Prosedur Endoskopi RS St. Carolus

Endoskopi RS St. Carolus adalah sebuah prosedur non-bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan seseorang. Menggunakan sebuah alat yang disebut endoscope, yang mana berupa tabung lentur dan tipis dengan kamera dan lampu tertempel, dokter dapat melihat gambar dari saluran pencernaan Anda lewat monitor TV berwarna. Pada saat proses endoskopi atas, endoscope akan dimasukkan lewat mulut dan tenggorokan ke kerongkongan, membuat dokter dapat melihat kerongkongan, lambung, dan usus kecil bagian atas. 

Endoskopi RS St. Carolus juga dapat memasukkan endoscope ke dalam usus besar lewat dubur untuk memeriksa daerah usus tersebut. Prosedur ini dikenal dengan sebutan sigmoidoscopy atau colonoscopy tergantung pada seberapa jauh usus diperiksa. Bentuk khusus dari endoskopi dikenal dengan sebutan ERCP, yang mengijinkan dokter untuk melihat gambar pankreas, kantong empedu, dan struktur yang berhubungan dengan keduanya. ERCP juga digunakan untuk biopsi. Adapula EUS, atau endoskopi ultrasound, yang mana menggambungkan endoskopi atas dengan pemeriksaan ultrasound untuk mendapatkan gambar dan informasi berbagai bagian saluran pencernaan. 

Persiapan dan prosedur

Prosedur endoskopi RS St. Carolus tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, dan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dokter akan memberi petunjuk tentang persiapan prosedur. Untuk banyak jenis endoskopi, seseorang perlu puasa selama 12 jam, meskipun durasi ini bervariasi tergantung pada jenis endoskopi yang akan dimiliki. Untuk prosedur yang digunakan untuk memeriksa usus, laxative perlu dikonsumsi di malam sebelumnya untuk membersihkan sistem pencernaan Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan sebelum endoskopi. Sangat penting bagi Anda untuk memberitahu dokter seputar obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi (termasuk suplemen) dan prosedur apapun yang pernah dilakukan sebelumnya. 

Prosedur tergantung pada alasan mengapa endoskopi dilakukan. Ada tiga jenis alasan mengapa seseorang perlu mendapatkan endoskopi, yaitu:

  • Investigasi. Jika seseorang menderita muntah, nyeri perut, gangguan pernapasan, maag, kesulitan menelan, atau pendarahan gastrointestinal, endoscope dapat digunakan untuk mencari penyebab dari gejala tersebut. 
  • Konfirmasi sebuah diagnosis. Endoskopi dapat digunakan untuk melakukan biopsi guna mengonfirmasi diagnosis kanker atau penyakit lainnya. 
  • Perawatan. Endoscope dapat digunakan untuk merawat penyakit secara langsung. Misalnya, endoskopi dapat digunakan untuk katerisasi pembuluh darah yang bocor atau mengangkat polip. 

Terkadang, endoskopi dapat dikombinasikan dengan prosedur lain seperti pemindaian ultrasound. Endoskopi dapat digunakan untuk meletakkan probe ultrasound dekat dengan organ yang sulit untuk diperiksa menggunakan metode endoskopi biasa, seperti pankreas. Endoscope modern terkadang dilengkapi dengan cahaya sensitif yang menggunakan narrow band imaging. Jenis pencitraan ini menggunakan gelombang udara biru dan hijau khusus yang membuat dokter dapat melihat kondisi pra-kanker dengan lebih jelas. Endoskopi biasanya dilakukan pada saat pasien masih dalam keadaan sadar, meskipun terkadang pasien akan mendapatkan anestesi lokal (biasanya semprotan obat bius pada bagian belakang tenggorokan). Untuk prosedur endoskopi yang melibatkan memasukkan endoscope lewat mulut, “mouth guard” akan digunakan untuk melindungi gigi dan bibir pada saat tabung dimasukkan. 

Endoskopi RS St. Carolus telah semakin maju beberapa tahun belakangan ini. Saat ini, suatu bentuk operasi bedah juga dapat dilakukan lewat endoskopi yang dimodifikasi, dengan tujuan agar tindakan bedah medis tidak terlalu invasif. Prosedur seperti pengangkatan kantung empedu, menutup atau mengikat tuba falopi, dan mengangkat tumor kecil pada saluran pencernaan atau paru-paru merupakan suatu hal yang lazim dijumpai. Kunjungo RS St. Carolus untuk informasi lebih lanjut seputar prosedur medis ini.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *