Spasminal, Obat Pereda Nyeri Kenali Kandungannya!

Saat ini, banyak sekali obat pereda nyeri yang beredar di pasaran. Baik yang dijual bebas maupun yang dikonsumsi atas resep dokter. Salah satunya, Spasminal. Spasminal dikenal sebagai salah satu obat yang dapat meredakan nyeri akibat kejang otot. 

Namun, apakah Anda tahu apa saja yang terkandung dalam obat ini? Nah, berikut beberapa kandungan dan manfaatnya yang terdapat dalam obat pereda nyeri ini. 

Apa itu Spasminal?

Spasminal merupakan salah satu jenis obat yang mengurangi rasa nyeri akibat kejang otot. Obat ini mengandung beberapa zat aktif, seperti merampiron, papaverine HCL, Belladonna extract. Tidak hanya itu, Spasminal juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri karena haid, serangan kolik, sakit kepala, kejang, hingga mabuk perjalanan. 

Untuk menggunakannya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk meresepkannya. Pasalnya, obat ini tidak dijual bebas dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan. 

Kandungan pada Spasminal

Berikut beberapa kandungan yang terdapat pada obat ini, meliputi:

  • Papaverine HCL. Zat ini diindikasikan untuk perawatan kejang otot dan kondisi lainya. Beberapa efek samping pun bisa muncul saat Anda mengonsumsi obat-obatan yang mengandung Papaverine HCL. Efek samping ini mungkin terjadi, tetapi tidak selalu terjadi, karena akan berbeda-beda reaksinya pada setiap orang. Beberapa efek samping yang mungkin muncul, meliputi:
  • Mual
  • Ketidaknyamanan perut
  • Anoreksia
  • Sembelit
  • Ruam
  • Rasa tidak enak
  • Vertigo
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Peningkatan dentak jantung
  • Kenaikan tekanan darah
  • Sedasi

Beberapa obat lain pun dapat mempengaruhi Spasminal (Papavarine HCL). Mengonsumsi obat ini dengan obat lain dapat membuat Anda mengantuk dan bisa memperburuk efek sampingnya. Tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi Spasminal dengan pil lain, seperti pil tidur, pelemas otot, atau obat kecemasan, depresi, atau kejang. 

Obat lain dapat berinteraksi dengan Papaverine HCL (Spasminal), termasuk obat resep dan over the counter, vitamin, dan suplemen herbal lainnya. Pasalnya, Papaverine HCI (Spasminal) hidroklorida dapat mengganggu efek terapeutik levodopa pada pasien dengan penyakit Parkinson bila obat diberikan secara bersamaan. 

  • Belladonna extract.  Kandungan ini diindikasikan untuk perawatan tetes pupil mata, sakit kepala, gejala menstruasi, tukak lambung, reaksi histamin, peradangan, mabuk perjalanan, kejang bronkial pada asma, batuk rejan, dingin dan beberapa kondisi lainnya. Sama halnya dengan Papaverine HCL, Belladonna Extract pun memiliki efek samping, seperti:
  • Retensi urin
  • Ileus paralitik
  • Detak jantung cepat
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Demam 
  • Kulit kering merah
  • Halusinasi
  • Kejang

Untuk mencegah dan menghindari efek samping, sebelum mengonsumsi obat ini disaranakan untuk berkonsultasi kepada dokter Anda terlebih dahulu.  

Jangan mengonsumsi Spasminal jika Anda menderita penyakit berikut. Lain hal jika dokter yang menyarankan Anda untuk mengonsumsi. Beberapa penyakit yang kontradiksi dengan obat ini antara lain:

  • Penyakit jantung
  • Penyakit arteri koroner
  • Myasthenia gravis 
  • Hipertiroidisme
  • GERD
  • Kanker ginjal 
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Peptic ulcer
  • Anemia
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Asma

Meskipun belum ada penelitian yang memadai tentang penggunaan obat ini untuk kehamilan dan menyusui, ada baiknya untuk tetap meminta saran dokter jika Anda ingin mengonsumsinya dan dalam keadaan hamil atau menyusui. 

Jadi, Spasminal adalah jenis obat keras yang harus dengan resep dokter saat mengonsumsinya. Obat ini berguna dalam meredakan nyeri akibat kejang otot dan nyeri lainnya. Tetap konsumsi dalam batas yang telah dianjurkan, jangan mengurangi apalagi melebihkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *