeeding Medicine, memompa ASI dari kedua payudara secara bersamaan terbukti meningkatkan produksi ASI. 

  1. Makanan dan suplemen tambahan pelancar ASI 

Menurut Canadian Breastfeeding Doundation, terdapat beberapa bahan pangan yang memiliki efek meningkatkan produksi ASI setidaknya jika dikonsumsi selama 7 hari berturut-turut, diantaranya:

  • Bawang putih
  • Jahe
  • Spirulina
  • Adas
  • Fenugreek
  • Ragi brewer
  • Alfalfa

Pada kasus bayi kurus, awalnya bayi mungkin kesulitan untuk menerima ASI dalam jumlah banyak karena sebelumnya telah terbiasa mengonsumsi ASI dengan porsi lebih sedikit. Apabila dipaksakan, maka bayi akan gumoh. Berikan ASI porsi kecil terlebih dahulu kemudian tambah di hari-hari selanjutnya. Pastikan juga bayi sehat dan tidak terjangkit penyakit lain yang membuat berat badannya semakin berkurang. Konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *