Seputar Menyapih Biskuit Milna

Menyapih adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah proses mengganti konsumsi ASI atau formula untuk bayi dengan makanan padat. Kebanyakan proses menyapih biasanya akan bekerja dengan efektif ketika dilakukan secara perlahan, selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih. Menyapih bayi yang sebelumya eksklusif mendapatkan ASI merupakan sebuah langkah yang besar untuk para ibu. 

Selain memengaruhi Anda secara fisik, proses ini juga dapat memengaruhi Anda secara emosional. Kapan bayi perlu mulai menyapih akan tergantung pada seberapa siap Anda dan bayi. Tidak ada waktu yang tepat ataupun salah. Namun, waktu yang paling baik adalah bayi menyapih pada usia 12 hingga 18 bulan. Dan pilihlah jenis makanan padat yang lunak seperti biskuit Milna sehingga mencegah bayi tersedak. 

Salah satu jenis proses menyapih yang sedang populer saat ini adalah BLW, yang man merupakan singkatan dari “baby-lead weaning”. Alih-alih menyupai anak dengan puree, bayi dianjurkan untuk makan makanan padat seperti biskuit Milna sendiri. Anak juga dipercaya untuk memilih makanan dan seberapa banyak ia makan sendiri, yang mana dapat sedikit meringankan beban orang tua dalam mengasuh anak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan metode menyapih BLW memiliki level kecemasan yang lebih rendah pada masa periode menyapih. 

Memulai BLW

Beberapa makanan lebih cocok digunakan untuk menyapih dengan metode BLW dibandingkan dengan yang lainnya. Memulai menyapih menggunakan makanan dengan ukuran dan tekstur yang tepat dan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan masalah dapat membuat anak lebih mudah makan serta mengurangi kekhawatiran seputar keamanan, misalnya tersedak. Saat anak mulai menyapih, memberi ASI ataupun formula masih tetap harus dilakukan guna menyediakan anak dengan kalori yang ia butuhkan. Asupan ASI dan formula dapat menurun sejalan dengan peningkatan makanan padat. Beberapa jenis makanan yang cocok digunakan untuk metode BLW adalah biskuit Milna, alpukat, pisang, salmon, oatmeal, brokoli rebus, wortel parut rebus, dan yogurt yang tidak mengandung pemanis tambahan. Penting untuk diingat bahwa sangat penting untuk memberi bayi makanan yang tinggi kandungan zat besi, karena nutrisi ini memainkan peran penting dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan bayi. Contoh makanan yang kaya kandungan zat besi di antaranya adalah daging, telur, ikan, kacang-kacangan dan sayuran daun hijau. Anda juga perlu memotong makanan dalam ukuran yang mudah untuk digenggam anak, dan makanan tersebebut harus bersifat lunak sehingga mudah dilumatkan oleh gusi lembut bayi. 

Beberapa jenis makanan juga wajib hukumnya untuk dihindari dan anak tidak boleh mengonsumsi makanan ini, tidak peduli metode menyapih yang sedang Anda jalani. Beberapa makanan yang perlu dihindari di antaranya adalah madu, karena dapat mengandung Clostridium botulinum, yang mana merupakan bakteri penyebab keracunan makanan (madu tidak boleh diberikan untuk anak usia di bawah 12 bulan); telur yang tidak matang, karena dapat mengandung Salmonella; produk dairy yang tidak dipasteuriasi karena dapat mengandung bakteri Listeria monogenes yang dapat menyebabkan bayi sakit; susu sapi, perlu dihindari pemberian susu ini untuk bayi di bawah usia 12 bulan karena kandungan nutrisinya tidak sekaya ASI dan dapat mengurangi penyerapan zat besi pada makanan; produk rendah lemak, karena bayi membutuhkan persentase kalori dari lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa; dan makanan olahan tinggi garam dan gula karena ginjal bayi akan memiliki kesulitan dalam menghadapi banyak garam dan gula dapat merusak gigi. Anda bisa memberikan biskuit Milna pada saat proses menyapih anak karena biskuit ini sangat bernutrisi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *